• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Analisis

Dalam dokumen Jurnal Penelitian ISLAM EMPIRIK (Halaman 141-159)

MELALUI RANTAI NILAI DAN STRATEGI BERSAING PADA MINI MARKET

C. Hasil Analisis

Suatu perusahaan dikatakan mempunyai keunggulan kompetitif ketika perusahaan tersebut memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh pesaing, melakukan sesuatu yang lebih baik dari perusahaan lain, atau mampu melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh perusahaan lain. Keunggulan kompetitif menjadi suatu kebutuhan penting bagi kesuksesan perusahaan dalam jangka panjang dan kelangsungan hidup perusahaan di masa mendatang.

Keunggulan kompetitif merupakan segala sesuatu yang dilakukan dengan sangat baik oleh perusahaan dibandingkan dengan yang dilakukan oleh pesaingnya. Ketika sebuah perusahaan dapat melakukan sesuatu dengan lebih baik sedangkan perusahaan lainnya tidak dapat, atau memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain sehingga para pesaing menginginkannya, maka hal tersebut menggambarkan keunggulan kompetitif perusahaan (Thompson & Strickland:

2003).

Keunggulan kompetitif sangat penting untuk didapatkan, dimiliki, dijaga dan dipertahankan demi keberhasilan jangka

panjang dari suatu perusahaan. Mengejar keunggulan kompetitif akan mengarahkan perusahaan kepada kesuksesan persaingan. Perusahaan tidak cukup hanya memiliki keunggulan kompetitif, karena pada umumnya keunggulan kompetitif hanya bertahan untuk periode tertentu diakibatkan karena ditiru oleh pesaing atau melemahnya keunggulan tersebut (David: 2005).

Perusahaan harus berusaha mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan yang berarti menunjukkan upaya perusahaan dalam jangka panjang yang mampu mempertahankan posisi keunggulan kompetitf dalam industri. Keunggulan kompetitif berkelanjutan akan tercapai bila suatu perusahaan berhasil memformulasikan dan mengimplementasikan sutu strategi yang menciptakan nilai bagi konsumen dalam jangka panjang dan susah ditiru oleh pesaing.

Nilai yang harus diciptakan dalam konteks persaingan adalah sesuatu yang dicari oleh konsumen seperti harga yang murah, produk yang berkualitas, merek yang terkenal, keunikan fitur dan atribut produk yang khas, dan pelayanan purna jual. Penciptaan nilai tersebut dapat meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan dengan meningkatnya pangsa pasar dan penjualan serta bisa memberi dampak pada peningkatan harga saham.

Keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dapat dilakukan dengan cara terus menerus beradaptasi dengan mengikuti tren yang ada di pasar, menyesuaikan isu persaingan serta meningkatkan kapabilitas, kompetensi inti dan sumber daya internal. Perusahaan dapat merumuskan dan mengembangkan strategi dimana pesaing tidak mampu mengimplementasikannya, melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh pesaing dalam jangka panjang (Purnomo

& Zulkieflimansyah, 2005).

Keunggulan kompetitif berkelanjutan dilakukan untuk memperoleh keuntungan diatas rata-rata. Keuntungan diatas

rata-rata tersebut merupakan keuntungan yang diperoleh melebihi apa yang diharapkan akan diperoleh investor dibandingkan investasi lain dengan risiko yang sama.

Keuntungan diatas rata-rata menunjukkan keuntungan yang dihasilkan dengan komparasi kinerja yang melebihi perusahaan lain dalam industri yang sama (Barney, J.B, 1995).

Keuntungan diatas rata-rata menjadi harapan para pemegang kepentingan terutama investor dalam melakukan analisis investasi. Dalam jangka panjang perusahaan akan menarik investasi dari perusahaan yang menghasilkan keuntungan dibawah rata-rata dan akan memilih investasi dalam perusahaan yang menghasilkan keuntungan diatas rata-rata dengan minimal menghasilkan pada rata-rata-rata-rata industri.

