• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil penelitian dan Pembahasan

Hasil dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga fokus utama, yaitu hasil pratindakan, hasil tindakan, dan hasil pascatindakan.

Hasil pratindakan meliputi hasil observasi dan perencanaan. Hasil tindakan merupakan uraian proses tindakan pada tindakan I, tindakan II, dan tindakan III. Hasil pascatindakan merupakan uraian proses dan uraian hasil setelah keseluruhan siklus berakhir.

1. Paparan Hasil Penelitian

a. Hasil Observasi Pratindakan

Dari observasi diketahui bahwa pada saat belajar mengajar materi tentang pasar, guru Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi SMP Negeri 4 Purwodadi tidak melakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL (masih menggunakan metode konvensional). Pada kegiatan pembelajaran, guru hanya menyuruh anak untuk mengerjakan latihan soal setelah diberi penjelasan oleh guru secara singkat tentang pasar dan karakteristiknya. Hal itu tampak pada proses kegiatan belajar mengajar sebagai berikut:

Pembukaan

Guru : “ Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh .“ Siswa : “ Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh”

Guru : “ Hari ini kita akan membahas materi tentang pasar. Ada yang tahu pengertian pasar.”

commit to user Siswa : “ Tahu bu”

Pada saat pembukaan, informasi yang digali guru hanya berpusat pada apakah siswa mengetahui tentang pasar atau belum. Selain itu, guru memberi informasi bahwa akan mempelajari tentang pasar tanpa sedikitpun memberi gambaran mengenai pengertian pasar, syaratnya pasar, peranan pasar, jenis-jenis pasar. Cara membuka pelajaran tersebut juga kurang menarik bagi siswa. Dari hasil wawancara dengan siswa bahwa siswa merasa bosan dan kurang termotivasi untuk mengikuti pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi tentang pasar sebab merasa tidak ada yang menarik dari pelajaran tersebut.

Guru kemudian menjelaskan pengertian tentang pengertian pasar, syaratnya pasar, peranan pasar, jenis-jenis pasar dan karakteristiknya secara singkat.

Guru : “ Pasar adalah tempat bertemunya antara penjual dan pembeli baik secara langsung atau tidak langsung untuk melakukan kegiatan transaksi jual beli (siswa hanya berbisik - bisik.) Guru kemudian menjelaskan pengertian tentang fungsi pasar, syarat terjadinya pasar, peranan pasar, jenis pasar dan bagaimana karakteristiknya sampai jelas. “Bagaimana ? sudah jelas ?“

Siswa : “ Sudah Bu”

Berdasarkan dialog tersebut tampak bahwa guru tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan sendiri pengertian tentang pasar, fungsi pasar, syarat terjadinya pasar, peranan pasar, jenis pasar.

commit to user

Guru langsung menginformasikan pengertian tentang pasar, fungsi pasar, syarat terjadinya pasar, peranan pasar, jenis pasar pada siswa sehingga siswa cenderung menghafal pengertian tentang pasar, fungsi pasar, syarat terjadinya pasar, peranan pasar, jenis pasar dan karakteristiknya.

Guru : “ Guru lalu memberi contoh tentang bentuk - bentuk pasar. Siswa : “ Siswa memperhatikan apa yang sedang disampaikan atau di

contohkan oleh guru tentang bentuk pasar.

Guru : “ Bagus“. Dari contoh tadi kalian bisa mengetahui pengertian tentang bentuk pasar.

Siswa : “ Sudah Bu”.

Dialog di atas menunjukkan bahwa guru sangat sedikit atau bahkan tidak menggunakan media pembelajaran. Model yang digunakan bahwa berupa penjelasan dan tanya jawab yang dilakukan oleh guru dan siswa. Penjelasan guru tersebut belum mewakili pengertian tentang pasar, fungsi pasar, syarat-syarat terjadinya pasar, peranan pasar, jenis pasar dan karakteristiknya secara menyeluruh. Artinya, guru belum memberi contoh konkrit tentang pengertian tentang pasar, fungsi pasar, syarat terjadinya pasar, peranan pasar, jenis pasar dan karakteristiknya kepada siswa kemudian guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan lembar kegiatan siswa.

Dialog yang dilakukan oleh guru hanya berlangsung satu arah. Guru aktif bertanya kepada siswa, sedangkan siswa pasif. Dalam pembelajaran ini siswa menjadi objek bukan menjadi subyek belajar sehingga kreatifitas

commit to user

siswa tidak nampak. Pada saat memberi tugas, guru juga tidak memberikan kontek yang jelas, selain itu, guru juga tidak memastikan siswa mengerjakan tugas dengan baik, sebab pada saat siswa mengerjakan tugas, guru hanya duduk di depan kelas dan mengerjakan tugas lain. Penutup

Guru : “ Sudah selesai ?”. Siswa : “ Sudah Bu ”.

Guru : “ Kalau begitu kumpulkan !“

Guru kemudian mengumpulkan hasil siswa tanpa melakukan penilaian proses. Hal ini menyebabkan pola belajar mengajar tidak terpantau. Jika ada siswa yang mengerjakan tugas asal-asalan karena tidak faham atau terjadi kesalahan pada pemahaman tentang materi pasar tidak dapat diketahui pada saat itu juga. Selain itu, guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan analisis dan refleksi hasil pekerjaannnya sehingga kalau terjadi kesalahan , siswa tidak tahu dimana letak kesalahannnya.

b. Hasil Penelitian Pratindakan

Dari segi hasil penelitian pra tindakan ada dua yaitu: 1) Hasil angket motivasi.

2) Hasil belajar pratindakan (pre test).

Sedangkan hasil dari angket pre test motivasi belajar SMP Negeri 4 Purwodadi kelas VIII E yaitu sebagai berikut:

commit to user

Berdasarkan hasil angket motivasi pratindakan memperoleh rata-rata 79,19% yang menunjukkan motivasi sangat baik. Sedangkan hasil penelitian dan hasil belajar pratindakan (pre test) yaitu dari segi hasil kegiatan pratindakan siswa ternyata tidak memenuhi standar persentasi minimal pencapaian indikator penilaian hasil belajar. Hasil penelitian tahap pratindakan terlihat bahwa tidak ada satu pun siswa yang memenuhi indikator penilaian tentang pasar minimal 65. Dari 5 indikator penilaian, rata-rata siswa hanya 2 indikator disetiap aspeknya. Pada tahap pratindakan ini, kemampuan siswa dalam materi pasar terbukti rendah. (Materi pre test dan skor angket motivasi siswa terlampir)

2) Tabel hasil belajar pratindakan pre test

Berdasarkan tabel tersebut ( Lihat lampiran tabel 8) diperoleh bahwa 43 siswa penelitian diperoleh: 5 siswa (11,63%) memperoleh skor 30; 13 siswa (30.23%) memperoleh skor 40; 7 siswa (16,26%) memperoleh skor 50; 17 siswa (39,53%) memperoleh skor 60; dan 1 siswa (2,33 %) memperoleh skor 70. ( Lihat lampiran tabel 9 )

Rata-rata kemampuan siswa (49,07%), atau dapat dikatakan kurang dari standar perolehan skor minimal 75%. Kebanyakan siswa hanya mampu melaksanakan 2 indikator pada semua aspek penilaian.

Berdasarkan hasil penelitian kegiatan pratindakan di atas maka dapat diketahui bahwa kemampuan siswa SMP Negeri 4 Purwodadi

commit to user

kelas VIII E pada kegiatan pratindakan tersebut rendah. Kurang dari 75% dari jumlah siswa yang memperoleh skor minimal 65.

c. Refleksi permasalahan dan Perencanaan Tindakan

Setelah dilakukan analisis dan refleksi pada tahap pratindakan, peneliti merumuskan penyebab timbulnya masalah tersebut. Dari hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa masalahnya yaitu :

1) Guru hanya menerangkan apa itu pasar dan karakteristiknya. 2) Guru tanpa memanfaatkan metode pembelajaran.

