0 2 4 6 8 10 12 14 16 26-41 42-57 58-73 74-89 90-104 F re k uens i Sis w a
107
3) Pertemuan Ketiga a) Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanana tindakan pada siklus II pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Kamis, 3 April 2014 pukul 09.00-10.10 WIB, tindakan dimulai pukul 09.00 dan selesai pukul 10.10 WIB. Kegiatan pembelajaran siklus II pertemuan ketiga dilakukan oleh guru kelas 5 yaitu Ibu Ratna Tatik M. Proses pembelajaran meliputi aktivitas guru, siswa dan kerja sama siswa diamati oleh observer yaitu Ibu Sunarwati, S.Pd. Kegiatan awal pembelajaran pada pertemuan kedua diawali dengan guru menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis. Guru bertanya kepada siswa siapa pernah melihat tukang reparasi membenahi jam tangan/arlog, kira-kira alat apa yang sering digunakan untuk membenahi jam tangan/arlogi itu. Siswa menjawab tespen, tang, kaca pembesar. Guru mengajak siswa membuat suatu alat yang dapat digunakan untuk membantu melihat benda-benda yang kecil. Guru memotivasi siswa dengan tanya jawab. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu melalui percobaan yang dilakukan dalam Group
Investigation siswa dapat membuat lup dari bahan sederhana dengan menerapkan
sifat-sifat cahaya dan menguji cara kerja lup yang dibuat.
Kegiatan eksplorasi guru bertanya siswa mengapa tukang reparasi jam/alroji ketika memperbaiki arloji/jam harus menggunakan alat bantu yaitu lup. Siswa menjawab agar terlihat besar dan terlihat jelas. Berdasarkan kegiatan tersebut guru membimbing siswa untuk mengusulkan topik yang akan dipelajari. Guru memberikan kesempatan kepada siapapun untuk mengusulkan topik. Beberapa topik yang sudah diusulkan siswa kemudian terjadi kesepakatan topik yang akan dipelajari yaitu membuat lup dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya. Guru membagi kelompok menjadi tiga kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 6 siswa, pembagian kelompok dilakukan secara heterogen. Siswa bergabung dengan kelompoknya untuk mempelajari topik yang telah disepakati. Selanjutnya masing-masing kelompok menyusun perencanaan yang akan dilakukan yaitu apa yang kita pelajari, bagaimana mempelajarinya, siapa melakukan apa (pembagian tugas), tujuan atau kepentingan menginvestigasi topik yang dipilih. Semua kelompok melakukan percobaan dengan membuat lup
108
dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat pada lembar kerja kelompok (LKK). Masing-masing kelompok melakukan pembagian tugas ada yang membuka bholam, mengisi air, menutup bholam dengan balon. Setelah selesai membuat lup, kemudian mencatat hasil percobaan pada LKK. Siswa melakukan percobaan dengan bimbingan guru. Setelah percobaan selesai dilakukan, siswa menyusun laporan percobaan berdasarkan hasil percobaan. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil percobaan di depan kelas secara bergantian dimulai dengan kelompok 1, kemudian kelompok 3 dan dilanjutkan kelompok 2. Hasil presentasi masing-masing kelompok juga sudah baik, masing-masing kelompok mendapatkan nilai 95. Guru melakukan evaluasi terhadap seluruh percobaan dan hasil percobaan yang dipresentasikan. Hasil evaluasi dari guru yaitu tukang reparasi jam/alroji menggunakan alat bantu lup karena komponen-komponen pada jam tangan/alroji sangat kecil maka membutuhkan lup untuk membantu melihat konponen tersebut agar terlihat besar. Lup yang dibuat masing-masing kelompok sudah sangat baik dan sesuai dengan rancangan awal yang dibuat. Guru memberikan pujian terhadap kegiatan yang dilakukan oleh seluruh siswa, telah melakukan percobaan dengan baik. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang belum diketahui, namun belum ada siswa yang berani untuk bertanya.
Guru dan siswa secara bersama-sama menyimpulkan bahwa lup adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang kecil agar terlihat besar dan jelas. Lup biasanya digunakan oleh tukang arloji/jam untuk memperbaiki arloji/jam karena komponen pada arloji/jam sangat kecil. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu tes evaluais siklus II, kemudian guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan salam penutup.
