Total Belanja Modal
5) Rasio Kemandirian Daerah
3.3.2. Hambatan, kendala dan Solusi yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan
Berikut diuraikan hambatan, kendala dan solusi dalam pencapaian target program dan kegiatan yang disajikan pada sudut pandang per urusan.
Namun hanya diuraikan beberapa urusan yang mengalami persoalan yang berpengaruh pada realisasi anggaran kegiatan sebagai berikut:
a. Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Permasalahan
1. Masih banyaknya jalan dengan kategori jalan desa dan jalan non status yang masih ditangani oleh Dinas
2. Banyaknya usulan dari masyarakat dan hasil Musrenbang untuk pembukaan jalan baru
3. Terjadi kerusakan pada jalan kabupaten yang sudah mantap karena faktor alam dan bencana gempa bumi, sehingga mengurangi panjang jalan.
Solusi
1. Memberikan kesempatan dinas untuk menangani jalan kabupaten.
2. Dalam menetapkan program prioritas jalan pada Musrenbang agar mengacu kepada SK penetapan jalan kabupaten.
3. Diharapkan sumber pendapatan daerah yang masih didominasi oleh dana perimbangan diantaranya Dana Alokasi Khusus dapat dipergunakan seoptimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan infrastruktur jalan yang strategis secara ekonomi (lokasi pariwisata, sumber produksi) maupun meningkatkan konektivitas antar desa dan pusat-pusat ekonomi.
b. Urusan Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Permasalahan
1) Belum adanya TPA tetap, selama ini TPA di Dusun Jugil Ds, Sambik Bangkol Kec. Gangga yang digunakan masih sementara/sewa
Rp103.450.107.036,12
RKKD = x100%
Rp716.627.965.599,00
= 14,44%
75 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
2) Kurangnya jumlah SDM dan kompetensi aparatur dalam menghadapi tuntutan pelaksanaan tugas
3) Kurangnya sarana dan prasarana pengangkut sampah dan kendaraan operasional Dinas.
c. Urusan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik
Permasalahan
1) Belum maksimalnya sistem Pelaporan penyusunan Rencana Aksi Tim Terpadu melalui OPD terkait.
Solusi
1) Upaya yang dilakukan kedepannya yaitu Bimtek Sistem Penyusunan Rencana Aksi.
Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Permasalahan
1) Kurangnya sosialisasi instansi pemerkasa perda dengan masyarakat 2) Tingkat Waktu Tanggap (Response Time Rate) dan Cakupan Pelayanan
Kebakaran.
Solusi
1) Melaksanakan koordinasi dengan instansi pemerkasa perda 2) Melaksanakan sosialisasi dengan pemerkasa perda
3) Merekrut tenaga honor yang saat ini berjumlah 79 orang
4) Mengikutkan pelatihan-pelatihan anggota Damkar dalam penanganan bencana, Pengadaan armada kebakaran ditambah, Pembuatan pos-pos bencana kebakaran di wilayah timur
Badan Penanggulangan Bencana Daerah 1) Desa Tangguh Bencana
- Kendala: Keterbatasan SDM dan Anggaran, Kesadaran Masyarakat dan Pemerintah Desa yang masih belum optimal dalam membentuk dan mengembangkan Desa Tangguh Bencana sehingga dapat mandiri dalam melakukan penanganan bencana
- Solusi: di Tahun 2018 akan di upayakan kegiatan untuk peningkatan kapasitas aparatur, serta pembinaan Desa Tangguh Bencana, serta anggaran untuk koordinasi dengan Kepala Desa secara khusus dalam rangka membahas penanggulangan Bencana
2) Terbentuknya sekolah Aman Bencana sebanyak 5 Sekolah. tercapai 100 persen
- Kendala: belum tersosialisasikannya peraturan terkait dasar/pedoman Sekolah Aman Bencana yang mana dalam aturan tersebut terdapat standar standar kebencanaan dalam mendirikan dan mengelola pendidikan sekolah
- Solusi: akan diadakan rapat khusus dengan intansi terkait khususnya Dikpora untuk membahas hal tersebut
3) Cakupan Pelayanan Penanganan Kekeringan target 100 persen dan tercapai 100 persen
- Kendala: Keterbatasan Armada (mobil Tangki) dan sebagaian kondisinya Mogok/Macet
76 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
- Solusi: untuk jangka panjang perlu penaganan titik kekeringan dengan melibatkan seluruh SKPD utamanya PU dan PDAM untuk dapat membangun jaringan irigasi atau perpipaan serta dengan pengadaan Mobil Tangki jika memungkinkan, sedangkan untuk jangka pendek adalah tetap melakukan dropping air bersih dan perbaikan mobil tangki
4) Persentase Prasarana Kantor yang tersedia, dari target 50 persen tercapai 46 persen
- Kendala : Keterbatasan Anggaran
- Solusi : Melakukan pengadaan secara bertahap dan skala prioritas terutama untuk pengadaan Gudang Peralatan Kebencanaan yang terstandar sesuai Perka BNPB
d. Urusan Sosial Permasalahan
Belum adanya regulasi seperti Perda, Perbup yang mengatur tata cara penyaluran bantuan modal usaha bagi Wira Usaha Baru.
1) Pada saat pengajuan proposal seringkali terjadi ketidaksesuaian proposal yang diajukan dengan kondisi sebenarnya, akhirnya tim verifikasi lapangan tidak mengakomodir usulan yang disampaikan.
2) Kurang pro aktifnya pimpinan/pengurus LKS dalam merespon program kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial PP dan PA.
Solusi
1) Penambahan kuota jumlah WUB dari tahun 2017 yang tidak terealisasi dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah segera membuat regulasi tentang penyaluran bantuan modal bagi WUB
2) Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ke masyarakat tentang proses /kreteria pengajuan proposal Rumah Tidak Layak Huni
3) Pelaksanaan sosialisasi kepada pengurus/pimpinan LKS se-Kabupaten Lombok Utara guna memberikan pencerahan atau bimbingan teknis tentang pemberdayaan kelembagaan sosial dalam rangka menurunkan angka kemiskinan
e. Urusan Perhubungan Permasalahan
1) Terbatasnya ketersediaan SDM aparatur yang mempunyai basik teknis Bidang Perhubungan baik Bidang Perhubungan Darat maupun Bidang Perhubungan Laut serta SDM Bidang Kelautan dan Perikanan yang sangat berpengaruh terhadap pelayanan serta pencapaian target kinerja.
2) Terbatasnya infrastruktur pada fasilitas jalan dan angkutan laut khususnya dalam rangka memberikan pelayanan jasa angkutan laut yang aman dan lancar belum dapat terpenuhi secara optimal.
3) Dasar hukum berupa peraturan daerah di bidang perhubungan darat dan bidang perhubungan laut masih kurang.
4) Banyaknya pelabuhan-pelabuhan tikus yang tersebar sepanjang garis pantai dari kecamatan tanjung sampai kecamatan pemenang menyebabkan semakin sulitnya untuk melakukan pengawasan dan monitoring, termasuk penarikan pas masuk pelabuhan, dimana tenaga/pegawai yang tersedia jumlahnya sangat terbatas.
77 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
5) Terbitnya peraturan menteri perhubungan No. PM. 39 tahun 2017 tentang pendaftaran dan kebangsaan kapal, yang mana penerbitan pas kecil sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat, menyebabkan target PAD di sektor retribusi pelayanan kepelabuhan tidak tercapai.
6) Kurangnya kesadaran pengusaha angkutan untuk melakukan pengujian kendaraannya.
7) Masih banyaknya pengusaha angkutan baik angkutan darat dan angkutan laut yang belum melakukan pengurusan izin usaha mereka yang habis masa berlakunya.
Solusi
1) Mengadakan kursus singkat tentang pengetahuan Bidang Perhubungan bekerja sama dengan badan diklat kementerian Perhubungan.
2) Membangun infrastruktur transportasi darat dan laut baik yang dibiayai melalui APBD II, APBD I maupun APBN.
3) Mengupayakan pendanaan pembangunan fasilitas keselamatan transportasi melalui dana alokasi khusus (DAK).
4) Melakukan sosialisasi kepada pengusaha angkutan darat dan angkutan laut guna meningkatkan kesadarannya untuk melakukan pengurusan izin.
5) Melakukan penertiban pelabuhan-pelabuhan yang tidak dibangun oleh pemerintah yang tersebar sepanjang garis pantai dari kecamatan tanjung sampai kecamatan pemenang.
f. Urusan Lingkungan Hidup Permasalahan
1) Belum adanya TPA tetap, selama ini TPA di Dusun Jugil Ds, Sambik Bangkol Kec. Gangga yang digunakan masih sementara/sewa.
2) Kurangnya jumlah SDM dan kompetensi aparatur dalam menghadapi tuntutan pelaksanaan tugas.
3) Kurangnya sarana dan prasarana pengangkut sampah dan kendaraan operasional Dinas.
4) Kurangnya kesadaran masyarakat menjaga kelestarian lingkungan.
g. Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil Permasalahan
1) Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memiliki dokumen kependudukan.
2) Perangkat SIAK yang terpasang dikecamatan tidak berjalan optimal dikarenakan perangkat tersebut sudah masuk lima tahun.
3) Data by name by address yang disebarkan untuk datang melakukan perekaman KTP masih menjadi TKI dan TKW dan data duplicade record dikarenakan masyarakat yang datang dari daerah lain tidak membawa surat pindah dari daerah asal begitu juga dengan masyarakat yang pindah dst.
4) Masih banyaknya masyarakat yang menggunakan jasa orang lain/calo untuk mengurus akta kelahiran sehingga dapat mempengaruhi kualitas layanan akta kelahiran.
5) Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan peristiwa penting seperti data kelahiran bayi bila di bandingkan dengan angka kelahiran dari RS dengan capaian akta karena ketidakpahaman
78 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
masyarakat tentang pentingnya dokumen akta kelahiran serta syarat-syarat mengurus dokumen tersebut.
Solusi
1) Melakukan sosialisasi yang lebih menyasar ke dusun-dusun, RT/RW dan memasang sepanduk di tiap titik setrategis dengan memastikan mudah dipahami masyarakat dan memberikan pemahaman tentang pentingnya dokumen kependududan (KTP).
2) Menganggarkan belanja untuk peremajaan peralatan perangkat KTP dan biaya pemeliharaan.
3) Melakukan pelayanan secara mobile ke desa-desa, dusun dan sekolah serta memetakan by name by address potensi penduduk yang belum melakukan perekaman KTP.
4) Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen akta kelahiran dengan melakukan berbagai upaya serta sosialisasi dan pelayanan langsung /yandu.
5) Melakukan pelayanan dengan jemput bola (jebol) ke desa-desa, dusun dan menggandeng kader posyandu untuk memastikan anak yang lahir langsung mendapatkan akta kelahiran seperti pelayanan yang dilakukan pada RSUD dan PUSKESMAS serta Melakukan kerjasama dengan LPA dan Kemenag.
h. Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Permasalahan
1) Persentase Desa dengan sekolah Perempuan aktif Target: 33 Desa/40%
Realisasi: 9 Desa/27%
2) Persentase penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak Target: 49 kasus/90% Realisasi: 49 kasus terlaporkan dan tertangani atau 100%.
i. Urusan Tenaga Kerja Permasalahan
1) Kualitas teknis pegawai kurang memadai. Dana yang tersedia lewat APBN dan lembaga ekonomi yang lainnya. Pengaruh globalisasi di semua sector.
