TRADISIONAL KARO DI MINYAK KARO LAUCIH
4.4 Hasiat Rempah Yang Menjadi Bahan Minak Pengalun
Rempah-rempah merupakan salah satu kekayaan hayati yang hampir ditemukan di seluruh Indonesia. Keginaan rempah-rempah ini sudah lama diketahui oleh masyarakat dan juga mengolahnya menjadi obat yang dapat menyembuhkan penyakit. Begitu juga dengan masyarakat Karo, mengolah rempah ini menjadi obat tradisional seperti Minak Pengalun. Ramuan dari tanaman obat herbal yang digunakan untuk minak pengalun memiliki manfaat untuk mengatasi penyakit pada manusia. Hal ini sudah lama diketahui oleh masyarakat dan diuji secara ilmiah dari berbagai penelitian yang dilakukan.
Menurut Foster dan Anderson (1986 : 63-67), penyakit terdiri dari 2 bagian yaitu personalistik dan naturalistik. Sistem medis naturalistik mengakui adanya suatu keseimbangan. Kesehatan ada karena unsur-unsur yang tepat dalam tubuh seperti panas, dingin, cairan tubuh berada dalam keadaan seimbang menurut
usia dan kondisi individu dalam lingkungan alamiah dan sosialnya. Apabila keseimbangan terganggu maka timbullah penyakit. Penyakit naturalistik inilah yang akan disembuhkan melalui cara-cara modern maupun tradisional. Pada umumnya dilakukan dengan pengobatan tradisional karena menggunakan ramuan secara alami. Demikian halnya dengan obat-obatan tradisional Karo seperti Minak Pengalun. Bahan-bahan yang digunakan memiliki manfaat secara ilmiah sehingga sudah banyak digunakan dalam pengobatan secara alamiah dan tradisional.
4.5.1 Bahing gara (Indonesia : Jahe merah, Latin : Alpinia purpurata ), Penggunaan jahe sebagai obat tradisional telah lama digunakan oleh masyarakat karena memiliki manfaat untuk menyegarkan tenggorokan, mengeluarkan angin, melancarkan peredaran darah dalam tubuh, obat batuk, menyembuhkan luka lecet dan luka tersayat, menyembuhkan luka gigitan ular, menyembuhkan syaraf muka yang sakit, diare. Minyak jahe juga digunakan sebagai obat penambah nafsu makan, memperkuat lambung, dan memperbaiki pencernaan. Jahe segar dan jahe kering juga banyak digunakan sebagai bumbu masak atau pemberi aroma pada makanan dan sebagai minuman penghangat badan (Paimin B Farry, 2000 : 16- 17).
4.5.2 Gagaten harimau ( Ampelocissus thyrsiflora)
Gagatan Harimau banyak terdapat di alam Indonesia dan tersebar di hutan tropis Indonesia. Tanaman ini memiliki banyak manfaat untuk pengobatan herbal. Seperti masyarakat desa Bingkawan memanfaatkan daun gagatan harimau sebagai obat sakit perut dan penambah tenaga. Siregar (2018) pada penelitiannya
menyatakan daun gagatan harimau dimanfaatkan untuk penambah tenaga, obat sakit perut, malaria, mengganjal rasa lapar, dan diabetes.
4.5.3 lancing (IndonSolanum verbacifolium)
Lancing sering dimanfaatkan sebagai obat dalam menyembuhkan penyakit. Bagian tumbuhan ini yang paling banyak digunakan adalah bagian daunnya. Daun lancing telah bayak digunakan sebagai obat yang berkhasiat tinggi yaitu sebagai kesaya gula batu, obat dalam, dan obat terkilir. Daun lancing digunakan oleh masyarakat yang mengetahui pengetahuan tradisional Karo.
Dalam hal ini pertama adalah kesaya gula batu, sejenis obat dengan rasa panas dan manis.4
4.5.4 Temu kunci (Boesenbergia rotunda)
Pada praktek pengobatan, masyarakat menggunakan temu kunci sebagai obat sakit tenggookan atau untuk menyembuhkan batuk, masuk angin, penambah nafsu makan, menyembuhkan sariawan, bumbu masak, dan pemacu keluarnya Air Susu Ibu (ASI). Minyak atsiri rimpang temu kunci ( Boesenbergia pandurata) juga berpengaruh pada pertumbuhan Entamoeba coli, Staphyllococus aureus dan Candida albicans. Selain itu dapat berefek pada pelarutan batu ginjal kalsium secara in vitro. Perasan dan infusa temu kunci memiliki daya analgetik dan antipiretik. Di samping itu dapat mempunyai efek abortivum, resorpsi dan berpengaruh pada berat janin tikus. Ekstrak temu kunci yang larut dalam etanol dan aseton berefek sebagai antioksidan pada percobaan dengan minyak ikan
4 https://kahekolu.com/lancing-solanum-verbacifolium/ (diakses 02 Desember 2020)
sehingga mampu menghambat proses penimbulan bau.
Selain di Indonesia, ternyata negara lain juga banyak yang memanfaatkan temu kunci. Di Thailand, temu kunci biasa digunakan sebagai bumbu masak. Selain itu, tanaman ini juga telah digunakan sebagai obat aprodisiac, disentri, antiinflamasi, kolik, serta untuk menjaga kesehatan tubuh. Di Malaysia, temu kunci digunakan sebagai sebagai obat sakit perut dan dekoksi pada wanita pasca melahirkan.5
4.5.5 kunyit Induk (Curcuma longa Linn)
Ramuan kunyit induk yang digunakan dalam obat tradisional memiliki manfaat yang sangat banyak sehingga sudah lama digunakan dalam praktek pengobatan tradisional. Kunyit induk ini dapat mengatasi Penyakit kulit atau gatal-gatal, obat luar ( bengkak dan rematik), merangsang produksi sel darah (melancarkan peredaran daran dan mengentikan pendarahan), membersihkan dan menurunkan tekanan darah, sakit maag, sakit kuning (liver), sakit amandel, obat disentri, sakit perut, mual,masuk angin, mensturasi tidak teratur dan nyeri, keputihan, mengilangkan bau badan, sakit panas dalam atau sariawan, mengembalikan stamina, dan malaria (Nugroho Aznam Nurfina, 1998:29 - 30).
4.5.6 Akar angin (Chrysopogon zizanioides)
Akar angin merupakan salah satu tanaman herbal yang sudah banyak digunakan dalam pengobatan, khususnya obat tradisional. Hal ini dikarenakan
5 https://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=166 (diakses 03 Desember 2020)
manfaat dari akar angin yang banyak untuk kesehatan. Akar angin sendiri merupakan salah satu jenis tumbuhan herbal yang biasa dijadikan sebagai bahan campuran untuk jamu. Akar angin dapat mengatasi penyakit seperti mengatasi rasa pegal linu, masuk angin, demam, batuk, infeksi saluran kemih, dan membantu penuaan abses.6
4.5.7 Secang (Caesalpinia sappan)
Secang adalah jenis tumbuhan herbal yang digunakan oleh masyarakat sebagai campuran air minum sehari-hari. Serpihan batang secang dimasukkan ke dalam air minum menjadikan air berwarna kemerahan. Tumbuhan ini mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid yang bermanfaat sebagai antioksidan. Indeks antioksidatif ekstrak kayu secang lebih tinggi daripada antioksidan komersial, dapat menangkal radikal bebas oksidatif. Radikal bebas dapat merusak sel-sel tubuh dengan menyerang lipid, protein, enzim, karbohidrat dan DNA. Secang juga bermanfaat sebagai ramuan obat tradisional untuk pengobatan berbagai penyakit kronis dan degeneratf. Pemanfaatan bahan alami dapat menghasilkan residu yang lebih mudah terdegradasi dibandingkan bahan sintetik, serta efek samping dapat diminimalisir. Oleh karena itu, secang berpotensi sebagai minuman herbal untuk kesehatan dan pengobatan (Sari,Suhartati, 2016).
4.5.8 Sereh (Cymbopogon citratus)
6 https://www.idntimes.com/health/fitness/iip-afifullah/khasiat-akar-angin-c1c2/5 (diakses 5 desember 2020)
Serai atau sereh mengandung berbagai mineral yang membantu dalam pengobatan medis maupun tradisional. Serai umumnya dimanfaatkan dengan cara diolah menjadi minyak untuk mengibati sakit kepala dan nyeri muskuloskeletal.
Ekstrak minyak sereh juga seringkali dimanfaatkan sebagaui aroma terapi untuk mengobati nyeri otot, infeksi, pilek, atau gejala flu. Selain itu, daun serai juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit hipertensi epilepsi saki perut rematik kelelahan antiseptik batuk reumatik demam diabetes.7
4.5.9 Pala (Myristica fragrans)
Pala merupakan salah satu jenis rempah yang ada di Indonesia. Pala sudah lama digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan dan bumbu pada masakan.
Pala dikenal sebagai rempah-rempah penghasil minyak atsiri. Minyak ini merupakan salah satu bahan dasar dalam industri minuman dan kosmetik. Secara umum manfaat pala diambil dari kulit batang hingga daging buahnya. Secara turun-temurun, pala dimanfaatkan sebagai herba, terutama biji dan daging buahnya. Biji pala diyakini sangat baik untuk mengobati gangguan pencernaan, muntah-muntah, dan lain-lain. Buah pala dapat meringankan semua rasa sakit dan nyeri akibat tubuh kedinginan serta lambung dan usus “masuk angin”. Pala juga sering digunakan sebagai ramuan untuk terapi gangguan tidur, stres, mencegah dehidrasi, dan meningkatkan stamina.8
4.5.10 Kapulaga (Amomum compactum)
7 https://health.kompas.com/read/2020/06/23/100300468/mengenal-manfaat-dan-efek-samping-serai-untuk-kesehatan?page=all (diakses 12 desember 2020)
8 https://ekonomi.kompas.com/read/2011/04/09/22303458/~Alternatif?page=all (diakses 15 desember 2020)
Kapulaga merupakan salah satu jenis rempah yang memiliki rasa gurih dan sedikit manis. Rempah ini sering digunakan sebagai bumbu pada masakan sejak zaman dahulu. Selain digunakan sebagai bumbu masak, kapulaga juga digunakan dalam pengobatan herbal. Kapulaga mengandung banyak mineral di dalamnya, antara lain mangan, kalsium, dan kalium. Hal ini membuat penggunaan kapulaga dalam pengobatan tradisional banyak dilakukan. Tidak hanya dalam bentuk biji-bijian, kapulaga juga dapat dimanfaatkan dalam bentuk bubuk, minyak esensial, bahkan suplemen herbal. Berbagai Manfaat Kapulaga bagi kesehatan antara lain adalah Menurunkan tekanan darah, mencegah penyakit kronis, mengatasi masalah pencernaan, mengobati infeksi bakteri, mencegah bau mulut dan gigi berlubang, melawan sel kanker dan banyak manfaat lainnya.9
4.5 Pemasaran dan Perizinan