METODOLOGI PENELITIAN
4.2 Hasil Analisis Data .1 Reduksi Data
Berdasarkan observasi, wawancara, studi literatur, dan studi kompetitor ditemukan data yang telah dijelaskan di sub bab sebelumnya, maka selanjutnya dilakukan proses reduksi data untuk mendapatkan inti atau hasil akhir dari data yang didapat.
1. Observasi
a. Produk kampung manik-manik kaca merupakan satu-satunya
produk didunia yang berbahan baku limbah kaca atau daur ulang kaca dan dibuat secara handmade (buatan tangan). Hal ini yang membuat produk manik-manik kaca berbeda dari manik-manik pasar pada umumnya, selain itu karena desainnya yang
membutuhkan kreatifitas dan selalu berbeda dari satu produk dan produk lainnya.
b. Adanya dukungan dari dinas pemerintahan untuk memajukan dan
mengembangkan kampung manik-manik kaca dengan mengikutkan 1-2 UKM untuk event atau pameran dan ikut mempromosikan melalui media promosi cetak maupun online dan fasilitas yang dibutuhkan.
c. Kualitas tidak kalah saing dengan produk pesaing (tidak diragukan
lagi), karena kampung manik-manik kaca sudah mendistribusikan produknya hingga ke luar negeri (Italia, Belanda, Amerika) secara berkala.
d. Wisatawan lokal maupun turis mancanegara yang datang juga bisa
mendapatkan edukasi mengenai proses pembuatan manik-manik kaca dan cara merangkai manik-manik kaca menjadi kalung, gelang, dan lain-lain.
2. Wawancara
a. Dinas pemerintahan membantu dalam hal pembinaan, pelatihan
manajemen pengrajin dan pengusaha manik-manik kaca serta memfasilitasi dengan memberangkatkan 1-2 UKM setiap ada event atau pameran serta legalitas ijin usaha per-UKM.
b. Dengan adanya rencana pembangunan rest area di Desa Plumbon
Gambang pada tahun 2019 dengan mendirikan sebuah toko pusat kerajinan manik-manik kaca, produk kampung manik-manik kaca
bisa diingat masyarakat menjadi sebuah oleh-oleh yang wajib di beli jika berkunjung di Kabupaten Jombang,
c. Dalam hal mempromosikan kampung manik-manik kaca belum
digunakan secara maksimal dan tidak adanya identitas visual yang mewakili kampung manik-manik kaca sehingga membuat masyarakat khususnya Jawa Timur tidak mengetahui kampung manik-manik kaca.
d. Wisatawan yang berkunjung rata-rata wanita dewasa yang gaya
hidupnya sosialita, berusia 21 tahun hingga kurang lebih 40 tahun dan berprofesi sebagai pegawai negeri atau swasta. Membeli kerajinan manik-manik kaca dengan tujuan agar tampil modis serta untuk souvenir (oleh-oleh).
3. Dokumentasi
Dari hasil dokumentasi yang telah didapat, beberapa media promosi seperti yang telah ditampilkan dan dijelaskan pada sub-bab sebelumnya. Terlihat bahwa penggunaan media sosial maupun cetak belum di maksimalkan dan dari segi desain berubah-ubah karena masih belum mempunyai identitas sehingga mempengaruhi semua media yang digunakan (tidak konsisten).
4. Studi Kompetitor
Dari data yang telah diperoleh, Kampung Coklat Blitar adalah wisata edukasi berbasis alam seperti budidaya tanaman kakao, dari pembibitan hingga proses pengolahan biji kakao menjadi olahan berbagai varian coklat namun dari data yang diperoleh logo dari Kampung Coklat Blitar belum menunjukkan
karakteristik dari identitas Kampung Coklat Blitar tersebut. Serta adanya kemiripan logo dengan perusahaan lain dari segi visual pohonnya. Untuk potensi keunggulan dari Kampung Coklat Blitar dari segi penjualan biji kakaonya yang sudah sampai ke Mancanegara seperti Afrika, Amerika, Benua Eropa dan produk olahan coklatnya yang sudah menyebar hingga seluruh Indonesia.
4.2.2 Model Data / Penyajian Data
Berdasarkan hasil reduksi data observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka dan studi kompetitor maka disajikan hasil data sebagai berikut :
1. Keunikan dari kampung manik-manik kaca adalah kerajinan manik-manik
kaca yang berbahan utama limbah kaca atau daur ulang dan dibuat secara
handmade (buatan tangan), beragam corak dan bentuk dibuat berbeda
sehingga produk yang dibuat selalu berbeda dari produk lainnya. Kualitas yang dihasilkan pun tidak diragukan lagi karena sudah didistribusikan hingga ke luar negeri (Italia, Belanda, Amerika) secara berkala.
