Karakteristik Responden
Peneliti menyebarkan kuesioner kepada 200 orang yang terdiri dari 100 orang untuk masing-masing produk high involvement dan low involvement yang dibagi lagi menjadi 50 orang untuk keempat merek produk domestik maupun luar negeri yaitu Rexona, Casablanca (produk deodorant), serta Lays dan Chitato (produk snack), untuk mengantisipasi jika ada data yang tidak bisa digunakan maka peneliti menambahkan jumlah responden sebanyak 20 orang. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan, pengeluaran per bulan. Berdasarkan tabel di Lampiran 6, responden didominasi oleh perempuan sebanyak 120 orang dengan presentase 60%, dengan usia mayoritas responden yaitu 18-25 tahun sebanyak 138 orang dengan presentase 69%. Responden mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa dengan pengeluaran per bulan terbanyak adalah sebesar Rp.
1.000.000,00 – Rp. 2.000.000,00.
Uji Validitas
Sebelum mengolah data sebanyak 200 responden, peneliti melakukan pre test terhadap 30 orang responden untuk menguji validitas hasil skala Personal Involvement Inventory (PII). Hasil pengujian pada Lampiran 3 menyatakan bahwa semua variabel, untuk kategori makanan dan perawatan diri valid. Dengan 30 responden, r tabel untuk alpha 5% adalah sebesar 0,361 sehingga jika dibandingkan dengan semua butir-butir pernyataan untuk variabel makanan maupun perawatan diri bernilai > 0,361 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua butir soal adalah valid.
Selanjutnya peneliti menyebarkan kuesioner kepada 200 responden yang terdiri dari masing-masing 50 orang untuk untuk keempat merek produk (Rexona, Casablanca, Lays, dan Chitato) dan melakukan pengujian model pengukuran atau analisa outer model untuk memastikan bahwa indikator dan variabel yang digunakan layak untuk dijadikan pengukuran. Pengujian validitas atas konstruk dalam PLS terdiri atas validitas konvergen (convergent validity) dan validitas diskriminan (discriminant validity). Berdasarkan hasil pengujian model
19
pengukuran pada Lampiran 3 untuk produk high involvement, semua indikator untuk variabel COO, brand attitude, dan keputusan pembelian memiliki nilai faktor loading > 0,6 dan AVE > 0,5, kecuali indikator coo_1, coo_2, dan kb_hi_4 sehingga dihapus karena tidak signifikan. Untuk produk low involvement, semua indikator untuk COO, brand attitude, dan keputusan pembelian memiliki nilai faktor loading > 0,6 dan AVE > 0,5, kecuali indikator coo_1, coo_2, dan kb_lo_5 sehingga dihapus karena tidak signifikan. Nilai faktor loading > 0,5 sudah dianggap signifikan secara praktis menurut Hair et. Al (2006) dengan nilai AVE yang juga harus memenuhi > 0,5 menurut Chin (1995) dalam Abdillah dan Hartono (2015:195).
Setelah tidak ditemukan masalah dengan convergent validity, maka selanjutnya yang diuji adalah discriminant validity, dengan melihat dari nilai cross loading dan membandingkan akar AVE untuk setiap konstruk dengan korelasi antara konstruk dengan konstruk lainnya dalam model, akar AVE untuk tiap konstruk harus lebih besar daripada korelasi antara konstruk dengan konstruk lainnya dalam model. Tabel cross loading high involvement maupun low involvement pada Lampiran 3 menunjukkan bahwa masing-masing variabel laten memprediksi ukuran pada blok mereka jauh lebih baik daripada ukuran pada blok lainnya (misalnya baris coo_3, coo_4, coo_5, coo_6, coo_7 pada kolom COO High Involvement), yang ditunjukkan dengan nilai loading dari masing-masing item indikator terhadap variabelnya lebih besar daripada nilai cross loadingnya terhadap variabel lain. Pada model juga ditemukan akar AVE untuk setiap konstruk lebih besar daripada korelasi antara konstruk dengan konstruk lainnya dalam model, sehingga dapat disimpulkan bahwa syarat discriminant validity terpenuhi.
Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dengan program SPSS untuk masing-masing butir pernyataan dalam skala PII untuk kategori produk Makanan dan Perawatan Diri menunjukkan bahwa semuanya reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha > 0,6 (Sugiyono, 2012:184). Variabel Makanan mempunyai nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,697 dan variabel Perawatan Diri mempunyai nilai Cronbach’s Alpha
20
sebesar 0,844 (Lampiran 4). Selanjutnya untuk mengukur konsistensi internal alat ukur dalam PLS digunakan metode Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability dengan minimal masing-masing nilai 0,7. Cronbach’s Alpha berfungsi untuk mengukur batas bawah nilai reliabilitas suatu konstruk, sedangkan composite reliability untuk mengukur nilai sesungguhnya reliabilitas suatu konstruk (Chin, 1995 dalam Abdillah dan Hartono, 2015:196). Dalam penelitian ini terbukti bahwa semua variabel memiliki Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability >
0,7 sehingga tidak ditemukan permasalahan unidimensionalitas atau reliabilitas pada model. Variabel Country of Origin (COO) produk High Involvement masing-masing memiliki nilai Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability sebesar 0,865 dan 0,899, serta COO produk Low Involvement masing-masing memiliki nilai Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability sebesar 0,878 dan 0,911. Variabel Brand Attitude pada Produk High Involvement masing-masing memiliki nilai Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability sebesar 0,827 dan 0,877, serta untuk Low Involvement sebesar 0,819 dan 0,869. Variabel keputusan pembelian produk High Involvement masing-masing memiliki nilai Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability sebesar 0,836 dan 0,885, serta untuk Low Involvement masing-masing sebesar 0,756 dan 0,834 (Lampiran 4). Semua nilai Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability lebih besar dari 0,7 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel adalah reliabel.
