• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Belajar

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh: FITRIANI NURHIDA (Halaman 27-40)

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka

2. Hasil Belajar

Belajar dalam buku Suardi (2018:11), merupakan “perubahan dalam

diri seseorang berupa peningkatan pengetahuan atau pemahaman berdasarkan pengalaman yang diperolehnya. Sementara dalam buku Purwanto (2016:43) “belajar adalah suatu proses yang dilakukan untuk

membuat adanya perubahan dalam diri sesorang dengan cara berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam berbagai aspek baik kognitif, afektif maupun psikomotorik. Ciri-ciri belajar dalam buku Suardi (2018: 12), meliputi:

a. Perubahan dalam diri seseorang yang bersifat fungsional. Perubahan yang terjadi dalam diri seseorang mempunyai dampak terhadap

13

perubahan selanjutnya. Seperti karena membaca, pengetahuan akan bertambah, dan karena pengetahuannya bertambah maka hal tersebut akan mempengaruhi sikap dan perilakunya.

b. Belajar merupakan perbuatan yang sudah mungkin sewaktu terjadinya prioritas. Seseorang yang mengalaminya mungkin tidak akan menyadarinya, namun paling tidak dia akan menyadarinya ketika peristiwa tersebut telah berlangsung.

c. Belajar terjadi melalui pengalaman yang bersifat individual. Belajar hanya akan terjadi apabila dialami sendiri oleh yang bersangkutan, dan tidak dapat digantikan oleh orang lain.

d. Perubahan yang terjadi bersifat menyeluruh dan terintegrasi. Yang berubah bukan bagian-bagian dari diri seseorang, namun yang berubah adalah kepribadiannya.

e. Belajar merupakan proses interaksi, dimana belajar bukanlah proses penyerapan yang berlangsung tanpa usaha yang aktif dari yang bersangkutan.

Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh seseorang setelah mereka melakukan pembelajaran dari beberapa mata pelajaran dan dibuktikan melalui hasil tes yang berbentuk nilai hasil belajar. Dengan demikian nilai tes yang diperoleh tersebut merupakan bentuk dari prestasi yang telah dicapai setelah melakukan aktivitas belajar sesuai dengan target yang telah ditentukan (Sinar, 2018: 22). Sedangkan menurut Paizaluddin (2016:212), hasil belajar adalah prestasi yang telah dicapai atau diperoleh siswa setelah

melalui berbagai proses pembelajaran yang dapat dilihat dari nilai yang tertera dalam raport yang menunjukkan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran.

Jufri (2013: 58), dalam bukunya menyatakan bahwa hasil belajar adalah suatu kemampuan (performance) yang dapat dilihat dalam diri seseorang. Sedangkan menurut Suprijono (2016:7), hasil belajar adalah suatu prestasi atau capaian siswa dalam proses pembelajaran yang dapat membawa suatu perubahan dalam perilaku seseorang.

Liriwati (2018: 33), dalam jurnalnya mengemukakan bahwa hasil belajar pada bidang kognitif terdiri dari hasil belajar mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, dan mengevaluasi. Mengingat adalah suatu bentuk kognitif yang memiliki tujuan dalam menumbuh kembangkan kemampuan dalam meretensi suatu materi pelajaran yang diajarkan. Cakupan dalam pengetahuan kognitif yang harus diingat seperti batasan, peristilahan, pasal, hukum, bab, ayat, rumus dan lain sebagainya. Siswa dikatakan mampu memahami apabila mereka dapat mengontruksi makna dari setiap pesan-pesan pembelajaran. Mengaplikasikan merupakan suatu bentuk kesanggupan siswa dalam menerapkan dan mengabstraksi suatu konsep, hukum, ide, rumus, dan lain sebagainya. Menganalisis merupakan kemampuan memahami sesuatu dengan menguraikannya ke dalam unsur, sedangkan kemampuan evaluasi adalah suatu kemampuan membuat penilaian dan mengambil keputusan dari penilaian tersebut.

15

Adapun tujuan dari pembelajaran kognitif yang dikemukakan dalam buku Suardi (2018: 23), meliputi:

a. Pengetahuan, yang meliputi informasi dan fakta yang dapat dikuasai melalui hafalan untuk diingat.

b. Pemahaman, merupakan kesanggupan siswa untuk menyatakan sauatu defenisi, rumusan, atau menafsirkan suatu teori.

c. Penerapan, merupakan kesanggupan siswa dalam menerapkan atau menggunakan suatu pengertian, konsep, prinsip, teori yang memerlukan penguasaan pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam.

d. Analisis, yaitu kemampuan untuk menguraikan sesuatu dalam unsur-unsurnya misalnya, analisis hubungan antara masyarakat dengan alam dan jagat raya.

e. Sintesis, yaitu kesanggupan untuk melihat hubungan antara sejumlah unsur.

f. Penilaian, memiliki kriteria-kriteria tertentu, diantaranya receiving yaitu menerima , menaruh perhatian terhadap nilai tertentu. Responding, yaitu memperlihatkan reaksi terhadap norma tertentu, menunjukkan kesediaan dan kerelaan untuk merespon, merasa puas dalam merespon. Valuing atau menghargai, Organization atau menyusun dan membentuk suatu konsep, dan yang terakhir yaitu mewujudkan nilai-nilai dalam priadi sehingga merupakan watak seseorang.

Berhasil atau tidaknya seseorang dalam proses pembelajaran juga disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor tersebut terdiri dari faktor yang berasal dari dalam diri siswa atau yang disebut dengan faktor internal yang juga terdiri dari aspek fisiologis dan aspek psikologis, dan adapula faktor yang berasal dari luar diri siswa (faktor eksternal) yang terdiri dari faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non sosial (Raresik, 2016: 4).

Berikut merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar menurut Paizaluddin (2016: 212-213), diantaranya:

a. Faktor internal

1) Faktor jasmaniah (fisiologi) seperti penglihatan, pendengaran, struktur tubuh, dan sebagainya.

2) Faktor psikologis yang terdiri atas faktor intelektif yang meliputi kecepatan dan bakat atau prestasi yang telah dimiliki dan faktor non intelektif seperti sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, emosi, dan penyesuaian diri,

3) Faktor kematangan fisik maupun psikis. b. Faktor eksternal

1) Faktor lingkungan sosial yang terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan sosial, lingkungan masyarakat, dan lingkungan kelompok.

2) Faktor budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.

17

3) Faktor lingkungan fisik, diantaranya fasilitas rumah, fasilitas belajar di sekolah dan di lingkungan masyarakat dan iklim.

3. Materi

a. Pengertian Darah

Darah merupakan cairan yang terdapat di dalam tubuh yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Darah bersirkulasi di dalam jantung dan pembuluh darah. Salah-satu fungsi darah yaitu membawa oksigen dan nutrisi bagi seluruh sel dalam tubuh serta mengangkut produk-produk hasil metabolisme sel. Darah berada di dalam pembuluh darah arteri maupun vena, dan merupakan sebagian dari sistem organ tubuh manusia yang berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia (Firani, 2018:1).

b. Komponen darah

Darah manusia terdiri dari dua komponen utama, yaitu sel-sel darah dan plasma darah (cairan darah). Dalam buku Pearce (2011: 159-165), sel-sel darah merupakan bagian terbesar dari darah, yaitu sekitar 40 – 50 %. Sel-sel darah terdiri dari:

Gambar 2.1 Bagian-bagian Darah Sumber: pendidikan.abi-blog.com

1) Sel darah merah (eritrosit) yang berbentuk seperti cakram kecil bikonkaf, dan pada kedua sisinya cekung. Dalam setiap millimeter kubik, darah terdapat 5.000.000 sel darah.

2) Sel darah putih (leukosit) dikatakan sel darah putih karena tidak memiliki warna (bening), memiliki bentuk yang lebih besar dibandingkan dengan sel darah merah tetapi jumlahnya lebih kecil. Dalam setiap millimeter kubik, darah terdapat 6.000-10.000 sel darah putih

3) Plasma Darah merupakan cairan yang berwarna kuning dan bersifat sedikit alkali dan memiliki fungsi sebagai perantara untuk penyaluran makanan, mineral, lemak, dan sebagainya ke jaringan. 4) Trombosit merupakan bagian dari beberapa sel-sel besar dalam

sumsum tulang belakang yang memiliki bentuk seperti cakram bulat, oval, bikokveks, tidak berinti dan memiliki jumlah antara 150.000 – 400.000/ milliliter terkonsentrasi di dalam limpa dan sisanya bersirkulasi di dalam darah. Trombosit berperan dalam pembentukan pembekuan darah. Trombosit atau keeping darah dalam keadaan normal bersirkulasi ke seluruh tubuh melalui aliran darah (Haribowo, 2008: 12).

c. Fungsi darah

Darah merupakan jaringan penyokong istimewa yang mempunyai banyak fungsi seperti yang tertera dalam buku Pearce (2011: 167), yaitu:

19

1) Sebagai transpor dari tubuh, menghantarkan sari-sari makanan ke seluruh tubuh

2) Sel darah merah menghantarkan oksigen dan karbondioksida dari alat pernapasan ke jaringan-jaringan ke seluruh tubuh

3) Sel darah putih melindungu tubuh terhadap serangan bakteri. 4) Mengangkut sisa-sisa metabolisme ke alat ekskresi

5) Mengedarkan hormon dari kelenjar hormon ke tempat yang membutuhkan

d. Golongan Darah

Terdapat empat golongan utama darah yang terdapat dalam Pearce (2011: 161). Berikut tabel penggolongan darah:

Tabel 2.2 Penggolongan Darah

Golongan AB 3,0%

Golongan A 42,0%

Golongan B 8,5%

Golongan O 46,5%

e. Pembekuan Darah

Proses pembekuan darah adalah bagian penting dari homeostasis, yaitu upaya tubuh untuk mencegah terjadinya pendarahan dari pembuluh darah yang terluka. Dalam buku Pearce (2011: 167), terdapat rumus proses penggumpalan darah, yaitu:

Protrombin + kalsium + trombokinase = Trombin Trombin + fibrinogen = Fibrin

f. Alat-Alat Peredaran Darah 1) Jantung

Jantung merupakan salah-satu organ penting dalam tubuh manusia. Jantung berbentuk kerucut, berongga, basisnya diatas, dan puncaknya di bawah. Jantung berada di dalam toraks, antara kedua paru-paru dan di belakang sternum, dan lebih menghadap ke kiri. Jantung bekerja untuk memompa dan menerima darah ke seluruh tubuh (Pearce, 2011: 143-144). Sedangkan dalam buku Nughrahaeni (2013:186), dikemukakan bahwa fungsi utama jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh. Jantung terletak di antara paru-paru dan terletak di sebelah kiri.

2) Pembuluh darah yang dikemukakan oleh Sonjaya (2019: 71), terdapat tiga macam, yaitu:

a) Pembuluh nadi atau arteri, merupakan pembuluh darah yang keluar dari jantung menuju ke kapiler atau ruang hemocoel. Pada pembuluh nadi atau arteri, biasanya darah yang berada di dalamnya kaya akan oksigen dan miskin akan karbondioksida,

Gambar 2.2 Jantung Sumber: kitchenuhmaykoosib.com

21

tetapi kadar gas-gas pembuluh tergantung pada tempat pertukaran gas.

b) Pembuluh balik atau vena, adalah pembuluh darah yang memiliki fungsi untuk mengalirkan darah kembali ke jantung, memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan arteri, mempunyai dinding yang lebih tipis dan lebih lembek.

c) Pembuluh kapiler, merupakan suatu pembuluh-pembuluh yang berukuran kecil, berjumlah besar, dan memiliki dinding yang sangat tipis. Diameternya sama dengan diameter sel darah dan seringkali terletak dekat satu sama lain.

e. Proses Peredaran Darah

1) Peredaran darah besar atau sistem sirkulatoria magna, yaitu peredaran darah dari jantung (bilik kiri) menuju keseluruh tubuh (kecuali paru-paru) dan kembali ke jantung (serambi kanan). 2) Peredaran darah kecil atau sirkulatoria parva, yaitu peredaran darah

dari jantung (bilik kanan) menuju ke paru-paru kembali ke jantung Gambar 2.3 Proses Peredaran Darah

(serambi kiri). Selain itu, ada juga sistem vena porta, yaitu vena dari suatu alat tubuh sebelum menuju ke jantung, mampir dulu ke suatu alat. Pada manusia adalah sistem vena porta hepatis, yaitu darah dari usus, sebelum ke jantung mampir dulu ke hati.

f. Gangguan pada Sistem Peredaran Darah

Menurut Zubaidah (2014:17), gangguan sistem peredaran darah pada manusia yaitu:

1) Serangan jantung

Serangan jantung terjadi jika arteri koronaria yang terdapat pada jantung tidak dapat mengirimkan darah yang cukup ke sel-sel jantung. Kondisi seperti ini dapat terjadi karena arteri koronaria tersumbat oleh lemak atau kolestrol. Tersumbatnya arteri koronaria akan menyebabkan otot jantung berhenti beraktivitas jika sel-sel otot tidak menerima oksigen dan nutrisi yang cukup.

2) Stroke

Stroke merupakan suatu penyakit yang terjadi karena matinya jaringan di otak yang disebabkan oleh kurangnya asupan oksigen ke otak.

3) Arteriosklerosis

Yaitu pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak berbentuk plak yaitu jaringan ikat berserat dan sel-sel otot polos yang di infiltrasi oleh lipid.

23

4) Anemia

Anemia yaitu rendahnya kadar hemoglobin dalam darah atau berkurangnya jumlah eritrosit dalam darah.

5) Hipertensi

Yaitu tekanan darah tinggi akibat arterioklerosis. 4. Hasil Penelitian yang Relevan

Berikut ini dikemukakan penelitian yang relevan dengan membahas permasalahan yang sesuai dengan permasalahan ini:

a. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Duolam (2019), dalam penelitian yang berjudul “Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi melalui

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Division) disertai Permainan Bowling Kampus di Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Tambusai Kabupaten Rokan Hulu ”. Dengan

hasil penelitian menyatakan bahwa: penerapan model pembelajaran STAD (Student Team Achievement Division) disertai permainan bowling kampus pada peserta didik kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Tambusai tahun pelajaran 2012/2013 dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam hal mengerjakan latihan, bekerjasama dalam kelompok, mempresentasikan hasil kerja, dan membuat kesimpulan.

b. Fajrin (2019) tentang “Perbandingan Hasil Belajar Biologi melalui Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dan Jigsaw pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Sangatta Utara, Kalimantan Timur”. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat

disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik pada kelompok pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dan Jigsaw tergolong sangat tinggi dan melebihi KKM.

c. Penelitian oleh Irawati (2019), dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD)” dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar biologi peserta didik kelas X MIPA 2 SMAN 4 Kota Bengkulu pada pokok bahasan ekosistem.

d. Retnowati (2017) dalam penelitiannya yang berjudul “Model Pembelajaran STAD (Student Team Achievement Division) dengan Media Pop Up Card untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Kelas XI IPA 1 SMA Siliwangi Bogor”, dimana hasil penelitian tersebut

menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran STAD (Student Team Achievement Division) dengan media Pop Up Card dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas XI SMA Siliwangi Bogor. Kemampuan guru dalam melaksanakan perencanaan pembelajaran mengalami perubahan yang baik, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan harapan.

e. Penelitian oleh Mufida (2017), dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Biologi Reading-Concept-Map-Student Team Achievement Division pada Kemampuan Akademik Berbeda terhadap

25

Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X MIPA SMA”, dapat

disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Remap-STAD terhadap pencapaian keterampilan berpikir kreatif siswa yang berkemampuan akademik tinggi dengan nilai yang signifikan.

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh: FITRIANI NURHIDA (Halaman 27-40)

Dokumen terkait