TRADISIONAL KARO DI MINYAK KARO LAUCIH
4.5 Pemasaran dan Perizinan .1. Pemasaran Minak
Pemasaran minak pengalun dari Minyak Karo Laucih ini sudah sampai hampir keseluruh Indonesia. Seperti yang diungkapkan pengelola Minyak Karo Laucih, bahwa sudah terdapat 425 orang reseler yang tersebar di hampir seluruh daerah di indonesia. hal ini mempermudah konsumen untuk mendapatkan minak pengalun kata bang Kaban. Selain sistem reseler, pembelian dan pemesanan juga dapat dilakukan di rumah produksi di Jl. LetJen Jamin Ginting Km 13,1 No 51 Laucih Medan. pemesanan langsung juga dapat diantar langsung oleh kariawan disekitaran Kota Medan. diluar Kota Medan akan dilakukan pengiriman menggunakan jasa kurir pengiriman. Pemesanan secara online juga dapat
9 https://www.alodokter.com/ragam-manfaat-kapulaga-untuk-kesehatan-tubuh (diakses 12 desember 2020)
dilakukan di market place online melalui aplikasi smart phone. Hal ini agar konsumen lebih mudah dalam mendapatkan obat tradisional khususnya minak pengalun. Penjualan minak pengalun juga terdapat di pasar tradisional Medan sekitar dan Tanah Karo. Ini merupakan bagian dari reseler Minyak Karo Laucih.
Pengelola minak juga mengatakan bahwa pemasaran ini akan dikembangkan lagi. Harapannya agar semua kalangan dapat merasakan hasiat dari minak pengalun yang merupakan obat tradisional Karo. Hal ini merupakan visi dan misi dari Minak Karo Laucih. Pengembangan yang dilakukan mulai dari sistem pengelolaaan rumah produksi, pembelian yang semakin mudah, dan promosi agar lebih banyak orang mengetahui hasiat obat tradisional khususnya minak pengalun.
Harga jual yang di tawarkan dari setiap varian Minak Pengalun adalah:
1. Alun Merah Rp 25.000,- 2. Alun Hijau Rp 25.000,- 3. Alun Hitam Rp 35.000,- 4. Minak Las Rp 25.000,-
Gambar 4.1 Price list MKL
Sumber: Dokumentasi MKL 2020 4.5.2. Izin Usaha
Minyak Karo Laucih sendiri telah mendapatkan surat izin usaha industri dari pemerintah Kota medan sebagai bentuk regulasi dalam mendirikan usaha.
Selain itu juga telah mendapat Nomor Induk Berusaha (NIB) dari pemerintah.
Minyak Karo Laucih juga telah mendapatkan Surat Pernyataan Pemenuhan Persyaratan Komersia Operasional sebagai bentik izin komersial barang tersebut.
Seperti dikatakan pengelola minak bahwa ini merupakan bentuk keseriusan dalam pengongobatan tradisional dan bentuk kwajiban kepada negara. Minyak Karo Laucih saat ini melakukan proses pengajuan BPOM untuk perizinan selanjutnya, agar kepercayaan konsumen meningkat lagi.
BAB V PENUTUP
5. 1. Kesimpulan
Kesehatan merupakan sesuatu yang mahal dalam hidup manusia karena jika tubuh dalam keadaan tidak sehat maka aktivitas kehidupan manusia tidak dapat berjalan dengan lancar. Menurut Foster dan Anderson, penyakit terdiri dari 2 bagian yaitu personalistik dan naturalistik. Sistem medis personalistik adalah suatu sistem dimana penyakit (illness) disebabkan oleh inervensi dari suatu agen aktif yang dapat berupa makhluk supranatural (makhluk gaib atau dewa), makhluk yang bukan manusia seperti hantu, roh leluhur, atau roh jahat maupun makhluk manusia (tukang sihir atau tukang tenun). Penyakit ini hanya dapat diobati oleh tabib atau penyembuh tradisional. Sistem medis naturalistik mengakui adanya suatu keseimbangan. Kesehatan ada karena unsur-unsur yang tepat dalam tubuh seperti panas, dingin, cairan tubuh berada dalam keadaan seimbang menurut usia dan kondisi individu dalam lingkungan alamiah dan sosialnya. Apabila keseimbangan terganggu maka timbullah penyakit. Penyakit naturalistik inilah yang akan disembuhkan melalui cara-cara modern maupun tradisional
Oleh sebab itu, manusia melakukan beberapa cara dalam menjaga kesehatan, misalnya dengan cara modern ataupun tradisional. Di dalam perawatan kesehatan, ada kalanya dilakukan melalui cara modern dan tradisional secara berdampingan. Penanganan kesehatan melalui cara tradisional dianggap memiliki
efek samping negatif yang lebih kecil apabila dibandingkan dengan cara modern karena pengobatan tradisional menggunakan bahan-bahan alami.
