• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

60

BAB IV

HASIL PENELITIAAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Pelaksanaan Tindakan

Pada pelaksanaan tindakan ini akan diuraikan menjadi tiga sub judul yaitu deskripsi pra siklus, deskripsi siklus I, dan deskripsi siklus II. Deskripsi pra siklus menguraikan kondisi awal siswa sebelum peneliti melakukan penelitian. Deskripsi siklus I menguraikan tentang kegiatan perencaaan, pelaksanaan tindakan, observasi serta kegiatan refleksi yang dilakukan pada siklus I. Sama seperti deskripsi siklus I, deskripsi siklus II juga menguraikan tentang kegiatan perencaaan, pelaksanaan tindakan, observasi serta kegiatan refleksi yang dilakukan pada siklus II.

4.1.1 Deskripsi Prasiklus

Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan observasi terhadap siswa dan guru SDN 1 Ngropoh saat pembelajaran IPA. SDN 1 Ngropoh berlokasi di dusun Ngabean desa Ngropoh kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung. Observasi dilakukan oleh peneliti pada tanggal 28 Januari 2014 di kelas 5 SDN 1 Ngropoh pada pukul 07.00 sampai pukul 08.10 WIB. Jumlah siswa kelas 5 yaitu 18 yang terdiri dari 10 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Siswa kelas 5 berumur antara 11-13 tahun. Kelas 5 diampu oleh Ibu Ratna Tatik M dan pada mata pelajaran IPA juga diampu oleh Ibu Ratna Tatik M, karena sekolah menggunakan sistem guru kelas bukan guru mata pelajaran. Pembelajaran IPA yang dilakukan oleh guru masih berpusat pada guru sehingga siswa masih kurang aktif dan kerja sama antarsiswa, siswa hanya mendengarkan, mencatat kemudian mengerjakan LKS sehingga berdampak pada perolehan hasil belajar yang masih rendah. Siswa yang mendapat nilai di bawah KKM terdapat 10 siswa, KKM yang digunakan oleh peneliti yaitu KKM mata pelajaran IPA kelas 5 yang ditentukan oleh sekolah.

Hasil belajar IPA prasiklus diambil dari nilai ulangan harian pada awal semester II tahun 2013/2014 pokok bahasan pesawat sederhana. Data ulangan harian IPA dapat dilihat pada tabel berikut ini:

(2)

61

Tabel 4.1

Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPA Prasiklus

No. Nilai Frekuensi Persentase

1. 35-44 1 6% 2. 44-54 4 22% 3. 55-64 5 28% 4. 65-74 6 33% 5. 75-84 2 11% Jumlah 18 100% Nilai Rata-rata 60,67 Nilai Tertinggi 83 Nilai Terendah 35

Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa siswa yang mendapatkan nilai antara 35-44 terdapat 1 siswa dengan persentase 6% dari jumlah seluruh siswa, nilai antara 44-54 terdapat 4 siswa dengan persentase 22% dari jumlah seluruh siswa, nilai antara 55-64 terdapat 5 siswa dengan persentase 28% dari jumlah seluruh siswa, nilai antara 65-74 terdapat 6 siswa dengan persentase 33%, sedangkan skor nilai antara 75-84 terdapat 2 siswa dengan persentase 11%. Nilai tertinggi yang diperoleh siswa prasiklus yaitu 83 dan nilai terendah 35 dengan rata-rata kelas yaitu 60,67 (nilai IPA prasiklus dapat dilihat pada lampiran 7).

Berdasarkan tabel 4.1 dapat digambarkan dalam diagram 4.1 yaitu sebagai berikut:

Diagram 4.1 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPA Prasiklus

0 10 C… 0 1 2 3 4 5 6 7 35-44 44-54 55-64 65-74 75-84 F re k uens i Sis w a Nilai

(3)

62

Berdasarkan hasil nilai ulangan harian IPA pada pokok bahasan pesawat sederhana menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memperoleh nilai di bawah KKM ≥ 67 dapat dilihat dalam tabel ketuntasan sebagai berikut:

Table 4.2

Ketuntasan Belajar Prasiklus

Kategori Keterangan Frekuensi Persentase

Tuntas 67 8 44%

Belum tuntas < 67 10 56%

Jumlah 18 100%

KKM 67

Berdasarkan table 4.2 ketuntasan belajar siswa prasiklus dapat diketahui bahwa siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM ( 67) sebanyak 8 siswa dengan persentase 44% dari jumlah seluruh siswa, sedangkan siswa yang belum mencapai KKM ( 67) sebanyak 10 siswa dengan persentase 56% dari jumlah seluruh siswa. Persentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan minimal lebih kecil dibandingkan dengan Persentase jumlah siswa yang belum berhasil mencapai ketuntasan minimal. Ketuntasan belajar prasiklus pada tabel 4.2 dapat diperjelas melalui diagram sebagai berikut:

Diagram 4.2 Ketuntasan Belajar Prasiklus

Berdasarkan ketuntasan belajar prasiklus yang menunjukkan siswa yang memenuhi KKM lebih sedikit dibandingkan siswa yang belum mencapai KKM.

44%

56% Tuntas

(4)

63

Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPA masih rendah, rendahnya hasil belajar IPA dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain penggunaan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Pada saat pembelajaran IPA guru masih menggunakan metode pembelajaran ceramah sehingga pembelajaran lebih berpusat pada guru. Guru masih terpaku pada buku teks saja, siswa hanya mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru, setelah itu siswa mengerjakan soal-soal yang terdapat dalam buku pegangan siswa. Pembelajaran yang dilakukan guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan, saling berdiskusi untuk mengungkapkan pendapat. Pembelajaran yang berpusat pada guru kurang menumbuhkan ketrampilan sosial siswa antara lain dan kurangnya kerja sama antarsiswa. Dengan adanya kerja sama antara siswa yang pandai dan kurang pandai, maka siswa yang kurang pandai akan terbantu oleh siswa yang pandai dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru.

Berdasarkan rendahnya kerja sama antarsiswa dan hasil belajar IPA maka peneliti melakukan perbaikan pembelajaran IPA dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigation melalui pembelajaran siklus I dan siklus II.

4.1.2 Deskripsi Siklus I

Pada deskripsi siklus I akan dijabarkan menjadi tiga sub judul yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, dan refleksi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam siklus I adalah sebagai berikut:

4.1.2.1 Perencanaan

Perencanaan pada siklus I akan diuraikan menjadi empat kali pertemuan yaitu sebagai berikut:

1) Pertemuan Pertama

Pertemuan pertama pada siklus I dilaksanakan pada minggu ke 4 bulan Maret yaitu 24 Maret 2014. Sebelum melakukan tindakan siklus I peneliti terlebih dahulu menyusun RPP sesuai dengan SK dan KD yang dipilih, SK yaitu menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model, KD

(5)

64

yaitu mendeskripsikan sifat-sifat cahaya, kemudian KD dijabarkan menjadi dua indikator yaitu mengidentifikasi bahwa sifat cahaya merambat lurus dan mengidentifikasi benda-benda yang dapat ditembus oleh cahaya. Setelah indikator selesai dirumuskan kemudian merumuskan tujuan sesuai dengan indikator. Peneliti menyusun RPP dengan menggunakan model Group Investigation. Materi yang akan dipelajari pada pertemuan pertama yaitu tentang cahaya dapat merambat lurus dan cahaya dapat menembus benda bening.

Setelah selesai menyusun RPP dan materi pembelajaran kemudian peneliti mempersiapkan alat peraga dan media yang akan digunakan. Pada pertemuan pertama alat peraga yang digunakan untuk materi cahaya merambat lurus yaitu karton 4 buah dengan lubang tengah dan senter. Alat peraga yang digunakan untuk materi cahaya menembus benda bening yaitu lampu senter, kardus yang dilapisi kertas putih gelas kaca, rubik, triplek, buku, kaca, plastik bening/mika, air ledeng dalam gelas kaca, gelas berwarna, tabung celengan, botol air mineral. Peneliti juga mempersiapkan perangkat pembelajaran lainnya seperti daftar presensi siswa terdapat dalam lampiran 8, lembar kerja kelompok yang terdapat dalam lampiran 5, lember observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, kerja sama siswa yang terdapat dalam lampiran 6 dan menyusun alat evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan teknik tes yaitu berbentuk tes pilihan ganda, instrument tes pilihan ganda terdapat dalam lampiran 5.

2) Pertemuan Kedua

Pertemuan kedua siklus I akan dilaksanakan pada 25 Maret 2014. Sebelum melakukan tindakan pada pertemuan kedua, peneliti menyusun RPP sesuai dengan SK dan KD yang dipilih, SK yaitu menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model, KD yaitu mendeskripsikan sifat-sifat cahaya, kemudian KD dijabarkan menjadi empat indikator yaitu mengidentifikasi bahwa cahaya dapat dipantulkan, mengidentifikasi sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar, mengidentifikasi sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung, dan mengidentifikasi sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung. Setelah indikator selesai dibuat selanjutnya yaitu merumuskan tujuan sesuai dengan SK, KD dan indikator. Peneliti menyusun RPP dengan menggunakan model Group

(6)

65

Investigation. Materi yang akan dipelejari dalam pertemuan kedua yaitu tentang

cahaya dapat dipantulkan dan sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar, cembung dan cekung.

