• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENEMUAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Analisis dan Pembahasan

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yang meliputi komitmen profesional, pengalaman kerja dan dilemma etika internal auditor dalam pengambilan keputusan etis akan diuji secara statistik deskriptif seperti yang terlihat dalam tabel 4.4.

Tabel 4.4

Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

KP 82 50 77 63.56 6.515

PK 82 34 49 41.15 3.608

DEDPKE 82 45 69 59.01 5.634

Valid N

(listwise) 82

Sumber: Data primer yang diolah

Table 4.4 menjelaskan bahwa pada variabel komitmen profesional jawaban minimum responden sebesar 50 dan maksimum sebesar 77, dengan rata-rata total jawaban 63,56 dan standar deviasi sebesar 6,515. Variabel pengalaman kerja dari jawaban minimum responden sebesar 34 dan maksimum sebesar 49, dengan rata-rata jawaban sebesar 41,15 dan standar

deviasi sebesar 3,608. Variabel dilema etika dapat dijelaskan bahwa jawaban minimum sebesar 45 dan maksimum sebesar 49, dengan rata-rata total jawaban 59,01 dan standar deviasi sebesar 5,634.

2. Uji Kualitas Data

a. Uji Validitas

Pengujian ini dilakukan dengan Pearson Corelation. Pedoman suatu model dikatakan valid jika tingkat signifikansi dibawah 0,05 maka butir pernyataan tersebut dapat dikatakan valid. Tabel-tabel dibawah ini akan menunjukan hasil uji validitas.

Tabel 4.5

Hasil Uji Validitas Komitmen Profesional Pertanyaan/Pernyataan Pearson Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan KP1 0,506** 0,000 Valid KP2 0,521** 0,000 Valid KP3 0,606** 0,000 Valid KP4 0,467** 0,000 Valid KP5 0,676** 0,000 Valid KP6 0,634** 0,000 Valid KP7 0,622** 0,000 Valid KP8 0,777** 0,000 Valid KP9 0,517** 0,000 Valid KP10 0,777** 0,000 Valid KP11 0,563** 0,000 Valid KP12 0,476** 0,000 Valid KP13 0,567** 0,000 Valid KP14 0,690** 0,000 Valid KP15 0,437** 0,000 Valid KP16 0,382** 0,000 Valid

Tabel 4.5 menunjukan pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan pada variabel komitmen dapat dikatakan valid karena seluruh pertanyaan memiliki nilai signifikansi dibawah 0,05.

Tabel 4.6

Hasil Uji Validitas Pengalaman Kerja Pertanyaan/Pernyataan Pearson Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan PK1 0,507** 0,000 Valid PK2 0,770** 0,000 Valid PK3 0,556** 0,000 Valid PK4 0,674** 0,000 Valid PK5 0,674** 0,000 Valid PK6 0,298** 0,007 Valid PK7 0,451** 0,000 Valid PK8 0,580** 0,000 Valid PK9 0,408** 0,000 Valid PK10 0,540** 0,000 Valid

Sumber: Data primer yang diolah.

Tabel 4.6 menunjukan pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan pada variabel pengalaman kerja auditor internal dikatakan valid karena seluruh pertanyaan memilliki nilai signifikansi dibawah 0,05.

Tabel 4.7

Hasil Uji Validitas Dilema Etika Dalam Pengambilan Keputusan Etis Pertanyaan/Pernyataan Pearson Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan DEDPKE1 0,447** 0,000 Valid DEDPKE2 0,693** 0,000 Valid DEDPKE3 0,345** 0,000 Valid

Tabel 4.7 (Lanjutan) Pertanyaan/Pernyataan Pearson Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan DEDPKE4 0,586** 0,000 Valid DEDPKE5 0,272* 0,013 Valid DEDPKE6 0,416** 0,000 Valid DEDPKE7 0,665** 0,000 Valid DEDPKE8 0,334** 0,000 Valid DEDPKE9 0,504** 0,000 Valid DEDPKE10 0,451** 0,000 Valid DEDPKE11 0,364** 0,000 Valid DEDPKE12 0,390** 0,000 Valid DEDPKE13 0,387** 0,000 Valid DEDPKE14 0,262* 0,018 Valid DEDPKE15 0,527** 0,000 Valid

Sumber: Data primer yang diolah.

