• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3. Hasil Analisis Hasil Belajar

Persentase Minat Kelas 74,47 %

Indikator Target 70%

Kualifikasi Memenuhi target

Hasil analisis minat siswa selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 19

Dari tabel 4.2, diketahui bahwa 9 siswa dalam kategori “sangat tinggi”, 12

siswa dalam kategori “tinggi” dan 1 siswa dalam kategori “rendah”. Rata-rata skor

minat siswa kelas VIII Tolerance secara keseluruhan adalah 74,47% dan termasuk

dalam kategori berminat.

3. Hasil Analisis Hasil Belajar

a. Hasil Belajar Aspek Kognitif Siswa

Dalam penelitian ini, sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus I

terlebih dahulu diadakan tes awal (pretest). Soal tes awal (pretest) dibuat

berdasarkan indikator yang ada dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi

Dasar (KD) dari materi Sistem Peredaran Darah pada Manusia. Adapun nilai yang

Tabel 4.3. Hasil Analisis Nilai Tes Awal (Pretest) Siswa

No Jenis Data yang Diamati Hasil yang Diperoleh

1 Nilai Tertinggi 80,76 2 Nilai Terendah 26,92 3 Jumlah siswa yang tuntas (≥ 71) 5 4 Jumlah siswa yang belum tuntas (<71) 17 5 Skor rata-rata 55,32 6 Ketuntasan kelas 22,72 %

7 Indikator Target 70% Siswa mencapai nilai KKM (≥ 71)

8 Kualifikasi Belum Memenuhi target

Hasil Analisis Nilai Tes Awal selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 20

Dari tabel 4.3., skor rata-rata kemampuan awal siswa adalah 55,32

dengan ketuntasan kelas 22,72%. Dari skor rata-rata yang diperoleh tersebut,

terlihat bahwa rendahnya pencapaian hasil belajar kognitif siswa terhadap materi

sistem peredaran darah manusia. Hal ini dapat dilihat juga dari hasil yang

diperoleh belum mencapai target yang ditentukan. Kategori hasil belajar aspek

kognitif siswa dari tes awal (pretest) dapat dilihat pada grafik berikut.

Gambar 4.16. Grafik Kategori Hasil Belajar Aspek Kognitif dari tes awal (pretest)

Dari grafik dapat diketahui bahwa pada hasil belajar aspek kognitif siswa

saat tes awal (pretest), 6 siswa berkategori “sangat kurang”, 3 siswa berkategori

“kurang”, 4 siswa berkategori “cukup”, 8 siswa berkategori “baik”dan 1 siswa

berkategori “sangat baik”.

6 3 4 8 1 0 2 4 6 8 10 Sangat Kurang

Kurang Cukup Baik Sangat Baik

Ju m lah S is w a Kategori Pretest

Setelah hasil tes awal (pretest) didapatkan, peneliti melaksanakan kegiatan

pembelajaran siklus I, kegiatan pembelajaran siklus I terdiri atas dua kali

pertemuan. Pada pertemuan kedua siklus I, peneliti melaksanakan tes akhir

(postest) untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah

dipelajari. Tes akhir (postest) siklus I dibuat berdasarkan indikator hasil belajar

aspek kognitif pada siklus I meliputi, menyebutkan alat-alat peredaran darah

manusia, menjelaskan fungsi jantung dan pembuluh darah dalam sistem peredaran

darah, menjelaskan cara kerja jantung, menyebutkan macam-macam pembuluh

darah dan menjelaskan peredaran darah pada manusia. Hasil belajar aspek

kognitif yang dinilai dalam tes akhir (postest) dari masing-masing siklus pada

penelitian ini meliputi pengetahuan (C1), pemahaman (C2), dan analisis (C4).

Tabel berikut merupakan persentase masing-masing indikator hasil belajar aspek

kognitif yang diamati pada siklus I.

Tabel 4.4. Persentase Indikator soal yang dinilai pada siklus I

Indikator Soal Persentase (%)

Menyebutkan alat-alat peredaran darah manusia 81,82 Menjelaskan fungsi jantung dan pembuluh darah

dalam sistem peredaran darah

96,59

Menjelaskan cara kerja jantung 37,88 Menyebutkan macam-macam pembuluh darah 87,12 Menjelaskan peredaran darah pada manusia 79,54

Hasil analisis Indikator soal yang dinilai pada siklus I selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 21

Dari tabel dapat diketahui persentase rata-rata yang diperoleh dari setiap

indikator hasil belajar aspek kognitif yang dinilai. Pada tabel dapat dilihat bahwa

untuk indikator menjelaskan cara kerja jantung memperoleh persentase paling

rendah yaitu 37,88% siswa dapat menjawab pertanyaan dari indikator tersebut.

jantung dan pembuluh darah dalam sistem peredaran darah yaitu 96,59% siswa

dapat menjawab pertanyaan dari indikator tersebut. Adapun perolehan nilai tes

akhir (postest) siklus I dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.5. Hasil Analisis Nilai Tes Akhir (Postest) Siswa Siklus I

No Jenis Data yang Diamati Hasil yang Diperoleh

1 Nilai Tertinggi 100

2 Nilai Terendah 45

3 Jumlah siswa yang tuntas (≥ 71) 15 4 Jumlah siswa yang belum tuntas (<71) 7 5 Skor rata-rata 77,15 6 Ketuntasan kelas 68,18%

7 Indikator Target 70% Siswa mencapai KKM (≥ 71)

8 Kualifikasi Belum Memenuhi target

Hasil Analisis Nilai Tes Akhir (Posttest) Siswa Siklus I selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 21

Pada siklus I, skor rata-rata siswa yang diperoleh adalah 77,15 dengan

ketuntasan kelas 68,18%. Nilai tertinggi yang diperoleh adalah 100, sedangkan nilai terendah 45. Dari tes akhir (postest) siklus I, 7 siswa tidak tuntas artinya

mendapatkan nilai <71, dan 15 siswa tuntas artinya siswa memperoleh nilai ≥ 71. Ketuntasan kelas yang diperoleh pada siklus I adalah sebesar 68,18% dan belum

mencapai target yang ditentukan sebesar 70%. Kategori hasil belajar aspek

kognitif siswa dari tes akhir (postest) siklus I dapat dilihat pada grafik berikut.

Gambar 4.17. Grafik Kategori Hasil Belajar Aspek Kognitif dari tes akhir

(Postest) Siklus I 0 2 3 5 12 0 5 10 15 Sangat Kurang

Kurang Cukup Baik Sangat

Baik Ju m lah S is w a Kategori Postest I

Dari grafik dapat diketahui bahwa pada hasil belajar aspek kognitif siswa

saat tes akhir (postest) siklus I, tidak ada siswa berkategori “sangat kurang”, 2

siswa berkategori “kurang”, 3 siswa berkategori “cukup”, 5 siswa berkategori

“baik”dan 12 siswa berkategori “sangat baik”.

Pada siklus II indikator hasil belajar aspek kognitif meliputi menyebutkan

komponen penyusun darah dan fungsi darah, meyebutkan macam-macam

golongan darah berdasarkan kandungan aglutinogen dan aglutinin darah, dan

menjelaskan kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah manusia. Tabel

berikut merupakan persentase masing-masing indikator hasil belajar aspek

kognitif yang diamati pada siklus II.

Tabel 4.6. Persentase Indikator soal yang dinilai pada siklus II

Indikator Soal Persentase (%)

Menyebutkan komponen penyusun darah dan fungsi darah 77,22

Meyebutkan macam-macam golongan darah berdasarkan kandungan aglutinogen dan aglutinin darah

90,53

Menjelaskan kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah manusia

76,14

Hasil analisis Indikator soal yang dinilai pada siklus II selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 22

Dari tabel dapat diketahui persentase rata-rata yang diperoleh dari setiap

indikator hasil belajar aspek kognitif yang dinilai. Dari data yang ada pada tabel

dapat dilihat bahwa indikator menjelaskan kelainan dan penyakit pada sistem

peredaran darah manusia memperoleh persentase paling rendah yaitu 76,14%

siswa dapat menjawab pertanyaan dari indikator tersebut. Sedangkan untuk

indikator meyebutkan macam-macam golongan darah berdasarkan kandungan

aglutinogen dan aglutinin darah memperoleh persentase paling tinggi yaitu

Tabel 4.7. Hasil Analisis Nilai Tes Akhir (Postest) Siswa Siklus II

No Jenis Data yang Diamati Hasil yang Diperoleh

1 Nilai Tertinggi 100

2 Nilai Terendah 34

3 Jumlah siswa yang tuntas (≥ 71) 20 4 Jumlah siswa yang belum tuntas (<71) 2 5 Skor rata-rata 87,63 6 Ketuntasan kelas 90,90%

7 Indikator Target 70% Siswa mencapai KKM (≥ 71)

8 Kualifikasi Memenuhi target

Hasil Analisis Nilai Tes Akhir (Posttest) Siswa Siklus II selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 22

Pada siklus II, skor rata-rata siswa yang diperoleh adalah 87,63 dengan

ketuntasan kelas 90,90%. Nilai tertinggi yang diperoleh adalah 100, sedangkan nilai terendah 34. Dari tes akhir (postest) siklus II, 2 siswa tidak tuntas artinya

mendapatkan nilai <71, dan 20 siswa tuntas artinya siswa memperoleh nilai ≥ 71. Kategori hasil belajar aspek afektif siswa dari tes akhir (postest) siklus I dapat

dilihat pada grafik berikut.

