• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dyah Ari Susanti, Budi Hartono

4. Hasil dan Pembahasan 1. Pilot Study

Pilot study memiliki peran yang penting dalam pelaksanaan penelitian, karena pengambilan data dari responden dilakukan menggunakan instrumen yang berupa lembar kuesioner. Pilot study dilakukan dengan memberikan kuesioner utama dan kuesioner pilot study yang berisi pertanyaan tentang bagaimana pemahaman responden mengenai kuesioner utama. Lembar kuesioner dikembangkan oleh peneliti dari hasil studi dari gabungan beberapa literatur. Kuesioner terdiri dari beberapa bagian yang terdiri dari beberapa pertanyaan terbuka, pilihan ganda, skala Likert dan juga ranking.

Pilot study penelitian ini dilakukan dalam 5 tahap dan melibatkan 17 orang yang memahami manajemen proyek (praktisi sebanyak 9 orang, mahasiswa S2 sebanyak 6 orang, dan mahasiswa S3 sebanyak 2 orang) sehingga setelah tahap terakhir didapatkan kuesioner yang telah diperbaiki dan siap untuk disebarkan pada responden.

4.2. Profil Responden

Sebanyak 204 kuesioner penelitian disebarkan kepada responden dan setelah dilakukan data cleansing, maka didapatkan 89 data yang memenuhi kriteria.

4.2.1. Distribusi Responden Berdasarkan Jabatan

Proporsi terbesar untuk jabatan responden adalah project manager (37%), project engineer (13,5%), CEO (9%), dan jabatan lain (group leader, project management officer, analyst, programmer, site manager, konsultan, COO dan lainnya).

4.2.2. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Perusahan Tempat Bekerja

Terdapat 8 kelompok industri yang didapatkan dari hasil survei yang merupakan perusahaan yang berbasis proyek. Proporsi terbanyak yaitu 31,5% responden bekerja di perusahaan EPC (Enginering Procurement and Construction), sebanyak 27% responden berasal dari perusahaan konsultan, 15,7% responden berasal dari perusahaan IT/Telco, sebanyak 11,2% responden bekerja di perusahaan manufaktur, sebanyak 5,6% responden bekerja pada perusahaan jasa keuangan (perbankan, finance, asuransi), sebanyak 4,5% bekerja pada perusahaan oil and gas, sebanyak 3,4% bekerja di perusahaan mining service, dan 1,1% responden bekerja di perusahaan public service.

4.2.3. Distribusi Responden Berdasarkan Pengalaman Memimpin

Penyeleksian responden dalam penelitian ini minimal harus mempunyai pengalaman memimpin proyek selama 2 tahun. Penggunaan kriteria ini bertujuan untuk menjamin informasi yang diberikan valid dan relevan dengan kondisi pemimpin proyek di Indonesia saat ini

4.3. Definisi

4.3.1. Definisi Kepemimpinan Menurut Manajer Proyek di Indonesia

Responden diminta untuk menjawab pertanyaan mengenai definisi kepemimpinan dengan tipe jawaban terbuka. Jawaban dari responden kemudian dikelompokkan berdasarkan teori kepemimpinan yang telah berkembang. Hal ini bertujuan untuk membandingkan persepsi kepemimpinan responden dengan teori kepemimpinan yang sudah ada. Hasil pengelompokkan definisi kepemimpinan berdasarkan teori kepemimpinan yang berkembang dijelaskan pada Tabel 4.1.

Berdasarkan teori terdahulu yang berkembang, teori kepemimpinan dikelompokkan menjadi:

a. Traits Theories (teori sifat) yaitu teori yang membedakan pemimpin dari mereka yang bukan pemimpin dengan cara berfokus pada berbagai sifat, bakat bawaan dan karakteristik pribadi masing-masing.

b. Skill Theories (teori ketrampilan) mendefinisikan kepemimpinan pada kemampuan tertentu yang dapat dipelajari dan dikembangkan (Northouse, 2010).

c. Behavioral Theories (teori perilaku) mendefinisikan kepemimpinan sebagai perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. McGregor (1960) menyatakan bahwa terdapat 2 kecenderungan perilaku pemimpin dalam memimpin yaitu autocratic style dan participative style.

Tabel 4.1 Definisi Kepemimpinan (n=89)

No Kelompok Jumlah Persentase

1 Traits 12 13,5% 2 Skills 10 11,2% 3 Behavior a. Autocratic Style 41 46,1% b. Participative Style 23 25,8% 4 Lainnya 2 2,2% Missing data 1 1,1% Total 89 100,0%

4.3.2. Kata yang Sering Muncul untuk Kepemimpinan

Untuk mengetahui lebih detail mengenai gambaran kepemimpinan yang ada di Indonesia, responden diminta untuk menjawab pertanyaan mengenai 5 kata yang terlintas ketika mendengar “kepemimpinan” dengan tipe jawaban terbuka. Hasil yang didapatkan dijelaskan pada Tabel 4.2 di bawah ini.

Tabel 4.2 Kata yang Sering Muncul untuk Kepemimpinan

No Kata Frekuensi Peringkat

1 Tegas 16 1 2 Tanggung Jawab 15 2 3 Motivasi 14 3 4 Visi 13 4 5 Teladan 11 5 6 Decision Maker 11 5 7 Kharisma 10 6 8 Bijaksana 8 7 9 Disiplin 8 7 10 Jujur 7 8

Penelitian sebelumnya sebagai pembanding telah dilakukan oleh Wang (2010) yang dilakukan di China menyebutkan bahwa karakter yang khas dari seorang pemimpin adalah supel (approachable), demokratis, adil, perhatian (considerate), pengertian (understanding), memberi dukungan (supportive), perhatian (caring), pekerja keras (hardworking), dan menyelesaikan masalah (problem solving).

4.3.3. Kepemimpinan Merupakan Bakat Bawaan atau Sesuatu yang Dapat Dipelajari Responden menjawab mengenai apakah kepemimpinan merupakan bakat bawaan atau sesuatu yang dapat dipelajari dengan tipe jawaban kombinasi pilihan ganda dan jawaban terbuka dengan hasil yang ditunjukkan pada Tabel 4.3 di bawah ini.

Tabel 4.3 Kepemimpinan Dapat Dipelajari atau Bakat Bawaan (n=89)

No Jawaban Jumlah Persentase

1 Bakat bawaan dari lahir 10 11,2%

2 Dapat dipelajari 62 69,7%

3 Keduanya 17 19,1%

Penelitian serupa yang dapat digunakan sebagai pembanding. Gentry (2012) menjelaskan penelitian yang telah dilakukan pada Center for Leadership di Amerika yang dengan responden yang telah menduduki Top level organization (CEO, COO, Presiden) pada perusahaan swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden, yaitu 52,3%, menjawab bahwa kepemimpinan adalah sesuatu yang dibuat (made), sebanyak 19,3% menjawab merupakan bawaan lahir (born) dan sisannya sebanyak 28,6% adalah kombinasi dari keduanya.

4.3.4. Perbedaan Kepemimpinan Proyek dan Non-Proyek

Responden diminta untuk menjelaskan perbedaan pada kepemimpinan di proyek dan non-proyek. Tabel 4.4 menjelaskan hasil pengelompokkan jawaban responden, responden paling banyak membedakan antara proyek dan non-proyek dengan karakteristik scope, timeline, cost, dan risk yaitu sebanyak 34,8%.

Tabel 4.4 Perbedaan Kepemimpinan Proyek dan Non-Proyek

No Kategori Persentase Pernyataan Responden

1 Karakteristik proyek

44.9% Scope; Time (sesuai deadline, sesuai jadwal); Cost; Quality; Resources (kemampuan melihat resource); Risk (manajemen risiko).

2 Karakteristik berupa sifat

23.6% Detail;Tegas;Teratur;Wibawa; Komitmen; Integritas;Tanggung Jawab; Jujur, Tidak Egois;Disiplin;Berani dan cepat mengambil keputusan; Inovasi dan kreasi; Keunggulan menghadapi masalah; Mengendalikan diri, Tidak otoriter;Optimis; Dinamis; Gigih.

3 Kompetensi 15.7% Teamwork, problem solving, komunikasi; kompeten secara teknis/nonteknis; paham teori lapangan; detail; teori project management; planning detil; kemampuan organisasi;analisa kuat, yang dipelajari.

4 Tidak ada perbedaan

5.6%

5 Orientasi 3.4% Target; People; Project oriented

6 Lainnya 5.6% Budaya; Tergantung pada jenis Industri; Organisasi (Struktur, budaya, sistem, dan manajemen)

7 Missing Data

1.1%

Total 100.0%

4.3.5. Tantangan Kepemimpinan pada Proyek di Indonesia untuk Mengetahui

Untuk bagian tantangan kepemimpinan pada proyek di Indonesia, responden diberi pertanyaan mengenai tantangan unik kepemimpinan pada proyek di Indonesia. Jawaban dari responden diolah menggunakan software text analyzer dan hasilnya terdapat 112 kata yang muncul, dan sepuluh kata teratas yang muncul tentang tantangan khas kepemimpinan pada proyek di Indonesia, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 4.5 di bawah ini.

Tabel 4.5 Tantangan Kepemimpinan pada Proyek di Indonesia

No Kata Jumlah Peringkat

1 Culture/budaya 15 1

2 On-schedule 11 2

3 Regulasi 7 3

No Kata Jumlah Peringkat 5 Disiplin 5 4 6 KKN 5 4 7 Cost 4 5 8 Kualitas 4 5 9 Masalah sosial 4 5

10 Motivasi pada tim 4 5

4.4. Proyek Sukses

Untuk mengetahui kriteria proyek sukses, responden diminta untuk menjawab pertanyaan mengenai kriteria apa saja yang membuat proyek sukses dengan tipe jawaban terbuka. Seluruh kata yang diungkapkan oleh responden kemudian diolah terlebih dahulu untuk menyamakan kata jika terdapat kata yang memiliki kesamaan arti. Hasil dari pengelompokkan kata kemudian diolah menggunakan software text analyzer, dan menghasilkan 86 kata yang muncul. Sepuluh kata teratas ditunjukkan pada Tabel 4.6 di bawah ini.

Tabel 4.6 Proyek Sukses

No Kata Jumlah Peringka

t

1 On-schedule 53 1

2 On-Budget 41 2

3 Kualitas 28 3

4 On-Scope 15 4

5 Tercapai objective dari proyek 13 5

6 Product delivery 9 6

7 Sesuai rencana 9 6

8 Profit 8 7

9 Klien Puas 7 8

10 Stakeholder puas 4 9

Hasil yang didapatkan sama dengan PMI (2013), di mana kesuksesan suatu proyek dapat diukur dengan terpenuhinya kualitas produk dan proyek, sesuai jadwal (on-schedule) sesuai anggaran (on-budget), dan tingkat kepuasan pelaggan (degree of costumer satisfaction).

4.5. Pengaruh Gender/Jenis Kelamin dan Suku terhadap Efektivitas Pemimpin 4.5.1 Pengaruh Gender/Jenis Kelamin

Untuk mengetahui apakah gender berpengaruh dalam keefektifan pemimpin, responden diminta menjawab mengenai apakah gender/jenis kelamin berpengaruh pada efektivitas pemimpin dengan memilih skala dalam Likert scale. Hasil yang didapatkan ditunjukkan pada Tabel 4.7 dan Tabel 4.8 Berikut ini.