3) Pada saat proses pembelajaran, guru tidak membiasakan siswa aktif bertanya, tetapi hanya aktif mendengarkan.

Bertolak dari masalah yang ditemukan, kemudian peneliti merencanakan tindakan, yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran terutama dalam hal memberikan gambaran sejelas-jelasnya tentang pengertian tentang pasar, fungsi pasar, syarat-syarat terjadinya pasar, peranan pasar, jenis pasar dan karakteristiknya, penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL, membiasakan siswa aktif dalam proses pembelajaran, dan mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi. Peneliti menerapkan penilaian autentik dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL.

commit to user 2. Penerapan Hasil Tindakan

Hasil tindakan dalam hal ini di bagi menjadi dua, yaitu proses pelaksanaan tindakan, dan hasil tindakan. Paparan proses merupakan jabaran kegiatan yang dilakukan di lapangan pada saat tindakan, sedangkan basil tindakan adalah analisis tulisan yang dihasilkan siswa pada setiap akhir tindakan. Paparan proses pelaksanaan tindakan didasarkan pada catatan langkah tindakan I, tindakan II, dan tindakan III.

a. Perencanaan tindakan I

Rencana pembelajaran tindakan I difokuskan untuk mengatasi masalah yang ditemukan pada saat observasi awal dan pratindakan. Pada tahap observasi awal ditemukan bahwa :

1) Siswa belum mampu mendiskripsikan arti dan fungsi pasar

2) Siswa belum mampu mengidentifikasikan syarat-syarat terjadinya pasar.

3) Siswa belum mampu mendiskripsikan macam-macam pasar. 4) Siswa kesulitan membedakan pasar konkrit dengan pasar abstrak. 5) Siswa belum bisa rnendiskripsikan peranan pasar bagi masyarakat/

pemerintah.

Bertitik tolak dari masalah-masalah tersebut di atas, maka guru dan penulis membuat rencana pembelajaran sebagai berikut:

1) Guru menggunakan teknik atau metode pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL untuk memacu pengetahuan siswa mengenai pasar.

commit to user

2) Guru memberikan model penjual di kantin sekolah maupun di koperasi siswa yang akan digunakan siswa sebagai model dalam menerapkan teori pasar.

3) Guru menggunakan tujuh komponen CTL sebagai tehnik mengetahui maksud model.

4) Guru membagi kelas dalam kelompok, tiap kelompok terdiri dari 4 – 5 siswa.

5) Guru menugaskan siswa untuk mengerjakan tugas lembar kegiatan siswa dalam bentuk pre test dan post test.

6) Guru memberikan rambu-rambu penilaian yaitu penilaian autentik kepada siswa untuk mengoreksi tulisan siswa.

b. Proses Pelaksanaan Tindakan I (Siklus I)

Proses pelaksanaan tindakan I terbagi menjadi dua kali pertemuan, masing-masing pertemuan berlangsung selama 2 x 40 menit. Siswa rinci proses pelaksanaan tindakan I pada tiap-tiap pertemuan adalah sebagai berikut:

1) Pertemuan Pertama (2 x 40 menit)

Proses tindakan pada pertemuan pertama difokuskan pada pembelajaran indikator pengertian, fungsi, syarat-syarat terjadinya pasar dan peranan pasar. Tahap ini bertujuan untuk mengarahkan pandangan dan memberikan kerangka berfikir terhadap siswa sehingga objek yang diceritakan teridentifikasi dengan jelas.

