HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian
4.1.1 Sejarah Singkat Trans 7
TRANS 7 dengan komitmen menyajikan tayangan berupa informasi dan hiburan, menghiasi layar kaca di ruang keluarga pemirsa Indonesia. Berawal dari kerjasama strategis antara Para Group dan Kelompok Kompas Gramedia (KKG) pada tanggal 4 Agustus 2006. TRANS 7 lahir sebagai sebuah stasiun swasta yang menyajikan tayangan yang mengutamakan kecerdasan, ketajaman, kehangatan penuh hiburan serta kepribadian yang aktif.
TRANS 7 yang semula bernama TV 7 berdiri dengan izin dari Departemen Perdagangan dan Perindustrian Jakarta Pusat dengan Nomor 809/BH.09.05/III/2000. Pada 22 Maret 2000, keberadaan TV 7 telah diumumkan dalam Berita Negara Nomor 8687 sebagai PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Dengan kerjasama startegis antara Para Group dan KKG, TV 7 melakukan launching pada 15 Desember 2006 sebagai TRANS 7 dan menetapkan tanggal tersebut sebagai hari lahirnya TRANS 7. Di bawah naungan PT Trans Corpora yang merupakan bagian dari manajemen Para Group, TRANS 7 diharapkan dapat menjadi televisi yang maju dengan program-program in-house productions yang bersifat informatif, kreatif dan inovatif.
Logo TRANS 7 membentuk empat sisi persegi panjang yang merefleksikan ketegasan, karakter yang kuat, serta kepribadian bersahaja yang akrab dan mudah beradaptasi. Birunya yang hangat tetapi bersinar kuat melambangkan keindahan batu safir yang tak lekang oleh waktu, serta menempatkannya pada posisi terhormat di antara batu-batu berlian lainnya. Perpaduan nama yang apik dan mudah diingat, diharapkan membawa TRANS 7 ke tengah masyarakat Indonesia dan pemirsa setianya.
TRANS 7 berkomitmen untuk menyajikan yang terbaik bagi pemirsanya, dengan menyajikan program informasi seperti Redaksi yang hadir setiap pagi, siang, sore, dan malam yang dikemas secara apik dan dinamis, update dan informatif. TRANS 7 juga menghadirkan program berita dan dokumenter lainnya seperti Selamat Pagi, TKP, Asal Usul, dan Jejak Petualang yang memberikan wawasan unik dan berbeda bagi pemirsa.
Tidak kalah informatif, program hiburan seperti I-Gosip pagi, I-Gosip Siang dan I-Gosip News, dan Wara Wiri, semakin lengkap menambah cakrawala di ruang keluarga. Program variety show seperti Full Color dan Komedi Lawak seperti Opera Van Java juga slalu dinantikan. TRANS 7 juga pernah hadir dengan Empat Mata yang pernah menjadi program fenomenal di Indonesia. Kini Tukul dan Vega hadir kembali di TRANS 7 lewat program Bukan Empat Mata.
Program Sport TRANS 7 juga selalu dinantikan oleh para pecinta olahraga, para pecinta otomotif, MotoGP dan Superbike mengaak anda untuk memacu adrenaline di lintasan balap kelas dunia. TRANS 7 juga menyajikan
tayangan informasi olahraga setiap hari di layar pemirsa, di antaranya Sport 7, One Stop Football, dan Galeri Sepak Bola Indonesia.
TRANS 7 juga tidak melupakan pemirsa cilik dengan menghadirkan pengetahuan dan hiburan bagi mereka, Bocah Petualang dan Si Bolang Jalan-jalan menghadirkan keunikan kehidupan anak-anak di seluruh penjuru Indonesia. Komedi lawak mendidik dan menghibur kerap dihadirkan lewat Opera Anak. Laptop Si Unyil dan Buku Harian Si Unyil memberikan ilmu pengetahuan yang mendasar bagi para pemirsa cilik. Jalan Sesama yang merupakan adaptasi dari Sesame Street juga dipercayakan untuk ditayangkan di TRANS 7. Melalui Cita- citaku, TRANS 7 berusaha menghadirkan keseharian profesi yang dicita-citakan anak-anak.
Dilengkapi dengan sajian film-film berkualitas, Theater 7 hadir pada momen-momen spesial, mengisi layar kaca anda. Serial-serial unggulan juga kerap kami hadirkan seperti Smalville, Supernatural, dan Heroes. Jangan lupakan pula program-program musik yang menyuguhkan persembahan para pemusik Indonesia lewat sajian Musik Spesial, 60 Minutes dan On The Spot.
4.1.2. VISI TRANS 7
Menjadi Stasiun televisi unggulan yang memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan pencerdasan kehidupan bangsa.
4.1.3. MISI TRANS 7
Membangun TRANS 7 sebagai jaringan stasiun televisi swasta terkemuka di Indonesia dengan :
1. Menyediakan beragam program yang kreatif , Inovatif dan berkualitas yang membangun bangsa.
2. Melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
3. Memberikan nilai tambah kepada seluruh stakeholder.
Sumber : www.trans7.com
4.2 Penyajian Analisis Data
4.2.1 Identitas Responden
Identitas responden yang dimaksud adalah data-data yang diperoleh berdasarkan karakteristik responden yang meliputi jenis kelamin, usia, kelas, frekuensi responden, dan durasi responden dalam menonton program acara OPERA ANAK di TRANS 7. Selengkapnya tertera pada tabel-tabel berikut :
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin (n=100) No. Jenis Kelamin Frekuensi (F) Prosentasi (%)
1. Laki-laki 61 61
2. Perempuan 39 39
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner bagian I, No.2
Dari tabel 4.1 menunjukkan bahwa responden yang paling banyak dalam penelitian ini adalah para penonton berjenis kelamin laki-laki, yaitu sebanyak 61 responden atau 61 %, sedangkan yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 responden atau 39%.
Banyaknya responden yang berjenis kelamin laki-laki menunjukkan bahwa mereka lebih sering melihat acara OPERA ANAK tersebut karena dikemas format seri sketsa komedi lawak yang berbeda dengan program lain yang sejenisnya sehingga tidak bersifat monoton dan lebih banyak menghibur juga memberikan pengetahuan dan banyak memberikan manfaat bagi setiap pribadi.
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia (n=100) No. Usia Frekuensi (F) Prosentasi (%)
1. 9 tahun 14 14 2. 10 tahun 31 31 3. 11 tahun 25 25 4. 12 tahun 27 27 5. 13 tahun 3 3 Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner I, No. 3
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa usia responden yang paling banyak adalah 10 tahun, yaitu sebanyak 31 responden dengan prosentase 31%. Selanjutnya peringkat kedua yaitu untuk responden berusia 12 tahun sebanyak 27 responden atau 27%, disusul peringkat ketiga berusia 11 tahun sebanyak 25 responden atau 25%, yang keempat berusia 9 tahun sebanyak 14 responden atau 14%, dan yang terakhir responden yang berusia 13 tahun sebanyak 3 responden dengan presentase 3%.
Banyaknya responden yang berusia 10 tahun ini menunjukkan bahwa responden pada usia tersebut lebih suka menonton acara OPERA ANAK, karena usia tersebut dari seorang anak sudah mulai terarah, sehingga dalam menyerap suatu pengetahuan dirinya tidak hanya berkeinginan untuk menyimpan sebagai
tambahan ilmu dan hiburan, namun juga akan timbul dorongan untuk mengaplikasikan informasi dan ilmu tersebut dalam kehidupan yang sebenarnya.
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Kelas (n=100)
NO Kelurahan KELAS TOTAL
III IV V VI 1 Sidosermo 3 3 2 2 10 2 Bendul Merisi 3 3 3 3 12 3 Karah 2 5 4 6 17 4 Jambangan 1 4 4 5 14 5 Genteng 2 4 5 1 12 6 Embong Kliasi 1 5 2 6 14 7 Kedungdoro 0 5 3 5 13 8 Wonorejo 0 3 1 4 8 Jumlah 12 32 24 32 100
Sumber : Kuesioner bagian I, No. 4
Dari tabel data responden dari Sekolah Dasar di 8 Kelurahan diatas menunjukkan bahwa responden yang dominan adalah responden yang duduk di kelas 4 dan 6 masing-masing ada 32 responden sedangkan responden yang duduk di kelas 5 ada 24 responden dan yang paling sedikit adalah responden yang duduk di kelas 3 hanya 12 responden saja.
Banyaknya responden kelas 4 dan 6 hal ini disebabkan karena pada usia tersebut, anak-anak telah memasuki periode realisme naif dan realisme kritis, dimana anak pada periode tersebut sudah mampu menghubungkan satu dengan
yang lainnya dalam totalitas dan fantasi mereka sudah berkurang diikuti dengan pengamatan konkrit yang bersifat realistis dan kritis, sehingga dengan menyaksikkan tayangan ini dan dengan sumber informasi yang mereka dapatkan serta ditunjang dengan kehidupan mereka akan membangkitkan semangat keingintahunnya.
4.2.2 Responden Dalam Menonton Acara OPERA ANAK di TRANS 7
Pada penelitian ini diketahui 100 orang responden secara keseluruhan pernah menonton acara OPERA ANAK di TRANS 7 dan tidak ada satupun yang tidak pernah menonton acara OPERA ANAK di TRANS 7. Selengkapnya tertera pada tabel-tabel berikut :
Tabel 4.4
Responden berdasarkan Frekuensi Menonton Acara OPERA ANAK di TRANS 7 (n=100)
No. Frekuensi Menonton Frekuensi (F) Prosentasi (%)
1. 1 sampai 2 kali 21 21
2. 3 sampai 4 kali 36 36
3. 5 sampai 6 kali 31 31
4. 7 sampai 8 kali 12 12
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner bagian II, No. 2
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah 36 responden atau 36% menonton acara OPERA ANAK 3
sampai 4 kali. Sedangkan yang menonton acara OPERA ANAK 5 sampai 6 kali hanya 31 responden atau 31%. Dan responden yang menonton sebanyak 1 sampai 2 kali dan 7 sampai 8 kali hanya sebesar 21 dan 12 responden atau 21% dan 12%.
Hal tersebut diatas berarti acara OPERA ANAK ini benar-benar digemari oleh sebagian besar responden dan mereka menggemari acara ini dengan rutin mengikuti berbagai seri dongeng pada tiap episodenya.
Tabel 4.5
Durasi Responden dalam Menonton Program Acara OPERA ANAK di TRANS 7 (n=100)
No. Durasi Menonton Frekuensi (F) Prosentasi (%)
1. 1 menit – 15 menit 25 25
2. 15 menit – 30 menit 31 31
3. 30 menit – 45 menit 16 16
4. 45 menit – 60 menit 28 28
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner bagian II, No. 3
Dalam tabel diatas dapat diketahui bahwa sebanyak 31 responden atau 31% yang menonton acara OPERA ANAK diatas selama 15 – 30 menit atau bisa diartikan menonton acara OPERA ANAK tidak sampai selesai atau setengah acara. Dan responden yang menonton acara OPERA ANAK selama 45 – 60 menit sebanyak 28 responden atau 28%, sedangkan sisanya responden yang menonton acara OPERA ANAK selama 10-15 menit dan 30-45 menit yaitu sebanyak 25 dan 16 responden atau 25% dan 16%.
Hal tersebut menjelaskan bahwa responden yang menonton acara OPERA ANAK di TRANS 7 tidak melihat acara ini secara sepintas, sebagian besar responden melihat acara ini selama 30 menit atau setengah acara karena sebagian dari mereka ketiduran setelah menonton selama 30 menit dan sebagian responden lainnya melihat acara tersebut secara keseluruhan.
4.2.3 Motif Responden dalam Menonton Program Acara OPERA ANAK di TRANS 7
Berikut ini merupakan penjabaran data yang menunjukkan tentang motif responden dalam menonton program acara OPERA ANAK di TRANS 7. Motif menonton pada diri responden dapat dikategorikan menjadi empat yaitu : Motif Informatif (Surveillance), Motif Identitas Pribadi (Identity Personal), Motif Integrasi dan Interaksi Sosial (Personal Realitionship) dan Motif Hiburan (Diversi).
4.2.3.1 Motif Kognitif (Surveillance)
Motif Informasi berkaitan dengan keinginan untuk mencari berita atau informasi tentang peristiwa atau kondisi yang berkaitan dengan lingkungan terdekat, masyarakat dan dunia, dorongan mencari konfirmasi untuk menentukan pendapat atau pilihan, dorongan rasa ingin tahu, dorongan belajar, serta dorongan rasa aman melalui pengetahuan yang didapat. Menonton program acara OPERA ANAK di TRANS 7 akan dibedakan menjadi empat pertanyaan yang akan dijabarkan berdasarkan frekuensi yang diperoleh pada tabel berikut ini :
1. Menambah Wawasan atau Pengetahuan Mengenai Cerita Daerah, Dongeng Anak dan Tokoh Superhero
Dari hasil penyebaran kuesioner kepada 100 orang maka dapat diperoleh frekuensi mengenai pernyataan bahwa dengan menonton tayangan program acara OPERA ANAK di TRANS 7 yaitu untuk menambah wawasan atau pengetahuan mengenai cerita daerah, dongeng anak dan tokoh superhero.
Tabel 4.6
Menambah Wawasan atau Pengetahuan Mengenai Cerita Daerah, Dongeng Anak dan Tokoh Superhero (n=100)
No. Kategori Jawaban Jumlah Responden Prosentase (%)
1. Sangat Tidak Setuju 1 1
2. Tidak Setuju 2 2
3. Setuju 80 80
4. Sangat Setuju 17 17
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner bagian A, No. 1
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebanyak 80 responden atau sebesar 80% menyatakan setuju, alasan mereka dengan menonton program acara OPERA ANAK di TRANS 7 sangat dapat menambah wawasan dan pengetahuan baru mengenai cerita daerah, dongeng anak dan tokoh superheronya. Beberapa dari mereka beralasan bahwa dengan menonton tayangan komedi OPERA ANAK yaitu untuk mencari berita tentang peristiwa dongeng yang
diceritakan oleh dalang dalam tayangan Program acara OPERA ANAK untuk mendapatkan informasi-informasi baru yang bernilai moral. Sedangkan yang menjawab sangat setujuh 17 responden atau 17% karena mereka beralasan cukup mendapatkan wawasan dan pengetahuan. Informasi yang diberikan melalui program acara OPERA ANAK sangat memberikan pengetahuan lebih mengenai cerita rakyat. Dan sisanya 2% dan 1% atau 2 dan 1 orang tidak setuju dan sangat tidak setuju terhadap tayangan tersebut. Karena menurut mereka acara tersebut kurang menambah wawasan dan pengetahuan mereka tentang realita yang terjadi sehingga mereka tidak menyukai acara tersebut.
2. Ingin Mendapatkan Pengetahuan Lebih tentang lagu Daerah, Lagu Anak-anak dan Pesan Moral pada Program Acara OPERA ANAK
Mendapatkan informasi pada pernyataan ini maksudnya bahwa anak ingin mendapatkan pengetahuan lebih tentang lagu daerah, lagu anak-anak dan pesan moralnya. Tabel 4.7
Mendapatkan Pengetahuan tentang lagu Daerah, Lagu Anak-anak dan Pesan Moral (n=100)
No. Kategori Jawaban Jumlah Responden Prosentase (%)
1. Sangat Tidak Setuju 2 2
2. Tidak Setuju 20 20
3. Setuju 65 65
4. Sangat Setuju 13 13
Jumlah 100 100
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui sebanyak 65 responden atau sebesar 65% setuju alasan mereka dengan menonton tayangan program acara OPERA ANAK di Trans 7 mereka mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang lagu daerah, lagu anak-anak dan pesan moralnya. Mereka menyukai acara ini karena dengan menonton acara tersebut, pengetahuan mereka jauh lebih baik dari sebelumnya.
Namun menurut responden yang sangat setuju dengan tayangan program acara OPERA ANAK yaitu sebesar 20 responden atau 20 % alasan mereka menonton tayangan tersebut sangat memberikan informasi dan pengetahuan yang ingin diketahui responden sehinggadapat menarik minat mereka untuk menontonnya dan pengetahuan mereka pun juga jauh lebih baik. Sedangkan sisanya sebesar 20% dan 2% tidak setuju dan sangat tidak setuju atau 20 responden dan 2 responden merasa kurang mendapatkan informasi dengan tayangan tersebut atau mereka belum bisa menyerap informasi dari tayangan tersebut sehingga mereka kurang mendapatkan informasi.
3. Ingin Mendapatkan Informasi tentang Hal-hal Baru dan Mengetahui tentang Kebebasan Berekspresi dalam Drama Komedi OPERA ANAK
Dalam hal ini mereka menonton program acara OPERA ANAK di TRANS 7 karena ingin mendapatkan informasi tentang hal-hal baru dan mengetahui tentang kebebasan berekspresi dalam drama komedi OPERA ANAK di Trans 7, hal ini akan dijabarkan kedalam tabel berikut :
Tabel 4.8
Mendapatkan Informasi tentang Hal-hal Baru dan Mengetahui tentang Kebebasan Berekspresi (n=100)
No. Kategori Jawaban Jumlah Responden Prosentase (%)
1. Sangat Tidak Setuju 0 0
2. Tidak Setuju 14 14
3. Setuju 69 69
4. Sangat Setuju 17 17
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner bagian A, No. 3
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 69 siswa atau 69% menjawab setuju. Alasan mereka berpendapat setuju adalah keinginan mereka untuk mendapatkan informasi tentang hal-hal baru dan mengetahui tentang kebebasan berekspresi dalam drama komedi OPERA ANAK di Trans 7 terpenuhi. Dengan mendapatkan kebutuhan tersebut mereka lebih tahu tentang drama anak dan apa saja ceritanya yang biasa ada dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Sedangkan 17 siswa atau 17% menjawab sangat setuju hal ini disebankan karena mereka ternyata sangat tertarik sekali dengan informasi tentang hal-hal baru yang mereka dapat dengan menonton tayangan drama komedi tersebut.
Namun sebanyak 14 siswa atau 14% menjawab tidak setuju, karena alasan mereka beralasan bahwa bukan hanya untuk mendapatkan informasi
mengenai hal-hal baru dan mengetahui tentang kebebasan berekspresi dalam drama komedi tersebut tetapi mereka hanya melihat drama tersebut dari sudut humornya saja dan sebagian besar dari siswa tidak menonton secara keseluruhan acara yang ditampilkan sehingga mereka tidak dapat menyerap informasi yang disajikan.
4. Ingin Mengetahui Pasti Jalan Cerita Dongeng atau Cerita Anak yang Menjadi Tema disetiap Episode OPERA ANAK di Trans7
Dalam hal ini mereka ingin mengetahui pasti jalan cerita dongeng atau cerita anak yang menjadi tema setiap epiodenya. Hal ini akan dijabarkan dalam tabel berikut :
Tabel 4.9
Mengetahui Pasti Jalan Cerita Dongeng atau Cerita Anak (n=100) No. Kategori Jawaban Jumlah Responden Prosentase (%)
1. Sangat Tidak Setuju 0 0
2. Tidak Setuju 13 13
3. Setuju 71 71
4. Sangat Setuju 16 16
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner bagian A, No. 4
Dalam tabel diatas diketahui 71 responden atau 71% menyatakan setuju ingin mengetahui jalan dongeng atau cerita anak yang menjadi tema setiap epiodenya, dan sangat setuju sebanyak 16 responden atau 16% alas an mereka
menjawab setuju dikarenakan jalan cerita dalam dongeng yang diceritakan setiap seri drama komedi tersebut menurut mereka sangat menarik selain memberikan pendidikan juga memberikan informasi tentang cerita rakyat sehingga anak dapat memahami isi cerita dengan mudah.
Dan sisanya 13 responden atau 13% tidak setuju alas an mereka tidak setuju karena mereka tertidur ditengah-tengah acara dan tidak melihat acara sampai selesai sehingga mereka tidak tahu pasti jalan cerita drama tersebut mereka hanya menonton sekilas saja.
4.2.3.2 Motif Identitas Personal
Motif identitas personal merupakan motif atau dorongan individu untuk memperkuat atau menonjolkan sesuatu yang penting dalam individu atau situasi khalayak sendiri, menemukan model perilaku, mengidentifikasikan diri dengan nilai-nilai meningkatkan harga diri.
1. Meningkatkan Pemahaman tentang Nilai-nilai Kebudayaan Daerah dan Kepahlawanan
Dari hasil penyebaran kuesioner kepada 100 siswa SD maka dapat diperoleh frekuensi mengenai pernyataan alasan yang meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai kebudayaan daerah dan kepahlawanan, dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.10
Meningkatkan Pemahaman tentang Nilai-nilai Kebudayaan Daerah dan Kepahlawanan (n=100)
No. Kategori Jawaban Jumlah Responden Prosentase (%)
1. Sangat Tidak Setuju 0 0
2. Tidak Setuju 13 13
3. Setuju 62 62
4. Sangat Setuju 25 25
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner bagian B, No. 1
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebanyak 62 responden atau sebesar 62% menyatakan setuju alasan mereka adalah dengan menonton program acara OPERA ANAK tersebut mereka beranggapan dapat meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai kebudayaan daerah dan kepahlawanan sedangkan 25 responden atau 25% merasa sangat setuju alasan mereka yaitu karena sangat meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai kebudayaan daerah setelah menonton acara OPERA ANAK.
Namun semenjak 13 responden atau 13% tidak setuju mereka menjawab tidak setuju karena menurut mereka acara tersebut belum tentu dapat meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai kebudayaan daerah dan kepahlawanan. Mereka beranggapan bahwa dengan menonton acara OPERA
ANAK, masih belum bisa percaya diri sehingga belum dapat meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai kebudayaan daerah dan kepahlawanan.
Dalam hal ini dengan menonton acara OPERA ANAK semua informasi yang telah didapatkan anak bisa terpenuhi oleh kebutuhan akan penggunaan media terhadap pemahaman tentang kepribadian diri mereka masing-masing sehingga dapat merubah karakter seseorang menjadi lebih baik.
2. Mencari Tokoh atau Panutan dalam Kehidupan Sehari-hari
Berikut akan dijabarkan dengan tabel mengenai alasan yang membuat responden menonton karena ingin mencari tokoh atau panutan dalam kehidupan sehari-hari :
Tabel 4. 11
Mencari Tokoh atau Panutan dalam Kehidupan Sehari-hari (n=100) No. Kategori Jawaban Jumlah Responden Prosentase (%)
1. Sangat Tidak Setuju 0 0
2. Tidak Setuju 44 44
3. Setuju 42 42
4. Sangat Setuju 14 14
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner bagian B, No. 2
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebesar 42% atau 42 anak menjawab setuju alasan mereka menjawab setuju karena ingin mencari tokoh
yang sesuai untuk dijadikan panutan dalam kehidupan sehari-hari. Dan sebanyak 14% atau 14 anak menjawab sangat setuju, mereka beralasan bahwa dengan menonton acara OPERA ANAK mereka dapat menemukan tokoh atau panutan yang dapat memberikan pengaruh positif sehingga dapat ditiru oleh sebagian anak dalam sehari-hari.
Sedangkan untuk 44% atau 44 anak menyatakan tidak setuju, pendapat lain mengatakan bahwa mereka menonton OPERA ANAK bukan untuk mencari tokoh atau panutan yang akan ditiru tetapi anak hanya ingin mengetahui informasi atau kata-kata bijak yang disampaikan oleh para tokoh.
3. Mengidentifikasikan Diri dengan Profil para Tokoh
Berikut akan dijabarkan dengan tabel mengenai alasan yang membuat responden menonton karena ingin mencari tokoh atau panutan dalam kehidupan sehari-hari :
Tabel 4.12
Mengidentifikasikan Diri dengan Profil para Tokoh (n=100)
No. Kategori Jawaban Jumlah Responden Prosentase (%)
1. Sangat Tidak Setuju 0 0
2. Tidak Setuju 38 38
3. Setuju 49 49
4. Sangat Setuju 13 13
Jumlah 100 100
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebesar 38 anak atau 38% menyatakan tidak setuju alas an mereka tidak setuju mereka menonton acara OPERA ANAK karena ingin mengidentifikasi diri dengan profil para pemain. Dalam hal ini mereka yang menonton acara tersebut hanya ingin memperoleh informasi ataupun pengetahuan tentang para pemain dalam acara OPERA ANAK dan topik yang dibicarakan atau cerita yang diperankan oleh para pemain bukan untuk mengidentifikasikan diri dengan para pemain tersebut.
Sedangkan hal berbeda dinyatakan oleh 49 atau 49% responden menjawab setuju alasan mereka yaitu mereka menonton acara OPERA ANAK karena ingin mengidentifikasikan diri dengan profil para pemain, bahkan 13 responden atau 13% anak menyatakan sangat setuju. Hal ini dikarenakan topik atau informasi yang ditayangkan dapat memberikan inspirasi bagi penontonnya.
4. Menemukan Pesan Moral Penunjang Nilai-nilai Pribadi yang Mudah Dipahami
Dari hasil yang telah disebarkan dapat disebarkan dan dapat diperoleh frekuansi mengenai pernyataan bagaimana responden dalam menonton acara OPERA ANAK karena ingin menemukan pesan moral penunjang nilai-nilai pribadi yang mudah mereka pahami :
Tabel 4.13
Menemukan Pesan Moral Penunjang Nilai-nilai Pribadi (n=100) No. Kategori Jawaban Jumlah Responden Prosentase (%)
1. Sangat Tidak Setuju 1 1
2. Tidak Setuju 8 8
3. Setuju 70 70
4. Sangat Setuju 21 21
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner bagian B, No. 4
Berdasarkan data dari tabel diatas bahwa hanya sebesar 8 % dan 1% atau 8 dan 1 responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju, alasan mereka menyatakan tidak setuju belum menemukan penunjang nilai pribadi hanya dengan menonton acara tersebut.
Sedangkan 70% dan 21% atau 70 responden dan 21 responden menyatakan setuju dan sangat setuju apabila dikatakan mereka menonton tayangan OPERA ANAK karena ingin menemukan pesan moral penunjang nilai- nilai pribadi yang mudah mereka pahami karena dengan adanya kisah-kisah ditiap seri doneng yang diceritakan dalam drama komedi tersebut dapat menjadikan nilai lebih dalam menunjang nilai-nilai pribadi yang ada dalam diri kita
4.2.3.3 Motif Integrasi dan Interaksi Sosial
Motif Integrasi Sosial dan Interaksi sosial merupakan dorongan individu untuk berhubungan dengan orang lain atau suatu nilai tertentu, didalam mempertahankan norma-norma sosial untuk berafiliasi. Motif ini dikategorikan kedalam empat pertanyaan :
1. Saling Bertukar Informasi Mengenai program Acara OPERA ANAK di Trans 7 dengan Keluarga, Teman, Tetangga atau Orang Lain