• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab ini menguraikan data hasil penelitian dan pembahasan tentang perilaku ibu dalam mengatasi kesulitan makan pada anak prasekolah di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok pada bulan april 2016, dengan jumlah responden sebanyak 70 orang ibu yang mempunyai anak usia prasekolah yang mengalami kesulitan makan di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok.

5.1.1. Karakteristik Responden

Hasil penelitian terhadap ibu yang mempunyai anak usia prasekolah yang mengalami kesulitan makan di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok sebagian besar berusia 21-35 tahun sebanyak 53 orang (75,7%). Tingkat pendidikan ibu rata - rata adalah SD/Sekolah Dasar sebanyak 23 orang (32,9%) dan perkerjaan ibu lebih banyak sebagai ibu rumah tangga sebanyak 62 orang (88,6%), dengan penghasilan perbulan <Rp.2.000.000 sebanyak 65 orang (92,9%).

Tabel 5.1.Distribusi frekuensi dan persentase data karakteristik responden di

Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok(n=70)

Karakteristik Frekuensi Persentase (%)

Usia ibu <20 tahun 20-35 tahun >35 tahun 4 53 13 5,7 75,7 18,6 Pendidikan ibu SD SMP SMA AKADEMI/PT 23 22 22 3 32,9 31,4 31,4 4,3 Pekerjaan ibu IRT SWASTA LAIN-LAIN 62 5 3 88,6 7,1 4,3 Penghasilan Keluarga/bulan <Rp.2.000.000 Rp.2.000.000-Rp.4.000.000 >Rp.4.000.000 65 2 3 92,9 2,9 4,3

5.1.2. Pengetahuan Ibu dalam Mengatasi Kesulitan Makan pada Anak Prasekolah di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok

Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan ibu dalam mengatasi kesulitan makan pada anak usia prasekolah di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok didapatkan bahwa sebanyak 41 orang (58,6%) ibu berpengetahuan cukup, sebanyak 23 orang (32,9%) ibu berpengetahuan baik dan 6 orang (8,6%) ibu berpengetahuan kurang.

Tabel 5.2. Distribusi frekuensi dan persentase pengetahuan ibu dalam mengatasi

kesulitan makan pada anak prasekolah di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok (n=70)

Pengetahuan ibu Frekuensi Persentase (%) Baik Cukup Kurang 23 41 6 32,9 58,6 8,6

5.1.3. Sikap ibu dalam mengatasi kesulitan makan pada anak prasekolah di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok

Berdasarkan hasil penelitian sikap ibu dalam mengatasi kesulitan makan pada anak prasekolah di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok didapatkan bahwa mayoritas ibu memiliki sikap negatif sebanyak 49 orang (70%) dan sebanyak 21 orang (30%) ibu memiliki sikap positif.

Tabel 5.3. Distribusi frekuensi dan persentase sikap ibu dalam mengatasi

kesulitan makan pada anak prasekolah di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok (n=70)

Sikap ibu Frekuensi Persentase (%)

Positif Negatif 21 49 30 70

5.1.4. Tindakan ibu dalam mengatasi kesulitan makan pada anak prasekolah di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok

Berdasarkan hasil penelitian tindakan ibu dalam mengatasi kesulitan makan pada anak prasekolah di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok didapatkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tindakan baik 55 orang (78,6%), tindakan cukup 15 orang (21,4%) dan tidak ada ibu yang memiliki tindakan kurang.

Tabel 5.4. Distribusi frekuensi dan persentase tindakan ibu dalam mengatasi

kesulitan makan pada anak prasekolah di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok (n=70)

Tindakan ibu Frekuensi Persentase (%)

Baik Cukup 55 15 78,6 21,4 5.2. Pembahasan

5.2.1. Pengetahuan Ibu dalam Mengatasi Kesulitan Makan pada Anak Prasekolah di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok

Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 41 orang (58,6%). Dilihat dari tingkat pendidikan responden lebih banyak berpendidikan SD sebanyak 23 orang (32,9%) dan usia ibu yang paling dominan berada diantara 20 - 35 tahun sebanyak 53 orang (75,7%). Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Simangunsong (2013), dimana pengetahuan ibu dalam mengatasi kesulitan makan pada anak Balita di Kelurahan Huta Tonga - tonga Sibolga sebanyak 41 orang (68,35) ibu memiliki pengetahuan cukup. Hasil penelitian ini didukung oleh tingkat pendidikan ibu lebih banyak berpendidikan SMA 34 orang (56,7%) dan usia ibu yang termasuk kedalam usia dewasa dini yaitu 28 - 34 tahun sebanyak 39 orang (65%). Berdasarkan hasil penelitian Mariani, dkk (2011) tentang pengetahuan dan tindakan ibu dalam mengatasi kesulitan makan terhadap status gizi anak (2 - 5 tahun) di Jakarta didapatkan bahwa pengetahuan ibu cukup

sebanyak 30 orang (60%) hasil penelitian ini didukung dengan tingkat pendidikan ibu yang mayoritas lulusan SMA (54%).

Hal ini juga sejalan dengan pendapat Notoadmodjo (2005) yang menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah pendidikan dan kesempatan mendapatkan informasi. Dilihat dari tingkat pendidikan responden lebih banyak berpendidikan SD 23 orang (32,9%) dan dilihat dari kesempatan dalam mendapatkan informasi, responden juga lebih banyak sebagai ibu rumah tangga 62 orang (88,6%) dan hanya sedikit ibu yang bekerja sehingga informasi yang didapatkan tentang gizi pada anak juga sedikit. Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoadmodjo, 2007). 5.2.2. Sikap Ibu dalam Mengatasi Kesulitan Makan pada Anak Prasekolah di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok

Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 49 orang (70%) responden memiliki sikap negatif dalam mengatasi kesulitan makan pada anak prasekolah. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hariani (2007) dimana sikap ibu dalam mengatasi kesulitan makan pada anak Prasekolah di Lingkungan VIII Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan sebanyak 23 orang (60,52%) ibu memiliki sikap negatif. Hal ini disebabkan oleh pendidikan ibu yang terbanyak SMA yang belum cukup memadai untuk pengetahuan seorang ibu dalam mengasuh anak. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Azwar (2005) yang

menyatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah pendidikan. Hasil penelitian Simangunsong (2013) di Kelurahan Huta Tonga - tonga Sibolga sikap ibu cukup sebanyak 50 orang (83,3%) dalam mengatasi kesulitan makan pada anak balita, hasil penelitian ini sejalan dengan pengetahuan ibu yang cukup.

Sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksana motif tertentu. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas akan tetapi merupakan presdisposisi tindakan atau perilaku, begitu juga sikap ibu dalam menentukan jenis makanan yang mengandung zat gizi yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan anak. Ibu dapat menentukan sikap nya dalam mengatasi kesulitan makan pada anak prasekolah dengan cara yang sesuai kemampuan ibu masing - masing (Notoadmodjo,2005). Sesuai dengan teori Santoso (2004) sikap adalah pandangan atau perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindak, sikap senantiasa terarah terhadap suatu hal atau objek. Manusia dapat mempunyai sikap terhadap bermacam - macam hal. Sikap seseorang terhadap makanan dipengaruhi oleh pelajaran dan pengalaman yang diperoleh sejak masa kanak - kanak tentang makan dan makanan (Santoso, 2004). Hal ini berhubungan dengan pendapat Azwar (2005) menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap yaitu salah satunya adalah faktor pendidikan. Sikap mempunyai segi motivasi, berarti segi dinamis untuk menuju suatu tujuan, berusaha untuk mencapai suatu tujuan. Sikap merupakan suatu pengetahuan tetapi pengetahuan yang disertai kesediaan kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan pengetahuan tersebut. Sikap positif

merupakan kecenderungan tindakan untuk mendekati, menyenangi, mengharapkan obyek tertentu sedangkan sikap negatif merupakan kecenderungan untuk menjauhi, menghindari, membenci dan tidak menyukai obyek tertentu (Purwanto, 1998).

5.2.3. Tindakan Ibu dalam Mengatasi Kesulitan Makan pada Anak Prasekolah di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok

Berdasarkan hasil penelitian tindakan ibu dalam mengatasi kesulitan makan pada anak prasekolah di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok mempunyai tindakan baik 55 orang (78,6%). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mariani, dkk (2011) tentang pengetahuan dan tindakan ibu dalam mengatasi kesulitan makan terhadap status gizi pada anak usia 2 - 5 tahun di Jakarta, dimana didapatkan ibu memiliki tindakan baik sebanyak 32 orang (64%). Tindakan ibu dalam mengatasi kesulitan makan pada anak akan mempengaruhi asupan gizi anak, apabila tindakan ibu baik dalam mengatasi kesulitan makan pada anak maka asupan gizi anak juga akan baik (Mariani, 2011). Setelah seseorang mengetahui stimulus atau objek kesehatan, kemudian mengadakan penilaian atau pendapat terhadap apa yang diketahui, proses selanjutnya yang diharapkan yaitu melaksanakan atau mempraktikkan apa yang diketahui atau disikapinya inilah yang disebut tindakan (Notoadmodjo, 2007). Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan. Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan, antara lain fasilitas (Notoadmodjo, 20112). Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar ibu memiliki sikap negatif sebanyak

49 orang (70%) hal ini sejalan dengan penghasilan keluarga per bulan yang rata - rata <Rp.2.000.000 sebanyak 65 orang (92,9%), dimana untuk mewujudkan sikap menjadi perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung seperti materi agar ibu bisa mengatasi kesulitan makan pada anak dengan memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti bahan makanan untuk diolah menjadi lebih menarik dan asupan gizi anak terpenuhi. Faktor pendukung yang lain yaitu keterampilan ibu dalam memilih, memasak dan menghidangkan makanan anak dapat berpengaruh terhadap pemenuhan nutrisi pada anak. Keterampilan ibu dalam memilih keragaman bahan dan jenis masakan juga sangat diperlukan untuk menghindari kebosanan pada anak terhadap makanan. Ibu yang memiliki ketrampilan dalam memasak, memilih bahan dan menyajikan akan menghasilkan makanan yang menarik saat disajikan. Keterampilan dalam menyuapi atau memberikan makanan pada anak akan meningkatkan kemauan anak untuk makan (Santoso, 2004).

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait