Bab IV : Hasil dan Pembahasan
ANALISA DAN PEMBAHASAN
D. Hasil Analisa Tambahan
Selain menganalisa hipotesa utama, peneliti juga melakukan analisa tambahan yang bertujuan mengungkap gambaran deskriptif mengenai variabel resiliensi dan tipe social support pada partisipan penelitian yang dilakukan dengan membandingkan mean empirik dan hipotetik variabel resiliensi dan tipe social support. Selanjutnya, peneliti juga melakukan kategorisasi skor resiliensi dan tipe
social support pada partisipan untuk melihat apakah partisipan tergolong pada kelompok tinggi, sedang, atau rendah.
1. Perbandingan Nilai Mean Empirik dan Hipotetik Resiliensi
Perbandingan nilai mean empirik dan hipotetik untuk variabel resiliensidisajikan dalam Tabel sebagai berikut:
75
Tabel 21. Deskripsi Skor Empirik dan Hipotetik Resiliensi Variabel Mean Empirik Mean Hipotetik
Resiliensi Mean Sd Mean Sd
101.77 12.102 87 19,33
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa mean empirik resiliensi, regulation emotion, impulse control, optimism, causal analysis, emphty, self efficacy, dan
reaching out lebih tinggi daripada mean hipotetik. Berdasarkan fakta ini dapat disimpulkan bahwa subjek dalam penelitian ini memiliki faktor-faktorresiliensiyang lebih tinggi daripada yang diperkirakan alat ukur.
2. Kategorisasi Skor Resiliensi
Berdasarkan nilai mean hipotetik skor resiliensi dapat dibuat kategorisasi subjek ke dalam kelompok tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan perhitungan sebagai berikut (Azwar, 2000):
a. Tinggi = X ≥ Mean + 1 (SD)
b. Sedang = Mean–1 (SD) ≤ X <Mean + 1 (SD) c. Rendah = X <Mean– 1 (SD)
Kategorisasi subjek berdasarkan persamaan di atas dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel 22. Kategorisasi Subjek pada Variabel resiliensi
Variabel TINGGI SEDANG RENDAH
Resiliensi 23 37 -
Berdasarkan tabel di atas, ditemukan bahwa dari 60 subjek penelitian, 23 subjek memiliki resiliensi tinggi dan 37 subjek memiliki resiliensi sedang. Subjek yang memiliki resiliensi sedang lebih banyak dibanding subjek yang memiliki resiliensi tinggi
76
3. Perbandingan Nilai Mean Empirik dan Hipotetik Social Support
Perbandingan nilai mean empirik dan hipotetik pada variabel social support disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 23. Deskripsi Mean Empirik dan Hipotetik Social Support
Variabel Mean Empirik Mean Hipotetik Esteem/emotional support 26.00 24 Informational support 22.21 18 Instrumental support 17.46 18 Companionship Support 21.28 21
Berdasarkan data di atas bisa disimpulkan bahwa mean empirik
esteem/emotional, companionshipdan informational support lebih tinggi dari pada yang diperkirakan oleh alat ukur. Sementara, instrumental support lebih rendah dari pada yang diperkirakan oleh alat ukur.
4. Kategorisasi Skor Social Support
Berdasarkan nilai mean hipotetik skor esteem/emotional, informational, instrumental dan companionship support dapat dibuat kategorisasi sampel menjadi kelompok tinggi, sedang, dan rendah. Kategorisasi tersebut tersaji dalam tabel berikut ini:
Tabel 24. Kategorisasi Subjek pada Variabel Social Support
Variabel TINGGI SEDANG RENDAH
Esteem/emotional support 8 51 1
Informational support 39 19 2
Instrumental support 3 49 8
Companionship Support 8 45 7
Berdasarkan tabel di atas bisa disimpulkan bahwa mayoritas subjek mendapatkan informational support yang lebih tinggi dibanding dukungan lain
77
yaitu 39 orang, 8 orang memiliki esteem/emotional support tinggi, 3 orang memiliki instrumental support tinggi dan 8 orang memiliki companionship yang tinggi. Selain itu ketiga support lain berada dalam kategori sedang yaitu, 51 orang dengan esteem/emotional support sedang, 49 orang dengan instrumental support
yang sedang, dan 45 orang berada dalam companionship support sedang. 19 orang memiliki informational supprt sedang. Minoritas subjek menerima support
yang rendah yaitu1 orang memiliki esteem/emotional support rendah, 2 orang
informational support rendah, 8 orang instrumental rendah dan 7 orang memiliki
companionship support rendah.
5. Gambaran Hubungan bentuk Social Support dan Faktor-faktor Pembentuk Resiliensi
Peneliti juga ingin melihat gambaran hubungan social support yang memiliki hubungan dengan faktor-faktor yang membentuk resiliensi. Sehingga resiliensi kemudian diuraikan seperti dalam tabel berikut dan dilihat hubungannya. Analisis menggunakan korelasi pearson product moment, variabel dianggap berhubungan bila memiliki signifikansi di bawah 0,05. Berikut adalah hasil analisa:
Tabel Gambaran Hubungan Bentuk Social Support terhadap Faktor-faktor Resiliensi Variabel regulasi emosi impulse control Opti-mism causal analysis emphaty self efficacy reaching out esteem/emotional support
Ada Ada X Ada Ada Ada X
informational support
Ada Ada X Ada Ada Ada Ada
companionship support
Ada X X X Ada Ada Ada
Berdasarkan tabel di atas bisa disimpulkan bahwa esteem/emotional support memiliki hubungan dengan regulasi emosi, impulse control, causal
78
analysis, emphaty dan self efficacy. Akan tetapi, esteem/emotionalsupport tidak berhubungan dengan optimism dan reaching out. Informational support memiliki hubungan dengan regulasi emosi, impulse control, causal analysis, emphaty, self efficacy dan reaching out. Akan tetapi, esteem/emotionalsupport tidak berhubungan dengan optimism. comapnionship support memiliki hubungan dengan regulasi emosi, emphaty, self efficacy dan reaching out. Akan tetapi, esteem/emotionalsupport tidak berhubungan dengan optimismimpulse control, dan
causal analysis. Optimism adalah satu-satunya faktor pembentuk resiliensi yang tidak berhubungan dengan jenis support apapun.
6. Gambaran Sebaran Bentuk Social Support dan Faktor-faktor Resiliensi
Berdasarkan hubungan bentuk social support terhadap faktor resiliensi, dibuat gambaran sebaran kategori variabel resiliensi dan social support. Adapun sebarannya adalah sebagai berikut
Tabel Gambaran kategorisasi Social support dan Faktor Resiliensi Kategorisasi variabel Resiliensi regulasi emosi impulse control causal analysis
emphaty self efficacy Reach-ing out 1.esteem /emotion al support T S R T S R T S R T S R T S R T S R T S R T 16 31 0 15 27 5 24 19 4 18 27 2 10 34 3 23 22 2 S 8 4 0 8 4 0 10 2 0 11 1 0 7 5 0 12 0 0 R 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 2. informa-tional suppo T 18 21 0 16 20 3 25 11 3 24 14 1 15 23 1 29 9 1 0 0 0 S 5 14 0 6 11 2 8 10 1 4 14 1 2 15 2 5 13 1 0 0 1 R 1 1 0 1 1 0 1 1 0 2 0 0 1 1 0 2 0 0 0 2 0 3. compa-nionship support T 8 0 0 6 2 0 6 2 0 7 1 0 3 5 0 S 15 30 0 17 25 3 11 33 1 25 18 2 7 3 5 3 R 1 6 0 0 5 2 1 4 2 4 3 0 0 7 0
79
Berdasarkan kategorisasi esteem/emotional support danresiliensi bisa dilihat bahwa nilai esteem/emotional support yang tinggi akan diikuti oleh nilai resiliensi yang tinggi dan sedang, begitu pula pada faktor yang membentuk resiliensi yaitu regulasi emosi, impulse control, causal analysisdan self efficacy
Berdasarkan kategorisasi informational support dan resiliensi bisa dilihat bahwa nilai informational support yang tinggi akan diikuti oleh nilai resiliensi yang tinggi dan sedang, begitu pula pada faktor yang membentuk resiliensi yaitu regulasi emosi, impulse control, causal analysis, self efficacy dan reaching out.Berdasarkan kategorisasi companionship support, bisa dilihat rata-rata subjek berada dalam kategori sedang, sedikit pada kategori tinggi, dan nilai companion support yang tinggi diikuiti oleh nilai resiliensi yang tinggi begitu pula faktor pembentuknya. Pada kategori sedang pun, mayoritas subjek berada dalam resiliensi dan faktor pembentuk yang tinggi dan sedang. Hanya sedikit pengecualian bagi support yang tinggi menghasilkan resiliensi dan faktor pembentuk yang kecil atau sebaliknya.
E. Gambaran Resiliensi dan Bentuk-bentuk Social Support Berdasarkan