Para pakar dibidang strategi menawarkan tiga alternatif model untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Pertama, Model Organisasi Industri. Kedua, Model berbasis sumber daya.

Ketiga, Model Gerilya (Kuncoro: 2006).

Minimarket adalah toko swalayan yang hanya memiliki satu atau dua mesin register. Mini market biasanya luas ruanganya adalah antara 50 m2 sampai 200 m2 serta berada pada lokasi yang mudah dijangkau konsumen. Dalam manajemen pengelolaan layanan konsumen di dalam mini market ada dua opsi pilihan yaitu: swalayan penuh atau semi swalayan.

Sebenarnya kedua jenis layanan ini selalu berdampingan tergantung situasi dan kondisi.

Swalayan penuh itu berarti memberikan kebebasan kepada calon konsumen untuk melihat, mengambil dan membawa barang sendiri ke kasir untuk dibayar. Jenis pelayanan ini tentu saja memerlukan ruang / space display / pajang yang memadai sehingga barang bisa mudah dilihat, dijangkau calon konsumen. Pemilik / pengelola toko hanya terlibat dalam menghitung jumlah belanjaan, kemudian menerima pembayaran dari pembeli.

Semi Swalayan adalah jenis pelayanan dimana ada batas-batas tertentu yang tidak memungkinkan calon konsumen

untuk melihat, dan mengambil barang secara langsung, harus meminta bantuan pemilik atau pelayan toko. Biasanya pelayanan jenis ini berlaku pada produk yang dijual dengan karakter harga mahal jadi rawan kejahatan, gampang rusak atau dalam jumlah besar pembeliannya.

Pada umumnya sebuah toko yang menerapkan konsep mini market menggunakan konsep layanan ini secara berdampingan. Kadang bersamaan mengingat kedua jenis pelayanan ini sangat di pengaruhi oleh : (1) Karakter calon konsumen. (2) Karakter barang yang dijual. Kesimpulannya kedua jenis pelayanan ini dipergunakan secara bersamaan. Situasi dan kondisi sangat berpengaruh. Hanya pengelola toko yang dapat menentukan kapan konsep pelayanan tersebut dipergunakan. Mini market mengisi kebutuhan masyarakat akan warung yang berformat modern. Dengan adanya mini market, belanja sedikit di tempat yang dekat dan nyaman terpenuhi. Perilaku konsumen yang menyukai tempat belanja bersih, sejuk, dan tertata rapi membuat mini market menjadi lebih unggul dari warung dan toko.

Dalam memilih toko, konsumen memiliki kriteria evaluasi dengan mempertimbangkan keunggulan yang ditawarkan masing-masing mini market diantaranya adalah faktor kenyamanan, pelayanan, kelengkapan produk, dan lain sebagainya. Analisis rantai nilai juga menjadi faktor yang sangat penting dan harus diperhatikan produsen karena akan menjadi bahan perbandingan bagi konsumen untuk memilih toko mana yang akan didatangi konsumen yang memberikan nilai superior bagi pelanggan.

Dalam membandingkan mini market mana yang akan dikunjungi konsumen akan mempertimbangkan beberapa hal berikut diantaranya: Pertama lokasi, Kedua promosi, Ketiga konsumen membandingkan minimarket mana yang memberikan harga yang lebih murah, Keempat konsumen mempertimbangkan kenyamanan berbelanja, Kelima kelengkapan produk, Keenam pelayanan, Berdasarkan evaluasi diatas maka mini market atau

perusahaan yang menjadi pertimbangan adalah mini market yang memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, baik melalui strategi bersaingnya maupun yang memberikan nilai lebih aktivitas rantai nilainya.

