HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
4.2.2 Hasil Data Angket
Tuti Alawiyah,2013
PENGGUNAAN MEDIA FOTO UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOSAKATA MENJADI KALIMAT BAHASA JEPANG
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Angket yang diberikan kepada 40 orang siswa kelas XI IPA 1 ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran bahasa Jepang selama ini dan untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap pembelajaran kosakata bahasa Jepang dengan menggunakan media foto.
Tipe pertanyaan dalam angket ini yaitu tertutup. Angket pilihan ini berjumlah 10 pertanyaan. Tiap pertanyaan angket dipresentasikan dan ditafsirkan, dengan penjelasan sebagai berikut:
No.1 Bagaimana menurut anda, apakah belajar kosakata bahasa Jepang dirasakan sulit? Alternatif Jawaban f % Ya 6 15 Tidak 14 35 Biasa Saja 20 50 Jumlah 40 100 Penafsiran:
Sebagian kecil siswa (15%) menyatakan bahwa kosakata bahasa Jepang sulit.
Hampir setengah jumlah siswa (35%) menyatakan bahwa kosakata bahasa Jepang tidak sulit atau mudah.
Tuti Alawiyah,2013
PENGGUNAAN MEDIA FOTO UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOSAKATA MENJADI KALIMAT BAHASA JEPANG
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Setengah jumlah siswa (50%) menyatakan bahwa kosakata bahasa Jepang biasa saja.
No.2 Apakah anda menyukai belajar kosakata bahasa Jepang melalui media foto? Alternatif Jawaban f % Ya 32 80 Tidak 4 10 Biasa Saja 4 10 Jumlah 40 100 Penafsiran:
Hampir seluruh siswa (80%) menyatakan bahwa menyukai belajar kosakata bahasa Jepang melalui media foto.
Sebagian kecil siswa (10%) menyatakan bahwa tidak menyukai belajar kosakata bahasa Jepang melalui media foto.
Sebagian kecil siswa (10%) menyatakan bahwa belajar kosakata melalui media foto biasa saja.
Tuti Alawiyah,2013
PENGGUNAAN MEDIA FOTO UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOSAKATA MENJADI KALIMAT BAHASA JEPANG
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
No.3 Apakah penggunaan media foto menurut anda memudahkan dalam mengingat kosakata bahasa Jepang?
Alternatif Jawaban f % Ya 34 85 Tidak 0 0 Biasa Saja 6 15 Jumlah 40 100 Penafsiran:
Hampir seluruh siswa (85%) menyatakan bahwa penggunaan media foto memudahkan dalam mengingat kosakata bahasa Jepang.
Tidak seorang pun siswa (0%) menyatakan bahwa penggunaan media foto tidak memudahkan dalam mengingat kosakata bahasa Jepang.
Sebagian kecil siswa (15%) menyatakan bahwa penggunaan media foto biasa saja dalam mengingat kosakata bahasa Jepang.
No.4 Apakah penggunaan media foto yang telah disajikan lebih menarik dibandingkan dengan menghafal secara konvensional?
Tuti Alawiyah,2013
PENGGUNAAN MEDIA FOTO UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOSAKATA MENJADI KALIMAT BAHASA JEPANG
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Ya 40 100
Tidak 0 0
Biasa Saja 0 0
Jumlah 40 100
Penafsiran:
Seluruh siswa (100%) menyatakan bahwa penggunaan media foto yang telah disajikan lebih menarik dibandingkan dengan menghafal secara konvensional.
Tidak seorang pun siswa (0%) menyatakan bahwa penggunaan media foto yang telah disajikan tidak lebih menarik dibandingkan dengan menghafal secara konvensional.
Tidak seorang pun siswa (0%) menyatakan bahwa penggunaan media foto yang telah disajikan biasa saja dibandingkan dengan menghafal secara konvensional
No.5 Apakah media foto yang telah disajikan menurut anda memudahkan untuk mengembangkan kosakata menjadi kalimat bahasa Jepang?
Alternatif Jawaban f %
Tuti Alawiyah,2013
PENGGUNAAN MEDIA FOTO UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOSAKATA MENJADI KALIMAT BAHASA JEPANG
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Tidak 2 5
Biasa Saja 6 15
Jumlah 40 100
Penafsiran:
Hampir seluruh siswa (80%) menyatakan bahwa media foto yang telah disajikan memudahkan untuk mengembangkan kosakata menjadi kalimat bahasa jepang.
Sebagian kecil siswa (5%) menyatakan bahwa media foto yang telah disajikan tidak memudahkan untuk mengembangkan kosakata menjadi kalimat bahasa jepang.
Sebagian kecil siswa (15%) menyatakan bahwa media foto yang telah disajikan biasa saja untuk mengembangkan kosakata menjadi kalimat bahasa jepang.
No.6 Apakah dengan menggunakan media foto dapat memotivasi anda untuk mengembangkan kosakata menjadi kalimat bahasa Jepang?
Alternatif Jawaban f %
Tuti Alawiyah,2013
PENGGUNAAN MEDIA FOTO UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOSAKATA MENJADI KALIMAT BAHASA JEPANG
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Tidak 2 5
Biasa Saja 4 10
Jumlah 40 100
Penafsiran:
Hampir seluruh siswa (85%) menyatakan bahwa penggunaan media foto dapat memotivasi siswa untuk mengembangkan kosakata menjadi kalimat bahasa Jepang.
Sebagian kecil siswa (5%) menyatakan bahwa penggunaan media foto tidak memotivasi untuk mengembangkan kosakata menjadi kalimat bahasa Jepang.
Sebagian kecil siswa (10%) menyatakan bahwa penggunaan media foto biasa saja dalam memotivasi siswa untuk mengembangkan kosakata menjadi kalimat bahasa Jepang.
No.7 Bagaimana pendapat anda mengenai pengajaran kosakata menjadi kalimat bahasa Jepang melalui media foto?
Alternatif Jawaban f %
Tuti Alawiyah,2013
PENGGUNAAN MEDIA FOTO UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOSAKATA MENJADI KALIMAT BAHASA JEPANG
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Membosankan 0 0
Biasa Saja 4 10
Jumlah 40 100
Penafsiran:
Hampir seluruh siswa (90%) menyatakan bahwa pengajaran kosakata menjadi kalimat bahasa Jepang melalui media foto menarik.
Tidak seorang pun siswa (0%) menyatakan bahwa pengajaran kosakata menjadi kalimat bahasa Jepang melalui media foto membosankan.
Sebagian kecil siswa (10%) menyatakan bahwa pengajaran kosakata menjadi kalimat bahasa Jepang melalui media foto biasa saja.
No.8 Apakah yang menjadi kendala anda dalam mempelajari kosakata bahasa Jepang? (pilihan boleh lebih dari satu)
Alternatif Jawaban f %
Banyaknya jumlah kosakata yang harus dikuasai
22 55
Tuti Alawiyah,2013
PENGGUNAAN MEDIA FOTO UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOSAKATA MENJADI KALIMAT BAHASA JEPANG
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
tidak menarik
Kurangnya praktek dalam pengajaran kosakata
18 45
Kosakata bahasa Jepang terasa asing di telinga dan sulit untuk diucapkan
20 50
Kurang menggunakan media dalam pengajaran
8 20
Jumlah 76 190
Penafsiran:
Sebagian besar siswa (55%) menyatakan bahwa kendala dalam mempelajari kosakata bahasa Jepang yaitu banyaknya jumlah kosakata yang harus dikuasai.
Sebagian kecil siswa (20%) menyatakan bahwa kendala dalam mempelajari kosakata bahasa Jepang yaitu teknik pengajaran kosakata yang tidak menarik.
Hampir setengahnya (45%) menyatakan bahwa kendala dalam mempelajari kosakata bahasa Jepang yaitu kurangnya praktek dalam pengajaran kosakata.
Tuti Alawiyah,2013
PENGGUNAAN MEDIA FOTO UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOSAKATA MENJADI KALIMAT BAHASA JEPANG
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Setengah dari jumlah siswa (50%) menyatakan bahwa kendala dalam mempelajari kosakata bahasa Jepang yaitu kosakata bahasa Jepang terasa asing di telinga dan sulit untuk diucapkan.
Sebagian kecil siswa (20%) menyatakan bahwa kendala dalam mempelajari kosakata bahasa Jepang yaitu kurangnya menggunakan media dalam pengajaran.
No.9 Apakah menurut anda diperlukan teknik baru dalam pengajaran kosakata bahasa Jepang yang selama ini digunakan di sekolah?
Alternatif Jawaban f % Ya 32 80 Tidak 4 10 Ragu-ragu 4 10 Jumlah 40 100 Penafsiran:
Hampir seluruh siswa (80%) menyatakan bahwa diperlukan teknik baru dalam pembelajaran kosakata bahasa Jepang yang selama ini digunakan di sekolah.
Tuti Alawiyah,2013
PENGGUNAAN MEDIA FOTO UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOSAKATA MENJADI KALIMAT BAHASA JEPANG
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Sebagian kecil siswa (10%) menyatakan bahwa tidak diperlukan teknik baru dalam pembelajaran kosakata bahasa Jepang yang selama ini digunakan di sekolah.
Sebagian kecil siswa (10%) menyatakan bahwa ragu-ragu terhadap perlunya teknik baru dalam pembelajaran kosakata bahasa Jepang yang selama ini digunakan di sekolah.
No.10 Apakah teknik media foto menurut anda dibutuhkan untuk pembelajaran kosakata bahasa Jepang
Alternatif Jawaban f % Ya 36 90 Tidak 0 0 Ragu-ragu 4 10 Jumlah 40 100 Penafsiran:
Hampir seluruh siswa (90%) menyatakan bahwa teknik media foto dibutuhkan untuk pebelajaran kosakata bahasa Jepang.
Tuti Alawiyah,2013
PENGGUNAAN MEDIA FOTO UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOSAKATA MENJADI KALIMAT BAHASA JEPANG
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Tidak seorang pun siswa (0%) menyatakan bahwa teknik media foto tidak dibutuhkan untuk pebelajaran kosakata bahasa Jepang.
Sebagian kecil siswa (10%) menyatakan bahwa teknik media foto ragu- ragu dalam kebutuhan untuk pebelajaran kosakata bahasa Jepang.
4.3 Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil analisis data dan pengujian hipotesis dengan membandingkan nilai thitung dan ttabel, maka dapat disimpulkan
bahwa:
a. Nilai rata-rata kemampuan awal yang dinilai dari hasil pretest adalah 53,2 dan nilai rata-rata kemampuan akhir siswa yang dinilai dari hasil posttest adalah 87,8. Sehingga diperoleh selisih antara tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) adalah 34,6. Hal ini menyatakan bahwa terdapat perubahan yang signifikan terhadap kemampuan siswa dari sebelum dilakukan
treatment dan sesudah dilakukan treatment. Nilai rata-rata Normalized Gain adalah 0,75. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media
foto sangat efektif dalam upaya meningkatkan kemampuan kosakata menjadi kalimat bahasa Jepang di SMA Negeri 6 Cirebon kelas XI IPA 1.
Tuti Alawiyah,2013
PENGGUNAAN MEDIA FOTO UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOSAKATA MENJADI KALIMAT BAHASA JEPANG
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Minat dan motivasi siswa terhadap pembelajaran kosakata dengan menggunakan media foto juga besar. Terbukti dengan adanya peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari pretest (53,2) dan posttest (87,8).
b. Setelah diperoleh nilai thitung = 19,2 dan bila dibandingkan dengan nilai
ttabel untuk db=(N-1)=40-1=39 adalah 2,03 yang memiliki taraf signifikasi
5% dan 2,72 dengan taraf signifikasi 1%. Kesimpulannya yaitu pada taraf signifikasi 5% nilai thitung (19,2) > ttabel (2,03), maka Hk diterima. Hal ini
sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Sutedi (2009:232) yang
menyatakan bahwa “karena nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (pada
taraf signifikasi 5%), maka Hkditerima”.
Hal ini juga berarti terdapat perbedaan yang signifikan terhadap penggunaan media foto dalam meningkatkan kemampuan kosakata menjadi kalimat bahasa Jepang di SMA Negeri 6 Cirebon kelas XI IPA 1.
Tuti Alawiyah,2013
PENGGUNAAN MEDIA FOTO UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOSAKATA MENJADI KALIMAT BAHASA JEPANG
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
BAB V