Setelah selesai menyusun RPP dan materi pembelajaran kemudian peneliti mempersiapkan alat peraga dan media yang akan digunakan. Pada pertemuan kedua alat peraga yang digunakan untuk materi sifat bayangan cermin datar yaitu cermin, kertas, spidol. Alat peraga yang digunakan untuk materi sifat bayangan cermin cekung dan cembung yaitu sendok sayur dan kaca spion motor. Peneliti juga mempersiapkan perangkat pembelajaran lainnya seperti daftar presensi siswa terdapat dalam lampiran 8, lembar kerja kelompok terdapat dalam lampiran 5, lember observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, dan kerja sama siswa terdapat dalam lampiran 6, dan menyusun alat evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan teknik tes yaitu berbentuk tes pilihan ganda, instrument tes pilihan ganda terdapat dalam lampiran 5.

3) Pertemuan Ketiga

Pertemuan ketiga siklus I akan dilaksanakan pada 26 Maret 2014. Sebelum melakukan tindakan pada pertemuan kedua, peneliti menyusun RPP sesuai SK dan KD yang dipilih, SK yaitu menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model, KD yaitu mendeskripsikan sifat-sifat cahaya, kemudian KD dijabarkan menjadi dua indikator yaitu mengidentifikasi bahwa cahaya dapat dibiaskan dan mengidentifikasi bahwa cahaya dapat diuraikan menjadi berbagai warna. Setelah indikator selesai dibuat selanjutnya yaitu merumuskan tujuan sesuai dengan SK, KD dan indikator. Peneliti menyusun RPP dengan menggunakan model Group Investigation. Materi yang akan dipelajari dalam pertemuan ketiga yaitu tentang cahaya dapat dibiaskan dan cahaya dapat diuraikan menjadi berbagai warna.

Setelah selesai menyusun RPP dan materi pembelajaran kemudian peneliti mempersiapkan alat peraga dan media yang akan digunakan. Pada pertemuan kedua alat peraga yang digunakan untuk materi cahaya dapat dibiaskan yaitu gelas bening/kaca 2 buah (Gelas A dan Gelas B), air putih, pensil 2 buah dan uang logam 2 buah, sedangkan alat peraga yang digunakan untuk materi cahaya dapat

(7)

66

diuraikan menjadi berbagai warna yaitu cakram warna 4 bagian, 6 bagian dan karet. Peneliti juga mempersiapkan perangkat pembelajaran lainnya seperti daftar presensi siswa terdapat dalam lampiran 8, lembar kerja kelompok terdapat dalam lampiran 5, lember observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, dan kerja sama belajar siswa terdapat dalam lampiran 6, dan menyusun alat evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan teknik tes yaitu berbentuk tes pilihan ganda, instrument tes pilihan ganda terdapat dalam lampiran 5.

4) Pertemuan Keempat

Pertemuan keempat siklus I akan dilaksanakan pada 27 Maret 2014. Pertemuan keempat digunakan untuk tes evaluasi tentang materi yang telah dipelajari pada pertemuan kesatu, dua dan ketiga. Sebelum kegiatan pembelajaran pada pertemuan keempat dilakukan, peneliti menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk proses pembelajaran diantaranya yaitu lembar soal tes evaluasi yang terdiri dari 35 soal dalam bentuk soal pilihan ganda, lembar jawab dan unci jawaban. Tes evaluasi dikerjakan dengan alokasi waktu selama 2 x 35 menit.

4.1.2.2 Pelaksanaan Tindakan dan Observasi

Pelaksanaan tindakan dan observasi akan diuraikan menjadi emapt kali pertemuan, masing-masing pertemuan akan menguraikan pelaksanaan tindakan dan hasil observasi. Pelaksanaan tindakan merupakan deskripsi dari kegiatan pembelajaran mulai dari kegiatan awal sampai kegiatan akhir pembelajaran pada siklus I sedangkah observasi akan menguraikan hasil observasi yang diperoleh oleh observer melalui lembar observasi. Pelaksanaan tindakan dan observasi pada siklus I yaitu sebagai berikut:

1) Pertemuan Pertama a) Pelaksanaan tindakan

Pelaksanana tindakan siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 24 Maret 2014, tindakan dimulai pukul 09.00 dan selesai pukul 10.10 WIB. Kegiatan pembelajaran siklus I pertemuan pertama dilakukan oleh guru kelas 5 yaitu Ibu Ratna Tatik M. Proses pembelajaran meliputi aktivitas guru, siswa dan kerja sama siswa diamati oleh observer yaitu Ibu Sunarwati, S.Pd. Kegiatan awal

(8)

67

pembelajaran pada pertemuan pertama diawali dengan guru menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis. Guru memberikan apersepsi dengan menyuruh siswa untuk berdiri disamping tempat duduk masing-masing, kemudian siswa menutup mata dan berjalan dengan mata tertutup. Saat siswa berjalan dengan mata tertutup ada siswa yang membentur meja, membentur temannya dan ada siswa yang berjalan lurus tanpa membentur apapun. Kemudian guru bertanya ketika mata dipejamkan dan berjalan apa yang rasakan, siswa menjawab gelap tidak dapat melihat apa-apa, ketika berjalan membentur meja, teman,dll. Guru bertanya jawab dan memberi nasehat harus bersyukur telah memiliki mata yang masih berfungsi dengan baik, maka harus mempergunakan mata untuk melihat hal-hal yang baik. Selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu mengidentifikasi bahwa cahaya merambat lurus dan mengidentifikasi benda-benda yang dapat ditembus oleh cahaya.

Kegiatan eksplorasi diawali dengan guru mengajak siswa yang berada didalam kelas untuk melihat ke luar kelas melalui jendela kelas. Kemudian guru bertanya apa yang kalian lihat dan kenapa dapat melihat apapun yang ada diluar jendela, siswa menjawab pohon, awan, motor, kantin, dll, karena kaca jendela bening. Berdasarkan kegiatan tersebut guru membimbing siswa untuk mengusulkan topik yang akan dipelajari. Guru memberikan kesempatan kepada siapapun untuk mengusulkan topik. Topik yang diusulkan yaitu ada siswa mengusulkan cahaya menembus kaca, cahaya ditembus kaca, dan cahaya merambat lurus. Beberapa topik yang sudah diusulkan siswa kemudian terjadi kesepakatan topik yang akan dipelajari yaitu cahaya merambat lurus dan benda yang dapat ditembus oleh cahaya. Guru membagi kelompok menjadi tiga kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 6 siswa, pembagian kelompok dilakukan secara heterogen. Siswa bergabung dengan kelompoknya, kemudian perwakilan kelompok maju ke depan untuk memilih topik yang akan dipelajarai yaitu cahaya dapat merambat lurus dan cahaya menembus benda bening. Selanjutnya masing-masing kelompok menyusun perencanaan yang akan dilakukan yaitu apa yang kita pelajari, bagaimana mempelajarinya, siapa melakukan apa (pembagian tugas), tujuan atau kepentingan menginvestigasi topik

(9)

68

yang dipilih. Kelompok 1 dan 3 melakukan percobaan dengan membuktikan bahwa cahaya dapat merambat lurus, percobaan dengan menggunakan 4 karton yang masing-masing karton diberi lubang dengan ukuran dan posisi yang sama, kemudian posisi karton diletakkan sejajar sehingga membentuk garis lurus. Setelah berada dalam satu garis lurus kemudian lubang no 4 diberi cahaya senter dan dilihat dari lubang no 1. Kelompok 2 melakukan percobaan dengan membuktikan bahwa cahaya dapat menembus benda bening. Percobaan dilakukan dengan menyinari benda-benda yang telah disiapkan dengan senter. Kemudian mencatat hasil percobaan pada lembar pengamatan. Siswa melakukan percobaan dengan bimbingan guru. Setelah percobaan selesai dilakukan, siswa menyusun laporan percobaan berdasarkan hasil percobaan. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil percobaan di depan kelas secara bergantian dimulai dengan kelompok 1, kemudian kelompok 2 dan dilanjutkan kelompok 3. Ketika kelompok 1 selesai melakukan presentasi, kelompok 2 dan 3 memberikan masukan bahwa kesimpulan pada kelompok 1 masih kurang baik dan kelompok 1 mendapatkan nilai 85. Kelompok 2 selesai melakukan presentasi, kelompok 1 dan 3 memberikan masukan bahwa jawaban soal no 2 masih belum tepat dan mendapatkan nilai 87. Kelompok 3 selesai melakukan presentasi, kelompok 1 dan 2 memberikan masukan bahwa presntasi kelompok 3 sudah baik dan mendapatkan nilai 95. Dalam presentasi pertemuan pertama belum ada siswa yang berani untuk bertanya. Guru melakukan evaluasi terhadap seluruh percobaan dan hasil percobaan yang dipresentasikan. Hasil evaluasi dari guru yaitu bahwa percobaan yang telah dilakukan masing-masing kelompok sudah baik, namun masih ada beberapa siswa yang belum ikut berpartisipasi dalam percobaan. Guru memberikan pujian terhadap kegiatan yang dilakukan oleh seluruh siswa, telah melakukan percobaan dengan baik. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang belum diketahui, namun belum ada siswa yang berani untuk bertanya.

