• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat

V. HASIL

A. Potensi Pakan Merak Hijau di Taman Nasional Baluran 1. Potensi pakan

Pengamatan terhadap tumbuhan sebagai pakan merak hijau yang dilakukan pada empat tipe vegetasi di Taman Nasional Baluran diperoleh hasil seperti pada tabel 12. Pada hutan evergreen tercatat 59 jenis tumbuhan tetapi yang dimakan hanya 12 jenis yaitu Barleria prionitis,

Achyranthes aspera, Achyranthes sp. Capparis separia, Acalypha indica, Bauhinia angulata, Sida acuta, Streblus asper, Corypha utan, Passiflora foetida, Passiflora sp., dan Azima sarmentosa. Pada hutan musim tercatat 60 jenis tumbuhan, yang dimakan 15 jenis yaitu B. prionitis, A.

aspera, Achyranthes sp, C. separia, A. indica, B. angulata, Cassia mimosoides, Clitoria ternatea, Indigofera sumatrana, S. acuta, Wisadula acidula, S. asper, Plumbago zeylanica, Zyzyphus rotundifolia, dan Morinda tomentosa. Hutan pantai hanya 5 jenis tumbuhan yang dimakan dari 37 jenis tercatat yaitu A. aspera, Calotropis gigantea, C. separia, S.

asper, dan C. utan. Sedangkan di savana tercatat 36 jenis tumbuhan dan terlihat dimakan sebanyak 22 jenis yaitu A. aspera, Amaranthus sp, C.

gigantea, Ipomoea obscura, A. indica, Euphorbia hirta, Phyllanthus sp, Cassia obstusifolia L., C. ternatea L., Flemingia lineata, I. Sumatrana,

Tephrosia pumila, S. acuta, W. acidula, C. utan, Passiflora sp, Plumbago zeylanica, Eleusine indica, Z. rotundifolia, Morinda tinctoria, A. sarmentosa, dan Capsicum sp. Empat jenis dari sembilan belas jenis yang tercatat di savana tidak masuk ke dalam analisis vegetasi yaitu

Capsicum sp, Eleusine indica, C. obstusifolia dan Amaranthus sp.

Total jenis tumbuhan yang dimakan oleh merak hijau di Resort Bekol, Taman Nasional Baluran adalah 30 jenis berupa pohon (4 jenis), tihang (2 jenis), anakan (5 jenis), dan tumbuhan bawah (24 jenis). Sebagian besar merupakan tumbuhan bawah dan bagian yang dimakan berupa daun-daunan (lampiran 2).

Berdasarkan grafik batang pada gambar 10, terlihat bahwa savana merupakan tipe vegetasi yang memiliki jumlah jenis pakan merak paling banyak (22 jenis tumbuhan). Sedangkan hutan musim mempunyai jenis vegetasi dengan jumlah jenis pakan kedua terbesar (15 jenis). Hutan pantai adalah tipe vegetasi dengan jumlah jenis pakan paling sedikit (5 jenis). 0 5 10 15 20 25 evergreen hutan musim hutan pantai savana tipe vegetasi

jumlah jenis pakan merak

No Jenis Tumbuhan Evergreen Hutan Musim Hutan Pantai Savana Tipe Vegetasi ditemui dimakan Habitus yang

1 Barleria prionitis L. herba 2 Achirantes aspera L. herba

3 Achyranthes sp. herba

4 Amaranthus sp herba

5 Calotropis gigantea R. Br. semak 6 Capparis separia L. anakan 7 Ipomoea obscura (L.) Kor liana 8 Acalypha indica L. herba 9 Euphorbia hirta . herba

10 Phyllanthus sp. √ herba

11 Bauhinia angulata Roxb. liana 12 Cassia mimosoides Bl. herba 13 Cassia obtusifolia L. herba

14 Clitoria ternatea L. liana 15 Flemingia lineata Roxb. herba 16 Indigofera sumatrana Linn. herba 17 Tephrosia pumila Persl. herba 18 Sida acuta Burm. F. herba 19 Wisadula acidula liana

20 Streblus asper Lour. pohon, tihang, anakan 21 Corypha utan Lam. pohon

22 Passiflora foetida L. liana 23 Passiflora sp. liana

24 Plumbago zeylanica L. semak 25 Eleusine indica herba

26 Zyzyphus rotundifolia Lam. pohon, tihang, anakan 27 Morinda tinctoria Roth. pohon, anakan 28 Morinda tomentosa Roth anakan 29 Azima sarmentosa(Bl.) B. & H. semak

