• Tidak ada hasil yang ditemukan

KelasVSDN 7 Gandeng Enrekang

A. Hasil Penelitian

1. Hasil Analisis Deskriptif

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Tabel 4.1 Statistik Skor Hasil Belajar IPS Siswa Sebelum Diberikan Perlakuan (Pretest)

Statistik Nilai statistik

Subjek 42

Skor Ideal 100

Skor Maksimum 100

Skor Minimum 40

Rentang Skor 60

Skor Rata-rata 54,76

Standar deviasi 29,29

Variansi 858,27

Sumber: Data Olah Lampiran D (Pretest)

Apabila skor hasil belajar IPS siswa dikelompokkan kedalam lima kelas interval skor, maka diperoleh distribusi dan frekuensi skor hasil belajar IPS sebelum diberi perlakuan seperti ditunjukkan pada tabel 4.2 berikut:

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar IPS Siswa Sebelum Diberikan Perlakuan (Pretest)

No. Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

1 0≤×≤59 Sangat Rendah 9 21,42

2 59<×≤69 Rendah 24 57,15

3 69<×≤79 Sedang 0 0

4 79<×≤89 Tinggi 8 19,04

5 89<×≤100 Sangat Tinggi 1 2,38

Jumlah 42 100

Sumber: Departemen Pendidikan Nasional (Ayu Lestari: 2014)

xv

Berdasarkan tabel 4.1 dan tabel 4.2 menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar IPS siswa pada pembelajaran sebelum diberikan perlakuan (pretest) adalah sebesar 54,76. Skor tertinggi yang dicapai siswa adalah 100,00 dan skor terendah 40,00, dengan standar deviasi sebesar 29,29 dari skor ideal 100 berada pada kategori “sangat rendah”. Hal ini berarti pada umumnya siswa yang menjadi unit penelitian skor pelajaran IPSnya tergolong sangat rendah. Selanjutnya untuk melihat persentase ketuntasan belajar IPS siswa sebelum diberi perlakuan (pretest) dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut:

Tabel 4.3 Deskripsi Ketuntasan Belajar IPS Siswa Sebelum Diberikan Perlakuan (Pretest)

Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

0 ≤×≤70 Tidak Tuntas 33 78,57

70 ≤×≤100 Tuntas 9 21,42

Jumlah 42 100

Sumber: SDN 7 Gandeng Enrekang

Berdasarkan tabel 4.3 digambarkan bahwa kriteria seorang siswa dikatakan tuntas belajar apabila memperoleh skor paling rendah 70. Dari tabel tersebut terlihat bahwa jumlah siswa yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan individu adalah sebanyak 33 orang atau 78,57% dari jumlah keseluruhan siswa, sedangkan tidak ada siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan individu dari jumlah keseluruhan siswa. Berdasarkan deskripsi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar IPS siswa kelas V SDN SDN 7 Gandeng Enrekang sebelum diterapkan pendekatan Quantum Learning masih banyak siswa yang tidak mencapai tingkat ketuntasan belajar.

xvi

2). Data Hasil Posttest

Skor hasil belajar IPS siswa setelah diberikan perlakuan atau setelah diterapkan pendekatan Quantum Learning (posttest) pada siswa kelas V SDN 7 Gandeng Enrekang disajikan secara lengkap pada lampiran d.

Selanjutnya berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap skor hasil belajar IPS siswa setelah diberikan perlakuan (posttest) ditunjukkan seperti pada tabel 4.4 berikut:

Tabel 4.4 Statistik Skor Hasil Belajar IPS Siswa Setelah Diberikan Perlakuan (Posstest)

Statistik Nilai statistik

Subjek 42

Skor Ideal 100

Skor Maksimum 100

Skor Minimum 60

Rentang Skor 40

Skor Rata-rata 79,52

Standar deviasi 13,44

Variansi 180,72

Sumber: Data Olah Lampiran D (Posttest)

Selanjutnya jika skor hasil belajar IPS siswa dikelompokkan kedalam lima kategori (interval kelas), maka diperoleh distribusi frekuensi dengan persentase seperti yang ditunjukkan pada tabel 4.5 berikut:

xvii

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar IPS Siswa Setelah Diberikan Perlakuan (Posttest)

No. Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

1 0≤×≤59 Sangat Rendah 0 0

2 59<×≤69 Rendah 10 23,80

3 69<×≤79 Sedang 0 0

4 79<×≤89 Tinggi 23 54,76

5 89<×≤100 Sangat Tinggi 9 21,42

Jumlah 42 100

Sumber: Departemen Pendidikan Nasional (Ayu Lestari: 2014)

Berdasarkan tabel 4.4 dan tabel 4.5 menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar IPS siswa setelah diberikan perlakuan (posttest) adalah sebesar 79,52.

Skor tertinggi yang dicapai siswa adalah 100 dan skor terendah 60,00, dengan standar deviasi sebesar 13,44 dari skor ideal 100 berada pada kategori “sedang”.

Hal ini berarti pada umumnya siswa yang menjadi unit penelitian skor IPSnya tergolong sedang.

Selanjutnya untuk melihat persentase ketuntasan belajar IPS siswa setelah diberi perlakuan (posttest) dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut:

Tabel 4.6 Deskripsi Ketuntasan Belajar IPS Siswa Setelah Diberikan Perlakuan (Posttest)

Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

0 ≤×≤70 Tidak Tuntas 10 23,80

70 ≤×≤100 Tuntas 32 76,19

Jumlah 42 100

Sumber: SDN 7 Gandeng Enrekang

xviii

Berdasarkan tabel 4.6 digambarkan bahwa kriteria seorang siswa dikatakan tuntas belajar apabila memperoleh skor paling rendah 70. Dari tabel tersebut terlihat bahwa jumlah siswa yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan klasikal adalah sebanyak 10 orang atau 23,80% dari jumlah keseluruhan siswa, sedangkan siswa yang telah memenuhi kriteria ketuntasan klasikal adalah sebanyak 33 orang atau 76,19% dari jumlah keseluruhan siswa. Berdasarkan deskripsi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar IPS siswa kelas V SDN 7 Gandeng Enrekang.setelah diterapkan pendekatanQuantum Learning hampir semuanya mencapai tingkat ketuntasan belajar.

3). Komparasi Tingkat Hasil Belajar IPS Siswa

Dari pembahasan diatas, apabila disajikan dalam tabel akan terlihat jelas perbedaan skor rata-rata hasil tes sebelum dilaksanakan perlakuan (pretest) dan skor rata-rata hasil tes setelah dilaksanakan perlakuan (posttest), yang ditunjukkan pada tabel 4.7 berikut:

Tabel 4.7 Distribusi Hasil Belajar IPS Siswa Pretest dan Posttest

Nilai Statistik Statistik

Pretest Posttest

Ukuran Sampel 42 42

Skor Tertinggi 100 100

Skor Terendah 40 60

Skor Ideal 100 100

Rentang Skor 60 40

Skor Rata-rata 54,76 79,52

xix

Standar Deviasi 29,29 13,44

Variansi 858,27 180,72

Sumber: Data Olah Lampiran D

Dari tabel 4.7 diatas digambarkan bahwa skor rata-rata hasil tes siswa setelah dilaksanakan pendekatan Quantum Learning (posttest) lebih tinggi yaitu 79,52 dengan rentang skor 40 dibanding dengan sebelum dilakanakan pendekatan Quantum Learning (pretest) yaitu 54,76 dengan rentang skor 60.

b. Deskripsi Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa

Data hasil pengamatan aktivitas siswa kelas VSDN 7 GandengEnrekang dengan menggunakan pendekatan Quantum Learning selama dua kali pertemuan disajikan secara lengkap pada lampiran d.