2. Untuk mempromosikan produk kampung manik-manik kaca, dinas
pemerintahan telah membantu dan memfasilitasi dengan memberangkatkan 1-2 UKM untuk ikut event atau pameran.
3. Sebagai upaya untuk mengenalkan kampung manik-manik kaca dan
produknya, kampung manik-manik kaca melakukan pengembangan dalam hal rencana pembangunan toko pusat manik-manik kaca yang akan berlokasi di Desa Plumbon Gambang dengan tujuan memperkenalkan kampung manik-manik kaca kepada wisatawan yang berkunjung.
4. Konsumen atau wisatawan yang membeli produk kampung manik-manik kaca berusia 21 tahun hingga 40 tahun yang rata-rata berprofesi sebagai pegawai negeri atau swasta dengan tujuan ingin tampil modis atau sekedar untuk oleh-oleh (souvenir).
4.2.3 Penarikan Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka dan studi kompetitor. Maka dapat disimpulkan bahwa kampung manik kaca memiliki keunggulan sebagai satu-satunya manik-manik didunia yang terbuat dari limbah kaca atau daur ulang kaca dengan kualitas yang bagus sehingga bisa didiistribusikan hingga keluar negeri dan keunikan lainnya dari segi corak dan bentuk yang berbeda. Kampung manik-manik kaca mempromosikan produknya apabila ada event atau pameran, konsumen dari kampung manik-manik kaca adalah wanita dewasa yang berusia 21 tahun hingga 40 tahun dengan rata-rata berprofesi sebagai pegawai negeri atau swasta.
Dengan merancang sebuah identitas visual beserta pengaplikasiannya ke dalam media promosi merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan kampung manik-manik kaca kepada masyarakat khususnya Jawa Timur dan dapat mengoptimalkan atau memaksimalkan dalam hal penjualan maupun media promosi sehingga tidak kalah saing dengan pesaing.
Dengan adanya identitas visual seperti elemen gambar maupun warna yang ditampilkan diharapkan masyarakat akan aware sehingga tertarik dan
mengenal kampung manik-manik kaca di Desa Plumbon Gambang Kabupaten Jombang.
4.3 Segmentasi, Targeting, Positioning (STP) 1. Segmentasi
a. Geografis
Negara : Indonesia
Wilayah : Jawa Timur
Iklim : Tropis
b. Demografis
Usia : 21 hingga 40 tahun (Dewasa)
Jenis Kelamin : Perempuan
Status Keluarga : Menikah
Pendidikan : Perguruan Tinggi (Sarjana/Diploma)
Profesi : Pegawai Negeri atau swasta
Kelas Sosial : Menengah hingga ke atas (Kelas B)
2. Psikografis
a. Gaya Hidup : seseorang yang ingin tampil modis atau
fashionable, Seseorang yang mengkoleksi dan menyukai
manik-manik untuk aksesoris.
b. Kepribadian : seseorang yang gaya hidupnya sosialita, suka
3. Targeting
Target yang dituju dari perancangan identitas visual Kampung Manik-Manik Kaca di Gudo ini adalah wanita dewasa yang berusia 21 hingga 40 tahun, seseorang yang ingin tampil modis atau fashionable, seseorang yang menyukai aksesoris berbahan manik dan sebagai salah satu oleh-oleh Jombang kepada masyarakat yang berkunjung atau traveller.
4. Positioning
Positioning adalah strategi komunikasi untuk menempatkan produk, peusahaan, individu, merek atau apa saja dalam alam pikiran mereka sehingga khalayak memiliki penilaian tertentu (Morissan, 2010:72). Maka positioning dianggap sangat penting karena merupakan sebuah tindakan dalam menempatkan produk di benak konsumen.
Kampung manik-manik kaca sebagai satu-satunya kerajinan yang terbuat dari limbah kaca atau daur ulang kaca dengan kualitas yang tidak diragukan lagi dan distribusinya yang sampai keluar negeri dilakukanlah sebuah perancangan identitas visual berdasarkan keunikannya yang dapat mewakili sebuah image perusahaan agar wisatawan khususnya Jawa Timur tertarik dengan kampung manik-manik kaca dan masyarakat dari berbagai daerah atau wilayah dapat mengenal kampung manik-manik kaca di Kabupaten Jombang.