Tabel 4.7 Pengaruh Gender terhadap Efektivitas Pemimpin

No Pilihan Jumlah Persentase

1 Sangat Tidak Setuju 17 19,1%

2 Tidak Setuju 20 22,5%

3 Agak Tidak Setuju 7 7,9%

No Pilihan Jumlah Persentase

5 Agak Setuju 9 10,1%

6 Setuju 9 10,1%

7 Sangat Setuju 11 12,4%

Total 89 100,0%

Tabel 4.8 Alasan untuk Pengaruh Gender terhadap Efektivitas Pemimpin No Kelompok Jawaban Persentase (%) Alasan 1 Cenderung Tidak Setuju

49,5 Kepemimpinan dapat dipelajari; yang dibutuhkan adalah menyeimbangkan antara IQ dan EQ; yang membedakan adalah gaya kepemimpinan, skill,passion bukan jenis kelamin; Banyak contoh CEO wanita.

2 Netral 18,0 Tergantung pada jenis perusahaan; Yang membedakan adalah karakter.

3 Cenderung Setuju

32,5 Wanita lebih emosional pada siklusnya; Wanita memiliki sentimental tinggi; Laki-laki lebih stabil pikirannya; Perbedaan psikologis, fisik dan stamina; Kodrat laki-laki untuk memimpin; Laki-laki lebih rasional; Wanita mengambil keputusan berdasar perasaan; Wanita (ibu) cenderung mementingkan kepentingan keluarga.

Total 100,0

Kennedy (2002) menyatakan bahwa di Malaysia, beberapa hukum masih mendiskriminasikan perempuan. Salah satunya dibuktikan dengan hanya sedikit perempuan yang menjabat pada kedutaan dengan rasio dibandingkan dengan laki-laki yaitu 1 dibanding 22. 4.5.2 Pengaruh Suku terhadap Efektivitas Pemimpin

Untuk mengetahui apakah suku/etnis berpengaruh dalam keefektifan pemimimpin, responden diminta menjawab mengenai apakah suku/etnis berpengaruh pada efektivitas pemimpin dengan memilih skala dalam Likert scale. Hasil yang didapatkan ditunjukkan pada Tabel 4.9 dan Tabel 4.10 di bawah ini.

Tabel 4.9 Pengaruh Suku terhadap Efektivitas Pemimpin

No Pilihan Jumlah Persentase

1 Sangat Tidak Setuju 25 28,1%

2 Tidak Setuju 28 31,5%

3 Agak Tidak Setuju 5 5,6%

4 Netral 19 21,3%

5 Agak Setuju 6 6,7%

6 Setuju 5 5,6%

7 Sangat Setuju 1 1,1%

Tabel 4.10 Alasan untuk Pengaruh Suku terhadap Efektivitas Pemimpin No Kelompok Jawaban Persentase (%) Alasan 1 Cenderung Tidak Setuju

65,2 Suku/etnis tidak berpengaruh lebih berpengaruh ke background pendidikan karakter, pola pikir, moral; Banyak contoh pemimpimpin di Indonesia dari berbagai etnis. 2 Netral 21,3 Tergantung dari background perusahaan dari suku yang

homogen atau tidak; Suku/etnis sedikit berpengaruh ke karakter, sifat; Faktor budaya membentuk karakter dan perilaku dasar.

3 Cenderung Setuju

13,5 Suku/etnis membangun karakter tertentu (cara berbicara, mengambil kesimpulan, cara berfikir).

Total 100,0

Menurut Kennnedy (2002), etnis memiliki proporsi yang berbeda untuk menjadi seorang pemimpin. Pada penelitian lain, Selvarajah dan Meyer (2008) yang juga melakukan penelitian tentang kepemimpinan di Malaysia menyatakan bahwa garis etnis melatarbelakangi perilaku khas seorang pemimpin

5. Kesimpulan dan Saran