Selanjutnya berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap hasil pengamatan aktivitas siswa dengan menggunakan pendekatan Quantum Learning selama dua kali pertemuan ditunjukkan pada tabel 4.8 berikut:

Tabel 4.8 Hasil Analisis Data Observasi Aktivitas Siswa

No. Pertemuan Ke- Rata- Persentase

Komponen yang diamati

rata (%)

II III

Siswa yang mengikuti kegiatan

1 42 42 42 100

pembelajaran

Siswa yang memperhatikan

2 35 42 38,5 91,66

penjelasan guru.

3 Siswa yang memperlihatkan 37 42 40,5 96,42

xx

kesungguhan dalam mengerjakan tugas

4 Siswa yang aktif pada saat

39 22 40,83 97,21

pembelajaran berkelompok.

Siswa yang mengajukan pertanyaan

5 mengenai materi yang belum 38 41 41,41 98,59 dipahami

Siswa yang menjawab pertanyaan

6 yang diberikan oleh guru dan 32 24 34 80,95 temannya

Siswa yang memberikan bantuan

7 kepada teman kelompok yang 41 42 41 97,61 mengalami kesulitan

Siswa yang memberanikan diri

8 mempersentasikan hasil kerja 36 31 38,58 91,85 kelompoknya di depan kelas

Siswa yang menanggapi pada saat

9 25 30 27,5 65,47

diskusi

10 Siswa yang mengerjakan (PR) 35 42 38,5 91,66

Siswa yang masih membutuhkan

11 bimbingan dalam mengerjakan 42 41 41 97,61 tugas-tugas yang diberikan

12 Siswa yang mengerjakan aktivitas 22 37 25,08 59,71

xxi

lain di kelas, selama proses pembelajaran berlangsung.

Rata-rata 89,06

Berdasarkan tabel 4.8 tentang hasil analisis data observasi aktivita siswa dari pertemuan II sampai pertemuan III menunjukkaan bahwa:

a. Persentase siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran sebesar 100%.

b. Siswa yang memperhatikan penjelasan guru sebesar 91,66%.

c. Persentase Siswa yang memperlihatkan kesungguhan dalam mengerjakan tugas sebesar 96,42%.

d. Persentase Siswa yang aktif saat pembelajaran berkelompok sebesar 97,21%.

e. Persentase siswa yang mengajukan pertanyaan mengenai materi yang belum dipahami 98,59%.

f. Persentase siswa yang menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru dan temannya 80,95%.

g. Persentase siswa yang memberikan bantuan kepada teman kelompok yang mengalami kesulitan sebesar 97,61%.

h. Persentase Siswa yang memberanikan diri mempersentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas sebesar 91,85%.

i. Persentase siswa yang menanggapi pada saat diskusi sebesar 65,47%.

j. Persentase siswa yang mengerjakan (PR) sebesar 91,66%.

k. Persentase siswa yang masih membutuhkan bimbingan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sebesar 97,61%.

xxii

l. Persentase siswa yang mengerjakan aktivitas lain di kelas, selama proses pembelajaran berlangsung sebesar 59,71%.

Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas siswa dengan menggunakan pendekatan Quantum Learning selama dua kali pertemuan dinyatakan dalam persentase seperti yang terlihat pada tabel 4.8.Hasil analisis data aktivitas aktif siswa pada komponen (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8), (9) dan (10) diperoleh rata-rata 91,10% sedangkan hasil analisis data aktivitas pasif siswa pada komponen (11) dan (12) diperoleh rata-rata 78,66%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aktivitas aktif siswa lebih besar dibanding aktivitas pasif siswa. Hal ini berarti bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran melalui pendekatan Quantum Learningtergolong aktif.

Sesuai dengan Kriteria yang ditetapkan untuk menyatakan bahwa aktivitas siswa terlihat aktif melalui pendekatan Quantum Learningadalah apabila sekurang-kurangnya 75% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Sedangkan berdasarkan hasil pengamatan seperti yang tertera pada tabel 4.8 menunjukkan bahwa rata-rata persentase aktivitas siswa selama proses pembelajaran melalui pendekatan Quantum Learningsekitar 91,10%, Hal ini menunjukkan bahwa siswa aktif dalam pembelajaran melalui pendekatan Quantum Learning.

c. Deskripsi Hasil Pengamatan Aktivitas Guru

Data hasil pengamatan aktivitas guru selama proses pembelajaran melalui pendekatan Quantum Learning selama dua kali pertemuan disajikan secara lengkap pada lampiran d.

xxiii

Selanjutnya berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap hasil pengamatan aktivitas guru dalam proses pembelajaran melalui pendekatan Quantum Learning selama dua kali pertemuan ditunjukkan pada tabel 4.9 berikut:

Tabel 4.9 Hasil Analisis Data Observasi Aktivitas Guru

Pertemu

Aspek Pengamatan Rata-

an Ke- Kategori

rata

II III

1 2 3 4 5

Kegiatan Awal

a. Memulai rangkaian pembelajaran

4 4 4,00 Sangat Baik

dengan memberi salam

b. Mempersiapkan kondisi peserta didik

4 3 3,5 Sangat Baik

dalam keadaan siap untuk belajar

c. Mengecek kehadiran peserta didik 4 4 4,00 Sangat Baik

d. Menyampaikan tujuan pembelajaran 4 3 3,5

e. Memotivasi siswa dengan memberi

penjelasan tentang pentingnya 4 4 4,00 Sangat Baik

mempelajari materi ini

f. Guru memberikan arahan agar siswa lebih aktif dalam proses belajar serta

3 4 3,5 Sangat Baik

mampu mengkonstruksikan

pengetahuan yang telah dimilikinya

xxiv

dengan apa yang mereka pelajari.

Kegiatan Inti

a. Guru meminta siswa menyimak

4 4 4,00 Sangat Baik

penjelasan materi.

b. Guru meminta kepada dua orang siswa untuk menyebutkan bentuk- bentuk interaksi manusia dengan

3 3 3 Baik

lingkungan social, budaya, dan

ekonomi.

1 2 3 4 5

c. Guru memberikan pujian kepada

siswa yang berhasil menjawab 4 4 4,00 Sangat Baik dengan benar.

d. Guru mengorganisasikan siswa ke

dalam beberapa kelompok untuk 4 4 4,00 Sangat Baik melakukan diskusi

e. Siswa mendiskusikan perubahan

kehidupan manusia dan dampaknya 4 4 4,00 Sangat Baik bagi kehidupan.

f. Secara acak, guru meminta masing-

masing kelompok untuk mempresent 4 4 4,00 Sangat Baik asikan hasil diskusinya, dan

xxv

kelompok lainnya diminta untuk

menanggapi.

g. Guru menfasilitasi negosiasi (jika terjadi perbedaan pendapat) dalam 4 4 4,00 Sangat Baik

diskusi kelas.

h. Guru memberikan pujian kepada semua kelompok yang telah berhasil 4 4 4,00 Sangat Baik mempresentasikan hasil diskusinya.

i. Guru mengadakan permainan guna 3 3 3 Baik

menghilangkan ketegangan dan

kebosanan pada saat menerima

pelajaran

1 2 3 4 5

Kegiatan Akhir

a. Guru mengingatkan kembali siswa tentang apa-apa saja yang telah

3 4 3,5 Sangat Baik dipelajari serta memberikan motivasi

agar siswa lebih bersemangat dalam

xxvi

menerima pelajaran berikutnya.

b. Guru memberikan penghargaan terhadap hasil belajar individu dan

4 3 3,5 Sangat Baik kelompok atas hasil yang mereka

peroleh.

c. Guru memberikan pekerjaan rumah

(PR) yang berupa LKS kepada siswa 4 4 4,00 Sangat Baik sebagai latihan.

d. Guru mengakhiri pelajaran dengan

4 4 4,00 Sangat Baik mengucapkan salam

Rata-rata 3,76 Sangat Baik

Sumber: Data Olah Lampiran D

Berdasarkan tabel 4.9 tentang hasil analisis data observasi aktivitas guru dari pertemuan II sampai pertemuan III menunjukkaan bahwa:

a. Guru memulai rangkaian pembelajaran dengan memberi salam tergolong kategori sangat baik.

b. Guru mempersiapkan kondisi peserta didik dalam keadaan siap untuk belajar tergolong kategori sangat baik.

c. Guru mengecek kehadiran peserta didik tergolong kategori sangat baik.

d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tergolong kategori sangat baik e. Guru memotivasi siswa dengan memberi penjelasan tentang pentingnya

mempelajari materi ini tergolong kategori sangat baik.

xxvii

f. Guru memberikan arahan agar siswa lebih aktif dalam proses belajar serta mampu mengkontruksikan pengetahuan yang telah dimilikinya dengan apa yang mereka pelajari tergolong sangat baik.

g. Guru meminta siswa menyimak penjelasan materi tergolong sangat baik.

h. Guru meminta kepada dua orang siswa untuk menyebutkan bentuk-bentuk interaksi manusia dengan lingkungan social, budaya, dan ekonomi tergolong baik.

i. Guru memberikan pujian kepada siswa yang berhasil menjawab dengan benar tergolong sangat baik.

j. Guru mengorganisasikan siswa ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan diskusi tergolong sangat baik.

k. Siswa mendiskusikan perubahan kehidupan manusia dan dampaknya bagi kehidupan tergolong sangat baik.

l. Secara acak, guru meminta perwakilansetiap kelompok untuk

mempresentasi kan hasil diskusinya, dan kelompok lainnya diminta untuk menanggapi tergolong sangat baik.

m. Guru menfasilitasi negosiasi (jika terjadi perbedaan pendapat) dalam diskusi kelas tergolong sangat baik.

n. Guru memberikan pujian kepada semua kelompok yang telah berhasil mempresentasikan hasil diskusinya tergolong sangat baik.

o. Guru mengadakan permainan guna menghilangkan ketegangan dan kebosanan pada saat menerima pelajaran tergolong baik.

xxviii

p. Guru mengingatkan kembali siswa tentang apa-apa saja yang telah dipelajari serta memberikan motivasi agar siswa lebih bersemangat dalam menerima pelajaran berikutnya, tergolong kategori sangat baik.

q. Guru memberikan penghargaan baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok atas hasil yang mereka peroleh, tergolong kategori sangat baik.

r. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) yang berupa LKS kepada siswa sebagai latihan, tergolong kategori sangat baik.

s. Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam tergolong kategori sangat baik.

t. Rata-rata hasil pengamatan aktivitas guru dalam mengelolah pembelajaran melalui pendekatan Quantum Learning selama dua kali pertemuan sebesar 3,76 (tergolong kategori sangat baik).

Berdasarkan hasi pengamatan aktivitas guru dengan menggunakan pendekatan Quantum Learning selama dua kali pertemuan dinyatakan dalam kategori seperti yang terlihat pada tabel 4.9.Sesuai dengan Kriteria yang ditetapkan untuk menyatakan bahwa aktivitas guru terlihat aktif melalui pendekatan Quantum Learningadalah apabila nilai kegiatan guru minimal berada dalam kategori “Baik”. Sedangkan berdasarkan hasil pengamatan seperti yang tertera pada tabel 4.9 menunjukkan bahwa rata-rata kategori aktivitas guru dalam mengelolah pembelajaran melalui pendekatan Quantum Learning sebesar 3,76 (tergolong kategori sangat baik) sehingga disimpulkan bahwa aktivitas guru telah mencapai kriteria aktif.

xxix

d. Deskripsi Hasil Pengamatan Respon Siswa

Data hasil pengamatan respon siswa terhadap pembelajaran melalui pendekatan Quantum Learning selama dua kali pertemuan disajikan secara lengkap pada lampiran d.

Selanjutnya berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap hasil pengamatan respon siswa terhadap pembelajaran melalui pendekatan Quantum Learning selama dua kali pertemuan ditunjukkan pada tabel 4.10 berikut:

Tabel 4.10 Hasil Analisis Data Respon Siswa

Frekuensi Persentase (%) Aspek yang Ditanyakan

No Ya Tidak Ya Tidak

1 2 3 4 5

Apakah kamu senang mengikuti

1 pelajaran IPS ? 41 1 97,61 2,38

Bagaimana pendapatmu tentang suasana kelas yang baru ?suka atau

2 42 0 100 0

tidak?

Apakah kamu senang belajar dengan

3 pendekatan Quantum Learning ? 18 24 42,85 57,14

4 Apakah kamu senang belajar dengan 12 30 28,57 71,42

xxx

diiringi dengan musik dan permainan ?

Menurutmu, apakah belajar kelompok lebih baik daripada belajar sendiri ?

5 40 2 95,23 4,76

No 1 2 3 4 5

Apakah anda mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang

6 22 20 52,38 47,61

diberikan guru dengan pendekatan Quantum Learning?

Apakah rasa percaya diri Anda meningkat dalam mengeluarkan

7 ide/pendapat/pertanyaan pada kegiatan 31 11 73,80 26,19 pembelajaran dengan pendekatan

Quantum Learning?

Tidak Tidak

Setuju Setuju

Setuju Setuju

Bagaimana pendapat anda tentang

8 kegiatan pembelajaran dengan 19 23 45,23 54,76 pendekatan Quantum Learning?

Bagaiman pendapat anda tentang

9 39 3 92,85 7,14

Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang

xxxi

diberikan dengan pendekatan Quantum Learning)?

Bagaimana pendapat anda jika dalam pembelajaran berikutnya (topik

10 22 20 52,38 47,61

tertentu) guru menerapkan pendekatan Quantum Learning?

Rata-rata 28,6 13,4 68,08 31,90

Sumber: Data Olah Lampiran D

Berdasarkan tabel 4.10 tentang hasil analisis data respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran pendekatan Quantum Learning menunjukkan bahwa rata-rata 97,61% siswa menyatakan perasaan suka terhadap pelajaran IPS, 100%

siswa suka dengan suasana kelas yang baru, 42,85% siswa tertarik dengan pembelajaran IPS melalui pendekatan Quantum Learning, 28,57% siswa merasa senang belajar dengan diiringi musik dan permainan, 95,23% siswa menyatakan lebih suka belajar kelompok daripada individu selama diterapkan pendekatan Quantum Learning, 52,38% siswa merasa tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal yang diberikan, 73,80% siswa memiliki rasa percaya diri dalam mengeluarkan ide/pendapat/pertanyaan pada saat pembelajaran berlangung, 45,23% siswa setuju terhadap pembelajaran melalui pendekatan Quantum Learning,92,85% siswa setuju terhadap LKS yang diberikan, dan 52,38% siswa setuju jika pembelajaran selanjutnya dengan topik tertentu guru menerapkan pendekatan Quantum Learning dalam pembelajarannya.

xxxii

Dari data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa sebanyak 68,08% siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran yang diberikan melalui pendekatan Quantum Learning dan sekitar 31,90% siswa yang memberikan respon negatif terhadap pembelajaran yang diberikan melalui pendekatan Quantum Learning.Hal ini berarti bahwa respon positif siswa lebih tinggi dibanding respon negatif siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan.

Dengan demikian menurut kriteria yang ditetapkan untuk menyatakan bahwa para siswa memiliki respon positif terhadap pembelajaran IPS melalui pendekatan Quantum Learning adalah persentase respon positif lebih tinggi dibanding respon negatif dengan syarat minimal 80% siswa memberikan respon positif dari semua aspek yang ditanyakan telah terpenuhi. Maka dapat disimpulkan bahwa respon siswa terhadap pembelajaran IPS melalui pendekatan Quantum Learning adalah positif hanya saja belum bisa dikatakan efektif sebab belum siswa yang merespon positif belum mencapai 80% sesuai dengan syarat yang telah ditentukan di atas.

Dokumen terkait