• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik responden merupakan salah satu aspek penting yang turut berpengaruh dalam tingkat penerimaan media situs web burung puyuh. Data karakteristik mahasiswa STPP jurusan Penyuluhan Peternakan yang dikaji dalam penelitian ini meliputi umur, pendidikan, uang saku, kekosmopolitan, dan sikap kepemimpinan. Karakteristik mahasiswa disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2. Distribusi Karakteristik Mahasiswa STPP Cinagara

No. Karakteristik Individu Jumlah

(orang) Persentase (%) 1. Umur (Tahun) < 19 3 7,5 19-21 29 72,5 >21 8 20 2. Pendidikan

Tidak mengambil mata kuliah komputer 0 0

Mengambil mata kuliah komputer 2 sks 31 77,5 Mengambil mata kuliah komputer 3 sks 9 22,5 3. Uang Saku Bulanan (Rupiah)

< 150.000 11 27,5

150.000-350.000 17 42,5

>350.000 12 30

4. Dibelanjakan tiap Bulan untuk Informasi

a. ≤ Rp. 50.000 19 47,5 b. Rp. 51.000 – Rp. 99.000 17 42,5 c. ≥ Rp. 100.000 4 10 5. Jenis Kelamin Laki-laki 23 57,5 Perempuan 17 42,5

6. Frekuensi Browsing internet tiap bulan

< 4 kali 21 52,5

4-14 kali 17 42,5

> 14 kali 2 5

7. Terdapat Jalur Telepon di Tempat Tinggal

Ya 39 97,5

Tidak 1 2,5

8. Berperan dalam Organisasi dan Kemasyarakatan

Tidak Pernah 5 12,5

Jarang 26 65

30 Umur

Tabel 2 diatas menunjukkan bahwa umur reponden didominasi pada selang umur 19-21 tahun yaitu sebesar 72,5%. Secara keseluruhan umur responden berkisar antara 18-25 tahun dengan rataan 21 tahun. Rataan umur 21 tahun menyebar pada mahasiswa tingkat 2 dan tingkat 3. Hal ini dikarenakan sejak tahun 2001 STPP sudah mulai menerima mahasiswa baru dari SPMA. Mahasiswa STPP sebelumnya lebih beragam dari penyuluh Pegawai Negeri Sipil, penyuluh honorer, Kontak Tani Nelayan Andalan, dan siswa non penyuluh. Hal ini merupakan pertanda baik bagi kelangsungan penyuluhan peternakan karena generasi muda mulai tertarik untuk mengembangkan peternakan melalui penyuluhan.

Pendidikan

Pendidikan dibedakan berdasar mata kuliah tentang ilmu komputer yang diambil mahasiswa. Semua responden telah mengambil mata kuliah tentang aplikasi komputer. Hal tersebut akan lebih mempermudah untuk menerapkan media situs web sebagai media informasi. Responden pada umumnya menguasai Office pada sistem operasi Microsoft di komputer. Responden yang mengambil mata kuliah aplikasi komputer sebanyak 3 sks hanya sembilan orang. Sebanyak 31 responden mengambil hanya 2 sks, itu berarti tanpa penerapan praktikum. Pendidikan menjadi salah satu faktor penentu dalam mendapatkan pengetahuan, sehingga akan mempengaruhi responden untuk mengadopsi suatu inovasi yang diberikan.

Uang Saku

Uang saku per bulan responden besarnya menyebar antara Rp. 45.000 hingga Rp. 1.350.000 per bulan. Sebagian besar responden masih mendapat uang saku dari orang tua mereka. Terdapat juga beberapa yang sudah mendapatkan penghasilan. STPP menyediakan asrama dan semua fasilitas yang ada dapat digunakan mahasiswa, termasuk makan tiga kali sehari. Hal tersebut dapat mengurangi biaya uang bulanan untuk tempat tinggal dan makan sehari-hari. Mayoritas mahasiswa yaitu sebesar 42,5% mempunyai uang saku antara Rp. 150.000 hingga Rp. 350.000 per bulan.

Uang saku mayoritas mahasiswa yang dibelanjakan per bulan untuk kepentingan memperoleh informasi ≤ Rp. 50.000. Hal ini disebabkan karena

31 mahasiswa memperoleh informasi dari siaran televisi dan buku yang ada di perpustakaan. Beberapa mahasiswa membelanjakan uangnya untuk membeli majalah atau koran.

Kekosmopolitan

Mahasiswa dengan individu yang kosmopolit akan lebih cepat melaksanakan adopsi dibandingkan dengan yang lokalit. Frekuensi responden browsing internet tiap bulan dan ada atau tidaknya jalur telepon dikategorikan kepada kekosmopolitan. Responden browsing internet antara 1 s.d. 17 kali dalam satu bulan, dengan frekuensi mayoritas responden browsing internet tiap bulan berada pada kurang dari empat kali. Frekuensi browsing dipengaruhi oleh jarak tempat browsing dan harga tarif

browsing internet terdekat. Jarak asrama mahasiswa ke tempat browsing internet terdekat kurang lebih 14 km, dan tarif per jam browsing internet terdekat Rp. 5000. Jarak rumah mayoritas responden ke tempat browsing internet terdekat berada pada selang 4-16 km.

Hampir semua responden telah memiliki telepon di tempat tinggalnya. Hanya satu orang yang tidak mempunyai telepon di tempat tinggalnya. Asal responden tersebar dari berbagai daerah. Responden yang belum memiliki jalur telepon di tempat tinggalnya berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Sikap Kepemimpinan

Berperan dalam suatu organisasi dan kemasyarakatan termasuk kedalam variabel sikap kepemimpinan. Sikap kepemimpinan seseorang memberikan pengaruh terhadap tingkat penerimaan suatu inovasi. Seseorang yang telah dipercaya masyarakat akan lebih mudah mempengaruhi orang lain untuk sesuatu hal yang relatif baru. Mayoritas responden sebesar 65% jarang terlibat banyak dalam suatu organisasi dan kemasyarakatan. Lima responden atau 12,5% tidak pernah mengikuti kegiatan keorganisasian, dan sebesar 22,5% responden berperan aktif dalam organisasi dan kemasyarakatan.

Karakteristik Media Situs Web Burung Puyuh

Situs web dalam internet dengan berbagai aplikasinya pada dasarnya merupakan media yang digunakan untuk mengefisienkan proses komunikasi.

32 Teknologi internet pada awalnya digunakan hanya untuk keperluan pertahanan yang dirintis oleh lembaga riset Departemen Pertahanan Amerika. Setelah berkembang dan sekitar pertengahan 1970 salah satu universitas yang bekerja sama dengan Lembaga Riset Departemen Pertahanan Amerika, mulai mengembangkan standarisasi jaringan komputer menjadi sebuah protokol (pengatur hubungan antar komputer). Protokol ini disebut TCP/IP yang sekarang menjadi protokol di internet (Suryatmoko,2003).

Gambar 4. Tampilan home Situs Burung Puyuh

Media situs web yang semakin berkembang ini diharapkan dapat mempermudah penyuluhan dengan mempublikasikan informasi kepada pelaku peternakan. Responden dalam penelitian ini menilai media situs web burung puyuh berdasarkan kegunaan (usability), fungsi (functionality), dan efisiensi (efficiency). Data mengenai penilaian responden dapat dilihat pada Tabel 3.

Kegunaan

Responden yang cukup mengerti sebesar 77,5%. Hanya lima orang atau sebesar 12,5% yang tidak mengerti. Sebanyak empat orang atau 10% dari responden mengatakan bahwa situs ini mudah dipahami.

