• Tidak ada hasil yang ditemukan

Leverage of Attributes Aspek Manfaat

B.6. HASIL ANALISIS PROVINSI BALI 1. PROFIL KELOMPOK

B.6.2. HASIL PEMBAHASAN

Analisis PUG, Prov. Bali

1. Aspek Akses

Berdasarkan hasil analisis Multidimesional Scalling yang diolah dengan menggunakan alat Rapfish 2.0, ditunjukkan bahwa yang paling mempengaruhi aspek akses adalah (1) Mendapatkan dana perguliran modal usaha kelompok (PMUK); dan (2) Kesempatan menjadi pengurus kelompok.

Hal ini menunjukkan indikator kegiatan pada aspek akses yang sensitif responsif gender terdapat pada kedua indikator tersebut. Kesempatan anggota untuk mendapatkan dana perguliran modal usaha kelompok dan kesempatan menjadi pengurus kelompok sangat sensitif terhadap gender. Hal ini diakibatkan kesempatan untuk mendapatkan dana pergulira sangat ditentukan oleh keanggotaan pada kelompok. Sebagai contoh kelompok Komala sari; kelompok gedong arta; kelompok umaanyar mandiri; dan kelompok wana asri di desa Bhuwana giri, dengan

0 0.5 1 1.5 2

Menjadi Anggota Kelompok Mendapatkan Pengetahuan dan

Keterampilan

Memperoleh bantuan pemerintah Mendapatkan pinjaman dalam atau luar

kelompok

Kesempatan menjadi pengurus kelompok

Mendapatkan dana Perguliran Modal Usaha Kelompok (PMUK)

Mengolah Administrasi LKD

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri b u te

Leverage of Attributes

kelompok yang beranggotakan hanya laki-laki. Demikian juga pada kelompok sibuh selaya; kelompok tunas jaya, kelompok bukit sejahtera dan satya laksana di desa Bukit dengan jumlah anggota masing-masing 20-25 orang beranggotakan kebanyakan laki-laki.

Hal ini menunjukkan kesempatan perempuan untuk mendapatkan dana perguliran modal usaha kelompok (PMUK) dan kesempatan menjadi pengurus kelompok sangat bergantung pada laki – laki (suami) yang menjadi anggota kelompok. Dengan demikian perempuan kurang mendapat akses terhadap kedua komponen tersebut.

Bantuan pemerintah yang diberikan kepada masyarakat pada umumnya dikelola oleh kelompok dan tidak diberikan kepada perorangan. Hal ini mengakibatkan akses untuk memperoleh bantuan pemerintah sangat tergantung pada keanggotaan laki – laki maupun perempuan tersebut dalam kelompok. Bagi perempuan yang tergabung dalam kelompok yang mendapat bantuan pemerintah, maka dia akan memperoleh akses untuk mendapatkan bantuan pemerintah. Sedangkan bagi perempuan yang tidak menjadi anggota kelompok, akses untuk mendapat bantuan pemerintah sangat bergantung pada laki – laki (suami) yang menjadi anggota kelompok.

2. Aspek Kontrol

Berdasarkan hasil analisis Multidimesional Scalling yang diolah dengan menggunakan alat Rapfish 2.0, ditunjukkan bahwa yang paling mempengaruhi aspek kontrol adalah (1) Mengelola keuangan dan (2) Pembagian tugas.

Aspek kontrol sangat menunjukkan adanya sensitifitas gender yang sangat tinggi. Dalam menentukan skala usaha, peran perempuan dalam kelompok laki – laki tidak terlihat secara nyata. Sebab kontrol penentuan skala usaha ditentukan dalam rapat anggota, sedangkan perempuan yang tidak menjadi anggota tidak memiliki kontrol dalam penentuan skala usaha kelompok.

0 0.002 0.004 0.006 0.008 0.01 0.012 0.014 0.016 0.018 0.02 Menerima bantuan Pemerintah

Memilih jenis usaha Memilih tempat usaha Menentukan skala usaha Membuat rencana usaha Menentukan pembiayaan usaha Pembagian tugas Menggelola keuangan Membeli sarana produksi Menjual produk

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100) At tr ib u te

Leverage of Attributes

Mengelola keuangan dan pembagian tugas untuk kelompok cenderung didominasi oleh peran laki – laki. Meskipun dalam kelompok wanita, kontrol pengelolaan keuangan dan pembagian tugas tetap dipegang oleh laki – laki (suami), dalam arti bahwa kedua proses tetap dipegang oleh laki – laki. Hal ini mengakibatkan indikator pengelolaan keuangan dan pembagian tugas menjadi sensitif terhadap gender.

Pengelolaan keuangan kelompok dan pembagian tugas secara umum tidak terlalu dipengaruhi oleh gender. Namun dalam kelompok, kontrol pengelolaan keuangangian dan pembagian pada umumnya dikelola oleh perempuan.

3. Aspek Partisipatif

Berdasarkan hasil analisis Multidimesional Scalling yang diolah dengan menggunakan alat Rapfish 2.0, ditunjukkan bahwa yang paling

0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 Memilih jenis usaha kelompok

Memilih tempat usaha Menentukan skala usaha Membuat rencana usaha Membagi tugas/peran dalam usaha kelompok Pengelolaan pendapatan kelompok Membeli sarana usaha kelompok Pengelolaan usaha kelompok Menjual hasil usaha kelompok Membagi hasil usaha kelompok Menghadiri pertemuan rutin Menghadiri pelatihan oleh pendamping

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100) A tt ri b u te

Leverage of Attributes

mempengaruhi aspek partisipasi adalah (1) Pengelolaan pendapatan kelompok; dan (2) Membagi tugas/peran dalam usaha kelompok.

Partisipasi perempuan dalam pengelolaan pendapatan kelompok dan membagi tugas/peran dalam usaha kelompok, terlihat sangat rendah, mengingat kedua aspek tersebut bila dibandingkan baik kelompok laki – laki maupun kelompok perempuan, masih dikuasai oleh laki – laki (suami anggota kelompok dalam kelompok perempuan). Sehingga partisipasi dalam pengelolaan pendapatan kelompok dan pembagian tugas/peran dalam usaha kelompok sangat sensitif gender.

Pengelolaan pendapatan kelompok dan membagi tugas/peran dalam usaha kelompok, partisipasi perempuan sangat ditentukan oleh keanggotaan perempuan dalam kelompok tersebut. Dalam kelompok laki – laki, pengelolaan pendapatan kelompok dan pembagian tugas /peran dalam usaha kelompok sangat didominasi oleh peran laki – laki. Sedangkan pada kelompok perempuan terjadi hal yang sebaliknya.

Seperti halnya dalam pengelolaan usaha kelompok, partisipasi perempuan dalam penentuan skala usaha kelompok sangat ditentukan oleh keanggotaan perempuan tersebut dalam kelompok. Sehingga dalam kelompok laki – laki, perempuan tidak berpartisipasi dalam penentuan skala usaha kelompok. Hal yang berbeda terlihat pada kelompok perempuan, partisipasi perempuan dalam penentuan skala kelompok sangat tinggi.

4. Aspek Manfaat

Berdasarkan hasil analisis Multidimesional Scalling yang diolah dengan menggunakan alat Rapfish 2.0, ditunjukkan bahwa yang paling mempengaruhi aspek manfaat adalah Peningkatan kapasitas SDM/Pelatihan

Secara umum kondisi aspek manfaat didominasi oleh peningkatan kapasitas SDM/Pelatihan. Sedangkan akses modal, akses pasar, kesempatan berusaha, peningkatan pendapatan telah memperhatikan aspek gender, dalam artian bahwa perempuan dan laki – laki memiliki kesempatan sama dalam memanfaatkan keunggulan dalam kelompok. Akses pasar yang dikembangkan dalam kelompok secara umum sudah memperhatikan kesetaraan gender, namun demikian peran laki – laki dirasa masih lebih tinggi daripada perempuan. Karena laki – laki masih memiliki peran yang lebih tinggi dalam proses jual beli produk hasil pengolahan. 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 Akses modal Akses pasar Kesempatan berusaha Peningkatan pendapatan Peralatan usaha *) Peningkatan Kapasitas SDM/Pelatihan

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100) A tt ri b u te

Leverage of Attributes

B.6.3. KESIMPULAN

Kajian Pengarusutamaan Gender lingkup ketahanan pangan yang dilakukan di Provinsi Bali menunjukkan bahwa kesadaran kesetaraan gender dalam kelompok telah terbentuk, namun memang masih diperlukan peningkatan

Aspek akses yang masih memerlukan perhatian adalah kesetaraan dalam mendapatkan dana perguliran modal usaha kelompok (PMUK) dan kesempatan menjadi pengurus kelompok.

Dan Aspek kontrol yang masih memerlukan perhatian adalah kesetaraan perempuan dalam mengelola keuangan dan peran perempuan dalam pembagian tugas.

Aspek partisipasi yang masih memerlukan perhatian adalah kesetaraan dalam partisipasi perempuan untuk pengelolaan pendapatan kelompok dan membagi tugas/peran dalam usaha kelompok.

Aspek manfaat yang masih memerlukan perhatian adalah kesetaraan dalam penerimaan manfaat akses peralatan usaha dalam kelompok, penerimaan manfaat peralatan usaha, dan manfaat peningkatan pendapatan perorangan.

Saran

1) Pelaksanaan program Demapan dari tahun 2009 sampai dengan sekarang dirasakan sangat membantu dalam meningkatkan ekonomi kelompok /keluarga dan masyarakat pada umumnya, dimana bisa meningkatkan usaha dari beternak ayam menjadi meningkat beternak sapi, demikian juga dapat mengembangkan diversifikasi usahanya. Manfaat program/kegiatan Demapan dapat dirasakan oleh semua anggota kelompok sebagai pelaksana di lapangan.

2) Perlu pengembangan program demapan ini ke beberapa desa lainnya di di seluruh Kabupaten yang dianggap perlu di Provinsi Bali, sehingga dapat dirasakan manfaatnya secara merata.

3) Demikian yang dapat kami laporkan dari hasil pemantauan berbasis gender di wilayah Demapan Kecamatan Bebandem dan Kecamatan Karangasem di Kabupaten Karasem Provinsi Bali dari tanggal 16 s/d 18 Oktober 2013, dan semoga bermanfaat,

B.7. HASIL ANALISIS PROVINSI SULAWESI SELATAN

Dokumen terkait