• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Implementasi Akhlak Terhadap Santri di Pesantren Al-Qur’an Babussalam Al-Mukhtariyah Selayar

HASIL PENELITIAN

D. Hasil Implementasi Akhlak Terhadap Santri di Pesantren Al-Qur’an Babussalam Al-Mukhtariyah Selayar

Data mengenai perubahan santri hanya dapat diperoleh dari wawancara.

Setelah menerima metode-metode pengajaran dan pemahaman dari ustad/ustadzah santri merasakan perubahan akhlak yang ada pada dirinya. Perubahan akhlak santri yang penulis dapat dari hasil wawancara dengan pembina Pesantren Al-Qur’an Babussalam Al-Mukhtariyah sebagai berikut:

“Santri disini itu memiliki sifat yang berbeda-beda bahkan ada dari mereka sebelumnya sama sekali tidak pernah melaksanakan shalat karena alasan ditambah ada juga yang katanya sebelumnya itu tidak tau mencuci dan melakukan pekerjaan bersih-bersih lainnya. Tapi Alhamdulillah setelah mereka mondok disini semuanya berubah dari yang awalnya tidak tahu apa-apa jadi tau dan bisa mandiri. Contoh lainnya perubahan yang terlihat dari salah satu santri yaitu ada santri yang sebelumnya belum menutup aurat secara sempurna kemudian belajar menutup aurat. Ada santri yang mudah mengeluh kemudian perlahan bisa mensyukuri karunia-Nya, mampu menerima pendapat temannya. Ada yang awalnya tidak bisa berceramah di depan umum kemudian jadi bisa berceramah di depan umum, ada yang shalatnya bolonh-bolong, akhirnya bisa shalat tepat waktu tanpa bolong-bolong lagi.”88

1. Hasil wawancara dengan para santri

Berdasarkan hasil wawancara dengan para santri perubahan akhlak terhadap Allah dalam segi ketaatan beribadah mengalami perbaikan dan terus belajar

88Ust Muhammad Ilyas, Pembina Pondok Pesantren Al-Qur’an Babussalam, wawancara 29 April 2021.

i

memperbaiki diri sesuai dengan al-Qur’an dan contoh dari Rasulullah saw, sebagai berikut:

“jika sebelumnya masih ada rasa malas untuk beribadah sekarang belajar untuk meningkatkan ibadah. Menjaga shalat wajib, belajar menjalankan sunnah dan belajar senantiasa mencintai Rasul. Dari situ saya merasa ada perubahan dalam hati yaitu hati menjadi damai dan tenang.”89

Selain itu, pendapat dari santri lain yang merasakan perubahan mengatakan bahwa:

“pendidikan akhlakul karimah di pesantren Babussalam sangat baik. Karena, di pesantren santri diajarkan tentang kedisiplinan mulai dari sahalat berjamaah sampai jadwal tidur pada malam hari dan masih banyak lagi.

Kemudian yang saya dapatkan setelah menempuh pendidikan di pesantren Babussalam adalah pendidikan agama, solidaritas, kebersamaan, kesabaran, dan saling menghormati baik antara sesama santri maupun terhadap ustad/ustadzah. Kami diajarkan untuk mengucapkan salam dan mencium tangan ustad/ustadzah setiap kali bertemu. Selain itu shalat saya sudah tepat waktu, bisa mengaji dan menghafal al-Qur’an.”90

Kemudian dilanjutkan oleh santri lainnya yang juga merasakan adanya perubahan dalam dirinya setelah mendapatkan pembelajaran pendidikan akhlakul karimah di pesantren, yang mengatakan bahwa:

“menurut saya kak, pendidikan akhlak yang diajarkan oleh ustad/ustadzah di pesantren sangat baik. Karena sekarang saya bisa mengaji, menghafal al-Qur’an dan berceramah di depan umum. Shalat saya juga sudah tidak bolong dan tepat waktu. Perilaku saya Alhamdulillah jauh berbeda dari sebelumnya, karena kita diajarkan bagaimana menghormati orangtua, guru, dan sesama santri.”91

Sedangkan perubahan akhlak terhadap orangtua yang santri rasakan sebagai berikut:

“saya masih belajar untuk selalu santun terhadap orangtua. Awalnya saya sangkat nakal, sering berbohong kepada orangtua, membantah perkatannya.