33 Tampilan dari situs ini cukup sederhana, hanya terdapat satu gambar burung puyuh di sebelah kanan atas, dan satu gambar telur puyuh di tengah. Semua gambar dalam situs ini statis, tulisan selamat datang dan selamat berselancar bergerak dari kanan ke kiri. Tulisan utama pada halaman web berwarna biru dengan efek shadow

hitam dan tidak bergerak atau statis. Tidak terdapat banner iklan pada situs ini. Isi atau content dalam situs ini berupa sajian informasi dengan beberapa gambar atau foto. Secara keseluruhan tampilan dari situs ini cukup sederhana. Hanya tujuh orang dari seluruh responden atau 17,5% yang tidak menyukai situs ini. Sebanyak 16 orang responden atau 40% menyatakan bahwa situs ini sama saja dengan situs lain yang ada. Sebanyak 17 orang responden atau 42,5% menyukai tampilan dari situs ini.

Tampilan yang sederhana dari situs ini masih perlu perbaikan, 75% dari seluruh responden menyatakan bahwa tampilan situs ini cukup baik dan masih diperlukan perbaikan. Lima orang responden atau 12,5% menyatakan bahwa situs ini belum baik, dan jumlah yang sama juga menyatakan bahwa situs web ini sudah baik.

Tabel 3. Karakteristik Media Situs Web Burung Puyuh

No. Kategori Jumlah

(n)

Persentase (%)

1. Kegunaan Isi dari situs dapat

dimengerti? Tidak dimengerti 5 12,5

Cukup dimengerti 31 77,5

Mudah dipahami 4 10

Anda menyukai

tampilan situs ini? Tidak 7 17,5

Sama saja 16 40

Suka 17 42,5

Tampilan situs ini

sudah baik? Belum 5 12,5

Perlu perbaikan 30 75

Sudah baik 5 12,5

2. Fungsi Fasilitas situs memenuhi kebutuhan yang diinginkan?

Tidak 17 42,5

Cukup 21 52,5

Terpenuhi 2 5

3. Efisiensi Waktu yang dibutuhkan untuk membuka suatu

halaman situs. Lama 4 10

Cukup singkat 25 62,5

34 Fungsi

Fungsi dari situs ini adalah menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa calon penyuluh tentang ternak burung puyuh. Fasilitas dari situs ini adalah isi atau content yang berisi informasi tentang ternak burung puyuh, dari deskripsi sejarah hingga budidaya. Fasilitas yang lain adalah search engine untuk mempermudah pengguna mencari bahan informasi yang diperlukan. Fasilitas arsip berita berfungsi agar berita yang diberikan oleh anggota yang sudah mendaftar dapat dilihat oleh pengguna lain dengan akses tidak hanya sebatas anggota yang telah mendaftar. Sebanyak 17 responden atau 42,5% menyatakan bahwa fasilitas dari situs ini tidak memenuhi kebutuhan pengguna. Sebanyak 21 responden atau 52,5% menyatakan bahwa fasilitas situs web cukup memenuhi kebutuhan pengguna. Sebanyak dua responden atau 5% dari responden menyatakan bahwa semua kebutuhan yang diperlukan sudah terpenuhi.

Efisiensi

Tingkat efisiensi yang diukur dari situs web ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk membuka suatu halaman pada situs. Sebanyak empat orang atau 10% dari responden menyatakan bahwa waktu yang dibutuhkan lama untuk berpindah dari satu halaman ke halaman yang lain. Sebanyak 25 orang atau 62,5% dari responden menyatakan waktu yang dibutuhkan cukup singkat, dan sebanyak 11 orang atau 27,5% dari responden menyatakan waktu yang dibutuhkan sangat singkat untuk membuka suatu halaman.

Tingkat Penerimaan Media Situs Web Burung Puyuh

Tingkat penerimaan media dilihat dari persentase penilaian responden terhadap media situs web burung puyuh.

Tabel 4. Tingkat Penerimaan Situs Web

Nomor Tingkat Penerimaan Jumlah (n) Persentase (%)

1. Menolak 3 7,5

2. Taraf Sadar 29 72,5

3. Taraf Minat 4 10

4. Taraf Percobaan 4 10

35 Hasil penelitian menunjukkan responden berada pada tingkat penerimaan taraf kesadaran, hal ini ditunjukkan sebanyak 72,5% responden hanya menerima keberadaan situs web burung puyuh. Mayoritas responden yang hanya menerima keberadaan situs web burung puyuh bukan karena rendahnya tingkat adopsi, namun jika dikaji dari karakteristik individu akan memberikan gambaran. Mayoritas mahasiswa (47,5%) membelanjakan uang sakunya tiap bulan untuk keperluan mencari informasi kurang dari sama dengan Rp. 50.000. Frekuensi browsing internet tiap bulan kurang dari empat kali dengan jarak tempat tinggal ke tempat browsing

terdekat sebanyak 62,5% berada pada selang 4-16 km. Keterbatasan waktu pengenalan media juga membuat responden baru berada pada taraf sadar. Membuat keputusan tentang menerima suatu inovasi bukan hal yang dapat dilakukan dengan instan. Proses tersebut membutuhkan jangka waktu dan beberapa perlakuan yang intensif dilakukan.

Responden yang menolak akan adanya situs web burung puyuh sebanyak 7,5%. Mahasiswa tersebut menilai bahwa situs web ini tidak akan digunakan, karena lebih sulit mendapatkan informasi dari internet. Menggunakan internet memerlukan keterampilan khusus yang dapat menyita waktu, uang dan tenaga. Mahasiswa tersebut lebih memilih mendapatkan informasi dari buku dibanding dari internet. Tampilan dari situs web burung puyuh masih perlu perbaikan, responden yang menyatakan hal ini sebanyak 75%. Fasilitas yang ada di situs ini belum memenuhi kebutuhan informasi yang diinginkan beberapa mahasiswa.

Halaman utama situs ini hanya terdiri atas lima buah menu yaitu Home, Content, Search, File Berita, dan Member Anggota. Hanya menu content yang memiliki link di dalamnya. Link tersebut membagi isi dalam delapan kategori, kemudian pada tiap kategori berisi link-link isi dan keterangan (Gambar 5). Responden yang mulai menaruh minat dan ingin tahu lebih jauh tentang situs burung puyuh sebanyak 10%. Sebanyak 75% responden menyatakan situs web burung puyuh mudah dimengerti. Tampilan yang sederhana menarik beberapa perhatian mahasiswa. Sebanyak 42,5% mahasiswa menyukai tampilan situs web burung puyuh.

Jumlah yang sama yaitu sebanyak 10% berada pada taraf percobaan. Mahasiswa tersebut mulai mencoba menggunakan situs web sekedar untuk informasi

36 tambahan. Responden menyatakan situs ini belum dapat digunakan untuk penyuluhan maupun pengajaran, dikarenakan berbagai kendala yang ada dan sarana yang belum memadai. Masih banyak peternak yang tidak mengerti cara menggunakan komputer, dan sarana akses internet yang masih terbatas di berbagai desa.

Gambar 5. Sitemap Situs Web Burung Puyuh

Ho me

Ka nd a ng

Ke b utuha n Pa ka n Be rd a sa rka n Fa se Pe me liha ra a n

Situs we b burung puyuh

Me ma sa rka n Pro d uk Pe rio d e Pe mb e sa ra n Ka nd a ng Ha l ya ng ha rus Me ning ka tka n k t

Ana lisis usa ha

Sya ra t-sya ra t te lur te ta s Me ne ta ska n te lur Puyuh Inc ub a tio n De skrip si b urung p uyuh Histo ry a nd d e sc rip tio n o f ja p a ne se q ua il C o nte nt Se a rc h Pa ka n Puyuh Ba ha n Me nyusun b a ha n p a ka n Pe me liha ra a n Puyuh Pe rka nd a ng a n d a n p e ra la ta nnya Ke untung a n d a n Pe ma sa ra n Te lur Puyuh Pe nya kit p a d a Puyuh De skrip si Burung Puyuh Sifa t p ro d uksi b urung p uyuh File Be rita Pe rio d e Me mb e r a ng g o ta

37 Sifat-sifat Inovasi Media Situs Web Burung Puyuh

yang Berhubungan dengan Tingkat Penerimaan

Tingkat penerimaan mahasiswa STPP terhadap inovasi media situs web burung puyuh sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat dari inovasi itu sendiri. Terdapat lima sifat inovasi yang dapat mempengaruhi tingkat penerimaan yaitu keuntungan relatif, kompatabilitas, kompleksitas, trialabilitas, dan observabilitas (Rogers dan Shoemaker, 1971). Rataan skor penilaian mahasiswa terhadap sifat inovasi media situs web burung puyuh dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Rataan Skor Terhadap Sifat Inovasi

No. Sifat Inovasi Rataan skor

1. Keuntungan relatif 2,20

2. Kompleksitas 1,87

3. Kompatabilitas 1,89

4. Trialabilitas 2,26

5. Observabilitas 2,36

Rataan skor seluruh aspek 2,12

Ket: Rataan skor berdasarkan skala Linkert 0-1,9 = Tidak baik, 2-2,4 = Cukup, 2,5-3 = Baik

Keuntungan Relatif

Keuntungan relatif dalam hal ini merupakan perbandingan keuntungan relatif antara media situs web burung puyuh dengan media buku sebagai sumber informasi lain yang sudah ada. Apabila secara ekonomis inovasi tersebut menguntungkan, maka suatu inovasi dapat lebih mudah diterima. Tabel 5 menunjukkan skor untuk keuntungan relatif adalah 2,2 hal ini menunjukkan bahwa media situs web burung puyuh cukup menguntungkan. Para mahasiswa beranggapan menggunakan situs web dapat langsung memperoleh informasi yang dibutuhkan, tanpa harus membayar semua informasi yang ada di buku. Fasilitas warung internet terdekat di sekitar kampus STPP Cinagara masih menerapkan harga yang cukup mahal yaitu Rp. 5000 per jam. Beberapa mahasiswa yang sering browsing internet beranggapan situs web burung puyuh lebih menguntungkan karena mereka dapat mengakses informasi lain yang mereka butuhkan pada saat yang bersamaan. Secara umum responden menyatakan bahwa media situs web burung puyuh cukup menguntungkan.

38 Kompleksitas

Mayoritas mahasiswa yaitu sebanyak 55% beranggapan bahwa akses ke internet lebih sulit. Mereka beranggapan membutuhkan keterampilan baru untuk dapat mengakses internet. Responden berpendapat bahwa media situs web burung puyuh akan lebih sulit untuk diterapkan pada peternak. Tabel 5 menunjukkan skor kompleksitas adalah 1,87 paling rendah diantara skor lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa media situs web burung puyuh memiliki kompleksitas yang lebih rumit dibanding dengan buku.

Kompatabilitas

Suatu inovasi akan lebih mudah diterima apabila sesuai dengan gaya hidup yang berlaku, keterampilan dan pengalaman yang ada sebelumnya, dan sesuai dengan kebutuhan. Tingkat kesesuaian media situs web burung puyuh dengan mahasiswa STPP berada pada skor 1,89. Sebanyak 12,5% mahasiswa menyatakan bahwa media situs web burung puyuh tidak sesuai dengan gaya hidup mahasiswa. Sebanyak 87,5% mahasiswa menyatakan situs web burung puyuh sudah sesuai.

Trialabilitas

Suatu inovasi akan lebih cepat dan mudah diterima jika inovasi tersebut mudah untuk dicoba pada situasi dan kondisi yang ada. Para mahasiswa sebelumnya telah mengenal teknologi internet. Hal ini mempermudah dicobanya media situs web burung puyuh. Responden lebih banyak mencari informasi lewat literatur buku di perpustakaan. Kemudahan media situs web burung puyuh untuk dicobakan mendapat skor 2,26 yang berarti media ini cukup mudah untuk dicobakan pada mahasiswa. Kendala fasilitas mempengaruhi keinginan responden untuk lebih banyak browsing

internet.

Observabilitas

Observabilitas menunjukkan kemampuan suatu inovasi untuk dilihat hasilnya oleh orang lain. Hasil dari adanya media situs web burung puyuh dapat langsung diamati. Media ini memberi nilai tambah informasi tentang burung puyuh pada mahasiswa. Media ini mudah dikomunikasikan kepada mahasiswa lain. Hal ini membuat sifat observabilitas bernilai skor paling tinggi yaitu 2,36. Tulisan dalam

39 media menarik dan mudah untuk diamati. Keunggulan media ini dapat dengan cepat diupdate bahan informasinya. Administrator sebuah situs dapat mengoreksi dan menambah berita baru secara on line dan real time.

Ketepatan Media Situs Web Burung Puyuh

Media dapat diartikan sebagai alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak (Cangara, 2002). Ketepatan media dapat dilihat dari segi kesesuaian terhadap penerima dan terhadap pesan, ketersediaan di lokasi, dan biaya.

Media internet sudah bukan hal yang asing di kalangan pelajar dan mahasiswa. Perkembangan internet cukup pesat, tahun 1998 sudah terdapat 100 juta pengguna yang terkoneksi ke internet. Perkembangan internet di Indonesia telah merambah kepada pelajar dan mahasiswa. Mayoritas responden sebanyak 87,5% menyatakan bahwa media situs web burung puyuh sudah sesuai bagi mahasiswa STPP. Sebanyak 12,5% menyatakan bahwa situs web ini tidak sesuai.

Informasi yang ada dalam situs web burung puyuh sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Hal ini dapat dilihat dari mayoritas responden sebanyak 92,5% menyatakan informasi situs web burung puyuh sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Sebanyak 7,5% menyatakan bahwa informasi yang ada tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Sebanyak 73% dari responden yang menyatakan sesuai, menyatakan terdapat beberapa informasi yang perlu ditambahkan. Sebanyak 23% dari responden yang menyatakan sesuai, menyatakan bahwa semua informasi yang ada dalam situs web burung puyuh telah mencakup semua informasi tentang ternak burung puyuh.

Mahasiswa belum dapat memanfaatkan situs web secara maksimal, hal ini dikarenakan keterbatasan sarana yang ada. Mahasiswa harus menempuh jarak sekitar 14 km dari STPP untuk mengakses internet terdekat. Sarana yang ada pada institusi sudah cukup memadai untuk mengakses internet. Terdapat jaringan telepon dan beberapa perangkat komputer, namun sarana tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mengakses internet.

Sebanyak 45% responden menyatakan bahwa dari segi biaya media internet lebih mahal dibanding dengan buku. Hal tersebut dapat terjadi karena sarana untuk mengakses internet terdekat dari STPP berada cukup jauh. Diperlukan biaya lebih

40 dibandingkan dengan buku yang tersedia pada perpustakaan. Terlebih lagi sarana tersebut masih menetapkan tarif yang cukup mahal untuk mengakses internet. Mayoritas responden sebanyak 65% menyatakan bahwa walaupun lebih mahal dibanding buku yang disediakan dari perpustakaan, media internet masih terjangkau untuk kalangan mahasiswa.

Para mahasiswa berpendapat bahwa media situs web burung puyuh masih bernilai ekonomis. Sebanyak 40% responden menyatakan hal tersebut disebabkan dalam mengakses situs web dapat langsung memperoleh informasi yang dibutuhkan. Berbeda dengan buku, tidak semua informasi yang terdapat pada buku mereka perlukan. Tidak ekonomis jika harus membeli buku yang hanya sebagian informasinya yang dibutuhkan. Jumlah yang sama yaitu sebanyak 40% responden menyatakan bahwa media situs web burung puyuh mempunyai nilai ekonomis yang sama dengan mencari informasi melalui buku. Sebanyak 20% responden menyatakan bahwa media situs web burung puyuh tidak mempunyai nilai ekonomis.

Hubungan Antara Karakteristik Individu dengan Tingkat Penerimaan Media Situs Web Burung Puyuh

Karakteristik individu berhubungan dengan tingkat penerimaan mahasiswa terhadap media situs web burung puyuh. Uji korelasi menggunakan software SPSS

10 dilakukan untuk mengetahui signifikansi hubungan tersebut. Hasil uji korelasi disajikan pada Tabel 6.

Tabel 6. Hubungan Karakteristik Individu Terhadap Tingkat Penerimaan

Karakteristik

Individu Korelasi Tingkat Penerimaan

Kesadaran Minat Penilaian Percobaan Penerimaan

Pendidikan χ2 2.453 1.654 0.780 5.639 1.669 Jenis Kelamin χ 2 1.653 2.956 4.690 2.445 0.251 Pendapatan (uang saku) rs -0.005 0.101 0.155 -0.075 0.126 Kekosmopolitan rs 0.159 -0.091 0.058 0.099 -0.002 Kepemimpinan rs 0.052 0.062 -0.013 0.316 * 0.130 Umur rs 0.123 0.288 0.214 0.208 -0.048

Ket: * = Korelasi berhubungan nyata dengan taraf signifikan α=0,05

χ2

= uji Khi Kuadrat, rs = uji Rank spearman

Pendidikan dalam penelitian ini adalah mata kuliah tentang ilmu komputer yang diambil. Responden yang diteliti adalah mahasiswa tingkat I hingga tingkat III.

41 Semua responden telah mengambil mata kuliah tentang aplikasi komputer. Beberapa dari responden mendalami dengan mengikuti praktikum. Pendidikan mahasiswa tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat penerimaan situs web burung puyuh. Hal ini disebabkan karena para mahasiswa semuanya telah mengerti dengan aplikasi komputer. Dan situs web bukanlah media yang bertentangan dengan nilai-nilai gaya hidup mahasiswa STPP.

Variabel jenis kelamin tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat penerimaan. Hal ini dikarenakan media situs web bukanlah media khusus yang segmentasinya membedakan gender. Laki-laki dan perempuan memiliki peluang yang sama dalam hal menggunakan situs web. Pada umumnya laki-laki lebih menyukai hal-hal yang berbau teknologi, akan tetapi hal tersebut tidak menjamin bahwa perempuan tidak menyukai hal yang berbau teknologi.

Para mahasiswa mendapat tunjangan sebesar Rp 45.000 setiap bulan dari instansi STPP yang dapat menambah uang saku bulanan. Uang saku juga tidak berpengaruh nyata terhadap variabel kesadaran, minat, penilaian, percobaan, dan penerimaan dari media situs web burung puyuh ini. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kecenderungan meningkatnya uang saku, maka akan ada peningkatan penerimaan terhadap media situs web burung puyuh. Uang saku berhubungan negatif terhadap varibel kesadaran dan percobaan, akan tetapi bernilai kurang dari 0,2 yang berarti hubungan yang dapat diabaikan (Sulaiman, 2003).

Tabel 6 menunjukkan bahwa hasil korelasi kekosmopolitan tidak berhubungan nyata dengan variabel-variabel tingkat penerimaan media situs web burung puyuh. Tidak terdapat kecenderungan mahasiswa yang kosmopolit lebih ada peningkatan dalam tingkat penerimaan media situs web burung puyuh. Variabel kekosmopolitan berhubungan negatif pada taraf minat dan penerimaan. Terhadap variabel penerimaan menunjukkan korelasi yang rendah. Terdapat kecenderungan semakin sering mengakses internet, maka semakin menurun taraf penerimaan situs burung puyuh, akan tetapi hal tersebut dapat diabaikan karena menunjukkan nilai korelasi yang kecil.

Karakteristik sikap kepemimpinan berhubungan nyata dengan tingkat

Dokumen terkait