11 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah merupakan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pada akhir tahun anggaran atas pelaksanaan perencanaan dan program yang telah dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena Laporan Keuangan merupakan tahap akhir dari siklus anggaran untuk tahun anggaran tertentu memuat data realisasi pelaksanaan APBD.
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan selama satu periode pelaporan.
Laporan keuangan terutama digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan, belanja, transfer dan pembiayaan dengan anggaran yang telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan, dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan. Tujuan umum penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah adalah untuk menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, saldo anggaran lebih, arus kas, hasil operasi, dan perubahan ekuitas suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya. Adapun secara spesifik, tujuan penyusunan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara adalah untuk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk menunjukan akuntabilitas entitas pelaporan atas sumber daya yang dikelola dengan:
1. Menyediakan informasi mengenai posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas pemerintah daerah;
2. Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas pemerintah daerah;
3. Menyediakan informasi mengenai sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya ekonomi;
4. Menyediakan informasi mengenai ketaatan realisasi terhadap anggaran yang ditetapkan;
5. Menyediakan informasi mengenai cara entitas pelaporan mendanai aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan kasnya;
6. Menyediakan informasi mengenai potensi pemerintah daerah untuk membiayai penyelenggaraan kegiatan pemerintahan; dan
7. Menyediakan informasi yang berguna untuk mengevaluasi kemampuan entitas pelaporan dalam mendanai aktivitasnya. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah juga menyajikan informasi bagi pengguna mengenai:
a. Indikasi sumber daya yang telah diperoleh dan digunakan sesuai dengan anggaran; dan
b. Indikasi sumber daya yang diperoleh dan digunakan sesuai dengan ketentuan, termasuk batas anggaran yang ditetapkan dalam APBD.
Laporan keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Lombok Utara disusun dan disajikan dengan berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71
12 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dengan penyajian yang tersebut terdiri dari laporan, basis akuntansi, pengakuan, pengukuran dan pengungkapan pada pos-pos laporan keuangan, struktur APBD, klasifikasi anggaran, aset, kewajiban, ekuitas, arus kas, serta catatan atas laporan keuangan. Dengan ketersediaan informasi-informasi tersebut, maka diharapkan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga mempunyai peranan prediktif dan prospektif, artinya dapat menyediakan informasi yang berguna untuk memprediksi besarnya sumber daya yang dibutuhkan dan dihasilkan untuk operasi yang berkelanjutan, risiko dan ketidakpastian yang terkait, serta dapat menyajikan informasi bagi pengguna mengenai indikasi apakah sumber daya telah diperoleh dan digunakan sesuai dengan anggaran. Selain itu juga untuk mengetahui apakah sumber daya uang yang diperoleh dan digunakan telah sesuai dengan ketentuan termasuk kepatuhan terhadap batas penggunaan anggaran yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Utara. Untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut, laporan keuangan menyediakan informasi mengenai sumber dan penggunaan sumber daya keuangan/ekonomi, transfer, pembiayaan, sisa lebih/kurang pelaksanaan anggaran, saldo anggaran lebih, surplus/defisit-Laporan Operasional (LO), aset, kewajiban, ekuitas, dan arus kas suatu entitas pelaporan.
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara disusun dengan melakukan proses konsolidasi dari seluruh laporan keuangan entitas akuntansi yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Neraca saldo dari semua entitas akuntansi Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD) dan entitas akuntansi Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah, sehingga dengan demikian laporan keuangan konsolidasian adalah suatu laporan keuangan yang merupakan gabungan keseluruhan laporan keuangan entitas pelaporan, atau entitas akuntansi sampai dengan tersaji sebagai satu entitas tunggal.
Berkaitan dengan pertanggungjawaban pengguna anggaran, maka sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Pada Pemerintah Daerah maka kepala daerah harus menyampaikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang terdiri dari:
1. Laporan Realisasi Anggaran
Laporan Realisasi Anggaran menyajikan informasi mengenai realisasi pendapatan, belanja, surplus/defisit dan pembiayaan dari suatu entitas pelaporan yang masing-masing dibandingkan dengan anggarannya dalam satu periode tertentu.
2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih
Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih menyajikan informasi kenaikan atau penurunan Saldo Anggaran Lebih tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
3. Neraca
Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban dan ekuitas dana pada tanggal tertentu.
13 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
4. Laporan Operasional
Laporan Operasional menyajikan ikhtisar sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dalam satu periode pelaporan.
5. Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi aset non keuangan, pembiayaan dan non keuangan.
6. Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
7. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)
CaLK sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan, menyajikan informasi pos-pos laporan keuangan dalam rangka pengungkapan yang memadai. Dalam CaLK juga diuraikan realisasi pencapaian target kinerja keuangan yang telah ditetapkan dalam kurun waktu tahun anggaran berjalan dan kebijakan akuntansi yang meliputi penjelasan yang berkaitan dengan Realisasi Pencapaian Target Pendapatan LRA dan Pendapatan LO, Penjelasan Pos Belanja, Beban, Pembiayaan, Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Aset, Kewajiban, Ekuitas, Arus Kas, dan Posisi Dana Cadangan Daerah.
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Tahun Anggaran 2020 disusun dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi stakeholders (masyarakat, DPRD, lembaga pengawas, lembaga pemeriksa dan pemerintah pusat).
Informasi yang dimaksud adalah informasi mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara pada Tahun Anggaran 2020 serta menyajikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan. Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menyediakan informasi mengenai pendapatan, belanja, surplus/defisit, pembiayaan, kenaikan/penurunan saldo anggaran lebih, aset, kewajiban, ekuitas dana, kenaikan/penurunan ekuitas dan arus kas. Informasi ini disajikan agar pengguna memiliki pengetahuan mengenai:
1. Kecukupan penerimaan periode berjalan untuk membiayai seluruh pengeluaran;
2. Kesesuaian cara memperoleh sumber daya ekonomi dan alokasinya dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan perundang-undangan;
3. Jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara serta hasil-hasil yang telah dicapai;
4. Upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kas;
5. Posisi keuangan dan kondisi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berkaitan dengan sumber-sumber penerimaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman; dan
6. Perubahan posisi keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mengenai kenaikan atau penurunan sebagai akibat kegiatan yang dilakukan sampai dengan 31 Desember 2020.
