BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
4.7 Hasil dan analisis Pengujian Ketahanan Kikis (cc/3000x) 48
Gambar 4.6 Ketahanan kikis VS Persentasi Serbuk Ban Bekas
Pada Gambar 4.6 terlihat bahwa Ketahanan kikis merupakan nilai kesanggupan karet lembaran bertahan terhadap gesekan dengan benda lain. Nilai ketahanan kikis adalah volume karet yang dapat dikikis oleh pengikis sehingga semakin rendah nilai ketahanan kikisnya maka semakin baik sifat karet tersebut. Dari Gambar diatas dapat kita lihat penggunaan serbuk ban bekas Terhadap ketahanan kikis dari karet lembaran yaitu berkisar 295,6, 272,5 sampai 263,4 m3. Nilai rata-rata ketahanan kikis yang diperoleh dalam hasil penelitian ini lebih rendah dari pada nilai ketahanan kikis dari spesifikasi yang ditetapkan sebagai acuan yaitu 350 mm3, hal ini menunjukkan bahwa ketahanan kikis yang dimiliki oleh vulkanisat karet lembaran pada penelitian ini adalah baik untuk ketiga vulkanisat karet lembaran.
0
% Berat Serbuk Ban Bekas
4.8 Hasil dan analisis Pengujian Ketahanan Retak Lentur 150 KCS
Pengujian ketahanan retak lentur vulkanisat karet lembaran bertujuan untuk menentukan keretakan dari vulkanisat karet lembaran apabila diberi gaya lenturan.
Pada penelitian ini pengujian ketahanan retak lentur dilakukan pada 150 kcs (kilocycyles) yang berarti vulkanisat karet lembaran mendapat gaya lenturan sebanyak 150.000 kali. Hasil pengujian dapat kita lihat pada Gambar berikut :
Gambar 4.7 Ketahanan retak lentur VS Persentasi Serbuk Ban Bekas
Ketahanan retak lentur yang rendah ini disebabkan karena adanya bahan pengisi dalam kompon karet yang menyebabkan meningkatnya kekerasan dan kekakuan vulkanisat karet lembaran sehingga menurunkan kelenturan karet.
Berdasarkan hasil uji pada penelitian ini juga terlihat bahwa vulkanisat karet lembaran mendapat gaya lenturan sebanyak 150.000 kali. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa semua vulkanisat karet lembaran mempunyai nilai ketahanan retak lentur di atas 150 Kcs, artinya tidak terlihat ada keretakan pada sampel karet lembaran.
250
Ketahanan retak lentur 150 KCS
% Berat Serbuk Ban Bekas
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil pengujian terhadap sampel yang telah dibuat, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Berdasarkan hasil uji di balai penelitian karet sungei putih bahwa Pemanfaatan serbuk ban bekas dapat dipakai sebagai bahan isian pada pembuatan karet lembaran berdasarkan sifat mekanik yang dihasilkannya.
2. Komposisi serbuk ban bekas yang optimum digunakan untuk produk pembuatan karet lembaran adalah 50% serbuk ban bekas dari berat karet alam sehingga menghasilkan sifat mekanik diantaranya tegangan putus = 18,6 N/mm2, Perpanjangan putus = 370%, Kekerasan = 58 Shore A, Ketahanan sobek = 5,95 N/mm2, Bobot jenis = 1,15 kg/m3, Ketahanan Kikis (cc/3000x) = 263,4 m3, Ketahanan retak lentur = 259 KCS.
3. Serbuk ban bekas dapat dipakai sebagai bahan pengisi pengganti carbon dan meminimalkan penggunaan karet alam, pengisian serbuk ban bekas menghasilkan karet lembaran yang dikategorikan dengan mutu 2.
4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil vulkanisat karet lembaran yang mengandung bahan pengisi serbuk ban bekas 40%, 45% dan 50% memiliki sifat-sifat fisik yang hampir sama sehingga tidak terlihat perbedaan yang signifikan. Berdasarkan sifat fisik vulkanisat Karet lembaran dengan menggunakan karet alam, serbuk ban bekas dapat digunakan sebagai bahan pengisi untuk membuat Karet lembaran karena vulkanisat karet lembaran memiliki sifat mekanik yang cukup sesuai dengan standar SNI 0778-2009.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim,2009.Pengolahan bahan olah karet rakyat Bokar). http://www. Antako
wisena. com Pengolahan-bahan-olahan-karet-rakyat-bokar.html. diakses pada tanggal 16 Dessember 2011
Anonim, 2010. Bahan olah karet. http//www.tekno-perta.com/doc/2010 /ketentuan-bahan-olah-karet.html diakses 16 desember 2011
Bahruddin,2010,Pembuatan Termoplastik Elastomer Dari Campuran Karet Alam Dan Polipropilen,UPT.Perpustakaan ITS
Bahruddin,2007,”Morfologi dan Properti Campuran Karet Alam/Polypropilena
yang ivulkanisasi Dinamik dalam Internal Mixer”Reaktor,Vol.11 (2007) 71-77.
Bujang B.K.Huat,2004, “Application of Scrap Tires as Earth Reinforcement for
Repair of Tropical Residual Soil Slope, Department of Civil Engineering.
University Malaysia. Serdang, Selangor, Malaysia Email [email protected],EJGE
Deptan disbun Sumsel/Litbang Deptan teknik budidaya tanaman karet Vol.13.
Carl Thodesen, Khaldoun Shatanawi, Serji Mairkhanian,2009, Effect of crumb
rubber characteristics on crumb rubber modified (CRM) binder viscosity, Construction and Building Materials 23 (2009) 295–303, Construction and Building Materials ,www.elsevier.com/ locate/conbuildmat
Cal Recovery,2004” Evaluation of Waste Tire Devulcanization Technologies”
California Inc.
Ediputra,Kasman.2010. Studi Pembuatan Genteng dari campuran bahan Aspal, KarerAlam Sir 10, Ban Bekas (Tire Rubber), Sulfur, dan Bahan Adhesive Isosiona.2010.08.04
Erna Frida, 2011”Penggunaan anhidrida maleat-grafted-polipropilena (am-g-pp)
dan anhidrida maleat-grafted- karet alam (am-g-ka) pada termoplastik elastomer (tpe) berbasis polipropilena,kompon karet alam sir-20 dan Serbuk ban bekas” Universitas Sumatera Utara. Medan
Exposure Reseach,2009” The Use of Recycled Tire Materials on Playgrounds &
Artificial Turf Fields,U.S.Enviromental Protection Agency Green Purchasing Case Studies,2008: Old Tires Find New Life In Sports Fields City of Portland, Bureau of Purchases July .
http://dunia karet. blogspot.com. karet.html.
Heitzman,M., 1992.” State of Practice-Design and Construction of Asphalt
PavingMaterials with Crumb Rubber Modifier”. Research Report No. FHWA-SA-92-022, Federal Highway Administration,Washington,D.C.
Lievana Emiliano Julían ,Maret 2005. Dipl.-Ing “Recycling of Ground Tyre
Rubber and Polyolefin Wastes by Producing Thermoplastic Elastomers “Vom Fachbereich für Maschinenbau und Verfahrenstechnik der Technischen Universität Kaiserslautern zurErlangung des akademischen Grades .
Marthan (1998). Dalam Karya Ilmiah Universitas Sumatera Utara (2010). Medan M. Juma*, Z. Koren ová, J. Markoš, J. Annus,L. Jelemenský. (2006). Pyrolysis
and Combustion of Scrap Tire. Institute of Chemical and Environmental Engineering, Faculty of Chemical and Food Technology, Slovak University of Technology, Radlinského 9, 812 37 Bratislava, Tel.: ++421 2 59325265, E-mail mohammad. [email protected]
Nicholas P. and Cheremisinoff, Paul N., Cooling Towers, Selection, Design and Practice... Ann Arbor Science Publisher, Michigan, 1983.
Nongnard Sunthonpagasit, Michael R. Duffey,2003,Scrap tires to crumb rubber:
feasibility analysis for processing facilities” .
Nurdin Bukit. 2011 (LIPI Press 2011) Pengolahan ban bekas berwawasan
lingkungan Menjadi bahan bamper pada outomotif.. Volume 34, Edisi Khusus 2011
Satyarno, I. 2006. .Lightweight Styrofoam Concrete for Lighter and More Ductile Wall.Yogyakarta :Universitas Gajah Mada.
Stadar Nasional Indonesia. 2009. Lembaran karet cetak untuk sol. SNI 06-0899- 2009. Badan Standar Nasional. Jakarta
Steven Manolis and Simon Hesp. 2001. “Hight Temperature Performance of
Scrap Tire Rubber Modified Asphalt Concrete “.Chemistry University,Kingston,Ontario
Roberts and Caltrans, 2000. “Laboratory Optimization of Continuous Blend
Asphalt Rubber “ Paulo A. A. Pereira and Jorge C. Pais University of Minho, Guiamrães, Portugal).
Shulan Zhao,LiliWang and Lian Duo , 2009 ,” Effects of Waste Crumb Rubber on
Medium Characters And Growth of Lolium Perenne L.Pak.J.Bot.41(6):2893-2900.
Shu Ling Zhang ,2009,”Characterization of the properties of thermoplastic
Elastomers containing waste rubber tire powder” Contents lists available at
ScienceDirect, Waste Management journal homepage:
www.elsevier.com/locate/wasman
Shu Ling Zhang, Zhen Xiu Zhang,2010 “Prediction of mechanical properties of
Polypropylene/waste ground rubber tire powder treated by bitumen composites via uniform design and artificial neural networks, Contents lists available at ScienceDirect Materials and Design journal :www.elsevier.com/locate/matdes Usman Ahmad & Sutrisno. 2008.”Pengolahan Karet” Departemen Teknik
Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
WBCSD Tire Industry Project, November 2008.: “ Managing End-of-Life Tires”WorldBusiness Council for Sustainable Development.
Yayasan Karet. 1983. Penuntun Praktis Untuk Pembuatan Barang – Barang dari Karet Alam. Jakarta : Penerbit KINTA.