• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Panduan Bedah 07 (Isi)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Buku Panduan Bedah 07 (Isi)"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

Era globalisasi dewasa ini tidak bisa dihindari oleh institusi apapun termasuk program studi ilmu bedah. Pada saat ini tidak ada lagi batas negara dan bangsa. Komunikasi sangat cepat dan teknologi semakin maju. Disisi lain Progran Studi Ilmu Bedah FK Unud / RS Sanglah yang telah berdiri sejak tanggal 16 Agustus 1991 berdasarkan SK Dirjen Dikti 050/Dikti/Kep/1991 tentang pembentukan program Studi Ilmu Bedah, belum menampakkan kiprahnya ditingkat nasional maupun internasional terbukti dengan tidak adanya rujukan berasal dari Bag/SMF Ilmu Bedah FK Unud/RS Sanglah baik dibidang ilmu pengetahuan dan keterampilan bedah. Masalah yang juga cukup memprihatinkan adalah langkanya kesempatan bagi peserta didik untuk latihan ketrampilan bedah kerena keterbatasan jumlah kasus akibat kebijakan managemen Rumah Sakit dan perkembangan ilmu bedah spesialistik yang tidak terbatas. Ilmu Bedah spesialistik berkembang sangat leluasa dan pesat, relatif meninggalkan Ilmu Bedah Umum. Sementara itu tidak ada revitalisasi, reorientasi dan restrukturisasi Ilmu Bedah Umum itu sendiri. Oleh karena itu penguatan Ilmu Bedah Umum menjadi keharusan dan mendesak untuk dilaksanakan disamping kebutuhan spesialisasi bedah umum secara nasional masih banyak. Untuk maksud diatas disusun buku pedoman yang berisi suatu Visi, Misi dan tujuan yang menyeluruh (komprehensive), sasaran program yang jelas, dan kegiatan nyata. Pedoman ini sebagai rencana garis besar dari program studi ilmu bedah FK Unud RS Sanglah yang terus akan berkembang sesuai dengan zaman.

Tujuan :

BUKU PANDUAN INI MERUPAKAN:

• Acuan bagi staf pengajar PPDS I Ilmu Bedah FK UNUD / RSUP Sanglah Denpasar

• Acuan bagi peserta PPDS I Ilmu Bedah FK UNUD / RSUP Sanglah Denpasar.

• Informasi umum tentang gambaran pendidikan PPDS I Ilmu Bedah FK UNUD / RSUP Sanglah Denpasar STRUKTUR BUKU PANDUAN

Buku panduan PPDS I Ilmu Bedah FK UNUD / RSUP Sanglah Denpasar terdiri dari : BAB I : Pendahuluan

BAB II : Kebijakan Sistem

BAB III : Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan BAB IV : Kompetensi Lulusan

BAB V : Peta Kurikulum, Kurikulum, dan Silabus 5.1. Kalender Akademik

5.2. Peta Kurikulum

5.3. Kurikulum dan Silabus BAB VI : Penyelenggaraan Pendidikan

6.1 Organisasi Penyelenggaraan

6.2 Struktur Organisasi, Staf Pengajar, Jejaring dan Fasilitas 6.3 Pendukung Pendidikan

6.4 Seleksi Penerimaan Calon Peserta PPDS 6.5 Panduan Kegiatan Klinik

6.6 Penyelesaian dan Pengeluaran Pendidikan 6.7 Karya Tulis Ilmiah

6.8 Klarifikasi Morbiditas, Cuti, Panduan Konferensi, Panduan Ujian Nasional, dan Pelatihan Keterampilan Bedah Dasar

BAB VII : Metode Pembelajaran

BAB VIII : Metode Evaluasi dan Kriteria Kelulusan BAB IX : Indikator Mutu Luaran

(2)

BAB II

KEBIJAKAN SISTEM

Perguruan Tinggi : Universitas Udayana Denpasar, Bali Pelaksana Proses Pendidikan : Bagian Ilmu Bedah

Program Diakreditasi Oleh : Kolegium Ilmu Bedah FK UNUD / RSUP Sanglah Denpasar SK Dirjen Dikti 050/Dikti/Kep/1991

Gelar Lulusan : Spesialis Bedah (Sp.B)

dan tentative Master Kesehatan (M.Kes) Nama Program Studi : Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Tanggal Penyusunan : Mei 2007

(3)

BAB III

VISI, MISI DAN TUJUAN PENDIDIKAN

Visi :

Pada tahun 2008 Program Studi Ilmu Bedah FK Unud/RS Sanglah menjadi program studi unggul di Indonesia, menghasilkan spesialis bedah dengan kompetensi tinggi dan mampu bersaing secara global.

Misi :

• Menghasilkan Spesialis Bedah yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi, dengan etika moral yang baik.

• Menghasilkan spesialis bedah dengan pengabdian tinggi.

• Mengembangkan program penelitian sehingga menghasilkan penemuan baru.

Tujuan Pendidikan :

1. Meningkatkan kwalitas & kwantitas lulusan spesialis bedah dengan kompetensi tinggi. 2. Meningkatkan kwalitas dan kwantitas penelitian peserta program studi.

3. Meningkatkan kwalitas dan kwantitas pengabdian masyarakat peserta program studi.

4. Menciptakan suasana akademik yang kondusif di Bag/SMF Ilmu Bedah FK Unud RS Sanglah. 5. Meningkatkan kinerja organisasi dan sistem pengelolaan Program Studi.

6. Meningkatkan sustainabilitas dan akuntabilitas Program Studi. 7. Meningkatkan efesiensi dan efektifitas pengelolaan Program Studi.

Sedangkan tujuan khusus pendidikan dapat dibaca pada buku kurikulum program studi Ilmu Bedah tahun 2006.

(4)

BAB IV

KOMPETENSI LULUSAN

Luaran atau kompetensi PPDS Ilmu Bedah FK Unud setelah menyelesaikan program pendidikan maka SpB mempunyai kemampuan sebagai berikut :

1. Berperilaku sesuai dengan Kode Etik Kedokteran Indonesia.

2. Mampu mengatasi masalah penyakit bedah darurat dan bedah elektif sesuai kompetensi (pengetahuan dan ketrampilan) yang didapat selama pendidikan.

3. Mampu mengembangkan diri (KAP) sebagai dokter spesialis bedah sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu bedah invasif minimal. (KAP yang harus dicapai seorang Spesialis Bedah : Lihat Buku Modul Ilmu Bedah tahun 2006).

4. Mampu mengenal masalah bedah di masyarakat dan menyelesaikannya melalui penanganan langsung maupun melalui suatu penelitian.

5. Mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris dalam mengemukakan pendapat dan hasil karya selama dalam menjalankan profesinya, termasuk berkomunikasi dengan penderita.

(5)

BAB V

PETA KURIKULUM, KURIKULUM DAN SILABUS

KALENDER AKADEMIS

1.1. Ujian seleksi masuk

Oktober (semester ganjil) atau Maret (semester genap) Pelaksana : KPS – TKP-PPDS I

1.2. Mulai pendidikan 2 Januari atau 1 Juli

Pengantar : Ka-Bag. I. Bedah

1.3. MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum) (6 bulan)

Catatan: tidak semua senter pendidikan mengikuti program MKDU 1.4. Kursus Pembekalan RS Pendidikan (2 minggu)

1.5. Tahap Bedah Dasar (3 semester) ... Semester I – III  Kursus Ilmu Bedah Dasar

 Stase 9 pos

 Kursus ATLS, BSS, USG

1.6. Ujian OSCA ... Akhir semester III 1.7. Tahap Bedah Lanjut – (6 semester) ... Semester IV-IX

• Stase 9 pos

• Stase ICU

• Stase IRD

• Stase Poliklinik

• Stase RS Jejaring

• Kursus DSTC & Periopearif

• Kursus laparoskopik

Masa chief residen (2 semester): ………. (Semester VIII-IX) 1.8. Ujian Lokal, termasuk Ujian Karya Akhir ... Semester IX 1.9. Ujian Profesi Nasional ... Semester IX 1.10. Wisuda

(6)

A. PETA KURIKULUM

A. TAHAP BEDAH DASAR (SEMESTER I, II, III) a. PRA BEDAH

Durasi Materi Ket

3 Bulan Mata Kuliah Kedokteran Bedah Umum : Anatomi, Fisiologi, Patologi Anatomi, Mikrobiologi, Radiologi, Anesthesiologi dan Bedah Dasar yang diberikan secara komprehensif

Observasi Bangsal dan Jaga (sesuai pengaturan jadwal)

b. Posting / Sirkulasi / Stase dan Jaga

Durasi Materi Ket

20 Bulan Stase di 10 Pos masing-masing 2 bulan untuk mendapatkan ketrampilan (urutan sirkulasi diatur oleh KPS) : Bedah Digestif, Bedah Anak, Bedah Thoraks, Bedah Onkologi, Bedah Plastik, Bedah Urologi, Bedah Orthopaedi, Bedah Saraf , Traumatologi dan Intensive care

Penugasan, Seminar dan Diskusi Ilmu Kedokteran Bedah Dasar

Praktikum Kedokteran Bedah Dasar

Jaga (sesuai pengaturan jadwal) untuk mendapatkan ilmu dan ketrampilan Traumatologi dan Intensive care

B. TAHAP BEDAH LANJUT a. Posting / Sirkulasi / Stase dan Jaga

Materi Ket

Stase di 9 pos masing-masing 3 bulan di Bedah Digestif dan Bedah Onkologi, 2 bulan di Bedah Orthopedi, Bedah Urologi, Bedah Thoraks, Bedah Saraf, Bedah Anak, Bedah Plastik, danTraumatologi

Stase di RS. Mitra Pendidikan selama 2 x 2 bulan

Jaga sesuai pengaturan jadwal) untuk mendapatkan ilmu dan ketrampilan Traumatologi dan Intensive care

b. Chief Residen

Durasi Materi Ket

6 Bulan Manajerial (IRD, IBS, Poli, Ruangan) Tugas RS Luar / Pendidikan Kemandirian Penelitian (Karya Akhir)

Lama Pendidikan sesuai kurikulum adalah 53 bulan (4 tahun 5 bulan)

Rata-rata Total Pendidikan 5 tahun

(7)

B. KURIKULUM DAN SILABUS (lihat di Buku Kurikulum Bedah tahun 2006)

ALUR PENDIDIKAN

SEMESTER

KURSUS

UJIAN

BEDAH

DASAR

BEDAH

LANJUT

1

2

3

ATLS ILMU DASAR

 BSSC

 Min. Invasif Surgery (Dasar)  USG

4

5

6

7

8

9

10

OSCA TNT

PERI-OP LANJUT (CCrISP)

