• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.5 Hasil Analisa Ekstrak

Polisakarida Larut Air (PLA) dianalisa di Laboratorium PT. Sasa Inti, Probolinggo. Sampel yang dianalisa sebanyak 2 sampel dengan kode 01 dan 02.

Sampel yang akan dianalisa ditambah dengan aquades sebanyak 50 mL.

35

Kemudian, dipanaskan dengan suhu 800C selama 15 menit untuk melarutkan sampel. Setelah pemanasan larutan tersebut disentrifuge dengan kecepatan 20.000 rpm selama 5 menit untuk memisahkan dengan kotoran atau sisa sampel yang tak terlarut. Hasil dari sentrifuge disaring dengan kertas saring 0,45Β΅m untuk mendapatkan larutan yang bebas dari endapan, dari hasil penyaringan tersebut larutan kemudian diinjeksikan ke alat instrumen HPLC.

Pada hasil analisis gula terdapat hasil yang menyatakan DP1, fructose, DP2, maltose, DP3, DP4, dan DP5. DP1, DP2, DP3, DP4, dan DP5 menyatakan persen area yang merupakan Degres of Polymer. DP1 adalah monosakarida yang memiliki 1 monomer, DP2 adalah disakarida yang memiliki 2 monomer, DP3 adalah oligosakarida yang memiliki 3-10 monomer, dan DP4 serta DP5 adalah polisakarida yang memiliki lebih dari 10 monomer.

Tabel 4.3 Hasil Analisa HPLC

Rendemen 2,9% 9,00%

Total DP4 dan DP5 78,23% 87,98%

Hasil analisa menggunakan HPLC diatas dapat diketahui bahwa rendemen tepung sebesar 2,9% didapatkan nilai total dari DP4 dan DP5 sebesar 78,23%.

Sedangkan, rendemen tepung 9% didapatkan nilai total 87,98%.

Pada proses ekstraksi pada penelitian ini diduga dihasilkan enzim yang dapat menghidrolisis PLA sehingga didapatkan kadar gula bebas. Molekul polisakarida yang membentuk PLA adalah hasil kondensasi dari monosakarida (pentosa dan heksosa) dan asam organik yang terbentuk dari gula-gula reduksi.

Menurut Saputro, (2015) jika PLA dihidrolisis akan menghasikan bermacam

macam monosakarida antara lain rhamonosa, fruktosa (metil pentosa), arabinosa, glukosa, mannosa, galaktosa, asam galakturonat atau asam D-glikoronat. Penelitian Harijono, dkk (2012) menyebutkan bahwa hasil analisis jenis gula bebas menunjukkan bahwa PLA gembili mengandung glukosa dan manosa.

Dalam penelitian ini tepung umbi bentul diduga mengandung polisakarida larut air yang sifatnya dapat menyerap air dan meningkatkan viskositas.

Polisakarida larut air pada konsentrasi di bawah 1% yang dicampur dengan adonan dapat menjaga stabilitas adonan yang disebabkan interaksi antara pati dan gugus hidroksil pada hidrokoloid (Ho et al, 2013). Menurut Dodic, et al., (2007), polisakarida memodifikasi dan mengontrol mobilitas air dalam sistem bahan pangan, dan air mempunyai peran penting dalam mempengaruhi sifat fisik dan kimia polisakarida. Polisakarida bersama dengan air mengendalikan banyak sifat fisiko-kimia pangan termasuk tekstur, hal ini disebabkan hidrasi air secara alami terikat dengan ikatan hidrogen pada molekul polisakarida sehingga air tersebut tidak akan membeku.Sehingga keberadaan PLA pada umbi bentul ini dapat diaplikasikan pada produk pangan.

Melihat hasil pada DP 4 dan DP 5 yang diduga mengandung PLA maka umbi bentul dapat dijadikan suatu alternatif bagi penderita penyakit degeneratif.

Hal ini sesuai peryataan Harijono, dkk (2012) PLA yang merupakan serat pangan larut air dapat mengurangi penyakit degeneratif seperti diabetes. Asupan yang memiliki serat tinggi sangat dibutuhkan penderita diabetes. Akan terjadi fermentasi PLA di kolon yang menghasilkan asam lemat rantai pendek (SCFA) yang akan akan memicu penurunan lipid dalam darah. Banyak sekali manfaat

37

yang didapat dari PLA, sehingga perlu adanya penelitian untuk mengetahui gula penyusun yang dimiliki oleh bentul sehingga akan semakin banyak manfaat yang didapat dengan mengonsumsi bentul.

38 BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan dari penelitian identifikasi senyawa bioaktif pada tepung umbi bentul (Colocasia esculenta (L.) Schott) didapat hasil komponen kimia pada tepung umbi bentul dengan kadar protein 3,45%, kadar lemak 0,31%, kadar air 6,07%, kadar abu 2,14%, kadar karbohidrat 88,03%, dan kadar serat 2,87%. Hasil analisa dari ekstrak tepung didapat hasil yang diduga mengandung polisakarida larut air ditandai dengan DP4 dan DP572,35% dan 87,98%.

5.2 Saran

1. Adanya senyawa bioaktif pada tepung umbi bentul dapat dijadikan suatu produk pangan fungsional.

2. Perlu dilakukan ekstraksi dengan caramengatur suhu untuk mendapatkan hasil maksimal.

39

DAFTAR PUSTAKA

Adejumo, Babalola, & Alabi. 2013. Colocasia esculenta (L.) Schott as an Alternative Energy Source in Animal Nutrition . British Journal of Applied Science and Technology , 1276-1285.

Adnan, M. 1997. Teknik Kromatografi untuk Analisis Bahan Makanan. Penerbit Andi: Yogyakarta.

Alcantara, R. M., Hurtada, W. A., & Dizon, E. I. 2013. The Nutritional Value and Phytochemical Components of Taro (Colocasia esculenta (L.) Schott) Powder and its Selected Processed Foods. Research Article .

Ambarsari, I., Sarjana, & Choliq, A. 2009. Rekomendasi dalam Penetepan Standar Mutu tepung Ubi Jalar. Jurnal Standarisasi , vol.11(3): 212-219.

Ardianingsih, R. 2009. Penggunaan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dalam Proses Analisa Deteksi Ion. Berita Dirgantara , Vol.10 No.

4:101-104.

Badan Standarisasi Nasional. 2009. Tepung Terigu Sebagai Bahan Makanan. SNI 3751-2009.

Dodic, J. D. Pejin, S. Dodic, S. Pupon, J. Mastilovic, J.P. Rajic and S. Zivanovic.

2007. Effects of Hydrophillic Hydrocolloids or Dough and Bread Performance of Samples Made From Frozen Dought. J. Food Sci, 72 :235-244

Eleazu, Iroaganachi, & K.C, E. 2013. Ameliorative Potentials of Cocoyam (Colocasia esculenta L.) and Unripe Plantain (Musa paradisiaca L.) on the Relative Tissue Weights of Streptozotocin-Induced Diabetic Rats. Journal of Diabetes Research .

Enrique Sarano M, Avierions JF, Messika-Zeitoun D, et al. Quantitative determinants of the outcome of asymptomatic mitral regurgitation. New England Journal of Medicine. 2005:352:875-883

40

Estiasihet al. 2012. Hypoglycemic Activity of Water Soluble Polysaccharides of Yam (Dioscorea hispida Dents) Prepared by Aqueous, Papain, and Tempeh Inoculum Assisted Extractions. World Academy of Science, Engineering and Technology , Vol: 6 2012-10-27.

Fahmi, A., & Antarlina, S. S. 2007. Ubi Alabio Sumber Pangan Baru dari Lahan Rawa. Balai Penelitian Lahan Rawa: Tabloid Sinar Tani 24 Januari 2007.

Harijono, Estiasih, T., & Sunarharum, W. 2009. Ekstraksi Polisakarida Bioaktif dari Umbi Gadung dan Gembili dan Potensinya untuk Terapi Diabetes dan Penurunan Kadar Kolesterol Darah . Laporan Hibah Kompetitif Penelitian sesuai Prioritas Nasional Batch I dibiayai oleh Dikti. LPPM Universitas Brawijaya, Malang .

Harijono, Estiasih, T., Sunarharum, W. B., & Rakhmita, I. S. 2010. Karakteristik Kimia Ekstrak Polisakarida Larut Air dari Umbi Gembili (Dioscorea esculenta) yang Ditunaskan. Jurnal Teknologi Pertanian , 162-169.

Harijono, Estiasih, T., Sunarharum, W. B., & Suwita, I. K. 2012. Efek Hipoglikemik Polisakarida Larut Air Gembili (Dioscorea esculenta) yang Diekstrak dengan Berbagai Metode. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan.

Herlina, & Lindriati, T. 2014. Produksi Polisakarida Larut Air dari Biji Buah Durian (Durio zibenthinus Murr.) dan Aplikasinya untuk Pangan Fungsional sebagai Hipolidemik.

Herlina, Harijono, Subagio, A., & Estiasih, T. 2013. Potensi Hipolipidemik Polisakarida Larut Air Umbi Gembili (Dioscorea esculenta L.) Pada Tikus Hiperlipidemia.

Ho, L., & N, A. 2013. Dough Mixing and Thermal Properties Including The Pasting Profiles of Composite Flour Blends with Added Hydrocolloids.

Internasional Food Research Journal , 20(2): 911-917.

ID, S., P, D., & D, G. 2010. Effects of Traditional Soaking on The Nutritional Profile of Taro Flour (Colocasia Esculenta L. Schoot) Produced in Chad.

37-42.

41

Kafilat, A. K. 2010. Physical, Function and Sensory Properties of Yam Flour

"Elubo" Obtained from Kuto Market Abeokuta. Departement of Food Science and Technology: Nigeria .

Materia Medika Batu. 2016. Determinasi Tanaman Bentul.

Mehta, R. 2009. Dietary Fibre I. AIB Internasional Technical Bulletin Vol XXXI (1): 1-7

Nurbaya, S. R., & Estiasih, T. 2013. Pemanfaatan Talas Berdaging Umbi Kuning (Colocasia esculenta (L.) Schott) Dalam Pembuatan Cookies. Jurnal Pangan dan Agroindustri , 46-55.

Nurcahya, H. 2013. Budidaya dan Cara Olah Talas untuk Makanan dan Obat.

Yogyakarta : Pustaka Baru Press

Ohashi, S., Shelso, G. J., & Moirano, A. L. 2000. Clarified Konjac Glucomanan.

US Patent: 6.162.906 .

Prabowo, A. Y., Estiasih, T., & Purwantiningrum, I. 2014. Umbi Gembili (Dioscorea esculenta L.) sebagai Bahan Pangan Mengandung Senyawa Bioaktif : Kajian Pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri , 129-135.

Richana, N., & Sunarti, T. C. 2004. Karakterisasi Sifat Fisikokimia Tepung Umbi dan Tepung Pati dari Umbi Ganyong, Suweg, Ubi Kelapa, dan Gembili.

Jurnal Pascapanen , 29-37.

Rosyida, N. 2011. Efek Hipokolesterolemik Polisakarida Larut Air dari Gadung (Dioscorea Hispida Dennst.) yang Diekstrak dengan Berbagai Metode.

Skripsi Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang.

Saputri, D. S. 2013. Pengaruh Perendaman dan Blansing Terhadap Kadar Senyawa Bioaktif dan Karakteristik Tepung Ubi Kelapa (Dioscorea alata) Jenis Kuning dan Ungu. Tesis.

42

Saputro, P. S., & Estiasih, T. 2015. Pengaruh Polisakarida Larut Air (PLA) dan Serat Pangan Umbi-umbian Terhadap Glukosa Darah : Kajian Pustaka.

Jurnal Pangan dan Agroindustri , 756-762.

Sari, R. P. 2011. Pengaruh Proporsi dan Tingkat Penambahan Ekstrak Polisakarida larut Air (PLA) Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennts.) dan Alginat Pada Pembuatan Mie Instan. Skripsi. Fakultas Teknolohi Pertanian. Universitas Brawijaya Malang .

Sumunar, S. R., & Estiasih, T. 2015. Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) sebagai Bahan Pangan Mengandung Senyawa Bioaktif ; Kajian Pustaka . Jurnal Pangan dan Agroindustri , 108-112.

Tan, S., Xu, Q., Luo, Z., Liu, Z., Yang, H., & Yang, L. 2011. Inquiry of Water-Soluble Polysaccharide Extraction Conditions from Grapefruit Skin . Scientific Research , 1090-1094.

43 LAMPIRAN

Lampiran 1. Hasil Determinasi Tanaman Bentul

44 Lampiran 2. Proses pembuatan tepung

Membersihkan bentul Mencuci bentul dengan air mengalir

Merendam dengan NaCl Mengiris bentul (1-2 mm)

Menjadikan tepung Pengeringan selama 5 jam

45 Lampiran 3. Proses ekstraksi

Pengadukan + pemanasan Sentrifuge 3000 rpm

Penambahan etanol, pengadukan 30”

Penyaringan

46

Hasil penyaringan Oven selama 500C 18 jam

PLA kering

47

Lampiran 4. Hasil Analisa Proksimat Tepung Bentul

48 Lampiran 5. Hasil Analisa Sampel 1

49 Lampiran 6. Hasil Analisa Sampel 2

50 Lampiran 7. Perhitungan rendemen

π‘…π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘’π‘π‘’π‘›π‘” =π‘‘π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™π‘‘π‘’π‘π‘’π‘›π‘”π‘¦π‘Žπ‘›π‘”π‘‘π‘–β„Žπ‘Žπ‘ π‘–π‘™π‘˜π‘Žπ‘›

total bentul Γ— 100%

π‘…π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘’π‘π‘’π‘›π‘” =1,2 kg

5 kg Γ— 100% = 24%

π‘…π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘šπ‘’π‘›π‘ƒπΏπ΄ 1 = 0,2903 g

10,0037 gΓ— 100% = 2,9%

π‘…π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘šπ‘’π‘›π‘ƒπΏπ΄ 2 = 0,9008 g

10,0073 gΓ— 100% = 9,00%

51 Lampiran 8. Diagram alir

Bentul

Pencucian dan pengupasan

Pengirisan 1-2 mm

Pengeringan (600C, 5 jam) Perendaman dengan NaCl

Tepung bentul

Penambahan Al2SO4

Penambahan aquadest panas suhu 700

Pengadukan 1 jam + pemanasan 700 Sentrifuge 3000 rpm 10’

Supernatan

Presipitasi dengan etanol (1:1)

Oven 500C 18 jam

PLA kering

Penambahan 50 mL aquades + pemanasan 850 Sentrifuge 20.000 rpm

Penyaringan Injeksi HPLC

Dokumen terkait