Dukungan Pemerintah Pusat
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar Bidang Pendidikan
Adapun kebijakan umum di bidang pendidikan yang ditetapkan di Kabupaten Aceh Besar secara lebih rinci adalah sebagai berikut. Memberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang seluas-luasnya bagi setiap warga masyarakat di Kabupaten Aceh Besar melalui:
1. Melaksanakan pendidikan yang merata, dan terbebas dari hambatan biaya (Pendidikan Gratis).
2. Memberikan Beasiswa bagi siswa dan santri miskin dari tingkat SD, MIN, SMP/MTsN, dan SMA/MAN
3. Meningkatkan pengelolaan lembaga pendidikan yang profesional
4. Menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter bangsa pada peserta didik 5. Melaksanakan program diniah pada
setiap jenjang pendidikan
6. Menerapkan Manajemen Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) dalam akses pendidikan dan pembelajaran (e-education)
7. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, untuk meningkatkan kualitas belajar dan mengajar bagi anak didik dan guru.
Adapun program dan kegiatan yang diselenggarakan pada tahun 2013/2014 pada bidang pendidikan adalah sebagai berikut. 1. Program Pendidikan Usia Dini 2. Program Wajib Belajar 9 Tahun 3. Program Pendidikan Menengah 4. Program Pendidikan Non Formal 5. Program Pendidikan Luar Biasa
6. Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Kependidikan
7. Program Managemen Pelayanan Pendidikan
8. Program Wajib Belajar 12 Tahun
B. Strategi Pengembangan Kompetensi Guru PKn di Kabupaten Aceh Besar
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki visi sebagai nation and character building. Yakni membangun karakter manusia Indonesia yang Pancasilais, karena ideologi Pancasila merupakan identitas bagi bangsa Indonesia. Selain berdimensi identitas, Pancasila juga berdimensi humanitas (sila kedua dan keempat) dan universalitas (sila pertama dan keempat) (lihat, Sartono Kartodirdjo, 1993: 214).
Pengembangan profesi guru merupakan hal penting untuk diperhatikan guna mengantisipasi perubahan dan beratnya tuntutan terhadap profesi guru. Pengembangan profesionalisme guru menekankan kepada penguasaan ilmu pengetahuan atau kemampuan manajemen beserta strategi penerapannya. Seperti penjelasan Maister (1997), bahwa profesionalisme bukan sekadar memiliki pengetahuan, teknologi dan manajemen tetapi memiliki keterampilan tinggi, memiliki tingkah laku yang dipersyaratkan. Guru yang memiliki kinerja yang baik tentunya memiliki komitmen yang tinggi dalam pribadinya artinya tercermin suatu kepribadian dan dedikasi yang paripurna. Tingkat komitmen guru terbentang dalam satu garis kontinum, bergerak dari yang paling rendah menuju paling tinggi.
Langkah strategis dalam upaya meningkatkan kinerja guru dapat dilakukan melalui beberapa terobosan antara lain:
1. Kepala Sekolah harus memahami dan melakukan tiga fungsi sebagai penunjang peningkatan kinerja guru antara lain:
a. Membantu guru memahami, memilih dan merumuskan tujuan pendidikan yang dicapai.
b. Mendorong guru agar mampu memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi dan dapat melihat hasil kerjanya.
c. Memberikan pengakuan atau penghargaan terhadap prestasi kerja guru secara layak, baik yang diberikan oleh kepala sekolah maupun yang diberikan semasa guru, staf tata usaha, siswa, dan masyarakat umum maupun yang Ahkyar, Strategi Pengembangan Potensi Guru
177
Drs. Ahkyar, M.Si*adalah Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Abulyatama
diberikan pemerintah.
d. Mendelegasikan tanggung jawab dan kewenangan kerja kepada guru untuk mengelola proses belajar mengajar dengan memberikan kebebasan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hasil belajar.
e. Membantu untuk memberikan kemudahan kepada guru dalam proses pengajuan kenaikan pangkatnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
f. Membuat kebijakan sekolah dalam pembagian tugas guru, baik beban tugas mengajar, beban administrasi guru maupun beban tugas tambahan lainnya harus disesuaikan dengan kemampuan guru itu sendiri.
g. Melaksanakan tehnik supervisi yang tepat sesuai dengan kemampuannya dan sesuai dengan keinginan guru-guru secara berkesinambungan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran.
h. Mengupayakan dan selalu
meningkatkan kesejahteraannya yang dapat diterima guru serta memberikan pelayanan sebaik-baiknya.
i. Menciptakan hubungan kerja yang sehat dan menyenangkan dilingkungan sekolah baik antara guru dengan kepala sekolah, guru dengan guru, guru dengan siswa, guru dengan tata usaha maupun yang lainnya.
j. Menciptakan dan menjaga kondisi dan iklim kerja yang sehat dan menyenangkan di lingkungan sekolah, terutama di dalam kelas, tempat kerja yang menyenangkan, alat pelajaran yang cukup dan tempat beristirahat di sekolah yang nyaman, kebersihan dan keindahan sekolah, penerangan yang cukup dan masih banyak lagi.
k. Memberikan peluang pada guru untuk tumbuh dalam meningkatkan pengetahuan, keahlian mengajar, dan memperoleh keterampilan yang baru. l. Mengupayakan adanya efek kerja
guru di sekolah terhadap keharmonisan anggota keluarga, pendidikan anggota keluarga, dan terhadap kebahagiaan keluarganya.
m. Mewujudkan dan menjaga keamanan kerja guru tetap stabil dan posisi kerjanya tetap mantap sehingga guru merasa aman dalam pekerjaannya. n. Memperhatikan peningkatan status
guru dengan memenuhi kelengkapan status berupa perlengkapan yang mendukung kedudukan kerja guru, misalnya tersediahnya ruang khusus untuk melaksanakan tugas, tempat istirahat khusus, tempat parkis khusus, kamar mandi khusus dan sebagainya. ( Junaidin, 2006).
o. Menggerakkan guru-guru, karya wan, sis wa d an anggo ta mas yarakat untuk mensukseskan program-program pendidikan di sekolah.
p. Menciptakan sekolah sebagai lingkungan kerja yang harmonis, sehat, dinamis dan nyaman sehingga segenap anggota dapat bekerja dengan penuh produktivitas dan memperoleh kepuasan kerja yang tinggi.
2. Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga selaku pihak yang ikut andil dalam mengeluarkan dan memutuskan kebijakan pada sektor pendidikan dapat melakukan langkah sebagai berikut: 1. Memberikan kemandirian kepada
sekolah secara utuh
2. Mengontrol setiap perkembangan sekolah dan guru.
3. Menganalisis setiap persoalan yang muncul di sekolah
4. Menentukan alternatif pemecahan bersama dengan kepala sekolah dan guru terhadap persoalan yang dihadapi guru
C. Dampak Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Penanaman Nilai Karakter Bangsa di Kabupaten Aceh Besar
Melalui peningkatan kompetensi guru, baik kompetensi pedagogik, profesional, personal dan sosial, maka Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga mengoptimalkan peran guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam penanaman nilai karakter bangsa siswa melalui berbagai Jurnal Pendidikan Serambi Ilmu, Edisi September 2015 Volume 22 Nomor 1
178
Drs. Ahkyar, M.Si*adalah Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Abulyatama
kegiatan maupun sosialisasi yang dimulai dari bidang terkecil. Adapun langkah-langkah strategis ynag perlu diambil sebagai tindakan nyata dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi guru Pendidikan Kewarganegaraan yaitu dalam program pengembangan diri, perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kegiatan sehari-hari sekolah yaitu melalui hal-hal berikut:
a. Kegiatan rutin sekolah
Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat. b. Kegiatan Spontan
Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu juga. memperoleh prestasi dalam olah raga atau kesenian, berani menentang atau mengkoreksi perilaku teman yang tidak terpuji.
c. Keteladanan
Keteladanan adalah perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan yang lain dalam memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik untuk mencontohnya. bertutur kata sopan, kasih sayang, perhatian terhadap peserta didik, jujur, menjaga kebersihan. d. Pengkondisian
Untuk mendukung keterlaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa maka sekolah harus dikondisikan sebagai pendukung kegiatan itu. Sekolah harus mencerminkan kehidupan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang diinginkan. Berdasarkan proses sosialisasi semenjak kebijakan di bidang pendidikan diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, terdapat perubahan yang signifikan terhadap implementasi nilai karakter bangsa di sekolah. Peningkatan tersebut terjadi pada beberapa sekolah seperti SMA Modal Bangsa, SMA Negeri 1 Baitussalam, SMP Abulyatama dan SMP Negeri 3 Ingin Jaya Aceh Besar.
D. PEMBAHASAN
Pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam
rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Dengan demikian maka diharapkan segenap masyarakat Kabupaten Aceh Besar memiliki pendidikan minimal tingkat SMA. Pendidikan di Kabupaten Aceh Besar merupakan program prioritas yang dilaksanakan dengan kebijakan yang diambil Pemerintah Daerah untuk mengratiskan siswa SD, SMP dan SMA dari biaya pendidikan. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk bersekolah, pemerintah Kabupaten Aceh Besar membuat kebijakan dibidang pendidikan dengan memberikan subsidi biaya pendidikan dari tingkat dasar sampai menengah, yaitu bantuan beasiswa pendidikan.
Di Kabupaten Aceh Besar, masalah kualitas penduduk melalui pendidikan lebih diarahkan pada tahap awal adalah mendorong partisipasi masyarakat untuk bersekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah sehingga dengan kebijakan tersebut diharapkan seluruh usia sekolah masyarakat Kabupaten Aceh Besar mendapat kesempatan bersekolah. Untuk mengatasi hal tersebut, kebijakan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dengan mencanangkan pendidikan gratis bagi siswa tingkat Sekolah Dasar sampai tingkat Sekolah Menengah, sehingga diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang mengutamakan pendidikan dengan menyekolahkan anak-anaknya sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia dalam rangka pembangunan daerah.
Memberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang seluas-luasnya bagi setiap warga masyarakat di Kabupaten Aceh Besar melalui:
1. Melaksanakan pendidikan yang merata, dan terbebas dari hambatan biaya (Pendidikan Gratis).
2. Memberikan Beasiswa bagi siswa dan santri miskin dari tingkat
SD/MIN, SMP/MTsN, dan
SMA/MAN
3. Meningkatkan pengelolaan lembaga pendidikan yang profesional
4. Menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter bangsa pada peserta didik 5. Melaksanakan program diniah pada
setiap jenjang pendidikan
6. Menerapkan Manajemen Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) dalam akses pendidikan dan Ahkyar, Strategi Pengembangan Potensi Guru
179
Drs. Ahkyar, M.Si*adalah Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Abulyatama
pembelajaran (e-education)
7. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, untuk meningkatkan kualitas belajar dan mengajar bagi anak didik dan guru.
SIMPULAN
Sesuai dengan pembahasan pokok diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kebiajakan pengembangan pendidikan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah membuka peluang bagi perkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Besar. Kebijakan yang diambil terkait dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan antara lain dengan pembebasan biaya pendidikan sampai tingkat SMA, pemberian beasiswa, .peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidik dan tenaga kependidikan serta meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Untuk mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar di bidang pendidikan tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengembangkan dan meningkatkan komponen-komponen pendidikan guna meningkatkan penanaman nilai karakter bangsa yang meliputi Program Wajib Belajar 9 Tahun, Program Pendidikan Menengah, Program Pendidikan Non Formal, Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Program Manajemen Pelayanan Pendidikan dan Program Wajib Belajar 12 Tahun
Langkah strategis dalam memberdayakan guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai agen penanaman nilai karakter bangsa dilakukan melalui pembimbingan oleh kepala sekolah masing-masing sekolah dan pembekalan dari Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga. Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Kewarganegaraan memberi dampak positif bagi Penanaman Nilai Karakter Bangsa di Kabupaten Aceh Besar.
DAFTAR PUSTAKA
Achmadi, Asmori, 2001 , Filsafat umum, Jakarta : Rajawali Pers.
Danim, Sudarwan. 2000. Metode Penelitian Untuk Ilmu-Ilmu Perilaku. Jakarta: Bumi Aksara.
Kartodirdjo, Sartono. 1993.Pembangunan Bangsa: tentang Nasionalisme,
Kesadaran dan Kebudayaan Nasional. Yogyakarta: Aditya Media.
Maister, D. H. (1997). The Professionalism. New York : The Free Press. Maleong, Lexy J. 2002. Metodologi Penelitian
Kualitatif. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.
Prasetya, dkk. 1999. Metode Penelitian. Jakarta : Universitas Terbuka
180
Nirwana Pohan* adalah Kepala Sekolah SD Negeri 49 Banda Aceh
KETUNTASAN BELAJAR MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA DENGAN PENERAPAN