BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
2. Hal-hal yang dilakukan untuk
Berikut adalah beberapa kutipan yang dianggap penting untuk mendukung hal-hal yang dilakukan subjek
a. Subjek 1 (A)
Subjek A melakukan refleksi atas kegagalan yang dialami
karena kegagalan otomatis pasti ada perenungan juga jadi saya di kamar itu, beberapa jam memang kecewa, sedih, dan menangis tapi setelah itu saya merenungkan, berpikir bahwa memang benar ini suatu teguran juga buat saya karena waktu itu juga saya kurang belajar jadi akhirnya ini hasil yang saya peroleh (66-83)
Selain melakukan refleksi, subjek A langsung pulang ke rumah, tidak pergi ke sekolah, dan melakukan pekerjaan rumah.
karena itu pasti sapapun dia kalo gagal dalam suatu proses pasti sangat kecewa, saya merasa sedih jadi saya langsung pulang (193-197)
tidak ke sekolah karena dengar lewat koran jadi setelah beli koran langsung pulang pi rumah (101-104)
rasanya tidak mau sekolah lagi. mungkin syok juga.. liat teman-teman yang lain senang terus saya sendiri yang tidak lulus...ya begitulah kak. seorang yang mendapat kegagalan. (133-154)
kalo untuk melakukan aktivitas-aktivitas seperti menyapu, cuci piring sebenarnya bukan rutinitas juga tapi kan kecewa atau juga karena stres jadi apa yang ada di depan mata langsung kita kerjakan, saya kerjakan (343-360)
Subjek A berusaha untuk menguatkan diri dan menerima kenyataan.
...kegagalan ini tidak boleh berlarut-larut, harus tegar, semangat, karena masih ada sesuatu yang harus dikejar (493-496)
...kesedihan tidak mungkin dari awal, tapi dari akhir. sudah terlanjur (158-166)
Meskipun demikian, subjek A juga menyalahkan diri sendiri ketika tidak lulus UN.
kalo melakukan hal seperti itu suatu kesalahan yang fatal karena ini (tidak lulus UN) bukan kesalahan orang tua atau guru tapi ini kesalahan diri kita sendiri. jadi kegagalan yang kita peroleh itu adalah salah kita (295-302)
Subjek A tidak melakukan tindak anarki saat tidak lulus UN tetapi mengikuti ujian paket. Hal ini dikarenakan A beranggapan bahwa melakukan tindak anarki merupakan hal yang fatal. Subjek A mengikuti ujian paket agar memiliki ijazah, dapat masuk ke SMA, dan meraih cita-cita.
...kalo melakukan hal seperti itu suatu kesalahan yang fatal (283-297)
karena saya kepingin mau apa.. cita-cita terwujud jadi saya mau lanjut ke SMA, salah satu syarat punya ijazah. pas dengar ada ujian paket b saya harus daftar untuk ikut dan ternyata ujian saya lulus (471-478)
Di sisi lain, subjek A memiliki dorongan dari significant others untuk mengurangi perasaan negatif. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara orang tua dan anak memiliki pengaruh pada regulasi emosi seseorang. Adapun kutipan yang dianggap penting untuk mendukung pernyataan tersebut.
...kita cerita, mereka mengingat saya lagi tetap semangat, masih ada kesempatan untuk ujian yang kedua jadi ini tidak boleh diulangi lagi walaupun ini ujian paket. begitupun dengan kakak juga.. pada saat pulang, mereka mengingatkan saya, memberikan kata-kata motivasi saya masih ingat bahwa “ini kesuksesan suatu awal yang tertunda. ini kegagalan suatu kesuksesan yang tertunda”. seperti itu, itu kata kakak saya jadi saya akan tetap pegang (259-280)
Selain itu, terdapat beberapa alasan yang juga dianggap penting sebagai pendukung subjek tidak melakukan tindak anarki, mengikuti ujian paket, dan melanjutkan pendidikan.
itu bukan merugikan diri kita sendiri tapi merugikan banyak orang seperti kita lempar sekolah otomatis yang lempar sekolah, yang dipermasalahkan adalah syukur kalo serpihan kaca tidak kena teman ato orang lain dan akan menimbulkan banyak masalah lagi misalnya orang tua kita dipanggil ato bisa saja kita diangkut oleh Pol PP (315-326)
.... saya mendengar ujian paket, mereka bilang “ya sudah kalo begitu ikut ujian paket saja tidak apa-apa kan nanti setara juga untuk masuk SMA” (530-542)
karena saya ingin mengejar cita-cita maka harus. Sama ke teman-teman yang lain, saya ingin yang pasti pertama saya kepengen ketemu dengan teman-teman yang seangkatan dan yang kedua ingin cita-cita saya harus (596-608)
b. Subjek 2 (B)
Sama halnya dengan subjek A, subjek B juga melakukan refleksi ketika tidak lulus UN.
waktu itu saya berdiam diri di dalam kamar sekitar satu hari abis itu saya pikir-pikir “ah ini mungkin kegagalan ini.. kegagalan ini.. jadi suatu pelajaran untuk saya untuk bisa capai kesuksesan nanti di bangku SMA, semakin berusaha” (57-66)
Akan tetapi, subjek B lebih memilih menghindari hal-hal ataupun suasana yang berhubungan dengan UN sehingga ia lebih memilih untuk membantu orang tua dan mengikuti beberapa kegiatan seperti bermain futsal dan kegiatan rohani.
setelah satu hari tidur-bangun dalam kamar sa tidak keluar, terus abis itu mulai keluar, bantu-bantu orang tua setidaknya bisa...bantu orang tua misalnya bantu membersihkan rumah, bantu cuci piring, bantu mama, terus bantu bapak potong rumput di kebun... supaya orang tua bisa sedikit terhibur dengan kita (126-147)
sering ikut-ikut kegiatan lain di luar sekolah seperti main bola, kegiatan main futsal, main bola basket. jadi biar pikiran tu bisa ilang, itu perasaan sedih dong ju ilang (219-239)
Apabila subjek secara tidak sengaja berada dalam situasi yang berhubungan dengan UN maka ia akan ikut mengambil bagian dalam situasi tersebut seperti merespon pernyataan teman dengan bercanda.
kalo main sama-sama teman kami sering cerita tentang hal-hal waktu ujian dan sering saya tanggapi itu dengan senyum dan bercanda supaya tidak terasa sakit.. tidak terasa sakit hati begitu... sering tanggapi mereka dengan tersenyum, dengan
bercanda yang mereka omong...mereka cerita ujian nasional mereka seperti apa, beta pung ujian nasional. kita pung ujian nasional seperti apa terus saling bercanda, tersenyum.. bisa mengurangi rasa sakit daripada kita harus diam (264-290)
Meskipun demikian, subjek menjadikan ejekan sebagai motivasi kemudian tidak melakukan tindak anarki tetapi mengikuti ujian paket.
...banyak yang ejek tapi itu menurut saya itu satu motivasi untuk saya. SMA ini saya harus dapat nilai yang lebih tinggi lagi supaya mereka juga bisa tahu kalo saya juga bisa seperti mereka bahkan bisa lebih dari mereka (372-380)
...saya pikir kalo saya melakukan tindak anarki seperti itu sama sekali tidak menguntungkan untuk saya malah akan merugikan terus bisa tambah membuat malu orang tua....karena ketika saya melakukan hal-hal tersebut pasti saya akan dikejar polisi dan saya takut akan hal itu (82-106).
ujian paket ni kan kalo kita tidak lulus SMP kan ada ujian kesetaraan jadi saya belajar lagi lebih giat untuk bisa ikut ujian paket supaya bisa lulus dan tidak mengulang kesalahan yang tidak lulus di ujian nasional kemarin (182-189)
Terdapat beberapa alasan yang dianggap penting sehingga subjek tidak melakukan tindak anarki, mengikuti ujian paket, dan melanjutkan pendidikan.
ya karena orang tua juga kenal dengan guru-guru di sekolah kan kita kalo kasi rusak seperti itu pasti ada laporan ke orang tua dan masyarakat. kasian juga orang tua sudah tahu tidak lulus terus dengar lagi kenakalan kita seperti itu kan pastinya orang tua tambah malu tambah kecewa dengan kita (110-120)
sebenarnya bisa ulang satu tahun, cuman saya tidak mau. saya takutnya nanti umur saya tertunda dengan kalo ulang lagi satu tahun nanti masuk SMA-nya tahun depan baru masuk..(192-198) orang tua sering marah-marah tapi dengan tindakan yang saya buat, saya bantu-bantu orang tua, mereka mulai melihat saya untuk memotivasi saya supaya saya bisa kembali ke SMA ini.. saya tidak mengulang lagi suatu kesalahan yang saya buat, saya tidak nakal-nakal lagi, tidak sering malas-malasan. banyak motivasi dari orang tua dari kakak-kakak (341-353)
c. Subjek 3 (C)
Subjek C melakukan refleksi ketika tidak lulus UN.
...tapi liat kembali dari kegiatan sekolah sebelum-sebelumnya mungkin karena malas belajar dan sebagainya bolos sehingga menyebabkan tidak lulus (282-289)
Sama halnya dengan subjek B, subjek C melakukan beberapa kegiatan seperti tidak bergabung dengan teman, mengerjakan pekerjaan rumah, dan mencari keramaian.
mengasingkan diri saja kaka, tidak enak dengan teman-teman. mo lebih sendiri (149-151)
membantu seperti beres-beres rumah, mengkuti apa yang mereka suruh... (154-169)
buat hal-hal yang lain kaka seperti cari-cari keramaian, tidak mau sendiri. kalo sendiri-sendiri terlalu nanti tabawa lagi pikiran yang tadi (183-194)
Subjek C merasa sedih saat tidak lulus UN, tetapi dukungan orang tua membuat subjek mencoba untuk menerima kenyataan
tapi karena ada orang tua yang datang menguatkan jadi ya terima dengan keadaan meskipun sebenarnya tidak sanggup kaka.(48-52)
Setelah melakukan beberapa kegiatan, subjek mulai berusaha untuk mengambil hati orang tua kemudian berpikir mengenai langkah yang harus diambil.
...berusaha untuk kembali bangkit, kembali mengambil hati orang tua supaya mereka baik-baik, mereka tidak merasa kecewa lagi (111-116) merefleksikan kira-kira apa yang harus saya bikin setelah gagal ini. setelah gagal, apa yang harus saya bikin supaya tidak gagal lagi (354-358)
Subjek juga tidak melakukan tindak anarki, mengikuti ujian paket, dan melanjutkan pendidikan. Terdapat beberapa alasan yang dianggap kuat untuk mendukung pernyataan bahwa subjek tidak melakukan tindak anarki, mengikuti ujian paket, dan melanjutkan pendidikan.
kami kan sekolah swasta kaka jadi saat mengetahui bahwa kalau ada yang tidak lulus itu langsung diberi pendekatan dari, pendekatan-pendekatan oleh guru-guru begitu ... seperti nasihat (267-277) bapa dan mama pas saat tahu tidak lulus, mereka tidak marah hanya cuma bilang “nanti ikut ujian paket”. (239-242)
yang pertama setelah dari orang tua menguatkan kaka, ada juga pendekatan dari pihak sekolah kaka. pihak sekolah mulai mendekat, mulai ada pendekatan dari pihak sekolah sehingga berusaha untuk bisa bangkit (119-126)
d. Subjek 4 (D)
Saat mengetahui tidak lulus UN, subjek D langsung pulang kemudian melakukan refleksi atas peristiwa yang dialami.
setelah mengetahui kalo saya tidak lulus. saya langsung diajak pulang oleh kedua orang tua kak. daripada menanggung malu di sekolah mending saya pulang untuk berdiam diri. mereflkesi diri kenapa saya tidak lulus (145-153)
Selain melakukan refleksi di rumah, terdapat beberapa hal yang dilakukan subjek D seperti berwisata dan berolahraga
terus saya jalan, refreshing diri kak jadi jalan-jalan ke tempat yang kayak tempat-tempat wisata...trus kegiatan olahraga juga kak. kegiatan olahraga main bola (321-331)
Beberapa hal yang juga dilakukan oleh subjek D yaitu berpikir mengenai langkah yang harus diambil, tidak melakukan tindak anarki dan mengikuti ujian paket.
...jadi saya berkonsultasi dengan orang tua untuk kedepannya, saya berkonsultasi tentang apakah saya harus melanjutkan atau harus mengulang (219-224).
memang pernah terlintas di pikiran saya untuk membuat tindakan anarki tetapi saya berpikir kembali kalo tindakan-tindakan anarki tidak menguntungkan jadi buat apa melakukan tindakan anarki? (70-80)
Kutipan berikut dianggap penting untuk mendukung pernyataan bahwa subjek D mengikuti ujian paket.
karena saya mau langsung lanjut ke SMA kak, tidak mau menunggu lama karena kalo menunggu satu tahun lagi berarti ketinggalan dengan teman-teman yang lain (244-249)
Selain itu, terdapat juga alasan yang dianggap penting sebagai pendukung subjek tidak melakukan tindak anarki dan melanjutkan pendidikan.
misalnya saya membuat tindakan anarki jadi itu jeleknya terhadap penilaian orang ke sikap saya kak jadi penilaian orang begini kak “dia sudah tidak lulus, melakukan tindak anarki” jadi bisa juga teman-teman menjauhi saya karena tindakan saya jadi itu berdampak pada penilaian orang kepada sikap saya kalo saya melakukan tindakan anarki (105-117)
orang tua saya menuyuruh saya untuk tetap melanjutkan jadi saya ikut paket b untuk tetap melanjutkan. berkonsultasi juga memberi semangat tersendiri untuk saya. orang tua memotivasi saya untuk terus melanjutkan biar tidak ketinggalan dari teman-teman yang lain kak (226-235)