2) SDM yang memiliki kompetensi masih kurang. Adanya otonomi daerah yang luas dan bertanggung jawab. Tingginya angka penduduk miskin.
3) Keterbatasan jumlah SDM baik tenaga fungsional tertentu maupun fungsional umum. Adanya koordinasi lintas sektoral/dinas terkait.
Pertumbuhan ekonomi secara riil masih relatif kecil.
4) Tidak adanya sistem reward and punisment bagi pegawai. Meningkatnya kepedulian stakeholder terhadap penyelenggaraan bidang ketenagakerjaan. Masih rendahnya pemahaman pekerja/buruh mengenai aturan ketenagakerjaan.
5) Kesulitan merubah mind set pegawai dikarenakan terbentur oleh rutinitas sehingga kreatifitas terbatas. Adanya partisipasi aktif masyarakat.
Meningkatnya perselisihan hubungan industrial.
6) Sarana dan prasarana yang belum yang belum memadai. Tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi. Masih terjadi pelanggaran norma ketenagakerjaan.
79 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
7) Keterbatasan anggaran yang dialokasikan oleh TAPD. Kepercayaan dan dukungan pemerintah provinsi dan pusat. Masih minimnya kepedulian dan kesadaran terhadap kesehatan dan keselamatan kerja.
8) Sosialisasi kurang merata di seluruh kecamatan terkait dengan pelatihan dan pembinaan. Faktor penghambat: Anggaran/ program terkait dengan pelatihan/ pembinaan/ pendataan belum maksimal. Upaya kedepannya:
lebih ditingkatkan anggaran program pelatihan dan pembinaan.
9) Kurang adanya koordinasi dinas dengan instansi terkait terutama di desa-desa. Upaya kedepannya: Anggaran pembinaan lebih di tingkatkan dan perlu adanya kerja tim dan anggaran yang cukup memadai.
j. Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Permasalahan
1) Jumlah kegiatan yang melebihi dari jumlah waktu yang tersedia (Kegiatan Fasilitasi Permasalahan proses produksi Usaha Kecil Menengah).
2) Banyaknya pelatihan Wirausaha Baru, sehingga jumlah kegiatan terhambat.
3) Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) terbatas untuk melaksanakan kegiatan.
k. Urusan Penanaman Modal Permasalahan
1) Sulitnya Menghubungi parausaha/ perusahaan karena banyak yang tidak sesuai dengan nama PT. yang dipergunakan dengan nama perusahaan 2) Banyaknya perusahaan tidak menyampaikan LKPM, dan banyak tidak
mencantumkan realisasi investasi dalam LKPM l. Urusan Kebudayaan
Permasalahan
1) Indikator kinerja persentase majelis krama desa terbentuk dan berfungsi tidak terealisasi karena tidak ada anggaran untuk kegitan tersebut dan lebih terfokus pada program peningkatan keberdayaan masyarakat pedesaan pada Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
2) Kurangnya peran serta masyarakat untuk memberikan informasi tentang benda-benda cagar budaya, seni, situs, bangun cagar budaya dan struktur cagar budaya.
3) Kurangnya kepedulian masyarakat dalam menjaga dan melestarikan seni, situs dan cagar budaya.
4) Adanya seni, situs dan cagar budaya yang kurang terjaga atau terpelihara sehingga berubah fisik.
5) Terbatasnya anggaran dalam satu event.
6) Indikator kinerja Persentase ketersediaan bale budaya tidak terealisasi atau tidak tercapai karena keterbatasan anggaran untuk kegiatan tersebut dan rencana akan di anggarkan pada tahun berikutnya.
Solusi
1) Perlunya sosialisasi dan pendekatan secara komprehensif kepada masyarakat pemilik seni, situs dan cagar budaya.
2) Perlu adanya perhatian yang lebih intensif untuk memelihara dan
80 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
menjaga seni, situs dan cagar budaya.
3) Perlunya perhatian pemerintah terhadap pelestarian seni, situs dan benda cagar budaya.
4) Perlunya pendataan ulang seni, situs dan cagar budaya.
5) Kerjasama dan partisipasi masyarakat serta swasta yang dapat mengefisiensi anggaran dalam satu event, sehingga Pagelaran Seni Budaya dapat terlaksana melebihi dari yang telah ditargetkan.
m. Urusan Ketahanan Pangan Permasalahan
1) Masih rendahnya konsumsi dan penganekaragaman pangan.
Solusi
2) Menggencarkan diversifikasi pangan dan pengembangan kebun gizi/kebun pangan.
n. Urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa Permasalahan
1) Kurangnya dukungan tenaga/personil didalam pelaksanaan kegiatan mengingat banyaknya kegiatan yang ada di bidang Pemberdayaan Masyarakat.
2) Kurangnya tenanga ahli/programer untuk mengolah dan menghimpun data.
Solusi
1) Diusahakan untuk menambah tenaga/personil PNS atau Honorer yang mempunyai keahlian dibidang Pemberdayaan untuk mengolah dan menghimpun data
o. Urusan Statistik
Dalam pelaksanaan urusan statistik, secara teknis tidak ditemukan permasalahan/kendala yang berarti, hanya dibutuhkan ketepatan waktu bagi SKPD terkait dalam penyampaian data yang diminta.
p. Urusan Kearsipan Permasalahan
1) Masih kurangnya sarana dan prasarana serta sumber daya aparatur terutama tenaga fungsional arsiparis
q. Urusan Pertanian Permasalahan
Pada tahun 2017 indikator produksi padi tidak dapat tercapai, capaiannya hanya sebesar 85,14 %. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor yaitu:
1) Menurunnya debit air sehingga petani lebih memilih menanam tanaman lain seperti jagung, sayuran yang tidak membutuhkan air terlalu banyak 2) Saluran irigasi sudah banyak yang rusak.
3) Berubahnya areal lahan pertanian menjadi pemukiman (alih fungsi lahan) yang tentu saja akan mengurangi luas tanam dan produksi padi.
4) Belum maksimalnya penggunaan teknologi pertanian.
5) Di beberapa wilayah di Lombok Utara porositas tanah cukup tinggi sehingga produksi tidak maksimal.
Solusi
1) Melakukan perbaikan sarana dan prasarana irigasi sehingga dapat mengurangi kehilangan air dari sumber air ke areal sawah.
81 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
2) Meningkatkan penerapan teknologi pertanian misalnya dengan mengintensifkan kegiatan sosialisasi pemupukan berimbang.
3) Mengembangkan irigasi sistem tertutup (perpipaan).
Permasalahan
Produksi kacang tanah capaiannya tidak dapat memenuhi target yang di rencanakan, realisasinya adalah 58,76%. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
1) Harga bibit yang mahal dan sulit untuk di dapat sehingga petani lebih memilih komoditi lain untuk di tanam di lahannya
2) Petani banyak beralih ke komoditas jagung yang dilihat lebih menguntungkan
Solusi
1) Memberikan bantuan bibit kacang tanah
2) Melakukan sosialisasi dan pelatihan tentang budidaya tanaman kacang tanah yang baik dan benar.
Permasalahan
Produksi paprika belum dapat di capai targetnya, Paprika belum banyak dibudidayakan di Lombok Utara.
Solusi
Melakukan pelatihan disertai Demonstrasi Plot (demplot) untuk pengembangan tanaman ini.
Permasalahan
Produksi kelapa belum dapat memenuhi target, yaitu hanya sebesar 95,03%.
Hal ini disebabkan karena beberapa hal sebagai berikut:
1) Rata-rata umur tanaman kelapa di Kabupaten Lombok Utara sudah melalui umur produktif, sehingga produksinya tidak maksimal.
