• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Umum Konsumen

Pada penelitian ini, konsumen Waroeng Taman yang diambil menjadi responden adalah sebanyak 150 orang dengan tidak ada batasan minimal kunjungan ke Waroeng Taman. Konsumen yang menjadi responden adalah konsumen yang bersedia mengisi kuesioner dan memenuhi persyaratan usia 17 tahun atau lebih karena dianggap telah mampu menentukan pengambilan keputusan. Karakteristik umum konsumen yang diidentifikasi adalah meliputi jenis kelamin, usia, agama, suku, status pernikahan, domisili atau wilayah tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, pendapatan rata-rata perbulan, dan hobi. Dengan mengidentifikasi karakteristik konsumen, pihak manajemen Waroeng Taman dapat menentukan segmentasi, target, dan posisi pasar bagi restorannya.

Jenis Kelamin

Berdasarkan karakteristik jenis kelamin yang dapat dilihat pada Tabel 6, persentase konsumen Waroeng Taman berjenis kelamin perempuan adalah sebesar 54 persen sedangkan untuk laki-laki adalah 46 persen. Perbedaan jumlah tersebut tidak terlalu signifikan karena menurut hasil pengamatan di lapangan, konsumen Waroeng Taman baik laki-laki maupun perempuan biasanya berkunjung bersama dan saling mempengaruhi. Selain itu, jumlah perempuan yang lebih banyak juga disebabkan oleh banyaknya konsumen perempuan yang berkunjung untuk mengadakan arisan, pertemuan, makan siang sehabis menjemput anak pulang dari sekolah, dan sebagainya. Jumlah konsumen laki-laki yang juga tidak berbeda jauh dengan perempuan dikarenakan banyaknya pengunjung laki-laki yang makan siang saat jam istirahat kerja sehingga membutuhkan tempat makan dengan suasana yang santai. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat diferensiasi menurut jenis kelamin yang begitu mencolok karena kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap manusia untuk dapat bertahan hidup. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Thow Lowry dalam Kotler (2008), diferensiasi menurut jenis kelamin lebih banyak diterapkan pada bisnis pakaian, penataan rambut, kosmetik, dan majalah.

Usia

Tabel 7 menunjukkan bahwa mayoritas konsumen Waroeng Taman didominasi oleh pengunjung dengan usia muda yaitu rentang usia 17-24 tahun sebesar 52.67 persen, kemudian diikuti oleh kelompok usia 25-34 tahun sebesar

Tabel 6 Sebaran konsumen Waroeng Taman berdasarkan jenis kelamin Karakteristik Konsumen Waroeng Taman Jumlah (Orang) Persentase (%)

Jenis Kelamin Laki-laki 69 46.00

Perempuan 81 54.00

47 29.33 persen. Hal ini disebabkan oleh usia muda merupakan usia aktif dalam melakukan aktivitas khususnya aktivitas di luar rumah dan lebih senang mencoba hal-hal baru. Tingkat sosialisasi pada usia ini juga cukup tinggi dimana pengunjung datang ke Waroeng Taman tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan makan tetapi juga berkumpul dengan teman dan relasi bisnis.

Suku

Tabel 8 menunjukkan bahwa mayoritas konsumen Waroeng Taman bersuku Sunda dengan persentase sebesar 44.67 persen. Hal ini disebabkan oleh mayoritas penduduk asli Kota Bogor yang memiliki suku Sunda. Masyarakat dengan suku non Sunda biasanya datang berkunjung di hari libur atau weekend, misalnya suku Betawi yang mayoritas berasal dari Jakarta. Selain itu, konsumen yang terdiri atas berbagai suku selain Sunda tersebut datang berkunjung karena menu yang ditawarkan oleh Waroeng Taman adalah makanan umum yang dapat dinikmati oleh berbagai konsumen dengan berbagai selera. Misalnya pempek makanan dari Palembang, ayam rica-rica dari Sulawesi, capcay dan fuyunghay khas oriental, dan sebagainya.

Status Pernikahan

Berdasarkan Tabel 9, mayoritas konsumen Waroeng Taman didominasi oleh pengunjung yang belum menikah yaitu sebesar 70 persen. Hal ini sesuai dengan karakteristik konsumen Waroeng Taman berdasarkan usia yang didominasi oleh usia muda yang masih aktif. Konsumen dengan status pernikahan belum menikah seperti pelajar/mahasiswa dan pekerja, biasanya lebih memilih untuk makan di luar rumah karena selain tidak memiliki waktu banyak untuk memasak, mereka lebih menginginkan makanan yang praktis dan cepat saji.

Tabel 7 Sebaran konsumen Waroeng Taman berdasarkan usia

Karakteristik konsumen Waroeng Taman Jumlah (Orang) Persentase (%)

Usia (tahun) 17-24 79 52.67 25-34 44 29.33 35-44 17 11.33 45-54 9 6.00 55-64 1 0.67 ≥65 0 0 Total 150 100

Tabel 8 Sebaran konsumen Waroeng Taman berdasarkan suku Karakteristik konsumen Waroeng Taman Jumlah (Orang) Persentase (%)

Suku Bangsa Sunda 67 44.67

Jawa 46 30.67

Padang 3 2.00

Betawi 8 5.33

Lainnya 26 17.33

48

Domisili

Berdasarkan hasil penelitian, pengunjung Waroeng Taman berasal dari berbagai wilayah khususnya wilayah Jabodetabek. Tabel 10 menunjukkan persentase domisili pengunjung Waroeng Taman tertinggi berasal dari wilayah Bogor Barat sebesar 29.33 persen, kemudian diikuti oleh wilayah Bogor Utara sebesar 19.33 persen. Untuk wilayah Bogor lainnya memiliki persentase yang hampir merata. Umumnya konsumen yang berasal dari Bogor datang berkunjung karena lokasi restoran yang dekat dengan tempat tinggal serta kemudahan mengakses lokasi restoran yang berada di pusat keramaian dan jalur padat kendaraan. Apabila diakumulasikan, mayoritas konsumen Waroeng Taman berasal dari wilayah Bogor. Pembagian Bogor menjadi beberapa bagian wilayah dilakukan agar pihak restoran memiliki kemudahan dalam melihat penyebaran domisili konsumen, sehingga dapat juga dijadikan informasi atau referensi bagi pihak restoran dalam menentukan lokasi cabang baru.

Konsumen yang berasal dari luar Bogor seperti Jakarta, Depok, Bekasi umumnya berkunjung dengan alasan mencari tempat yang nyaman untuk bersantai dan berkumpul bersama teman atau keluarga di hari libur. Waroeng Taman yang memiliki konsep suasana alam menjadi pilihan pengunjung luar Bogor untuk menikmati makanan dengan nilai tambah berupa kenyamanan tempat. Tempat makan seperti Waroeng Taman yang sejuk dengan pepohonan masih jarang ditemui di kota padat aktivitas seperti Jakarta. Hasil penelitian pada karakteristik domisili menunjukkan bahwa secara umum mayoritas konsumen berasal dari Bogor sehingga Restoran Waroeng Taman memiliki segmentasi pengunjung lokal dari Bogor, bukan restoran yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun luar. Hal ini disebabkan oleh lokasi Waroeng Taman terletak di pusat kota yang lebih dekat dengan perkantoran, pusat pendidikan, dan perbelanjaan, bukan di daerah wisata yang pada umumnya banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Tabel 9 Sebaran konsumen Waroeng Taman berdasarkan status pernikahan dan jumlah anggota keluarga

Karakteristik konsumen Waroeng Taman Jumlah (Orang) Persentase (%)

Status Pernikahan Belum menikah 105 70.00

Menikah 45 30.00

Total 150 100

Tabel 10 Sebaran konsumen Waroeng Taman berdasarkan domisili atau wilayah tempat tinggal

Karakteristik konsumen Waroeng Taman Jumlah (Orang) Persentase (%)

Domisili Jakarta 14 9.33 Depok 7 4.67 Bekasi 4 2.67 Bogor Utara 29 19.33 Bogor Selatan 12 8.00 Bogor Timur 12 8.00 Bogor Barat 44 29.33 Bogor Tengah 13 8.67 Lainnya 15 10.00 Total 150 100

49 Pendidikan

Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas tingkat pendidikan terakhir konsumen Waroeng Taman adalah sarjana sebesar 42 persen yang terdiri atas S1 dan S2, kemudian diikuti oleh SMA sebesar 30.67 persen yang dapat dilihat pada Tabel 11. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen Waroeng Taman didominasi oleh pengunjung dengan tingkat pendidikan yang cukup tinggi. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin luas wawasan dan pengetahuan yang dimiliki, serta semakin tinggi keinginan mencari informasi dan lebih mudah dalam menyerap informasi. Konsumen dengan tingkat pendidikan yang tinggi cenderung akan lebih selektif dalam memilih tempat makan dengan mengutamakan kenyamanan, kehigienisan, dan pelayanan yang memuaskan.

Pekerjaan

Tabel 12 menunjukkan bahwa konsumen Waroeng Taman didominasi oleh konsumen dengan pekerjaan pegawai swasta, yaitu sebesar 38 persen, kemudian diikuti oleh pelajar atau mahasiswa dengan persentase sebesar 30.67 persen. Konsumen dengan pekerjaan pegawai swasta umumnya datang berkunjung saat jam istirahat makan siang sehingga lebih memilih untuk makan di luar rumah yang lebih cepat dan praktis karena tidak memiliki banyak waktu untuk memasak dirumah. Selain itu, suasana tempat yang nyaman menjadi pilihan mereka karena dapat bersantai sejenak dari padatnya aktivitas perkantoran. Kemudahan mengakses Waroeng Taman yang dekat dengan perkantoran juga menjadi alasan bagi mereka yang memiliki jam istirahat kerja terbatas. Sedangkan pelajar atau mahasiswa datang berkunjung karena ingin menikmati makanan sambil berkumpul dengan teman-teman.

Tabel 11 Sebaran konsumen Waroeng Taman berdasarkan pendidikan Karakteristik konsumen Waroeng Taman Jumlah (Orang) Persentase (%)

Pendidikan SMP 4 2.67 SMA 46 30.67 Akademi (D1/D2/D3) 37 24.66 Sarjana (S1/S2/S3) 63 42.00 Lainnya 0 0 Total 150 100

Tabel 12 Sebaran konsumen Waroeng Taman berdasarkan pekerjaan Karakteristik konsumen Waroeng Taman Jumlah (Orang) Persentase (%)

Pekerjaan Pelajar/Mahasiswa 46 30.67

Pegawai Negeri/BUMN 15 10.00

Pegawai Swasta 57 38.00

TNI/Polri 2 1.33

Wiraswasta 17 11.33

Ibu Rumah Tangga 8 5.33

Lainnya 5 3.33

50

Pendapatan

Pendapatan seseorang berkaitan erat dengan pekerjaannya. Semakin baik pekerjaan maka semakin tinggi pula pendapatannya. Jumlah pendapatan juga menggambarkan besarnya daya beli seorang konsumen. Berdasarkan Tabel 13, konsumen Waroeng Taman didominasi oleh pengunjung dengan pendapatan atau uang saku rata-rata per bulan sebesar Rp 2 000 000 – Rp 3 999 999 dengan persentase sebesar 30 persen, diikuti dengan jumlah pendapatan sebesar Rp 750 000 – Rp 1 999 999 dengan persentase sebesar 28.67 persen. Keduanya memiliki persentase yang tidak berbeda jauh. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, hal tersebut dikarenakan mayoritas pengunjung Waroeng Taman merupakan usia muda dengan mayoritas pekerjaan pegawai swasta dan pelajar/mahasiswa sehingga memiliki pendapatan dalam range middle. Umumnya pengunjung dengan pekerjaan pegawai swasta berada dalam rentang usia 25-34 tahun dengan jumlah pendapatan Rp 2 000 000 – Rp 3 999 999. Sedangkan pelajar/mahasiswa berada dalam rentang usia 17-24 tahun dengan uang saku Rp 750 000 – Rp 1 999 999.

Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Waroeng Taman memiliki segmentasi untuk semua kalangan, baik kelas menengah keatas maupun menengah kebawah dapat menikmati sajian dan pelayanan di Waroeng Taman. Pada dasarnya, jenis menu yang ditawarkan Waroeng Taman boleh dikatakan hampir memiliki kesamaan dengan tempat makan lain seperti warung biasa dipinggir jalan. Makanan-makanan yang ditawarkan merupakan makanan bercitarasa Indonesia seperti nasi goreng, mie goreng, bakso, somay, pempek dan sebagainya. Namun, perbedaan dan keunggulan Waroeng Taman adalah konsumen dapat menikmati makanan biasa tersebut menjadi tidak biasa sesuai dengan tagline Waroeng Taman “Bukan Warung Biasa”. Harga yang ditawarkan Waroeng Taman dapat dikatakan cukup terjangkau karena dengan harga demikian, konsumen dapat menikmati makanan dengan adanya nilai tambah kehiegenisan makanan, kenyamanan dan kebersihan tempat, serta pelayanan yang memuaskan yang belum tentu diperoleh di tempat makan pinggir jalan.

Hobi

Karakteristik hobi pada penelitian ini dihubungkan dengan adanya fasilitas live music yang disediakan oleh Waroeng Taman, sehingga pembagiannya berdasarkan kegemaran konsumen terhadap musik atau nonmusik. Berdasarkan Tabel 14 dapat dilihat bahwa sebesar 32.67 persen konsumen Waroeng Taman menyukai musik, dan sebesar 50.67 persen menyukai musik dan nonmusik.

Tabel 13 Sebaran konsumen Waroeng Taman berdasarkan pendapatan Karakteristik konsumen Waroeng Taman Jumlah (Orang) Persentase (%)

Pendapatan (Rupiah) < 750 000 14 9.33 750 000 – 1 999 999 43 28.67 2 000 000 – 3 999 999 45 30.00 4 000 000 – 5 999 999 23 15.33 6 000 000 – 7 499 999 9 6.00 ≥ 7 500 000 16 10.67 Total 150 100

51 Kesimpulannya adalah mayoritas konsumen Waroeng Taman menyukai musik. Mereka merasa terhibur dan senang saat berkunjung ke Waroeng Taman terutama saat weekend karena Waroeng Taman menyediakan fasilitas live music di malam harinya. Pengunjung dapat ikut bernyanyi di sela-sela waktu makan, saat menunggu hidangan tiba, dapat memesan lagu kesukaan, atau bahkan dapat ikut tampil bernyanyi di panggung live music. Suasana restoran yang dilengkapi lampu-lampu temaram dan dilengkapi alunan musik di malam hari akan menambah kemeriahan suasana makan.

Proses Keputusan Pembelian Konsumen

Setelah diketahui informasi mengenai karakteristik konsumen Waroeng Taman, dapat dinyatakan bahwa segmentasi, target pasar, dan positioning yang telah ditetapkan oleh pihak restoran sudah tepat. Data karakteristik konsumen yang beragam dapat menyebabkan berbedanya proses pengambilan keputusan pembelian dari setiap konsumen. Keputusan membeli suatu produk atau jasa tersebut tidak terjadi begitu saja, melainkan melewati beberapa tahapan dari proses keputusan pembelian. Proses tersebut meliputi lima tahap, yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan hasil pascapembelian. Oleh karena itu, analisis mengenai proses keputusan pembelian konsumen dibutuhkan agar pihak restoran mengetahui informasi berupa motivasi konsumen dalam mengunjungi tempat makan, sumber informasi, pertimbangan awal memilih restoran, sumber yang mempengaruhi kunjungan, waktu kunjungan, serta hasil yang dirasakan setelah melakukan pembelian. Hasil analisis ini akan digunakan sebagai informasi dalam merancang strategi pemasaran dan bauran pemasaran restoran. Deskripsi dari kelima tahapan tersebut sesuai dengan hasil penelitian akan diuraikan pada penjabaran berikut. Pengenalan Kebutuhan

Proses pembelian suatu produk atau jasa diawali ketika konsumen menyadari suatu masalah atau adanya kebutuhan. Kebutuhan dapat dipicu dari rangsangan internal maupun eksternal. Rangsangan internal misalnya seseorang merasakan lapar, haus sehingga timbul dorongan untuk melakukan pembelian. Rangsangan eksternal dapat berupa suatu iklan atau diskusi dari orang lain yang mendorong seseorang untuk melakukan pembelian. Pengenalan kebutuhan juga akan terjadi saat seseorang merasakan adanya perbedaan antara keadaan yang diinginkan dengan keadaan aktual yang sebenarnya.

