• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Pembahasan Teori

3. Pembelajaran IPS di SD

siswa di sekolah dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan kualitas pembelajaran”.

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah akhir dari sebuah proses pembelajaran yang didapatkan melalui tes manupun nontes dengan memperhatikan aspek kognitif, psikomotorik dan afektif.

menjadi pelajaran yang sesuai dengan kematangan berfikir siswa sekolah dasar dan lanjutan, b) mempertautkan dan memadukan bahan aneka cabang ilmu- ilmu sosial dan kehidupan masyarakat sehingga menjadi pelajaran yang mudah dicerna.

3.Nasution (Arfina, 2011: 14) mendefenisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah, ekonomi, goegrafi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.

4.Menurut Farris dan Cooper (Syamsu Asri, 2007:3), “ IPS adalah salah satu upaya yang akan membawa kesadaran terhadap ruang, waktu dan lingkungan sekitar bagi anak”.

b. Ruang Lingkup IPS

Terdapat perbedaan yang esensial antara IPS sebagai ilmu- ilmu sosial (Social Sciences) dengan pendidikan IPS sebagai Social Studies. Jika IPS lebih dipusatkan pada pengkajian ilmu murni dari berbagai bidang yang termasuk dalam ilmu- ilmu sosial (Social Sciences) atau dalam kata lain IPS adalah sebagai wujudnya. Setiap disiplin ilmu yang tergabung dalam ilmu- ilmu sosial berusaha untuk mengembangkan kajiannya sesuai dengan alur keilmuannya dan menumbuhkan “Body of Knowledge”.

IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTS/SMLB.IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial.Pada jenjang

SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi.Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta menjadi warga dunia yang cinta damai.

c. Hakikat Pembelajaran IPS

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata pembelajaran adalah kata benda yang diartikan segabai proses, cara menjadikan orang atau mahluk hidup belajar. Kata ini berasal dari kata belajar yang berarti berusaha untuk memperoleh kepandaian atau ilmu, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.

Dari pengertian tersebut, menunjukkan pembelajaran berpusat pada kegiatan belajar siswa, bukan berpusat pada kegiatan guru mengajar. Oleh sebab itu, pada hakikatnya pembelajaran IPS adalah suatu proses yang sengaja dirancang dengan tujuan untuk menciptakan suasana lingkungan yang memungkinkan siswa melaksanakan kegiatan belajar IPS, dan proses tersebut tidak berpusat pada guru mengajar IPS. Pembelajaran IPS harus memberikan peluang kepada siswa untuk berusaha mencari pengalaman tentang IPS.

d. Tujuan dan Manfaat Pembelajaran IPS 1. Tujuan Pembelajaran IPS

a) Peserta didik diharapkan mampu menghadapi tantangan berat dalam kehidupan masyarakat global yang selalu mengalami perubahan setiap saat.

b) Pserta didik diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.

2. Manfaat pembelajaran IPS a) Bagi guru

Dapat meningkatkan pemahaman ilmu pengetahuan sosial pada masa mendatang, dapat membantu guru untuk menentukan suatu teknik yang kreatif dan efektif yang dapat menungjang keberhasilan pembelajaran, serta mampu menarik perhatian dan minat bakat siswa.

b) Bagi siswa

Siswa diharapkan memiliki kemampuan memahami pelajaran IPS dengan baik dan terampil dalam pembelajaran tersebut, mampu menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam masyarakat, dan memperoleh pemahamn yang lebih luas lagi tentang IPS.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS adalah salah satu bidang studi yang mengajarkan tentang kehidupan sosial, mengingatkan tentang berbagai aspek kehidupan manusia di dunia.

4.Kenampakan Alam di Indonesia

a. Pengertian Kenampakan Alam

Kenampakan alam (bentang alam) adalah segala sesuatu yang ada di alam dan terbentuk oleh peristiwa alam.Kenampakan alam yang dapat kita lihat adalah yang ada dipermukaan bumi.Permukaan bumi terdiri atas daratan dan perairan.Bentuk permukaan bumi ada dua yaitu wilayah daratan dan perairan.

1) Wilayah daratan

Adalah bagian dari permukaan bumi yang tidak digenangi air dan berbentuk padat Kenampakan alam yang termasuk wilayah daratan adalah sebagai berikut.

a. Dataran rendah

Dataran rendah adalah wilayah datar yang memiliki ketinggian 0-200 meter di atas permukaan laut. Dataran rendah dimanfaatkan untuk pemukiman, industri dan pertanian.

b. Dataran tinggi

Adalah wilayah dataran luas yang terletak pada ketinggian di atas 200 meter. Dataran tinggi disebut juga plateau atau plato. Contohnya dataran tinggi Dieng, Dataran tinggi Bone, dan lain-lain.Dataran tinggi cocok untuk pariwisata dan perkebunan.

c. Pantai

Adalah wilayah perbatasan antara dataran dan laut.Pantai dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata. Contoh: Pantai Carita,Pantai Kasih, dll. Pantai juga dimanfaatkan untuk tempat pelelangan ikan dan pembuatan garam. d. Gunung

Adalah bagian bumi yang menonjol dengan ketinggian puncaknya di atas 600 meter. Gunung dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu

(1) Gunung berapi merupakan gunung yang masih aktif dan sewaktu-waktu dapat meletus. Gunung berapi menghasilkan barang-barang tambang seperti batu, pasir, belerang, dan sumber air panas. Contoh: Gunung Merapi.

(2) Gunung tidak berapi merupakan gunung yang sudah tidak aktif lagi.

Gunung yang tidak berapi bisa dimanfaatkan untuk kegiatan perkebunan, kehutanan, suaka margasatwa atau tempat rekreasi. Contoh: Gunung Muria.

e. Pegunungan

Pegunungan adalah rangkaian gunung yang sambung menyambung satu sama lain.Adalah bagian dari dataran yang bergunung-gunung.Tingginya lebih dari 700meter di atas permukaan laut, berhawa sejuk dan sering dimanfaatkan untuk tempat rekreasi, peristirahatan, dan pertanian holtikultura.Pertanian hortikulturaadalah pertanian yang mengembangkan jenis tanaman sayur-sayur dan buah-buahan.Contoh: Pegunungan Sewu, Pegunungan Jaya Wijaya.

f. Tanjung

Tanjung merupakan daratan yang menjorok ke laut.Tanjung yang luas disebut semenanjung.Tanjung banyak dimanfaatkan untuk membangun pelabuhan.

g. Delta

Delta adalah daratan yang berada di tengah sungai.Biasanya di muara sungai. Contoh: Delta Sungai Bengawan Solo.

2. Wilayah

perairan a. Sungai

Sungai adalah tanah basah yang selalu digenangi air dan ditumbuhi tanaman.Sungai-sungai diIndonesia sangat banyak. Sungai banyak dimanfaatkan

untuk irigasi dan transportasi. Contoh: Sungai Kapuas di Kalimantan, Sungai Kampar di Riau.

b. Danau

Danau merupakan suatu cekungan di darat yang amat luas dan berisi air yangdikelilingi oleh daratan.Danau ada 2, yaitu: danau alami karena proses alam dandanau buatan manusia. Danau banyak dimanfaatkan untuk pariwisata dan PLTA.Contoh: Waduk Jati Luhur di Jawa Barat.

c. Selat, ialah laut sempit yang berada diantara dua pulau, misalnya selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatera.

d. Teluk ialah laut yang menjorok ke darat, misalnya Teluk Cenderawasih, TelukBanten.

e. Rawa, merupakan dataran rendah yang digenangi air, rawa baik untuk perikanan dan hutan bakau. Misalnya di sepanjang pantai timur Sumatera B. Kerangka Pikir

Berhasilnya suatu proses belajar mengajar, dipengaruhi oleh metode ajar yang digunakan oleh guru. Dengan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, maka siswa akan lebih mudah menerima dan mengelolah informasi yang disajikan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menerima dan mengolah informasi yang didapatkan, hal ini dipengaruhi oleh cara kerja otak mereka. Oleh karena itu, Pendekatan Quantum Learning diharapkan dapat mengembangkan kemampuan/keterampilan siswa dalam proses pembelajaran, mempermudah siswa menerima dan

mengelolah materi yang diajarkan, sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan menjadi lebih bermakna. Dengan demikian, aktivitas dan kualitas belajar siswa dalam mata pelajaran IPS dapat terlaksana dengan efektif.

Adapun skema kerangka pikir dalam penelitian ini adalah:

Pembelajaran IPS

Pendekatan Quantum

Hasil Belajar Siswa

Aktivitas Siswa Keterlaksanaan Pembelajaran

Respon Siswa

Analisis

Bagan 2.1 Skema kerangka pikir

Dokumen terkait