commit to user

Terkait dengan tujuan tersebut maka pembelajaran pada tindakan I pertemuan difokuskan pada pembelajaran indikator pengertian, fungsi, syarat-syarat terjadinya pasar dan peranan pasar berdasarkan gambar dengan tema yang sudah ditentukan oleh guru. Proses pembelajaran itu dapat diketahui dari dialog berikut:

Guru : “ Kalian pernah pergi ke pasar ? “ Siswa : “ Pernah Bu ”

Guru : “ Coba siapa yang tahu apa itu pasar ?” (Siswa saling berbisik - bisik)

Guru : “ Ada yang bisa mendiskripsikan? Siswa : “ Malu Bu”

Guru : “ Lho kenapa ? “ ( Siswa hanya berbisik- bisik dengan teman satu bangku)

Guru : “ Kalau kalian hanya berbisik - bisik gitu, bagaimana ibu guru bisa tahu apa yang kalian maksudkan ?“

Siswa : “ orang berjualan Bu”

Guru : “ Bagus-bagus. Coba ada yang lain? Siswa : “ Orang mencari kebutuhan pokok Bu” Guru : “ Bagus. Ada yang lain lagi?”

“(Siswa hanya berbisik-bisik dengan teman satu bangku)” Sesuai dengan rencana pembelajaran, selanjutnya guru menggunakan tehnik atau model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL untuk memicu siswa memahami materi pasar. Teknik ini

commit to user

dilaksanakan dengan cara menampung semua jawaban siswa setelah guru memencing siswa dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang gambar.

Sebelum melakukan teknik tanya jawab, guru membagikan gambar dengan judul “pasar” kepada siswa (lihat lampiran gambar )

Selanjutnya, setelah dibagikan gambar, guru bertanya kepada siswa tentang isi gambar. “Gambar 11, 12, dan 13 gambar apa, anak- anak ?“ Siswa menjawab beragam antara lain gambar pasar, gambar toko, gambar swalayan. Dari seluruh jawaban siswa yang dituliskan di papan tulis, secara bersama-sama guru kemudian menjelaskan bahwa gambar tersebut adalah gambar pasar.

Pada akhir proses tindakan I pertemuan pertama, peneliti mengadakan wawancara dengan siswa. Dari hasil wawancara atau pengamatan, peneliti menyimpulkan bahwa masih ada sebagian siswa yang kebingungan dalam mendiskripsikan tentang pasar. Walau sudah menggunakan gambar, siswa belum mampu mendiskripsikan dengan baik.

2) Pertemuan kedua (2 x 40 menit)

Proses pelaksanaan tindakan I pertemuan kedua adalah lanjutan dan pertemuan satu. Jika pada pertemuan I proses yang berlangsung adalah mendiskripsikan pasar berdasarkan gambar, pada pertemuan kcdua adalah refleksi dan analisis pemahaman siswa tentang pasar.

commit to user

Kegiatan utama yang dilakukan siswa pada pertemuan kedua ini adalah memperbaiki pemahaman siswa tentang pasar pada pertemuan pertama.

Pembelajaran perevisian ini berlangsung selama 2 x 40 menit. Kegiatan didahului dengan penginformasian tujuan pembelajaran berdasarkan gambar sebagai usaha motivasi siswa Guru memberikan petunjuk dengan menuliskan hal-hal yang harus dikoreksi siswa di papan tulis. Setelah siswa menyatakan sudah cukup paham maka guru menugaskan siswa untuk mengoreksi jawaban siswa. Guru berkeliling untuk memastikan siswa bekerja dengan sungguh- sungguh. Dalam waktu 15 menit guru memastikan siswa telah menyelesaikan tugasnya. Pada akhir pertemuan, guru mengadakan refleksi hasil belajar dengan bertanya kepada siswa, apakah siswa mengerti, ada pula yang menjawab bingung, dan tidak mengerti, Kemudian peneliti menanyakan apakah siswa senang dengan pembelajaran ini, siswa menjawab senang.

Pada pertemuan kedua tindakan I ini, kendala yang dihadapi adalah siswa masih belum mampu mediskripsikan pasar dengan baik, walaupun sudah menggunakan gambar.

commit to user 3) Hasil penelitian tindakan I ( Siklus I)

Hasil penelitian tindakan I adalah mediskripsikan pasar. Hal itu untuk penilaian pelaksanaan tindakan, yaitu penggunaan gambar apakah sudah mampu meningkatkan kemampuan mengidentifikasikan pasar. Hasil tersebut dinilai berdasarkan aspek penilaian :

a) Mendiskripsikan arti dan fungsi pasar.

b) Mengidentifikasikan syarat-syarat terjadinya pasar. c) Mendiskripsikan macam-macam pasar.

d) Membedakan pasar konkrit dengan pasar abstrak.

e) Mendiskripsikan peranan pasar bagi masyarakat/ pemerintah. Kelima aspek tersebut dijabarkan masing-masing tiga indikator. Dengan dernikian, kisaran penilaian tcrtinggi adalah 70. scdangkan hasil perbandingan pre-tes dan post-tes pada tindakan I dapat dilihat dalam lampiran tabel 10.

Dengan demikian, diperoleh hasil perbandingan pre-tes dan post-tes sebagai berikut: dari jumlah 43 siswa keseluruhan terbukti 36 siswa (83,72%) mengalami peningkatan prestasi belajar: 6 siswa (13,95%) yang prestasi belajarnya tetap; dan 1 siswa (2,32%) mengalami penurunan hasil belajar. ( Lihat lampiran tabel 11 )

Pada akhir tindakan I setelah hasil penilaian siswa di cek maka di dapatkan hasil sebagai berikut: (1) dari jumlah siswa keseluruhan terbukti 37 siswa yang memperoleh skor minimal 65 atau (86,05%)

commit to user

(2) taraf kemampuan siswa dan rata-rata indikator yang dilaksanakan, hanya sebesar (13,95%), yang berarti kurang dari 75% untuk dinyatakan tidak berhasil; (3) dari 5 indikator penilaian, pada tindakan 1 ini, rata-rata siswa hanya memenuhi satu indikator tiap aspek; dan (4) siswa belum mampu mendeskripsikan materi tentang pasar secara tepat.

Dilihat dari aspek penilaian, siswa pada tindakan I ini, kurang memenuhi indikator penilaiannya. Siswa memang sudah dinyatakan tuntas atau berhasil, tetapi masih perlu pemantapan materi tentang pasar.

4) Identifikasi Masalah Akhir Tindakan I (Siklus I)

Tindakan I dianggap belum berhasil, karena belum mencapai standar kompetensi yang disyaratkan, yaitu dari keseluruhan siswa, 75% sebaiknya memperoleh skor 65. Oleh karena itu, setelah tindakan berakhir, peneliti selaku praktisi menganalisis proses dan hasil tindakan I.

Masalah-masalah yang ditemukan kemudian dijadikan landasan untuk merencanakan tindakan selanjutnya sebagai langkah perbaikan dan tindakan I ini.

Pada identifikasi masalah tindakan, ditemukan masalah-masalah sebagai berikut:

commit to user

b) Siswa belum mampu mengidentifikasikan syarat-syarat terjadinya pasar.

c) Siswa belum mampu mendiskripsikan macam-macam pasar. d) Siswa kesulitan membedakan pasar konkrit dengan pasar abstrak. e) Siswa belum bisa rnendiskripsikan peranan pasar bagi masyarakat/

pemerintah.

Faktor yang diduga menjadi timbulnya masalah-masalah tersebut adalah sebagai berikut:

a) Siswa masih minim menguasai materi pasar.

b) Siswa belum dapat mendriskripsikan peranan pasar bagi pemerintah.

c) siswa belum bisa membedakan pasar konkrit dengan pasar abstrak. 5) Perencanaan Tindakan II (Siklus II)

Mengacu pada masalah dan faktor-faktor penyebab timbulnya masalah yang ditemukan pada pelaksanaan tindakan 1, maka peneliti merencanakan untuk pelaksanaan tindakan II. Langkah perencanaan pada tindakan II ini adalah sebagai berikut:

a) mengubah gambar sederhana menjadi gambar yang lebih kompleks. Gambar sederhana pada tindakan I hanya berupa gambar pasar, tetapi pada tindakan II menggunakan gambar yang sudah di diskripsikan bagian-bagiannnya, kejadian yang tidak digambarkan pada model pembelajaran tindakan I digambarkan

commit to user

pada tindakan II sehingga gambar pada tindakan II lebih jelas dan lebih detail pendiskripsiannnya.

b) memberikan tugas kepada siswa untuk mencari macam-macam pasar.

c) menggunakan model pembelajaran tipe STAD berbasis CTL untuk mengetahui maksud gambar seperti pada tindakan 1.

6) Proses Pelaksanaan Tindakan II (Siklus II)

Proses pelaksanaan tindakan II ini dilakukan kerena pembelajaran pada tindakan I kurang berhasil mengatasi masalah-masalah siswa dalam materi pembelajaran tentang pasar berdasarkan gambar sehingga pencapaian nilai yang diwujudkan melalui skor masih rendah. Mengingat hal tersebut maka tindakan kedua dilaksanakan untuk mempertajam hal-hal yang sudah benar pada tindakan 1, yaitu penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL. Terbukti dari tindakan I, kemampuan siswa lebih meningkat dari hasil pratindakan, serta memperbaiki masalah kekurangan yang terdapat pada tindakan 1. Dengan demikian, masalah-masalah yang timbul pada tindakan I dapat segera diatasi.

Pada pelaksanaan tindakan II ini, rencana tindakan II didasarkan pada kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam tindakan I dan diwujudkan dalam dua kali pertemuan.

commit to user

Proses tindakan pada pertemuan pertama difokuskan pada pembelajaran indikator pengertian, fungsi, syarat-syarat terjadinya pasar dan peranan pasar. Tahap ini bertujuan untuk mengarahkan pandangan dan memberikan kerangka berfikir terhadap siswa sehingga objek yang diceritakan teridentifikasi dengan jelas. Dari analisis tindakan I, sebagian siswa belum memahami fungsi, syarat-syarat terjadinya pasar, jenis pasar dan peranan pasar. Hal ini disebabkan gambar pada pembelajaran yang digunakan pada tindakan I sulit untuk didiskripsikan, karena gambar tindakan I hanya bentuk pasar yang belum di jelaskan bagian-bagiannya. Sehinggga pada tindakan II gambar diubah dengan menggunakan gambar pasar yang sudah di jelaskan bagian-bagiannya yang lebih kompleks. (Gambar kegiatan siklus II terlampir)

Hal ini tampak pada dialog antara guru dengan siswa berikut: Guru : “ Gambar apa gambar 14, 15, 16 dan 17 ?”

Siswa : “ Gambar koperasi siswa” Siswa : “ Gambar kantin sekolah”

Guru : “ Darimana kalian tahu gambar tersebut adalah gambar toko?“

Siswa : “Ada penjual, ada pembeli, ada barang ” Guru : “ Bagus, kalian semua benar”.

Setelah itu, yang dilakukan oleh guru adalah mengarahkan siswa untuk mengetahui gambar 14, 15, 16 dan 17 tersebut guru

commit to user

mengadakan tanya jawab. Hasil tanya jawab dituliskan guru di papan tulis. Dari jawaban-jawaban siswa tersebut dapat diketahui bahwa sebenarnya siswa sudah mampu mendiskripsikan gambar secara mendetail. Guru kemudian menugaskan siswa untuk mengerjakan lembar kerja siswa. