Leverage of Attributes Aspek Manfaat
B.8. HASIL ANALISIS PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
B.8.1. PROFIL KELOMPOK
Pengkajian Pengarusutamaan Gender bidang Ketahanan Pangan yang dilakukan di Provinsi Kalimantan Selatan dilakukan pada 2 kelompok Afinitas di Kab. Banjar, Kalimantan Selatan.
1. Keragaan Kelompok
Kelompok Afinitas I, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan
Kelompok Afinitas I terdapat di Desa Tambak Baru Ulu, Kec. Martapura Kota, Kab. Banjar, Prov. Kalimantan Selatan. Kelompok Afinitas ini memiliki jumlah anggota sebanyak 20 orang. Kelompok ini memiliki anggota campuran antara laki – laki dan perempuan. Permasalahan yang terjadi pada kelompok ini adalah sering terjadinya keterlambatan penyaluran dana dan keterlambatan pengembalian modal.
Kelompok Afinitas II, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan
Kelompok Afinitas II terdapat di Desa Tambak Baru Ulu, Kec. Martapura Kota, Kab. Banjar, Prov. Kalimantan Selatan. Kelompok Afinitas ini memiliki jumlah anggota sebanyak 20 orang. Kelompok ini memiliki anggota campuran antara laki – laki dan perempuan. Permasalahan yang terjadi pada kelompok ini adalah karena kebanyak dari anggota kelompok ini usaha pengeringan ikan, maka kalau sudah masuk musim hujan anggota kebinggungan untuk menjalankan usaha mereka.
Tabel data anggota kelompok Desa Tambak Baru Ulu Kec. Martapura.
No Nama Kelompok Jumlah Kelompok Jumlah Anggota Kelompok Laki-Laki Perempuan
1 Afinitas I 17 3 20
2 Afinitas II 16 4 20
Dari data diatas bahwa partisipasi perempuan dalam program Desa Mandiri Pangan di Desa Tambak Baru Ulu, kecamatan Martapura kota, Kabupaten Banjar masih sedikit. Hal ini dilihat dari jumlah anggota kelompok yang masih sedikit partisipasi perempuannya dalam hal kegiatan Desa Mandiri Pangan. 2. Kegiatan Kelompok
Kelompok afinitas yang dikaji pada kesempatan ini memiliki kegiatan antara lain Pengolahan pangan lokal; Ternak Ikan; Pengeringan Ikan; Pengrajin Keranjang; Industri Rumahan; Ternak Ayam.
B.8.2. HASIL PEMBAHASAN
Nilai Indeks Keberlanjutan Desa Mandiri Pangan di Provinsi Kalimantan Selatan untuk kegiatan PUG dilakukan di Kabupaten Banjar. Kegiatan ini melihat 4 aspek untuk mendukung keberlanjutan kegiatan PUG yaitu Aspke Akses, partisipasi, kontrol dan manfaat (APKM) serta dengan menggunakan analisis MDs (Multi Dimensiona Scalling) dengan menggunakan software raffish.
1. Aspek Akses
Berdasarkan hasil analisis Multidimesional Scalling yang diolah dengan menggunakan alat Rapfish 2.0, ditunjukkan bahwa yang paling mempengaruhi aspek akses adalah (1) Mengolah Administrasi LKD; (2) Menjadi Anggota Kelompok; (3) Mendapatkan Pengetahuan dan Keterampilan.
Secara Umum kondisi aspek akses telah memperhatikan aspek gender, dalam artian bahwa laki-laki dan perempuan telah memilik kesempatan yang sama dalam aspek akses dikelompok. Namun dengan demikian Akses untuk mengelola administrasi LKD masih adanya sensitifitas gender yang cukup tinggi dalam kelompok, secara umum sudah memperhatikan kesetaraan gender, namun demikian laki-laki masih memiliki peran dalam mengolah adminitrasi LKD.
Dari model yang digunakan bahwa untuk menjadi anggota kelompok dan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan juga masih adanya sensitifitas gender yang cukup tinggi, tetapi tidak terlalu mempengaruh didalami aspek responsif gender.
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 Menjadi Anggota Kelompok
Memperoleh bantuan pemerintah Mendapatkan pinjaman dalam atau…
Kesempatan menjadi pengurus… Mendapatkan dana Perguliran Modal… Mengolah Administrasi LKD
Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)
A tt ri b u te
Leverage of Attributes
2. Aspek Partisipatif
Berdasarkan hasil analisis Multidimesional Scalling yang diolah dengan menggunakan alat Rapfish 2.0, ditunjukkan bahwa yang paling mempengaruhi aspek partisipasi adalah (1) Membuat rencana usaha; (2) Membagi tugas/peran dalam usaha kelompok; dan (3) Menghadiri pelatihan oleh pendamping.
Partisipasi perempuan dalam membuat rencana usaha, terlihat sangat rendah, mengingat pada indikator membuat rencana usaha baik laki – laki maupun perempuan masih dominan laki – laki sehingga partisipasi dalam membuat rencana usaha sangat sensitif gender.
Membagi tugas/peran dalam usaha kelompok, secara garis besar laki-laki setuju supaya adanya partisipasi perempuan didalam membagi tugas peran dalam usaha kelompok, tetap masih ada sebagian laki-laki yang belum setuju untuk perempuan berpartisipasi pada membagi tugas/peran dalam usaha kelompok.
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2 Memilih jenis usaha kelompok
Memilih tempat usaha Menentukan skala usaha Membuat rencana usaha Membagi tugas/peran dalam usaha kelompok Pengelolaan pendapatan kelompok Membeli sarana usaha kelompok Pengelolaan usaha kelompok Menjual hasil usaha kelompok Membagi hasil usaha kelompok Menghadiri pertemuan rutin Menghadiri pelatihan oleh pendamping
Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100) A tt ri b u te
Leverage of Attributes
Seperti hal dalam menghadiri pelatihan oleh pendamping, partisipasi perempuan dalam menghadiri pelatihan sudah responsif gender, karena laki-laki mendukung untuk perempuan mendapatkan pelatihan dari pendamping.
3. Aspek Kontrol
Berdasarkan hasil analisis Multidimesional Scalling yang diolah dengan menggunakan alat Rapfish 2.0, ditunjukkan bahwa yang paling mempengaruhi aspek kontrol adalah (1) Menggelola keuangan; (2) Menerima bantuan Pemerintah; (3) Memilih jenis usaha.
Secara umum kondisi aspek kontrol sudah menunjukan kesetaraan gender, tetapi pada aspek mengelola keuangan masih adanya sensitifitas gender di dalam mengelola keuangan. Masih adanya anggota yang belum setuju perempuan untuk mengelola keuangan.
Dalam indikator menerima bantuan pemerintah dan memilih tempat usaha secara umum juga sudah responsif gender. Sudah adanya kesamaan peran antara laki-laki dan perempuan dalam menerima bantuan dan memilih tempat usaha. Pada umumnya aspek kontrol sudah memperhatikan aspek gender, dalam artian bahwa laki-laki dan
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 Menerima bantuan Pemerintah
Memilih jenis usaha Memilih tempat usaha Menentukan skala usaha Membuat rencana usaha Menentukan pembiayaan usaha Pembagian tugas Menggelola keuangan Membeli sarana produksi Menjual produk
Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)
A tt ri b u te
Leverage of Attributes
perempuan telah mendapatkan hak yang sama dalam aspek kontrol di kelompok.
4. Aspek Manfaat
Berdasarkan hasil analisis Multidimesional Scalling yang diolah dengan menggunakan alat Rapfish 2.0, ditunjukkan bahwa yang paling mempengaruhi aspek manfaat adalah (1) Peningkatan pendapatan; (2) Kesempatan berusaha; dan (3) Akses pasar.
Manfaat dalam peningkatan pendapatan pada umumnya masih sensitif gender tetap anggota kelompok setuju supaya peningkatan pendapatan juga dapat dimanfaatkan oleh semua anggota kelompok.
Kesempatan berusaha, secara garis besar laki-laki setuju supaya adanya manfaat untuk perempuan didalam kesempatan berusaha, tetap masih
0 0.5 1 1.5 2 2.5 Akses modal Akses pasar Kesempatan berusaha Peningkatan pendapatan Peralatan usaha *) Peningkatan Kapasitas SDM/Pelatihan
Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100) A tt ri b u te
Leverage of Attributes
dominan laki-laki untuk mendapatkan manfaat dalam kesempatan berusaha.
Akses pasar yang dikembangkan dalam kelompok secara umum sudah memperhatikan kesetaraan gender, namun demikian peran laki-laki dirasa masih lebih tinggi dari pada perempuan. Karena laki-laki masih memiliki peran yang lebih tinggi dalam proses jual beli produk hasil pengolahan.
B.8.3. KESIMPULAN
Kajian Pengarusutamaan Gender lingkup ketahanan pangan yang dilakukan di Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa kesadaran kesetaraan gender dalam kelompok telah terbentuk, namun memang masih diperlukan peningkatan. Aspek akses yang masih memerlukan perhatian adalah kesetaraan dalam mengolah administrasi LKD, menjadi anggota kelompok dan akses perempuan untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan.
Aspek kontrol yang masih memerlukan perhatian adalah kesetaraan dalam menggelola keuangan, kontrol perempuan dalam menerima bantuan pemerintah dan peran perempuan dalam memilih jenis usaha.
Aspek partisipasi yang masih memerlukan perhatian adalah kesetaraan dalam partisipasi perempuan untuk Membuat rencana usaha, partisipasi perempuan dalam Membagi tugas/peran dalam usaha kelompok, dan partisipasi perempuan dalam Menghadiri pelatihan oleh pendamping.
Aspek manfaat yang masih memerlukan perhatian adalah kesetaraan dalam penerimaan manfaat untuk peningkatan pendapatan, kesempatan perempuan dalam berusaha, dan manfaat untuk akses pasar.