DSTC

Min. Invasif Surgery KOGNITIF

(8)

Instruksi Kerja Peserta PPDS I selama mengikuti Pendidikan Spesialisasi Bedah di PS. FK.UNUD/RSUP Sanglah Denpasar , yaitu :

A. BEDAH DASAR

1. 3 bulan pertama Semester I : Pra Bedah

• PPDS di kategorikan dengan sebutan jaga Ia

• Tugas:

- mengikuti kursus I. Bedah Dasar : Anatomi, Faal, Mikro, PA dll - tugas baca jurnal/ buku teks

- mengikuti acara ilmiah, parade, morbiditas, mortalitas

- tugas pelayanan di poliklinik, unit gawat darurat, bangsal perawatan dan asisten operasi - melakukan tindakan dasar bedah, bedah minor dan operasi dengan bimbingan senior - Evaluasi masa percobaan pada akhir semester I

2. Semester I – V : Jaga I

• PPDS di kategorikan dengan sebutan jaga Ib

• Tugas seperti pada jaga Ia, dengan tambahan:

- mulai membuat referat

- mengajukan kasus dalam parade, morbiditas, mortalitas - mengikuti kursus ATLS, BSS, USG

• Evaluasi akhir semester III dilakukan ujian OSCA B. BEDAH LANJUT

1. Semester V – IX : Jaga II

• PPDS di kategorikan dengan sebutan jaga II

• Tugas seperti pada jaga Ia & Ib, dengan tambahan:

- membuat referat, laporan kasus, surveilen, penelitian - mengajukan kasus dalam parade, morbiditas, mortalitas - mengikuti kursus DSTC, Perioperatif, endo-laparoskopi - tugas di RS Jejaring

• Evaluasi akhir semester VII dengan ujian Kognitif Nasional dan harus telah menyelesaikan 4 karya tulis 2. Semester IX – X : Chief Residen

• PPDS dikategorikan dengan sebutan Chief Resident (residen Pemimpin)

• Tugas seperti pada jaga II, dengan tambahan: - tugas rujukan

- menyelesaikan karya akhir (penelitian)

• Evaluasi akhir dengan ujian profesi nasional Tugas dan Kewajiban

Residen PPDS/trainee bedah di bagian bedah RS pendidikan mempunai tugas dan kewajiban dalam bidang-bidang :

Pertama : Pendidikan, Ilmiah, Penelitian

Kedua : Pelayanan Medik/Pengabdian Masyarakat. 1. Pendidikan Ilmiah dan Penelitian

a. Bidang Kognitif/pengetahuan teori a.1 Mengikuti kegiatan Ilmiah :

- Kuliah/kuliah tutorial

(9)

- Simposium, seminar. - Kursus-kursus - Lokakarya

- Pertemuan Ilmiah Nasional dan Internasional. a.2 Membuat dan menyajikan Karya Ilmiah

- Journal Reading - Referat

- Laporan Kasus - Surveillance

- Penelitian (cohort study, cross sectional atau case control study, diagnostic test, experimental study)

a.3 Membuat Karya Akhir

Diambil dari bentuk salah satu jenis penelitian diatas.

a.4 Mengajar/memberi pelajaran kepada siswa – siswa SPK (Sekolah Perawat Kesehatan) dan membimbing mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Akademi Perawat serta residen PPDS Bedah Umum tingkat dibawahnya.

b. Bidang Psikomotor/Ketrampilan

1. Membuat diagnosa

2. Menggunakan sarana/alat-alat untuk keperluan diagnosa

3. Melakukan perawatan penderita-penderita Pra Bedah dan Pasca Bedah (termasuk persiapan-persiapan)

4. Melakukan tindakan terapi paliatif, kuratif, pembedahan dan tindakan tanpa pembedahan.

5. Mengatasi komplikasi pasca bedah. 6. Melakukan rehabilitasi pasca bedah

7. Melakukan rehabilitasi semua kasus-kasus bedah

8. Mengisi dan membuat laporan kegiatan medis didalam catatan medik beserta seluruh lampiran-lampiran (DALIN, ILO, efek samping obat, dll) dan mengisi buku laporan kegiatan, laporan rujukan serta buku laporan operasi.

Semua kegiatan diatas dilakukan di unit-unit pelayanan seperti UGD, poliklinik, ruangan, kamar operasi sentral, RS rujukan.

c. Bidang Afektif/Attitude/Sikap (didalam maupun diluar Rumah Sakit) 1. Jujur dalam perkataan dan perbuatan

2. Disiplin dalam memenuhi tugas dan kewajiban

3. Bersikap sopan dan santun terhadap senior, teman sejawat, perawat, mahasiswa, pegawai RS/FK dan penderita/keluarga penderita.

4. Bertanggung jawab dan mengutamakan kesehatan/keselamatn penderita.

5. Bertanggung jawab dan turut serta dalam kegiatan pendidikan mahasiswa kedokteran/Akper dan siswa-siswa Perawat Kesehatan.

6. Membina iklim kekeluargaan dan kerjasama sebagai salah satu anggota team di Lab. . Selanjutnya Tugas dan Kewajiban Residen PPDS (lihat panduan kerja

(10)

BEDAH DASAR

A. PRA – BEDAH (3 bulan)

1. ILMU DASAR (Kuliah-Kuliah)

Topik yang akan diberikan a.l adalah :

 Molecular and Cellular Biology  Biochemistry and Metabolism  Fluid Balance and Electrolytes  Hemostasis and Thrombosis

 Physiology of Transfusion Therapy.

 Homeostasic Mechanism in Shock, Trauma & Sepsis  Anesthesia

 Physiology of Wound Healing

 Principles of Surgical Infectious Disease  Basic Concept of Immunology

 Immunobiology of Organ Transplantation  Tumor Biology/ Immunobiology

 Nutrition

 Statistics/ Research Methodology.  Basic Surgical Techniques.

 Respiratory Failure & Lung Emboli  Neurology Physiology

 Physiology of Urnary tract and Urodynamics.  Humaniora.

 Clinical Decision Making  Clinical Audit

 Dasar – dasar Onkologi & Onkologi Bedah  Kamar Bedah dan Tata Cara Kamar Bedah  dll

Jadwal kuliah akan diatur oleh KPS, dan diharapkan dapat dilakukan pada waktu jadwal Pendidik yang berkaitan dengan mata kuliah tersebut diatas memberikan pendidikan dari subspesialisasinya. Hal ini untuk meng-intesifikasi pendidikan bedah dasar dan subspesialisme yang berkaitan.

Topik bedah dasar dapat berubah sesuai dengan keadaan dan kemajuan ilmu pengetahuan itu sendiri.

2. BASIC SURGICAL SKILL COURSE

Kursus ketrampilan yang bersifat nasional yaitu Basic Surgical Skill course (BSS) dijalankan setelah menyelesaikan fase prabedah. BSS COURSE dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu awal dan pertengahan tahun. Untuk Bali/ Universitas Udayana dilakukan berdasarkan rayon bersama dengan Universitas Airlangga dan Universitas Brawijaya.

3. UJIAN KEDOKTERAN DASAR NASIONAL

Ujian Kedokteran Dasar (Nasional) adalah pada bulan Juli dan Desember setiap tahunnya, dan dilakukan pada senter pendidikan masing – masing.

(11)

B. JAGA I (20 Bulan)

Pada periode ini pendidikan ditekankan pada pendidikan mengenai dasar – dasar ilmu kedokteran dan dasar – dasar , yaitu ilmu – ilmu yang bersifat complimentary terhadap dan Ilmu yang berhubungan erat dengan itu sendiri.

Dari segi ketrampilan, pada enam bulan pertama residen Bedah Dasar masih bersifat observer, turut aktif dalam menyiapkan pasien untuk pembedahan, dan belum bertindak sebagai penentu diagnosa dan tindakan (decision maker). Beberapa materi ketrampilan yang harus dikuasai adalah yang bersifat sederhana dan akan tetap diawasi oleh pembimbing.

Pada tahun - tahun berikutnya, pendidikan lebih bersifat aplikasi klinis, yaitu bagaimana residen mentapkan ilmu – ilmu dasar tersebut diatas kepada aplikasi praktis klinis terhadap pasien. Kemampuan klinis dan ketrampilan diharapkan akan terus meningkat oleh pendidikan yang bersifat “magang” ini.

TUJUAN PENDIDIKAN para residen pada tingkat 1 ini adalah :

- Mempelajari dasar keilmuan dari Bedah Umum, untuk dapat meng-aplikasikannya pada pasien, dan memandang pasien dari sudut pandang holistic.

- Mempelajari Dasar Keilmuan dari masing – masing subspesialisme diatas.

- Turut aktif didalam diskusi – diskusi ilmiah subspesialisme tersebut, untuk memperluas khasanah keilmuan dari masing – masing disiplin .

- Membuat diagnosa, dan presentasi kasus dari mulai yang sederhana sampai yang unik dan sulit sesuai dengan tingkat pengetahuan dan ketrampilannya, turut aktif didalam pengobatan dan pembedahannya dan yang terpenting turut aktif dalam follow up pasien tersebut.

MENGIKUTI SIKLUS STASE :

BEDAH DIGESTIF ( Level penguasaan ilmu : mengerti dan memahami) - Akses pembedahan pada saluran cerna

- Pemeriksaan imaging saluran cerna - Diagnosa penyakit bedah saluran cerna - Akut abdomen

- Perdarahan pada saluran cerna - Hernia

- Patofisiologi Ileus - Entero – stoma

- Patofisiologi dari Obstruksi empedu - Kelainan Bedah Pankreas

- Bedah Hepar

- Kelainan pada esophagus, gaster, usus halus dan colo – rectal - Fistula entero – cutan.

- Proctologi

BEDAH ONKOLOGI (Mengerti dan memahami) - Prinsip dan akses pada pembedahan onkologi. - Dasar – dasar terapi onkologi Bedah

- Kedaruratan onkologi dan penanggulangannya - Terapi paliatif kanker

(12)

- Registrasi kanker

- Kelainan jinak / ganas payudara

- Kelainan jinak, pra kanker dan kanker pada kulit - Kelainan gld thyroid & gld parathyroid

- Tumor jaringan lunak (jinak dan ganas) - Tumor kepala leher (jinak dan ganas)

- Tumor rongga mulut/ kelenjar ludah & akses pembedahannya - Dasar pemberian khemoterapi pada kanker solid.

- Dasar-dasar pemberian radiotheraphy pada kanker solid. BEDAH THORAKS ( Mengerti dan memahami).

