• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III: SMPK ANGELUS CUSTOS I DAN PEMBELAJARAN PAK

A. Hal ikhwal SMPK Angelus Custos I Surabaya

Tiga tahun setelahkemerdekaan RI tepatnya pada tanggal 1 Agustus 1948 Frater-Frater BHK yaitu Fr. Salesius, BHK dan Fr. Maxentius, BHK merintis sebuah sekolah bagi para siswa di Surabaya. Sekolah yang baru didirikan itu diberi nama Middelbare School (MS) artinya Sekolah Menengah. Mula- mula sekolah ini mengunakan sebuah bangunan milik keuskupan Surabaya. Bangunan yang terletak di jl. Ketabang No. 3, kini jl. Residen Sudirman ini memiliki dua ruangan dijadikan ruang kelas semuanya untuk para siswa pria.

Pada tahun 1949 pemerintah mengakui sekolah yang didirikan oleh para frater. Sekolah ini sudah memiliki empat ruang kelas. Dengan demikian berhak

mendapat subsidi dari pemerintah. Setiap tahun jumlah siswa mengalami peningkatan dengan sendirinya sekolah mengalami kekurangan ruang kelas. Hal ini membuat para frater yang mengelola sekolah harus memikirkan kemungkinan lain untuk mencari tempat yang baru, karena tempat yang ada sudah tidak dapat menampung siswa dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu para frater mencari lokasi baru untuk membangun ruang kelas yang baru. Akhirnya para frater mene mukan sebua h lokasi di Jl. Niaga Dalam No 5. Di tempat ini ada sebuah bangunan tua yang tidak terawat dan usia bangunan ini kira-kira sudah setengah abad. Gedung ini merupakan bekas rumah, asrama, dan sekolah milik para suster Ursulin yang ditinggalkan dalam keadaan kosong.

Para frater mengambil alih gedung ini dan dipugar seperlunya. Bangunan ini terdiri atas dua bagian. Bagian pertama atau gedung induk digunakan sebagai biara para frater. Sedangkan bagian kedua merupakan bangunan dua lantai yang terdiri dari sembilan ruangan. Lantai satu dijadikan ruang kelas dan kantor sedangkan lantai dua digunakan sebagai asrama untuk para siswa.

Pada tahun 1950, sekolah ini memiliki gedung yang baru, tidak jauh dari bangunan yang ada. Dengan demikian sekolah ini juga mengalami perubahan nama dari Middelbare School menjadi SMPK Angelus Custos. Kata Angelus Custos berarti Malaekat Pelindung.

Pada tahun 1982 Yayasan Mardi Wiyata memutuskan untuk mendirikan gedung baru di lokasi yang sama. Gedung yang baru ini terdiri dari 12 ruang kelas dengan daya tampung 30 sampai 40 siswa. Dengan dibangunnya ruangan sebanyak ini terbuka kemungkinan untuk menerima siswa putri. Daya tarik masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMPK Angelus Custos cukup

tinggi. Hal ini berdampak pada kurangnya ruang kelas. Gedung yang telah dibangun ternyata tidak mampu menampung siswa yang setiap tahun terus bertambah maka pengelolah sekolah perlu mencari bantuan. Akhirnya para frater bekerja sama dengan orang tua murid membangun enam ruang baru sehingga memiliki 25 ruangan kelas.

Pada tahun 1990 para frater membangun sebuah sekolah baru dengan nama SMPK Angelus Custos II, dengan demikian SMPK Angelus Custos mangalami perubahan nama menjadi SMPK Angelus Custos I. SMPK Angelus Custos I maupun SMPK Angelus Custos II merupakan sekolah Katolik yang berada di bawah naungan Yayasan Mardi Wiyata milik para Frater Bunda Hati Kudus (BHK) yang berpusat di Malang, Jawa Timur.

Pada tahun 1998 yang merupakan tahun emas bagi sekolah ini tercatat 1246 siswa yang dia suh oleh 45 orang guru baik tetap maupun tidak tetap. Jumlah siswa di SMPK Angelus Custos I Surabaya terus mengalami penurunan. Dengan demikian pada tahun ajaran 2007/2008 tercatat 862 siswa dan proses pembelajaran semua dilaksanakan pada pagi hari. Sejak berdirinya sekolah ini sampai dengan tahun ajaran 2007/2008 selalu dipimpin oleh frater- frater yang secara berturut-turut adalah Fr. Salesius, BHK (1948-1953), Fr. Otto, BHK (1953-1954, 1955-1957, 1959-1961), Fr. Theodorus, BHK, (1954-1955), Fr. Samuel, BHK (1957-1959), Fr. Donatus, BHK, (1961-1963), Fr. Ireneaus, BHK (1963-1967), Fr. Remigius Haryadi, BHK (1967-1974), Fr. Christologus, BHK (1974-1984), Fr. Paulino, BHK (1984-1994), Fr. Damianus, BHK (1994-2004), dan Fr. Herman Yoseph, BHK 2004-sekarang (Buku Kenangan Pesta Emas SMPK Angelus Custos 1 Surabaya, 1998: 9-10).

2. Visi – Misi SMPK Angelus Custos I Surabaya

SMPK Angelus Custos I Surabaya selalu dan senantiasa mengkuti dinamika perkembangan pendidikan dan pembelajaran di Indonesia. Untuk melaksanakan proses pembelajaran SMPK Angelus Custos I Surabaya paling tidak mengacu pada visi dan misi sekolah.

a. Visi SMPK Angelus Custos I Surabaya

Sumarsono sebagaimana dikutip Totok Mardianto (2007: 61) menjelaskan visi adalah kekuatan untuk melihat (power of seeing), penglihatan, atau wawasan ke depan (forsight), imaginasi, suatu konsep mental, sesuatu yang diimpikan. Dengan demikian visi SMPK Angelus Custos I Surabaya adalah; “Terciptanya pribadi bermoral, mampu, dan terampil dalam bidang akademik dan non akademik yang dijiwai oleh semangat cinta kasih” (YMW Pusat Malang, 2001: 7).

b. Misi SMPK Angelus Custos I Surabaya

Sumarsono mengutip gagasan H.A.R. Tilaar sebagaimana disarikan Totok Mardianto (2007: 62) mendefinisikan misi sebagai suatu rumusan langkah-langkah yang merupakan kunci untuk mulai melaksanakan inisiatif, mewujudkan, mengevaluasi dan mempertajam bentuk-bentuk kegiatan yang akan dicapai yang telah ditetapkan dalam visi. Berdasarkan makna ini, SMPK Angelus Custos I Surabaya sebagimana disarikan dalam YMW Pusat Malang (2001: 7) merumuskan misi sebagai berikut:

1) Mewujudkan semangat kerja keras, rela berkorban, inovatif, dan bertanggung-jawab.

2) Menumbuhkembangkan rasa percaya diri warga sekolah.

3) Mewujudkan kebersamaan dan rasa ikut memiliki dikalangan warga Mardi Wiyata.

4) Menumbuhkembangkan kepribadian yang dilandasi semangat cinta kasih. 5) Menghadirkan suasana cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari.

6) Meningkatkan kegiatan pembelajaran yang terprogram secara baik.

7) Membudayakan prestasi dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya.

8) Meningkatkan profesionalitas guru dengan etos kerja yang tinggi 9) Memberdayakan warga sekolah agar peduli terhadap lingkungan. 10)Menumbuhkembangkan solidaritas sosial.

11)Menumbuhkembangkan bakat, minat, dan kreatifitas secara optimal.

12)Memiliki team work yang cerdas, terampil, kompak, dan loyal pada institusi. 13)Menciptakan suasana sekolah yang nyaman, menyenangkan, disiplin, jujur. 14)Mengembangkan bakat, dan keterampilan untuk modal hidup mandiri.

15)Mengaktualisasikan potensi dan bakat warga sekolah dalam bentuk pagelaran.

B.Penelitian Tentang Pembelajaran Kontekstual dan Minat Siswa Dalam

Dokumen terkait