• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

F. Metode Analisa Data 1. Analisis Statistik Deskriptif

3. Uji Heterokedastisitas

Salah satu cara menguji heteros-kedastisitas adalah dengan menggunakan grafik scatterplot pada program SPSS.

Jika titik membentuk suatu pola tertentu, maka terjadi heteroskedastisitas.Jika tidak ada pola yang jelas, dimana titik menyebar, maka tidak terjadi heteros-kedastisitas.

Uji Hipotesis

a. Uji Simultan (F Test)

Uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara bersama-sama.

Langkah-langkah : 1. Menentukan hipotesis

2. Membandingkan probabilitas F-hitung dengan alpha = 5 %

3. Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis :

Ho ditolak jika p < 0,05 Ho diterima jika p > 0,05 b. Uji Parsial (t test)

Bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial.

Prosedur pengujian hipotesis dengan uji-t:

a. Menentukan hipotesis

b. Membandingkan probabilitas t-hitung dengan alpha = 5 %

c. Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis :

Ho ditolak jika p < 0,05 Ho diterima jika p > 0,05 Hasil Penelitian dan Pembahasan A. Analisis Ordinary Least Square dan

Uji Hipotesis

a.1. Analisis Ordinary Least Square 1. Analisis Regresi Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1.045 2.284 .458 .651

RASIO UTANG/PDB -6.151 9.982 -.267 -.616 .543 RASIO DANA

INFRASTRUKTUR/ APBN -1.781 4.253 -.180 -.419 .679

ROA .251 .649 .058 .387 .702

DER 1.447 .504 .435 2.872 .008

a. Dependent Variable: RETURN SAHAM Dari table di atas dapat disusun persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:

Y= 1,045 – 6,151 X1 – 1,781 X2 + 0,251 X3 + 1,447 X4

Dari persamaan regresi linear berganda tersebut dapat diartikan sebagai berikut

 Konstanta sebesar 1,045 mempunyai arti apabila return pasar, rasio utang pemerintah terhadap PDB, ROA, dan DER = 0 maka return saham bernilai positif 1,045 satuan.

 Koefisien regresi rasio utang pemerintah terhadap PDB -6,151 artinya setiap kenaikan rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar satu satuan maka return saham akan turun sebesar 6,151 satuan.

 Koefisien regresi rasio dana infrastruktur terhadap APBN sebesar -1,781 artinya setiap kenaikan dana infrastruktur satu satuan akan mengakibatkan penurunan return saham sebesar 1,781 satuan.

 Koefisien regresi ROA sebesar +0,251 artinya setiap kenaikan satu satuan ROA akan mengakibatkan kenaikan return saham sebesar 0,251 satuan.

 Koefisien regresi DER sebesar 1,447 artinya setiap kenaikan satu satuan DER akan mengakibatkan kenaikan return saham sebesar 1,447 satuan.

2. Koefisien Determinasi (R2)

Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .672a .451 .364 .32014781498

8787 a. Predictors: (Constant), DER, ROA, RASIO DANA

INFRASTRUKTUR/ APBN, RASIO UTANG/PDB Dari table di atas diketahui nilai R2

sebesar 0,451 ini berarti sebsar 45,1%

return saham bisa dijelaskan oleh variabel-variabel independen, sisanya

sebesar 54,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak turut dalam penelitian.

a.2. Uji hipotesis

1. Uji Simultan (F TEST)

ANOVAa

Model

Sum of Squares df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 2.108 4 .527 5.142 .004b Residual 2.562 25 .102

Total 4.670 29 a. Dependent Variable: RETURN SAHAM

b. Predictors: (Constant), DER, ROA, RASIO DANA INFRASTRUKTUR/ APBN, RASIO UTANG/PDB Dari table di atas diketahui nilai

probabilitas sebesar 0,003 dimana nilai ini lebih kecil dari 0,05 jadi secara simultan variabel bebas return

pasar, rasio utang pemerintah terhadap PDB, ROA, dan DER berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan.

2. Uji Parsial (Uji t)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1.045 2.284 .458 .651

RASIO UTANG/PDB -6.151 9.982 -.267 -.616 .543 RASIO DANA

INFRASTRUKTUR/

APBN

-1.781 4.253 -.180 -.419 .679

ROA .251 .649 .058 .387 .702

DER 1.447 .504 .435 2.872 .008

a. Dependent Variable: RETURN SAHAM Dari table di atasa diketahui sebagai berikut:

 Rasio utang pemerintah terhadap PDB mempunyai nilai probabi-litas sebesar 0,651 lebih besar dari 0,05, berarti H1 ditolak jadi secara parsial rasio utang pemerintah terhadap PDB tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham.

 Rasio dana infrastruktur terhadap APBN mempunyai nilai probabi-litas sebesar 0,679 lebih besar dari 0,005 berarti H2 ditolak ,jadi secara parsial rasio dana infra-struktur terhadap APBN tidak

berpengaruh secara signifikan terhadap return saham perusa-haan

 ROA mempunyai nilai probabi-litas sebesar 0,702 lebih besar dari 0,005, berarti H3 ditolak, jadi secara parsial ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

 DER mempunyai nilai probabi-litas sebsar 0,008lebih kecil dari 0,05, berarti H4 diterima, jadi secara parsial DER berpengaruh signifikan terhadap return saham.

3. Analisa Statistik Deskriptif Variabel Descriptive Statistics

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

RASIO UTANG/PDB 30 .2468 .2898 .267910 .0174243

RASIO DANA

INFRASTRUKTUR/ APBN 30 .0712 .1866 .119898 .0406043

ROA 30 -.2322 .4089 .061750 .0921319

DER 30 .4598 .8431 .651193 .1206252

RETURN SAHAM

30 -.3947577442 414615

1.0719740 609477628

.141582050 398659

.401304465 162134 Valid N (listwise) 30

Dari tabel diatas dapat diketahui:

a. Jumlah sampel (N) adalah 30 b. Return saham perusahaan

minimum tidak terhingga dan maksimum sebesar 1,072. Mean atau rata-rata return saham sebesar 0,1416 (14,16%), menun-jukkan bahwa secara rata-rata perusahaan subsektor konstruksi dan bangunan masih memperoleh keuntungan sebesar 14,16%.

c. Rasio utang pemerintah terhadap PDB maksimum sebesar 28,98%

dan minimum 24,68% dengan mean atau rata-rata sebesar 26,79%

d. Rasio dana infrastruktur terhadap APBN maksimum sebesar

18,66% dan minimum sebesar 7,12% dengan mean atau rata-rata sebesar 11,99%

e. ROA perusahaan maksimum 0,4089 (40,89%) dan minimum -0,2322 (-23,22%) dan mean atau rata-rata 0,0617 (6,17%). Jadi secara rata-rata perusahaan masih memperoleh laba bersih sebesar 6,17% dari asset perusahaan.

f. DER perusahaan maksimum sebesar 0,8431 (84,31%) dan minum sebsar 0,4598 (45,98%) dengan mean atau rata-rata 0,6512 (65,12%). Jadi secara rata-rata utang perusahaan lebih besar dari modal sendirinya.

4. Uji Normalitas (Kolmogorov-Smirnov)

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize

d Residual

N 30

Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation .29724978 Most Extreme

Differences

Absolute .151

Positive .151

Negative -.085

Test Statistic .151

Asymp. Sig. (2-tailed) .079c

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Uji Kolmogorov-Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Berdasarkan hasil pada tabel di atas, menunjukkan bahwa data terdistri-busi normal. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Kolmogorov-Smirnov adalah 0,155

dan signifikansi pada 0,064 yang lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti data residual terdistribusi secara normal, karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05.

5. Uji Asumsi Klasik a. Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics B

Std.

Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 1.045 2.284 .458 .651

RASIO

UTANG/ PDB -6.151 9.982 -.267 -.616 .543 .117 8.559 RASIO DANA

INFRASTRUKT UR / APBN

-1.781 4.253 -.180 -.419 .679 .118 8.439

ROA .251 .649 .058 .387 .702 .989 1.011

DER 1.447 .504 .435 2.872 .008 .956 1.046

a. Dependent Variable: RETURN SAHAM

Dari table di atas diketahui bahwa nilai tolerance mendekati 1, hal ini

menunjukkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas.

b. Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1 .672a .451 .364 .32014781498

8787 2.160

a. Predictors: (Constant), DER, ROA, RASIO DANA INFRASTRUKTUR/ APBN, RASIO UTANG/PDB

b. Dependent Variable: RETURN SAHAM Dari hasil konstanta Durbin-Watson diperoleh angka 2,160 dimana kriteria

praktis bila dw sekitar 2 maka pada model regresi tersebut tidak terjadi autokorelasi.

c. Uji Heterokedastisitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B

Std.

