• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Hasil Analisis Data Kuantitatif

4.1.1.2 Gambaran Tingkat Self Esteem Siswa Kelas VIII-G Setelah Diberikan Perlakuan

Post-test diberikan setelah selesainya kegiatan konseling sehingga akan diketahui bagaimana perubahan masalah self esteem rendah siswa sebelum dan sesudah konseling. Di bawah ini akan dijabarkan hasil post-test sebagai berikut:

Tabel 4.3

Hasil Post-test Tingkat Self Esteem Siswa Setelah Diberi Perlakuan No. Kode Responden Post-test Skor % Kategori 1. S-1 226 77,9% Tinggi 2. S-2 227 78,3% Tinggi 3. S-3 225 77,6% Tinggi 4. S-4 224 77,2% Tinggi 5. S-5 225 77,6% Tinggi 6. S-6 226 77,9% Tinggi

Sumber: Data yang diolah

Keterangan : S-1 dst : Kode Klien,

Kategori: Sangat Tinggi (84,1% sampai 100%) Tinggi (68,1% sampai 84,0%) Sedang (52,1% sampai 68%) Rendah (36,1% sampai 52%) Sangat Rendah (20,0% sampai 36%)

Berdasarkan hasil post test pada enam klien pada tabel 4.3 dapat disimpulkan bahwa keenam klien setelah mendapat perlakuan berupa layanan konseling realitas, enam klien mengalamai peningkatan self esteem dengan rata-rata nilai 77,75% yang termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil post test diatas, dapat diketahui bahwa nilai persentase mengalami peningkatan, yaitu dari 38,7% menjadi 77,75%. Peningkatan nilai persentase ini sebesar 39,05%. Sebelum diberi perlakuan berupa konseling realitas dapat diketahui bahwa nilai persentasenya adalah 38,7%.

Nilai persentase sebesar 38,7% tersebut dapat diartikan bahwa keenam klien mengalami self esteem rendah. Self esteem rendah ini dapat dilihat dari adanya indikator-indikator self esteem rendah yaitu sering sulit menemukan hal-hal yang positif dalam tindakan yang mereka lakukan, cenderung kurang berani mengambil risiko, mereka cenderung kurang menghargai keberhasilan yang mereka raih, mereka merasa rendah diri ketika berhadapan dengan orang lain,

mereka cenderung tidak termotivasi oleh keinginan untuk memperbaiki diri, mereka kurang puas dan kurang berbahagia dengan hidupnya, kurang mampu menyesuaikan diri, mudah putus asa, cenderung menyalahkan diri sendiri dan sering melakukan self-talk yang negatif.

Setelah dilakukan treatment berupa konseling realitas diketahui bahwa nilai persentase mengalami peningkatan menjadi 77,75% yang termasuk dalam kategori tinggi. Peningkatan nilai persentase self esteem pada keenam siswa dapat dimaknai bahwa gejala-gejala seperti sering sulit menemukan hal-hal yang positif dalam tindakan yang mereka lakukan, cenderung kurang berani mengambil risiko, cenderung kurang menghargai keberhasilan yang mereka raih, merasa rendah diri ketika berhadapan dengan orang lain, cenderung tidak termotivasi oleh keinginan untuk memperbaiki diri, kurang puas dan kurang berbahagia dengan hidupnya, kurang mampu menyesuaikan diri, mudah putus asa, cenderung menyalahkan diri sendiri sudah mulai berkurang dalam diri siswa.

Hasil post test tingkat self esteem pada tiap indikator dapat dilihat melalui tabel 4.4 di bawah ini:

Tabel 4.4

Hasil Post-test Tingkat Self Esteem Setelah Diberi Perlakuan Pada Tiap Indikator

No. Indikator Kode Responden

Rata-rata Kategori S-1 S-2 S-3 S-4 S-5 S-6

1. Mampu menemukan hal-hal yang positif dalam tindakan yang dilakukan

69% 74% 66% 69% 71% 74% 70,5% Tinggi 2. Berani mengambil resiko 80% 77% 80% 80% 83% 77% 79,5% Tinggi 3. Menghargai keberhasilan

yang diraih 80% 77% 83% 80% 80% 77% 79,5% Tinggi

4. Memandang dirinya sama dan sederajat dengan orang lain

5. Cenderung termotivasi oleh keinginan untuk memperbaiki diri

77% 83% 74% 77% 74% 80% 77,5% Tinggi 6. Puas dan berbahagia

dengan hidup 80% 83% 80% 83% 80% 80% 81% Tinggi

7. Mampu menyesuaikan diri 83% 77% 80% 74% 77% 77% 78% Tinggi 8. Memiliki

perasaan-perasaan yang positif 83% 77% 80% 80% 77% 77% 79% Tinggi 9. Mampu

mempertanggungjawabkan kegagalan

74% 77% 74% 77% 77% 80% 76,5% Tinggi Sumber: Data yang diolah

Keterangan : S-1 dst : Kode Klien,

Kategori: Sangat Tinggi (84,1% sampai 100%) Tinggi (68,1% sampai 84,0%) Sedang (52,1% sampai 68%) Rendah (36,1% sampai 52%) Sangat Rendah (20,0% sampai 36%)

Berdasarkan hasil post test tingkat self esteem siswa setelah diberi perlakuan konseling realitas pada tiap indikator pada tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa pada indikator mampu menemukan hal-hal yang positif dalam tindakan yang dilakukan termasuk dalam kategori tinggi, hal ini berarti bahwa klien sudah mulai memiliki keyakinan akan kemampuan dirinya, klien memiliki keyakinan untuk melakukan hal-hal yang baik, klien berusaha tepat waktu dalam mengumpulkan tugas/ PR, klien berusaha untuk dapat mengatur waktu antara belajar, sekolah, dan aktivitas lainnya, mandiri dalam mengerjakan tugas/ PR dan ulangan, berkonsentrasi di kelas setelah diberikan konseling realitas.

Pada indikator berani mengambil resiko termasuk dalam kategori tinggi, hal ini berarti setelah klien diberikan konseling realitas klien mampu untuk memfokuskan fikiran ketika berbicara di depan kelas, tidak gemetar saat berhadapan dengan guru secara langsung, mampu bergaul secara terbuka dengan

teman sekolah, melu untuk meminta bantuan orang lain dalam belajar tetapi lebih memilih mencontek.

Pada indikator menghargai keberhasilan yang diraih termasuk dalam kategori tinggi, hal ini berarti setelah klien diberikan konseling realitas klien berusaha untuk lebih menghargai keberhasilan yang diraih dan tidak putus asa dan tidak menyalahkan diri sepenuhnya apabila mengalami kegagalan.

Pada indikator memandang dirinya sama dan sederajat dengan orang lain termasuk dalam kategori tinggi, hal ini berarti setelah klien diberikan konseling realitas klien aktif di kelas, memiliki keinginan untuk berkompetisi, berani mengemukakan pendapat karena takut salah.

Pada indikator cenderung termotivasi oleh keinginan untuk memperbaiki diri termasuk dalam kategori tinggi, hal ini berarti setelah klien diberikan konseling realitas klien berusaha untuk mencoba menjadi lebih baik dari hal yang dipelajari dan dilakukan, memiliki semangat dalam mengikuti kegiatan belajar di kelas, memperhatikan guru mengajar dengan baik, bertanggung jawab terhadap tugas, berusaha untuk mengerjakan tugas/ PR dan ulangan secara mandiri tidak bergantung dengan contekan teman atau buku.

Pada indikator puas dan berbahagia dengan hidup termasuk dalam kategori tinggi, hal ini berarti setelah klien diberikan konseling realitas klien mampu memahami dan menerima keadaan hidupnya dan tidak melakukan hal negatif yang merugikan diri.

Pada indikator mampu menyesuaikan diri termasuk dalam kategori tinggi, hal ini berarti setelah klien diberikan konseling realitas klien berusaha membuka

diri dan bergaul secara terbuka dengan teman sekelas. Dan pada indikator memiliki perasaan-perasaan yang positif juga termasuk dalam kategori tinggi, hal ini berarti setelah klien diberikan konseling realitas klien tidak mudah menyerah jika menghadapi kesulitan, klien memahami bahwa penting untuk bekerja keras dalam belajar, klien yakin bahwa dirinya mampu melakukan hal yang lebih baik dari siswa lain di kelas, klien memiliki optimisme.

Pada indikator mampu mempertanggungjawabkan kegagalan termasuk dalam kategori rendah, hal ini berarti setelah klien diberikan konseling realitas klien mampu menghargai dirinya, klien membiasakan diri untuk tidak melakukan self talk negatif.

4.1.1.3 Perbedaan Tingkat Self Esteem Siswa Sebelum dan Setelah Diberikan