30 Capsicum sp. semak

Jumlah jenis pakan 12 15 5 22 Tabel 12. Jenis pakan merak di Taman Nasional Baluran

Potensi tumbuhan pakan merak hijau akan terkait dengan sebaran, pergerakan, serta kelimpahan populasi merak di suatu wilayah. 2. Struktur dan Komposisi

Analisis vegetasi dilakukan pada habitat pakan merak hijau, yang merupakan tempat terbuka (open area) di hutan evergreen, hutan musim, hutan pantai, dan savana. Analisis vegetasi yang dilakukan di empat tipe vegetasi tersebut menghasilkan daftar tumbuhan sebanyak 122 jenis dari kurang lebih 50 suku (lampiran 3). Total jenis pohon yang ditemukan adalah 29 jenis, tingkat tihang 27 jenis, tingkat sapihan 28 jenis, tingkat anakan 37 jenis, dan tumbuhan bawah sebanyak 68 jenis (lampiran 9). Tabel 13. Indeks Nilai Penting tertinggi di Taman Nasional Baluran

Evergreeen Hutan Musim Hutan Pantai Savana Total TNB

Pohon Nama Streblus asper

Schoutenia

ovata Korth. Corypha utan tinctoria Morinda Roth. Streblus asper

INP 126.26% 114.40% 84.31% 101.82% 51.66%

Tihang Nama Streblus asper

Grewia

eriocarpa Streblus asper

Acacia nilotica (L.) Willd. Ex

Del. Streblus asper

INP 88.57% 42.73% 47.22% 122.73% 43.97% Sapihan Nama Capparis micracantha DC. Grewia eriocarpa Syzygium polyanthum (Wight.) Walp. Azadirachta indica Capparis micracantha DC. INP 50.04% 43.75% 129.74% 55.05% 29.46%

Anakan Nama Streblus asper Randia sp1.

Syzygium polyanthum (Wight.) Walp. Jathropa gossypyfolia L. Syzygium polyanthum (Wight.) Walp. INP 24.73% 56.92% 77.78% 71.43% 31.91% Tumbuhan bawah Nama Bauhinia angulata Roxb. Oplismenus burmannii (Retz.) Beauv. Oplismenus burmannii (Retz.) Beauv. Achyranthes aspera L. Oplismenus burmannii (Retz.) Beauv. INP 24.93% 79.28% 83.90% 42.75% 47.67%

Hasil rangkuman analisis vegetasi di areal tersebut (tabel 13) menunjukkan bahwa dari keempat tipe vegetasi yang ada (total), serut (Streblus asper) memiliki nilai penting tertinggi (51.655%) pada vegetasi tingkat pohon dan tingkat tihang (43.966%). Pada tingkat sapihan, sanek (Capparis micracantha DC.) yang mendominasi dengan nilai 29.464%. Sedangkan nilai penting tertinggi pada tingkat anakan dimiliki oleh manting (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) dengan nilai penting 31.906%. Pada tingkat tumbuhan bawah rumput 006 (Oplismenus

burmannii (Retz.) Beauv) memiliki INP tertinggi yaitu 47.670% dan setelahnya adalah jarong (14.657%). Masing-masing jenis tumbuhan tersebut mendominasi dengan kerapatan yang tinggi, kecuali pada sanek yang memiliki nilai tertinggi pada frekuensi.

Evergreen. Tipe vegetasi evergreen didominasi oleh serut (S.

asper) pada tingkat pohon, tihang, maupun anakan yaitu sebesar 126.263%, 88.571%, dan 24.727%. Pada tingkat sapihan didominasi oleh sanek (C. micracantha DC.) dengan nilai penting 50.038%, dan tumbuhan bawah didominasi oleh jenis liana berdaun kupu-kupu (Bauhinia angulata Roxb.) dengan nilai penting 24.934%. Habitus pohon, tihang, dan sapihan memiliki nilai kerapatan yang tinggi dibandingkan nilai frekuensi. Namun sebaliknya pada anakan dan tumbuhan bawah.

Jumlah jenis pohon yang tercatat pada analisis vegetasi di habitat pakan evergreen adalah 12 jenis, tihang sebanyak 10 jenis, sapihan 12 jenis, anakan 21 jenis, dan tumbuhan bawah 30 jenis (lampiran 5).