Guru dan siswa secara bersama-sama menyimpulkan bahwa telah membuktikan bahawa cahaya itu dapat merambat lurus dan cahaya itu dapat menembus benda-benda bening. Guru mengajak siswa mencari contoh cahaya

(10)

69

merambat lurus dan cahaya menembus benda bening dalam kehidupan sehari-hari yaitu cahaya senter yang dinyalakan pada malam hari maka cahaya akan merambat lurus kedepan, lampu motor pada malam hari, Guru rumah yang terdapat genting kaca maka cahaya akan masuk, celah-celah rumah yang berlubang. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu tentang cahaya dapat dipantulkan dan sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar, cekung dan cembung, kemudian guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan salam penutup.

b) Hasil observasi

Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I pertemuan pertama dijabarkan dalam beberapa aspek, aspek tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.3

Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I Pertemuan 1

Aspek yang diamati Skor Penilaian Jumlah

Skor

1 2 3 4

Memeriksa kesiapan pembelajaran 1, 2 4

Kegiatan awal 3, 4, 5 6

Pengelompokan 6, 7 8, 9 10

Perencanaan percobaan 10 2

Melaksanakan investigasi 11, 13, 14 12 9

Menyiapkan loporan akhir 16 15 5

Mempresentasikan laporan akhir 19, 17, 18 8 Evaluasi hasil percobaan 20, 21, 23, 22, 24, 25 15

Kegiatan akhir 26, 27, 28, 29 30 11

Total 20 10 70

Berdasarkan tabel 4.3 hasil observasi aktivitas guru dalam menerapakan model Group Investigation dapat diketahui bahwa dari 9 aspek dijabarkan menjadi 30 indikator yaitu indikator yang memperoleh skor 2 sebanyak 20 indikator, dan yang memperoleh skor 3 sebanyak 10 indikator, sehingga total skor seluruhnya adalah 70. Pada aspek memeriksa kesiapan pembelajaran terdiri dari 2 indikator, masing-masing indikator memperoleh skor 2, dengan jumlah skor 4. Aspek kegiatan awal terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 3, 4, dan 5, masing-masing indikator mendapatkan skor 2, jumlah skor 6. Aspek pengelompokan

(11)

70

terdiri dari 4 indikator yaitu indikator 6 dan 7 mendapatkan skor 2, indikator 8 dan 9 mendaspat skor 3, dengan jumlah skor 10. Aspek perencanaan percobaan terdiri dari 1 indikator yaitu indikator 10 mendapat skor 2, dengan jumlah skor 2. Aspek melaksanakan investigasi terdapat 4 indikator yaitu indikator 11, 13 dan 14 masing-masing mendapat skor 2, indikator 12 mendapat skor 3, sehingga jumlah skor 10. Aspek menyiapkan loporan akhir terdiri dari 2 indikator yaitu indikator 15 mendapat skor 3 dan indikator 16 mendapat skor 2, sehingga jumlah skor 5. Aspek mempresentasikan laporan akhir terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 19 mendapat skor 2, indikator 17 dan 18 mendapat skor 3 sehingga jumlah skor 8. Aspek evalusi hasil percobaan terdiri dari 6 indikator yaitu indikator 20, 21, dan 23 mendapat skor 2 sedangkan indikator 22, 24 dan 25 mendapat skor 3 sehingga jumlah skor 15. Selanjutnya pada aspek kegiatan akhir terdapat 5 indikator yaitu indikator 26, 27, 28, dan 29 mendapat skor 2, indikator 30 mendapatkan skor 3 sehingga jumlah skor 11.

Berdasarkan tabel 4.3 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram sebagai berikut:

Diagram 4.3 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I Pertemuan 1

Hasil observasi terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan model Group Investigation dapat dilihat pada tabel berikut ini:

0 2 4 6 8 10 12 14 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 J um la h Sk o r

(12)

71

Tabel 4.4

Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan 1

Aspek yang diamati Skor Penilaian Jumlah

Skor

1 2 3 4

Kesiapan belajar siswa 1 2

Kegiatan awal 2, 3, 4 6

Pengelompokan 6 5, 7 5

Perencanaan percobaan 8, 9 4

Melaksanakan investigasi 13, 14 10, 11, 12 8

Menyiapkan loporan akhir 15, 16, 17 6

Mempresentasikan laporan akhir 20, 21, 23 18, 19 ,22 9

Evaluasi hasil percobaan 25 24 3

Kegiatan akhir 27 26, 28, 29, 30 9

Total 8 22 52

Berdasarkan tabel 4.4 hasil observasi terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan model Group Investigation dapat diketahui indikator yang memperoleh skor 1 sebanyak 8 indikator dan yang mendapat skor 2 sebanyak 22 indikator, sehingga jumlah skor seluruhnya adalah 52. Aspek kesiapan belajar siswa terdapat 1 indikator yaitu indikator 1 mendapat skor 2, sehingga jumlah skor 2. Aspek kegiatan awal terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 2, 3, dan 4, masing-masing indikator mendapat skor 2, jumlah skor 6. Aspek pengelompokan terdapat 3 indikator yaitu indikator 5 dan 7 mendapat skor 2 dan indikator 6 mendapat skor 1, jumlah skor 5. Aspek perencanaan percobaan terdapat 2 indikator yaitu indikator 8 dan 9, masing-masing indikator mendapat skor 2 sehingga jumlah skor 4. Aspek melaksanakan investigasi terdapat 5 indikator yaitu indikator 10, 11, dan 12 mendapat skor 2, indikator 13 dan 14 mendapat skor 1 sehingga jumlah skor 8. Aspek menyiapkan laporan akhir terdiri dari 3 indikator yaitu 15, 16, dan 17, masing-masing indikator mendapat skor 2 sehingga mendapat jumlah skor 6. Aspek mempresentasikan laporan akhir terdiri dari 6 indikator yaitu indikator 20, 21, dan 23 mendapat skor 1, indikator 18, 19 dan 22 mendapat skor 2, sehingga mendapat jumlah skor 9. Aspek evaluasi hasil percobaan terdiri dari 2 indikator yaitu indikator 24 mendapat skor 1 dan indikator 25 mendapat skor 2, jumlah skor 3. Aspek kegiatan akhir terdiri dari 5 indikator

(13)

72

yaitu indikator 26, 28, 29, dan 30 mendapat skor 2, indikator 27 mendapat skor 1, mendapat jumlah skor 9.

Berdasarkan tabel 4.4 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram sebagai berikut:

Diagram 4.4 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan

Hasil observasi kerja sama siswa dalam pembelajaran menggunakan model

Group Investigation dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.5

Hasil Observasi Kerja Sama Siklus I Pertemuan 1

No. Skor Frekuensi Kategori

1. 26-41 0 Sangat rendah 2. 42-57 4 Rendah 3. 58-73 12 Sedang 4. 74-89 2 Tinggi 5. 90-104 0 Sangat tinggi Jumlah 18 Skor rata-rata 63,61 Skor Tertinggi 74 Skor Terendah 44

Berdasarkan tabel 4.5 hasil observasi terhadap kerja sama siswa dalam pembelajaran dengan model Group Investigation dapat diketahui bahwa siswa yang mendapatkan skor antara 42-57 terdapat 4 siswa dengan kategori rendah. Siswa yang mendapatkan skor antara 58-73 terdapat 12 siswa dengan kategori

0 2 4 6 8 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 J um la h Sk o r

(14)

73

sedang, sedangkan siswa yang mendapatkan skor antara 74-89 terdapat 2 siswa dengan kategori tinggi. Rata-rata skor kerja sama pada siklus I pertemuan kesatu yaitu 63,61 dengan skor tertinggi 74 dan skor terendah 44.

Berdasarkan tabel 4.5 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram sebagai berikut:

Diagram 4.5 Hasil Observasi Kerja Sama Siklus I Pertemuan 1

2) Pertemuan Kedua a) Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanana tindakan siklus I pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Senin, 25 Maret 2014, tindakan dimulai pukul 09.35 dan selesai pukul 10.45 WIB. Kegiatan pembelajaran siklus I pertemuan kedua dilakukan oleh guru kelas 5 yaitu Ibu Ratna Tatik M. Proses pembelajaran meliputi aktivitas guru, siswa dan kerja sama siswa diamati oleh observer yaitu Ibu Sunarwati, S.Pd. Kegiatan awal pembelajaran pada pertemuan kedua diawali dengan guru menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis. Guru bertanya kepada siswa siapa yang sebelum berangkat ke sekolah bercermin terlebih dahulu, semua siswa menjawab bercermin, kemudian guru bertanya yang dilihat dalam cermin siapa apakah diri kalian, siswa menjawab ya bu, yang ada dicermin diri saya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu mengidentifikasi bahwa cahaya dapat dipantulkan dan mengidentifikasi sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar, cermin cekung dan cermin cembung.