Perasaan lapar dan haus merupakan rangsangan awal yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan pembelian makanan dan minuman.

Tabel 14 Sebaran konsumen Waroeng Taman berdasarkan hobi Karakteristik konsumen Waroeng Taman Jumlah (Orang) Persentase (%)

Hobi Musik 49 32.67

Musik dan nonmusik 76 50.67

Nonmusik 25 16.67

52

Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dilakukan tidak hanya dirumah, melainkan di luar rumah melalui jasa restoran. Makan di restoran menjadi pilihan bagi masyarakat yang memiliki aktivitas rutin setiap harinya khususnya aktivitas luar rumah sehingga membutuhkan tempat yang dapat menyegarkan pikiran. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang ditunjukkan pada Tabel 15, dimana pada dasarnya motivasi utama konsumen untuk makan di Waroeng Taman adalah sebagian besar karena mencari tempat yang nyaman, yaitu sebesar 42 persen.

Pada umumnya manfaat yang dicari oleh konsumen Waroeng Taman adalah untuk memperoleh suasana santai yaitu sebesar 57.33 persen seperti yang dapat dilihat pada Tabel 16. Hal ini berkaitan dengan padatnya aktivitas rutin konsumen sehari-hari sehingga membutuhkan suasana atau tempat yang santai untuk beristirahat dan berkumpul sambil menikmati sajian menu. Karakteristik konsumen Waroeng Taman yang didominasi oleh kawula muda, baik laki-laki maupun perempuan, menyebabkan konsumen lebih banyak mencari suasana santai untuk berkumpul bersama teman.

Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas konsumen Waroeng Taman memenuhi kebutuhan makan di luar rumah dalam seminggu adalah sebanyak 1-3 kali yaitu sebesar 48 persen, yaitu terdiri atas pegawai swasta dan keluarga, kemudian diikuti dengan frekuensi sebanyak 4-6 kali yaitu sebesar 28.67 persen, dan lebih dari 7 kali sebesar 23.33 persen. Konsumen yang lebih sering makan di luar rumah biasanya adalah konsumen yang tidak memasak setiap harinya seperti mahasiswa. Persentase tersebut dapat dilihat pada Tabel 17.

Tabel 15 Sebaran konsumen berdasarkan alasan atau motivasi untuk makan di Waroeng Taman

Motivasi makan di Waroeng Taman Jumlah (Orang) Persentase (%)

Sedang lapar 20 13,33

Sebagai gaya hidup 12 8

Mencari menu khas 19 12,67

Sekedar ingin mencoba 15 10

Mencari tempat yang nyaman 63 42

Mencari hiburan 16 10,67

Lainnya 5 3,33

Total 150 100

Tabel 16 Sebaran konsumen berdasarkan manfaat makan di Waroeng Taman Manfaat makan di Waroeng Taman Jumlah (Orang) Persentase (%)

Makanan utama 27 18

Makanan selingan 20 13,33

Memperoleh suasana santai 86 57,33

Memperoleh pelayanan yang memuaskan 15 10

Lainnya 2 1,33

53

Pencarian Informasi

Setelah seseorang mengenali kebutuhannya, biasanya mereka akan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana mendapatkan produk atau jasa yang hendak dibeli, dimana memperolehnya, dan sebagainya. Tahapan berikutnya adalah pencarian informasi yang dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti teman, keluarga, media cetak, dan media elektronik.

Berdasarkan hasil penelitian, pada umumnya konsumen mendapatkan informasi mengenai tempat makan seperti restoran, café, dan sebagainya yaitu berasal dari teman/saudara sebesar 58 persen, kemudian diikuti dengan cara spontanitas melihat papan nama restoran sebesar 22 persen yang dapat dilihat pada Tabel 18. Karakteristik konsumen Waroeng Taman yang didominasi oleh kawula muda menyebabkan konsumen yang datang berkunjung biasanya bersama teman-teman. Oleh karena itu, promosi restoran dengan cara word of mouth atau promosi dari mulut ke mulut akan sangat efektif. Selain tidak membutuhkan biaya, biasanya informasi melalui cara tersebut akan melekat kuat di ingatan seseorang karena informasi yang diberikan mayoritas berdasarkan pengalaman saat mencoba di suatu tempat makan. Pengalaman yang nyata tersebut dinilai cukup berpengaruh bagi seseorang dalam meningkatkan kepercayaan akan suatu restoran atau tempat makan.

Dalam memperoleh informasi dari berbagai sumber tersebut, konsumen cenderung akan fokus pada satu hal yang paling menarik baginya. Pada umumnya konsumen Waroeng Taman memiliki tingkat pendidikan yang baik, yaitu mayoritas sarjana sehingga akan lebih banyak mencari informasi serta lebih selektif dalam memilih tempat makan untuk menghindari ketidakpuasan. Fokus utama dari sumber informasi yang paling sering diperoleh konsumen adalah mayoritas berkaitan dengan citarasa makanan atau minuman dari suatu restoran yaitu sebesar 33.33 persen seperti yang dapat dilihat pada Tabel 19. Citarasa menu

Tabel 17 Sebaran konsumen berdasarkan frekuensi makan di luar rumah Frekuensi makan di luar rumah Jumlah (Orang) Persentase (%)

1-3 kali 72 48.00

4-6 kali 43 28.67

≥7 kali 35 23.33

Total 150 100

Tabel 18 Sebaran konsumen berdasarkan sumber informasi utama Sumber informasi utama Jumlah (Orang) Persentase (%)

Teman/saudara 87 58.00

Anggota keluarga 9 6.00

Media elektronik (TV/radio) 3 2.00

Media cetak (majalah/koran/brosur) 0 0

Spontanitas melihat papan nama restoran 33 22.00

Internet (website, social media) 15 10.00

Lainnya 3 2.00

54

menjadi suatu hal yang sangat penting bagi konsumen karena tujuan utama konsumen adalah menikmati sajian menu. Hal berikutnya yang menjadi fokus utama konsumen adalah kenyamanan tempat yaitu sebesar 31.33 persen. Menikmati sajian makanan dan minuman di tempat yang nyaman akan meningkatkan kepuasan batin bagi konsumen.

Berdasarkan hasil penelitian yang ditunjukkan pada Tabel 20, sebagian besar konsumen mengenal Waroeng Taman berasal dari teman/saudara yaitu sebesar 70 persen. Hal ini sesuai dengan karakteristik konsumen Waroeng Taman yang mayoritas kawula muda dan merupakan usia aktif untuk berkumpul bersama teman-teman. Sejak awal berdiri, Waroeng Taman tidak terlalu sering melakukan promosi seperti yang umumnya dilakukan tempat makan lain. Waroeng Taman hanya bermodalkan promosi dari mulut ke mulut (word of mouth) dimana pemilik beranggapan bahwa cara seperti itu sudah cukup efektif. Konsumen Waroeng Taman yang didominasi oleh pekerja dan pelajar/mahasiswa menjadi salah satu alasannya. Biasanya konsumen yang pernah berkunjung dan merasa puas akan merekomendasikan Waroeng Taman pada rekan kerjanya atau teman-temannya. Sejauh ini, Waroeng Taman cukup dikenal oleh masyarakat khususnya masyarakat Kota Bogor. Waroeng Taman juga pernah menorehkan prestasi yaitu menjadi tempat wisata kuliner yang dikunjungi oleh salah satu stasiun televisi swasta dengan program acara kulinernya.

Pada umumnya konsumen akan merasa tertarik dengan promosi yang dilakukan oleh sebuah restoran. Hal ini dibuktikan oleh data hasil penelitian yang terlihat pada Tabel 21 dimana promosi cukup berpengaruh untuk menarik minat

Tabel 19 Sebaran konsumen berdasarkan fokus dari sumber informasi utama Fokus utama dari sumber informasi Jumlah (Orang) Persentase (%)

Lokasi restoran 22 14.67

Harga yang ditawarkan 15 10.00

Citarasa makanan/minuman 50 33.33

Pelayanan restoran 13 8.67

Kenyamanan tempat 47 31.33

Lainnya 3 2.00

Total 150 100

Tabel 20 Sebaran konsumen berdasarkan sumber informasi Waroeng Taman Sumber informasi Waroeng Taman Jumlah (Orang) Persentase (%)

Teman/saudara 105 70.00

Anggota keluarga 5 3.33

Media elektronik (TV/radio) 1 0.67

Media cetak (majalah/koran/brosur) 0 0

Spontanitas melihat papan nama restoran 37 24.67

Internet (website, social media) 2 1.33

Lainnya 0 0

55 konsumen berkunjung yaitu sebesar 82 persen. Dengan memberikan promosi akan menarik minat konsumen untuk datang berkunjung dan mencoba bentuk promosi tersebut. Sedangkan konsumen yang menyatakan bahwa promosi tidak begitu berpengaruh bagi mereka adalah sebesar 17.33 persen. Hal ini dikarenakan sifat dasar manusia yang terkadang kurang tanggap sehingga tidak merasakan pengaruh apapun dari sebuah promosi yang dilakukan oleh restoran.

Bentuk promosi yang dapat menarik minat konsumen dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan paket promosi menu dan potongan harga. Mayoritas konsumen Waroeng Taman menyatakan bahwa paket promosi menu lebih membuat mereka tertarik. Hal ini dibuktikan dari data yang diperoleh saat penelitian yaitu sebesar 63.33 persen yang dapat dilihat pada Tabel 22. Alasan memilih paket promosi menu adalah karena ingin mencoba menu-menu baru yang disajikan sehingga menu lebih bervariasi dan berinovasi. Sedangkan untuk promosi berupa potongan harga diperoleh data sebesar 28.67 persen.

Evaluasi Alternatif

Sejumlah informasi yang telah diperoleh konsumen kemudian akan dikumpulkan hingga mencapai tahap pemilihan tempat makan tertentu. Konsumen biasanya akan menentukan terlebih dahulu kriteria evaluasi yang akan digunakan, kemudian memutuskan alternatif mana yang akan dipertimbangkan, menilai kinerja dari alternatif yang akan dipertimbangkan, dan memilih atau menerapkan kaidah keputusan untuk membuat pilihan akhir. Cara konsumen memilih bisa tergantung oleh dirinya sendiri, orang lain, atau situasi pembelian tertentu.

Konsumen Waroeng Taman yang sebagian besar memiliki tingkat pendidikan yang tinggi akan cermat memilih tempat makan yang sesuai untuk kebutuhan dirinya. Berdasarkan hasil penelitian yang ditunjukkan oleh Tabel 23, pertimbangan awal konsumen dalam memilih Waroeng Taman adalah karena suasana dan tempat restoran yang nyaman yaitu sebesar 42.67 persen. Waroeng Taman yang memiliki konsep suasana alam (back to nature) menjadi pilihan tepat bagi konsumen dengan tingkat kepenatan yang tinggi. Aktivitas luar rumah yang padat setiap harinya menyebabkan konsumen membutuhkan tempat untuk

Tabel 21 Sebaran konsumen berdasarkan pengaruh promosi

Pengaruh promosi Jumlah (Orang) Persentase (%)

Membuat tertarik 123 82.00

Tidak ada pengaruh 26 17.33

Lainnya 1 0.67

Total 150 100

Tabel 22 Sebaran konsumen berdasarkan bentuk promosi

Bentuk promosi Jumlah (Orang) Persentase (%)

Paket promosi menu 95 63.33

Potongan harga 43 28.67

Lainnya 12 8.00

56

beristirahat, bersantai, dan berkumpul dengan teman atau keluarga sambil menikmati makanan dan minuman. Selain suasana dan tempat yang nyaman, lokasi yang strategis juga menjadi pertimbangan bagi para konsumen. Kemudahan dalam mengakses lokasi restoran dibutuhkan karena konsumen Waroeng Taman mayoritas pegawai swasta yang bekerja di perkantoran, mereka biasanya hanya memiliki jam istirahat terbatas sehingga dituntut untuk lebih cepat mengatur waktu istirahatnya. Waroeng Taman merupakan salah satu restoran di kawasan Taman Kencana yang memiliki lokasi strategis. Waroeng Taman berada dekat dengan perkantoran, kampus, dan tempat tinggal konsumen sehingga menjadi

Dokumen terkait