• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis regresi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu: gaya kepemimpinan (X1), dan motivasi kerja (X2) terhadap variabel terikatnya yaitu kinerja karyawan (Y).

Model Summary memberikan gambaran besarnya pengaruh variabel gaya kepemimpinan dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan. Nilainya dilihat dari besarnya R Square sebagai dasar untuk menunjukkan besarnya pengaruh total kedua variabel bebas terhadap variabel tidak bebas.

Tabel 4.2

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model Summaryb Model

R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

dimension0 1 ,834a ,696 ,674 ,30355

a. Predictors: (Constant), Motivasi, Gaya Kepemimpinan

Model Summaryb Model

R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

dimension0 1 ,834a ,696 ,674 ,30355

a. Predictors: (Constant), Motivasi, Gaya Kepemimpinan b. Dependent Variable: Kinerja

Pada tampilan Model Summary diperoleh gambaran besarnya pengaruh variabel gaya kepemimpinan dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan yaitu sebesar 0.696.

Nilai ini menunjukkan bahwa variasi total pengaruh seluruh variabel bebas terhadap kinerja karyawan sebesar 69,6 persen.

Sisanya sebesar 30,4 persen dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diteliti seperti lingkungan kerja dan kompetensi.

1. Pengaruh Secara Parsial Gaya Kepemimpinan (X1) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)

Output Tabel Coefficient digunakan untuk melihat pengaruh secara secara parsial Gaya Kepemimpinan (X1) Terhadap Kinerja Karyawan (Y). Suatu variabel bebas dikatakan mempunyai pengaruh terhadap variabel tidak bebas dalam tabel Coefficient ini dapat dilihat dari nilai t yang dihasilkan dari program SPSS. Kriteria menerima atau menolaknya ditentukan oleh nilai signifikansi (Sign.).

Tabel 4.2

Hasil Uji Pengaruh Parsial Gaya Kepemimpinan (X1) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1,082 ,335 3,225 ,003

Gaya Kepemimpinan ,677 ,119 ,733 5,701 ,000

a. Dependent Variable: Kinerja

Berdasarkan tabel Coefficients di atas, dapat ditulis persamaan regresi sebagai berikut: Y=1,082+0,677X1

Untuk mengetahui keberartian masing-masing koefisien regresi dilakukan uji parsial (Uji t) sebagai berikut:

a) Nilai signifikansi pada konstanta pada tabel diatas adalah nyata karena nilai signifikansinya sebesar 0,003. Ini berarti dengan tingkat keyakinan 95 persen (0,003 < 0,05) konstanta adalah

nyata. Nilai koefisien regresi konstanta sebesar 1,082, yang berarti bahwa jika tidak ada pengaruh variabel gaya kepemimpinan, maka nilai kinerja karyawan adalah sebesar 1,082 satuan.

b) Pengaruh variabel gaya kepemimpinan adalah nyata karena nilai signifikan-sinya adalah sebesar 0.000. ini berarti dengan tingkat keyakinan 99 persen (0,000 < 0,01) kita yakin bahwa benar secara parsial variabel gaya

kepemim-pinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Besarnya pengaruh variabel gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan dapat ditunjukkan oleh nilai koefisien regresinya sebesar 0,677. Ini berarti jika variabel gaya kepemimpinan naik satu satuan maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,677 satuan.

2. Pengaruh Secara Parsial Motivasi Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)

Output Tabel Coefficient digunakan untuk melihat pengaruh secara parsial Motivasi Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y). Suatu variabel bebas dikatakan mempunyai pengaruh terhadap variabel tidak bebas dalam tabel Coefficient ini dapat dilihat dari nilai t yang dihasilkan dari program SPSS.

Kriteria menerima atau menolaknya ditentukan oleh nilai signifikansi (Sign.).

Tabel 4.3

Hasil Uji Pengaruh Parsial Motivasi (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1,152 ,286 4,035 ,000

Motivasi ,691 ,107 ,774 6,473 ,000

a. Dependent Variable: Kinerja

Berdasarkan tabel Coefficients di atas, dapat ditulis persamaan regresi sebagai berikut: Y=1,152+0,691X2

Untuk mengetahui keberartian masing-masing koefisien regresi dilaku-kan uji parsial (Uji t) sebagai berikut:

a) Nilai signifikansi pada konstanta pada tabel diatas adalah nyata karena nilai signifikansinya sebesar 0,000.

Ini berarti dengan tingkat keyakinan 99 persen (0,000 < 0,01) konstanta adalah nyata. Nilai koefisien regresi konstanta sebesar 1,152, yang berarti bahwa jika tidak ada pengaruh variabel motivasi kerja, maka nilai kinerja karyawan adalah sebesar 1,152 satuan

b) Pengaruh variabel motivasi kerja adalah nyata karena nilai

signifikansinya adalah sebesar 0.000.

ini berarti dengan tingkat keyakinan 99 persen (0,000 < 0,01) kita yakin bahwa benar secara parsial variabel lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

Besarnya pengaruh variabel motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dapat ditunjukkan oleh nilai koefisien regresinya sebesar 0,691. Ini berarti jika variabel motivasi kerja naik satu satuan maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,691 satuan.

3. Pengaruh Secara Simultan Gaya Kepemimpinan (X1) dan Motivasi Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)

Output Tabel Coefficient digunakan untuk melihat pengaruh secara parsial setiap variabel bebas terhadap variabel tidak bebas. Suatu variabel bebas dikatakan mempunyai pengaruh terhadap variabel tidak bebas dalam tabel

Coefficient ini dapat dilihat dari nilai t yang dihasilkan dari program SPSS.

Kriteria menerima atau menolaknya ditentukan oleh nilai signifikansi (Sign.).

Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.4

Hasil Uji-t Gaya Kepemimpinan (X1) dan Motivasi Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) ,719 ,293 2,454 ,021

Gaya Kepemimpinan ,373 ,127 ,403 2,932 ,007

Motivasi ,462 ,123 ,517 3,758 ,001

a. Dependent Variable: Kinerja Berdasarkan tabel Coefficients di atas, dapat ditulis persamaan regresi sebagai berikut: Y = 0,719 + 0,373X1 + 0,462X2

Untuk mengetahui keberartian masing-masing koefisien regresi dilaku-kan uji parsial (Uji t) sebagai berikut:

1) Nilai signifikansi pada konstanta pada tabel diatas adalah nyata karena nilai signifikansinya sebesar 0,021. Ini berarti dengan tingkat keyakinan 95 persen (0,021 < 0,05) konstanta adalah nyata. Nilai koefisien regresi konstanta sebesar 0,719., yang berarti bahwa jika tidak ada pengaruh variabel gaya kepemimpinan dan motivasi kerja nilai kinerja karyawan adalah sebesar 0,719 satuan.

2) Pengaruh variabel gaya kepemim-pinan adalah nyata karena nilai signifikansinya adalah sebesar 0.007.

ini berarti dengan tingkat keyakinan 95 persen (0,007 < 0,05) kita yakin bahwa benar secara parsial variabel

gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

Besarnya pengaruh variabel gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan dapat ditunjukkan oleh nilai koefisien regresinya sebesar 0,373. Ini berarti jika variabel gaya kepemimpinan naik satu satuan maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,373 satuan, dengan syarat variabel motivasi kerja adalah konstan (Ceteris Paribus).

3) Pengaruh variabel motivasi kerja adalah nyata karena nilai signifi-kansinya adalah sebesar 0.001. ini berarti dengan tingkat keyakinan 95 persen (0,001 < 0,05) kita yakin bahwa benar secara parsial variabel lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

Besarnya pengaruh variabel motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dapat ditunjukkan oleh nilai koefisien regresinya sebesar 0,462. Ini berarti

jika variabel motivasi kerja naik satu satuan maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,462 satuan, dengan syarat variabel gaya kepemim-pinan adalah konstan (Ceteris Paribus).

4) Untuk menguji keberartian model dengan Output Analysis of Variance (ANOVA) untuk menunjukkan ada atau tidaknya pengaruh kedua variabel bebas secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan. Nilai yang digunakan untuk melihat pengaruhnya adalah nilai F yang dihasilkan oleh program SPSS. Penentuan ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas dalam skripsi ini menggunakan nilai signifikansi (Sign.). Hipotesis pengujian secara statistik adalah :

H0 : β1 = β2 = 0 (Model regresi adalah tidak nyata)

Ha : paling sedikit salah satu nilai βp ≠ 0 (Model regresi adalah nyata)

Kriteria menerima atau menolaknya ditentukan oleh seberapa besar nilai signifikansinya.

1) Suatu model dikatakan signifikan pada tingkat keyakinan 99 persen terhadap variabel tidak bebas jika nilai signifikansinya 0,01.

2) Suatu model dikatakan signifikan pada tingkat keyakinan 95 persen terhadap variabel tidak bebas jika nilai signifikansinya 0,05.

3) Suatu model dikatakan signifikan pada tingkat keyakinan 90 persen terhadap variabel tidak bebas jika nilai signifikansinya 0,10.

Tabel 4.5 Hasil Uji-f

ANOVAb

Model Sum of

Squares Df Mean Square f Sig.

1 Regression 5,700 2 2,850 30,928 ,000a

Residual 2,488 27 ,092

Total 8,188 29

a. Predictors: (Constant), Motivasi, Gaya Kepemimpinan b. Dependent Variable: Kinerja

Hasil menunjukkan bahwa model adalah nyata karena diperoleh Signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Ini berarti bahwa seluruh variabel bebas mempunyai pengaruh terhadap variabel tidak bebasnya.

B. Pembahasan

1. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Gay a k e p e m i m p i n a n merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja karyawan, karena gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh langsung terhadap karyawan didalam menyelesaikan pekerjaan yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja perusahaan.

Kepemimpinan pemimpin yang diperlihatkan dan diterapkan kedalam suatu gaya kepemimpinan merupakan salah satu faktor kedalam suatu gaya kepemimpinan merupakan salah satu faktor dalam peningkatan kinerja pegawai, karena pada dasarnya sebagai tulang punggung pengembangan organisasi dalam mendorong dan mempengaruhi semangat kerja yang baik kepada bawahan untuk itu pemimpin perlu memikirkan dan memperlihatkan gaya kepemimpinan yang tepat dalam penerapannya.

Hasil pengujian hipotesis membuk-tikan bahwa gaya kepemimpinan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Besarnya pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan adalah sebesar 67,7 persen.

2. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan, memelihara dan mendorong perilaku manusia.

Pemimpin perlu memahami orang-orang berperilaku tertentu agar dapat mempe-ngaruhinya dalam bekerja sesuai dengan keinginan organisasi, serta berupaya guna memberikan manfaat bagi orang lain menunjukkan tingkat dimana perilaku para karyawan berhasil di dalam memberikan kontribusi tujuan-tujuan organisasi

Hasil pengujian hipotesis membuk-tikan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Besarnya pengaruh lmotivasi kerja terhadap kinerja karyawan adalah sebesar 69,1 persen.

KESIMPULAN

Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut

1. Secara simultan gaya kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, besaran pengaruh kedua variabel bebas ditunjukkan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,696. Nilai ini menunjukkan pengaruh secara simul-tan gaya kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 69,6 persen. Sisanya sebesar 30,4 persen dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diteliti seperti lingkungan kerja dan kompetensi.

2. Secara parsial variabel gaya kepemim-pinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal ini ditunjukkan dengan persamaan regresi Y=1,082+0,677X1.

Besarnya pengaruh variabel gaya kepemimpinan terhadap kinerja karya-wan dapat ditunjukkan oleh nilai koefisien regresinya sebesar 0,677. Ini berarti jika variabel gaya kepemim-pinan naik satu satuan maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 67,7 persen.

3. Secara parsial variabel motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karya-wan. Hal ini ditunjukkan dengan persamaan regresi Y=1,152+0,691X2. Besarnya pengaruh variabel motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dapat ditunjukkan oleh nilai koefisien regresinya sebesar 0,691. Ini berarti jika variabel motivasi kerja naik satu satuan maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 69,1 persen.

DAFTAR PUSTAKA

As'ad, Moh. 2006. Psikologi Industri, Seri Ilmu Sumber Daya Manusia, Liberty, Jakarta.

Fandy Tjiptono. 2006. Manajemen Pelayanan Jasa, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Hasibuan, Malayu SP. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Bumi Aksara, Jakarta

Hersey, P dan Blanchard, P. 2004.

Management of Organizational Behavior Untilizing Human Resources. 12th Edition. London : Prentice-Hall International Editions.

Mangkunegara, A.A. Anwar Prabu, 2007, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Remaja Rosda Karya, Bandung.

Malthis, R.L dan Jackson. 2006.

Manajemen Sumber Daya Manusia. Salemba Empat.

Jakarta.

Nazir, Moch. 1999. Methode Penelitian.

Ghalia Indonesia, Jakarta

Nawawi, Hadari. 2003. Manajemen Strategik Organisasi Non Profit Bidang Pemerintahan, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Robbins, Stephen. P. 2002. Perilaku organisasi. Edisi Bahasa Indonesia. PT Indeks Kelompok GRAMEDIA. Jakarta.

Riduwan. 2003. Dasar-Dasar Statistik.

Alfabeta, Bandung

Rivai, Veithzal. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. PT Rajagrafindo Persada. Jakarta

Rivai, Veithzal dan Basri. 2005.

Performance Appraisal: Sistem Yang Tepat Untuk Menilai Kinerja Karyawan Dan Meningkatkan Daya Saing Perusahaan. PT Rajagrafindo Persada. Jakarta.

Sugiyono, 2010. Metodologi Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung.

Sulistiyani, Ambar Teguh dan Rosidah, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Suwatno. 2001. Asas-asas Manajemen Sumber Daya Manusia. Suci Press, Bandung

Simamora. 2006. Pengaruh Seleksi dan Pengembangan Karyawan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan di PT Umum PKU Yogyakarta. Skripsi. STIE IEU Yogyakarta.

Suranta, Sri. 2002. Dampak Motivasi Karyawan Pada Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Dengan Kinerja Karyawan Perusahaan Bisnis. Empirika.Vol 15. No 2. Hal: 116-138.

Thoha, Miftah. 2003. Perilaku Organisasi, Konsep Dasar dan Aplikasinya, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Wibowo. 2010. Manajemen Kinerja. PT.

Rajawali Press, Jakarta

PENGARUH DISIPLIN TERHADAP PRESTASI KERJA