2) Panen janur yang meningkat sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi produksinya. Kalau dihitung hitung 1 janur setara dengan 7-14 butir kelapa.
3) Berkurangnya populasi tanaman kelapa yang disebabkan karena penebangan pohon kelapa untuk di jadikan sebagai bahan bangunan.
4) Alih Fungsi Lahan.
5) Cuaca (bulan basah yang panjang).
Solusi
1) Peremajaan tanaman kelapa 2) Pemupukan tanaman kelapa.
r. Pariwisata Permasalahan
1) Kurangnya kesadaran pengusaha (pemilik hotel) dalam memberikan informasi tentang data hunian kamar/data kunjungan wisatawan.
2) Kurangnya sarana dan prasarana penunjang kegiatan pada Bidang Pemasaran Pariwista sehingga menghambat kinerja (Komputer dan Laptop, internet, printer, pakaian seragam petugas pendataan).
3) Bahan promosi pariwisata masih kurang.
4) Terbatasnya ketersediaan SDM aparatur dalam bidang pariwisata.
5) Promosi pariwisata Kabupaten Lombok Utara yang belum maksimal.
6) Masih kurangnya koordinasi dengan instansi terkait khususnya dalam
82 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
promosi pariwisata Kabupaten Lombok Utara.
7) Belum optimalnya pelaksanaan kerjasama promosi pariwisata dengan Kabupaten/Kota/Negara lain untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Solusi
1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas promosi dalam daerah, dalam negeri dan luar negeri dalam upaya memperkenalkan dan menarik calon wistawan ke Kabupaten Lombok Utara sebagai salah satu daerah tujuan wisata sekaligus dalam rangka memperbaiki citra pariwisata.
2) Intensifikasi promosi pariwisata Kabupaten Lombok Utara baik direct promotion maupun melalui media-media promosi lainnya.
3) Meningkatkan koordinasi antar instansi (pemerintah) dengan pelaku pariwisata dan masyarakat.
4) Pelaksanaan kerjasama promosi pariwisata dengan Kabupaten/Kota/Negara lain untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
s. Urusan Kelautan Perikanan Permasalahan
1) Terbatasnya ketersediaan SDM aparatur yang mempunyai basis teknis Bidang Perhubungan baik Bidang Perhubungan Darat maupun Bidang Perhubungan Laut serta SDM Bidang Kelautan dan Perikanan yang sangat berpengaruh terhadap pelayanan serta pencapaian target kinerja.
2) Terbatasnya infrastruktur pada fasilitas jalan dan angkutan laut khususnya dalam rangka memberikan pelayanan jasa angkutan laut yang aman dan lancar belum dapat terpenuhi secara optimal.
3) Dasar hukum berupa peraturan daerah di bidang perhubungan darat dan bidang perhubungan laut masih kurang.
4) Banyaknya pelabuhan-pelabuhan tikus yang tersebar sepanjang garis pantai dari kecamatan tanjung sampai kecamatan pemenang menyebabkan semakin sulitnya untuk melakukan pengawasan dan monitoring, termasuk penarikan pas masuk pelabuhan, dimana tenaga/pegawai yang tersedia jumlahnya sangat terbatas.
5) Terbitnya peraturan menteri perhubungan No. PM. 39 tahun 2017 tentang pendaftaran dan kebangsaan kapal, yang mana penerbitan pas kecil sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat, menyebabkan target PAD di sektor retribusi pelayanan kepelabuhan tidak tercapai.
6) Kurangnya kesadaran pengusaha angkutan untuk melakukan pengujian kendaraannya.
7) Masih banyaknya pengusaha angkutan baik angkutan darat dan angkutan laut yang belum melakukan pengurusan ijin usaha mereka yang habis masa berlakunya.
Solusi
1) Mengadakan kursus singkat tentang pengetahuan Bidang Perhubungan bekerja sama dengan badan diklat kementerian Perhubungan.
2) Membangun infrastruktur transportasi darat dan laut baik yang dibiayai melalui APBD II, APBD I maupun APBN.
3) Mengupayakan pendanaan pembangunan fasilitas keselamatan transportasi melalui dana alokasi khusus (DAK).
4) Melakukan sosialisasi kepada pengusaha angkutan darat dan angkutan
83 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
laut guna meningkatkan kesadarannya untuk melakukan pengurusan izin.
5) Melakukan penertiban pelabuhan-pelabuhan yang tidak dibangun oleh pemerintah yang tersebar sepanjang garis pantai dari kecamatan tanjung sampai kecamatan pemenang.
t. Perindustrian Permasalahan
1) Adanya pelimpahan kewenangan penerbitan izin TDI dari Dinas Koperindag ke Dinas Naker, Penanaman Modal dan PTSP per tanggal 1 Agustus 2017 sehingga kegiatan pemberian izin Usaha Industri Kecil dan Menengah tidak sesuai dengan target.
2) Ada bantuan yang tidak terealisasikan karena tidak ada proposal dan tidak sesuai dengan jenis peralatan industri.
3) Jumlah kegiatan yang melebihi dari jumlah waktu yang tersedia.
4) Jumlah Sumber Daya Manusia terbatas untuk melaksanakan kegiatan.
5) Kurangnya minat kelompok IKM untuk mengajukan proposal permohonan bantuan mesin dan peralatan industri karena adanya pemberian dana WUB.
u. Urusan Administrasi Pemerintahan Sekretariat DPRD
Permasalahan
Adanya selisih harga tiket perjalanan dan padatnya jadwal Pimpinan dan Anggota DPRD sehingga tidak dapat melaksanakan perjalanan sesuai target.
Solusi
Melakukan peningkatan kapasitas DPRD terutama dalam penyusunan jadwal kegiatan agar lebih akurat dan dalam perencanaan mengikuti standar harga Perbup yang ada.
Kecamatan Pemenang Permasalahan
1) Sarana dan prasarana yang ada memadai tetapi kondisinya kurang baik bahkan ada yang sudah rusak.
2) Keterbatasan anggaran sehingga tidak dapat mengganti sarana dan prasarana yang sudah rusak.
3) Masing-masing Kepala seksi masih kurang staf.
4) Kualitas Sumber daya aparatur belum optimal untuk menunjang kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Solusi
1) Memperbanyak sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah yang dapat meningkatkan penghasilan daerah.
2) Meningkatkan kualitas Sumber daya aparatur melalui pendidikan dan pelatihan.
3) Koordinasi dengan pihak kepegawaian untuk menambah staf di Kecamatan.
Kecamatan Tanjung Permasalahan
1) Banyaknya kendaraan dinas/operasional yang ditarik oleh Bidang Aset untuk dilelang, sehingga dana pemeliharaan dan perizinan surat-surat kendaraan tidak bisa terealisasi dengan baik.
84 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
2) Kurangnya Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional.
Solusi
1) Meningkatkan koordinasi dengan bidang aset terkait penggunaan kendaraan dinas/operasional.
2) Memanfaatkan dan mengoptimalkan kendaraan dinas/operasional yang ada dalam pelaksanaan program dan kegiatan.
Kecamatan Kayangan Permasalahan
1) Sarana dan prasarana yang ada memadai tetapi kondisinya kurang baik bahkan ada yang sudah rusak.
2) Keterbatasan anggaran sehingga tidak dapat mengganti sarana dan prasarana yang sudah rusak.
3) Kurangnya aparatur di setiap seksi.
4) Kualitas Sumber daya aparatur belum optimal untuk menunjang kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Solusi
1) Memperbanyak sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah yang dapat meningkatkan penghasilan daerah.
2) Meningkatkan kualitas Sumberdaya aparatur melalui pendidikan dan pelatihan.
3) Koordinasi dengan pihak kepegawaian untuk menambah staf di Kecamatan.
Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu