• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

EVALUATION: Mengevaluasi

4.1.2.1.2 Klien II (IP) .1 Pertemuan 1

Pada pertemuan 1 dalam konseling ini terjadi tahap involvement yakni tahap pembinaan hubungan baik (rappot) dan assessment yang merupakan tahap pengidentifikasian masalah. Pertemuan 1 dalam konseling dilaksanakan pada hari

Rabu, 16 Januari 2013, pukul 09.30-10.00 WIB. Untuk lebih jelasnya disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 4.14

Proses Konseling Klien IP pada Pertemuan 1 Tahap Konseling

Realitas Evaluasi Proses Konseling

Perkembangan Klien dan UCA INVOLVEMENT Membina hubungan baik dengan klien sehingga terjadi keakraban, empatik dan keterbuakaan antara konselor dan konseli.

Dalam tahapan ini dilakukan:

1. Pembinaan hubungan baik (rapport), pada awal pembicaraan Klien diajak membahas topik netral.

2. Klien dijelaskan definisi, tujuan, azas-azas dan tata cara konseling.

3. Terjadi kesepakatan atau kontrak waktu.

4. Sebelum proses konseling dimulai diawali dengan berdoa.

5. Klien kembali ditanyakan mengenai kesiapannya dalam mengikuti proses konseling.

6. Klien mengungkapkan perasaannya saat mengikuti proses konseling. 7. Klien mengungkapkan masalah apa

yang sedang ia hadapi saat ini.

- Understanding: Klien mengerti maksud dan tujuan dari

konseling. - Comfort:

Klien merasa senang ada yang mau membantu mengatasi masalahnya walaupun masih agak sedikit canggung dalam berinteraksi.

- Action:

Klien akan terbuka dan sukarela untuk

menceritakan masalah yang dihadapinya

Dari hasil konseling pertemuan 1, dapat dievaluasi bahwa klien memahami apa makna konseling dan tujuannya. Meskipun klien sempat merasa bingung dan canggung saat mengikuti proses konseling awal, namun klien merasa senang karena ia menyadari bahwa dengan mengikuti konseling ini dapat membantunya

menghadapi masalah yang ia hadapi saat ini. Klien memiliki harapan bahwa dapat terbantu dan terselesaikan masalah yang dialaminya akibat pengabaian orang tuanya.

4.1.2.1.2.2 Pertemuan ke-2

Pada pertemuan ke-2 dalam konseling ini memasuki tahap wants and needs yaitu eksplorasi keinginan, kebutuhan dan persepsi klien terhadap kebutuhan dan keinginannya.Pertemuan ke-2 dalam konseling dilaksanakan pada hari Senin, 21 Januari 2013, pukul 11.30 – 12.00 WIB. Pada pertemuan ke-2 ini, klien mengungkapkan semua kebutuhan dan keinginannya. Untuk lebih jelasnya disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 4.15

Proses Konseling Klien IP pada Pertemuan ke-2 Tahap

Konseling Realitas

Evaluasi Proses Konseling Perkembangan Klien dan UCA

WANTS AND NEEDS Pada tahap ini klien diajak untuk mengungkapkan segala kebutuhan dan keinginan klien.

Pada pertemuan yang kedua ini dilakukan:

1. Konselor bersama klien

memperdalam rapport sehingga klien dapat lebih nyaman mengikuti proses konseling. 2. Klien diajak untuk

mengungkapkan kebutuhan dan keinginannya selama ini. 3. Klien mengungkapkan segala

kebutuhan dan harapannya mencakup segala aspek, mulai terhadap ayah dan ibunya, teman-teman dan guru di sekolahnya.

- Understanding:

Klien memahami bahwa segala kebutuhannya selama ini belum terpenuhi.

- Comfort:

Klien merasa senang dapat memahami kebutuhannya. - Action:

Klien akan berusaha lebih terbuka dalam mengikuti proses konseling berikutnya agar permasalahannya cepat teratasi.

Dari hasil konseling pertemuan ke-2, diketahui penyebab utama permasalahan klien. Pada pertemuan ini klien mengungkapkan kebutuhannya

sebagai seorang anak yang menginginkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya namun belum dapat terpenuhi karena ayah dan ibunya terlalu sibuk bekerja. Klien jarang memiliki waktu yang berkualitas dengan ayah dan ibunya. Klien jarang atau bahkan tidak pernah berkomunikasi dengan orang tuanya. Keadaan klien ini menjadi sumber masalah bagi pemikiran, sikap dan perasaan klien.

4.1.2.1.2.3 Pertemuan ke-3

Pada pertemuan ke-3 dalam konseling ini yaitu melanjutkan tahap wants and needs dan membuat kesepakatan komitmen (getting comitment). Pertemuan ke-3 dalam konseling dilaksanakan pada hari Rabu, 23 Januari 2013, pukul 13.00– 13.35 WIB. Pada pertemuan ke-3 ini, klien diajak untuk mendiskusikan kebutuhan, keinginan dan persepsi kebutuhannya tersebut menurut dirinya sendiri. Setelah klien memahami kebutuhan dan keinginannya maka klien diajak untuk berkomitmen. Untuk lebih jelasnya disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 4.16

Proses Konseling Klien IP pada Pertemuan ke-3 Tahap

Konseling Realitas

Evaluasi Proses Konseling Perkembangan Klien dan UCA WANTS AND NEEDS (lanjutan) Mendiskusikan kebutuhan dan keinginan klien serta persepsi klien terhadap kebutuhannya untuk kemudian klien diajak untuk membuat

Pada pertemuan ini, melanjutkan tahap sebelumnya yang belum selesai. 1. Klien diajak untuk mendiskusikan

kebutuhan dan keinginannya. 2. Klien mengutarakan persepsinya

terkait kebutuhannya.

3. Klien membuat komitmen sebagai usaha untuk memenuhi

kebutuhannya.

Komitmen tersebut meliputi:

1. Klien berusaha untuk mempercayai bahwa dirinya memiliki kemampuan

2. Klien berusaha untuk

- Understanding: Klien memahami bahwa kebutuhannya yang terhambat menjadikan sumber permasalahan. Klien memahami komitmen yang ia buat adalah usaha dalam memenuhi kebutuhannya dan menyelesaikan masalahnya. - Comfort:

komitmen dalam rangka

pemenuhan kebutuhannya.

menumbuhkan semangat belajar dan terus memperbaiki diri

3. Klien berusaha untuk bisa menghadapi kenyataan bahwa keadaan orang tuanya dan hal tersebut tidak seharusnya membuatnya menjadi orang yang memiliki self esteem rendah.

4. Klien berusaha untuk tidak merasa rendah diri dan menarik diri dari pergaulan.

5. Klien membangkitkan kemauan yang keras karena dengan kemauan dapat dikatakan merupakan fondasi pertama dan utama untuk membangun kepribadian yang kuat, termasuk self esteem tinggi.

6. Klien harus berpikir positif dan menyingkirkan pikiran negatif dalam membangun self esteem tinggi.

apakah bisa melaksanakan komitmennya. - Action:

Klien akan berusaha menjalankan

komitmennya.

Hasil konseling tahap ini yaitu klien sudah bisa berkomitmen untuk melaksanakan perjanjian yang sudah disepakati bersama. Klien diberikan kesempatan untuk melaksanakan komitmennya. Klien terlihat lebih santai dalam mengikuti proses konseling. Saat membuat komitmen, klien terihat ragu untuk melaksanakannya. Namun konselor meyakinkan klien bahwa ia dapat melaksanakan komitmen tersebut.

4.1.2.1.2.4 Pertemuan ke-4

Pada pertemuan ke-4 dalam konseling ini yaitu memasuki tahap direction and doing yaitu menanyakan klien apa saja tindakan yang sudah dilakukan klien dalam memenuhi kebutuhannya guna menyelesaikan permasalahannya. Konseling ini dilakukan pada hari Senin, 28 Januari 2013 pukul 12.50-13.20 WIB . Untuk lebih jelasnya disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 4.17

Proses Konseling Klien IP pada Pertemuan ke-4 Tahap

Konseling Realitas

Evaluasi Proses Konseling Perkembangan Klien dan UCA DIRECTION AND DOING Eksplorasi tahap ini dilakukan untuk mengetahui apa saja yang telah dilakukan klien guna mencapai kebutuhannya..

Pada tahap ini, klien diminta untuk mengutarakan usaha apa saja yang sudah dilakukan klien dalam memenuhi kebutuhannya agar permasalahannya bisa terselesaikan.

1. Klien mengungkapkan telah mulai menjalankan komitmennya namun belum optimal, yaitu usahanya untuk menumbuhkan semangat belajar dan terus memperbaiki diri.

2. Klien mengakui jika kendala dalam menjalankan komitmen tersebut adalah rasa malas dalam diri klien. Klien mengaku masih sering terpengaruh oleh teman-temannya sehingga usaha untuk memperbaiki diri masih dirasa susah oleh klien. Klien juga menjelaskan apabila mengingat bahwa orang tuanya tidak memberikan perhatian, tidak

memberikan kasih sayang, tidak mempedulikan prestasinya di sekolah membuat klien tidak memiliki semangat belajar.

- Understanding: Klien memahami bahwa dirinya sudah berusaha menjalankan komitmen, dan itu perlu usaha yang keras

.

- Comfort:

Klien merasa bersalah karena belum optimal dalam menjalankan komitmennya. - Action:

Klien akan berusaha untuk menjalankan komitmennya agar masalahnya segera terselesaikan.

Hasil konseling dan observasi menunjukkan bahwa pada pertemuan ke-4 ini klien menunjukkan beberapa perubahan dari komitmen yang telah disepakati bersama. Perubahan yang dilakukan oleh klien sudah cukup bagus walaupun belum bisa maksimal tetapi klien telah menyadari sumber permasalahannya dan bagaimana cara untuk mengatasinya. Klien akan menjaga jarak dengan teman-temannya yang memiliki perngaruh negatif terhadap dirinya.

Pada pertemuan ke-5 diadakan evaluasi diri klien (self evaluation) dengan menanyakan perkembangan klien dalam melaksanakan komitmennya. Pertemuan ke-5 konseling dilaksanakan pada hari Kamis, 31 Januari 2013 pukul 12.50 – 13.20 WIB. Pada pertemuan ke-5 ini, kegiatan yang dilakukan yaitu mengevaluasi hasil pelaksanaan lanjutan dari komitmennya tersebut. Untuk lebih jelasnya disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 4.18

Proses Konseling Klien IP pada Pertemuan ke-5 Tahap

Konseling Realitas

Evaluasi Proses Konseling Perkembangan Klien dan UCA SELF EVALUATION: Mengevaluasi keefektifan usaha atau tindakan klien dalam memenuhi kebutuhannya.

Pada tahap evaluasi diri ini, klien diminta untuk mengevaluasi apa yang selama ini sudah dilakukan, hasil dalam menjalankan komitmennya.

Tindakan yang sudah dilakukan klien dalam memenuhi kebutuhannya untuk menyelesaikan masalahnya yaitu menjalankan komitmennya:

1) Memahami kesibukan orang tuanya. Klien memahami bahwa kesibukan yang selama ini dijalani kedua orang tuanya adalah semata-mata untuk mencukupi kebutuhan hidup dan keperluan anak-anaknya.

2) Menerima kondisi atau keadaan orang tuanya. Klien telah memahami keadaan orang tuanya. Tidak ada manfaat positif jika klien terus menerus memperdebatkan kesibukan orang tuanya. Untuk itu klien berusaha lapang menerima dan memahami kondisi orang tuanya. 3) Mengambil sisi positif dari

permasalahan ini. Klien menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri, memikirkan masa depan sehingga tidak melakukan hal yang dapat merugikan dirinya.

4) Klien berusaha untuk membuka diri

- Understanding: Klien memahami bahwa dirinya sudah lebih baik. Klien dapat mengevaluasi apa yang sudah ia lakukan dalam usahanya untuk mengatasi

permasalahannya. - Comfort:

Klien merasa senang karena sudah bisa

memahami dirinya secara lebih baik karena

pemikiran dan sikap klien terhadap permasalahannya kini telah berubah. Klien termotivasi untuk berubah lebih baik.

- Action:

Klien berjanji akan melanjutkan pelaksanaan komitmennya.

agar dapat bergaul dengan teman-teman sekelasnya.

5) Klien membangkitkan kemauan yang keras karena dengan kemauan dapat dikatakan merupakan fondasi pertama dan utama untuk membangun kepribadian yang kuat, termasuk self esteem tinggi.

6) Klien harus berpikir positif dan menyingkirkan pikiran negatif dalam membangun self esteem tinggi.

Hasil konseling dan observasi pada pertemuan ke-5 ini, klien menunjukkan beberapa perubahan dari komitmen yang telah disepakati bersama. Keinginan klien untuk berubah membuat klien bersemangat dalam melanjutkan pelaksanaan komitmennya.

4.1.2.1.2.6 Pertemuan ke-6

Pada pertemuan ke-6 adalah pertemuan terakhir karena pada pertemuan ini dibahas tahapan yang terakhir dilakukan yaitu Rencana dan Tindakan (planning). Konseling dilakukan pada hari Senin, 11 Februari 2013 pada pukul 09.50-10.20 WIB. Di tahap ini konselor bersama klien membuat rencana tindakan terakhir yang diperlukan guna membantu klien memenuhi keinginan dan kebutuhannya.Untuk lebih jelasnya disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 4.19

Proses Konseling Klien IP pada Pertemuan ke-6 Tahap

Konseling Realitas

Evaluasi Proses Konseling Perkembangan Klien dan UCA

PLANNING