• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA 1. Hasil Penelitian

Dalam dokumen Buku Panduan Bedah 07 (Isi) (Halaman 48-53)

Kepala Bagian/Staf Medik Fungsional

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA 1. Hasil Penelitian

Bab ini memuat semua hasil penelitian yang relevan dengan tujuan dan hipotesisnya. Penyajian hasil penelitian dapat disertai tabel, grafik, foto dan bentuk penyajian data yang lain. Tata cara penyajian tabel, grafik, foto harus sesuai dengan ketentuan yang baku.

2. Analisis data

Bab ini memuat hasil analisis data, sedangkan perhitungan statistik dimuat sebagai lampiran. BAB 6 PEMBAHASAN

Bab pembahasan merupakan bagian terpenting dari karya akhir. Bab ini menunjukkan tingkat penguasaan peneliti terhadap konsep dan teori yang digunakan dan dipadukan hasil penelitian.

• Menalar hasil penelitian secara teori empiris sehingga dapat menjelaskan rumusan masalah yang diajukan.

• Merumuskan teori yang dihasilkan dari penelitian.

• Panduan temuan penelitian dengan hasil penelitian sebelumnya serta bagaimana kaitannya dengan penelitian ini.

• Memahami keterbatasan penelitian yang dilakukan sehingga dapat memberikan saran bagi penelitian selanjutnya.

BAB 7 SIMPULAN DAN SARAN 1. Simpulan

Simpulan merupakan sintesis (generalisasi) dari pembahasan yang sekurang-kurangnya teridiri dari (1) jawaban terhadap rumusan masalah dan (2) hal baru yang ditemukan dan prospeknya. 2. Saran

Saran merupakan implikasi hasil penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penggunaan praktis. Sekurang-kurangnya memberi saran bagi peneliti selanjutnya, sebagai hasil pemikiran peneliti atas keterbatasan penelitian yang dilakukan.

• Bagian akhir, sebagai berikut: a. Daftar rujukan

Penulisan daftar rujukan tidak memerlukan pencantuman bab, sebab daftar rujukan tidak termasuk bagian ilmiah dari karya tulis ilmiah yang dipakai adalah Harvard style.

b. Lampiran

Lampiran yakni tempat untuk menyajikan keterangan atau angka tambahan. Didalamnya dapat dihimpun cara penelitian, contoh perhitungan statistik yang apabila dicantumkan kedalam bagian isi akan menganggu jalannya cerita.

Tata Cara Penulisan Karya Akhir 1) Bahasa yang digunakan:

a. Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

b. Bila diperlukan atau belum ada istilah yang tepat dalam bahasa Indonesia boleh menggunakan bahasa aslinya dengan memperhatikan tata cara penulisan bahasa asing.

c. Abstrak ditulis dengan menggunakan bahasa Inggris disertai dengan kata kunci (keywords). 2) Kertas sampul

a. Kertas sampul : buffalo, linen b. Warna kertas hijau.

3) Kertas untuk materi : kertas HVS 70 gr, ukuran kwarto (A4L) dan warna putih.

4) Tabel dan gambar disajikan pada kertas materi, kecuali keadaan tertentu dapat menggunakan kertas dan ukuran berbeda.

5) Pengetikan naskah:

a. Naskah diketik dengan mesin ketik standar IBM atau komputer.

b. Jarak 1½ spasi termasuk abstrak, kecuali pada grafik dan tabel sesuai kebutuhan.

c. Seluruh naskah menggunakan huruf yang berukuran sama, kecuali kata asing dicetak miring, tebal atau diberi garis bawah.

d. Awal paragraf dimulai pada ketukan 5 atau 6 dari tepi kiri.

e. Setiap bab diberi nomor urut dengan angka latin (Bab 1, Bab 2, Bab 3 dst) yang ditulis diatas judul Bab. 6) Jarak spasi:

a. 3 cm dari tepi atas b. 3 cm dari tepi bawah c. 4 cm dari tepi kiri d. 3 cm dari tepi kanan.

7) Penulisan nomor halaman:

a. Nomor halaman untuk bagian awal naskah (sebelum Bab Pendahuluan) menggunakan huruf romawi kecil (i,ii,iii dst) ditulis dibagian bawah tengah 3 spasi dibawah teks.

b. Lembar halaman judul tetap dihitung tetapi tidak diberi nomor. c. Mulai Bab pendahulu diberi nomor dengan angka latin (1,2,3 dst).

d. Pada halaman dengan judul bab, nomor halaman ditulis dibawah tengah (4 spasi dari teks).

e. Pada halaman lain, nomor halaman ditulis dengan angka latin yang ditulis di kanan atas (1,5 cm dari teks).

8) Tabel dan gambar:

a. Tabel diberi nomor dengan angka latin, sesuai dengan nomor bab tempat tabel ditentukan, diikuti dengan nomor urut tabel dengan angka latin.

b. Contoh : tabel 2.1 (tabel ini di bab 2 Tinjauan Rujukan merupakan tabel pertama). c. Tabel diberi judul di atas tabel yang ditulis 1 spasi.

d. Gambar diberi nomor urut dengan angka latin, sesuai dengan nomor urut gambar tersebut pada setiap bab. Nomor bab ditulis didepan nomor urut gambar dengan angka latin.

e. Contoh : gambar 2.1 (gambar ini di Bab 2 Tinjauan Rujukan merupakan gambar pertama). f. Gambar diberi judul dibawah gambar, ditulis 2 spasi.

g. Tabel dan gambar yang perlu disajikan dilembar yang lebih luas, dapat dilihat disesuaikan dengan luas halaman materi.

h. Tabel dan gambar dapat diambil dari buku lain dan harus dicantumkan sumbernya. 9) Kutipan:

a. Kutipan atau cuplikan ditulis sesuai dengan naskah aslinya, berupa bahasa Indonesia atau bahasa asing. b. Kutipan ditulis dengan jarak tepi kiri dan kanan yang berbeda dengan teks yang lain.

c. Ditulis dengan 1 spasi, diawali dengan tanda petik (”) dan juga diakhir dengan tanda petik (”). 10) Cara penulisan daftar rujukan yang dipakai adalah harvard style

Penulisan daftar rujukan tidak memerlukan pencantuman bab, sebab daftar rujukan tidak termasuk bagian ilmiah dari karya tulis ilmiah..

Tata Cara Ujian Karya Akhir dan Penilaian

Naskah karya akhir harus sudah diserahkan kepada seluruh staf dan peserta PPDS Ilmu Bedah 1 minggu sebelum ujian karya akhir.

Ujian dilakukan di ruang ujian Bag/SMF Obgin FK Unud/RSUP Sanglah Denpasar atau di tempat lain atas kepakatan.

Peserta melapor dan mengingatkan kembali penguji 2 hari sebelum hari ujian. Peserta dan penguji berpakaian kerja harian.

Ujian karya akhir dilakukan secara terbuka, dapat dihadiri oleh seluruh staf dan peserta PPDS Ilmu Bedah. Ujian dibuka oleh Ketua Tim Penguji dan menanyakan kesiapan peserta.

Masing-masing penguji diberikan kesempatan yang sama.

Penguji juga menilai jawaban peserta terhadap pertanyaan oleh penguji lain.

Ujian tesis dilaksanakan oleh tim penguji karya akhir berdasarkan Surat Keputusan Dekan FK Unud, sesuai jadwal yang telah disepakati pada forum ilmiah dengan ketentuan :

a. Presentasi : 20 menit b. Diskusi : 30 menit c. Rangkuman : 10 menit

Pembimbing materi harus hadir dan konsultan metodologi diharapkan hadir mendampingi peserta (peserta PPDS Ilmu Bedah) saat dilakukan ujian karya akhir.

Ujian tidak boleh dibatalkan, apabila tim penilai berhalangan dapat digantikan oleh Kepala Bagian, Sekretaris Bagian, KPS, ataupun SPS.

d. Penyusunan e. Penyajian f. Slide transparan g. Diskusi .

Lembar evaluasi dan berita acara ujian tesis terlampir. Ujian ditutup.

Lembar penilaian dikumpulkan.

Tata Cara Penulisan Rujukan Vancouver style

1) Sistem ini menggunakan sistem nomor disertai penyeragaman cara penulisannya dengan cara menunjukkan didalam naskah dan pemberian urutan nomor sesuai dengan pemunculannya yang pertama kali didalam naskah.

2) Nama semua penulis ditulis untuk jumlah penulis sampai lima, bila jumlahnya lebih dari lima maka hanya tiga penulis pertama disebutkan dan diikuti dengan et.al.

Contoh :

a. Untuk majalah:

1. Basta MT, Kholy AE. Enzyme-linked immunosorbent assay fordetermination of Antibodies J Immunol 1975:23:7-11.

2. Badwin KM, Winder WW, Terjung RL, et.al, Glycolityenzymes in different types of skeletal muscle : adaptaion to exercice. Am J Physol 1973:225:962-6.

b. Untuk buku dan monografi:

1. Weinstein L. Swarts MN. Pathogenic Properties of invading microorganisms. In : Sodeman WA JR, eds Pathologic Physiology : Mechanisms of Disease, Philadelphia WB Saunders, 1974:457-72. 2. Amelar, RD. Infertility in Me FA. Davis Co Philadelphia. 1996.

3. Guyton AC. Textbook of Medical Physiology. 4th ed. Philadelphia : WB Sauders, 1971. c. Untuk penerbitan badan atau lembaga resmi:

National Centre, for Health Statistics, Acute condition : Incidence and associal Disability Rochville, Maryland : National Centre for Health Statistics, 1972.

Harvard style

1) Daftar rujukan disusun secara alfabetik berdasarkan nama penulis (nama keluarga atau pengganti nama keluarga yang ditaruh didepan).

2) Penunjukan didalam naskah dengan mencantumkan tahun penerbitan diantara tanda kurung mengikuti nama penulis atau dengan mencantumkan nama penulis dan tahun penerbitan diantara tnda kurung pada akhir kalimat.

3) Contoh : “Pauling (1970) melaporkan manfaat Vitamin C dosis tinggi..” atau ”Vitamin C dosis tinggi dilaporkan bermanfaat menghambat pertumbuhan sel tumor (Pauling, 1979)”.

4) Apabila terdapat penulisan pertama yang sama, maka urutan abjad berdasarkan nama pengarang berikutnya, atau bila penulisnya sama, maka disusun secara kronologis (menurut tahun penerbitan). Untuk nama penulis dan tahun yang sama, maka ditambahkan huruf a,b,c dst.

Contoh:

Bishop J, 1987. The moleculer Genetics of Cancer. Science 235:305-311.

Kaplan A.P., Kay A.B and Austen K.F. 1972. A Prealbumin Activator of Prekallikrein. J. Exp. Med : 135,81-87.

Kaplan A.P., Goetzl E.J and Austen K.F. 1973. The Fibrinolytic Pathway, J. Clin. Invest. 52:2591-2592. b. Untuk buku dan monografi:

Arief BAS, Bayu, 1992. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah. 1st edition, surabaya : University Press, hal 200-230.

Dubowtiz V. and Brooke M.H. 1973. Nucleoside disphosphokinase. In : Wnzynes (Boyer P.D., ed), Vol. 8, 3rd ed, pp. 307-333.

Vorherr H, 1980. Treatment of Primary and Recurrant Breast Cancer. In Breast Cancer : Epidemiologi, Endocrinologi, Biochemistry and Pathology. Baltimore : Urban and Achwarzenberg, pp. 374-408.

c. Untuk badan atau lembaga:

Educational Testing Service 1964. The Cooperative Mathematis Test Handbok. Educational Testing Service, Princeton.

d. Untuk Tesis:

Dunnington DJ, 1984. The Development and Study of Single-cell-cloned Metaplasing Mammary Tumor Cell System in The Rat. Disertation, University of London, England.

e. Untuk penulisan orang Indonesia:

Untuk penulisan orang Indonesia dipakai pedoman penulisan Dikti. Contoh : Anisa Sabrina Yuliati ditulis Yuliati AS.

6.8. KLARIFIKASI MORBIDITAS, CUTI, HAK & KEWAJIBAN RESIDEN,

PAKAIAN, BADAN PENGADUAN DAN PEMBELAAN RESIDEN

A. Klarifikasi Morbiditas 1. Tim Klarifikasi

Tingkat I : Supervissor tempat tugas / saat tugas

Tingkat II : Kepala Laboratorium, Ketua Tim : KPS (merangkap anggota), Sekretarir : SPS (merangkap anggota) dan Supervisor yang bersangkutan (anggota)

2. Cara Kerja

• Klarifikasi tingkat I dilakukan oleh supervissor tempat tugas / supervissor jaga dengan kelompok peserta PPDS yang terlibat

• Bila terjadi kesepakatan maka dilakukan penandatanganan oleh residen, supervisor tempat tugas dan KPS

• Bila tidak terjadi kesepakatan/bila ada kasus khusus dilakukan klarifikasi tingkat II

• Bila ada kasus-kasus khusus yang tampaknya akan bermasalah harus melibatkan kepala bagian

Skema Kerja :

KEPUTUSAN BAGIAN

Dalam dokumen Buku Panduan Bedah 07 (Isi) (Halaman 48-53)

Dokumen terkait