Pengobatan tradisional sering disebut dengan kedokteran tradisional (folk medicine). Kedokteran tradisional (folk medicine) merupakan cara pengobatan penyakit yang berhubungan dengan budaya suatu suku bangsa yang mendiami wilayah tertentu. Penambahan kata tradisional pada pengobatan tradisional berhubungan dengan cara diagnosa penyakit (analisa penyakit) dan pengobatan yang dilakukan seperti : siapa yang melakukan dan bahan yang digunakan sebagai obat.
Obat tradisional merupakan hasil dari kebudayaan yang dimiliki tiap-tiap suku bangsa yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Obat tradisional Karo pada masyarakat Karo disebut dengan istilah tambar kuta (obat kampung). Tambar kuta atau obat kampung merupakan hasil dari kebudayaan Karo yang diturunkan dari nenek moyang secara turun-temurun.
Ada beberapa jenis obat-obatan tradsional Karo antara lain : Minyak Karo (minak pengalun), param (kuning), sembur, dan mandi uap (oukup). Minak pengalun adalah obat tradisional Karo yang terbuat dari ramuan rempah-rempah dan dimasak menggunakan minyak. Hasil minyak inilah yang akan diaplikasikan sebagai obat untuk penyembuhan penyakit. Minak pengalun yang dibahas disini adalah minyak pengalun yang diproduksi oleh Minyak Karo Laucih yang terletak di Jl. Letjen. Jamin Ginting Km. 13,1 No 51 Lingkungan 2 Kelurahan Laucih kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan dan merupakan salah satu UMKM
yang bergerak di pengobatan tradisional Karo. Terdapat empat jenis varian minak pengalun yang dibuat antara lain: alun merah, alun hijau, alun hitam (original), dan minak las.
Berdasarkan manfaatnya minak dibagi menjadi dua yaitu: 1. minak yang bisa digunakan untuk penyakit ringan yaitu alun hijau pada anak dan alun hitam.
Minak ini dapat mengobati penyakit seperti luka, gatal, masuk angin dan gejala lainnya. 2. minak yang bisa digunakan untuk penyakit berat yaitu minak alun merah dan minak las. Minak ini dapat mengobati penyakit seperti patah tulang, terkilir, gejala struk dan lain sebagainya. Berdasarkan sifatnya, minak terbagi atas 2 yaitu : 1 . minak yang bersifat panas 2 . minak yang bersifat dingin. Ada tiga kategori minak berdasarkan pemakainya menurut si pembuat minak, yaitu untuk kalangan umum yang mencakup semua usia (banci man kerina), anak-anak dan bayi (man danak-danak ras anak kitik) dan yang terahir khusus untuk dewasa (man jelma mbelin).
Metode penggunaaan minak ini sendiri dapat dilakukan dengan beragam cara. Metode yang paling sering di gunakan adalah dengan mengoleskan langsung pada bagian tubuh yang terasa sakit. Cara lain yang digunakan ketika mengalami luka yang disebabkan besi tajam adalah dengan cara dipanaskan dengan sendok dan dicampur dengan sirih supaya tidak terjadi infeksi pada luka. minak ini juga dapat digunakan dengan cara dioles dan di urut oleh tukang urut tradisional yang prefisional. Minak juga dapat diminum sebagai pengobatan dari dalam tubuh, tetapi tidak direkomendasikan karena dapat membuat sakit mag dalam beberapa
kasus. Minak dapat digunakan setiap saat tubuh merasakan sakit dan juga pada sore hari setelah mandi dan terasa capek setelah bekerja.
Kepercayaan dalam bahan ramuan minak sebagai salah satu obat tradisional Karo dianggap memiliki kekuatan antara lain : mengeluarkan penyakit, mengunci penyakit, melawan penyakit, memancing penyakit supaya keluar dari tubuh, dan memberi kesembuhan. Kepercayaan dalam cara pembuatan minak yaitu : membersihkan penyakit, menggiling penyakit, menumbuk penyakit, memeras penyakit, mengiris penyakit sampai terlepas dari dalam tubuh, dan merebus bibit penyakit di dalam tubuh agar tidak berkembang. Kepercayaan dalam memasak minak adalah supaya minak mujarap dan ampuh mengobati penyakit dengan dipanjatkannya Doa-doa. Juga dalam pengadukan supaya ramuan bersatu melawan penyakit.
Minak pengalun sebagai salah satu obat tradisional Karo bermanfaat dalam menyembuhkan penyakit dan merawat kesehatan tubuh. Selain itu, minak pengalun memiliki fungsi sosial dalam kehidupan sehari-hari pada masyarakat Karo. Fungsi sosial yang dimaksud adalah minak pengalun sering digunakan sebagai luah atau kado. Pada saat menjenguk ibu yang baru melahirkan biasanya dibawa obat tradisional Karo seperti minak pengalun, kuning dan sembur. Ada juga orang yang menjenguk memberikan sedikit uang sebagai tanda ikut bersuka cita atas kelahiran bayi tersebutr agar digunakan untuk membeli kuning bayi yang baru lahir tersebut. minak pengalun sering digunakan sebagai indentitas suku karo dimanapun berada.
Pemasaran minak pengalun dari Minyak Karo Laucih ini sudah sampai hampir keseluruh Indonesia. Seperti yang diungkapkan pengelola Minyak Karo Laucih, bahwa sudah terdapat 425 orang reseler yang tersebar di hampir seluruh daerah di indonesia. hal ini mempermudah konsumen untuk mendapatkan minak pengalun. pemesanan langsung juga dapat diantar langsung oleh kariawan disekitaran Kota Medan. diluar Kota Medan akan dilakukan pengiriman menggunakan jasa kurir pengiriman. Pemesanan secara online juga dapat dilakukan di market place online melalui aplikasi smart phone.
Minyak Karo Laucih sendiri telah mendapatkan surat izin usaha industri dari pemerintah Kota medan sebagai bentuk regulasi dalam mendirikan usaha.
Selain itu juga telah mendapat Nomor Induk Berusaha (NIB) dari pemerintah.
Minyak Karo Laucih juga telah mendapatkan Surat Pernyataan Pemenuhan Persyaratan Komersia Operasional sebagai bentik izin komersial barang tersebut.
Seperti dikatakan pengelola minak bahwa ini merupakan bentuk keseriusan dalam pengongobatan tradisional dan bentuk kwajiban kepada negara. Minyak Karo Laucih saat ini melakukan proses pengajuan BPOM untuk perizinan selanjutnya, agar kepercayaan konsumen meningkat lagi.
Tabel 5.1 Matriks Skripsi
Kesaya silima sebagai bahan utama di masak dengan menggunakan minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Cara pembuatannya, ramuan digiling halus terleih Dahulu dan dimasak menggunakan
pengalun) minak alun merah dan minak las. Minak ini dapat mengobati penyakit seperti patah tulang, terkilir, gejala struk dan lain sebagainya.
5 . 2. Saran
Melihat masih bertahannya obat-obatan tradisional Karo pada masyarakat Karo sampai saat ini, oleh sebab itu penulis mengemukakan beberapa saran yaitu :
1. Pemerintah hendaknya memberikan perhatian lebih kepada para penyembuh tradisional dan pengobatan tradisional dalam hal perizinan, agar memiliki BPOM. Supaya kepercayaan masyarakat lebih meningkat kepada pengobatan tradisional.
2 . Perlu adanya kerja sama antara kesehatan kedokteran modern dengan kesehatan tradisional agar saling melengkapi karena masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan.
3 . Penyembuh tradisional hendaknya lebih terbuka kepada orang yang berbakat dalam menyalurkan pengetahuan yang dimilikinya agar obat tradisional Karo tetap terjaga dalam menyembuhkan penyakit dan kesehatan tubuh dapat tetap terjaga.
4 Perlu dilakukan pemasaran terhadap produk obat tradisional atau branding agar pengobatan tradisional lebih berkembang dan terkenal sampai dunia Internasional.
5 Generasi muda hendaknya memiliki perhatian kepada bahan-bahan yang digunakan sebagai ramuan dalam pembuatan obat tradisional agar tetap dapat dipelihara dan dilestarikan.