b) Hasil Observasi
Hasil observasi aktivitas guru pada siklus II pertemuan ketiga dijabarkan dalam beberapa aspek, aspek tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
109
Tabel 4.18
Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II Pertemuan 3
Aspek yang diamati Skor Penilaian Jumlah
Skor
1 2 3 4
Memeriksa kesiapan pembelajaran 1, 2 8
Kegiatan awal 4, 5 3 10
Pengelompokan 6, 7 8, 9 14
Perencanaan percobaan 10 4
Melaksanakan investigasi 14 11, 12,13 15
Menyiapkan laporan akhir 15, 16 8
Mempresentasikan laporan akhir 18 17, 19 11 Evaluasi hasil percobaan 20, 22,23 21, 24,25 21
Kegiatan akhir 27,29 26,28,30 18
Total 11 19 109
Berdasarkan tabel 4.18 hasil observasi aktivitas guru dalam menerapakan model Group Investigation dapat diketahui bahwa dari 9 aspek dijabarkan menjadi 30 indikator yaitu indikator yang memperoleh skor 3 sebanyak 11 indikator, dan yang memperoleh skor 4 sebanyak 19 indikator total skor seluruhnya adalah 109. Pada aspek memeriksa kesiapan pembelajaran terdiri dari 2 indikator yaitu indikator 1 dan 2, masing-masing indikator mendapat skor 4 dengan jumlah skor 8. Aspek kegiatan awal terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 3 mendapat skor 4, indikator 4 dan 5 mendapat skor 3 dengan jumlah skor 10. Aspek pengelompokan terdiri dari 4 indikator yaitu indikator 6 dan 7 mendapat skor 3, indikator 8 dan 9 mendapat skor 4, dengan jumlah skor 14. Aspek perencanaan percobaan terdiri dari 1 indikator yaitu indikator 10 mendapat skor 4 dengan jumlah skor 4. Aspek melaksanakan investigasi terdiri dari 4 indikator yaitu indikator 11, 12, dan 13 mendapat skor 4, indikator 14 mendapat skor 3 dengan jumlah skor 15. Aspek menyiapkan laporan akhir terdiri dari 2 indikator yaitu indikator 15 dan 16, masing-masing indikator mendapat skor 4 dengan jumlah skor 8. Aspek mempresentasikan laporan akhir terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 17 dan 19 mendapat skor 4, indikator 18 mendapat skor 3, dengan jumlah skor 11. Aspek evalusi hasil percobaan terdiri dari 6 indikator yaitu indikator 21, 24, dan 25 mendapat skor 4, indikator 20, 22, dan 23 mendapat skor 3, dengan jumlah skor 21. Selanjutnya pada aspek kegiatan akhir terdapat 5
110
indikator yaitu indikator 26, 28, dan 30 mendapat skor 4, indikator 27 dan 29 mendapat skor 3 sehingga aspek ini memperoleh jumlah skor 18. Berdasarkan tabel 4.18 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram batang sebagai berikut:
Diagram 4.21 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II Pertemuan 3
Hasil observasi terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan diterapkan model Group Investigation dijabarkan dalam beberapa aspek dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.19
Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Pertemuan 3
Aspek yang diamati Skor Penilaian Jumlah
Skor
1 2 3 4
Kesiapan belajar siswa 1 4
Kegiatan awal 4 2, 3 11
Pengelompokan 5, 6 7 10
Perencanaan percobaan 8 9 7
Melaksanakan investigasi 10, 11, 14 12, 13 17
Menyiapkan laporan akhir 15, 16, 17 9
Mempresentasikan laporan akhir 19,20,21,22, 23 18 19
Evaluasi hasil percobaan 24, 25 6
Kegiatan akhir 27, 29 26, 28, 30 19
Total 19 11 101
Berdasarkan tabel 4.19 hasil observasi terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan diterapkan model Group Investigation dapat diketahui bahwa dari 9 aspek dijabarkan menjadi 30 indikator yaitu indikator yang
0 5 10 15 20 25 1 2 3 4 5 6 7 8 9 J um la h sk o r
111
mendapat skor 3 sebanyak 19 indikator dan yang mendapat skor 4 yaitu 11 indikator jadi skor seluruhnya adalah 101. Aspek kesiapan belajar siswa terdiri dari 1 indikator yaitu indikator 1 mendapat skor 4 dengan jumlah skor 4. Aspek kegiatan awal terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 2 dan 3 mendapat skor 4, sedangkan indikator 4 mendapat skor 3, dengan jumlah skor 11. Aspek pengelompokan terdapat 3 indikator yaitu indikator 5 dan 6 mendapat skor 3, indikator 7 mendapat skor 4, jumlah skor 10. Aspek perencanaan percobaan terdapat 2 indikator yaitu indikator 8 mendapat skor 4, indikator 9 mendapat skor 4, dengan jumlah skor 7. Aspek melaksanakan investigasi terdiri dari 5 indikator yaitu 10, 11, dan 14 mendapat skor 3, indikator 12 dan 13 mendapat skor 4, dengan jumlah skor 17. Aspek menyiapkan laporan akhir terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 15, 16 dan 17, masing-masing indikator mendapat skor 3 dengan jumlah skor 9. Aspek mempresentasikan laporan akhir terdiri dari 6 indikator, indikator 18 mendapat skor 4, indikator 19, 20, 21, 22 dan 23 mendapat skor 3, dengan jumlah skor 19. Aspek evaluasi hasil percobaan terdiri dari 2 indikator yaitu indikator 24 dan 25, masing-masing indikator mendapat skor 3, jumlah skor 6. Aspek kegiatan akhir terdiri dari 5 indikator yaitu indikator 26, 28, dan 30 mendapat skor 4, indikator 27 dan 29 mendapat skor 3 dengan jumlah skor 18.
Berdasarkan tabel 4.19 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram batang sebagai berikut:
Diagram 4.22 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Pertemuan 3
0 5 10 15 20 1 2 3 4 5 6 7 8 9 J um la h sk o r
112
Hasil observasi kerja sama siswa dalam penerapan model Group
Investigation dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.20
Hasil Observasi Kerja Sama Siklus II Pertemuan 3
No. Skor Frekuensi Kategori
1. 26-41 - Sangat rendah 2. 42-57 - Rendah 3. 58-73 1 Sedang 4. 74-89 12 Tinggi 5. 90-104 5 Sangat tinggi Jumlah 18 Skor rata-rata 86 Skor tertinggi 99 Skor terendah 72
Berdasarkan tabel 4.20 hasil observasi terhadap kerja sama siswa dalam pembelajaran dengan diterapkan model Group Investigation dapat diketahui bahwa siswa yang mendapatkan skor antara 58-73 terdapat 1 siswa dengan kategori sedang. Siswa yang mendapatkan skor antara 74-89 terdapat 12 siswa dengan kategori tinggi. Siswa yang mendapatkan skor antara 90-104 terdapat 5 siswa dengan kategori sangat tinggi. Rata-rata skor kerja sama pada siklus II pertemuan ketiga yaitu 85,5 dengan skor tertinggi 99 dan skor terendah 72.
Berdasarkan tabel 4.20 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram batang sebagai berikut: