D. Hasil Operasional Variabel Penelitian
1. Realisasi dan Kontribusi Pajak Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah Untuk mengetahui sampai sejauh mana peranan Pajak Daerah kabupaten dan kota di Indonesia terhadap Pendapatan Asli Daerah, maka dapat dihitung dengan cara membandingkan realisasi penerimaan Pajak Daerah dengan realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah.
Dari tabel 1 di lembar lampiran 1 dapat diketahui bahwa tahun 2006 pajak daerah memberikan kontribusi dengan rata-rata sebesar 21,40%. Kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah terbesar terdapat pada kota Pekalongan sebesar 60,25%, sedangkan kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah terkecil terdapat pada Kabupaten Aceh Tamiang sebesae 3,93%. Jadi rata-rata Kontribusi pada tahun 2006 mencapai 21,40% dengan rata-rata realisasi Pajak Daerah Rp. 11.831.950.340,- (dalam rupiah).
Dari Tabel 2 di lembar lampiran 2 dapat diketahui bahwa kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah mengalami peningkatan meskipun tidak signifikan. Tahun 2007 pajak daerah memberikan kontribusi dengan rata-rata sebesar 21,63%. Kontribusi
0 10 20 30 40 50 60 70 2006 2007 2008 2009 2010 Pajak Daerah Retribusi Daerah
pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah terbesar terdapat pada kota Semarang sebesar 53,95%, sedangkan kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah terkecil terdapat pada kabupaten Aceh Tamian sebesar 6,00%. Jadi rata-rata kontribusi pada tahun 2007 mencapai 21,76% dengan rata-rata realisasi pajak daerah Rp. 13.633.939.960,-(dalam rupiah).
Dari tabel 3 di lembar lampiran 3 dapat diketahui bahwa kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tahun 2008 pajak daerah memberikan kontribusi dengan rata-rata sebesar 38,37%. Kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah terbesar terdapat pada Kota Banjarmasin 57,16%, sedangkan kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah terkecil terdapat pada Kabupaten Balangan sebesar 5,21%. Jadi rata-rata kontribusi pada tahun 2008 mencapai 38,37% dengan rata-rata realisasi pajak daerah Rp. 15.045.956.572,- (dalam rupiah).
Dari tabel 4 di lembar lampiran 4 dapat diketahui bahwa kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Tahun 2009 pajak daerah memberikan kontribusi dengan rata-rata sebesar 22,08%. Kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah terbesar terdapat pada kota Banjarmasin sebesar 57,93%, sedangkan kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah terkecil terdapat pada kabupaten Merauke sebesar 8,00%. Jadi rata-rata kontribusi pada tahun 2009 mencapai 22,08% dengan rata-rata realisasi pajak daerah Rp. 16.353.903.448,- (dalam rupiah).
Dari tabel 5 di lembar lampiran 5 dapat diketahui bahwa kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah mengalami sedikit penurunan. Tahun 2010 pajak daerah memberikan kontribusi dengan rata-rata sebesar 20,33%. Kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah terbesar terdapat pada Kota Balikpapan sebesar 61,60%, sedangkan kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah terkecil terdapat pada Kabupaten Balangan sebesar 3,99%. Jadi rata-rata
kontribusi pada tahun 2010 mencapai 20,33% dengan rata-rata realisasi pajak daerah Rp. 16.085.866.760,- (dalam rupiah).
2. Realisasi dan Kontribusi Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah
Perkembangan pemungutan pajak daerah dapat dilihat dari hasil pemungutan pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten dan Kota di Indonesia yang relatif besar dari tahun-ketahun namun mengalami peningkatan atau penurunan.
Untuk mengetahui sampai sejauh mana peranan retribusi daerah kabupaten dan kota di Indonesia terhadap pendapatan asli daerah, maka dapat dihitung dengan cara membandingkan realisasi penerimaan retribusi daerah dengan pendapatan asli daerah. Dengan memperhatikan tabel berikut ini, terlihat besarnya persentase (%) retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah.
Dari tabel 5 di lembar lampiran 5 dapat diketahui bahwa tahun 2006 retribusi daerah memberikan kontribusi dengan rata-rata sebesar 42,78%. Kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah terbesar terdapat pada Kota Sukabumi sebesar 81,82%, sedangkan kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah terkecil terdapat pada kabupaten Balangan sebesar 7,10%. Jadi rata-rata kontribusi pada tahun 2006 mencapai 42,78% dengan rata-rata realisasi retribusi daerah Rp. 19.039.882.340,- (dalam rupiah).
Dari tabel 7 di lembar lampiran 7 dapat diketahui bahwa kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah mengalami peningkatan yang tidak begitu signifikan, atau hanya sedikit saja peningkatannya. Tahun 2007 retribusi daerah memberikan kontribusi dengan rata-rata sebesar 43,37%. Kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah terbesar terdapat pada kabupaten Aceh Tamiang sebesar 86,88%, sedangkan kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah terkecil terdapat pada kabupaten Balangan sebesar 5,62%. Jadi rata-rata
kontribusi pada tahun 2007 mencapai 43,37% dengan rata-rata realisasi retribusi daerah sebesar Rp. 22.882.915.166,- (dalam rupiah).
Dari tabel 8 di lembar lampiran 8 dapat diketahui bahwa kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Tahun 2008 retribusi daerah memberikan kontribusi dengan rata-rata sebesar 43,23%. Kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah terbesar terdapat pada Kota Sukabumi sebesar 71,53%, sedangkan kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah terkecil terdapat pada Kabupaten Balangan sebesar 3,63%. Jadi rata-rata kontribusi pada tahun 2008 mencapai 43,23% dengan rata-rata realisasi retribusi daerah Rp. 26.301.699.255,-(dalam rupiah).
Dari tabel 9 di lembar lampiran 9 dapat diketahui bahwa kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Tahun 2009 retribusi daerah memberikan kontribusi dengan rata-rata sebesar 33,36%. Kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah terbesar terdapat pada Kabupaten Pekalongan sebesar 70,07%, sedangkan kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah terkecil terdapat pada Kota Magelang sebesar 9,41%. Jadi rata-rata kontribusi pada tahun 2009 mencapai 33,36% dengan rata-rata realisasi retribusi daerah Rp. 24.176.250.154,-(dalam ribuan).
Dari tabel 10 di lembar lampiran 10 dapat diketahui bahwa kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah memberikan kontribusi dengan rata-rata sebesar 36,26%. Kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah terbesar terdapat pada Kabupaten Pekalongan sebesar 68,1%, sedangkan kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah terkecil terdapat pada Kota Sukabumi sebesar 6,29%. Jadi rata-rata realisasi retribusi daerah Rp. 22.266.218.700,- (dalam rupiah)