TINJAUAN PUSTAKA
2.6 Identitas Visual
Identitas visual merupakan sebuah gambaran yang mewakili perusahaan tersebut dalam bentuk logo maupun elemen visual. Menurut Rainisto (2009) berpendapat bahwa identitas memungkinkan sebuah tempat menjadi berbeda dari tempat lain yang menjadi pesaingnya.
Identitas yang ditampilkan secara konsisten akan memberi gambaran pada public bahwa entitas (barang/jasa, organisasi/perusahaan, tempat/daerah, dsb) tersebut konsekuen dan professional, dari situ diharapkan dapat meningkatkan
brand awareness dan brand image positif di benak masyarakat (Surianto Rustan,
2009:54). Sedangkan menurut Heskett (2002:125) identitas visual merupakan sebuah ungkapan ekspresi visual yang ditampilkan secara sistematis dan dapat
menunjukkan citra usaha. Tidak hanya itu, identitas dapat berupa usaha seseorang, organisasi maupun sebuah bangsa dalam menciptakan image yang bertujuan untuk membentuk persepsi seseorang terhadap mereka.
Secara sederhana identitas visual terdiri dari beberapa elemen atau atribut di dalamnya, mulai dari pemilihan nama sebagai langkah awal, logo, tipografi, warna khas, serta images atau elemen gambar pendukung yang termasuk disini adalah foto, artworks, infographics. Menurut Alicia Perry dan David Wisnom (2002:18) Dalam bukunya Before the Brand: Creating the Unique DNA of an
Enduring Brand Identity, menegaskan bahwa identitas visual memiliki 4 tujuan :
1. Untuk menghidupkan merk tersebut dengan memberikan karakter dan
kepribadian terhadapnya
2. Meningkatkan pengenalan publik akan merk tersebut
3. Membuat merk tersebut berbeda diantara pesaing
4. Menggabungkan segala perbedaan ke dalam satu kesatuan gaya dan
feeling
2.6.1 Logo
Munculnya logo sudah ada sejak jaman dahulu yang sering disebut simbol atau lambang, yang digunakan sebagai pembeda atau identitas dari kelompok satu dengan kelompok lain (Didit Widiatmoko Suwardikum, 2009). Berdasarkan
Oxford Dictionaries, logo adalah sebuah simbol atau desain kecil lainnya yang
diadopsi oleh sebuah organisasi untuk mengidentifikasi produk, seragam, maupun kendaraannya. Logo merupakan singkatan dari logotype, istilah yang muncul pada
tahun 1810-1840 yang diartikan sebagai tulisan nama yang khusus dirancang menggunakkan teknik lettering atau memakai jenis huruf tertentu.
Dapat disimpulkan bahwa logo menggambarkan atau mewakili visualisasi sebuah produk atau perusahaan. Logo yang di gambarkan juga harus mampu mendeskripsikan bagaimana perusahaan atau produk tersebut, logo juga merupakan bagian dari marketing karena yang dilihat pertama kali oleh konsumen atau pembeli adalah logonya.
Berikut ini merupakan fungsi logo menurut John Murphy dan Michael Rowe (1998) yaitu :
1. Fungsi identifikasi
Untuk mencitrakan logo dapat mudah diingat serta mengidentifikasi latar belakang dari perusahaan.
2. Sebagai pembeda
Logo sebagai pembeda produk dan layanan yang diberikan satu dengan yang lain.
3. Sebagai komunikasi
Logo sebagai pemberi informasi kepada konsumen atau masyarakat akan keaslian, nilai dan kualitas produk.
4. Memberi nilai tambah
Dengan adanya logo dan merek maka produk dapat mudah dikenal serta masyarakat lebih menghargai keberadaannya.
5. Sebagai aset berharga
Jika produk telah terdaftar maka dapat dijadikan jaminan sebagai kualitas produk yang dilindungi oleh undang-undang.
6. Mempunyai kekuatan hukum
Jika produk telah terdaftar maka dapat dijadikan jaminan sebagai kualitas produk yang dilindungi oleh undang-undang.
Menurut David E. Carter pakar corporate identity menyatakan dalam buku
The Big Book Of Logo jilid 1, 2 dan 3 dari Amerika, pertimbangan tentang logo
yang baik itu harus mencakup beberapa hal sebagai berikut :
1. Original dan Destinctive atau memiliki nilai kekhasan, keunikan dan daya
pembeda yang jelas.
2. Legible atau memiliki tingkat keterbacaan yang cukup tinggi meskipun
diaplikasikan pada berbagai media dan ukuran.
3. Simple atau logo dimengerti dalam waktu yang singkat
4. Memorable atau logo memiliki keunikan sehingga logo sapat diingat
dalam waktu yang relatif lama.
5. Easily associated with the company atau logo yang baik akan lebih mudah
untuk diasosiasikan dengan jenis usaha atau citra perusahaan.
6. Easily adabtable for all graphic media, pemilihan warna dan bentuk fisik
yang tepat akan mempermudah logo diaplikasikan diberbagai media. Menurut Adi Kusrianto (2007:240-243) unsur bentuk logo dapat dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu :
1. Logo dalam bentuk alphabetical
Logo yang terdiri dari bentuk huruf-huruf atau menggambarkan bentuk huruf dan kombinasi dari bentuk huruf.
2. Logo dalam bentuk konkret
Bentuk konkret misalnya bentuk manusia (seseorang tokoh, wajah, bentuk tubuh yang menarik), bentuk binatang, peralatan, maupun benda yang lain.
3. Bentuk abstrak, polygon, spiral, dsb
Logo kelompok ini memiliki elemen-elemen yang merupakan bentuk abstrak, bentuk geometri, spiral, busur, segitiga, bujursangkar, polygon, titik, garis, panah, gabungan bentuk-bentuk lengkung dan bentuk ekspresi 3 dimensi.
4. Simbol, nomor, dan elemen lain
Bentuk-bentuk yang sudah dikenal untuk menggambarkan sesuatu seperti hati, tanda silang, dsb.
2.6.2 Tagline / Slogan
Slogan merupakan bentuk penyampaian informasi atau pemberitahuan dan slogan biasanya ditulis dengan kalimat pendek yang menarik, singkta, mudah diingat dan persuasi yang memiliki tujuan untuk menegaskan sebuah pemikiran atau prinsip, bahkan slogan juga merupakan perkataan atau kalimat pendek yang menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu ideology, organisasi, dan partai politik (Hasan Alwi, 2003:108). Sedangkan menurut Nuradi, Kridalaksana, Noeradi, Utorodewo, Indrati (1996) Tagline adalah kalimat singkat sebagai penutup teks inti yang menyimpulkan secara
singkat tujuan komunikasi suatu iklan. Penggunaan tagline bermanfaat untuk memperkuat kemampuan iklan dalam mengeksekusi (mencapai sasarannya) yaitu mempengaruhi konsumen untuk menggunakkan produk yang diiklankan.
Dari beberapa sumber diatas, dapat disimpulkan bahwa tagline adalah kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat oleh konsumen yang bertujuan untuk menjelaskan atau menonjolkan sebuah keunggulan suatu produk tertentu kepada masyarakat.
2.6.3 Graphic Standard Manual ( GSM )
Graphic Standart Manual adalah suatu metode yang diterapkan dalam
sebuah perancangan media komunikasi sebagai acuan visual identity secara sistematis dan terstruktur dalam menempatkan corporate identity pada setiap media komunikasi yang dibutuhkan (Sugeng Widada, 2008:92), dapat disimpulkan bahwa Graphic Standart Manual adalah sebuah petunjuk atau peraturan bagaimana logo, warna, layout, dan sebagainya digunakan dalam mengatur kekonsistenan pada berbagai media dan pengaplikasianya pada media promosi.
Menurut putrasun (2011) ada beberapa bagian penting yang terdapat dalam penyusunan sebuah Graphic Standart Manual, antara lain :
1. Makna logo
2. Logo hitam putih
3. Logo grayscale
5. Clear Space
6. Area
7. Tipografi
8. Elemen visual
9. Layout penerapan identitas