Uji T Dua Sampel Berpasangan (Paired Sample T Test)
Sebelum melakukan pengolahan data sebanyak 200 responden, peneliti melakukan pre-test kepada 30 orang responden yang berasal dari kalangan mahasiswa untuk menguji apakah kategori produk makanan dan perawatan diri memang memiliki perbedaan yang signifikan bagi responden dengan menggunakan skala Personal Inventory Involvement atau PII (Lampiran 5) sehingga dapat mengidentifikasi produk low involvement dan high involvement, kategori produk yang dipilih yaitu makanan, minuman, parfum, dan perawatan diri. Hasil uji sampel dua berpasangan (paired sample t test) menunjukkan bahwa kategori produk makanan dan perawatan diri menunjukkan hasil perbedaan yang paling signifikan dengan tingkat signifikansi 0,026 < 0,05 (alpha). Oleh karena itu, produk makanan dan perawatan diri dapat digunakan untuk penelitian dan
21
selanjutnya produk makanan yaitu snack ditetapkan sebagai produk low involvement, sedangkan produk perawatan diri yaitu deodorant adalah produk high involvement.
Statistik Deskriptif
Tabel 4.1
Statistik Deskriptif Country of Origin Produk High Involvement dan Low Involvement 1 Negara asal merek produk memiliki iklim
perekonomian yang stabil 3,46 3,51
2 Negara asal merek produk termasuk negara maju 3,61 3,7 3 Negara asal merek produk sudah menerapkan
teknologi yang canggih 3,8 3,87
4 Negara asal merek produk terkenal atas kualitas
hasil produknya. 3,75 3,8
5 Negara asal merek produk banyak memiliki tenaga
kerja yang terlatih dan terdidik 3,6 3,65
Total Rata-rata 3,644 3,706
Sumber: Data diolah, 2017
Berdasarkan tabel 4.1, total skor rata-rata indikator jawaban untuk variabel country of origin (COO) bernilai sebesar 3,644 untuk produk high involvement dan 3,706 untuk produk low involvement. Hal ini menunjukkan bahwa para responden memiliki sikap yang positif terhadap COO produk deodorant maupun snack. Nilai indikator empirik tertinggi untuk kedua jenis produk adalah negara asal merek sudah menerapkan teknologi yang canggih. Responden menggunakan COO sebagai bahan pertimbangan terutama ketika negara asal yang mereka persepsikan dikenal akan kemajuan teknologinya dalam membuat produk, sehingga semakin maju teknologi di suatu negara maka akan semakin dinilai baik dan produknya disukai oleh konsumen.
22 Tabel 4.2
Statistik Deskriptif Brand Attitude Produk High Involvement dan Low Involvement 1 Saya yakin produk memiliki kualitas yang baik. 3,6 3,99 2 Saya yakin dengan keamanan produk karena
familiar bagi saya. 3,55 3,97
3 Saya merasa senang ketika saya dapat membeli
produk sesuai dengan yang saya inginkan. 3,4 3,93
4 Saya sangat menyukai tampilan kemasan produk. 3,35 3,82 5 Setelah mempertimbangkan segala kemungkinan,
maka saya membeli produk . 3,43 3,75
Total Rata-rata 3,466 3,892
Sumber: Data diolah, 2017
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa brand attitude atau sikap responden atas merek, baik untuk produk high involvement maupun low involvement adalah positif atau favorabel yang ditunjukkan dengan total rata-rata skor masing-masing sebesar 3,466 dan 3,892. Nilai indikator empirik tertinggi untuk kedua jenis produk adalah responden memiliki keyakinan atas kualitas produk high involvement maupun low involvement ketika akan membeli produk, hal ini dapat terjadi salah satunya karena produk sudah beredar lama di suatu negara sehingga akan membentuk persepsi kualitas yang baik bagi responden.
Tabel 4.3
Statistik Deskriptif Keputusan Pembelian Produk High Involvement dan Low Involvement
23
2 Kebutuhan saya terhadap produk sangat tinggi. 2,73 2,45 3 Saya merasa senang ketika saya dapat membeli
produk sesuai dengan yang saya inginkan. 2,96 2,83
4 Saya mencari informasi seputar produk sebelum
melakukan pembelian. 3,24 2,8
6 Saya akan merekomendasikan produk kepada
orang lain. 3,42 3,52
Total Rata-rata 3,156 2,928
Sumber: Data diolah, 2017
Tabel 4.3 menunjukkan bahwa keputusan pembelian responden terkait dengan COO produk high involvement dan low involvement adalah netral, yang ditunjukkan dengan nilai total rata-rata sebesar 3,156 dan 2,928. Sikap netral responden terkait COO produk ditunjukkan dengan nilai tertinggi pada indikator responden membeli produk high involvement untuk memenuhi kebutuhannya, sementara untuk produk low involvement responden akan merekomendasikannya kepada orang lain.
24