ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Responden
4. Hasil Analisis Data
a. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Berikut adalah hasil analisis regresi linier berganda melalui pengolahan data menggunakan aplikasi SPSS:
Tabel V.22
Hasil analisis linier berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.143 2.597 .440 .661 K .144 .041 .295 3.516 .001 H .142 .070 .200 2.019 .046 R -.157 .060 -.227 -2.629 .010 P .167 .064 .240 2.634 .010 a. Dependent Variable: KP
Sumber: data primer diolah
Dari hasil analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :
Y= 1,143 + 0,144X1 + 0,142X2 – 0,157X3 + 0,167X4
Hasil persamaan regresi diatas menunjukkan tidak semua variabel independen berpengaruh secara positif terhadap variabel dipenden tetapi pada variabel risiko berpengaruh negatif.
b. Hasil pengujian hipotesis 1) Uji t
Uji t digunakan untuk mengetahui ada atau tidak nya pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Apabila nilai signifikansi lebih dari 0,005 ( sig < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa
variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Penjelasan hasil uji t untuk masing masing variabel adalah sebagai berikut:
a) Persepsi kemudahan
Dari hasil stastik uji t variabel persepsi kemudahan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.001 lebih kecil dari 0,05 (0,001 < 0,05), maka hipotesis Ha1 yang menyatakan bahwa “ persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk fashion secara daring” terbukti. Dengan demikian Ha1 diterima dan Ho1 ditolak. Artinya persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk fashion secara daring. Artinya adalah semakin mudah cara berbelanja daring maka semakin kuat keputusan pembelian dan sebaliknya dengan tingkat kesalahan 5%.
b) Persepsi harga
Dari hasil stastik uji t variabel persepsi harga diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.046 lebih kecil dari 0,05 (0,046 < 0,05), maka hipotesis Ha2 yang menyatakan bahwa “ persepsi harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk fashion secara daring” terbukti. Dengan demikian Ha2 diterima dan Ho2 ditolak. Artinya persepsi harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian
produk fashion secara daring. Artinya adalah semakin baik persepsi harga maka semakin kuat keputusan pembelian dan sebaliknya dengan tingkat kesalahan 5%.
c) Persepsi risiko
Dari hasil stastik uji t variabel persepsi risiko diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.010 lebih besar dari 0,05 (0,010 > 0,05), maka hipotesis Ha3 yang menyatakan bahwa “ persepsi risiko berpengaruh negatif terhadap keputusan pembelian produk fashion secara daring” terbukti. Dengan demikian Ha3 diterima dan Ho3 ditolak. Artinya persepsi risiko berpengaruh negatif terhadap keputusan pembelian produk fashion secara daring. Artinya adalah semakin besar resiko berbelanja daring maka semakin lemah keputusan pembelian dan sebaliknya dengan tingkat kesalahan 5%. d) Promosi
Dari hasil statistik uji t variabel promosi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.010 lebih kecil dari 0,05 (0,010 < 0,05), haka hipotesis Ha4 yang menyatakan bahwa “ persepsi promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk fashion secara daring” terbukti. Dengan demikian Ha4 diterima dan HO1 ditolak. Artinya promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk
akan memperkuat keputusan pembelian. Artinya adalah semakin menarik promosi berbelanja daring maka semakin kuat keputusan pembelian dan sebaliknya dengan tingkat kesalahan 5%.
2) Uji F
Uji F dilakukan untuk menganalisis pengaruh semua variabel independen yangmeliputi variabel persepsi kemudahan, persepsi harga, persepsi risiko dan promosi secara simultan terhadap keputusan pembelian produk fashion secara daring. Semua variabel independen akan dikatakan berpengaruh apabila niali signifikansinya lebih kecil dari 0,05. Uji F dilakukan dengan menggunakan SPSS dan hasil yang diperoleh sebagai beriut :
Tabel V.23 Hasil Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 252.663 4 63.166 19.093 .000a
Residual 314.297 95 3.308
Total 566.960 99
a. Predictors: (Constant), P, R, K, H b. Dependent Variable: KP
Dari hasil pengujian, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000. Oleh karena itu , nilai signifikansi lebih kecil daripada 0,05 (0,000 < 0,05), maka Ha5 yang menyatakan bahwa “persepsi kemudahan, persepsi harga, persepsi risiko dan promosi secara simultan terhadap keputusan pembelian produk
fashion secara daring” terbukti. Dengan demikian Ha5 diterima dan Ho5 ditolak. Artinya, persepsi kemudahan, persepsi harga, persepsi risiko dan promosi secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk fashion secara daring. 3) Koefisiens Determinasi
Koefisien Diterminasi digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel terhadap variabel dependen. Darianalisis koefisien determinasi diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel V.24
Hasil Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .668a .446 .422 1.819 a. Predictors: (Constant), P, R, K, H
Sumber: data primer diolah
Berdasarkan tabel V.22, diperoleh nilai Adjusted R squre sebesar 0,422. Artinya sumbangan pengaruh variabel independen
yang terdiri dari variabel persepsi kemudahan, persepsi harga, persepsi risiko dan promosi terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian produk fashion secara daring adalah sebesar 42,2%, sedangkan sisanya sebesar 57,8% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain di luar variabel yang disebut dalam penelitian ini.
5. Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel persepsi kemudahan, persepsi harga, persepsi risiko dan promosi terhadap keputusan pembelian produk fashion secara daring.penelitian ini dilakukan di Yogyakarta yang sudah berbelanja daring minimal dalam waktu 3 bulan terakhir. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 100 responden, diambil secara acak dibeberapa tempat di Yogyakarta.
a. Uji hipotesis 1 menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis data pada regresi statistik t yakni pada tabel V.22 menunjukkan persepsi kemudahan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk fashion secara daring yang dapat dilihat dari nilai sig. pada variabel persepsi kemudahan. Hal ini menjelaskan bahwa jika persepsi kemudahan semakin baik, maka keputusan pembelian produk fashion semakin kuat. Hasil penelitian ini juga selaras dengan teori yang ditulis oleh Wijaya (2012) yang mengatakan bahwah kemudahan merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap belanja secara daring. Penelitian ini menunjukkan bahwa
kemudahan dianggap merupakan faktor yang utama dalam berbelanja daring, hal ini dikarenakan secara umum responden yang berbelanja produk secara daring lebih ingin praktis dan efisien secara waktu dan tenaga sehinga kemudahan merupakan alasan utama para konsumen untuk berbelanja secara daring. Karena berbelanja daring bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja secara 24 jam non-stop dengan menggunakan gadget baik smartphone maupun laptop yang hampir semua orang punya. Selain itu berbelanja daring juga sangat mudah untuk menemukan barang yang kita inginkan, tidak perlu jalan capai-capai tinggal mengetik keyword barang yang kita inginkan dengan begitu semua akan muncul pada layar gadget jadi konsumen bisa langung pilih mana yang mereka inginkan.
b. Uji hipotesis 2 menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis data pada regresi statistik t yakni pada tabel V.22 menunjukkan persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk
fashion secara daring yang dapat dilihat dari nilai sig. pada variabel
persepsi harga. Hal ini menjelaskan bahwa jika persepsi harga semakin baik, maka keputusan pembelian produk fashion semakin kuat. Peter dan Olson (2008) berpendapat bahwa persepsi harga berkaitan dengan bagaimana informasi tentang harga. Persepsi konsumen tentang harga merupakan anggapan atau pandangan konsumen tentang harga yang di tetapkan oleh perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informasi harga yang didapatkan
konsumen sebelum melakukan berbelanja secara daring adalah bagus. Produsen atau toko daring memberikan informasi harga tentang produk yang dijual dengan baik dan sesuai bagaimana keadaan produk tersebut dan hal itu dapat diterima oleh konsumen dengan baik pula sehingga hal tersebut membuat persepsi konsumen tentang harga juga baik.
c. Uji hipotesis 3 menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis data pada regresi statistik t yakni pada tabel V.22 menunjukkan persepsi risiko berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk fashion secara daring yang dapat dilihat dari nilai sig. pada variabel persepsi risiko. Hal ini menjelaskan bahwa jika persepsi risiko semakin tinggi, maka keputusan pembelian produk fashion semakin lemah. Hal ini dikarenakan secara umum responden yang berbelanja daring menyakini bahwa berbelanja daring memiliki risiko yang tinggi baik dari segi keamanan barang ataupun kualitas barang yang mereka beli di toko daring. Meskipun banyak toko daring yang memberikan jaminan keamanan tinggi ini tidak membuat para konsumen toko daring serta merta langsung berminat berbelanja di toko daring apalagi untuk calon konsumen toko daring yang baru akan berbelanja untuk pertama kali pasti kekhawatiran akan ketidaksesuaian produk atau keamanan produk sangatlah tinggi. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zhang et al. (2012) yang menyimpulkan Risiko tersebut
merupakan kombinasi dari ketidakpastian dengan kemungkinan hasil yang akan didapat. Beberapa penulis telah mengamati bahwa persepsi risiko memiliki efek negatif pada perilaku belanja di Internet. Persepsi risiko ini menjadi berpengaruh negatif karena risiko membeli secara daring mungkin terkait dengan hasil negatif yang tidak ditemukan dalam perdagangan tradisional, seperti ketidakmampuan konsumen untuk menghargai kualitas produk secara langsung, kurangnya kontak pribadi dengan penjual, kecemasan dan stres bagi konsumen yang tidak merasa nyaman menggunakan internet, tidak adanya interaksi dan kontak sosial dengan orang lain, dan keamanan pembayaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi risiko berpengaruh negatif terhadap keputusan pembelian produk fashion secara daring.
d. Uji hipotesis 4 menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis data pada regresi statistik t yakni pada tabel V.22 menunjukkan promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk
fashion secara daring yang dapat dilihat dari nilai sig. pada variabel
promosi. Hal ini menjelaskan bahwa jika promosi yang dilakukan semakin bagus, maka keputusan pembelian produk fashion akan semakin kuat. Grewal dan Levy (2008) berpendapat bahwa Promosi merupakan komunikasi yang dilakukan oleh pemasar untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan pembeli potensial akan produk atau jasa untuk mempengaruhi opini pembeli dan
memperoleh respon dari pembeli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kegitan promosi yang dilakukan oleh toko daring secara keseluruhan berhasil, karena dapat toko daring dapat mengkomunikasikan produknya dan dapat membujuk konsumen untuk melakukan kegiatan pembelian pada produk tersebut.
Berdasarkan tabel V.24 diperoleh nilai R2sebesar 0,422, hal tersebut menunjukkan besar sumbangan variabel independen yaitu persepsi kemudahan, persepsi harga, persepsi risiko dan promosi terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian produk
BAB VI PENUTUP
A. Simpulan
Pada penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apakah persepsi kemudahan, persepsi harga, persepsi risiko dan promosi berpengaruh terhadap minat beli konsumen di toko daring baik secara parsial ataupun secara simultan. Adapun hasil dari penelitian ini setelah dilakukan seluruh pengujian adalah sebagi berikut :
1. Presepsi kemudahan berpengaruh positif pada keputusan pembelian produk fashion secara daring.
2. Presepsi harga berpengaruh positif pada keputusan pembelian produk
fashion secara daring.
3. Presepsi risiko berpengaruh negatif pada keputusan pembelian produk
fashion secara daring.
4. Promosi berpengaruh positif pada keputusan pembelian produk
fashion secara daring.
5. Persepsi kemudahan, persepsi harga, persepsi risiko dan promosi berpengaruh secara bersama-sama pada keputusan pembelian produk
fashion secara daring.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemudahan, harga, dan promosi dalam berbelanja secara daring sangat membantu konsumen untuk mendapatkan produk yang diinginkanya, sehingga dapat menimbulkan
minat beli terhadap suatu produk khususnya dalam hal ini produk fashion. Persepsi risiko berpengaruh negatif terhadap keputusan pembelian para konsumen toko daring dikarenakan tidak ada jaminan pasti dari toko daring terhadap barang yang dibeli untuk sampai di tangan konsumen dengan selamat.
B. Saran
Berdasarkan hasil yang diperoleh daripenelitian ini, maka dapat dinerikan saran sebagai berikut:
1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kemudahan memiliki pengaruh positif pada keputusan pembelian produk fashion secara daring dari penelusuran dalam penelitian unsur yang masih bisa ditingkatkan adalah “interaksi konsumen dengan toko daring jelas dan mudah dipahami” oleh karena itu penulis menyarankan untuk menyediakan customer service (CS) pada setiap toko daring, agar kegiatan iteraksi atau komunikasi antara penjula dan konsumen toko daring dapat dengan mudah dilakuhkan.