METODE PENELITIAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Perusahaan
Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
UKM Bangnana Chips merupakan salah satu usaha yang memproduksi Keripik Pisang dengan bahan baku pisang kapas. UKM Bangnana Chips berdiri sejak tahun 2012, Awal perjalanan berasal dari program kampus Sekolah Bisnis Manajemen ITB yang mewajibkan mahasiswanya untuk mempunyai bisnis sebagai syarat lulus mahasiswanya.
Seiring berjalannya waktu, dengan rekam jejak penjualan Bangnana Chip semakin membaik, tahun 2014 UKM berhasil mengembangkan penjualannya dengan cepat karena rasa keripiknya yang khas.
Saat ini UKM Bangnana sedang melakukan pembangunan pabrik untuk menambah kapasitas produksi karena permintaan pasar yang cukup besar, selain itu saat ini Bangnana Chips sedang mencari agen – agen di tiap kota, sehingga terjamin keberlangsungan bisnisnya.
Visi dan Misi Perusahaan
Visi adalah suatu pernyataan singkat yang merupakan tujuan jangka panjang suatu perusahaan atau organisasi yang mampu menggambarkan bentuk atau jati diri yang dijalankan. Menurut Wibisono (2006), visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Sedangkan, misi merupakan deklarasi sikap dan pandangan. Jadi, perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya
Visi UKM Bangnana Chips adalah menjadi perusahaan makanan khas Indonesia. Visi besar ini diterjemahkan dalam beberapa misi untuk bisa mencapai visi tersebut. Misi UKM Bangnana Chips adalah fokus pada kepuasan konsumen, berorientasi pada pengembangan pelayanan, berinovasi tanpa henti dan menjadi makanan yang baik untuk para konsumennya.
Struktur Organisasi Perusahaan
Gambar 6 Struktur Organisasi UKM Bangnana Chips Analisis Lingkungan Usaha
Analisis lingkungan merupakan salah satu proses yang harus dilakukan dalam manajemen UKM Bangnana Chips strategis yang bertujuan untuk mengidentifikasi lingkungan perusahaan. Lingkungan perusahaan terdiri dari lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan jauh dan lingkungan industri.
CEO Bangnana Chips
Analisis Lingkungan Internal
Lingkungan internal adalah lingkungan yang berada di dalam perusahaan serta berpengaruh langsung terhadap arah dan tindakan perusahaan. Analisis lingkungan internal organisasi adalah analisis berdasarkan faktor – faktor yang berasal dari dalam organisasi dan umumnya dapat dikendalikan oleh manajemen organisasi.
Manajemen
Dilihat dari fungsi manajemen, UKM Bangnana Chips telah menjalankan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pemberian materi dan arahan pada setiap elemen pendukungnya. Fungsi manajemen dikelola dengan cara sederhana karena masih dalam tahap pengembangan dan penyesuaian dengan kemampuan pegawai UKMBangnana Chips masih tergolong sederhana, tetapi sudah mulai ditanamkan budaya organisasi yang fleksibel, dinamis dan profesional. Pemberian motivasi anggota/karyawan UKM Bangnana Chips dilakukan dengan dua hal: 1) Pertama, yaitu motivasi melalui penghargaan (apresiasi) atau kritik. 2) Kedua, adalah pemberian motivasi berupa materi atau berbentuk bonus.
a. Perencanaan
Perencanaan produksi yang dilakukan UKM Bangnana Chips berupa penentuan jumlah produksi. Perencanaan produksi dilakukan oleh pemilik dan manajer produksi. Sedangkan perencanaan marketingnya dilakukan dengan menggunakan internet marketing dan digital branding.
b. Pengorganisasian
Pengorganisasian dan deskripsi pekerjaan telah dijalankan dengan cukup baik oleh UKM Bangnana Chips, sehingga pemilik dan karyawan sudah mengerti dengan tugasnya dan dapat diminta pertanggungjawabannya. c. Pemberian Materi dan Motivasi
Pemberian motivasi dan materi pada perusahaan UKM Bangnana Chips sudah cukup baik karena karyawan sudah cukup mahir dalam digital marketing dan memproduksi keripik pisang yang sesuai dengan SOP yang ada.
d. Pengelolaan Staf
UKM Bangnana Chips menerapkan sistem perekrutan secara sosial kepada warga sekitar. Karena tujuan awal didirikannya usaha ini untuk mensejahterakan warga sekitar Desa Cibaduyut. Meskipun begitu, peraturan perizinan dan sanksi harus dilakukan secara jelas dan tertulis agar meminimalisir pelanggaran yang dilakukan dan meningkatkan rasa menjaga dan memilki.
e. Pengendalian
Kegiatan pengendalian yang dilakukan adalah adanya pencatatan laporan keuangan dan adanya aktivitas monitoring yang dilakukan oleh pemilik setiap minggunya dan didiskusikan dengan manajer operasional. Pengendalian tersebut memotivasi karyawan untuk bekerja secara optimal dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan selanjutnya.
Pemasaran
Aspek pemasaran terkait dengan komponen – komponen strategi pemasaran seperti segmenting, targeting, dan positioning. Analisis segmenting UKM Bangnana Chips dilakukan dengan menggunakan tools online, salah satu tools online yang dipakai untuk mengetahui trend pasar di Indonesia adalah “Google Trends” dan “Google Keyword Planner”
Gambar 7 Google Trends untuk kata kunci “Keripik Pisang”
Gambar 8 Google Keyword Planner untuk kata kunci “Keripik Pisang” Dari analisa google diatas diketahui bahwa trend pencarian keripik pisang di Indonesia sangat tinggi terlihat dari grafik di Google trend yang terlihat (Gambar 7), selanjutnya dari analisa pencarian di Google bahwa total pencarian kata kunci “Keripik Pisang” hingga bulan Juni 2015 adalah 24.030 pencarian (Gambar 8) tools ini dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya, karena sajian data google berdasarkan pengguna yang mengetikan kata kunci “Keripik Pisang” secara live (langsung). Dengan melihat potensi tersebut, acuan market dan penjualan Keripik
Pisang di Indonesia sudah dapat manajemen ketahui. Melihat data riset tersebut maka diperlukan strategi pemasaran internet marketing dengan membuat insfrastruktur digital yang dapat menjangkau target pasar UKM Bangnana Chips secara efisien dan efektif. Infrastruktur digital tersebut harus bisa mencatat kegiatan online sehingga menghasilkan analisis digital yang akan dijadikan pedoman dalam penentuan strategi marketing selanjutnya.
Keuangan
Modal awal yang ditanamkan dalam UKM Bangnana Chips adalah dana pribadi pemilik sebesar Rp. 20.000.000. Pada tahun 2013, Bangnana Chips mendapatkan bantuan berupa peralatan produksi sebesar Rp.42.000.000. Pada tahun yang sama, perusahaan juga mendapatkan bantuan dari Lomba wirausahawan muda sebesar Rp.14.000.000 untuk pengembangan skala produksi. Saat ini UKM Bangnana Chips telah memiliki investor yang siap menopang kebutuhan financial, sehingga permodalan bukan menjadi masalah untuk pengembangan usaha.
Sistem pencatatan keuangan dilakukan secara harian dan memiliki laporan bulanan. Pengelolaan keuangan dilakukan bagian keuangan yang telah melakukan pencatatan keuangan yang cukup rapi. Pencatatan keuangan ini akan sangat berguna untuk mendukung kesuksesan dan perkembangan usaha UKM Bangnana Chips. Pencatatan keuangan terbilang masih sederhana dengan menggunakan alat hitung dari Excel dan belum menggunakan software keuangan yang bagus.
Produksi
Kegiatan produksi yang dilakukan oleh UKM Bangnana Chips mencakup pengadaan bahan baku berupa pisang yang didapatkan dari pemborong, pengupasan pisang dan pencucian pisang, perajangan pisang dengan mesin, quality control, pengepakan, dan penempelan label.
Proses pembuatan keripik pisang Bangnana Chips, dengan menggunakan mesin yang sederhana. Dan kapasitas maksimal produksi keripik pisang Bangnana Chips adalah 2000 pcs per minggu.
Berikut adalah data peralatan yang digunakan dalam proses produksi keripik pisang Bangnana Chips.
Pengupasan pisang
1) Pisau , 2) Sarung Tangan Pencucian Pisang
1) Baskom , 2) Air Perajang Pisang
1) Mesin Perajang , 2) Baskom, 3) Sarung Tangan Proses Goreng Pisang
1) Kompor, 2) Penggorengan Proses Penirisan
Proses Flavouring
1) Mesin mixing, 2) Flavour 3) Baskom Proses Pengemasan
1) Mesin Seal, 2) Kemasan, 3) Kardus
Alur Proses Pembuatan Keripik Pisang Bangnana Chip
QC QC QC QC QC QC