• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alat dan bahan yang digunakan di laboratorium Animal House untuk metode perfusi adalah set infus dengan ukuran jarum 23G, penyangga set infus dengan ketinggian 72,5 cm, PBS (Phosphate Buffer Saline) dan Formalin (Gambar 4.1.a). Alat yang seharusnya digunakan berdasarkan teori adalah alat perfusi yang dilengkapi dengan pengukur tekanan dan kecepatan. Kecepatan normalnya biasanya 20-25 ml/menit, sedangkan tekanan yang dibutuhkan diawal adalah 80 mmHg, nantinya akan bertahap meningkat hingga maksimal 130 mmHg. Tujuan dari pengaturan tekanan dan kecepatan tersebut adalah agar hasil organ tikus yang diperfusi dapat maksimal dan keseragaman hasil dapat tercapai. Pada penelitian kali ini menggunakan peralatan yang berbeda dengan teori. Karena faktor dari keterbatasan penyediaan alat tetapi tetap dengan fungsi yang sama. Kecepatan dan tekanan aliran larutan perfusi pada set infus tidak dapat diatur agar tetap konstan, sehingga hasil yang didapat pada beberapa organ tidak maksimal dan kurang memuaskan.4,9,19

Persiapan pertama yang dilakukan yaitu mempersiapkan alat yang dibutuhkan untuk melakukan perfusi. Sebelum melakukan perfusi, tikus terlebih dulu dianastesi. Setelah itu persiapan infus set dengan jarum yang sudah terpasang. Sebelum jarum ditusukkan ke pembuluh darah, selang infus dipastikan sudah diisi dengan larutan PBS-Formalin dan juga dipastikan tidak ada gelembung udara didalam selang untuk keberhasilan perfusi. Pada penelitian ini saat pengerjaan pertama, menggunakan jarum ukuran besar dan disuntikkan melalui ventrikel kiri, namun hal tersebut merusak dan merobek pembuluh darah dijantung dan proses perfusi gagal berjalan. Kemudian jarum diganti dengan ukuran yang lebih kecil yaitu ukuran 23G dan dimasukkan melalui vena kava inferior pada jantung (Gambar 4.1.b). Selain itu, keterampilan teknik penusukkan jarum dan pengaliran cairan perfusi juga harus terlatih dan cepat. Karena berpengaruh pada keberhasilan perfusi. 4,9,19

Gambar 4.1.a Alat perfusi Gambar 4.1.b Pengaturan sudut pada perfusi

Gambar 4.1.c Tanda perfusi sudah optimal Gambar 4.1.d Perfusi selesai

Selanjutnya setelah jarum ditusukkan dan dalam posisi yang benar, buka infus set dengan kecepatan tetes maksimal dan biarkan cairan PBS-Formalin mengalir ke pembuluh darah tikus. Lamanya perfusi pada tikus dewasa berkisar antara 30-60 menit. Selain itu dapat juga dilihat berdasarkan penampakan organ hepar yang mulai terlihat bersih dan semakin pucat (Gambar 4.1.c). Selain itu dapat dilihat juga dari pembuluh darah intercostalis tikus yang semakin lama semakin pucat. Ini merupakan indikator perfusi yang baik. Setelah perfusi selesai

dikerjakan, maka proses pengambilan organ dapat segera dilakukan (Gambar 4.1.d). 4,9,19

Berikut hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu daftar preparat jaringan yang diperfusi PBS-Formalin. (Lampiran 3)

Tabel 4.1. Daftar preparat jaringan yang diperfusi dengan PBS-Formalin

No. Kode Organ Gambaran khas organ Ukuran Sel Bentuk

Sel Nukleus Sitoplasma

1. Hepar A SS N N BU MM 2. Hepar B SS N N BU MM 3. Ginjal A SS N N BU MM 4. Ginjal B SS N N BU MM 5. Ginjal C SS N N BU MM 6. Pankreas A SS N N BU MM 7. Pankreas B (-) (-) (-) BU MM 8. Pankreas C (-) (-) (-) BU MM 9. Pankreas D (-) N N BU MM 10. Pankreas E SS N N BU MM 11. Pankreas F SS (-) (-) BU MM 12. Pankreas G (-) (-) (-) BU MM 13. Pankreas H SS N N BU MM Keterangan :14,15,16,17

SS : dapat diidentifikasi gambaran khas organ N : normal dan dapat diidentifikasi

BU : bulat dan berwarna ungu MM : berwarna merah muda (-) : tidak sesuai teori

4.2. Hepar

Pada hepar perfusi PBS-Formalin (Gambar 4.2.a) terlihat hubungan atau taut antar sel renggang, bentuk sel polihedral, batas antar sel jelas, sitoplasma berwarna dominan berwarna merah muda tetapi terdapat sebaran warna ungu pada sitoplasma, nukleus berbentuk bulat dan berwarna ungu.

(a) (b)

Gambar 4.2. Hepar tikus (a) Perfusi Formalin A perbesaran 20x; (b) Perfusi

PBS-Formalin A perbesaran 40x (insert: hepatosit).

Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian Suprianto (2014) dimana didapatkan hasil yang baik pada hepar yang diperfusi PBS-Formalin.20 Hal tersebut dapat diakibatkan oleh faktor teknik perfusi. Pada penelitian ini teknik perfusi dilakukan dengan kecepatan 20 ml/menit dan dengan tekanan yang tidak dapat dibuat konstan. Kecepatan diperoleh dengan ketinggian permukaan larutan terhadap vena kava inferior sekitar 72,5 cm. Kemungkinan cairan perfusi dengan kecepatan dan tekanan tinggi merusak tautan antar sel sehingga hasil pada preparat jaringan tampak renggang. 4,9,19,21

4.3. Ginjal

Pada ginjal perfusi PBS-Formalin (Gambar 4.3.a) gambaran glomerulus dapat dikenali namun tubulus ginjal dominan sulit dikenali, tubulus ginjal pada perfusi PBS-Formalin tidak begitu jelas dan terlihat renggang.

(b) (c)

Gambar 4.3. Ginjal tikus (a.) Perfusi PBS-Formalin C perbesaran 20x; (b.) Perfusi

PBS-Formalin C perbesaran 40x (insert: glomerulus); (c.) Perfusi PBS-Formalin C perbesaran 40x (insert: tubulus)

Bentuk glomerulus pada preparat tampak baik. Sel endotel glomerulus dapat dikenali dan ruang kapsula Bowman masih dalam kondisi baik (Gambar 4.3.b insert). Gambaran pada sel epitel tubulus ginjal yang diperfusi PBS-Formalin tersusun tidak teratur (Gambar 4.3.c insert). Kondisi tersebut disebabkan oleh teknik perfusi. Yaitu pengaruh kecepatan dan tekanan perfusi yang tinggi dapat merusak jaringan dengan mekanisme jejas sel. Ketika sel mendapatkan tekanan tinggi pada perfusi, akan muncul respon adaptasi yang menghasilkan perubahan pada gambaran, jumlah, maupun ukuran pada sel. Sehingga didapatkan gambaran sel epitel tubulus yang tidak tersusun teratur pada ginjal perfusi PBS-Formalin (Gambar 4.3.c). 4,9,19,21

4.4. Pankreas

Pada pankreas perfusi PBS-Formalin sulit dibedakan gambaran pulau Langerhans dan bagian eksokrinnya (Gambar 4.4.a). Kondisi tersebut disebabkan karena faktor teknik perfusi. Kemungkinan cairan perfusi dengan kecepatan dan tekanan tinggi merusak tautan antar sel sehingga hasil pada preparat jaringan pankreas PBS-Formalin lebih renggang.22 Selain itu, pada pankreas PBS-Formalin didapatkan jaringan yang bertumpuk-tumpuk sehingga terlihat sebagai keadaan

pembuatan blok kemungkinan ada tahapan yang dikerjakan kurang maksimal. Hal tersebut dikarenakan konsistensi organ pankreas lebih lunak dibandingkan organ hepar dan ginjal sehingga pada tahapan dehidrasi atau clearing organ pankreas menjadi keras dan sulit untuk dipotong dan menghasilkan gambaran preparat yang bertumpuk-tumpuk. 4,9,19,21

(a)

(b) (c)

Gambar 4.4. Pankreas tikus (a.) Perfusi PBS-Formalin A perbesaran 20x; (b.)

Perfusi PBS-Formalin A perbesaran 40x (insert: pulau Langerhans); (c.) Perfusi PBS-Formalin A perbesaran 40x (insert: asinus)

Pada pankreas yang diperfusi PBS-Formalin (Gambar 4.4.b insert) sel-sel pada pulau Langerhans terlihat jelas, sitoplasma berwarna merah muda dan nukleus tampak berwarna ungu dan berbentuk bulat, tetapi hubungan antar sel pada pulau Langerhans terlihat renggang. Pada pankreas perfusi PBS-Formalin (Gambar 4.4.c insert) bagian eksokrin tidak terlihat inti sel pada asinus tetapi batas antar asinus tegas sehingga sitoplasma dan nukleus tidak dapat

dideskripsikan. Keadaan tersebut dapat diakibatkan oleh faktor teknik perfusi. Pada penelitian ini teknik perfusi dilakukan dengan kecepatan 20 ml/menit dan dengan tekanan yang tidak dapat diukur. Kemungkinan cairan perfusi dengan kecepatan dan tekanan tinggi merusak tautan antar sel sehingga hasil pada preparat jaringan tampak renggang.22 Hasil penelitian ini sesuai dengan yang dilakukan oleh Fu Tian Du dkk (2012), yaitu gambaran ruang antara lobus interstisial bagian eksokrin pankreas tampak melebar, terlepas, dan membengkak (edema). 4,9,19,21

Pada organ pankreas yang di perfusi dengan PBS-Formalin dilakukan pengulangan pembuatan preparat sebanyak 8x. hal tersebut dikarenakan tidak didapatkannya gambaran sel yang jelas serta potongan organ yang tidak tersebar dengan baik. Dan hasil yang didapat dari ke-8 pengulangan tersebut menghasilkan hasil yang sama, sehingga dapat disimpulkan bahwa organ pankreas telah mengalami perubahan akibat proses perfusi PBS-Formalin yang telah dijelaskan prosesnya diatas.

BAB 5

SIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait