• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE EVALUASI DAN KRITERIA KELULUSAN

Dalam dokumen Buku Panduan Bedah 07 (Isi) (Halaman 64-69)

A. METODE EVALUASI

Tahapan Evaluasi yang berlaku di PS. Ilmu Bedah yaitu : 1. Mengevaluasi proses pembelajaran pada setiap akhir stase

Dilaksanakan oleh Ketua Sub Bagian yang terkait , yaitu berupa Evaluasi Knowledge

Dilakukan 2 minggu sebelum berakhirnya stase di sub bagian dengan ujian tertulis, nilai lulus 65. Jika tidak lulus ditempuh sampai lulus dalam waktu 2 minggu, minimal 3 x. Ujian ke empat dilakukan oleh komisi. Bila gagal dipertimbangankan pada rapat pleno Bagian Bedah

Data yang dipakai untuk bahan evaluasi bersumber dari laporan operasi (bimbingan, mandiri, assisten), laporan presentasi (Lokal & Nasional), laporan pagi (morning report), laporan mingguan, laporan subbagian residen, laporan RS Luar, laporan pra bedah dan laporan petugas di tempat bekerja.

Laporan Sub Bagian yang dilaporkan senior meliputi :  Attitude diberi pembobotan 50 %

 Knowledge diberi pembobotan 25 %  Skill diberi pembobotan 25 %

2. Mengevaluasi proses pembelajaran setiap akan naik jaga a. Evaluasi Akhir pra bedah ke Bedah Dasar

 Menyelesaikan tugas prabedah (ilmu dasar)  Lulus ujian ilmu dasar

 Menyerahkan tugas Prabedah serta evaluasi supervisor  Lulus evaluasi oleh staf bedah

 Lulus ATLS / BSSC, EKG Course

 Lulus Kursus bahasa inggris. TOEFL : 400 b. Evaluasi Akhir Bedah Dasar ke Bedah Lanjut

 Mengikuti kursus USG / FAST

 Mengikuti seluruh stase yang ditugaskan dengan evaluasi baik  Lulus Ujian Kognitif subbagian

 Lulus OSCA

 Menyelesaikan tugas-tugas subbagian (Jurnal + tugas Jaga + dll)  Membacakan laporan kasus (nasional) masing – masing 1 buah  Mengikuti kegiatan tutorial sub bagian ≥ 75 % / tahun.

 Mengikuti stage ICU dan Anesthesi  Membaca proposal penelitian akhir

 Sudah membacakan / presentasi sari pustaka c. Evaluasi Akhir Bedah Lanjut ke tingkat Chief

 Mengikuti kursus perioperatif disemester VI  Lulus ujian kognitif disemester VII

 Mengikuti kursus Laparoskopic

 Mengikuti seluruh stase yang ditugaskan dengan evaluasi baik.  Lulus evaluasi Sub Bagian

 Menyelesaikan tugas-tugas Sub Bagian (operasi yang ditentukan, jurnal, laporan kasus, dll)  Membacakan laporan kasus ( Lokal dan Nasional ) masing-masing 1 buah

 Membacakan 1 buah penelitian (Nasional)

 Mengikuti tugas luar pada sarana bekerja lapangan (RS. Luar) (2 bulan) Metode pada semua tahapan itu, yaitu :

1. Ujian tulis 2. Ujian Lisan

3. Telaah buku Catatan kegiatan (Logbook) i. Dari buku kegiatan akan dinilai:

1. Diskusi/bimbingan yang dilakukan di masing-masing tempat tugas. 2. Pengayaan oleh staf yang diikuti.

3. Asistensi tindakan yang dilakukan.

4. Dan lain-lain yang tercatat pada buku kegiatan.

ii. Buku kegiatan harus sudah ditandatangani oleh konsultan dalam 1 x 24 jam setelah tindakan/pemeriksaan pasien dikerjakan.

iii. Cara evaluasi dengan ketetapan/panduan yang sudah dibakukan. 4. Ujian ketrampilan (operasi)

i. Penilaian bimbingan operasi meliputi persiapan dan pelaksanaan operasi, perawatan paska operasi dan diskusi teknik operasi

ii. Dua puluh empat jam sebelum operasi dikerjakan, supervisor pembimbing operasi menilai persiapan operasi, rencana tindakan, rencana perawatan pasca operasi kasus yang dipakai bimbingan. Bila evaluasi dianggap kurang maka bimbingan operasi bisa dibatalkan.

iii. Pada saat operasi pembimbing menilai keterampilan peserta PPDS yang dibimbing. iv. Nilai akhir bimbingan adalah nilai kumulatif seluruh evaluasi bimbingan operasi. 5. Pengamatan terus-menerus

 Evaluasi terus menerus dilakukan oleh konsulen ruangan, konsulen pemimpin laporan pagi, pemimpin laporan siang, konsulen pemimpin laporan mingguan, konsulen pemimpin laporan kematian maternal dan konsulen pemimpin laporan kematian perinatal

 Evaluasi dilakukan terhadap kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor dengan mengisi blanko evaluasi yang diserahkan kepada KPS paling lambat satu minggu sebelum siklus berakhir.

B. KRETERIA LULUSAN

Kreteria Lulusan : 1. Lulus 2. Perpanjangan 3. Dropout Penjelasan : 1. Lulus a. Afektif :

- Tidak terdapat nilai D atau E dari setiap laporan.

- Tidak pernah melanggar etika, disiplin serta tata kerja yang berlaku di Lab./Bagian Ilmu Bedah atau di RS Tempat Pendidikan.

b. Psikomotor :

- Tidak terdapat nilai E.

- Bila mendapat nilai D, berarti dapat dipertimbangkan untuk lulus bila hasil atau laporan bidang lain mendapat nilai A/B/C.

- Ketrampilan memeriksa, merawat, membuat diagnosa, melakukan tindakan operasi, dan mengatasi komplikasi yang terjadi disertai menjawab konsultasi selama tugas dinilai cukup.

- Telah memenuhi katalog yang ditetapkan sesuai dengan tahapan/tingkatan PPDS dan mengisi buku “log”.

c. Kognitif :

- Lulus ujian lisan atau tertulis dengan nilai A/B/C..

d. Karya Ilmiah :

- Telah menyelesaikan karya ilmiah (journal/textbook reading, kasus, referat, penelitian, surveillance) sesuai dengan tingkatan/tahapan pendidikan PPDS.

2. Perpanjangan a. Afektif :

- Pernah melakukan pelanggaran etika, disiplin dan tata kerja tetapi bisa dikoreksi. b. Psikomotor :

- Mendapat nilai D atau E untuk suatu tahapan pendidikan.

- Pernah melakukan kesalahan dalam ketrampilan memeriksa, merawat, mendiagnosa, melakukan operasi penderita.

c. Kognitif :

- Mendapat nilai D atau E dari suatu tahapan pendidikan.

- Belum selesai membuat karya ilmiah sesuai ketentuan tahapan pendidikan. 3. Drop Out

a. Afektif :

- Pelanggaran berat etika, disiplin dan tata kerja.

Yang dikatagorikan pelanggaran berat (misal : tidak masuk tanpa alasan, meninggalkan tugas sebelum waktunya, memanipulasi keuangan/data DMK, menjelekkan nama lembaga pendidikan, guru/senior staf dan korps dokter).

b. Psikomotor :

- 2 kali berturut-turut membuat mortalitas atau morbiditas yang berat yang tidak sesuai dengan protokol pengelolaan penderita.

c. Kognitif :

- 3 kali berturut-turut mendapat nilai D atau E pada satu tahapan. d. Lain-lain :

- Mengundurkan diri

- Sakit atau cacat karena cedera sehingga tidak bisa meneruskan pendidikan sebagai calon ahli bedah. - Ditarik dari instansi induk.

- Melewati masa pendidikan yang telah ditetapkan oleh Kolegium Ilmu Bedah (max. 1 ½ kali masa pendidikan atau ± 7 ½ tahun).

Catatan :

1. Drop Out dapat didahului oleh peringatan lisan/tertulis I, II, III atau tanpa peringatan pada pelanggaran berat.

2. Keputusan Drop Out dilakukan oleh rapat KPS + tim Penilai + Ketua Kolegium Ilmu Bedah.

C. ALAT EVALUASI LOG BOOK

Log Book harus diisi lengkap sebagai bukti pendidikan untuk dapat mengikuti ujian nasional.  Log book terdiri dari dua bagian yaitu log book bedah dasar dan log book bedah lanjut.

 Log book bedah dasar diselesaikan dalam waktu 20 bulan selama Jaga I dan Log book Bedah Lanjut selama 24 bulan selama pendidikan Jaga II

 Pada akhir pendidikan semua kolom log book sudah terisi penuh dan benar.  Log book harus selalu dibawa oleh peserta PPDS.

 Log book bedah dasar dan log book bedah lanjut dicetak tersendiri. 1. Buku Log Bedah Dasar

Buku Log Bedah Dasar memuat data pengalaman dan pencapaian obyektif pendidikan peserta. Kelengkapan pencapaian target merupakan bukti untuk penilaian sebagai syarat sebelum ujian.

Tujuan

Mencatat pencapaian obyektif pendidikan dan memantau kekurangan dalam pencapaian target dan bagaimana dapat mencapainya.

2. Buku Log Bedah Lanjut

Setelah semua modul dalam Buku Log Bedah Dasar dilengkapi, maka peserta dapat melanjutkan pengisian Buku Log Bedah Lanjut. Target pada Buku Log Bedah La jut berbeda dengan buku Log Bedah Dasar. Tujuan:

Buku Log Utama mempunyai tujuan mencatat semua obyektif pendidikan yang diperlukan. Peserta akan dapat memantau target yang sudah dicapai, apa yang kurang dan bila akan mencapai tujuan berikutnya. Buku akan dipakai sebagai persyaratan untuk mengikuti ujian akhir PPDS.

D. MODUL ILMU BEDAH

Modul Ilmu Bedah yang diterapkan di PS. Ilmu Bedah FK.UNUD/RSUP Sanglah Denpasar sesuai dengan Modul yang ditetapkan dari Kolegium Ilmu Bedah Indonesia. Ada 36 Modul, 27 Modul untuk Pendidikan Bedah Dasar dan 9 modul untuk Pendidikan Bedah Lanjut.

A. Modul Tahap Bedah Dasar

1. Ilmu Dasar Bedah Kepala Leher 2. Ilmu Bedah Kepala Leer

3. Operasi Emergensi Kepala Leer

4. Ilmu Dasar Bedah Ilmu Onkologi Bedah 5. Ilmu Bedah Ilmu Onkologi Bedah 6. Operasi sederhana Ilmu Onkologi Bedah 7. Ilmu Dasar Bedah Digestif

8. Ilmu Bedah Digestif

9. Operasi Emergensi Digestif 10. Ilmu Dasar Bedah Anak 11. Ilmu Bedah Anak

12. Operasi Emergensi Anak

13. Ilmu Dasar Bedah Thoraks Kardiovaskuler 14. Ilmu Bedah Thorak Kardiovaskuler

15. Operasi Emergensi Thoraks Kardiovaskuler 16. Ilmu Dasar Bedah Orthopaedi

17. Ilmu Bedah Orthopaedi

18. Operasi Emergensi Orthopaedi 19. Ilmu Dasar Bedah Urologi 20. Ilmu Bedah Urologi

22. Ilmu Dasar Bedah Saraf 23. Ilmu Bedah Saraf

24. Operasi Emergensi Saraf 25. Ilmu Dasar Bedah Plastik 26. Ilmu Bedah Plastik

27. Operasi Emergensi Plastik B. Modul Tahap Bedah Lanjut

1. Operasi Elektif Kepala Leher

2. Operasi Elektif Ilmu Onkologi Bedah 3. Operasi Elektif Digestif

4. Operasi Elektif Bedah Anak

5. Operasi Elektif Thoraks Kardiovaskuler 6. Operasi Elektif Orthopaedi

7. Operasi Elektif Urologi 8. Operasi Elektif Saraf 9. Operasi Elektif Plastik

BAB IX

Dalam dokumen Buku Panduan Bedah 07 (Isi) (Halaman 64-69)

Dokumen terkait