Tabel 4.7 menunjukan pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan pada variabel dilema etika dalam pengambilan keputusan etis dapat diketahui valid karena seluruh pertanyaan atau pernyataan memiliki nilai signifikansi dibawah 0,05.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten apabila dilakukan dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat ukur yang sama. Menurut Nunnaly (1976) dalam Ghozali (2005), suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach’s Alpha > 0,60. Hasil uji reliabilitas untuk variabel komitmen profesional dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut ini:

Tabel 4.8

Hasil Uji Reliabilitas Komitmen Profesional Cronbach's Alpha N of Items

.862 16

Sumber: Data primer yang diolah.

Hasil uji reliabilitas menunjukan Cronbach’s Alpha sebesar 0,862 dan dinyatakan reliabel karena nilainya lebih dari 0,60 (0,862 > 0,60). Selanjutnya uji reliabilitas untuk variabel pengalaman kerja dapat dilihat pada tabel 4.9 berikut ini:

Tabel 4.9

Hasil Uji Reliabilitas Pengalaman Kerja Cronbach's Alpha N of Items

.707 10

Sumber: Data primer yang diolah.

Hasil uji reliabilitas menunjukan Cronbach’s Alpha sebesar 0,707 dan dinyatakan reliabel karena nilainya lebih dari 0,60 (0,707 > 0,60). Selanjutnya uji reliabilitas untuk variabel dilema etika dalam pengambilan keputusan etis dapat dilihat pada tabel 4.10 berikut ini:

Tabel 4.10

Hasil Uji Reliabilitas Dilema Etika Dalam Pengambilan Keputusan Etis

Cronbach's Alpha N of Items

.692 15

Hasil uji reliabilitas menunjukan Cronbach’s Alpha sebesar 0,692 dan dinyatakan reliabel karena nilainya lebih dari 0,60 (0,692 > 0,60).

3. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Multi Kolinearitas

Uji multi kolinearitas bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya hubungan antara beberapa variabel independen atau semua variabel independen dalam model regresi. Tabel 4.11 berikut ini merupakan hasil uji multi kolinearitas.

Tabel 4.11

Hasil Uji Multi Kolinearitas

Variabel Tolerance VIF

Komitmen Profesional .961 1.040

Pengalaman Kerja .961 1.040

Sumber: Data primer yang diolah.

Berdasarkan tabel 4.11 hasil uji dapat dilihat melalui Variance Inflation Factor (VIF) masing-masing variabel independen memiliki VIF disekitar angka 1 sebesar 1,040 dengan nilai tolerance dari kedua variabel independen tersebut sebesar 0,961 yang berarti mendekati angka 1. Sehingga dapat dinyatakan bahwa variabel independen dalam model regresi ini tidak terdapat problem multi kolinearitas.

b. Uji Heterokedastisitas

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu

pengamatan ke pengamatan yang lain. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED, yang diperlihatkan pada gambar 4.1.

Sumber: Data primer yang diolah.

Gambar 4.1

Hasil Uji Heterokedastisitas Grafik Scatterplot

Gambar 4.1 menunjukan tidak terjadi heterokedastisitas karena menunjukkan data tersebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y dan tidak terdapat suatu pola yang jelas pada penyebaran data

tersebut. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model persamaan regresi, sehingga model regresi layak digunakan untuk menganalisis pengaruh komitmen profesional dan pengalaman kerja terhadap dilema etika interal auditor dalam pengambilan keputusan etis. c. Uji Normalitas

Pengujian normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi variabel independen dan variabel dependen keduanya mempunyai distribusi normal atau mendekati normal. Uji normalitas data dilakukan dengan melihat penyebaran data pada sumbu diagonal atau grafik, jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka data tersebut memenuhi asumsi normalitas. Dan jika data tidak menyebar dan tidak mengikuti garis diagonal, maka data tersebut tidak memenuhi asumsi normalitas (Ghozali, 2006:112).

Sumber: Data primer yang diolah.

Gambar 4.2

Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik P-Plot

Dari gambar diatas terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Maka model regresi ini dapat dikatakan memenuhi asumsi normalitas.

4. Uji Hipotesis

Dalam pengolahan data penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda dengan menggunakan uji t dan uji F, dimana dasar pengambilan keputusan adalah apabila signifikan lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima, sebaliknya jika lebih besar dari 0,05 maka Ha ditolak (Santoso,

2001:123). Berikut ini hasil dari output yang diberikan responden tentang penilaian atas komitmen profesional dan pengalaman kerja terhadap dilema etika internal auditor dalam pengambilan keputusan etis.

a. Uji Koefisien Determinasi

Uji ini dilakukan untuk mengukur kemampuan variabel-variabel independen yaitu: komitmen profesional, dan pengalaman kerja dalam menjalankan variasi variabel dependen, yaitu: dilema etika dalam pengambilan keputusan etis. Hasil uji koefisien determinasi disajikan dalam tabel 4.12. Tabel 4.12 Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .641a .411 .396 4.379 a. Predictors: (Constant), KP, PK

b. Dependent Variable: DEDPKE

Sumber: Data primer yang diolah.

Tabel 4.12 menunjukan bahwa nilai Adjusted R Square yang dihasilkan oleh variabel-variabel independen sebesar 0,396 yang artinya 39,6% variabel dependen dilemma etika dalam pengambilan keputusan etis dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu komitmen profesional, dan pengalaman kerja. Sedangkan sisanya sebesar 60,4% dapat

dijelaskan oleh faktor lainnya. Angka koefisien (R) sebesar 0,641 menunjukan bahwa hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen adalah kuat. Karena memiliki nilai koefisien korelasi diatas 0,5.

b. Uji Hipotesis dalam Penelitian 1) Uji t

Uji t bertujuan menguji apakah ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen yaitu pada tabel 4.13 sebagai berikut: Tabel 4.13 Hasil Uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1(Constant) 10.603 6.704 1.582 .118 KP .410 .076 .474 5.385 .000 PK .543 .138 .348 3.946 .000

a. Dependent Variable: DEDPKE Sumber: Data primer yang diolah. a) Hasil Uji Hipotesis pertama (Ha1)

Hipotesis 1 menyatakan bahwa komitmen prfesional berpengaruh secara signifikan terhadap dilema etika dalam pengambilan keputusan etis. Berdasarkan hasil uji statistik untuk variabel

bebas komitmen profesional memperlihatkan bahwa nilai signifikannya sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai Alpha 0,05 (0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas komitmen profesional secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dilema etika dalam pengambilan keputusan etis. Dengan demikian menerima Ha1 dan menolak H0.

b) Menguji Hipotesis kedua (Ha2)

Hipotesis kedua menyatakan pengalaman kerja berpengaruh secara signifikan terhadap dilema etika dalam pengambilan keputusan etis. Berdasarkan hasil uji statistik untuk variabel bebas pengalaman kerja memperlihatkan bahwa nilai signifikansinya 0,000 lebih kecil dari Alpha 0,05 (0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas pengalaman kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit, dengan demikian menerima Ha2 dan menolak H0. 2) Uji F

Uji statistik F dilakukan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen yang dimasukan kedalam variabel model regresi secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2006:149). Untuk melihat hasil uji F dapat dilihat pada tabel 4.14.

Tabel 4.14 Hasil Uji F ANOVAb

Model Sum of Squares Df

Mean Square F Sig. 1Regression 1055.847 2 527.924 27.526 .000a Residual 1515.141 79 19.179 Total 2570.988 81 a. Predictors: (Constant), KP, PK b. Dependent Variable: DEDPKE Sumber: Data primer yang diolah.

Berdasarkan tabel 4.14 terlihat bahwa nilai F hitung adalah 27,526 dengan tingkat signifikansi 0,000 karena nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) ini berarti Ha3 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa variabel komitmen profesional dan pengalaman kerja secara bersama-sama (simultan) berpengaruh secara signifikan terhadap dilema etika dalam pengambilan keputusan etis.

Dokumen terkait