Gambar 4.18. Grafik Kategori Hasil Belajar Aspek Kognitif dari tes akhir

(Postest)Siklus I

Dari grafik dapat diketahui bahwa pada hasil belajar aspek kognitif siswa

saat tes akhir (postest) siklus II, 1 siswa berkategori “sangat kurang”, 1 siswa

1 1 0 2 18 0 5 10 15 20 Sangat Kurang

Kurang Cukup Baik Sangat Baik

Ju m lah S is w a Kategori Postest II

berkategori “kurang”, tidak ada siswa siswa berkategori “cukup”, 2 siswa

berkategori “baik”dan 18 siswa berkategori “sangat baik”.

b. Hasil Belajar Aspek Afektif Siswa

Penilaian terhadap hasil belajar aspek afektif siswa selama penelitian

siklus I dan siklus II dilakukan dengan kegiatan observasi pada saat kegiatan

pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan dengan cara mengisi lembar

observasi yang telah dibuat. Lembar observasi terlampir pada lampiran 9. Dalam

kegiatan observasi, peneliti dibantu oleh dua rekan mahasiswa dan guru mata

pelajaran biologi SMP Joannes Bosco Yogyakarta sebagai observer. Hasil

observasi yang diperoleh selama penelitian siklus I dan siklus II disajikan dalam

tabel berikut.

Tabel 4.8. Hasil Analisis Hasil Belajar Aspek Afektif Siswa Siklus I

Jenis Data yang Diamati Hasil yang diperoleh

Persentase skor tertinggi 91,07% Persentase skor terendah 42,86% Jumlah siswa dengan kategori tinggi

(Rentang skor 66,68 %≤ q ≤ 100%)

13

Jumlah siswa dengan kategori Sedang (rentang skor 33,34% ≤ q ≤ 66,67%)

9

Jumlah siswa dengan kategori rendah (rentang skor 0% ≤ q ≤ 33,33%)

0

Rata-rata persentase kelas 69,07%

Indikator Target 70%

Kualifikasi Belum memenuhi target

Hasil analisis hasil belajar aspek afektif siswa siklus I selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 23

Dari tabel 4.8. di atas, hasil belajar aspek afektif siklus I diperoleh tidak

ada siswa tergolong dalam kategori rendah, 9 siswa tergolong dalam kategori

sedang, dan 13 siswa tergolong dalam kategori tinggi. Persentase rata-rata hasil

masing-masing indikator aspek afektif yang diamati pada siklus I disajikan pada

tabel berikut.

Tabel 4.9. Persentase Masing-masing Indikator Hasil Belajar Aspek Afektif Siklus I No Indikator Persentase (%) 1 Perhatian 57,95 2 Antusias 71,21 3 Serius 65,91 4 Kerja sama 68,18

5 Rasa ingin tahu 72,16

6 Percaya diri 67,8

7 Tanggung jawab 78,41

8 Menghargai pendapat 61,36

Hasil analisis masing-masing indikator aspek afektif yang diamati selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 23

Dari tabel 4.9. dapat dilihat bahwa pada siklus I, indikator tanggung jawab

memiliki persentase skor tertinggi yaitu 78,41%. Sedangkan indikator perhatian

memiliki persentase paling rendah yaitu 57,95%.

Tabel 4.10. Hasil Analisis Hasil Belajar Aspek Afektif Siswa Siklus II

Jenis Data yang Diamati Hasil yang diperoleh

Persentase skor tertinggi 92,86% Persentase skor terendah 60,07% Jumlah siswa dengan kategori tinggi

(Rentang skor 66,68 %≤ q ≤ 100%)

19

Jumlah siswa dengan kategori Sedang

(rentang skor 33,34% ≤ q ≤ 66,67%) 3

Jumlah siswa dengan kategori rendah

(rentang skor 0% ≤ q ≤ 33,33%) -

Rata-rata persentase kelas 80,28%

Indikator Target 70%

Kualifikasi Memenuhi target

Hasil analisis hasil belajar aspek afektif siswa siklus I selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 24

Dari tabel 4.10. di atas, hasil belajar aspek afektif siklus II tidak ada siswa

dalam kategori rendah, 3 siswa tergolong dalam kategori sedang, dan 19 siswa

siklus II adalah 80,28%. Persentase masing-masing indikator aspek afektif yang

diamati pada siklus II disajikan pada tabel berikut.

Tabel 4.11. Persentase Masing-masing Indikator Hasil Belajar Aspek Afektif Siklus II No Indikator Persentase (%) 1 Perhatian 78,41 2 Antusias 75,37 3 Serius 81,25 4 Kerja sama 78,41

5 Rasa ingin tahu 79,54

6 Percaya diri 82,19

7 Tanggung jawab 87,50

8 Menghargai pendapat 85,23

Hasil analisis masing-masing indikator aspek afektif yang diamati selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 24

Dari tabel 4.11. dapat dilihat bahwa pada siklus II, indikator tanggung

jawab memiliki persentase skor tertinggi yaitu 87,50%. Sedangkan indikator

antusias siswa memiliki persentase paling rendah yaitu 75,37%.

Dokumen terkait