89 Wawancara dengan santri yang bernama Arwidya Putri Indah Sari, 28 April 2021.

90 Wawancara dengan santriwati yang bernama Mawaddah, 28 April 2021.

91 Wawancara dengan santriwan yang bernama Hidayat Nur Wahid, 28 April 2021.

Tetapi Alhamdulillah setelah ustad/ustadzah memberikan pembelajaran dan pemahaman tentang akhlak terhadap orangtua, sedikit demi sedikit kebiasaan buruk saya mulai hilang, meski saya masih dalam proses memperbaiki akhlak terhadap orangtua.”92

Adapun perubahan akhlak terhadap guru yang santri rasakan yaitu:

“sewaktu SD saya pernah bolos dari kelas. Saya juga jarang salam sama guru apabila tidak sengaja bertemu. Tetapi setelah saya masuk pesantren, saya diajarkan bagaimana akhlak baik kepada ustad/ustadzah, diajarkan harus sopan terhadap ustad/ustadzah. Karena ustad/ustadzah adalah pengganti orangtua kita selama di pesantren. Kami diajarkan untuk mengucapkan salam dan bersalaman kepada ustad/ustadzah setiap bertemu, baik di dalam pesantren maupun diluar pesantren ketika bertemu.”93

Kemudian perubahan yang dirasakan oleh santri mengenai akhlak terhadap lingkungan dan sesama, seperti:

“sebelum mendapatkan pembelajaran dan pemahaman dari ustad/ustadzah saya kurang peduli terhadap lingkungan sekitar, namun setelah itu ternyata perilaku kecil terhadap lingkungan sangat berpengaruh terhadap diri kita sendiri. Yang paling saya rasakan adalah perubahan perihal kebersihan lingkungan. Saya memahami bahwa kebersihan lingkungan harus dijaga agar setiap orang datang bisa nyaman. Seperti yang ustad/ustadzah jelaskan bahwa kita hidup berdampingan dengan berbagai hal, lingkungan adalahs salah satu makhluk yang berdampingan dengan kita, jadi saya berusaha tidak merusak dan menyayangi lingkungan. Begitupan dengan sesama manusia, kita diajarkan untuk saling tolong menolong terutama dalam hal kebaikan. Baik kepada masyarakat luar maupun kepada sesama santri di pesantren.”94

2. Hasil wawancara dengan orangtua santri

Seorang orangtua santri pondok pesantren Babussalam mengatakan, bahwa:

“Anak saya rajin sekali dek setelah masuk di pesantren Babussalam ini.

Dulu di rumah dia pemalas sekali, bangun pagi juga malas. Tapi setelah dimasukkan ke pesentren anak saya sangat berubah, padahal baru 4 bulan masuk pesantren, mungkin karena kegiatan pesantren yang sangat padat jadi dia menjadi terbiasa melakukan hal-hal yang sudah sering dikerjakan di pesantren.”95

92 Wawancara dengan santriwan yang bernama Yusuf Widianto, 28 April 2021.

93 Wawancara dengan santriwan yang bernama Syahrul Arifin, 28 April 2021.

94 Wawancara dengan santriwati yang bernama Nadia Ismawati Putri, 28 April 2021.

95 Wawancara dengan orangtua santri ketika menjenguk santri di pondok pesantren Al-Qur’an Babussalam, 28 April 2021.

i

Hal yang sama diungkapkan oleh seorang wali santri ketika menjenguk anaknya di pesantren, yaitu bapak Haryono yang mengatakan bahwa:

“Anak saya kalau libur, di rumah dia sudah seperti ustad, rajin sekali, apa-apa dikerjakan sendiri. Kalau shalat subuh di masjid dia shafnya paling depan. Dia sudah 6 tahun di pesantren yah pasti mandirilah, pasti juga akhlaknya berubah menjadi lebih baik.”96

Pendapat lain orangtua santri mengenai perubahan akhlak anaknya yakni:

“perubahan sikap setelah memasuki pesantren Babussalam, terjadi perubahan sikap yang positif. Setidaknya ada yang berubah, sedikit lebih sopan terhadap orangtua, ibadahnya juga Alhamdulillah meningkat, sudah menghafal beberapa juz.”97

Kemudian dilanjutkan oleh orangtua santri lainnya:

“Alhamdulillah setelah mendapatkan pendidikan di pesantren, anak saya banyak berubah. Sikapnya yang menjadi lebih baik, sopan kepada orangtua serta adik-adiknya, ibadah apalagi, tidak perlu lagi diingatkan justru dia yag mengingatkan kita dan adik-adiknya."98

“tentu saja ada perubahan yang terjadi baik itu dari segi iabadah, sikap akhlak yang awalnya dibawah rata-rata sekarang Alhamdulillah menjadi lebih baik dari sebelumnya.”99

Pembentukan akhlakul karimah pada santri adalah upaya membangun sikap dan perilaku santri yang memiliki image baik dimata masyarakat luas, karakter tidak sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah kepada anak, tetapi lebih dari itu pendidikan akhlak menanamkan kebiasaan tentang yang baik sehingga santri paham, mampu merasakan, dan mau melakukan yang baik.

96 Wawancara dengan orangtua santri ketika menjenguk santri di pondok pesantren Al-Qur’an Babussalam, 28 April 2021.

97Wawancara dengan orangtua santri ketika menjenguk santri di pondok pesantren Al-Qur’an Babussalam, 28 April 2021.

98Wawancara dengan orangtua santri ketika menjenguk santri di pondok pesantren Al-Qur’an Babussalam, 28 April 2021.

99Wawancara dengan orangtua santri ketika menjenguk santri di pondok pesantren Al-Qur’an Babussalam, 28 April 2021.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah peneliti paparkan sebelumnya mengenai implementasi akhlak di Pesantren Al-Qur’an Babussalam Al-Mukhtariyah Selayar, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Bentuk implementasi akhlak di Pesantren Qur’an Babussalam Al-Mukhtariyah Selayar dilakukan dengan mengintegrasikan konten pendidikan akhlak yang telah dirumuskan kedalam seluruh mata pelajaran, mengintegrasikan pendidikan akhlak ke dalam kegiatan sehari-hari di pesantren, mengintegrasikan pendidikan akhlak ke dalam kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan, serta membangun komunikasi dan kerjasama antara pondok pesantren dengan wali santri, dan menggunakan berbagai macam metode seperti melalui pembiasaan, disiplin, keteladanan, dakwah, kemandirian, hidup sederhana, dan dakwah.

2. Cara-cara yang dilakukan dalam implementasi akhlak di Pesantren Al-Qur’an Babussalam Al-Mukhtariyah Selayar, yaitu dengan memberikan model pendidikan karakter sehingga dari pendidikan karakter tersebut dapat membentuk kepribadian santri, sehingga kemudian melahirkan akhlakul karimah yang baik. Selain itu juga memberikan pengajaran melalui metode pembiasaan dalam upaya pembentukan akhlak santri.

Dilakukan dengan menerapkan pada aktivitas keseharian santri, seperti

i

pembiasaan shalat tahajjud berjamaah pada malam tertentu, pembiasaan mengaji setelah shalat subuh berjamaah, pembiasaan membaca do’a dan menghafal al-Qur’an, pembiasaan melaksanakan shalat dhuha, pembiasaan kegiatan muballigh hijrah dan kegiatan ekstrakurikuler.

Aktivitas pembiasaan tersebut menciptakan nilai akhlak kedisiplinan, kemandirian, kejujuran, dan rasa tanggung jawab santri.

3. Hasli implementasi akhlak terhadap santri berdasarkan hasil wawancara terhadap santri dan orangtua santri yakni, 1) perubahan akhlak terhadap Allah swt, santri merasakan perubahan dalam segi ibadah. Sebelumnya mereka malas beribadah, sekarang ibadah mereka mulai meningkat.

Seperti rajin melaksanakan shalat wajib dan sunnah, fasih membaca dan menghafal al-Qur’an. 2) perubahan akhlak terhadap orangtua, guru, dan sesama santri mereka yang dulunya nakal dan tidak menghormati orangtua dan guru kemudian menjadi anak yang sopan dan santun terhadap orangtua dan guru. Serta saling menghormati dan tolong menolong terhadap sesama santri. 3) perubahan akhlak terhadap lingkungan, sebelumnya mereka acuh tak acuh terhadap lingkungan kemudian mereka menyadari bahwa perilaku kecil terhadap lingkungan sangat berpengaruh terhadap diri mereka sendiri.