- Dasar pemeriksaan radiology thoraks

- Dasar terapi oksigen dan ventilasi mekhanik. - Empyema thoraks

- Akses pada pembedahan cavum thoracis - Penyakit bedah dari paru dan jantung.

- Prinsip umum adanya pintasan kardio – pulmoner - Tehnik khusus bedah thoraks

BEDAH VASKULER (Mengerti dan memahami). - Introduksi bedah vaskuler

- Hemodinamika vaskuler - Sumbatan pembuluh darah - Prinsip rekonstruksi vaskuler

BEDAH ANAK (Mengerti dan memahami). - Pemeriksaan dan interpretasi radiologi anak. - Perawatan pra & pasca bedah pada anak/ bayi - Kelainan inguinal pada anak

- Akut abdomen pada neonatus - Sepsis neonatus

- Kedaruratan bedah pada bayi dan anak - Tumor pada bayi dan anak.

TRAUMA ( Mengerti dan memahami).

- Patofisiologi perubahan tubuh terhadap trauma. - Multiple injuries

- Trauma score.

- Imaging technics in traumatology - Critical care in traumatology.

- Shock, SIRS, MODS, DIC & MOF in trauma (pendalaman) - Trauma pada daerah kepala leher.

- Trauma pada saluran cerna dan organ solid abdomen - Trauma thoraks

- Trauma vaskuler. - Crush Injuries

- Trauma pada tulang dan jaringan lunak. - Trauma pada urogenitalis.

(13)

ORTHOPEDI.

- Introduksi Orthopedi - Radiologi pada orthopedic - Prinsip terapi terhadap fraktur - Proses Penyembuhan tulang

- Pemasangan implant, traksi dan tehnik immobilisasi - Sindroma kompertemen

- Penyakit metabolik dan degeratif pada orthpaedi - Tumor pada tulang

- Prinsip amputasi UROLOGI.

- Prinsip pemeriksaan urologi - Imaging pada urologi.

- Interpretasi laboratorium pada urologi - Urodinamika (pendalaman)

- Fatofisiologi gagal ginjal - Obstruksi saluran kemih - Batu saluran kemih - Tumor saluran kemih

- Patofisiologi kelainan prostate. - Kelainan Penis

- Bedah endoskopi (endoskopi diagnostik) BEDAH SYARAF.

- Imaging pada kelainan bedah syaraf. - Patofisiologi dari kelainan pada cerebral

- Patofisiologi dari kelainan pada medulla spinalis KETRAMPILAN BEDAH DASAR.

Pada paket ketrampilan ini terdapat 3 level ketrampilan yaitu :

- Menguasai : Artinya residen mempunyai ketrampilan yang baik untuk melakukan ketrampilan tersebut secara mandiri. Didalam konteks pendidikannya, residen melakukan jenis ketrampilan/ pembedahan tersebut secara mandiri.

- Mengetahui : Artinya residen mendapatkan ketrampilan ini dari asistensi, mengamati, diskusi dengan Senior Pembimbing, Pendidik ataupun penilai yang melakukan pembedahan. Jadi Residen tidak melakukan pembedahan secara mandiri.

- Mengamati, Membaca dan Diskusi. Dalam hal ini pada kasus – kasus tertentu o.k factor kelangkaan, maka kemampuan residen hanya sebatas membaca, mengamati dan mendiskusikannya dengan Pembimbing, Pendidik atau Penilai, tanpa harus disertai dengan adanya kasus tersebut. Hal ini dikemudian hari mungkin dapat digantikan oleh adanya simulator – simulator ataupun pertunjukan video dari tehnik pembedahan tersebut. Diharapkan jika residen menemukan kasus yang sama, maka residen akan mempunyai kemampuan ataupun improvisasi untuk melakukan pembedahan mandiri.

ENAM BULAN PERTAMA :

KETRAMPILAN UMUM PADA 6 BULAN PERTAMA (level kemampuan : menguasai)

- Menguasai tehnik steril – non steril, misalnya dalam hal mencuci tangan memakai sarung tangan, memakai baju steril untuk pembedahan, area steril didalam setting kamar bedah.

(14)

- Mengetahui nama dari berbagai alat bedah, gunanya, cara mempergunakannya secara benar.

- Menguasai berbagai macam tehnik menjahit luka dan mengaplikasikannya pada berbagai macam bentuk luka, dan tehnik membuka jahitan yang benar.

- Menguasai tehnik untuk membuka jalan nafas ataupun intubasi terutama pada obstruksi jalan nafas bagian atas.

- Menguasai ketrampilan dalam memasang infus, memasang CVP/ Monitor CVP, dan mengatur cairan infus, komposisi infus, penghitungan cairan dsb.

- Menguasai kognitif tentang shock, sepsis, SIRS, MODS, DIC dan MOF, dan bagaimana cara penanggulangannya.

- Menguasai bagaimana mengambil sampel darah dan mengirimkannya untuk berbagai pemeriksaan laboratorium.

- Menguasai tehnik membaca dan menginterpretasi berbagai hasil laboratorium.

- Menguasai ketrampilan untuk memasang fowley urethral catheter baik pada laki – laki maupun wanita dan cara fiksasi yang baik, dan bagaiman menghitung produksi urine pada dewasa, anak – anak dan bayi.

- Menguasai ketrampilan untuk membaca hasil Rontgen untuk kasus – kasus yang banyak dijumpai.

- Menguasai dan mampu membuat status Bedah yang baik, dan perencanaan kedepan secara jelas dan benar. - Memasang NGT baik untuk dekompresi maupun enteral feeding tube (flocare).

- Menguasai ketrampilan untuk melakukan perawatan luka – luka sederhana sebagai akibat trauma. - Menguasai ketrampilan untuk melakukan diagnosa pada pasien – pasien trauma dan kedaruratan bedah. - Menguasai ketrampilan menyiapkan pasien guna pembedahan mayor, hal ini menyangkut pemberian cairan,

penghitungan cairan, komposisi cairan infus, produksi urine, pemberian antibiotika yang rasional.

- Menguasai ketrampilan dan pengetahuan tentang tranfusi darah, jenis transfusi, indikasi masing – masing komponen darah tersebut.

ENAM BULAN KEDUA.

- Menguasai ketrampilan untuk berkerja diruang operasi, dan telah mampu untuk asistensi pembedahan mayor, seperti fraktur terbuka, sistostomi, appendektomi, hernia irreponibilis, incarcerate dan strangulatif, torsio testis, dsb.

- Menguasai ketrampilan pembedahan mandiri (dengan delegasi dan supervisi yang baik). Misalnya untuk tumor kulit dan jaringan lunak sederhana (atheroma, lipoma, fibroma dll) baik dengan anestesi lokal ataupun anestesi umum, melakukan perawatan luka operasi secara tuntas, dan follow up yang baik.

- Dapat menulis laporan tentang persiapan pembedahan, jalannya pembedahan secara baik, dan menuliskan tentang rencana pengobatan selanjutnya jika memang ada, dan tentu saja follow up pasien.

Secara mendetail paket Ketrampilan yang harus dikuasai (mandiri) adalah:

BEDAH DIGESTIF.

- Appendektomi (minimal 5 kasus)

- Herniotomi (sederhana) (minimal 5 kasus)

- Hemoroidektomi (Langenbeck/ Modifikasi White Head) (minimal 5 kasus) - Fistolotomi atau Fistolectomy (minimal 5 kasus)

- Laparotomi (minimal 10 kasus)

- Penutupan perforasi usus sederhana (minimal 5 kasus) - Colostomy (minimal 5 kasus)

- Sigmoidoscopy, Rectoscopy, dan anoscopy (rigid) (minimal 10 kasus) - Diagnostic Laparoscopy (minimal 5 kasus)

BEDAH ONKOLOGI

(15)

- Biopsi eksicional (minimal 10 kasus)

- Eksisi tumor jinak mamma (minimal 10 kasus)

- Eksisi tumor jinak kulit dan appendices kulit (minimal 10 kasus) - Eksisi tumor jaringan lunak jinak (minimal 10 kasus)

- Cricothyroidotomy & tracheostomy ( 5 kasus) - Incisi abscess maxillo facial (minimal 5 kasus)

- Ovariectomy bilateral pada karsinoma mamma stadium lanjut (minimal 3 kasus). - Eksisi kista thyroglossus (operasi Sistrunk) (minimal 5 kasus) .

- Simple mastectomy (minimal 5 kasus) BEDAH THORAKS.

- Drainage thoraks/ WSD ( 3 – 5 kasus)

- Terapi konservatif trauma thoraks (Minimal 5 kasus) BEDAH VASKULER.

- Merawat varises ekstremitas secara non bedah. (minimal 5 kasus)

BEDAH ANAK.

- Herniotomy anak (5 kasus)

- Ligasi tinggi hidrokel testis (5 kasus) - Colostomy anak (5 kasus)

ORTHOPEDI

- Reposisi tertutup patah tulang extremitas (10 kasus)

- Debridement fraktur terbuka extremitas gr I – II (10 kasus)

- Memasang bermacam tipe cast pada berbagai jenis fraktur (10 kasus) - Sequesterectomy pada osteomyelitits (5 kasus)

- Fiksasi eksternal sederhana (3 kasus)

- Amputasi tulang kecil/ disartikulasi sendi kecil ( 5 kasus) - Terapi konservatif terhadap CTEV.

UROLOGI.

- Sistostomi trocar ataupun terbuka ( 5kasus) - Vasektomi (10 kasus)

- Sistoskopi diagnostik ( 5 kasus) - Vesico – lithotomy (5 kasus) - Hidrocelectomy (5 kasus)

- Ligasi Varikokel / operasi Palomo (5 kasus) - Operasi laparotomi pada rupture buli – buli. BEDAH PLASTIK/ REKONSTRUKSI.

- Perawatan luka bakar fase sub akut (fase akut – lihat pada trauma) - Skin grafting ( 10 kasus)

- Melepaskan kontraktur secara sederhana (3 kasus) - Eksisi keloid (5 kasus)

- Reposisi fraktur hidung (2 – 3 kasus) - Reposisi dislokasi T.M joint ( 2 – 3 kasus)

(16)

Rotasi ataupun Stase

pada beberapa sub divisi dalam bedah, seperti a.l :  Bedah Digestif (1 X 2 bulan)

 Bedah Onkologi (1 X 2 bulan)  Orthopaedi (1 X 2 bulan)

Traumatologi/ Emergency Surgery (1 X 2 bulan)  Urologi ( 1 X 2 bulan)

 Bedah Thoraks & Vaskuler ( 1 X 2 bulan)  Bedah Anak (1 X 2 bulan)

 Bedan Plastik dan Rekonstruksi (1 X 2 bulan)  Bedah Syaraf ( 1 X 2 bulan).

 ICU dan Critical Care (1 X 2 bulan)

Rotasi akan diatur sedemikian rupa, sehingga residen akan mempunyai jadwal rotasi yang tetap.

Tugas Jaga Trauma dan Emergency Surgery.

Setiap residen berkewajiban :

melakukan tugas jaga trauma dan bedah darurat di Instalasi Rawat Darurat (IRD). Daftar Jaga akan diatur oleh KPS dan berkompromi dengan Tim Trauma di IRD. Tim inti jaga residen adalah residen yang sedang stase pada Traumatologi.

Tugas utama residen jaga 1 ini adalah turut aktif didalam menyiapkan pasien - pasien yang akan dioperasi (skill stations), seperti memasang catheter urethra, memasang infus dan menghitung cairan, mengkoreksi kegoncangan elektrolit, rehidrasi, memasang N.G tube, intubasi pasien – pasien dengan obstruksi nafas, CPR, menjahit luka – luka dan lain – lain (lihat paket ketrampilan) . Hal ini dilakukan dibawah supervisi pembimbing yang ada di IRD bedah/ trauma.

Ujian dan Kursus yang bersifat Lokal atau Nasional.

Kursus yang bersifat Lokal biasanya insidentil dan tidak diprogramkan sebelumnya, misalnya adanya kursus – kursus dari satu subspesialisme yang bisa bersifat local maupun nasional.

Kursus yang bersifat Nasional a.l. USG for Trauma, TNT (Nutrisi), Peroperative Course. Ujian Nasional : Ujian OSCA (biasanya dilaksanakan berbarengan dengan Kegiatan Trigonum)

BEDAH LANJUT

A. JAGA II (24 Bulan)

Pada masa ini residen bedah dididik secara lebih intensif, terutama didalam kemahiran professional yaitu a.l : pembedahan – pembedahan yang mandiri ( ketrampilan) yang didelegasikan oleh pendidik atau penilai secara jelas, dan berada dalam pengawasan yang ketat.

Dari segi kognitif, residen akan mempelajari patofisiologi penyakit bedah secara lebih mendalam dan canggih, bagaimana melakukan diagnosa, terapi bedah, dan mengatasi komplikasi yang terjadi.

Secara praktis Jaga II adalah motor dari residen dalam rangka pelayanan terhadap pasien bedah, meskipun dalam supervisi yang ketat dari pembimbing, dan pendidik.

Pendidikan Kognitif.

Pendidikan kognitif merupakan kelanjutan dari pendidikan sebelumnya di Bedah dasar. Dan materi pendidikan kognitif yang belum didapatkan di Bedah Dasar dapat dilanjutkan pada periode ini.

(17)

Residen pada fase ini juga sudah mampu melaksanakan penelitian yang lebih bersifat analistis sederhana, yang diperlukan untuk presentasi local, nasional dan penelitian akhir.

Stase dan Rotasi

Residen akan menjalani rotasi dan stase pada beberapa disiplin Ilmu Bedah a.l : - Bedah Digestif (1 X 3 bulan)

- Bedah Onkologi (1 X 3 bulan) - Bedah Anak (1 X 2 bulan)

- Bedah Thoraks Vaskuler (1 x 2 bulan)

- Traumatologi / Emergency Surgery ( 1 x 2 bulan) - Urologi (1 X 2 bulan)

- Ortopaedi (1 x 2 bulan)

- Bedah Plastik/ Rekonstruksi ( 1 X 2 bulan). - Bedah Syaraf (1 X 2 bulan)

- Dinas Luar ( R.S Jaringan Pendidikan) ( 2 X 2 bulan)

Setelah melewati Semester VI , residen akan menjalani ujian Kognitif Nasional yang akan dilaksanakan 2 kali dalam setahun yaitu : Ujian dilakukan pada waktu PIT/ MABI IKABI yaitu rata – rata bulan Juli setiap tahunnya, dan ujian kedua pada akhir tahun yaitu bulan Nopember/ Desember di Senter yang mempunyai peserta ujian terbanyak.

Paket Ketrampilan.

PEMBEDAHAN YANG HARUS DIKUASAI/ DAPAT DIKERJAKAN SECARA MANDIRI.

Jumlah kasus dari masing – masing pembedahan dibawah ini minimal adalah mengerjakan mandiri sebanyak 2 kasus.

BEDAH DIGESTIF.

- Reseksi dan segala tipe anastomosis usus.

- Penanggulangan rupture hepar dan reseksi liver jika diperlukan. - Splenektomi berencana atau darurat.

- Debridement dan drainage pankreatitis. - Gastrektomi subtotal

- Gastroenterostomi - Biliodigestive

- Semua tipe hemikolektomi (darurat, dan berencana, operasi Hartmann) - Operasi Miles

- Colecystectomy BEDAH ORTOPEDI.

- Reduksi terbuka dan fiksasi interna (ORIF) → nailing (femur), plate & screw (tibia, radius, ulna, humerus) - Tension band wiring (tbw): olecranon, patella

- Biopsy tulang (tumor)

- Disartikulasi sendi besar (panggul, bahu, lutut) - Tendon repair.

- Amputasi mayor BEDAH UROLOGI - Nephrostomy

(18)

- Prostatectomy terbuka - Nephrectomy

- Orchidectomy (malignancy) - Repair Urethral Rupture. - High ligation varicocele BEDAH ONKOLOGI.

- Mastectomy (simple, radical/ Halstedt; Modified Radical Mastectomy/ Maaden) - Subcutaneus mastectomy

- Thyroidectomy (hemi, total/ subtotal) - Strumectomy (struma toxic)

- Radical Neck Dissection

- Operasi tumor rongga mulut (trans-oral approach) - Soft Tissue sarcoma operation techniques

- Simple reconstruction dari defek pembedahan onkologi - Mandibulectomy

- Wide excisi skin cancers - Peritidectomy

- Excisi kelenjar ludah submanibula BEDAH THORAX.

- Thoracotomy oleh karena trauma, serta mengatasi kerusakan organ (paru, jantung yang terjadi). BEDAH VASKULER.

- Lumbal sympathectomy - Varices Stripping

- Operasi A-V shunt untuk dialysis dan koreksi jika ada komplikasi. BEDAH ANAK.

- Colostomy pada bayi/ anal - Operasi invaginasi pada anak - Operasi tumor retro-peritoneal. - Operasi atresia ani letak rendah. - Proctoplasty perineum

- Operasi omphalocele/ gastroschisis. BEDAH PLASTIK/ REKONSTRUKSI - Labioplasty

- Palatoplasty - Hispospadia

- Fraktur mandibula/ maxilla. - Fiksasi gigi pada fraktur. BEDAH SYARAF.

- Trepanasi o.k trauma kepala.

- Reposisi fraktur impresi tulang kepala. - Repair saraf Perifer

(19)

PEMBEDAHAN YANG HARUS DIKETAHUI, DAN JIKA TERPAKSA HARUS DAPAT MELAKUKANNYA.

Dan untuk dapat melakukannya (sendiri) residen bedah harus melihat ataupun asistensi kasus – kasus dibawah ini sebanyak 2 kasus, yaitu :

- Totalgastrectomy / esophago-jejunostomy. - Operasi pada tumor esophagus

- Reseksi hepar

- Reseksi pancreas (Whipple)

- Exenterasi pelvis pada recurrens rectal cancer - Nephrolithotomy/ pyelolithotomy.

- Ureterolithotomy pada batu ureter distal - re-implantasi ureter.

- Modified Radical Neck Dissection - Parotidectomy subtotal/ total - Hemimandibulectomy - Hemimaxillectomy. - Hemiglossectomy - Operasi Commando

- Rekonstruksi dengan pedicle flap (Deltoid flap, pectoral flap, latissimus dorsi flap.)

CATATAN : Untuk meningkatkan kompetensi, maka residen bedah yang masih menginginkan mendapatkan ketrampilan dan pengetahuannya tentang pembedahan – pembedahan tertentu untuk mencapai level menguasai, harus dijinkan.

Kursus & Ujian-Ujian Nasional

- Ujian Kognitif Nasional

- Kursus Laparoskopy

B. TINGKAT CHIEF RESIDENT ( 6 BULAN )

Pada tingkat ini, residen kepala ini diharapkan untuk menjalani pendidikan :

- Ketrampilan t.u pada pembedahan – pembedahan yang bersifat lebih sulit, dan dengan kasus yang jarang dijumpai.

- Melengkapi kemampuan kognitif

- Management pasien ( di Bedah Sentral, Bedah Darurat/ Traumatologi, Poliklinik Bedah) - Penelitian akhir yang bersifat mandiri.

- Pendidikan Kemandirian di R.S diluar senter pendidikan.

Kursus Nasional.

DSTC (Definitive Surgery for Trauma Care).

Dilakukan 3 kali setahun, dimana dua kali diberikan khusus untuk chief resident, dan satu kali diberikan pada ahli bedah.

Penilaian.

Ujian Profesi Ahli Bedah dilakukan setelah chief resident menyelesaikan semua kewajiban baik administratif maupun pendidikannya dan menyerahkan log book pendidikannya.

(20)

1. Lokal. Dilaksanakan oleh staf penilai senter pendidikan bedah tersebut. Penilaian ini bersifat evaluasi untuk melihat kesiapan residen tersebut untuk mengikuti Ujian Profesi, dan menambah kekurangan – kekurangan kelengkapan pendidikan.

2. Ujian Profesi yang bersifat Nasional. Dilaksanakan oleh Staf Penilai dibantu oleh Penguji Tamu yang juga merupakan penguji nasional.

DRAFT INSTRUKSI KERJA (ALUR STASE)

PRA BEDAH :

SEMESTER I (3 Bulan)

BEDAH DASAR / JAGA I :

SEMESTER I – SEMESTER IV (20 BULAN)

DIGESTIF

(2 Bulan) (2 Bulan)ONKO (2 Bulan)ORTHO UROLOGI(2 Bulan) THORAK(2 Bulan) (2 Bulan)SARAF PLASTIK(2 Bulan) (2 Bulan)ANAK TRAUMA(2 Bulan) R. INTENSIF (HCU + RTI) (2 Bulan)

BEDAH LANJUT / JAGA II :

SEMESTER IV – SEMESTER VIII (24 BULAN)

DIGESTIF

(3 Bulan) (3 Bulan)ONKO (2 Bulan)ORTHO UROLOGI(2 Bulan) THORAK(2 Bulan) (2 Bulan)SARAF PLASTIK(2 Bulan) (2 Bulan)ANAK TRAUMA(2 Bulan) TUGAS LUAR DAERAH (2 X 2 Bulan)

CHIEF :

SEMESTER VIII-IX (6 BULAN)

JADI TOTAL PENDIDIKAN ADALAH 53 BULAN = IX SEMESTER (4 TAHUN 5 BULAN)

CHIEF POLI

(1 Bulan) CHIEF RUANG(1 Bulan) CHIEF IBS(1 Bulan) CHIEF UGD(1 Bulan) PENDIDIKAN KEMANDIRIAN(2 Bulan) Ilmu Anatomi, Fisiologi, Mikrobiologi,

Patologi Anatomi: Berupa Kuliah Ilmu Dasar bertempat di Bagian Ilmu Bedah FK.UNUD / RS. Sanglah Denpasar

(21)

DRAFT INSTRUKSI KERJA (ALUR UJIAN PROFESI NASIONAL)

Selesai Stase Chief Proposal Penelitian Baca Paper Akhir

Mengajukan Permohonan Ujian kepada KPS (dilengkapi dengan Kurikulum Vitae kegiatan

selama Pendidikan)

Membayar SPP semester terakhir

KPS (Ketua Program Studi)

Mengajukan Surat Pemohonan Ujian Ke Kolegium Ilmu Bedah Indonesia

Jawaban :

Disetujui :

Jika Peserta Ujian 1 orang, biasanya akan digabung dengan center lain yang memiliki peserta Ujian yang lebih banyak

Hal yang disampaikan oleh Kolegium : 1. Nama Penguji

2. Tempat & Jadwal Ujian

Disetujui :

Jika Peserta Ujian lebih dari 1 orang, Ujian akan dilaksanakan di Bag. Ilmu Bedah FK.UNUD / RSUP. Sanglah

Hal yang disampaikan oleh Kolegium : 1. Nama Penguji

(22)

Persyaratan mengikuti Ujian Profesi

• Mengikuti dan mampu menyelesaikan tugas managemen minimal 3 bulan selama chief.

• Menyelesaikan tugas di RS luar mandiri minimal 1 X

• Sudah melakukan seluruh jenis operasi yang dipersyaratkan (assisten, bimbingan , mandiri)

• Mengajukan permohonan ujian yang dilengkapi dengan kurikulum vitae kegiatan selama pendidikan kepada KPS

• Mendapat persetujuan dari staf atau pembimbing untuk mengikuti ujian

• Pernah menjadi panitia Trigonum (panitia inti)

• Lunas membayar SPP semester terakhir

• Membaca Karya Akhir 1 bulan sebelum Ujian Profesi (Lokal) Pelaksanaan Ujian

(23)

BAB VI

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

6.1. STRUKTUR ORGANISASI PENGELOLA PENDIDIKAN

Struktur Organisasi Pengelola Pendidikan Program Studi Ilmu Bedah & Bagian Ilmu Bedah Fk Unud/Rsup Sanglah Denpasar

Organisasi Yang berperan dalam Pengelolaan Pendidikan di PS. Ilmu Bedah : A. Dekan dan Pembantu Dekan Bidang Akademik

Pengelola program studi di tingkat fakultas adalah Dekan FK UNUD, yang tugas hariannya diwakilkan kepada Pembantu Dekan I : Bidang Akademik (PD I). Dekan FK UNUD bertanggung jawab sebagai pengelola pendidikan berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Udayana No : 2488/PT.17.II/KU.05.06/1995 tentang pelimpahan wewenang kepada para Dekan Fakultas, Ketua Program Studi, Ketua Program Diploma pendidikan dilingkungan Universitas Udayana.

Kewajiban Pembantu Dekan I adalah: 1. Mengatur pelaksanaan:

a. Penyelenggaraan pra seleksi calon peserta PPDS tingkat Fakultas. b. Kegiatan seleksi calon peserta PPDS.

c. Pelaksanaan orientasi RS Pendidikan. d. Pelaksanaan Paket Metodologi Penelitian.

e. Penyelenggaraan proses pendidikan dari semua PPDS bekerja sama dengan para KPS. f. Pelaksanaan adaptasi pendidikan Dokter Spesialis lulusan luar negeri.

Rektor

Dekan RS Pendidikan

Kolegium I. Bedah Indonesia

TKP PPDS

(24)

g. Melaporkan pada pimpinan Fakultas peserta didik yang diberhentikan dan atau telah menyelesaikan pendidikannya untuk diwisuda.

2. Meningkatkan/mengembangkan sistem pendidikan Dokter Spesialis dilingkungan FK Unud untuk mencapai tingkat efesiensi, efektivitas dan relevansi sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan dalam program kesehatan.

B. Penyelenggara Pendidikan

Bag/SMF Ilmu Bedah bertugas sebagai penyelenggara pedidikan dan membentuk koordinator pendidikan spesialis / Ketua Program Studi (KPS) spesialis berdasarkan hasil rapat senat FK Unud tanggal 31 Maret 2000 tentang persetujuan pembuatan struktur organisasi Fakultas Kedokteran yang baru.

Sesuai dengan Pasal 20 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional maka penyelenggara pendidikan spesialis adalah Perguruan Tinggi. Berdasarkan struktur organisasi Fakultas Kedokteran UNUD, hasil rapat Senat FK UNUD 31 maret 2004 maka Bagian dilingkungan FK UNUD merupakan ujung tombak pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat atau dikenal dengan pelaksana Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sedangkan posisi Program Studi Ilmu Bedah merupakan bagian Integral dari Bag./SMF Ilmu Bedah FK UNUD/RS Sanglah yang melaksanakan fungsi tadi, dan telah dibuatkan struktur organisasi Bagian Bedah berdasarkan SK Ka Bag./SMF Ilmu Bedah FK UNUD / RS Sanglah No. 23 / Bdh FK.Unud / II / 2004 Tgl 17 Februari 2004 tentang pembentukan koordinator pendidikan spesialis / ketua program studi spesialis Bag./SMF Ilmu Bedah FK UNUD /RS Sanglah Denpasar.

Program studi dipimpin oleh Ketua Program Studi (KPS) dan dibantu oleh Sekretaris Program Studi (SPS) dengan rincian tugas masing-masing yang telah ditetapkan.

Pembagiaan Tugas, Tanggung Jawab, dan Wewenang.

KPS (Ketua Program Studi) :

 Bertanggung jawab kepada Ka Bag./SMF Ilmu Bedah, Dekan FK.UNUD.

 Menyelenggarakan pendidikan spesialis berkoordinasi dengan Ka Bag./SMF Ilmu Bedah, melimpahkan tugas tertentu pada SPS.

 Melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi, Utamanya pendidikan Spesialis Ilmu Bedah.  Menjalankan administrasi keluar, berkoordinasi dengan Bag./SMF Ilmu Bedah.

 Mengembangkan Program Studi untuk kelangsungan pendidikan spesialis bedah secara menyeluruh.  Melaksanakan pengawasan dan evaluasi tehnis pelayanan pendidikan peserta didik dalam

menunjang proses dan tujuan instansi terkait.

 Melaporkan seluruh kegiatan Program Studi kepada Bag./SMF Ilmu Bedah dan Dekan FK UNUD.  Membuat Anggaran, pendapatan dan belanja Program Studi.

 Membina hubungan dengan berbagai instansi terkait untuk tujuan pendidikan.

 Mencari dan memperluas lahan penididikan dengan cara mempergunakan RS yang dapat dipakai termasuk kerjasama FK.UNUD dengan RS yang bersangkutan.

 Membina hubungan dengan Program Studi terkait untuk program pendidikan.

SPS (Sekretaris Program Studi)

 Bertanggung jawab kepada KPS dan Ka. Bag./SMF Ilmu Bedah tentang tugas-tugas kesekretariatan.  Berwenang mengatur kedalam, penyelenggaraan pendidikan spesialis ilmu bedah.

 Sebagai Kepala Sekretariat melaksanakan tugas kesekretariatan, administrasi umum dan kinerja, tata usaha, tata rumah tangga Logistik Program Studi Ilmu Bedah.

 Menerima dan melaksanakan pelimpahan tugas oleh Ketua Program Studi (KPS) baik keluar atau kedalam selain tugas kesekretariatan.

(25)

Kreteria Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi

Ketua Program Studi (KPS)

Ketua Program Studi (KPS) adalah seorang spesialis bedah, anggota pada Bag/SMF Ilmu Bedah FK Unud/RS Sanglah dengan jabatan Lektor. Berpengalaman sebagai penilai paling sedikit selama 3 (tiga) tahun. KPS dipilih oleh anggota Bag/SMF Ilmu Bedah FK Unud/RS Sanglah . Nama KPS yang terpilih dikirimkan oleh Ka Bag/SMF Ilmu Bedah FK Unud / RS Sanglah kepada Dekan FK Unud dan Dekan menerbitkan SK Dekan tentang pengangkatan KPS yang terpilih.

Sekretaris Program Studi (SPS)

Sekretaris Program Studi (SPS) adalah seorang spesialis bedah dengan jabatan Lektor. SPS diusulkan KPS kepada Bag/SMF Ilmu Bedah untuk mendapatkan persetujuan Bag/SMF Ilmu Bedah FK Unud RS Sanglah, SPS terpilih (yang disetujui) dikirim namanya kepada Dekan FK Unud untuk dibuatkan SK Dekan tentang pengangkatannya sebagai SPS.

Hubungan KPS dengan Rumah Sakit Jejaring Pendidikan

Sehubungan dengan peningkatan jumlah peserta PPDS maka dilakukan kerjasama dengan beberapa rumah sakit sebagai lahan Pendidikan yaitu RSUD Mataram dan semua RSUD Kabupaten dan Kodya di Bali. Setelah dibuat memorandum kerjasama oleh Dekan FK Unud beserta Ka. Bagian/SMF Bedah dengan Direktur dan Ka. Bagian/SMF di RS jejaring. Sebagai rumah sakit jejaring pendidikan yang bekerjasama dengan FK Unud maka perlu dibuat batasan-batasan hubungan tersebut seperti dibawah ini:

Bahwa KPS harus melibatkan:

2) Kepala Bagian/staf di rumah sakit tersebut dalam proses belajar mengajar dan pengembangan pendidikan.

3) Kepala Bagian/staf yang ditunjuk di Bagian Ilmu Bedah di rumah sakit bersangkutan mengatur tugas dan kewajiban peserta PPDS, memberikan bimbingan, pendidikan, mengevaluasi, serta melaporkan hasil evaluasi kepada KPS.

Kepala Bagian/Staf Medik Fungsional

Kepala Bagian/SMF Ilmu Bedah FK Unud/RSUP Sanglah Denpasar adalah struktur tertinggi dalam sistem penyelenggaran tri dharma. Ka. Bagian/SMF berkewajiban menetapkan staf pengajar dengan jenjang penilai, pendidik dan pembimbing.

Tugas Kepala Bagian/Kepala SMF adalah:

1. Mempersiapkan semua perangkat akademik yang diperlukan sesuai dengan buku panduan, serta menyusun dan mengkoordinasi jadwal kegiatan internal di Bagian/SMF.

2. Menyelenggarakan semua jenis kegiatan pendidikan yang ditetapkan dalam Buku Panduan. 3. Memantau dan menangani permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan di Bagian.

(26)

6.2 STRUKTUR ORGANISASI, STAF, TENAGA PENDIDIK, PESERTA

DIDIK, DAN FASILITAS PENDIDIKAN

A. Struktur Organisasai Bag./SMF. Ilmu Bedah

STRUKTUR ORGANISASI BAG/ SMF ILMU BEDAH FK UNUD RS SANGLAH DENPASAR

Pengawas Klinik KEPALA BAG/SMFSekretaris Bag.Bendahara Bag. Koordinator Pendidikan Mahasiswa Koordinator Pendidikan Spesialis Litbang Koordinator Pelayanan & Pengabdian Masyarakat Pengawas Poliklinik Pengawas Rawat Inap Pengawas IBS Pengawas IRD Sub.Bag.

Orthopaedi Sub.Bag.Urologi

Sub.Bag.

Onkologi Sub.Bag.Digestif Sub.Bag.Saraf Sub.Bag.Plastik Sub. BagThoraks Sub.

Bag. Anak Divisi Trauma Koordinator Pelayanan & Pengabdian Masyarakat Pengawas IBS Pengawas IRD Sub. Bag

Anak TraumDivisi a

(27)

B. Daftar Nama Staf Bedah

N O

NAMA NIP PANGKAT GOL

.

KET 1 Prof. Dr.I Ketut. Budha,SpB-KBD 130 346 057. Pembina Utama Madya IVd Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 2 Dr. Bowolaksono ,SpB,Sp.U 130 369 693. Pembina Tk I IVb • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 3 DR.Dr.IB.Tjakra Wibawa Manuaba,

MPH,SpB(K)Onk. 130 514 823 Pembina Utama Muda IVc. • PembimbingPengajar

• Penilai 4 Dr. Nyoman Sukerena,Sp.BA. 130 888 223. Pembina Tk I IVb. • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 5 Dr.I Ketut Siki Kawiyana,SpB,Sp.OT. 130 779 715. Pembina IVa. • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 6 Dr. AA.GN.Asmarajaya,Sp.BP 130 780 293. Pembina IVa. Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 7 Dr. Putu Astawa,M.Kes,Sp.OT.FICS 130 886 691. Pembina Tk. I IVb. Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 8 Dr. Sri Maliawan,Sp.BS 131 274 057. Pembina Tk I IVb. • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 9 Dr. AA.Gde Oka,Sp.U 140 154 848. Penata Tk I IIId • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 10 Dr.I Nyoman Semadi,Sp.BTKV 131 414 540. Penata Tk I IIId • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 11 Dr.INW.Steven Chr,Sp.BK.Onk. 140 135 060 Pembina Tk. I IVb Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 12 Dr. I Wayan Sudarsa,Sp.BK.Onk 140 171 703 Pembina Tk I IVb Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 13 Dr.IB.Darma Putra,SpB-KBD 140 123 895. Pembina Utama Muda IVc • Pembimbing

• Pengajar

(28)

14 Dr. KG.Mulyadi Ridia,Sp.OT 140 187 805. Penata Tk I IIId • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 15 Dr. Ketut Sudartana,SpB-KBD 140 207 599. Penata Tk I IIId • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 16 Dr. Nyoman Golden,Sp.BS 140 229 075 Pembina IVa Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 17 Dr. Wayan Suryanto Dusak,Sp.OT 140 216 572 Penata Tk I IIId • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 18 Dr. Ketut Putu Yasa,Sp.BTKV 140 190 467 Pembina IVa • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai

19 Dr. Ketut Wiargitha 140 202 108 Pembina IVa • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 20 Dr. I Ngh. Kuning Atmajaya,SpB 140 174 254 Pembina IVa • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 21 Dr. I Ketut Suyasa,SpB 132 126 025 Penata IIIc • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 22 Dr. Nyoman Putu Riasa,Sp.BP 140337324 PenataMudaTk I IIIb Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 23 Dr. Gd.Wirya Kusuma D,M.Kes,SpU 140 370 703 PenataMuda TkI IIIb • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 24. Dr.TjokordaGdeBgs.Mahadewa,Sp.B

S,M.Kes 132 301 953 PenataMuda TkI IIIb • PembimbingPengajar

• Penilai 25. Dr. I Ketut Widiana,SpB(K)Onk 140 172 327 Pembina IV a • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 26. Dr. I Made Darmajaya,SpB 140 354 742 Penata Muda Tk I IIIb • Pembimbing 27. Dr. I Gusti Ngurah Wien Aryana 132 295 597 Penata Muda Tk I IIIb Pembimbing 28. Dr. Putu Anda Tusta Adiputra 132 303 784 Penata Muda Tk I III b • Pembimbing 29. Dr. I Gede Suwedagatha,SpB 140 237 979 Pembina Tk. IV b • Pembimbing

• Pengajar

• Penilai 30. Dr. I Ketut Sudiasa,SpB 140 217 424 Penata Tk. I III d • Pembimbing

(29)

• Pengajar 31. Dr. I Wayan Periadijaya,SpB 140 222 166 Penata Tk I III d • Pembimbing

• Pengajar 32. Dr. IGAB. Krisna Wibawa,SpB 140 251 145 Penata Muda Tk I III b • Pembimbing

• Pengajar 33. Dr. Made Bramantya Karna,Sp.OT 140 363 599 Penata Muda Tk. I III b • Pembimbing

• Pengajar 34 Dr. I Wayan Niryana, Sp.BS 132 313 785 Penata Muda Tk I III b Pembimbing 35 Dr. I Made Mahayasa, Sp.B 140 349 056 Penata Muda III a • Pembimbing 36 Dr. AA. Gede Oka Wiryanatha, Sp.B 140 350 999 Penata Muda III a • Pembimbing 37 Dr. I Gst. Putu Hendra Sanjaya, Sp.B 140 337 011 Penata Muda III a • Pembimbing 38 Dr. IB. Budiarta, Sp.B 140 340 675 Penata Muda III a • Pembimbing

C. Tenaga Pendidik

Tenaga pendidik adalah : orang – orang yang memberikan penilaian, pengajaran, bimbingan dan melakukan evaluasi peserta didik.

a. Penguji nasional yaitu tenaga pendidik sebagai penilai yang mempunyai kemampuan atau kredibilitas sebagai penguji nasional dengan persyaratan sebagai berikut:

• Dokter spesialis bedah / konsultan

• Bekerja sebagai penilai minimal 5 (lima) tahun

• Di angkat atas usul KPS dan diputuskan oleh rapat staf penilai dan disampaikan kepada Kolegium Ilmu Bedah Indonesia.

b. Penilai yaitu tenaga pendidik yang mempunyai syarat :

• Dokter spesialis bedah dalam bidangnya atau konsultan

• Sebagai pengajar minimal 3 (tiga) tahun

• Diangkat atas usul KPS diputuskan pada rapat staf penilai.

c. Pengajar adalah tenaga pendidik yang bertugas sebagai pembimbing, mengajar, melayani dan bertangung jawab terhadap peningkatan pengetahuan ilmu bedah (kognitif), syarat :

• Dokter spesialis bedah pada bidangnya

• Sebagai pembimbing selama 3 tahun

• Diusulkan oleh KPS dan diputuskan oleh rapat staf Bag/SMF Bedah

d. Pembimbing adalah tenaga pendidik yang melaksanakan pengawasan dan bimbingan dalam hal keterampilan , tidak diberi tanggung jawab peningkatan ilmiah bedah dengan syarat ;

• Dokter spesialis bedah pada bidangnya

• Sebagai staf di bagian bedah

• Disulkan oleh KPS dan diputuskan oleh rapat staf bagian bedah

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar supaya lengkap, selain anggota staf Bag/SMF Ilmu Bedah FK Unud / RS Sanglah maka diangkat tenaga pengajar dari disiplin ilmu yang lain. Seluruh staf / tenaga pendidik diangkat berdasarkan SK Dekan FK UNUD.

D. Peserta Didik

Peserta didik adalah seorang dokter yang telah memenuhi persyaratan administrasi pendidikan yang berlaku, lulus seleksi akademik yang dilaksanakan di Bag/SMF Ilmu Bedah FK Unud / RS Sanglah, bersedia mengikuti seluruh program pendidikan dan pembiayaannya. Peserta didik selanjutnya disebut Residen mengikuti segala peraturan yang berlaku di Bag./SMF. Ilmu Bedah FK.UNUD/RS. Sanglah Denpasar.

(30)

Jumlah peserta didik yang diterima setiap semester sebanyak 4 orang atau lebih tergantung keadaan dan diputuskan oleh rapat Bag./SMF Ilmu Bedah

E. Fasilitas Pendidikan

1. Tempat pendidikan adalah di RS Sanglah Denpasar dengan jejaring dan sarana sebagai berikut :

• Bagian / SMF. Ilmu Bedah lengkap dengan fasilitasnya

• Poliklinik bedah

• IRD bedah ( HCU, VK, OK, Triage, MS, Ruang Ratna)

• IRNA C bedah (Dahlia, Tunjung, Hangsoka, serta IRNA lainnya)

• Kamar operasi (IBS)

• Ruang / Instalasi Terapi Intensif Terpadu (ICCU, ICU, Burn Unit)

• Ruang perawatan lain yang terkait

Ditempat ini dapat dipergunakan seluruh fasilitas untuk meningkatkan pelayanan penderita, memajukan pendidikan dan penelitian.

Jejaring penunjang adalah Bagian atau instalasi / unsur yang membantu pengembangan pendidikan ilmu bedah. Contoh Bagian Anatomi, Bagian Fisiologi, Bagian Pathologi Anatomi, Bagian Mikrobiologi, Bagian Anesthesi, Bagian Radiologi, Bagian Penyakit Dalam, Bagian Obstetri Ginekologi, Bagian Ilmu Kesehatan anak., Bagian Patologi Klinik, Bagian Ilmu Kedokteran Kehakiman, Palang Merah Indonesia, Instalasi Rehab Medik, Rekam Medik, Epidemologi klinik dll.

2. Sarana belajar lapangan

Sarana belajar lapangan adalah : Rumah Sakit yang di pakai sebagai pengalaman / pendidikan belajar lapangan seperti, Rumah Sakit (Tabanan, Negara, Singaraja, Karangasem, Bangli, dan diluar Bali). Jumlah Rumah Sakit yang dimanfaatkan sesuai dengan kondisi dan ditetapkan sesuai dengan rapat Bag./SMF Ilmu Bedah

a. Sarana Perpustakaan dan jaringan Informasi adalah : perpustakaan dan teknologi informasi yang ada di :

• Bagian Bedah (Ruang Perpustakaan Bagian, diruang Program Studi, Sub Bagian dilingkungan Bag/SMF Ilmu Bedah FK Unud / RS Sanglah Denpasar)

• Rumah Sakit Sanglah bekerja sama dengan FK Unud di sebelah tower air.

• FK Unud (Ruang Perpustakaan Lantai III Gedung FK Unud)

Terdapat Lokal Area Network (LAN) untuk internet dan “electronic library” di Bag./SMF. Ilmu Bedah Rumah Sakit Sanglah maupun di FK Unud.

b. Sarana alat kesehatan / Medis atau fasilitas lain.

Disetiap tempat Pendidikan di Rumah Sakit Sanglah atau pada jejaring penunjang pendidikan terdapat fasilitas berupa alat dan instrumen yang dipakai untuk pemeriksaan, penunjang tindakan pembedahan, membantu pekerjaan / pendidikan.

Penggunaannya diupayakan seefisien mungkin, aman, dan dapat digunakan berkali-kali. Yang dimaksud alat dan fasilitas lain adalah :

• Alat-alat diagnostik, alat-alat untuk tindakan medik.

• Rekam medis dan catatan lain produk / hasil pemeriksaan dengan expertisenya.

• Alat dan fasilitas lain yang ada di IRD, IBS, IRJ, IRNA dan pada jejaring penunjang pendidikan atau sarana belajar lapangan.

Pemanfaatan hasil laporan medis dan instrumen

1. Dapat dipakai oleh seluruh peserta didik atas seijin pengelola / penyelenggara tempat fasilitas itu berada

2. Semua hasil pemeriksaan dan tindakan dapat dipergunakan / dipinjam, untuk peningkatan pelayanan dan kemajuan pendidikan (foto Rontgen, hasil Lab, rekam medik,cineangio, EKG,

(31)

konsultasi dll). Prosedur peminjaman dilakukan oleh peserta didik kepada petugas setempat dengan surat peminjaman.

3. Setiap peserta didik hendaknya memperhatikan / memahami prosedur penggunaan alat / instrumen.

4. Penggunaan seluruh fasilitas diatas harus dipertanggungjawabkan dan diserahterimakan. 5. Apabila ada beban biaya untuk penggunaan fasilitas tersebut diatas hendaknya menjadi

tanggungan peserta didik. c. Penderita (pasien)

Pendidikan pada program studi Ilmu bedah mempergunakan mediasi penderita (pasien). Penderita (pasien) adalah subyek dari pembelajaran, penderita bukan obyek.

Yang dimaksud dengan penderita (pasien) adalah orang yang berobat atau membutuhkan penanganan medis ke Bag./SMF Ilmu Bedah baik secara ambulator maupun rawat inap. Tempat pelayanannya adalah di IRD, IRJ, IRNA, IBS dan pada jejaring penunjang pendidikan atau pada sarana belajar lapangan (diluar RS. Sanglah Denpasar)

Kepada Penderita / Pasien diperlakukan sebagai berikut :

1. Pembelajaran untuk kepentingan penderita, kepentingan penderita diatas segalanya. 2. Harus diperlakukan secara wajar dan manusiawi

3. Dipenuhi atau dihormati hak-hak asasinya.

4. Tidak dibenarkan mengorbankan penderita untuk kepentingan pribadi

5. Harus mendapat seluruh informasi tentang apa yang terjadi (dialami), rencana pemeriksaan dan tindakan serta berbagai akibatnya.

6. Peserta didik wajib menjaga kerahasiaan kondisi penderita.

7. Peserta didk harus beretika, sopan dan berdedikasi kepada penderita. 8. Hubungan dokter dengan penderita bersifat kesetaraan.

6.3 PENDUKUNG PENDIDIKAN

A. Dana

Penyelengaraan pendidikan ini mendapat dana dari pemasukan tetap dan tidak tetap. Pemasukan tetap terdiri atas SPP. Sedangkan dana tidak tetap bersumber dari ceramah, pertemuan ilmiah seperti seminar,simposium, dan kegiatan lainnya. Juga dari jasa medik staf dan residen yang dikumpulkan untuk kelancaran penyelenggaraan pendidikan.

Sumbangan Pembangunan Pendidikan (SPP)

Selama mengikuti program pendidikan peserta PPDS membayar SPP sesuai dengan ketentuan Universitas Udayana yang berlaku.

B. Tenaga Sekretariat

Di Bagian Ilmu Bedah FK.UNUD/RSUP.Sanglah Denpasar ada 17 orang pegawai, yaitu : Sekretariat Bagian : Dayu Andyawati

Dibantu oleh : Ibu Agung

Sekretariat Pendidikan Residen : Nenik Junia Dewi Sekretariat Pendidikan Coass : Ketut Miarsa Sekretaris Sub Bag. B. Digestif : Kadek Artatik Sekretaris Sub Bag. B. Onkologi : Putu Ari Juliani Sekretaris Sub Bag. B. Orthopaedi : Kadek Sujani

Dibantu oleh : Ketut Arik

Sekretaris Sub Bag. B. Urologi : Ketut Suarniati Sekretaris Sub Bag. B. Thoraks : Sucahya Dana Sekretaris Sub Bag. B. Saraf : Ngakan Sukada

(32)

Sekretaris Sub Bag. B. Anak : Erni Kencanawati Sekretaris Sub Bag. B. Plastik : IGA Yuliasih Sekretaris Divisi Trauma : IGA Tirta Nadi

Dibantu oleh : Luh Gede

Prakarya / CS : Iluh Swandewi

Dibantu oleh : IGA Nora

C. Sarana dan Prasarana Pendidikan

1. RSUP. Sanglah Denpasar, yaitu : IRD, IBS, Ruang Perawatan Bedah, Poliklinik Bedah, Laboratorim Patologi Klinik, Radiologi, Radiotherapi, Patologi Anatomi

2. Kantor Sekretariat Bag./SMF. Ilmu Bedah FK.UNUD/RSUP. Sanglah Denpasar D. Bangunan Gedung

Bangunan Bagian Ilmu Bedah ada dilantai II diatas Poli Interna / Poli Bedah. Didalam Bangunan dibagi menjadi 29 ruangan, yaitu :

3. 9 buah ruangan untuk 9 Sub Bagian / Divisi 4. 1 buah ruangan Prof.

5. 1 buah ruangan Sekretariat Pendidikan Residen 6. 1 buah ruangan Sekretariat Pendidikan Coass 7. 1 buah ruangan Sekretariat Bagian

8. 1 buah ruangan kepala bagian 9. 1 buah ruangan rapat

10. 1 buah ruangan perpustakaan & internet 11. 1 buah ruang ujian

12. 1 buah ruangan litbang

13. 1 buah ruangan untuk kamar suci 14. 1 buah ruangan ikabi

15. 1 buah ruangan pentri

16. 1 buah ruangan untuk gudang 17. 1 buah ruangan untuk dapur

18. 1 buah ruang pertemuan induk berkapasitas 200 orang

19. 2 buah ruang pertemuan kecil masing-masing berkapasitas 50 orang 20. 1 buah ruang residen

21. 1 buah ruang coass 22. 1 buah ruang tamu

E. Buku Panduan Program Pendidikan Ilmu Bedah

Buku panduan ini direvisi setiap 5 tahun sekali untuk dapat menyesuaikan dengan perubahan kebutuhan masyarakat yang sedemikian cepat. Juga berbgai panduan klinik yang tersedia dan syah di RSUP Sanglah Denpasar.

F. Teknologi Informasi dan E-Learning tersedia di ruang perpustakaan.

(33)

G. GDLN di Universitas Udayana.

Residen dapat melakukan teleconference dengan memakai fasilitas GDLN yang disediakan di Universitas Udayana kampus Sudirman.

H. Media Publikasi

Majalah Medicina Fakultas Kedokteran Unud Denpasar, Majalah Ropanasuri, dan Majalah Kesehatan/Kedokteran lainnya. Langganan tetap : British Journal of Surgery

I. Rumah Sakit Jejaring Diseluruh Bali dan NTT

Pendukung pendidikan diluar RSUP Sanglah adalah RSUD Singaraja, RSU Tabanan, RSU Negara, RSU Gianyar, RSU Karangasem, RSU Bajawa, RSU Waikabubak, RSU Dompu dan RSU Bima

6.4 SELEKSI PENERIMAAN CALON PESERTA PPDS

Seleksi penerimaan PPDS merupakan bagian dari penyelenggaraan pendidikan PPDS secara umum diatur pada kurikulum Ilmu Bedah Indonesia yang diterbitkan oleh Kolegium Ilmu Bedah tahun 2006.

6.4.1 Pihak yang terkait

1. Kolegium Ilmu Bedah Indonesia .

2. Pusat pendidikan: Universitas Udayana, Fakultas Kedokteran, Bagian/SMF Ilmu Bedah, Program Studi Ilmu Bedah.

3. Instansi pengirim antara lain Kesehatan, TNI, POLRI, Perorangan, Pemerintah Daerah, Instansi Swasta, dan lainnya.

6.4.2 Alur proses seleksi penerimaan A. Tahap Pendaftaran

1. Calon Peserta Didik mengambil formulir, mengisi dan mendaftarkan diri ke Konsil Kedokteran Indonesia di Jakarta.

2. Formulir tersebut diteruskan ke MKKI (Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia), Kolegium Ilmu Bedah Indonesia, dan Dekan FK yang dituju (Institusi Penyelenggara Pendidikan Dokter Spesialis = IPDS)

B. Tahap Seleksi

1. Seleksi admistrasi dilakukan oleh MKKI dan atau Kolegium I. Bedah Indonesia

2. Seleksi akademis dilakukan oleh Institusi Penyelenggara Pendidikan Dokter Spesialis (IPDS) - (Dekan FK – TKP PPDS – KPS)

Seleksi administratif

Tujuan seleksi administratif adalah untuk menyaring calon yang akan dipanggil untuk seleksi akademik. Bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah berlaku persyaratan umum seperti tercantum dalam SK bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Kesehatan No. 0273/1980, No. 46/Men.Kes/SKB/1980, tentang penerimaan calon peserta pendidikan dokter spesialis bagi dokter umum yang telah menyelesaikan masa baktinya dan telah disetujui pemerintah dengan batas umur maksimum adalah 35 tahun dan penerimaan calon peserta pendidikan dokter spesialis bagi dokter umum yang lulus langsung.

Kelengkapan lamaran calon peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah adalah sebagai berikut :

(34)

1) Bukti permohonan. Calon peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah menulis surat permohonan kepada atasan langsung.

2) Formulir lamaran. Calon peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah mengisi formulir lamaran yang tersedia di Kantor Wilayah Kesehatan setempat dan Konsorsium Ilmu Kesehatan sebanyak 5 rangkap yang ditandatangani oleh calon peserta dan diketahui/disetujui oleh atasan langsung. Formulir tersebut diengkapi pasfoto terakhir.

Diberi kesempatan untuk memilih :

a. Tempat pendidikan (FKN pilihan I dan pilihan II). b. Program studi (pilihan I dan pilihan II).

3) Lampiran-lampiran

Lampiran-lampiran yang diperlukan dan harus disertakan sebagai berikut :

a. Fotokopi surat pengangkatan dari Instansi Induk (Kesehatan, Pendidikan, Hankam, Dalam Negeri/Pemerintah Daerah, dan lain-lain).

b. Fotocopy ijazah dokter dan salinan angka keberhasilan (academic transcript) selama belajar di Fakultas Kedokteran.

c. Surat izin/persetujuan dari atasan tempat bekerja.

d. Surat persetujuan/rekomendasi/penugasan dari instansi induk sebagai berikut:

• Bagi calon peserta dari Kesehatan dilampirkan surat persetujuan dari Kepala Kantor Wilayah Kesehatan setempat;

• Bagi calon peserta dari Pendidikan dan Kebudayaan dilampirkan surat persetujuan dari Direktorat Pendidikan Tinggi; dan

• Bagi calon peserta dari Hankam dilampirkan persetujuan dari Kepala Pusat Kesehatan ABRI. e. Referensi dari kelompok profesi setempat.

f. Bahan pertimbangan dalam memberikan surat persetujuan adalah sebagai berikut:

• Atasan langsung memberikan persetujuan setelah mempertimbangkan prestasi kerja, kecakapan, minat dan sikap calon peserta, di samping pertimbangan administrasi lainnya.

• Kepala Kantor Wilayah Kesehatan memberikan persetujuan dan meneliti kesesuaiannya dengan program pengembangan tenaga kesehatan.

• Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi memberikan persetujuan setelah mempertimbangkan persetujuan atasan langsung (Dekan, Rektor dan Kepala Unit Kerja lain) dan meneliti kesesuaiannya dengan program pengembangan staf/instansi. Dalam hal calon peserta adalah calon pengajar Fakultas Kedokteran yang telah menyelesaikan tugas di Puskesmas (waktu singkat) dan/atau belum pernah bertugas di Puskesmas (lulusan baru) maka calon peserta harus termasuk 5-10% terbaik dalam kelas pada angkatannya. Untuk ini perlu disertakan keterangan prestasi belajar yang bersangkutan terhadap prestasi kelompok/angkatan.

• Kepala pusat kesehatan ABRI memberikan persetujuan setelah mempertimbangkan persetujuan atasan langsung dan meneliti kesesuaiannya dengan program pengembangan tenaga kesehatan ABRI.

Kelengkapan lamaran yang terdiri atas Surat Permohonan, formulir lamaran dan lampiran-lampiran yang diperlukan (semua rangkap lima) dikirim tercatat kepada Dekan Fakultas kedokteran Universitas Udayana Denpasar.

C. Tahap Penerimaan/ Penolakan

Hasil seleksi: > diterima  formulir ke TKP PPDS dan KPS membuat jadwal pendidikan ybs.

> ditolak  formulir kembali ke TKP PPDS  ke MKKI/ Kolegium  ke KKI

(35)

6.4.3 Seleksi Calon Peserta PPDS di Pusat Pendidikan 1. Seleksi Administratif

Dilakukan oleh Dekan dan K-PPDS dan apabila sudah lengkap maka berkas dikirim ke Bagian/SMF Ilmu Bedah FK Unud/RSUP Sanglah Denpasar.

2. Seleksi akademik meliputi ujian tulis dan wawancara. Tim Seleksi ditingkat Ilmu Bedah dibuat atas SK Dekan.

3. Seleksi kesehatan yang meliputi kesehatan umum, mata, telinga, hepatitis/penyakit menular, dan lainnya yang dinilai perlu.

4. Seleksi psikologik.

Persyaratan Seleksi Penerimaan

A. Persyaratan Umum Seleksi Penerimaan 1. Surat lamaran calon peserta PPDS. 2. Surat rekomendasi dari instansi pengirim. 3. Mengisi formulir lamaran PPDS.

4. Salinan ijazah yang dilegalisir Dekan FK universitas asal.

5. Salinan transkrip nilai yang dilegalisir Dekan FK universitas asal. 6. Surat rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

7. Bagi pelamar yang sudah mendaftar sebelumnya dan belum diterima supaya melampirkan surat penolakannya.

8. Jika terdapat suami/istri akan mengikuti tes atau salah satu sedang menjalani pendidikan dibidang Interna, Obgin, Bedah atau Pediatri tidak boleh testing di salah satu bagian tersebut (sudah harus ditapis di TKP).

B. Persyaratan Seleksi Penerimaan

1. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pendidikan kedokteran umum > 2,50.

2. Dokter umum lulusan perguruan tinggi negeri atau swasta dengan skor TOEFL minimal 450 dari Lab. Bahasa Universitas Udayana Denpasar Bali yang dikeluarkan minimal dua (2) bulan terakhir sebelum periode seleksi. Atau skor ini dapat dicapai dalam waktu 6 bulan pertama masa pendidikan.

C. Persyaratan Khusus Seleksi Kesehatan

1. Test psikologis dilaksanakan pada Bagian Perilaku FK UNUD dengan biaya ditanggung peserta. 2. Test kesehatan oleh Team RSUP Sanglah Denpasar meliputi:

a. Tes kesehatan umum b. Tes kesehatan THT dan c. Tes kesehatan mata. 3. Batas usia:

1. Peserta PPDS Reguler

a. Calon peserta didik PNS dan Non PNS umur tidak lebih dari 35 tahun kecuali ABRI/POLRI atau staf pengajar yang dikirim oleh lembaga pendidikan (PTN dan PTS).

b. Umur dihitung pada saat seleksi.

(36)

d. Untuk PTT di Fakultas Negeri atau Swasta dapat mendaftar PPDS setelah menjalankan tugas selama 3 tahun di Fakultas yang bersangkutan.

2. Peserta PPDS-NR yaitu peserta PPDS Daerah (PPDSD) secara umum untuk program PPDS perluasan usia pelamar tidak melebihi 40 tahun terhitung mulai pendidikan atau atas pertimbangan tim seleksi Bagian Ilmu Bedah.

6.4.4 Pelaksanaan Seleksi di Bagian Ilmu Bedah 1. Administratif

1) Kelengkapan administratif oleh KPS sebelum ujian tulis.

2) Diberi kesempatan untuk menyerahkan tambahan bukti kegiatan ilmiah, pengabdian masyarakat dan penelitian serta bukti lain yang terkait.

3) Diberikan penjelasan mengenai organisasi atau penyelenggaraan pendidikan PPDS Bedah sebelum mulai testing.

2. Ujian tulis dan wawancara

Waktu pelaksanaan menunggu jadwal dari TKP PPDS FK Unud 1. Ujian tulis

1) Tempat: Bag/SMF Ilmu Bedah FK Unud/RSUP Sanglah Denpasar. 2) Materi : Ujian tulis dikoordinasikan oleh KPS Ilmu Bedah.

2. Ujian wawancara

1) Tempat: Bag/SMF Ilmu Bedah FK Unud/RSUP Sanglah Denpasar.

2) Penguji: Ujian wawancara dilaksanakan oleh Tim Seleksi Calon peserta PPDS I yang terdiri dari :

a. Ketua : Kepala Bagian b. Sekretaris : KPS

c. Anggota : Staf senior. 3. Tim Seleksi

Tim seleksi calon peserta PPDS Ilmu Bedah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Bagian. 4. Pelaksanaan Seleksi

1. Tes kesehatan

1) Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan jadwal dari TKP PPDS FK Unud.

2) Tempat RSUP Sanglah Denpasar (kecuali ada ketentuan lebih lanjut), dilaksanakan oleh Tim Medis Seleksi TKP PPDS.

a. Kesehatan umum di Poliklinik Penyakit Dalam b. Kesehatan mata di Poliklinik Mata dan

c. Kesehatan THT di Poliklinik THT.

3) Peserta tidak sedang menderita kelainan yang membahayakan diri/orang lain. 2. Test Psikologik

1) Waktu :Jadwal dibuat oleh TKP PPDS FK Unud. 2) Tempat :Laboratorium Psikologi FK Unud Denpasar

Jl. PB. Sudirman

6.4.5 Keputusan

Keputusan kelulusan dibedakan atas: 1. Tingkat Bagian

Referensi

Dokumen terkait

Ketidaksesuaian peresepan obat dapat berakibat pada menurunnya mutu pelayanan rumah sakit dan biaya obat yang dipergunakan tidak efektif (Wambrauw, 2006). Secara

(reduksi) miskonsepsi yang signifikan terhadap siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan strategi POGIL pada konsep redoks secara klasikal, dengan demikian

Pelayanan keperawatan di Rumah Sakii merupakan bagi integral dari pelayanan kesehatan secara keseluruhan dan memiliki andil yang besar clan turut menentukan citra pelayanan rumah

Dalam tahap pelaksanaan penelitian, penulis melakukan pencarian data-data yang bersangkutan dengan topik penelitian yang sudah di dapat dan kemudian

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Desa) Desa Jatilor Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan disusun dengan maksud menyediakan sebuah dokumen perencanaan

Kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu yang juga menjadi faktor penghambat peranan camat dalam pelaksanaan pembinaan terhadap pemerintahan desa yaitu bahwa sebagian

Judul skripsi : Perancangan Program Simulasi Penentuan Optimasi Arah Taksi Kosong dengan GPS dan Metode Monte Carlo.. Memberikan kepada Universitas Bina Nusantara hak non-eksklusif

Hal ini disebabkan karena telah terjadi proses reduksi di dalam tanah dimana pada saat itu oksigen yang berada dalam pori-pori tanah digantikan oleh air, dan