14 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
1.2 Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara
Dasar hukum penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah dapat di uraikan antara lain:
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;
4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
5. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008 Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat;
6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2001 tentang Pengalihan Barang Milik/Kekayaan Negara dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah Dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 yang diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Informasi Keuangan Daerah;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2006 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan;
16. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pinjaman Daerah;
17. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Hibah Daerah;
18. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah;
19. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah;
21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan;
15 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada Pemerintah Daerah;
23. Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 53 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bupati Lombok Utara Tahun 2015 tentang Kebijakan Akuntansi Berbasis Akrual.
1.3 Sistematika Penulisan Catatan Atas Laporan Keuangan
Sistematika Penulisan Catatan Atas Laporan Keuangan adalah sebagai berikut:
I Pendahuluan
1.1. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan 1.2. Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan 1.3. Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan
II Informasi Umum tentang Entitas Pelaporan dan Entitas Akuntansi 2.1. Domisili dan Bentuk Hukum Suatu Entitas Serta Yuridiksi Tempat Entitas.
2.2. Sifat Operasi Entitas dan Kegiatan Pokoknya.
2.3. Ketentuan Perundang-undangan yang Menjadi Landasan Kegiatan Operasional.
III Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan dan Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan
3.1. Ekonomi Makro/Ekonomi Regional 3.2. Kebijakan Keuangan
3.3. Indikator Pencapaian Target Kinerja APBD dan Kendala/Hambatan Pencapaian Target
IV Kebijakan Akuntansi
4.1. Entitas Akuntansi/ Entitas Pelaporan Keuangan Daerah
4.2. Basis Akuntansi yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan 4.3. Basis Pengukuran yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan V Penjelasan Akun-Akun Laporan Keuangan
5.1. Penjelasan Akun-Akun Laporan Realisasi Anggaran (LRA) 5.1.1 Pendapatan-LRA
5.1.2 Belanja 5.1.3 Pembiayaan
5.2. Penjelasan Akun-Akun Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL) 5.3. Penjelasan Akun-Akun Neraca
5.3.1 Aset 5.3.2 Kewajiban 5.3.3 Ekuitas
5.4. Penjelasan Akun-Akun Laporan Operasional (LO) 5.4.1 Pendapatan-LO
5.4.2 Beban
5.4.3 Kegiatan Non Operasional 5.4.4 Akun Luar Biasa
5.5. Penjelasan Akun-Akun Laporan Arus Kas (LAK) 5.5.1 Arus Kas dari Aktivitas Operasi
5.5.2 Arus Kas dari Aktivitas Investasi 5.5.3 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan 5.5.4 Arus Kas dari Aktivitas Transitoris
16 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
5.6. Penjelasan Akun-Pos Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) VI Penutup
17 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
BAB II
INFORMASI UMUM TENTANG ENTITAS PELAPORAN DAN ENTITAS AKUNTANSI
2.1 Domisili dan Bentuk Hukum Suatu Entitas Serta Yuridiksi Tempat Entitas.
Pembentukan Kabupaten Lombok Utara pada tanggal 21 Juli 2008 melalui terbitnya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008 merupakan jawaban atas aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat pada waktu itu dengan memperhatikan kemampuan ekonomi, potensi daerah, luas wilayah, kependudukan dan pertimbangan dari aspek sosial politik, sosial budaya, pertahanan dan keamanan. Pembentukan Kabupaten Lombok Utara bertujuan untuk meningkatkan pelayanan di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta memberikan kemampuan dalam pemanfaatan potensi daerah. Kabupaten Lombok Utara sebagai daerah otonom merupakan kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan dan kepentingan masyarakat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam Sistem Negera Kesatuan Republik Indonesia.
Berdasarkan regulasi pemerintahan daerah yang diatur dengan Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagai daerah otonom Kabupaten Lombok Utara menyelenggarakan urusan pemerintahan konkruen yakni urusan pemerintahan yang dibagi antara pemerintah pusat, daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota. Urusan konkruen ini meliputi urusan wajib dan urusan pilihan.
Urusan pemerintahan konkruen yang diserahkan ke daerah menjadi dasar pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Lombok Utara.
ENTITAS AKUNTANSI DAN ENTITAS PELAPORAN KEUANGAN DAERAH
Entitas pelaporan untuk laporan keuangan ini adalah Pemerintah Kabupaten Lombok Utara secara keseluruhan. Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara ini disusun berdasarkan hasil penggabungan laporan keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sebagai entitas akuntansi, laporan keuangan Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD), dan data keuangan lainnya. Laporan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) terkonsolidasi pada SKPD Rumah Sakit Umum Daerah dan Puskesmas terkonsolidasi pada SKPD Dinas Kesehatan serta Laporan Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga.
SKPKD merupakan unit yang melaksanakan pengelolaan keuangan daerah dan dilaksanakan oleh Bidang Akuntansi serta Bidang Anggaran dan Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lombok Utara.
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) merupakan unit pengguna anggaran dan pengguna barang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan mempunyai kewajiban untuk menyusun laporan keuangan. SKPD tersebut sebagai berikut:
18 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
1. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga 2. Dinas Kesehatan
3. Rumah Sakit Umum Daerah
4. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 5. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik
6. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran 7. Badan Penanggulangan Bencana Daerah
8. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
9. Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu 10. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
11. Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman 12. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
13. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
14. Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan 15. Dinas Komunikasi dan Informatika
16. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan 17. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
18. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 19. DPRD
20. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 21. Sekretariat Daerah
22. Sekretariat DPRD 23. Kecamatan Pemenang 24. Kecamatan Tanjung 25. Kecamatan Gangga 26. Kecamatan Kayangan 27. Kecamatan Bayan 28. Inspektorat
29. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 30. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah 31. Badan Pendapatan Daerah
32. Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumberdaya Manusia
19 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
2.2 Sifat Operasi Entitas Dan Kegiatan Pokoknya
Tabel 2.1 Sifat Operasi Entitas Dan Kegiatan Pokoknya
No Urusan Bidang Fungsi Nama SKPD
1 Urusan Wajib
Pelayanan Dasar Kesehatan Kesehatan DINAS KESEHATAN
Kesehatan Kesehatan RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat
Ketertiban dan
Keamanan KANTOR KESATUAN BANGSA DAN POLITIK
Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat
Ketertiban dan
Keamanan SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN Ketentraman dan Ketertiban
Umum serta Perlindungan Masyarakat
Ketertiban dan
Keamanan BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH Pendidikan Pendidikan DINAS PENDIDIKAN,
KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA Sosial Perlindungan Sosial DINAS SOSIAL,
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Perumahan dan Fasilitas
Umum DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
2 Urusan Wajib Bukan
Pelayanan Dasar Tenaga Kerja Ekonomi DINAS TENAGA KERJA, PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU
Perhubungan Ekonomi DINAS PERHUBUNGAN,
KELAUTAN DAN PERIKANAN Koperasi, Usaha Kecil dan
Menengah Ekonomi DINAS KOPERASI, USAHA KECIL
DAN MENENGAH, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana Kesehatan DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup DINAS LINGKUNGAN HIDUP,
PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMAN
Pangan Pelayanan Umum DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN
Komunikasi dan Informatika Pelayanan Umum DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
Perpustakaan Pendidikan DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN
Administrasi Kependudukan
dan Capil Perlindungan Sosial DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL 3 Urusan Pilihan Pariwisata Pariwisata dan Budaya DINAS KEBUDAYAAN DAN
PARIWISATA 4 Urusan Pemerintahan
Fungsi Penunjang Administrasi Pemerintahan Pelayanan Umum DPRD
Administrasi Pemerintahan Pelayanan Umum SEKRETARIAT DAERAH Administrasi Pemerintahan Pelayanan Umum SEKRETARIAT DPRD Administrasi Pemerintahan Pelayanan Umum KECAMATAN PEMENANG Administrasi Pemerintahan Pelayanan Umum KECAMATAN TANJUNG Administrasi Pemerintahan Pelayanan Umum KECAMATAN GANGGA Administrasi Pemerintahan Pelayanan Umum KECAMATAN KAYANGAN Administrasi Pemerintahan Pelayanan Umum KECAMATAN BAYAN Pengawasan Pelayanan Umum INSPEKTORAT
20 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
PROGRAM DAN KEGIATAN
Program dan Kegiatan terdiri dari Urusan Wajib dan Urusan Pilihan.
Pelaksanaan setiap urusan wajib dan urusan pilihan diatur dalam program dan kegiatan dengan peraturan perundang-undangan.
2.3 Ketentuan Perundang-undangan Yang Menjadi Landasan Kegiatan Operasional.
Landasan hukum penyusunan Laporan Keuangan berdasarkan pada peraturan perundangan-undangan sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;
3. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat;
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah;
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada Pemerintah Daerah;
10. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah;
11. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 4 Tahun 2010 tentang Retribusi Golongan Jasa Umum;
12. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 5 Tahun 2010 tentang Retribusi Golongan Jasa Usaha;
13. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 6 Tahun 2010 tentang Retribusi Golongan Perizinan tertentu;
14. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Utara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten
No Urusan Bidang Fungsi Nama SKPD
Perencanaan Pelayanan Umum BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Keuangan Pelayanan Umum BADAN PENGELOLAAN
KEUANGAN DAN ASET DAERAH Keuangan Pelayanan Umum BADAN PENGELOLAAN
KEUANGAN DAN ASET DAERAH Keuangan Pelayanan Umum BADAN PENDAPATAN DAERAH Kepegawaian Pelayanan Umum BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH
DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA
21 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
Lombok Utara Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Utara;
15. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;
16. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 4 Tahun 2015 tentang Uang Daerah;
17. Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 36 Tahun 2015 tentang Sistem Akuntansi Berbasis Akrual;
18. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 9 Tahun 2019 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020;
19. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020;
20. Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 53 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 34 Tahun 2015 tentang Kebijakan Akuntansi Berbasis Akrual;
21. Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 36 Tahun 2019 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020;
22. Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 36 Tahun 2019 tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020;
23. Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 36 Tahun 2019 tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020 ;
24. Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 10 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 36 Tahun 2019 tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020.
22 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
BAB III
EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN
3.1 Ekonomi Makro
Ekonomi makro merupakan gambaran perubahan ekonomi yang mempengaruhi masyarakat, perusahaan dan pasar. Ekonomi makro dapat difungsikan sebagai alat bagi Pemerintah Daerah untuk menentukan dan mengevaluasi arah kebijakan dalam mengalokasikan sumberdaya ekonomi dan target pembangunan daerah dalam rangka meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Arah kebijakan ekonomi daerah tahun 2020 disusun selaras dengan arah kebijakan ekonomi nasional dan arah kebijakan ekonomi provinsi. Sinergitas kebijakan ekonomi pada tahun rencana dimaksudkan untuk menjalin keterkaitan hubungan antar dokumen perencanaan sehingga tujuan pembangunan ekonomi dapat tercapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya arah kebijakan ekonomi daerah akan dipedomani dalam pengembangan sektoral dan regional dan akan dijabarkan dalam program dan kegiatan.
3.1.1 Arah Kebijakan Ekonomi Nasional
Arah kebijakan pembangunan nasional merupakan pedoman untuk merumuskan prioritas dan sasaran pembangunan nasional serta rencana program dan kegiatan pembangunan daerah yang dilakukan melalui pendekatan politik, teknokratik, partisipatif, bottom up dan top down.
Keberhasilan pembangunan nasional adalah keberhasilan dari pencapaian semua sasaran dan prioritas serta program dan kegiatan pembangunan daerah yang ditetapkan dalam RKPD dan dilaksanakan secara nyata oleh semua pemangku kepentingan.
Sesuai dengan Tema RKP Tahun 2020 (RPJMN 2015-2020):
“Peningkatan Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Berkualitas”, maka sasaran dan target yang harus dicapai pada akhir tahun 2020, antara lain:
1.
Pertumbuhan ekonomi nasional berkisar 5,3-5,5 persen Inflasi secara nasional berkisar antara 2,0-4,0 persen.2.
Sasaran tingkat kemiskinan pada kisaran 8,5-9,0 persen; IPM menjadi 72,5; gini rasio pada kisaran 0,375-0,380; dan tingkat pengangguran terbuka 4,8-5,1 persen.3.
Sasaran pemerataan pembangunan antar wilayah: kontribusi wilayah terhadap pembangunan nasional; Sumatera 4,62 persen, Jawa-Bali 5,74 persen, Kalimantan 4,08 persen, Sulawesi 6,68 persen, Nusa Tenggara 3,12 persen, Maluku 6,88 persen, Papua 7,18 persen.3.1.2 Arah Kebijakan Ekonomi Provinsi NTB
Selanjutnya dalam rangka memastikan perubahan dan sebagai representasi pencapaian sasaran pembangunan nasional dan jangka panjang daerah, tentunya perlu memperhatikan aspek sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu pada
23 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
penyusunan RKPD Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2020 mengambil tema “Pembangunan Manusia Untuk NTB Tangguh, Mantap dan Lestari”. Prioritas Provinsi Nusa Tenggara Barat yang tertuang dalam RKPD 2020 yaitu:
1. Mitigasi Bencana, Pemerataan Infrastruktur dan Konektiviatas wilayah, dengan program prioritas meliputi:
a. Rehabilitasi/Rekonstruksi pascabencana.
b. Mitigasi bencana.
c. Infrastruktur dasar.
d. Infrastruktur kawasan.
e. Konektivitas wilayah.
f. Teknologi informasi dan komunikasi.
Sedangkan program unggulannya antara lain: sekolah siaga bencana, desa tangguh bencana, Si-AGA, SPAM regional, percepatan jalan mantap, irigasi cukup, NTB terkoneksi, Nusa Terang Benderang dan Aksesibilitas telekomunikasi.
2. Pembangunan Manusia, Ketahanan Keluarga dan Penanggulangan Kemiskinan, dengan program prioritas meliputi:
a. Pemerataan Pendidikan b. Akses Pelayanan Kesehatan c. Pengentasan Kemiskinan
d. Pembangunan Budaya, Karakter, dan Prestasi Daerah e. Perlindungan Sosial
Sedangkan program unggulannya antara lain: Melawan kemiskinan dari desa, 1000 cendikia, Re-engineering SMK, Rumah bahasa, revitalisasi BLK, PAUD holistik integratif, literasi digital, revitalisasi posyandu, generasi emas NTB, sanitasi layak, keluarga sasambo gemilang, rumah keluarga indonesia dan NTB juara.
3. Invetasi, Pariwisata, Indusri Olahan dan Permesinan berbasis Pertanian, dengan program prioritas meliputi:
a. Peningkatan investor sektor riil
b. Industri Olahan dan Permesinan berbasis pertanian c. Pengembangan Pariwisata
d. Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja dan Penciptaan Lapangan Kerja
e. Penguatan Kewirausahaan dan UMKM
Sedangkan program unggulannya antara lain: STIP Inovatif, industrialisasi produk unggulan, rumah kemasan, I-shop, koperasi aktif, Bumdes maju, UMKM Bersaing, NTB ramah investasi, kampung unggas, HHBK unggul, 99 desa wisata, apartemen ikan, dan pertanian konservasi.
4. Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan dan Energi, dengan program prioritas meliputi:
a. Peningkatan Pemanfaatan EBT dan Pemenuhan Kebutuhan Energi b. Peningkatan Akses dan Kualitas Konsumsi Pangan
24 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
c. Peningkatan Daya Dukung SDA
d. Peningkatan Daya Tampung Lingkungan
Sedangkan program unggulannya antara lain: Tataruang berkelanjutan, NTB zero waste, NTB hijau, cagar biosfer, energi baru terbarukan, gemar ikan, gita laut, desa mandiri pangan, rinjani tambora global geopark, bank sampah.
5. Pelayanan Publik dan Penangngan Maslah Sosial Darurat, , dengan program prioritas meliputi:
a. Peningkatan Keandalan Perencanaan b. Optimalisasi Pendapatan daerah
c. Peningkatan Akuntabilitas Keuangan Daerah d. Peningkatkan Kualitas Pelayanan Publik e. Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Daerah
Sedangkan program unggulannya antara lain: entebe plan, NTB SDGs centre, Research Based Policy, IC pusat peradaban, NTB WTP, E- samsat, Samsat delivery, Bale mediasi, Kampung madani, sekolah perjumpaan, NTB satu data, satu peta, Sakip level A, NTB care, Ramah difable.
Tabel 3.1. Target Pembangunan Daerah Tahun 2020
Indikator Target
Nasional
Target Nasional untuk Nusa Tenggara
Target Daerah
Pertumbuhan Ekonomi (%) 5,3 – 5,5 3,12 5,0 – 5,5
Tingkat Pengangguran Terbuka (%)
4,8 – 5,1 3,07 3,26
Angka Kemiskinan (%) 8,5 – 9,0 16,85 12,75
Rasio Gini (Indeks) 0,375 – 0,380 - 0,366
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
72,5 - 67,38
Upaya dalam mendukung program prioritas nasional guna mewujudkan perencanaan pembangunan yang selaras dan konsisten antara kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sehingga dapat dicapai penyelesaian target-target pembangunan nasional dan provinsi.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat selain berkomitmen dalam memenuhi target pencapaian kinerja pemerintahan daerah, juga turut berupaya dalam mendukung program prioritas nasional guna mewujudkan perencanaan pembangunan yang selaras dan konsisten antara kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sehingga dapat dicapai penyelesaian target-target pembangunan nasional dan provinsi.
