• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persepsi Masyarakat Pengguna Hutan Kota terhadap Definisi Hutan Kota

Persepsi responden terhadap defenisi hutan kota terbagi menjadi 5 (lima)

bagian seperti terlihat pada Tabel 9 berikut:

Tabel 9. Persepsi Masyarakat Pengguna Hutan Kota terhadap Definisi Hutan Kota

NO

Persepsi Responden terhadap Definisi Hutan

Kota

Nama Hutan Kota Taman Rekreasi dan

Olahraga Gajah Mada

Hutan Kota Taman Beringin Taman Kota Teladan Jumlah (orang) Persen (%) Jumlah

(orang) Persen (%) Jumlah (orang) Persen (%) 1 Hutan kota merupakan

kumpulan dari pohon-pohon yang berada di tengah-tengah kota

2 6,06 2 5,71 2 5

2 Hutan kota merupakan suatu areal yang berada di tengah kota yang dikhususkan sebagai tempat rekreasi

4 12,12 4 11,42 4 10

3 Hutan kota merupakan suatu areal yang merupakan paru-paru kota

10 30,30 12 34,28 14 35

4 Hutan kota merupakan suatu kawasan dalam kota yang didominasi oleh pepohonan yang habitatnya dibiarkan tumbuh secara alami sebagi daerah penyangga air dan pelindung flora dan fauna di perkotaan

17 51,51 17 48,57 20 50

5 Tidak tahu 0 0 0 0 0 0

Total 33 100 35 100 40 100

Sumber: Data Primer

Berdasarkan Tabel 9 di atas diketahui bahwa persepsi masyarakat

kota adalah kumpulan dari pohon-pohon yang berada di tengah-tengah kota,

sebagai suatu areal yang yang berada di tengah kota yang dikhususkan sebagai

tempat rekreasi, dan sebagai kawasan dalam kota yang didominasi oleh

pepohonan yang habitatnya dibiarkan tumbuh secara alami sebagai daerah

penyangga air dan pelindung flora dan fauna di perkotaan.

Responden yang mengatakan bahwa hutan kota sebagai suatu kawasan

dalam kota yang didominasi oleh pepohonan yang habitatnya dibiarkan tumbuh

secara alami sebagi daerah penyangga air dan pelindung flora dan fauna di

perkotaan untuk Taman Rekreasi dan Olahraga Gajah Mada sebanyak 17 orang

(51,51%), untuk Hutan Kota Taman Beringin sebanyak 17 orang (48,57%) dan

untuk Taman Kota Teladan sebanyak 20 orang (50%). Menurut responden hutan

kota merupakan daerah penyangga air untuk mengatasi masalah banjir yang sering

terjadi kota Medan juga sebagai tempat pelestarian dan perlindungan flora dan

fauna sehingga kita harus lebih memperhatikan dan menjaga keberadaan hutan

kota.

Responden yang mengatakan hutan kota sebagai suatu areal yang

merupakan paru-paru kota untuk Taman Rekreasi dan Olahraga Gajah Mada

sebanyak 10 orang (30,30%), untuk Hutan Kota Taman Beringin sebanyak 12

orang (34,28%) dan untuk Taman Kota Teladan sebanyak 14 orang (35%).

Menurut responden, hutan kota terdefinisi sebagai paru-paru kota yang sangat

penting untuk kehidupan masyarakat perkotaan. Dengan adanya hutan kota maka

ada tempat di dalam suatu arel perkotaan yang menyediakan udara bersih dan

berperan dalam mengurangi jumlah polutan yang terdapat di udara. Oleh karena

bahwa hutan kota sebagai suatu areal yang berada di tengah kota yang

dikhususkan sebagai tempat rekreasi untuk Taman Rekreasi dan Olahraga Gajah

Mada sebanyak 4 orang (12,12%), untuk Hutan Kota Taman Beringin sebanyak 4

orang (11,42%) dan untuk Taman Kota Teladan sebanyak 4 orang (10%).

Menurut responden hutan kota merupakan suatu sarana publik yang dikhususkan

sebagi tempat rekreasi dan olah raga bagi masyrakat perkotaan.

Responden yang mengatakan bahwa hutan kota sebagai kumpulan dari

pohon-pohon yang berada di tengah kota untuk Taman Rekreasi dan Olahraga

Gajah Mada sebanyak 2 orang (6,06%), untuk Hutan Kota Taman Beringin

sebanyak 2 orang (5,71%) dan untuk Taman Kota Teladan sebanyak 2 orang

(5%). Menurut responden hutan kota merupakan kumpulan dari banyak pohon

yang di tata dengan sedemikian rupa dan berada tepat di tengah-tengah kota.

Persepsi Masyarakat tentang Manfaat Hutan Kota

Responden memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang manfaat hutan

kota sebagai hidrologi, ekonomi, klimatologi, estetika dan pencegah banjir seperti

Tabel 10 berikut ini:

Tabel 10. Persepsi Responden tentang Manfaat Hutan Kota NO Persepsi Responden tentang

Manfaat Hutan Kota

Nama Hutan Kota Taman Rekreasi dan

Olahraga Gajah Mada

Hutan Kota Taman Beringin Taman Kota Teladan Jumlah (orang) Persen (%) Jumlah (orang) Persen (%) Jumlah (orang) Persen (%) 1 Hidrologi 3 9,09 2 5,71 6 15 2 Ekonomi 6 18,18 5 14,28 4 10 3 Klimatologi 10 30,30 10 28,47 8 20 4 Estetika 12 36,36 13 37,14 18 45 5 Pencegah Banjir 2 6,06 5 14,28 4 10 Total 33 100 35 100 40 100

Sumber: Data Primer

Berdasarkan Tabel 10 di atas diketahui bahwa hutan kota bermanfaat

sebagai hidrologi, ekonomi, klimatologi, estetika dan pencegah banjir. Responden

yang mengatakan bahwa hutan kota bermanfaat sebagai pengatur tata air atau

hidrologi untuk Taman Rekreasi dan Gajah Mada sebanyak 3 orang (9,09%),

untuk Hutan Kota Taman Beringin sebanyak 2 orang (5,71%) dan untuk Taman

Kota Teladan sebanyak 6 orang (15%) . Responden yang setuju bahwa hutan kota

bermanfaat sebagai pengatur iklim (klimatologi) dan penghasil Oksigen untuk

Taman Rekreasi dan Olahraga Gajah Mada sebanyak 10 orang (30,30%), untuk

Hutan Kota Taman Beringin 10 orang (28,47%) dan untuk Taman Kota Teladan

sebanyak 8 orang (20%), sebanyak 6 orang atau 18,18 % dari responden di Taman

Rekreasi dan Olahraga Gajah Mada mengatakan bahwa hutan kota bermanfaat

dilihat dari segi ekonomi sementara di Hutan Kota Taman Beringin sebanyak 5

orang (14,28%) sedangkan di Taman Kota Teladan hanya 4 orang (10%). Hutan

kota bermanfaat dengan keindahan alam yang diberikan (nilai estetika) yang

menjadikan hutan kota sebagai tempat rekreasi, responden yang setuju dengan

pendapat ini untuk Taman Rekreasi dan Olahraga Gajah Mada sebanyak 12 orang

(36,36%), untuk Hutan Kota Taman Beringin sebanyak 13 orang (37,14%) dan

untuk Taman Kota Teladan sebanyak 18 Orang (45%). Selain itu hutan kota juga

bermanfaat sebagai pencegah banjir dan responden yang setuju dengan pendapat

tersebut untuk Taman Rekreasi dan Olahraga Gajah Mada sebanyak 2 orang

(6,06%), untuk Hutan Kota Taman Beringin sebanyak 5 orang (14,28%) dan

untuk Taman Kota Teladan sebanyak 4 orang (10%) .

Pada dasarnya persepsi masyarakat tentang manfaat hutan kota adalah

positif dipengaruhi oleh faktor sumber informasi tentang manfaat hutan kota.

Faktor lainnya yang mempengaruhi kesamaan persepsi tentang manfaat hutan kota

oleh sebagian masyarakat adalah manfaat langsung yang dirasakan oleh

masyarakat pengguna Hutan kota tersebut dimana pengalaman responden yang

sudah lama berinteraksi dengan hutan kota juga mempengaruhi persepsi

masyarakat tentang manfaat hutan kota. Hal ini sesuai dengan pendapat yang

dikemukakan oleh Insusanty (2001) bahwa persepsi seseorang dipengaruhi oleh

pengalaman hidupnya.

Hal ini sesuai dengan pendapat responden yang mengatakan bahwa

manfaat hutan kota yang dirasakan langsung dalam kehidupannya sehari-hari

terlihat sangat nyata seperti oksigen yang dihirup setiap harinya, kemudian iklim

yang konstan atau tidak berubah-ubah hal ini menunjukkan manfaat klimatologi

dari Hutan kota. Namun tidak semua pendapat sama karena responden yang lain

mengatakan manfaat hutan kota yang dirasakan langsung dapat dilihat dari segi

estetikanya. Salah satu contoh manfaatnya yaitu mempercantik dan memperindah

kota. Bentuk-bentuk pemanfaatan yang dilakukan masyarakat seperti menikmati

nilai estetika, hidrologi, ekonomi dan klimatologi terhadap hutan kota sangatlah

baik. Masyarakat dapat menikmati manfaat dari Hutan kota secara langsung sesuai

Persepsi Masyarakat terhadap Peranan Pemerintah dalam Keberadaan Hutan kota

Hasil dari penyebaran kuisioner yang dilakukan diketahui persepsi

masyarakat terhadap peranan pemerintah dalam keberadan Hutan kota seperti

terlihat pada Tabel 11 berikut ini :

Tabel 11. Persepsi Masyarakat terhadap Peranan Pemerintah NO Persepsi Masyarakat

terhadap Peranan Pemerintah Dalam Keberadan Hutan Kota

Nama Hutan Kota Taman Rekreasi dan

Olahraga Gajah Mada

Hutan Kota Taman Beringin Taman Kota Teladan Jumlah (orang) Persen (%) Jumlah (orang) Persen (%) Jumlah (orang) Persen (%) 1 Tidak berperan 0 0 0 0 0 0

2 Berperan tapi tidak ada tindakan

20 60,60 23 65,71 25 62,5

Dokumen terkait