BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
2. Latar Belakang Subjek
Subjek merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Subjek memiliki dua orang kakak perempuan dan seorang kakak laki-laki. Subjek memandang dirinya sebagai orang yang ceria. Sifat positif yang dimiliki subjek yaitu rajin dan jujur. Hal ini dikarenakan subjek
meyakini bahwa apabila ia rajin maka ia akan menjadi sukses. Di sisi lain, subjek mengatakan bahwa ia termasuk pribadi yang kurang bergaul karena takut terjemurus ke dalam hal-hal negatif seperti penggunaan obat terlarang dan minum minuman keras. Subjek juga mengatakan bahwa ia termasuk pribadi yang tidak disiplin waktu sehingga cenderung terlambat dalam beberapa kegiatan. Meskipun demikian, subjek mengatakan bahwa sifat yang paling menonjol yaitu penurut dan dinilai sebagai sosok yang pendiam oleh teman-temannya. Subjek juga mengatakan bahwa ia termasuk sosok yang cukup berperan dalam melakukan pekerjaan rumah. Motto hidup yang dimiliki subjek yaitu ora et labora yaitu berdoa dan bekerja. Subjek meyakini bahwa apabila ia berdoa dan bekerja maka tidak ada yang tidak mungkin.
Dalam bidang akademis, subjek mengatakan bahwa ia pernah mendapat ranking 6 saat SD kelas V dan ranking 8 saat SMP kelas III semester genap. Mata pelajaran yang disukai oleh subjek saat duduk di bangku SMP yaitu Pendidikan Jasmani dan Rohani (PENJAS). Hal ini dikarenakan subjek termasuk individu yang gemar berolahraga. Sebaliknya, mata pelajaran yang kurang disukai subjek yaitu Matematika dan Bahasa Inggris. Subjek mengatakan bahwa pelajaran matematika banyak menggunakan rumus sedangkan pelajaran bahasa inggris banyak mempelajari mengenai percakapan sehingga membuat subjek tidak terlalu menyukai kedua mata pelajaran tersebut.
Meskipun demikian, subjek memiliki cita-cita untuk menjadi seorang perawat ataupun seorang guru. Apabila subjek dihadapkan dengan tugas sekolah dan pekerjaan rumah, maka ia akan menyelesaikan tugas sekolah terlebih dahulu sedangkan pekerjaan rumah akan diselesaikan setelah pulang sekolah. Dalam bidang non akademis, subjek pernah mengikuti pertandingan bola kaki gabungan dua sekolah waktu duduk di bangkus SD dan pernah mengikuti lomba gerjak jalan indah waktu duduk di bangku SMP serta ikut bermain drama untuk merayakan Natal di Gereja.
Subjek masih memiliki keluarga yang lengkap. Subjek memandang ayah sebagai sosok pekerja keras dan ibu sebagai sosok yang selalu menyayangi keluarga, selalu ada dalam suka maupun duka serta selalu memenuhi kebutuhan anak-ananya. Subjek memandang ketiga kakaknya sebagai sosok yang dapat dijadikan sebagai panutan dalam beberapa hal. Meskipun demikian, subjek merasa paling dekat dengan kakak yang pertama karena kakak pertama termasuk individu yang sering mendengar cerita subjek dan selalu memberikan apa yang menjadi keinginan subjek. Sebaliknya, subjek merasa tidak dekat dengan kakak ketiga karena kakak ketiga termasuk individu yang sering membuat orang tua merasa kesal. Selain itu, kakak ketiga juga sering mengambil barang-barang milik subjek tanpa sepengetahuan subjek.
Subjek mengatakan bahwa ia termasuk individu yang tidak suka memilah teman. Subjek memandang teman-temannya sebagai sosok yang baik dan suka menolong. Subjek dan teman-temannya sering berkomunikasi, belajar dan bermain bersama. Meskipun demikian, subjek pernah memiliki masalah dengan teman karena subjek mencontek jawaban temannya saat ujian. Dalam hal ini, subjek meminta maaf dan tetap menjalin hubungan persahabatan yang baik. Subjek memiliki cukup banyak teman perempuan. Subjek memandang teman perempuan sebagai sosok yang baik, setia, dan sering belajar bersama. Sama halnya dengan teman laki-laki, subjek juga pernah memiliki masalah dengan teman perempuan. Hal ini dikarenakan subjek menyalin pekerjaan rumah milik teman karena tidak mengerjakan PR. Meskipun demikian, subjek mengatakan bahwa ia tidak pernah memiliki masalah yang besar dengan teman-temannya selain menyalin PR teman.
b. Subjek 2 (B)
Subjek merupakan anak kelima dari lima bersaudara. Subjek memiliki dua orang kakak perempuan dan dua orang kakak laki-laki. Subjek mengatakan bahwa ia temasuk pribadi yang sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru tetapi akan merasa nyaman apabila telah menikmati keadaan. Meskipun demikian, subjek mengatakan bahwa ia selalu berusaha untuk mengakrabkan diri dengan lingkungan agar dapat mengenal lingkungan sekitar. Hal ini
didukung dengan subjek yang selalu mengawali pembicaraan dengan memberi salam dan senyuman kepada orang-orang yang baru ditemuinya. Di sisi lain, subjek mengatakan bahwa ia mengalami kesulitan untuk menyampaikan pendapat di depan umum karena merasa ragu dan kurang percaya diri. Motto hidup yang dimiliki subjek yaitu hidup adalah belajar. Hal ini dikarenakan subjek mengharuskan dirinya untuk belajar dari kegagalan yang dialami.
Subjek pernah meraih juara 2 dalam lomba cerdas cermat waktu duduk di bangku SD. Saat duduk di bangku SMP, subjek tidak pernah mengikuti lomba. Subjek mengatakan bahwa ia menyukai mata pelajaran Biologi karena subjek suka mengenal dan mengetahui lingkungan. Sebaliknya, mata pelajaran yang tidak disukai yaitu Matematika karena subjek merasa kurang mampu dalm menyelesaikan soal matematika. Subjek memiliki cita-cita untuk dapat membahagiaka orang tua dengan sukses di ujian-ujian yang akan datang. Subjek mengatakan bahwa ia tidak melakukan perencanaan ketika melakukan sesuatu. Hal ini didukung dengan subjek yang sering menyelesaikan tugas sekolah ketika akan dikumpulkan keesokan harinya. Apabila dihadapkan dengan banyak tugas maka ia akan menyelesaikan tugas yang dianggap mudah seperti tugas-tugas yang tidak berkaitan dengan perhitungan.
Subjek masih memiliki keluarga yang lengkap. Subjek mengatakan bahwa ia tidak pernah dimarahi oleh orang tua terlebih
ibu, tetapi lebih sering diberi nasihat dan peringatan keras oleh ayah. Subjek merasa dekat dengan ibu karena ibu sering mendengarkan semua cerita subjek, sosok penyayang, lemah lembut, selalu memahami kebutuhan anak, dan tempat bersandar saat subjek merasa sedih. subjek memandang ayah sebagai sosok yang sibuk bekerja tetapi masih meluangkan waktu untuk keluarga. Selain ibu, subjek merasa paling dekat dengan kakak kedua karena sering mendengarkan cerita subjek dan memenuhi semua keinginan subjek. Subjek juga merasa dekat dengan kakak pertama namun tidak sedekat ibu dan kakak kedua. Hal ini dikarenakan kakak pertama berada di luar kota untuk bersekolah. Subjek juga sering meminta pertolongan kepada kakak ketiga saat menghadapai masalah. Di sisi lain, subjek sering mengalami kesalahpahaman dengan kakak keempat karena jarang berkomunikasi dan sering berkelahi. Meskipun demikian, subjek cukup mengambil bagian dalam pekerjaan rumah seperti turut membantu ibu membersihkan rumah.
Subjek memandang teman sebagai orang-orang yang memiliki pemikiran yang sama dengan subjek, saling mengerti dan memberi support. Subjek sering bermain bersama teman seperti berenang di kali dan mandi hujan bersama. Subjek memandang teman perempuan sebagai sosok yang baik, suka menolong, dan suka menjadi „mak-comblang‟. Subjek sering diberi pinjaman catatan bahkan memberi perintah kepada teman perempuan untuk mencatat di buku catatan
subjek. Subjek pernah memiliki masalah dengan teman laki-laki maupun perempuan karena saling mengejek, akan tetapi subjek dan teman-teman saling meminta maaf.
c. Subjek 3 (C)
Subjek merupakan anak pertama dari empat bersaudara. subjek memiliki seorang adik laki-laki dan dua orang adik perempuan. Subjek mengatakan bahwa ia termasuk sosok yang suka terpengaruh dengan hal-hal yang bersifat senang-senang serta selalu mau mencoba hal yang baru. Subjek juga mengatakan bahwa ia termasuk orang yang suka berbicara. Subjek menganggap sifat tersebut sebagai suatu hal yang baik karena membantu subjek untuk dapat mengakrabkan diri dengan lingkungan. Subjek mengatakan bahwa sifat mudah terpengaruh yang dimilikinya membuat subjek mencoba untuk melakukan beberapa hal seperti merokok, bolos, dan malas belajar. Meskipun demikian, subjek termasuk sosok yang selalu mau mencoba hal baru meskipun mengalami kegagalan.
Subjek mengatakan bahwa teman-teman menilai subjek sebagai sosok yang cepat peka dan peduli dengan keadaan sekitar. Subjek juga termasuk individu yang selalu menikmati hidup apa adanya. Motto hidup yang dimiliki subjek yaitu jadilah diri sendiri. Dalam bidang akademis, subjek mengatakan bahwa ia pernah meraih ranking di kelas waktu duduk di bangku SD sedangkan waktu SMP pernah mengikuti kegiatan pramuka. Mata pelajaran yang disukai subjek
yaitu IPS dan Agama. Hal ini dikarenakan subjek tidak mengalami kesulitan untuk memahami materi pelajaran.
Sebaliknya, mata pelajaran yang tidak disukai subjek yaitu Matematika dan Bahasa Inggris. Subjek mengatakan bahwa ia tidak menyukai berhitung dan menganggap pelajaran matematika adalah sulit sedangkan pelajaran bahasa inggris tidak mudah dipahami dengan alasan bahasa inggris tidak termasuk bahasa yang digunakan subjek sehari-hari. Subjek memiliki harapan untuk membahagiakan orang tua dan menjadi orang sukses. Subjek termasuk pribadi yang tidak membuat perencanaan dalam melakukan sesuatu tetapi melakukan sesuatu berdasarkan keinginannya. Apabila dihadapkan dengan beberapa pekerjaan maka ia akan menyelesaikan yang dianggap mudah terlebih dahulu. Dalam bidang non-Akademik, subjek mengikuti kegiatan Orang Muda Katolik di gereja, berziarah, dan menjadi panitian keamanan ketika kegiatan besar di gereja sedang berlangsung.
Subjek masih memiliki keluarga yang lengkap. Subjek dan keluarga sering duduk bersama lalu berbagi cerita setelah selesai makan malam. Subjek mengtakan bahwa ia sering berbagi cerita dengan ibu sedangkan membicarakan hal-hal yang menantang bersama ayah. Subjek juga selalu meluangkan waktu untuk bermain bersama adik-adiknya. Subjek cukup berperan dalam memberi masukan kepada orang tua. Akan tetapi, subjek juga sering diberi
nasihat oleh orang tua. Subjek merasa paling dekat dengan ibu karena subjek selalu menceritakan setiap masalah yang dialaminya kepada ibu. Meskipun sering membicarakan hal-hal yang menantang dengan ayah, subjek merasa tidak terlalu dekat dengan ayah. Subjek mengatakan bahwa ayahnya termasuk sosok yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga hanya memiliki waktu bercerita atau bercanda setelah makan malam. Hal ini juga yang mendorong subjek untuk lebih mengutarakan cerita dan perasaannya kepada ibu. Subjek mengatakan bahwa ketiga adiknya termasuk anak yang suka menangis, membantah kepada orang tua.
Subjek mengatakan bahwa pengalaman unik yang dimilikinya yaitu suatu ketika saat bercerita, ayah subjek menanyakan cita-cita keempat orang anaknya dan tidak ada salah seorang anak yang menjawab. Hal ini dikarenakan subjek dan adik-adik belum memiliki gambaran terkait cita-cita. Subjek meengatakan bahwa ia lebih suka bersenang-senang, bercerita, dan bercanda bersama teman. Meskipun demikian, terkadang subjek juga meluangkan waktu untuk belajar bersama teman-teman. Di sisi lain, subjek pernah memiliki masalah dengan teman karena lupa mengembalikan barang teman yang dipinjam.
Cara subjek dalam mengatasi hal ini yaitu mencari waktu yang tepat untuk bercanda dengan teman tersebut. Candaan diantara subjek dan teman-temannya dapat mengembalikan suasana seperti semula.
Subjek mengatakan bahwa semenjak ia duduk di kelas VII, kakak angakatan yang laki-laki jarang berteman dengan teman perempuan sehingga selalu diikuti oleh adik-adik angkatan termasuk subjek. Subjek mengatakan bahwa hal ini terjadi turun-temurun di sekolahnya. Selain itu, subjek menganggap teman perempuan sebagai sosok ja-im dan mengharuskan subjek mengikuti semua kemauan temannya sehingga subjek tidak banyak memilii teman perempuan. d. Subjek 4 (D)
Subjek merupakan anak pertama dari dua bersaudara. subjek memiliki seorang adik perempuan yang sedang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Subjek mengatakan bahwa ia termasuk pribadi yang mudah bergaul dan lebih senang membantu sesama. Subjek juga mengatakan bahwa ia termasuk pribadi yang malas mengerjakan tugas karena merasa malas untuk belajar. Subjek lebih senang bermain sepak bola daripada belajar. Meskipun demikian, subjek memiliki bakat dalam bermain alat musik gitar. Subjek mengatakan bahwa banyak di antara teman-temannya yang menilai subjek sebagai pribadi yang baik karena mudah bergaul, cepat akrab, dan tidak pelit. Motto hidup yang dimiliki subjek yaitu gantunglah cita-citamu setinggi langit. Subjek mengatakan bahwa saat ia memiliki cita-cita maka ia harus berjuang untuk mewujudkannya.
Subjek mengatakan bahwa ia sangat menyukai mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Rohani (PENJAS) karena lebih banyak
praktik daripada teori. Sebaliknya, subjek tidak menyukai mata pelajaran matematika karena dianggap terlalu memaksa untuk berpikir menggunakan rumus dan perhitungan. Subjek mengatakan bahwa masalah yang pernah dialami yaitu kesulitan memahami materi matematika dan fisika sehingga subjek sering memperoleh nilai di bawah standar kelulusan. Di sisi lain, subjek pernah mendapat penghargaan sebagai pemain gitar terbaik saat duduk di kelas VIII. Subjek juga mengatakan bahwa ia sering mengikuti lomba futsal antar SMP dan bermain alat musik gitar. Meskipun demikian, subjek memiliki cita-cita untuk menjadi seorang polisi agar dapat mengabdikan diri kepada negara.
Subjek mengatakan bahwa ia selalu menyiapkan buku-buku pelajaran untuk esok hari pada malam sebelum tidur agar tidak kesulitan pada pagi hari. Subjek membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan soal yang sulit sehingga ia memilih untuk mengerjakan soal maupun tugas yang dianggap mudah terlebih dahulu. Subjek masih memiliki keluarga yang lengkap. Subjek memandang ayah sebagai sosok pekerja keras sedangkan ibu sebagai sosok yang selalu menenangkan subjek ketika sedang sedih. Subjek merasa paling dekat dengan ibu karena subjek selalu menceritakan semua yang dialami kepada ibu dan merasa dipahami. Subjek mengatakan bahwa ibu selalu memberi motivasi untuk tetap berjuang kepada anak-anaknya.
Sebaliknya, subjek merasa kurang dekat dengan ayah karena ayah termasuk pribadi yang sibuk dengan pekerjaanya di kantor. Meskipun demikian, terkadang subjek dan keluarga meluangkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga besar. Subjek mengatakan bahwa ia melakukan rekreasi bersama keluarga pada akhir pekan setiap beberapa bulan. Di sisi lain, subjek juga memiliki pengalaman negatif yaitu dipukul oleh ayah. Hal ini dikarenakan subjek sangat malas untuk belajar. Meskipun demikian, subjek berharap agar keluarganya selalu menjadi keluarga yang harmonis.
Subjek memandang teman sebagai sosok yang baik, setia kawan walaupun terkadang jahil. Subjek mengatakan bahwa meskipun mereka tidak terlalu pintar tetapi terkadang selalu mengerjakan PR masing-masing dan tidak sering menyontek dalam ujian. Subjek selalu bermain bola, playstation dan pergi ke sekolah bersama teman-teman. Subjek tidak memiliki masalah dengan teman pada waktu SMP karena subjek termasuk sosok yang lebih senang untuk mengalah kepada teman. Di sisi lain, subjek tidak terlalu banyak memiliki teman perempuan karena teman perempuan dianggap merepotkan, suka menangis, dan suka memilah teman. Beda halnya dengan teman laki-laki, subjek pernah memiliki masalah dengan teman perempuan karena tidak di beri contekan PR matematika. Akan tetapi, masalah tersebut dapat diselesaikan karena subjek meminta maaf kepada teman
tersebut. cara subjek dalam mempertahankan relasi yaitu dengan tidak menghina teman dan lebih sering mengalah.
3. Gambaran Umum Mengenai Ujian Nasional Yang Dilalui