0 2 4 6 8 10 12 14 26-41 42-57 58-73 74-89 90-104 F re k uens i Sis w a

(15)

74

Kegiatan eksplorasi guru menyuruh salah satu siswa maju ke depan kelas untuk berdiri di depan cermin yang telah disediakan, guru menyuruh siswa mengamati bayangan yang ada dicermin, kemudian guru bertanya mengapa bayangan yang ada dicermin sama dengan dirimu sebenarnya. Siswa menjawab karena diri kita dipantulkan oleh cermin. Berdasarkan kegiatan tersebut guru membimbing siswa untuk mengusulkan topik yang akan dipelajari. Guru memberikan kesempatan kepada siapapun untuk mengusulkan topik. Topik yang diusulkan yaitu cermin dapat menghasilkan bayangan, cermin memantulkan bayangan, dll. Beberapa topik yang sudah diusulkan siswa kemudian terjadi kesepakatan topik yang akan dipelajari yaitu cahya dapat dipantulkan dan sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar, cermin cekung dan cermin cembung. Guru membagi kelompok menjadi tiga kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 6 siswa, pembegian kelompok dilakukan secara heterogen. Siswa bergabung dengan kelompoknya, kemudian perwakilan kelompok maju ke depan untuk memilih topik yang akan dipelajarai yaitu sifat bayangan yang dibentuk cermin datar, cermin cekung dan cermin cembung. Selanjutnya masing-masing kelompok menyusun perencanaan yang akan dilakukan yaitu apa yang kita pelajari, bagaimana mempelajarinya, siapa melakukan apa (pembagian tugas), tujuan atau kepentingan menginvestigasi topik yang dipilih. Kelompok 1 melakukan percobaan dengan mengidentifikasi sifat bayangan yang dibentuk cermin datar, percobaan dilakukan dengan bercermin dan mengamati bayangan yang ada dicermin, kemudian mengidentifikasi sifat-sifat bayangan cermin datar. Kelompok 2 melakukan percobaan mengidentifikasi sifat bayangan yang dibentuk cermin cekung, percobaan dengan menggunakan sendok sayur stainless steel pada bagian yang cekung. Kelompok 3 melakukan percobaan dengan mengidentifikasi sifat bayangan yang dibentuk cermin cembung, percobaan dengan menggunakan sendok sayur stainless steel pada bagian yang cembung. Kemudian siswa mencatat hasil percobaan pada lembar pengamatan. Siswa melakukan percobaan dengan bimbingan guru. Setelah percobaan selesai dilakukan, siswa menyusun laporan percobaan berdasarkan hasil percobaan. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil percobaan di depan kelas secara bergantian dimulai

(16)

75

dengan kelompok 1, kemudian kelompok 2 dan dilanjutkan kelompok 3. Ketika kelompok 1 selesai melakukan presentasi, kelompok 2 dan 3 memberikan masukan bahwa jawaban pada no 2 kurang tapat dan kelompok 1 mendapatkan nilai 87. Kelompok 2 selesai melakukan presentasi, kelompok 1 dan 3 memberikan masukan bahwa kesimpulan kelompok 2 masih kurang baik dan mendapatkan nilai 85. Kelompok 3 selesai melakukan presentasi, kelompok 1 dan 2 memberikan masukan bahwa kesimpulan kelompok 3 kurang baik dan mendapatkan nilai 87. Dalam presentasi pertemuan kedua dua orang siswa sudah berani bertanya dan menggapi pertanyaan. guru mengevaluasi seluruh percobaan dan hasil percobaan yang dipresentasikan. Hasil evaluasi dari guru yaitu bahwa percobaan yang telah dilakukan masing-masing kelompok sudah baik, namun masih ada beberapa siswa yang belum ikut berpartisipasi dalam percobaan. Guru memberikan pujian terhadap kegiatan yang dilakukan oleh seluruh siswa, telah melakukan percobaan dengan baik dan memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang belum diketahui.

Guru dan siswa secara bersama-sama menyimpulkan bahwa sifat bayangan pada cermin datar yaitu bayangan semu, besar dan tinggi bayangan sama dengan aslinya, jarak bayangan dan benda sama, dan bagian kiri pada bayanagan merupakan bagian kanan pada benda (berkebalikan). Sifat bayangan pada cermin cekung yaitu jika benda dekat dengna cermin maka bayangan semu, tegak dan diperbesar, namun jika benda dijauhkan dengan cermin maka bayangan nyata dan terbalik. Sifat bayangan pada cermin cembung yaitu bayangan maya, tegak dan diperkecil. Siswa merasa senang mengikuti pembelajaran pertemuan kedua dan siswa telah mengetahui sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar, cermin cekung dan cembung melalui percobaan yang telah dilakukan. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu tentang cahaya dapat dibiaskan dan cahaya dapat diuraikan kemudian guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan salam penutup.

b) Hasil Observasi

Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I pertemuan kedua dijabarkan dalam beberapa aspek, aspek tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

(17)

76

Tabel 4.6

Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I Pertemuan 2

Aspek yang diamati Skor Penilaian Jumlah

Skor

1 2 3 4

Memeriksa kesiapan pembelajaran 1, 2 6

Kegiatan awal 3, 4, 5 6

Pengelompokan 6, 7 8, 9 10

Perencanaan percobaan 10 2

Melaksanakan investigasi 11,12,13, 14 12

Menyiapkan laporan akhir 16 15 5

Mempresentasikan laporan akhir 17,18,19 9

Evaluasi hasil percobaan 20, 21,23 22, 24, 25 15

Kegiatan akhir 27,28,29 26,30 12

Total 13 17 77

Berdasarkan tabel 4.6 hasil observasi aktivitas guru dalam menerapakan model Group Investigation dapat diketahui bahwa dari 9 aspek dijabarkan menjadi 30 indikator yaitu indikator yang memperoleh skor 2 sebanyak 13 indikator, dan indikator yang memperoleh skor 3 sebanyak 17 indikator, dengan total skor 77. Pada aspek memeriksa kesiapan pembelajaran terdiri dari 2 indikator yaitu indikator 1 dan 2, masing-masing indikator memperoleh skor 3, jumlah skor 6. Aspek kegiatan awal terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 3, 4 dan 5, masing-masing indikator mendapat skor 2, dengan jumlah skor 6. Aspek pengelompokan terdiri dari 4 indikator yaitu indikator 6 dan 7 mendapat skor 2, indikator 8 dan 9 mendapat skor 3, jumlah skor 10. Aspek perencanaan percobaan terdiri dari 1 indikator yaitu indikator 10, mendapat skor 2, jumlah skor 2. Aspek melaksanakan investigasi terdiri dari 4 indikator yaitu indikator 11, 12, 13, dan 14 masing-masing indikator mendapat skor 3, jumlah skor 15. Aspek menyiapkan laporan akhir terdiri dari 2 indikator yaitu indikator 15 mendapat skor 3 dan indikator 16 mendapat skor 2, jumlah skor 5. Aspek mempresentasikan laporan akhir terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 17, 18, dan 19, masing-masing indikator mendapat skor 3, jumlah skor 9. Aspek evalusi hasil percobaan terdiri dari 6 indikator yaitu indikator 20, 21 dan 23 mendapat skor 2, indikator 22, 24 dan 25 mendapat skor 3, jumlah skor 15. Selanjutnya pada aspek kegiatan akhir

(18)

77

terdapat 5 indikator yaitu indikator 26 dan 30 mendapat skor 3, indikator 27, 28, dan 29 mendapat skor 2, jumlah skor 12.

Berdasarkan tabel 4.6 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram sebagai berikut:

Diagram 4.6 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I Pertemuan 2

Hasil observasi terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan model Group Investigation dijabarkan dalam beberapa aspek dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.7

Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan 2

Aspek yang diamati Skor Penilaian Jumlah

Skor

1 2 3 4

Kesiapan belajar siswa 1 3

Kegiatan awal 2, 3, 4 6

Pengelompokan 5, 6, 7 6

Perencanaan percobaan 8, 9 4

Melaksanakan investigasi 10, 11, 12,13,14 10

Menyiapkan laporan akhir 15, 16, 17 6

Mempresentasikan laporan akhir 19, 20, 21, 22, 23, 18 13

Evaluasi hasil percobaan 24, 25 4

Kegiatan akhir 26, 27, 28, 29, 30 10 Total 28 2 62 0 2 4 6 8 10 12 14 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 J um la h Sk o r

(19)

78

Berdasarkan tabel 4.7 hasil observasi terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan model Group Investigation dapat diketahui bahwa dari 9 aspek dijabarkan menjadi 30 indikator, indikator yang memperoleh skor 2 sebanyak 28 indikator dan yang mendapat skor 3 sebanyak 2 indikator, jumlah skor seluruhnya adalah 62. Aspek kesiapan belajar siswa terdapat 1 indikator yaitu indikator 1 mendapat skor 3, memperoleh jumlah skor 3. Aspek kegiatan awal terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 2, 3, dan 4, masing-masing indikator mendapat skor 2 sehingga jumah skor 6. Aspek pengelompokan terdapat 3 indikator, masing-masing indikator mendapat skor 3 sehingga jumlah skor 6. Aspek perencanaan percobaan terdiri dari 2 indikator yaitu indikator 8 dan 9, masing-masing indikator mendapat skor 2 sehingga jumlah skor 4. Aspek melaksanakan investigasi terdapat 5 indikator yaitu indikator 10, 11, 12, 13 dan 14, masing-masing indikator mendapat skor 2 sehingga jumlah skor 10. Aspek menyiapkan laporan akhir terdiri dari 3 indikator yaitu 15, 16, dan 17, masing-masing indikator mendapat skor 2 sehingga memperoleh jumlah skor 6. Aspek mempresentasikan laporan akhir terdiri dari 6 indikator yaitu indikator 19, 20, 21, dan 23 mendapat skor 2, indikator 18 mendapat skor 3, dengan jumlah skor 13. Aspek evaluasi hasil percobaan terdiri dari 2 indikator yaitu indikator 24 dan 25 masing-masing mendapat skor 2, dengan jumlah skor 4. Aspek kegiatan akhir terdiri dari 5 indikator yaitu indikator 26, 27, 28, 29, dan 30, masing-masing indikator mendapat skor 2 sehingga memperoleh jumlah skor 10.