Error Beta

1 (Constant) 2.445 1.238 1.975 .059

RASIO

UTANG/PDB -8.900 5.413 -.892 -1.644 .113 RASIO DANA

INFRASTRUKT UR/ APBN

2.663 2.306 .622 1.155 .259

ROA -.020 .352 -.011 -.057 .955

DER -.218 .273 -.151 -.798 .433

a. Dependent Variable: ABSRes Dari table di atas diketahui semua variabel bebas tidak ada yang signifikan terhadap absolut dari unstandardized residual dimana tidak ada satupun signifikansi variabel yang di bawah 0,05, artinya semua variabel bebas lulus uji heterokedastisitas.

Pembahasan

1. Pengaruh rasio utang pemerintah terhadap PDB terhadap return saham

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,451 berarti lebih besar dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara parsial rasio utang pemerintah terhadap PDB tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

2. Pengaruh rasio dana infrastruktur terhadap APBN terhadap return saham perusahaan

nilai signifikansi sebesar 0,679berarti lebih 0,05.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara parsial rasio dana infrastruktur terhadap APBN tidak

berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan.

3. Pengaruh ROA terhadap return saham nilai signifikansi sebesar 0,702 berarti lebih besar dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara parsial ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

4. Pengaruh DER terhadap return saham Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,008 berarti lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara parsial DER berpengaruh signifikan terhadap return saham.

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan terhadap hasil penelitian maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Variabel bebas rasio utang terhadap PDB,rasio dana infrastruktur terhadap APBN, ROA, dan DER secara simultan berpengaruh signifikan terhadap return saham. Kesimpulan ini ditunjukkan oleh sig 0,004 (uji F) yang lebih kecil dari 0,05.

2. Besarnya kontribusi variabel bebas terhadap variabel tidak bebas adalah sebesar 45,1% dan sisanya sebesar 54,9% dijelaskan oleh variabel bebas lainnya.

3. Variabel bebas rasio utang terhadap PDB secara parsial nilai signifikansi sebesar 0,541 lebih besar dari 0,05 dapat disimpulkan secara parsial rasio utang terhadap PDB tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

4. Variabel bebas ROA secara parsial nilai signifikansi sebesar 0,702 lebih besar dari 0,05 dapat disimpulkan secara parsial ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

5. Variabel bebas DER secara parsial nilai signifikansi sebesar 0,008 lebih kecil dari 0,05 dapat disimpulkan secara parsial DER berpengaruh signifikan terhadap return saham.

B. Saran

1. Bagi investor yang ingin berinvestasi pada perusahaan subsektor konstruksi dan bangunan sebaiknya mempertim-bangkan factor DER perusahaan.

Karena faktorDER berpengaruh signifikan terhadap return saham.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Halim, Analisis Investasi. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.2002.

Agus Harjito dan Martono, Manajemen Keuangan, Edisi Kedua, Penerbit Ekonisia, Yogyakarta,2011.

Enny Pudyastuti, Analisis Pengaruh Return Pasar, Tingkat Inflasi, Tingkat Suku Bunga Deposito terhadap Return Saham Individu pada Industri Dasar & Kimia yang Terdaftar di BEJ Periode 1997-1999. Tahun 2000.

Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.Penerbit Universitas Diponegoro.

Semarang,2006.

Irham Fahmi, Manajemen Investasi, Penerbit Salemba Empat, Jakarta, 2011.

_______ Pengantar Pasar Modal, edisi 1, Alfabeta, Bandung, 2012.

Jogiyanto H.M. 2003.“Teori Portofolio dan Analisis Investasi”. Edisi Ketiga BPFE,Yogyakarta.

Kamaruddin Akhmad, Dasar-dasar Manajemen Investasi, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta,2000.

Manurung, Adler Haynes, Berani Bermain Saham, Penerbit Buku Kompas,

Jakarta,2013.

Mohamad Samsul, Pasar Modal &

Manajemen Portofolio, Penerbit Erlangga,Jakarta,2006.

Robert Ang, Buku Pintar Pasar Modal Indonesia, Mediasoft Indonesia, 2001.

Siregar, Sofyan, Metode Penelitian Kuantitatif, Penerbit Kencana, Jakarta,2012.

Suad Husnan, Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Edisi Ketiga, Penerbit UPP AMP, YKPN, Yogyakarta,2000.

,_______Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Penerbit UPP, AMP, YKPN,

Yogyakarta,2006.

Sunariyah, Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, Penerbit UPP, AMP, YKPN,

Yogyakarta,2006.

Sunjoyo dkk, Aplikasi SPSS untuk Smart Riset, Penerbit Alfabeta,

Bandung,2012.

_______Pasar Modal di

Indonesia:Pendekatan Tanya Jawab, Edisi pertama. Salemba Empat.

Jakarta,2001.

www.idx.co.id

www.financeyahoo.com www.kemenkeu.go.id

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP