BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Hasil Analisis Data
Berdasarkan hasil penelitian bahwa empat subyek penelitian pernah mengalami konflik yang serius. Satu dari empat subyek yaitu SA bisa menyelesaikan konflik dengan baik melalui proses yang lama dan cukup rumit. Subyek keempat yaitu SD berbeda dengan subyek yang lain. SD mengalami dua konflik yang serius, satu bisa diselesaikan dengan baik dan satu tidak terselesaikan dengan baik karena alasan tertentu yaitu adanya perpindahan tiba-tiba. Dua subyek lain yaitu SB, dan SC tidak bisa menyelesaikan konfliknya dengan tuntas.
SA mengalami tiga bentuk konflik yaitu lateral open conflict,
lateralclose conflict dan superordinate open conflict. Bentuk penyelesaian
konflik yang digunakan SA dalam menyelesaikan konflik yang dialaminya cukup bervariasi. Adapun bentuk penyelesaian konflik yang dilakukan oleh SA adalah berunding (negotiating), menyesuaikan (accomodating),
menghadapi (confronting), kerjasama (colaborating), memperlunak
(smooting), kompromi (compromising), dan menarik diri (withdrawal).
Satu dari tujuh bentuk penyelesaian konflik sering digunakan SA untuk menyelesaikan tiga jenis konfliknya yaitu berunding (negotiating).
Melihat cara-cara penyelesaian konflik yang digunakan oleh SA yang cukup bervariasi dan melibatkan kedua belah pihak bahkan melibatkan pihak yang ketiga, memungkinkan subyek bisa menyelesaikan
konfliknya dengan baik. SA bisa menyesuaikan bentuk penyelesaian konflik dengan jenis konflik yang dihadapi. Apabila konflik yang dialami SA menuntut penyelesaian negosiasi, SA menggunakan negosiasi. Hal ini bisa dilihat dari hasil data yang diperoleh saat wawancara yaitu pada baris 85-91, 307-323 dan 380-384.
Subyek yang kedua yaitu SB tidak bisa menyelesaikan konfliknya. Apakah yang menyebabkan suster ini tidak bisa menyelesaiakn konfliknya dengan baik? Dari hasil penelitian, konflik yang dialami oleh suster ini adalah superordinate close conflict dan superordinate open conflict. Dari
dua jenis konflik ini yang paling dominan adalah superordinate open
conflict. Dalam menyelesaikan konflik yang terjadi, SB menggunakan
lima cara yaitu menghindari (avoiding), menghadapi (confronting),
berunding (negotiating), kerjasama (collaborating) dan menarik diri
(withdrawal). dari cara penyelesaian konflik yang digunakan oleh SB
dapat dilihat bahwa SB lebih cenderung tidak melibatkan teman konflik atau orang lain.
Penyelesaian konflik yang paling sering digunakan oleh SB adalah menghindari (avoiding). Menghindari (avoiding) berarti berusaha
menjauhi teman konflik dengan alasan karena takut mengalami konflik. Adanya sikap menghindar berarti tidak memberikan peluang untuk menyelesaikan konflik baik kepada diri sendiri maupun kepada teman konflik. Namun dalam kasus SB, menghindar bukan berarti tidak memberikan peluang kepada teman konflik untuk menyelesaikan konflik.
SB menghindar karena pada awal terjadi konflik, SB sudah melakukan cara yang melibatkan teman konflik yaitu dengan cara berunding (negotiating), menghadapi (confronting), dan kerja sama (collaborating).
Hal ini bisa dilihat dari hasil wawancara pada no106-112, 128-130, 144-151 dan 156-159. Selain itu berdasarkan hasil observasi peneliti pada saat pengambilan data, bahwa SB memang memiliki kesungguhan untuk menyelesaikan konflikya yang terlihat dari cara dia menceritakan bagaimana pengalaman konflik yang dia alami.
Usaha SB untuk menyelesaikan konflik berhenti karena melihat reaksi teman konflik SB yang tidak menunjukkan hal yang positif. Hal ini menjadikan subyek semakin terdorong untuk menghindar (avoiding) dan
menarik diri (withdrawal) dari konflik yang dialami. Melihat jenis konflik
yang dialami SB yaitu superordinate open conflict dan superordinate
close conflict berarti SB berhadapan dengan atasan. Sebagaimana menurut
penjelasan SB bahwa teman konfliknya berpengaruh dalam proses penilaian SB apakah kaul kekal atau tidak. Jadi subyek berusaha menghindar dan menarik diri dari masalah atau konflik yang dihadapi karena SB berhadapan dengan atasan.
Ketidakberhasilan SB dalam menyelesaikan konflik yang dihadapi tidak menjadikannya mandeg dalam menjalani panggilan. SB tetap bisa melihat hal positif yang bisa dijadikan sebagai penyemangat dalam perjalanan panggilan sebagai suster. Biarpun pada saat mengalami konflik SB sempat mengalami putus asa dan ingin keluar dari biara akan tetapi SB
tidak sempat mengambil keputusan yang salah. Hingga akhirnya SB dengan berani dan mantap untuk mengucapkan kaul kekalnya. Bagi SB konflik yang hanya diselesaikan oleh perpindahan menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam perjalanan panggilan dan hidup berkomunitas.
Subyek ke tiga yaitu SC tidak bisa menyelesaikan konflik dengan baik. Jenis konflik yang dialami oleh SC ada dua yaitu superordinate close
conflict dan superordinate open conflict. Dari dua jenis kinflik ini yang
paling dominan dialami SC adalah superordinate close conflict. Dalam
proses penyelesaian konflik, SC melakukan cara-cara yang cukup bervariasi yaitu menyesuaikan (accomodating), berunding (negotiating),
menguasai (forcing), memperlunak (smooting), menghindar, (avoiding)
menarik diri (withdrawal), bersaing (competiting) dan kompromi
(compromising). Dari delapan penyelesaian konflik yang paling sering
digunakan SC adalah menyesuaikan (accomodating. Menyesuaikan berarti
berusaha melihat kondisi konflik yang dihadapi dengan cara pandang positif. Dengan memiliki cara pandang yang positif memungkinkan sedikit terjadinya suatu konflik. Akan tetapi apabila sudah berada dalam situsi konflik cara pandang yang positif ini harus dibarengi dengan adanya keterbukaan diantara orang yang berkonflik. Adanya keterbukaan berarti orang akan berunding atau kompromi dalam melihat konflik yang dihadapi.
Dalam menyelesaikan konflik keterbukaan antar kedua belah pihak sangatlah penting. Keterbukaan yang dimaksud adalah kedua belah pihak
yang berkonflik bisa saling memperjelas, saling bercerita mengenai masalah yang sedang dihadapi. Akan tetapi dalam kasus SC, keterbukaan antar dua pihak ini kurang terlihat oleh peneliti. SC berusaha untuk mengetahui apa sebenarnya yang menjadi penyebab mereka berkonflik yaitu dengan cara bertanya kepada pasangan konfliknya. Usaha SC tidak mendapat respon yang mendukung terselesainya konflik. Hal ini bisa terlihat dari hasil wawancara pengambilan data yaitu pada nomor 128-130 dan 162-169. Karena tidak mendapat respon yang baik dan kurang bisa melihat hasil yang positif SC menjadi memakluni teman konfliknya, tapi bukan berarti konflik diantara mereka selesai. Mereka berhenti dalam konflik karena adanya proses perpindahan, baik SC maupun pasangan konfliknya.
Subyek ke empat yaitu SD mengalami konflik yang serius ada dua kali. Satu dari konflik ini bisa diselesaiakan dengan baik dan satu tidak bisa diselesaikan dengan baik. Jenis konflik yang dialami oleh SD ada tiga yaitu superordinate close conflict, superordinate open conflict dan lateral
close conflict. Dari tiga jenis konflik ini yang paling sering dialami oleh
SD adalah superordinate close conflict dan lateral close conflict.
Penyelesaian konflik yang sering digunakan oleh SD cukup beraneka ragam yaitu menghindari (avoiding), menarik diri (withdrawal),
memperlunak (smooting), kerjasama (collaborating), menyesuaikan
(accomodating), dan menghadapi (confronting). Dari beberapa cara
digunakan oleh SD yaitu menghindari (avoiding) dan memperlunak
(smoothing).
Pada dasarnya SD bisa menyelesaikan konfliknya dengan baik. Hal ini terlihat dari konflik kedua yang dialami oleh SD bisa diselesaikan dengan baik. Berbeda dengan konflik yang pertama yang belum terselesaikan dengan baik. Ada pun faktor yang menyebabkan tidak terselesaikan konflik pertama adalah karena adanya proses perpindahan yang terjadi pada SD dan pasangan konfliknya. Menurut SD sendiri konfliknya tidak terselesaikan dengan baik karena belum ada kesempatan untuk memperbaiki atau menyelesaikan. Namun dari pihak SD sendiri sangat yakin akan bisa menyelesaikan konfliknya tanpa ada perpindahan yang tiba-tiba.
BK PK BK PK BK PK BK PK 12 Lateral open conflict 11 Lateral close conflict 4 Superordinate open conflict 9 Berunding (negotiating) 3 Menyesuaikan (accomodating) 1 Menghadapi (confronting) 1 Kerjasama (colaborating) 1 Memperlunak (smooting) 4 Menyesuaikan (smooting) 4 Memperlunak (smooting) 3 Kompromi (compromising) 3 Menarik diri (withdrawal) 2 Kerjasama (colaborating) 2 Berunding (negotiating) 2 Menghadapi (confronting) 1Mengahadapi (confonting) 3Berunding (negotiating) 13 Superordinate close con-flict 4 Superordinate open con-flict 11 Menghindari (avoiding) 2 Menghadapi (confronting) 1 Berunding (negotiating) 1 Kerjasama (collaborating) 1 Menarik diri (Withdrawal) 4 Menghadapi (confronting) 16 Superordinate close con-flict 4 Superordinate open con-flict 9 Menyesuaikan (accomodating) 1 Berunding (negotiating) 1 Menguasai (dominating) 1 Memperlunak (smooting) 1 Menghindari (avoiding) 1 Menarik diri (withdrawal) 2 Bersaing atau bertanding (competiting) 2 Menyesuaikan (accomodating) 1 Menghindar (avoiding) 1 Kompromi (compromising) 9 Superordinate close con-flict 9 Lateral close conflict 4 Superordinate open con-flict 3 menghindari (avoiding) 1 menarik diri (withdrawal) 1 memperlunak (smooting) 1 kerjasama (collaborating) 3 memperlunak (smooting) 1 menghindari (withdrawal) 1 menyesuaikan (accomodating) 1 memperlunak (smooting) 1 menghadapi (confronting) 1 kerjasama (collaborating
Kesimpulan Analisis Data
Berdasarkan hasil analisi data yang sudah dipaparkan di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk konflik yang paling mendominasi oleh ke tiga subyek yakni subyek SB, SC, dan subyek SD adalah superordinate close
conflict. Subyek SA lebih didominasi oleh lateral open conflict dan lateral
close conflict. Dari beberapa bentuk konflik, ada satu bentuk konflik yang
ke empat subyek mengalaminya yaitu superordinate open conflict.
Dari keseluruhan bentuk konflik yang dialami oleh subyek, penyelesaian konflik yang sama-sama digunakan oleh keempat subyek adalah bentuk penyelesaian konflik menarik diri (withdrawal). Secara
umum untuk masing-masing subyek penyelesaian konflik yang sering dilakukan berbeda-beda antara keempat subyek. SA yang lebih dominan adalah beruding (negotiating), SB adalah menghindari (avoiding), SC
adalah menyesuaikan (accomodating), dan SD adalah menghindari
(avoiding) dan memperlunak (smooting).