Berdasarkan tabel 4.7 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram sebagai berikut:

(20)

79

Diagram 4.7 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan 2

Hasil observasi kerja sama siswa dalam pembelajaran dengan model

Group Investigation dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.8

Hasil Observasi Kerja Sama Siklus I Pertemuan 2

No. Skor Frekuensi Kategori

1. 26-41 - Sangat rendah 2. 42-57 2 Rendah 3. 58-73 12 Sedang 4. 74-89 4 Tinggi 5. 90-104 - Sangat tinggi Jumlah 18 Skor rata-rata 67,94 Skor tertinggi 78 Skor terendah 50

Berdasarkan tabel 4.8 hasil observasi terhadap kerja sama siswa dalam pembelajaran dengan model Group Investigation dapat diketahui bahwa siswa yang mendapatkan skor antara 42-57 terdapat 2 siswa dengan kategori rendah. Siswa yang mendapatkan skor antara 58-73 terdapat 12 siswa dengan kategori sedang. Siswa yang mendapatkan skor antara 74-89 terdapat 4 siswa dengan kategori tinggi. Rata-rata skor kerja sama pada siklus I pertemuan kedua yaitu 67,94 dengan skor tertinggi 78 dan skor terendah 50.

0 2 4 6 8 10 12 14 1 2 3 4 5 6 7 8 9 J um la h Sk o r

(21)

80

Berdasarkan tabel 4.8 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram sebagai berikut:

Diagram 4.8 Hasil Observasi Kerja Sama Siklus I Pertemuan 2

3) Pertemuan Ketiga a) Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanana tindakan siklus I pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Rabu 25 Maret 2014, tindakan dimulai pukul 09.00 dan selesai pukul 10.10 WIB. Kegiatan pembelajaran siklus I pertemuan ketiga dilakukan oleh guru kelas 5 yaitu Ibu Ratna Tatik M. Proses pembelajaran meliputi aktivitas guru, siswa dan kerja sama siswa diamati oleh observer yaitu Ibu Sunarwati, S.Pd. Kegiatan awal pembelajaran pada pertemuan ketiga diawali dengan guru menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis. Guru bersama siswa menyanyikan lagu “Pelangi-Pelangi”, kemudian guru bertanya kepada siswa siapa yang pernah melihat pelangi dan apa warna pelangi. Siswa menjawab semua siswa pernah melihat pelangi dan warna pelangi yaitu yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu mengidentifikasi bahwa cahaya dapat dibiaskan dan mengidentifikasi bahwa cahaya dapat diuraikan.

Kegiatan eksplorasi diawali dengan guru bertanya kepada siswa siapa yang pernah pergi ke kolam renang dan memasukkan kaki ke dalam air, jika dilihat kaki terlihat seperti apa. Siswa menjawab semua siswa pernah pergi kekolam

0 2 4 6 8 10 12 14 26-41 42-57 58-73 74-89 90-104 F re k uens i Sis w a

(22)

81

renang dan kaki terlihat bengkok. Berdasarkan kegiatan tersebut guru membimbing siswa untuk mengusulkan topik yang akan dipelajari. Guru memberikan kesempatan kepada siapapun untuk mengusulkan topik. Beberapa topik yang sudah diusulkan siswa kemudian terjadi kesepakatan topik yang akan dipelajari yaitu cahya dapat dibiaskan dan cahaya dapat diuraikan. Guru membagi kelompok menjadi tiga kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 6 siswa, pembagian kelompok dilakukan secara heterogen. Siswa bergabung dengan kelompoknya, kemudian perwakilan kelompok maju ke depan untuk memilih topik yang akan dipelajarai yaitu cahaya dapat dibiaskan dan cahaya dapat diuraikan. Selanjutnya masing-masing kelompok menyusun perencanaan yang akan dilakukan yaitu apa yang kita pelajari, bagaimana mempelajarinya, siapa melakukan apa (pembagian tugas), tujuan atau kepentingan menginvestigasi topik yang dipilih. Kelompok 1 mendapatkan topik cahaya dapat diuraikan, kelompok 1 melakukan percobaan dengan menggunakan cakram warna 4 bagian dan 6 bagian, kemudian cakram tersebut diputar dengan kencang dan akan menghasilkan sebuah warna. Kelompok 2 mendapatkan topik cahaya dapat diuraikan, kelompok 2 melakukan percobaan dengan menggunakan dua buah gelas yang satu diisi oleh air dan yang satu tidak diisi air, kemudian memasukkan pensil dan gelas uang logam pada masing-masing gelas. Kelompok 3 juga mendapatkan topik yang sama seperti kelompok 2. Kemudian siswa mencatat hasil percobaan pada lembar pengamatan. Siswa melakukan percobaan dengan bimbingan guru. Setelah percobaan selesai dilakukan, siswa menyusun laporan percobaan berdasarkan hasil percobaan, kemudian masing-masing kelompok mempresentasikan hasil percobaan di depan kelas secara bergantian dimulai dengan kelompok 1, kemudian kelompok 2 dan dilanjutkan kelompok 3. Ketika kelompok 1 selesai melakukan presentasi, kelompok 2 dan 3 memberikan masukan bahwa hasil percobaan kelompok 1 sudah baik dan kelompok 1 mendapatkan nilai 95. Kelompok 2 selesai melakukan presentasi, kelompok 1 dan 3 memberikan masukan bahwa hasil percobaan kelompok 2 sudah baik dan mendapatkan nilai 93. Kelompok 3 selesai melakukan presentasi, kelompok 1 dan 2 memberikan masukan bahwa hasil percobaan kelompok 3 sudah baik dan mendapatkan nilai

(23)

82

93. Dalam presentasi pertemuan ketiga beberapa siswa sudah berani bertanya dan menggapi pertanyaan. Guru mengevaluasi terhadap seluruh percobaan dan hasil percobaan yang dipresentasikan. Hasil evaluasi dari guru yaitu bahwa percobaan yang telah dilakukan kelompok 1 dalam memutar cakram kurang cepat sehingga warna yang dihasilkan kurang baik, serta meluruskan jawaban dari siswa bahwa pelangi terjadi karena cahaya matahari diuraikan oleh titik-titik air di awan sehingga terbentuk warna-warna pelangi. Guru memberikan pujian terhadap kegiatan yang dilakukan oleh seluruh siswa, telah melakukan percobaan dengan baik dan memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang belum diketahui.

Guru dan siswa secara bersama-sama menyimpulkan bahwa batang pensil bengkok karena cahaya yang melewati bidang batas antara dua zat akan mengalami pembelokan arah rambat dan cahaya terlihat putih sebenarnya cahaya tersusun atas banyak warna yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Siswa merasa senang mengikuti pembelajaran pertemuan ketiga dan siswa telah mengetahui cahaya itu dapat diuraikan dan cahaya itu dapat dibiaskan. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan salam penutup.

b) Hasil Observasi

Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I pertemuan ketiga dijabarkan dalam beberapa aspek, aspek tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.9

Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I Pertemuan 3

Aspek yang diamati Skor Penilaian Jumlah

Skor

1 2 3 4

Memeriksa kesiapan pembelajaran 1, 2 6

Kegiatan awal 4 3, 5 8

Pengelompokan 7 6, 8, 9 11

Perencanaan percobaan 10 3

Melaksanakan investigasi 11,12,13, 14 12

Menyiapkan laporan akhir 15, 16 6

Mempresentasikan laporan akhir 17,18,19, 9 Evaluasi hasil percobaan 23 20, 21, 22, 24, 25 17

Kegiatan akhir 26, 27, 28, 29, 30 15

(24)

83

Berdasarkan tabel 4.9 hasil observasi aktivitas guru dalam pembelajaran dengan model Group Investigation dapat diketahui bahwa dari 9 aspek yang dijabarkan menjadi 30 indikator, indikator yang memperoleh skor 2 sebanyak 3 indikator, dan indikator yang memperoleh skor 3 sebanyak 27 indikator sehingga jumlah skor seluruhnya adalah 87. Pada aspek memeriksa kesiapan pembelajaran terdiri dari 2 indikator yaitu indikator 1 dan 2 masing-masing indikator memperoleh skor 3 sehingga jumlah skor 6. Aspek kegiatan awal terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 4 mendapat skor 2, indikator 3 dan 5 mendapat skor 3 sehingga jumlah skor 8. Aspek pengelompokan terdapat 4 indikator yaitu indikator 7 mendapat skor 2, indikator 6, 8, dan 9 mendapat skor 3, sehingga jumlah skor 11. Aspek perencanaan percobaan terdiri dari 1 indikator yaitu indikator 10 mendapat skor 3, sehingga jumlah skor 3. Aspek melaksanakan investigasi terdapat 4 indikator yaitu indikator 11, 12, 13, dan 14, masing-masing indikator mendapat skor 3, sehingga jumlah skor 12. Aspek menyiapkan laporan akhir terdiri dari 2 indikator yaitu indikator 15 dan 16, masing-masing indikator mendapat skor 3, sehingga jumlah skor 6. Aspek mempresentasikan laporan akhir terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 17, 18 dan 19, masing-masing indikator mendapat skor 3 sehingga jumlah skor 9. Aspek evalusi hasil percobaan terdiri dari 6 indikator yaitu indikator 23 mendapat skor 2, indikator 20, 21, 22, 24, dan 25 mendapat skor 3, sehingga jumlah skor 17. Selanjutnya aspek kegiatan akhir terdapat 5 indikator yaitu indikator 26, 27, 28, 29 dan 30, masing-masing indikator mendapat skor 3, sehingga memperoleh jumlah skor 15.

Berdasarkan tabel 4.9 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram sebagai berikut:

(25)

84

Diagram 4.9 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I Pertemuan 3

Hasil observasi terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan model Group Investigation dijabarkan dalam beberapa aspek dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.10

Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan 3

Aspek yang diamati Skor Penilaian Jumlah

Skor

1 2 3 4

Kesiapan belajar siswa 1 3

Kegiatan awal 4 2, 3 8

Pengelompokan 5, 6, 7 7

Perencanaan percobaan 8, 9 4

Melaksanakan investigasi 11, 13 10, 12, 14 13

Menyiapkan laoran akhir 16 15, 17 8

Mempresentasikan laporan akhir 19,20,21,22, 23 18 13

Evaluasi hasil percobaan 25 24 5

Kegiatan akhir 28, 29 26, 27, 30 13

Total 16 14 74

Berdasarkan tabel 4.10 hasil observasi terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan model Group Investigation dapat diketahui bahwa dari 9 aspek yang dijabarkan menjadi 30 indikator yaitu indikator yang memperoleh skor 2 sebanyak 16 indikator dan yang mendapat skor 3 sebanyak 14 indikator, sehingga jumlah skor seluruhnya adalah 74. Aspek kesiapan belajar siswa terdiri dari 1 indikator yaitu indikator 1 mendapat skor 3, sehingga memperoleh jumlah

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 1 2 3 4 5 6 7 8 9 J um la h Sk o r

(26)

85

skor 3. Aspek kegiatan awal terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 2 dan 3 mendapat skor 3, indikator 4 mendapat skor 2, sehingga jumlah skor 8. Aspek pengelompokan terdapat 3 indikator yaitu indikator 5 dan 6 mendapat skor 2, indikator 7 mendapat skor 3, sehingga jumlah skor 7. Aspek perencanaan percobaan terdiri dari 2 indikator yaitu indikator 8 dan 9, masing-masing indikator mendapat skor 2, sehingga jumlah skor 4. Aspek melaksanakan investigasi terdapat 5 indikator yaitu indikator 10, 12, dan 14 mendapat skor 3, indikator 11, 13 mendapat skor 3, sehingga jumlah skor 13. Aspek menyiapkan laporan akhir terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 15 dan 17 mendapat skor 3, indikator 16 mendapat skor 2, sehingga jumlah skor 8. Aspek mempresentasikan laporan akhir terdapat 6 indikator yaitu indikator 19, 20, 21, 22 dan 23 mendapat skor 2, indikator 18 mendapat skor 3 sehingga jumlah skor 13. Aspek evaluasi hasil percobaan terdiri dari 2 indikator yaitu indikator 24 mendapat skor 3, indikator 25 mendapat skor 2, sehingga jumlah skor 5. Aspek kegiatan akhir terdiri dari 5 indikator yaitu indikator 26, 27, dan 30 mendapat skor 3, indikator 28, 29 mendapat skor 2 sehingga memperoleh jumlah skor 10.

Berdasarkan tabel 4.10 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram sebagai berikut:

Diagram 4.10 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan 3

Hasil observasi kerja sama siswa dalam pembelajaran dengan model

Group Investigation dapat dilihat pada tabel berikut:

0 2 4 6 8 10 12 14 1 2 3 4 5 6 7 8 9 J um la h Sk o r

(27)

86

Tabel 4.11

Hasil Observasi Kerja Sama Siklus I Pertemuan 3

No. Skor Frekuensi Kategori

1. 26-41 - Sangat rendah 2. 42-57 - Rendah 3. 58-73 9 Sedang 4. 74-89 9 Tinggi 5. 90-104 - Sangat tinggi Jumlah 18 Skor rata-rata 72,78 Skor tertinggi 86 Skor terendah 61

Berdasarkan tabel 4.11 hasil observasi terhadap kerja sama siswa dalam pembelajaran dengan model Group Investigation dapat diketahui bahwa siswa yang mendapatkan nilai antara 58-73 terdapat 9 siswa dengan kategori sedang. Siswa yang mendapatkan skor antara 74-89 terdapat 9 siswa dengan kategori tinggi. Rata-rata skor kerja sama pada siklus I pertemuan ketiga yaitu 72,78 dengan skor tertinggi 86 dan skor terendah 61.

Berdasarkan tabel 4.11 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram sebagai berikut:

Diagram 4.11 Hasil Observasi Kerja Sama Siklus I Pertemuan 3

0 2 4 6 8 10 26-41 42-57 58-73 74-89 90-104 F re k uens i Sis w a

(28)

87

4) Pertemuan Keempat

Pelaksanana tindakan pada siklus I pertemuan keempat dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Maret 2014 pukul 07.00-08.10 WIB. Kegiatan pembelajaran pada petemuan keempat diawali dengan berdoa dan guru mengondisikan siswa agar siap untuk mengikuti pembelajaran. Guru melakukan tanya jawab kepada siswa untuk mengingat kembali materi yang telah dipelajaari pada pertemuan sebelumnya, kemudian guru memberikan motivasi kepada siswa agar dalam mengerjakan tes evaluasi dengan sungguh-sungguh dan percaya diri. Guru memberikan penjelasan tentang tata tertib dan alokasi waktu yang digunakan untuk mengerjakan tes evaluasi yaitu dengan alokasi waktu 2 x 35 menit atau 70 menit. Guru membagikan lembar soal yang terdiri dari 35 soal pilihan ganda dan lembar jawab, kemudian siswa mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan tenang. Siswa yang telah selesai mengerjakan soal tes evaluasi mengumpulkan lembar soal dan lembar jawab kepada guru, kemudian guru membahas soal-soal yang telah dikerjakan oleh siswa. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang soal-soal yang belum dipahami dan menutup pembelajaran dengan salam penutup.

4.1.2.3 Refleksi Siklus I

Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus I dari pertemuan pertama, kedua, ketiga dan keempat, maka langkah selanjutnya yaitu refleksi atas segala kegiatan yang dilakukan berdasarkan atau pengamatan dalam proses pembelajaran. Refleksi adalah kegiatan mencermati, mengkaji dan menganalisis secara mendalam atau menyeluruh tindakan yang telah dilaksanakan didasarkan pada data yang dikumpulkan pada tahap observasi. Refleksi dilakukan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran dengan menggunakan model Group

Investigation. Selain itu refleksi digunakan sebagai bahan perbaikan dengan

membandingkan apakah hasil tindakan dalam proses pembelajaran sudah sesuai dengan indikator yang diharapkan. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi antara guru kelas, guru observer, siswa dan peneliti.

(29)

88

Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari lembar observasi aktivitas guru pada siklus I pertemuan pertama diketahui bahwa indikator yang memperoleh skor 2 sebanyak 20 indikator dan skor 3 sebanyak 10 indikator, maka memperoleh jumlah skor 70 dengan persentase 58%. Pada pertemuan kedua indikator yang memperoleh skor 2 sebanyak 13 dan skor 3 sebanyak 17 indikator, maka memperoleh jumlah skor 77 dengan persentase 64%. Pada pertemuan ketiga indikator yang memperoleh skor 2 sebanyak 3 indikator dan skor 3 sebanyak 27, maka memperoleh jumlah skor 87 dengan persentase 73%. Berdasarkan hasil lembar observasi aktivitas guru terdapat indikator yang sudah baik antara lain yaitu, (6) guru menyampaikan permasalahan, (10) guru membimbing menyusun perencanaan percobaan, (14) guru membimbing membuat kesimpulan percobaan, (19) guru membimbing siswa dalam memberikan penilaian. Peningkatan hasil observasi aktivitas guru siklus I dapat dilihat pada diagram berikut ini:

Diagram 4.12 Persentase Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I

Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari lembar observasi aktivitas siswa pada siklus I pertemuan pertama diketahui bahwa indikator yang memperoleh skor 1 sebanyak 8 indikator dan skor 2 sebanyak 22 indikator, maka memperoleh jumlah skor 52 dengan persentase 44%. Pada pertemuan kedua indikator yang memperoleh skor 2 sebanyak 28 dan skor 3 sebanyak 2 indikator, maka memperoleh jumlah skor 62 dengan persentase 52%. Pada pertemuan ketiga indikator yang memperoleh skor 2 sebanyak 16 dan skor 3 sebanyak 14 indikator,

0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80%

(30)

89

maka memperoleh jumlah skor 74 dengan persentase 62%. Berdasarkan hasil lembar observasi aktivitas siswa terdapat indikator yang sudah baik antara lain yaitu, (10) siswa aktif mengikuti proses percobaan, (12) siswa berdiskusi mengerjakan LKK berdasarkan hasil percobaan, (15) siswa menyusun laporan akhir hasil percobaan, (26) Siswa mampu membuat simpulan pembelajaran. Untuk memperjelas peningkatan persentase hasil observasi aktivitas siswa siklus I dapat dilihat pada diagram berikut ini:

Diagram 4.13 Persentase Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I

Berdasarkan observasi kerja sama siswa dalam siklus I diperoleh rata-rata skor kerja sama pada pertemuan pertama yaitu 63,61, pertemuan kedua yaitu 67,94, sedangkan rata-rata skor kerja sama pertemuan ketiga yaitu 72,78. Rata-rata skor kerja sama pada siklus I adalah 68,11. Rata-Rata-rata skor kerja sama pada siklus I kurang dari indikator keberhasilan kerja sama yang ditetapkan oleh peneliti yaitu ≥ 74 atau dengan persentase kerja sama klasikal ≥ 80%, sehingga indikator keberhasilan yang ditetapkan belum tercapai. Untuk memperjelas peningkatan skor hasil observasi kerja sama siklus I dapat dilihat pada diagram berikut ini: 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70%

(31)

90

Diagram 4.14 Skor Kerja Sama Siklus I

Rata-rata hasil belajar IPA siklus I yaitu 70,48 dengan persentase ketuntasan 72% siswa yang tuntas. Artinya hasil belajar IPA pada siklus I belum memenuhi indikator keberhasilan karena ketuntasan belajar siklus I < 80%, sedangkan indikator keberhasilan hasil belajar klasikal yang ditentukan yaitu ≥ 80%.

Berdasarkan hasil observasi yang diperoleh dari proses pembelajaran siklus I masih terdapat beberapa kekurangan atau kegiatan pembelajaran yang belum maksimal, yaitu sebagi berikut:

1) Guru dalam memotivasi siswa belum baik ini terlihat dari indikator nomor 4 pada aspek kegiatan awal yang masih memperoleh skor 2, guru dalam membimbing siswa mengusulkan topik yang akan dipelajarai juga belum baik terlihat dari indikator nomor 7 pada aspek pengelompokan masih mendapatkan skor 2 dan juga dalam meluruskan miskonsepsi dan kesalahpahaman pada aspek evaluasi hasil percobaan indikator 23 masih mendapat skor 2, guru kadang lupa untuk meluruskan kesalahpahaman siswa.

2) Dalam percobaan masih banyak siswa yang hanya mengandalkan temannya kurang memberikan bentuan kepada teman kelompok, ini terlihat dari aspek melaksanakan investigasi pada indikator 11 dan 13 masih mendapatkan skor 2. Siswa masih kurang aktif dalam mengumpulkan data dan masih banyak siswa yang belum mampu menyusun kesimpulan dari hasil percobaan.

58 60 62 64 66 68 70 72 74

(32)

91

3) Masih banyak siswa yang belum berani untuk bertanya, menjawab pertanyaan serta memberikan umpan balik ini terlihat pada aspek mempresentasikan laporan akhir yang masih mendapatkan skor 2

Untuk memperbaiki kekurangan yang terdapat dalam siklus I, peneliti menyusun rancangan perbaikan yang akan dilaksanakan pada siklus II, rancangan tersebut adalah sebagai berikut:

1) Peneliti menjelaskan secara detail kepada guru mengenai langkah-langkah pembelajaran menggunakan model Group Investigation dan peneliti juga mengingatkan kepada guru mengenai bagian-bagian yang belum disampaikan dengan baik.

2) Peneliti dan guru menyusun strategi untuk motivasi siswa dalam pembelajaran dengan cara memberikan poin keaktifan. Bagi siswa yang aktif dalam pembelajaran maka akan mendapatkan poin, poin yang telah terkumpul dapat ditukarkan diakhir pelaksanaan siklus II.

4.1.3 Deskripsi Siklus II

Siklus II merupakan tindak lanjut dan upaya perbaikan dari kegiatan pembelajaran siklus I. Pada deskripsi siklus II akan dijabarkan menjadi tiga sub judul yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, refleksi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam siklus II adalah sebagai berikut:

4.1.3.1 Perencanaan

Kegiatan perencanaan pada siklus II dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut:

1) Pertemuan Pertama

Pertemuan pertama pada siklus II dilaksanakan pada minggu ke 1 bulan April yaitu 1 April 2014. Sebelum melakukan tindakan siklus II peneliti terlebih dahulu menyusun RPP sesuai dengan SK dan KD yang dipilih, SK yaitu menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model, KD yaitu membuat suatu karya/model, misalnya periskop atau lensa dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya, kemudian KD dijabarkan

(33)

92

menjadi dua indikator yaitu membuat periskop dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya dan menguji cara kerja periskop yang dibuat. Setelah indikator selesai dirumuskan kemudian merumuskan tujuan sesuai dengan indikator. Peneliti menyusun RPP dengan menggunakan model Group

Investigation. Materi yang akan dipelajari pada pertemuan pertama yaitu tentang

membuat periskop dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya dan menguji cara kerja periskop yang telah dibuat. Setelah selesai menyusun RPP dan materi pembelajaran kemudian peneliti mempersiapkan alat peraga dan media yang akan digunakan. Pada pertemuan pertama alat yang digunakan untuk membuat periskop yaitu cuter, lem bakar dan isolasi, sedangkan bahan yang digunakan yaitu kardus pasta gigi 1 buah dan kaca cermin ukuran 3x4cm sebanyak 2 buah. Peneliti juga mempersiapkan perangkat pembelajaran lainnya seperti daftar presensi siswa terdapat dalam lampiran 8, lembar kerja kelompok yang terdapat dalam lampiran 5, lember observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, kerja sama siswa yang terdapat dalam lampiran 6 dan menyusun alat evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan teknik tes yaitu berbentuk tes pilihan ganda, instrument tes pilihan ganda terdapat dalam lampiran 5.

2) Pertemuan Kedua

Pertemuan kedua pada siklus II dilaksanakan pada minggu ke 1 bulan April yaitu hari Rabu tanggal 2 April 2014. Sebelum melakukan tindakan siklus II peneliti terlebih dahulu menyusun RPP sesuai dengan SK dan KD yang dipilih, SK yaitu menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model, KD yaitu membuat suatu karya/model, misalnya periskop atau lensa dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya, kemudian KD dijabarkan menjadi dua indikator yaitu membuat kaleidoskop dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya dan menguji cara kerja kaleidoskop yang dibuat. Setelah indikator selesai dirumuskan kemudian merumuskan tujuan sesuai dengan indikator. Peneliti menyusun RPP dengan menggunakan model Group Investigation. Materi yang akan dipelajari pada pertemuan kedua yaitu tentang membuat kaleidoskop dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya dan menguji cara kerja kaleidoskop yang

(34)

93

telah dibuat. Setelah selesai menyusun RPP dan materi pembelajaran kemudian peneliti mempersiapkan alat peraga dan media yang akan digunakan. Pada pertemuan kedua alat yang digunakan untuk membuat kaleidoskop yaitu cuter, isolasi, penggaris, gunting dan lem kertas, sedangkan bahan yang digunakan yaitu kertas karton, kartas mas warna silver, manik-manik warna-warni dan mika warna putih. Peneliti juga mempersiapkan perangkat pembelajaran lainnya seperti daftar presensi siswa terdapat dalam lampiran 8, lembar kerja kelompok yang terdapat dalam lampiran 5, lember observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, kerja sama siswa yang terdapat dalam lampiran 6 dan menyusun alat evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan teknik tes yaitu berbentuk tes pilihan ganda, instrument tes pilihan ganda terdapat dalam lampiran 5.

3) Pertemuan Ketiga

Pertemuan ketiga pada siklus II dilaksanakan pada minggu ke 1 bulan April yaitu hari Kamis tanggal 3 April 2014. Sebelum melakukan tindakan siklus II pertemuan ketiga peneliti terlebih dahulu menyusun RPP sesuai dengan SK dan KD yang dipilih, SK yaitu menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model, KD yaitu membuat suatu karya/model, misalnya periskop atau lensa dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya, kemudian KD dijabarkan menjadi dua indikator yaitu membuat lup dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya dan menguji cara kerja lup yang dibuat. Setelah indikator selesai dirumuskan kemudian merumuskan tujuan sesuai dengan indikator. Peneliti menyusun RPP dengan menggunakan model Group

Investigation. Materi yang akan dipelajari pada pertemuan ketiga yaitu tentang

membuat lup dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya dan menguji cara kerja lup yang telah dibuat. Setelah selesai menyusun RPP dan materi pembelajaran kemudian peneliti mempersiapkan alat peraga dan media yang akan digunakan. Pada pertemuan ketiga alat yang digunakan untuk membuat lup yaitu cuter, gunting dan tang, sedangkan bahan yang digunakan yaitu bholam lampu, karet gelang dan balon. Peneliti juga mempersiapkan perangkat pembelajaran lainnya seperti daftar presensi siswa terdapat dalam lampiran 8, lembar kerja kelompok yang terdapat dalam lampiran 5, lember observasi

(35)

94

aktivitas guru, aktivitas siswa, kerja sama siswa yang terdapat dalam lampiran 6 dan menyusun alat evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan teknik tes yaitu berbentuk tes pilihan ganda, instrument tes pilihan ganda terdapat dalam lampiran 5.

4) Pertemuan Keempat

Pertemuan keempat siklus II akan dilaksanakan pada 7 April 2014. Pertemuan keempat digunakan untuk tes evaluasi tentang materi yang telah dipelajari pada pertemuan kesatu, dua dan ketiga. Sebelum kegiatan pembelajaran pada pertemuan keempat dilakukan, peneliti menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk proses pembelajaran diantaranya yaitu lembar soal tes evaluasi yang terdiri dari 30 soal dalam bentuk soal pilihan ganda, lembar jawab dan kunci jawaban. Tes evaluasi dikerjakan dengan alokasi waktu selama 2 x 35 menit.

4.1.3.2 Pelaksanaan Tindakan dan Observasi

Pelaksanaan tindakan dan observasi diuraikan menjadi emapt kali pertemuan, masing-masing pertemuan menguraikan pelaksanaan tindakan dan hasil observasi. Pelaksanaan tindakan merupakan deskripsi dari kegiatan pembelajaran mulai dari kegiatan awal sampai kegiatan akhir pembelajaran pada siklus II sedangkah observasi menguraikan hasil observasi yang diperoleh oleh observer melalui lembar observasi. Pelaksanaan tindakan dan observasi pada siklus II yaitu sebagai berikut:

1) Pertemuan Pertama a) Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanana tindakan siklus II pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 1 April 2014, tindakan dimulai pukul 09.00 dan selesai pukul 10.10 WIB. Kegiatan pembelajaran siklus II pertemuan pertama dilakukan oleh guru kelas 5 yaitu Ibu Ratna Tatik M. Proses pembelajaran meliputi aktivitas guru, siswa dan kerja sama siswa diamati oleh observer yaitu Ibu Sunarwati, S.Pd. Kegiatan awal guru menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis. Guru menyuruh 2 orang siswa maju kedepan, kemudian guru menyuruh 1 siswa untuk keluar kelas dan berapa di bawah jendela ruang kelas dan satu siswa di bawah jendela dalam kelas. Guru bertanya kepada siswa yang berada di dalam kelas apakah dapat melihat siswa

(36)

95

yang berada di bawah jendela balik tembok, siswa menjawab tidak dapat melihat karena terhalang oleh tembok. Guru mengajak siswa membuat suatu alat yang dapat digunakan untuk mengintai temannya. Guru memotivasi siswa dengan tanya jawab. Selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu melalui percobaan yang dilakukan dalam Group Investigation siswa dapat membuat periskop dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya dan menguji cara kerja periskop yang dibuat.

Guru bertanya mengapa kapal selam ketika berada di dalam air masih bisa melihat kondisi di permukaan, siswa menjawab karena di dalam kapal selam terdapat periskop. Berdasarkan kegiatan tersebut guru membimbing siswa untuk mengusulkan topik yang akan dipelajari. Guru memberikan kesempatan kepada siapapun untuk mengusulkan topik. Beberapa topik yang sudah diusulkan siswa kemudian terjadi kesepakatan topik yang akan dipelajari yaitu membuat periskop dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya. Guru membagi kelompok menjadi tiga kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 6 siswa, pembagian kelompok dilakukan secara heterogen. Siswa bergabung dengan kelompoknya untuk mempelajari topik yang telah disepakati. Selanjutnya masing-masing kelompok menyusun perencanaan yang akan dilakukan yaitu apa yang kita pelajari, bagaimana mempelajarinya, siapa melakukan apa (pembagian tugas), tujuan atau kepentingan menginvestigasi topik yang dipilih. Semua kelompok melakukan percobaan dengan membuat periskop dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat pada lembar kerja kelompok (LKK). Langkah pertama dalam membuat periskop yaitu melubangi kardus pasta gigi pada dua bagian yang berbeda, kemudian memasang dua buah kaca dengan posisi 45º. Setelah selesai membuat periskop, kemudian mencatat hasil percobaan pada LKK. Siswa melakukan percobaan dengan bimbingan guru. Setelah percobaan selesai dilakukan, siswa menyusun laporan percobaan berdasarkan hasil percobaan. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil percobaan di depan kelas secara bergantian dimulai dengan kelompok 3, kemudian kelompok 2 dan dilanjutkan kelompok 1. Ketika kelompok 3 selesai melakukan presentasi, kelompok 2 dan 1 memberikan

(37)

96

masukan bahwa periskop yang dibuat kurang rapi dan kelompok 1 mendapatkan nilai 90. Kelompok 2 selesai melakukan presentasi, kelompok 1 dan 3 memberikan masukan bahwa kesimpulan kelompok 2 kurang tepat dan mendapatkan nilai 87. Kelompok 1 selesai melakukan presentasi, kelompok 3 dan 2 memberikan masukan bahwa periskop yang dibuat kelompok 1 sudah bagus, dan pengujian yang dilakukan juga sudah tepat mendapatkan nilai 95. Guru melakukan evaluasi terhadap seluruh percobaan dan hasil percobaan yang dipresentasikan. Hasil evaluasi dari guru yaitu bahwa periskop yang dibuat oleh masing-masing kelompok sudah baik, namun masih ada beberapa siswa yang masih ikut serta dalam membuat periskop. Guru memberikan pujian terhadap kegiatan yang dilakukan oleh seluruh siswa, telah melakukan percobaan dengan baik. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang belum diketahui, namun belum ada siswa yang berani untuk bertanya.

Guru dan siswa secara bersama-sama menyimpulkan bahwa periskop menerapkan sifat cahaya yaitu berupa pemantulan cahaya. Fungsi dua cermin pada periskop yaitu cermin bagian atas berfungsi untuk mendapatkan bayangan di tempat yang lebih tinggi. Setelah bayangan diperoleh bagian cermin atas, cermin bagian bawah akan meneruskan bayangan tersebut. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu tentang membuat kaleidoskop dari bahan sederhana dan menguji cara kerja kaleidoskop yang dibuat, kemudian guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan salam penutup. b) Hasil Observasi

Hasil observasi aktivitas guru pada siklus II pertemuan pertama dijabarkan dalam beberapa aspek, aspek tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

(38)

97

Tabel 4.12

Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II Pertemuan 1

Aspek yang diamati Skor Penilaian Jumlah

Skor

1 2 3 4

Memeriksa kesiapan pembelajaran 1, 2 8

Kegiatan awal 4, 5 3 10

Pengelompokan 6, 7, 8, 9 12

Perencanaan percobaan 10 3

Melaksanakan investigasi 11, 12, 13, 14 12

Menyiapkan laporan akhir 15, 16 6

Mempresentasikan laporan akhir 17, 18, 19 9 Evaluasi hasil percobaan 20,21,22,23,24,25 18

Kegiatan akhir 26, 27, 28, 29, 30 15

Total 27 3 93

Berdasarkan tabel 4.12 hasil observasi aktivitas guru dalam pembelajaran dengan model Group Investigation dapat diketahui bahwa dari 9 aspek yang dijabarkan menjadi 30 indikator yaitu indikator yang memperoleh skor 3 sebanyak 27 indikator, indikator yang memperoleh skor 4 sebanyak 3 indikator, sehingga total skor seluruhnya adalah 93. Pada aspek memeriksa kesiapan pembelajaran terdiri dari 2 indikator yaitu indikator 1 dan 2, masing-masing indikator memperoleh skor 4, dengan jumlah skor 8. Aspek kegiatan awal terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 3 mendapat skor 4, indikator 5 dan 6 mendapat skor 3, dengan jumlah skor 10. Aspek pengelompokan terdiri dari 4 indikator yaitu indikator 6, 7, 8 dan 9, masing-masing indikator mendapat skor 3, dengan jumlah skor 12. Aspek perencanaan percobaan terdiri dari 1 indikator yaitu indikator 10 mendapat skor 3, dengan jumlah skor 3. Aspek melaksanakan investigasi terdapat 4 indikator yaitu indikator 11, 12, 13, dan 14, masing-masing indikator mendapat skor 3, sehingga jumlah skor 12. Aspek menyiapkan laporan akhir terdiri dari 2 indikator yaitu indikator 15 dan 16, masing-masing indikator mendapat skor 3, sehingga jumlah skor 6. Aspek mempresentasikan laporan akhir terdiri dari 3 indikator yaitu indikator 17, 18, dan 19, masing-masing indikator mendapat skor 3, dengan jumlah skor 9. Aspek evaluasi hasil percobaan terdiri dari 6 indikator yaitu indikator 20, 21, 22, 23, 24 dan 25, masing-masing indikator mendapat skor 3, dengan jumlah skor 18. Selanjutnya pada aspek kegiatan akhir terdapat 5

Gambar

Diagram 4.3 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I Pertemuan 1
Diagram 4.4 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan
Diagram 4.5 Hasil Observasi Kerja Sama Siklus I Pertemuan 1
Diagram 4.6 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I Pertemuan 2
+7

Referensi

Dokumen terkait

Biaya operasi pembangkit dan losses di jaringan sistem tenaga listrik telah lama menjadi bahasan yang menarik baik dikalangan akademisi maupun praktisi, dan telah

Yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana kualitas ilmiah skripsi mahasiswa jurusan/program studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora

Berdasarkan hasil dari analisa yang telah dilaksanakan oleh Peneliti baik secara deskriptif maupun statistik, maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini

MFI harus waspada atas tantangan yang dihadapi untuk memberikan program keuangan mikro yang berkesinambungan serta membuat produk yang sesuai. Tetapi survei ini jelas sekali

Bila elastisitas permintaan atas suatu produk yang dijual bersifat elastis, kebijakan menaikkan harga adalah langkah yang tidak tepat karena justru akan menurunkan penerimaan.s. S

Di antara kelima bangsa Eropa yang sampai di Nusantara, Belanda adalah negara yang paling lama dan banyak mengukir sejarah di Nusantara mulai dari kedatangan

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh religiusitas, jumlah informasi, keuntungan

Selang waktu antara usulan kegiatan, maka diperlukan data aktual tentang potensi dan pesaing yang ada di Kota Padang yang menjalankan bisnis Percetakan digital.. Persiapan