Menurut Arie De Geus (1997) dari pengalamannya memimpin perusahaan, terdapat sejumlah perusahaan yang dinilai sangat sukses dan berumur panjang dengan kriteria sebagai berikut: Perusahaan dengan jeli mampu menentukan yang harus dipertahankan dan yang harus dirubah. Memiliki identitas yang kuat, rasa memiliki dan kebanggaan yang besar terhadap perusahaan. Sangat terbuka terhadap gagasan yang unik, pemikiran yang tidak lazim atau bahkan eksentrik.

Perusahaan sangat berhati-hati dalam membiayai keputusan investasinya agar tidak membebani perusahaan.

Indomaret merupakan jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari.

Indomaret mempunyai pola waralaba yang tidak rumit sehingga dapat diterima masyarakat. Bahkan, sinergi pewaralaba (masyarakat) ini merupakan salah satu keunggulan domestik dalam memasuki era globalisasi. Begitu juga dengan Indomaret yang ada di kota Kudus, sebagian ada yang terwaralaba oleh masyarakat. Adapun lokasi Indomaret yang ada di kota Kudus yangh menjadi obyek penelitian adalah sebagai berikut: (1) Indomaret Jl. Hos. Cokroaminoto Mlati Lor, (2)Indomaret Jl.

Bakti No.11 Rendeng, (3)Indomaret Jl. Sunan Muria Glantengan Terwaralaba oleh Ardi, (4)Indomaret Jl. Wahid Hasyim Panjunan, (5)Indomaret Jl. Besito Gribig Gebog.

Alfamart merupakan perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang perdagangan umum dan jasa eceran yang menyediakan kebutuhan pokok dan sehari-hari. Pada tanggal 1 Januari 2003 nama «Alfa Minimart» diganti menjadi

«Alfamart». Sejak difranchisekan lima tahun lalu Alfamart terus berkembang pesat hingga saat ini hingga di kota Kudus, banyak tersebar mini market yang tak kalah banyaknya dengan Indomaret. Adapun lokasi Alfamart di kota Kudus yang

menjadi obyek penelitian adalah sebagai berikut: (1)Alfamart Jl.Wahid Hasyim Panjunan, (2)Alfamart Jl. Sunan Kudus Raya, (3)Alfamart KHR Asnawi, (4)Alfamart UMK, (5)Alfamart RM.

Sosrokartono.

Mereka punya pelayan yang lebih baik, jam kerjanya tidak siang malam seperti warung kecil. Berbagai fasilitas yang menarik ditawarkan seperti rak-rak yang tersusun rapi, variasi produk yang sangat banyak, pembayaran yang praktis dengan sistem kasir, ruangan ber-AC, dan harga yang sangat kompetitif.

Mini market tersebut buka siang malam, karyawannya menjaga secara bergantian, jenis dagangannya lebih lengkap, lampunya banyak, dindingnya putih bersih, perhitungannya lebih akurat karena pakai komputer, udaranya nyaman karena pakai AC, raknya bagus sehingga semua dagangan terpajang jelas, harganya murah dan tidak ada tawar menawar, sangat menguntungkan bagi orang yang tidak pandai tawar menawar.

Tempatnya selalu strategis, modalnya cukup, mereka bisa menyediakan barang yang murah hingga yang mahal, barang dagangannya akan laku dan lancar.

Keuntungan bekerja sama dengan Indomaret adalah sebagai berikut: (1)Transformasi pengetahuan bergabung dengan Indomaret akan banyak memperoleh pengetahuan. (2) Cara melihat potensi pasar serta survey lokasi dari Indomaret akan memperkaya wawasan mengenai potensi dan strategis tidaknya suatu lokasi. (3) Tidak perlu terlibat secara full time, karena dukungan sistem operasional toko yang terintegrasi.

(4) Peluang berkembang bagi investor dengan dapat memiliki lebih dari 1 (satu) unit toko dengan tingkat kesibukan yang sama dan dapat diatur. (5) Minimalisasi resiko perencanaan, mulai survey lokasi sampai dengan pembukaan toko, kecepatan distribusi dan kelengkapan barang dagangan, serta dukungan manajemen toko yang solid.

Berikut adalah komparasi keunggulan kompetitif dalam memberikan pelayanan dari kedua mini market dalam head to head sebagai upaya menarik konsumen. (1)Ketersediaan item

dan keragaman produk. Indomaret lebih lengkap itemnya.

Beberapa item barang sulit dijumpai di Alfamart. (2)Kebersihan.

Alfamart lebih unggul dan lebih bersih. Indomaret lebih banyak dijumpai gerai yang kumuh. (3)Keramahan layanan. Nilai penuh untuk Alfamart. Semua terstandar, ada welcome greeting untuk pelanggan. (4)Harga yang murah. Pasti sulit untuk melihat semua harga item. Namun keduanya saling memberikan harga yang murah secara kebalikan, meskipun indomaret relatif lebih murah. (5)Hadiah yang ditawarkan. Hadiah yang ditawarkan secara bergantian relatif menarik untuk membeli dalam jumlah besar. (6)Lokasi yang mudah dijangkau dan parkir gratis.

Indomaret lebih memberikan kenyamanan dalam parkir. (7) Kecepatan layanan dalam menanggapi pertanyaan konsumen, mencarikan yang dibutuhkan, maupun melayani saat transaksi relatif sama. (8)Suasana dan luas outlet sangat mempengaruhi kenyamanan konsumen dalam berbelanja. Indomaret lebih luas dan raknya tidak tinggi sehingga memberikan kenyamanan dalam berbelanja.

Konsumen tentunya sangat diuntungkan dengan keberadaan mini market dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki seperti yang telah disebutkan di atas. Dengan bidang usaha yang persis sama, pelayanan adalah hal yang harus benar-benar ditonjolkan dalam menjaga loyalitas pelanggan. Dari pengamatan di lapangan dapat dilihat beberapa keunggulan yang dapat berkelanjutan dengan menjaga kualitas pelayanan dan daya saingnya.

Keunggulan kompetitif yang berkelanjutan lainnya dari mini market yang ada di kota Kudus adalah pola kemitraan yang dikembangkan dengan cukup variatif. Pertama, tipe investor yang punya lokasi layak, serta punya dana untuk renovasi dan pembelian peralatan. Mereka kemudian menggandeng Alfamart. Kedua, yang memiliki tempat tapi tidak ada dana.

Biasanya Alfamart memberi talangan investasi, bisa semua atau sebagian. Ketiga, orang yang memiliki dana tetapi tidak

punya tempat. Lazimnya, dia diberi kesempatan mengambil alih (takeover) toko Alfamart yang sudah berjalan.

Rantai nilai sebagai sebuah proses yang berkelanjutan dalam kegiatan penciptaan nilai. Nilai merupakan jumlah yang bersedia dibayarkan oleh pembeli untuk sesuatu yang diberikan oleh perusahaan. Menciptakan nilai untuk pembeli yang mampu melebihi harga pokok adalah kunci dalam menganalisis posisi kompetitif. Porter menjelaskan dua kategori dalam menganalisis rantai nilai. Pertama, lima aktivitas utama yang meliputi penyimpanan, operasi, distribusi ke konsumen, pemasaran dan penjualan, dan pelayanan. Kedua, aktivitas pendukung yang meliputi pengadaan barang, manajemen personalia, pengembangan teknologi dan infrastruktur perusahaan (Tripomo & Udan: 2005).

Penilaian keunggulan kompetitif yang potensial dapat dinilai dengan empat tahap: Pertama, dengan melihat daftar kekuatan dan kelemahan dari aktivitas utama dan pendukung perusahaan. Kedua, dengan melihat mana sumber daya dan kapabilitas dari kekuatan dan kelemahan perusahaan yang mempunyai nilai, langka, sukar ditiru dan berdaya tahan.

Ketiga, menentukan sumber keunggulan kompetitif dengan menambah nilai sesuatu yang diterima pelanggan. Keempat, mengevaluasi keunggulan kompetitif dan implikasinya kepada strategis (Duncan, dkk: 1998).

Sembilan kegiatan yang menciptakan nilai ini terdiri dari 5 kegiatan utama dan 4 kegiatan pendukung. Setiap kategori memperlihatkan sejumlah aktivitas dari rantai nilai yang dijabarkan sebagai berikut: (1)Inbound logistics (membawa input ke perusahaan), (2)Operations (mengkonversinya menjadi produk jadi), (3)Outbound Logistics (mengirim produk jadi), (4) Marketing dan sales (memasarkannya), (5)Service (pelayanannya), (6)Procurement (Perolehan), (7)Pengembangan Teknologi, (8) Manajemen Sumber Daya Manusia, (9)Firm infrastructure (Prasarana Perusahaan).

Sembilan kegiatan yang menciptakan nilai bagi mini market terdiri dari 5 kegiatan utama dan 4 kegiatan pendukung.

Setiap kategori memperlihatkan sejumlah aktivitas dari rantai nilai yang dapat memunculkan keunggulan bersaing yang berkelanjutan yang dijabarkan sebagai berikut: Pertama, Inbound logistics (membawa barang dagang ke mini market).

Kelebihan mini market adalah bargaining power terhadap para pemasoknya yang cukup kuat, tak kalah dibanding hypermarket. Saat ini Indomaret memiliki 600 pemasok untuk 3.000-3.500 item produk. Serta didukung oleh 12 pusat distribusi, yang menggunakan teknologi mutakhir. Begitu pula di Alfamart sistem pasokan didukung oleh 10 pusat distribusi untuk Alfamart. Saat ini Alfamart memiliki gudang seluas 12 ribu m2 untuk menyimpan sekitar 5 ribu item produk dari ratusan pemasoknya.

Kedua, Operations (menjual produk dagang ke konsumen akhir). Jam buka mini market merupakan faktor penentu, apalagi toko retail di buka pagi-pagi hari terutama yang berada di daerah pemukiman. Begitu pula jika waktu dalam menutup menjadi lebih malam, akan menjadi penentu bagi kesuksesan mini market karena ramainya pelanggan. Faktor ini akan lebih dominan jika pada saat adanya momentum besar, selain membantu kebutuhan pelanggan, faktor buka mini market yang panjang mendorong ingatan pelanggan untuk menjadikan mini market menjadi rujukan utama.

Ketiga, Outbound Logistics (mengirim barang dagangan).

Aktivitas logistik outbound diasosiasikan dengan proses pendistribusian produk atau pelayanan kepada pembeli.

Lokasi, lokasi dan lokasi itu adalah filosofi pelaku usaha, dengan menempatkan mini market di lokasi yang strategis dan ramai akan memudahkan daya tarik calon pelanggan.

Kriteria lokasi strategis adalah berada di seputar keramaian, seperti area perkantoran, sekolahan, daerah kos-kosan, tempat hiburan, rumah sakit, perumahan besar, pasar, atau paling tidak lokasi sangat mudah diakses pelanggan seperti misalkan

jalan besar atau jalur utama angkutan kota, dan ada tempat parkir yang cukup bagi para konsumen.

Keempat, Marketing dan sales (memasarkannya).

Persaingan yang terus berlanjut sampai kepada penurunan harga-harga produk, serta promosi-promosi berhadiah lainnya merupakan bentuk promosi untuk memenangkan persaingan.

Untuk strategi pema saran yang terintegrasi, pihak manajemen menciptakan event dan pro gram. Dengan cara ini, brand image antara konsumen dan Alfamart bisa meningkat. Karena itu, program marketing, selain memiliki keuni kan, juga mampu memberikan memorable experience kepada para pelanggan.

Kelima, Service (pelayanannya). Aktivitas utama mini market dalam memberikan pelayanan untuk mempertahankan atau meningkatkan nilai produk seperti mendapatkan umpan balik konsumen dan menanggapinya, merespon secara cepat kebutuhan dan keperluan mendesak konsumen, dengan melakukan survei kepada pelanggan. Hal ini dilakukan dengan mengundang pelanggan, melakukan diskusi tentang pelayanan kepada mereka. Hasilnya, mereka lebih mementingkan pelayanan yang baik dengan mutu barang yang tidak diragukan.

Keenam, Procurement (Perolehan). Perolehan bahan baku untuk mengoptimalkan kualitas, kecepatan, dan meminimalkan biaya yang terkait. Dalam perolehan bahan baku sistem pembayaran ke pemasok, mayoritas produk dibeli secara putus dan sebagian kecil dengan sistem konsinyasi. Dalam melakukan pembayaran sangat bervariasi. Ada yang cash, ada yang tempo 30 hari, dan juga dilakukan konsinyasi.

Ketujuh, Pengembangan Teknologi. Setiap aktivitas penambahan nilai membutuhkan masukan unsur teknologi.

Dari sisi sistem waralabanya, Alfamart menetapkan investasi awal senilai Rp 180-200 juta untuk pengadaan perlengkapan dan peralatan toko seperti rak dan AC serta memasok barang dagangan. Lalu, dipungut fee royalti sekitar Rp 45 juta dan other income Rp 6 juta per bulan.

Kedelapan, Manajemen Sumber Daya Manusia. Saat ini karena persaingan yang ketat, sehingga 1 toko mungkin hanya ada 6-7 orang karyawan yang dibagi 2 shift dan di kurangi kalo ada yang libur, dan bisa terjadi dalam satu shift hanya ada 2 karyawan. Padahal mereka harus mengurusi toko dari mengepel lantai, membersihkan rak, maupun mengisi barang display yang kosong. Dalam hal customer service juga sering mengadakan training, sekitar 3-6 bulan sekali.

Kesembilan, Firm infrastructure (Prasarana Perusahaan).

Faktor prasarana menjadi kunci kesuksesan sebuah mini market, hal ini sangat ditentukan oleh kenyamanan pelanggan, seperti misalkan tidak harus antri untuk pembayaran, lantai yang bersih, adanya penyejuk udara atau AC dan pencahayaan yang cukup. Disamping itu fasilitas tambahan akan menarik pelanggan, misalkan adanya ATM, tempat bermain untuk anak-anak, laundry bahkan ada kedai makanan.

Strategi merupakan pilihan pola tindakan atau rencana tentang apa yang ingin dicapai perusahaan dan hendak menjadi apa suatu organisasi di masa yang akan datang dengan mengintegrasikan tujuan-tujuan, kebijakan-kebijakan serta bagaimana cara mencapai keadaan yang dinginkan tersebut dengan mengalokasikan sumber daya yang dirancang untuk mencapai tujuan tersebut (Hitt, dkk:2001).

Menurut Henry Mintzberg istilah strategi dapat digunakan secara implisit dan eksplisit ke dalam lima definisi untuk membantu manajer dalam melakukan manuver terhadap pesaingnya. Lima definisi strategi tersebut adalah strategi sebagai rencana, posisi, perspektif, pengecoh, dan pola yang akan dijabarkan satu per satu (Hendrawan, S. dkk, 2003).

Lima pendekatan strategi bersaing yang berbeda menurut Michael E. Porter adalah sebagai berikut: (1)Strategi pemimpin biaya rendah (low cost leadership), dengan menarik lebih luas pelanggan dengan menyediakan biaya rendah dari produk atau jasa. (2)Strategi diferensiasi yang luas (differentiation), dengan mencari diferensiasi produk yang

perusahaan tawarkan melebihi dari pesaing dengan cara yang akan menarik lebih luas pembeli. (3)Strategi penyedia biaya terbaik (best cost), dengan memberikan pelanggan nilai yang lebih dari uang yang di belanjakan dengan menggabungkan atribut produk yang sempurna pada biaya rendah. Sedangkan targetnya adalah memberikan biaya dan harga rendah terbaik dibanding pesaing dan menawarkan produk dengan atribut yang lebih baik. (4)Strategi fokus pada celah pasar (market niche) berdasarkan biaya rendah, dengan mengkonsentrasikan pada segmen pembeli yang lebih sempit dan bersaing dalam memberikan biaya lebih rendah dari pesaingnya. (5)Strategi fokus pada celah pasar (market niche) berdasarkan pada diferensiasi, dengan mengkonsentrasikan pada segmen pembeli yang lebih sempit dan bersaing dalam memberikan atribut produk yang sesuai dengan selera konsumen dibandingkan dengan produk yang ditawarkan oleh para pesaing (Pearce &

Robinson, 2007).

Ada beberapa strategi yang diandalkan Indo maret untuk menjadi pemimpin pasar. Yang uta ma adalah franchisee fee yang murah, hanya Rp36 juta untuk jangka waktu lima tahun. Indomaret juga ber usaha agar lokasi mereka berkonsep one stop shop ping. Setiap gerai ada bisnis pendukung seperti bank, ATM, dan restoran kecil. Yang tak kalah penting adalah kepuasan, kemudahan, dan kenya manan bagi konsumen.

Alfamart juga memiliki strategi dalam merebut pasar.

Mereka terus berekspansi ke wilayah-wilayah yang memiliki po-tensi pasar. Mereka juga menyinergikan antara komunikasi dan marketing serta cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Itu pula yang membuat Alfamart mencoba mengembangkan gerai sebagai community store yang terintegrasi dengan lingkungan mereka.

Beberapa strategi yang dilakukan mini market agar dapat bersaing dengan yang lain adalah sebagai berikut: Pertama, tampilan mini market yang sangat baik, sehingga membuat konsumen tertarik untuk berbelanja. Beberapa mini market

merenovasi gedung dan layout interior, beberapa yang lain hanya melakukan perapihan secukupnya. Kedua, mini market harus bersaing dalam program promosi. Ada yang memberikan diskon setiap akhir pekan, ada yang memberikan diskon item tertentu secara temporer, ada juga yang memberikan kupon berhadiah dan banyak lagi program promosi yang diluncurkan.

Ketiga, membuat member card dan fasilitas lebih bagi customer yang memiliki member card. Dengan begitu, pengelola minimarket juga bisa membaca secara detail kebutuhan masing-masing customernya. Data belanja customer yang detail juga akan sangat membantu dalam melakukan program promosi yang lebih personal kepada customer. Keempat, mini market memiliki varian barang yang banyak juga quantity masing-masing item yang banyak. Singkatnya harus lebar dan dalam. Lebar berarti jika minimarket memiliki 4.000 - 18.000 item barang. dengan begitu minimarket jauh lebih lengkap dibanding lainnya. Begitu juga dengan menambah item barangnya, dengan produk lokal.

Kelima, menanggapi kebutuhan akan belanja dengan jumlah besar tersebut, mini market dapat berubah bentuk menjadi mini grosir, yaitu mini market yang juga punya divisi grosir. Untuk customer yang membeli dalam jumlah banyak, mereka akan otomatis menjadi customer grosir yang tentunya juga akan mendapatakan harga grosir yang lebih murah.

Keenam, mini market rame-rame merubah jam buka dan tutup toko. Meskipun masih jarang yang membuka mini marketnya 24 jam.

Dalam konteks persaingan tersebut, Richard A. D’Aveni (1995) menyarankan strategi 7S baru sebagai pendekatan perencanaan strategis yang lebih fleksibel dan dinamis. S-1:

Superior stakeholder satisfaction ( memberikan kepuasan pemegang kepentingan secara superior). S-2 : Strategic

Superior stakeholder satisfaction ( memberikan kepuasan pemegang kepentingan secara superior). S-2 : Strategic

Dalam dokumen Jurnal Penelitian ISLAM EMPIRIK (Halaman 141-159)