3.1.3 Arah Kebijakan Ekonomi Kabupaten Lombok Utara
Melalui beberapa parameter/indikator makro kondisi ekonomi Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2020 telah berjalan searah dengan perekonomian nasional. Beberapa capaian indikator ekonomi makro sangat
25 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
dipengaruhi oleh faktor sumber daya daerah (alam dan buatan), sumber daya manusia, modal, dan penerapan teknologi. Kabupaten Lombok Utara memiliki sumber daya alam tanah yang tinggi dan sumber daya buatan (jaringan jalan, listrik, air, telepon, sarana ekonomi) terus ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya untuk memacu kinerja perekonomian daerah.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Utara ditopang oleh pertumbuhan dari sisi permintaan dan sisi penawaran yang seimbang, agar peningkatan jumlah permintaan tidak diikuti oleh tekanan inflasi yang tinggi.
Sementara itu tumbuhnya sisii penawaran menjadi sangat penting bagi pemantapan ekonomi jika ditopang oleh pertumbuhan sektor-sektor produktif yang dapat mendorong perluasan kesempatan kerja dan pada akhirnya dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Dari sisi pengeluaran atau permintaan, sejalan dengan kebijakan nasional, pemantapan perekonomian Kabupaten Lombok Utara dilakukan dengan upaya-upaya peningkatan daya beli, peningkatan iklim investasi, peningkatan penyerapan anggaran dan perbaikan kualitas belanja serta peningkatan daya saing produk-produk Kabupaten Lombok Utara yang diperdagangkan keluar wilayah.
Asumsi makro ekonomi yang digunakan dalam penyusunan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020 mengacu pada indikator sosial ekonomi (Pemda) Tahun 2019 menurut data Badan Pusat Statistik, yaitu (minimal) :
a. Tingkat Kemiskinan sebesar 29,03%
b. Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 1,99%
c. Gini Ratio sebesar 0,355%
d. Indeks Pembangunan Manusia sebesar 64,49%
e. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) sebesar 5,92%
f. Tingkat Inflasi sebesar 1,76%
g. Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADHB) sebesar Rp4.864,83 (Miliar Rupiah)
a. Tingkat Kemiskinan Kabupaten Lombok Utara
Kemiskinan adalah keadaan saat ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Penduduk miskin dihitung berdasarkan garis kemiskinan. Garis kemiskinan adalah nilai rupiah pengeluaran per kapita setiap bulan untuk memenuhi standar minimum kebutuhan-kebutuhan konsumsi pangan dan non pangan yang dibutuhkan oleh individu untuk hidup layak. Jadi Penduduk Miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan dalam persentase penduduk miskin Provinsi/Kabupaten/Kota periode tertentu. Namun memetakan kemiskinan tidak cukup hanya berfokus pada seberapa besar atau kecil angka kemiskinan.
Tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan di wilayah-wilayah Indonesia juga perlu mendapat perhatian sekaligus pemahaman yang memadai dari pemerintah. Kedalaman kemiskinan, menggambarkan seberapa jauh beda pengeluaran penduduk miskin dari garis kemiskinan. Sedangkan keparahan
26 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
kemiskinan adalah seberapa jauh jarak pengeluaran orang termiskin di satu wilayah tertentu relatif terhadap pengeluaran rata-rata kelompok miskin di daerah bersangkutan. Makin tinggi angkanya, makin parah kemiskinannya.
Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan dan lain-lain. Menurut data BPS Kabupaten Lombok Utara, tingkat kemiskinan Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2020 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar (2,04%). Rincian data kemiskinan kabupaten Lombok utara dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
(1) Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Lombok Utara
Persentase penduduk miskin adalah persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan (GK). Persentase penduduk miskin Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2019 dan tahun 2020 dijelaskan pada tabel di bawah ini
Tabel 3.2 Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Lombok Utara
No Tingkat Kemiskinan Tahun 2019 Tahun 2020 Naik/(Turun) (%)
1 Kab. Lombok Utara (%) 29,03 26,99 (2,04)
2 Kab/Kota (Ribu Orang) 63,84 59,86 (3,98)
3 Provinsi (%) 14,56 13,97 (0,59)
4 Nasional (%) 9,22 10,19 0,97
5 Peringkat Provinsi 10 10 0
Sumber Dokumen : Statistik Indonesia 2021
Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam Angka 2021 Kabupaten Lombok Utara Dalam Angka 2021
Persentase penduduk miskin Kabupaten Lombok Utara pada Tahun 2019 sebesar 29,03% mengalami penurunan pada tahun 2020 menjadi 26,99%
dan diharapkan pada tahun 2021 terus menurun. Persentase penduduk miskin Kabupaten Lombok Utara masih tinggi, maka dalam perencanaan penganggaran tahun mendatang harus mendapat prioritas untuk menekan angka kemiskinan.
(2) Indeks Kedalaman Kemiskinan Kabupaten Lombok Utara
Indeks Kedalaman Kemiskinan (Poverty Gap Index-P1), merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan. Indeks kedalaman kemiskinan menggambarkan rata-rata jarak pengeluaran per kapita penduduk dengan garis kemiskinan, semakin besar angkanya maka akan semakin sulit mengentaskan tingkat kemiskinan penduduk. Implikasinya jika ditinjau dari aspek perencanaan dan penganggaran, semakin besar indeks kedalaman kemiskinan maka anggaran yang dibutuhkan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan ataupun menurunkan angka kemiskinan akan semakin besar sehingga program yang dibutuhkan dalam perencanaan yaitu lebih besar berfokus pada program pengentasan kemiskinan. Indeks kedalaman kemiskinan Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2019 dan tahun 2020 dijelaskan pada tabel di bawah ini.
27 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
Tabel 3.3 Persentase Kedalaman Kemiskinan Kabupaten Lombok Utara
No Uraian Tahun 2019 Tahun 2020 Naik/(Turun) (%)
1 Indeks Kedalaman Kemiskinan Kabupaten Lombok Utara 7,39 7,09 (0,30) 2 Indeks Kedalaman Kemiskinan Provinsi NTB 2,33 2,58 0,25 3 Indeks Kedalaman Kemiskinan Nasional 1,55 1,61 0,06
Sumber Dokumen : Statistik Indonesia 2021
Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam Angka 2021 Kabupaten Lombok Utara Dalam Angka 2021
Indeks kedalaman kemiskinan Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2020 adalah sebesar 7,09%. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar (0,30)%
dari tahun 2019 dengan nilai 7,39%. Angka tersebut menunjukkan bahwa anggaran pada tahun 2020 yang disediakan untuk menurunkan angka kemiskinan tidak cukup mampu menaikkan pendapatan penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan. Salah satu penyebab peningkatan indeks kedalaman kemiskinan ini adalah Pandemi Covid-19 yang membuat banyak masyarakat kehilangan pekerjaan.
(3) Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Lombok Utara
Indeks Keparahan Kemiskinan (Proverty Severity Index-P2) memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin. Indeks keparahan kemiskinan Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2019 dan tahun 2020 dijelaskan pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.4 Persentase Keparahan Kemiskinan Kabupaten Lombok Utara
No Uraian Tahun 2019 Tahun 2020 Naik/(Turun)
(%) 1 Indeks Keparahan Kemiskinan Kab. Lombok Utara 2,42 2,58 0,16 2 Indeks Keparahan Kemiskinan Provinsi NTB 0,48 0,61 0,13 3 Indeks Keparahan Kemiskinan Nasional 0,37 0,38 0,01 Sumber Dokumen : Statistik Indonesia 2021
Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam Angka 2021 Kabupaten Lombok Utara Dalam Angka 2021
Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020 adalah sebesar 2,58%. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 0,16% dari angka tahun 2019 yakni sebesar 2,42%. Artinya, ketimpangan pengeluaran penduduk miskin di Kabupaten Lombok Utara mengalami peningkatan pada tahun 2020.
Kabupaten Lombok Utara merupakan kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi NTB. Perbandingan tingkat kemiskinan Kabupaten Lombok Utara 4 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik di bawah ini.
28 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
Gambar 3.1 Tingkat Kemiskinan Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016-2020
b. Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Lombok Utara
Pengangguran adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian, karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. Penganggur terbuka, terdiri dari: (i) mereka yang tak punya pekerjaan dan mencari pekerjaan. (ii) mereka yang tak punya pekerjaan dan mempersiapkan usaha. (iii) Mereka yang tak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, dan (iv) Mereka yang sudah punya pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja. Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020 adalah sebesar 3,01%, sebagaimana dijelaskan tabel di bawah ini.
Tabel 3.5 Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Lombok Utara
No Uraian Tahun 2019 Tahun 2020 Naik/(Turun) (%)
1. Tingkat Pengangguran Terbuka
Kabupaten Lombok Utara (%) 1,99 3,01 1,02
2 Tingkat Pengangguran Provinsi (%) 3,28 4,22 0,94 3 Tingkat Pengangguran Nasional (%) 5,2 7,1 1,90
Sumber Dokumen: Statistik Indonesia 2021
Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam Angka 2021
c. Indeks Gini (Gini Ratio) Kabupaten Lombok Utara
Rasio Gini atau koefisien adalah alat mengukur derajat distribusi pendapatan penduduk. Ini didasarkan pada kurva Lorenz, yaitu sebuah kurva pengeluaran kumulatif yang membandingkan distribusi dari suatu variable tertentu (misalnya pendapatan) dengan distribusi uniform (seragam) yang mewakili persentase kumulatif penduduk. Koefisien Gini (Gini Ratio) adalah
29 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
ukuran ketidakmerataan atau ketimpangan agregat (secara keseluruhan) yang angkanya berkisar antara nol (pemerataan sempurna) hingga satu (ketimpangan yang sempurna). Data series Gini Ratio Kabupaten Lombok Utara menurut BPS tahun 2016 sebesar 0,319, tahun 2017 sebesar 0,319, dan tahun 2018 sebesar 0,308. Batasan koefisien gini terletak di antara 0 dan 1 (0
< G < 1) sebagai berikut:
1. Bila koefisien gini terletak antara 0,5 dan 1, ketimpangan pembagian pendapatan dikatakan tinggi.
2. Bila Koefisien gini terletak antara 0,35 dan 0,5, ketimpangan pembagian pendapatan dikatakan sedang.
3. Bila koefisien gini terletak di bawah 0,35, ketimpangan pembagian pendapatan dikatakan rendah.
Sesuai dengan data pada Badan Pusat Statistik Provinsi NTB, Realisasi pencapaian Gini Ratio Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020 adalah sebesar poin, sebagaimana dijelaskan tabel di bawah ini.
Tabel 3.6 Gini Ratio Kabupaten Lombok Utara
No Tingkat Kemiskinan Tahun 2019 Tahun 2020 Naik/(turun) (%) 1 Tingkat Kabupaten Lombok Utara 0,355 0,345 (0,010)
2 Tingkat Provinsi 0,379 0,376 (0,003)
3 Tingkat Nasional 0,380 0,385 0,005
Sumber Dokumen : BPS RI
BPS Provinsi NTB
Berikut grafik perbandingan gini rasio Kabupaten Lombok Utara tahun 2018-2020.
Gambar 3.2 Gini Rasio Kabupaten Lombok Utara Tahun 2018-2020
Dari angka di atas, dapat disimpulkan bahwa ketimpangan pembagian pendapatan Kabupaten Lombok Utara dikatakan rendah karena koefisien gini terletak di bawah 0,35.
30 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
d. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lombok Utara
Perkembangan ekonomi yang terjadi di Lombok Utara diharapkan mampu memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi umumnya sejalan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang ada di Lombok Utara.
Pembangunan manusia menjadi salah satu isu yang berkembang dewasa ini dalam melihat peningkatan kualitas manusia di suatu wilayah salah satu indikator yang digunakan dalam melihat perkembangan pembangunan manusia adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Mengutip isi Human Development Report (HDR) pertama tahun 1990, pembangunan manusia adalah suatu proses untuk memperbanyak pilihan-pilihan yang dimiliki oleh manusia. Di antara banyak pilihan tersebut, pilihan yang terpenting adalah untuk berumur panjang dan sehat (a long and healthy life), untuk berilmu pengetahuan (knowledge), dan untuk mempunyai akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan agar dapat hidup secara layak (decent standart of living).
IPM terdiri dari tiga dimensi yaitu dimensi kesehatan, pendidikan dan ekonomi. IPM diharapkan mampu mewakili indikator pembangunan manusia.
Sehingga dapat dibandingkan baik antar wilayah dan antar waktu. Sesuai dengan UNDP Indeks tersebut dikategorikan menjadi empat, yaitu:
a. Rendah (< 60) b. Sedang (60≤IPM<70) c. Tinggi (70 ≤IPM<80) d. Sangat Tinggi ( >80)
Sesuai dengan data pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Utara, realisasi pencapaian IPM Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020 adalah sebesar 64,42 poin dengan kategori sedang sebagaimana dijelaskan dalam tabel di bawah ini.
Tabel 3.7 Indeks Pembangunan Manusia
No IPM (Tingkat) Tahun 2019 Tahun 2020 Naik/(turun) (%)
1 Kabupaten Lombok Utara 64,49 64,42 (0,07)
2 Provinsi NTB 68,14 68,25 0,11
3 Indonesia/Nasional 71,9 71,9 0,00
4 Peringkat Provinsi 10 10 -
Sumber Dokumen Statistik Indonesia 2021
Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam Angka 2021 Kabupaten Lombok Utara Dalam Angka 2021
Realisasi pencapaian IPM Kabupaen Lombok Utara adalah sebesar 64,42 poin, dibandingkan Tahun 2019 sebesar 64,49 poin mengalami penurunan sebesar (0,07) poin. IPM di Kabupaten Lombok Utara pada saat ini berada pada urutan 10 dari 10 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi NTB.
e. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Lombok Utara
Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan pembangunan ekonomi suatu wilayah. Pertumbuhan ekonomi suatu wilayah menggambarkan sejauh mana aktivitas perekonomian suatu wilayah dalam menghasilkan tambahan
31 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
pendapatan masyarakat pada periode tertentu. Sedangkan aktivitas perekonomian merupakan suatu proses penggunaan faktor produksi untuk menghasilkan output. Proses penggunaan faktor produksi akan menghasilkan balas jasa. Oleh karenanya dengan adanya pertumbuhan ekonomi diharapkan pendapatan masyarakat meningkat, sebab masyarakat pemilik faktor produksi.
Pertumbuhan ekonomi dihitung berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2010.
Tabel 3.8 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Lombok Utara
No Uraian Kabupaten/Kota Provinsi Nasional
Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2020 Tahun 2020 1 PDRB (harga konstan
2010) (Rp) 4.461,9 (Miliar
Rupiah) 4.864,83 (Miliar
Rupiah) 4.548,74 (Miliar Rupiah)
93.269,13 15.434,2 (Triliun Rupiah) 2 Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%) -0,86 6,92 -7,44 -0,64 -2,1
Sumber Dokumen: Statistik Indonesia 2021
Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam Angka 2021 Kabupaten Lombok Utara Dalam Angka 2021
f. Inflasi
Selain ditinjau dari pertumbuhan ekonomi, perekonomian Kabupaten Lombok Utara dapat dilihat melalui tingkat inflasi yang terjadi. Inflasi merupakan salah satu indikator ekonomi yang mengukur fluktuasi harga beberapa komoditas pokok yang menyangkut kebutuhan hidup masyarakat.
Inflasi yang terlalu tinggi merupakan gejala buruk bagi suatu perekonomian namun apabila besaran inflasi dapat dikendalikan melalui berbagai kebijakan harga serta distribusi barang dan jasa maka inflasi dapat menjadi pendorong bagi pembangunan. Berdasarkan sifatnya inflasi terbagi 4 kategori yang meliputi, (i) inflasi ringan (creeping inflation) Inflasi ringan ditandai dengan peningkatan laju inflasi yang tergolong rendah. Biasanya, persentasenya pun hanya kurang dari 10% dalam satu tahun. (ii) Inflasi Sedang (Galloping Inflation) Inflasi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi ringan. Lajunya berkisar antara 10-30% setahun, (iii) Inflasi Berat (High Inflation) kategori inflasi ini termasuk yang berat. Mencakup hitungan mulai dari 30-100%
setahun. Pada tingkat ini, harga kebutuhan masyarakat naik secara signifikan dan sulit dikendalikan. Dan (iv) Hiperinflasi (Hyper Inflation) Jenis inflasi ini sangat dirasakan pengaruhnya karena terjadi secara besar-besaran dan mencapai lebih dari 100% setahun.
Sesuai dengan data pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Utara Tingkat Inflasi Kabupaten Lombok Utara 2020 adalah sebesar 0,58%
dengan kategori ringan sebagaimana dijelaskan dalam tabel di bawah ini.
Tabel 3.9 Tingkat Inflasi Kabupaten Lombok Utara
No Uraian Tahun 2019 Tahun 2020 Naik/(Turun) (%)
1 Tingkat Inflasi Kabupaten Lombok Utara (%)
1,76 0,58 (1,18)
2 Tingkat Inflasi Provinsi NTB (%) 1,76 0,58 (1,18)
3 Tingkat inflasi Nasional (%) 2,7 1,9 (0,80)
Sumber Dokumen: Statistik Indonesia 2021
Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam Angka 2021 Kabupaten Lombok Utara Dalam Angka 2021
32 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
Tingkat inflasi di Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020 menurut data BPS menunjukkan angka sebesar 0,58%, sedangkan tingkat inflasi pada Tahun 2019 adalah sebesar 1,76% atau lebih rendah dibandingkan dengan angka inflasi pada Tahun 2019. Inflasi Kabupaten Lombok Utara dengan Provinsi adalah sama besarnya.
g. Struktur Perekonomian Kabupaten Lombok Utara
Struktur perekonomian Kabupaten Lombok Utara yang menunjang PDRB dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.10 PDRB seri 2010 Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Dalam Jutaan Rupiah
Lapangan Usaha/Industry 2016 2017 2018 2019* 2020**
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan/Agriculture, Forestry, and Fishing
1.373.118,50 1.491.060,30 1.565.890,80 1.649.877,80 1.682.685,80
B Pertambangan dan
Penggalian/Mining and Quarrying 145.742,20 162.473,60 165.835,70 193.295,50 181.057,60 C Industri
Pengolahan/Manufacturing 53.583,20 58.420,30 57.958,00 62.676,10 61.020,30
D Pengadaan Listrik dan
Gas/Electricity and Gas 3.860,10 5.058,30 5.360,60 5.828,20 6.064,20
E Pengadaan Air; Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang/ Water Supply; Sewerage, Waste Management, and Remediation Activities
5.475,10 5.899,60 5.214,80 5.622,50 5.730,30
F Konstruksi/Construction 346.078,90 381.094,00 391.804,40 493.623,40 413.484,40
G Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/ Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles
545.726,90 607.968,50 634.248,20 700.415,70 660.169,00
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum/Accommodation and Food Service Activities
297.069,80 332.270,90 284.302,00 293.874,10 147.825,10
J Informasi dan
Komunikasi/Information and Communication
68.530,30 75.985,70 80.614,30 85.642,30 90.306,10
K Jasa Keuangan dan
Asuransi/Financial and Insurance Activities
102.575,80 114.149,50 120.195,50 126.029,40 124.099,80
L Real Estat/Real Estate Activities 172.646,50 185.987,20 182.523,90 201.060,60 189.833,50 M,N Jasa Perusahaan/Business
Activities 10.074,70 10.913,70 10.126,00 11.118,00 10.225,00
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib/Public Administration and Defence; Compulsory Social Security
266.681,60 282.785,40 296.649,40 311.919,40 323.813,40
P Jasa Pendidikan/Education 221.549,90 241.502,00 255.016,60 278.080,50 284.292,20 Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan
Sosial/Human Health and Social Work Activities
64.490,60 69.364,30 78.356,80 85.259,60 84.027,90
R,S,T,U Jasa Lainnya/Other Services
Activities 85.872,10 96.959,80 93.789,50 103.848,30 99.207,80
Produk Domestik Regional Bruto/
Gross Regional Domestic
Product 3.972.339,10 4.353.683,20 4.461.899,50 4.864.826,20 4.548.738,40 Sumber Dokumen: Kabupaten Lombok Utara Dalam Angka 2021
33 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
Perkembangan PDRB Lombok Utara (Data BPS Kabupaten Lombok Utara) tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 mengalami perkembangan yang cukup fluktuatif. Capaian PDRB Kabupaten Lombok Utara tahun 2020 adalah Rp4,54 triliun di mana mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2019 adalah Rp4,86 triliun, Rp4,46 triliun pada tahun 2018, Rp4,35 triliun pada tahun 2017 dan pada tahun 2016 sejumlah Rp3,97 triliun.
Struktur perekonomian suatu daerah mencerminkan kekuatan dan sekaligus ketergantungan suatu daerah terhadap suatu sektor. Struktur perekonomian Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020 masih didominasi oleh sektor pertanian yang memiliki peranan 36,99%. Sektor industri yang diharapkan menggantikan sektor pertanian untuk menuju industrialisasi.
Peranan sektor industri baru mencapai sekitar 1,34% dari PDRB Kabupaten Lombok Utara. Dampak Pandemi Covid-19 menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2020 mengalami perlambatan sebesar 7,44%. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan salah satu tujuan pembangunan laju pertumbuhan yang tinggi diharapkan bisa menjadi stimulus dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat. Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2020 cukup banyak mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh adanya pandemi covid-19 yang melumpuhkan kegiatan perekonomian di Kabupaten Lombok Utara.
Sesuai dengan struktur PDRB Kabupaten Lombok Utara yang utamanya dibangun oleh sektor pertanian, disusul sektor perdagangan, dan potensi pariwisata yang digambarkan dengan kriteria penyediaan konstruksi serta akomodasi dan makan minum maka arah kebijakan ekonomi mencakup strategi peningkatan dan keberlanjutan produktivitas sektor pertanian dan seluruh sub sektornya yaitu pertanian tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya, kehutanan dan perikanan untuk memenuhi kebutuhan domestik, perdagangan antar wilayah dan kebutuhan pariwisata. Khusus potensi lahan kering pertanian yang cukup besar jumlahnya (80% dari luas lahan pertanian) akan menjadi fokus perhatian dengan strategi revitalisasi sumur bor yang tersedia/efisiensi irigasi dengan pembangunan infrastruktur irigasi yang memungkinkan petani menghemat biaya pengangkatan air irigasi yang membutuhkan bahan bakar solar dengan menggunakan teknologi tepat guna (irigasi tetes) disamping pendampingan pengembangan komoditi yang memili NTP tinggi.
Peningkatan pertumbuhan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor terus didorong dengan fasilitasi kemudahan perijinan usaha maupun investasi serta fasilitasi kemudahan berusaha pada pelaku perdagangan informal (pedagang kecil dan kaki lima). Sementara kriteria penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencerminkan aktivitas pariwisata didorong tumbuh dengan pendekatan berbasis masyarakat dalam bentuk antara lain pengembangan desa-desa wisata dalam rangka meningkatkan peran aktivitas pariwisata dalam menanggulangi kemiskinan.
Di sisi lain mengingat besarnya potensi sektor pertanian dan peluang yang aktivitas pariwisata maka sektor industri pengolahan yaitu industri pengolahan tanpa migas yang saat ini sangat kecil kontribusinya terhadap PDRB (1,10%) didorong untuk terus tumbuh dalam aktivitas usaha mikro,