Hutan musim. Berdasarkan analisis vegetasi di hutan musim diperoleh bahwa walikukun (Schoutenia ovata Korth.) memiliki nilai penting tertinggi pada tingkat pohon (114.400%). Pada tingkat tihang dan sapihan didominasi oleh talok (Grewia eriocarpa) dengan nilai penting 42.727% dan 43.745%. Dlimoan (Randia sp1.) mendominasi tingkat anakan sebanyak 56.920% dan rumput 006 (O. burmanii) mendominasi tingkat tumbuhan bawah sebanyak 79.284%. Kelima jenis tumbuhan tersebut memiliki nilai kerapatan yang tinggi dibandingkan nilai frekuensi, terutama pada dlimoan dan jenis rumput O. burmanii.

Jumlah pohon yang tercatat dalam analisis vegetasi di hutan musim Taman Nasional Baluran adalah sebanyak 14 jenis, tihang sebanyak 11 jenis, sapihan 13 jenis, anakan 14 jenis, dan tumbuhan bawah sebanyak 31 jenis (lampiran 6).

Hutan pantai. Gebang (Corypha utan) mendominasi pepohonan di daerah pantai dengan nilai penting 84.314%. Sedangkan di tingkat tihang, serut menduduki nilai penting tertinggi sebesar 47.222%, dan di tingkat sapihan dan anakan didominasi oleh manting (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dengan nilai penting berturut-turut sebesar 129.739% dan 77.782%. Tumbuhan bawah masih didominasi oleh rumput 006 (O.

tersebut memiliki nilai kerapatan paling tinggi dibandingkan nilai frekuensi ataupun dominasi.

Jumlah jenis tumbuhan bawah di hutan pantai paling sedikit dibandingkan tipe ekosistem lainnya yaitu hanya 15 jenis. Jumlah pohon di hutan pantai sebanyak 12 jenis, tingkat tihang sebanyak 7 jenis, sapihan 5 jenis, dan anakan 13 jenis (lampiran 7).

Savana. Habitat makan merak di savana didominasi oleh mengkuduan (M. tinctoria) pada tingkat pohon dengan INP sebesar 101.816%. Untuk tingkat tihang didominasi oleh akasia ( Acacia nilotica

(L.) Willd. Ex Del) sebanyak 122.727%, dan tingkat sapihan oleh mimbo (Azadirachta indica) sebanyak 55.051%, serta tingkat anakan oleh jarak (Jathropa gossypifolia L.) sebanyak 71.429%. Sedangkan tingkat tumbuhan bawah didominasi oleh jarong (A. aspera L.) sebesar 42.745%. Masing-masing nilai penyusun INP jenis tumbuhan tersebut tidak memiliki perbedaan yang signifikan, namun nilai kerapatan masih yang tertinggi.

Savana memiliki jumlah jenis pohon paling sedikit yaitu 7 jenis, tihang sebanyak 4 jenis, sapihan dan anakan sebanyak 5 jenis, serta tumbuhan bawah 28 jenis (lampiran 8).

Tabel 14. Persentase jumlah jenis tumbuhan pakan merak dari jumlah jenis tumbuhan yang ditemukan

No. Pertumbuhan Tingkat Jumlah Jenis Dimakan Merak Jumlah Jenis Persentase

1 Pohon 29 4 13.79%

2 Tihang 27 2 7.41%

3 Sapihan 28 0 0

4 Anakan 37 5 13.51%

5 Tumbuhan Bawah 68 24 35.29%

Jumlah jenis pakan merak dari tumbuhan berbentuk pohon adalah 4 jenis dari 29 jenis atau 13,79%. Jumlah jenis tihang sebagai pakan merak 7,41% dari total tihang yang ditemukan. Jumlah sapihan adalah 0 (nol), jumlah jenis anakan sebanyak 13,51% dari total jenis anakan, dan 35,29% jenis tumbuhan bawah sebagai pakan merak hijau jawa dari total jenis tumbuhan bawah.

Tipe vegetasi savanna dan hutan musim lebih disukai merak sebagai habitat makan karena memiliki komposisi jenis tumbuhan bawah yang lebih banyak dan dibandingkan tipe vegetasi lain. Selain itu areal tipe vegetasi tersebut lebih terbuka.

Dokumen terkait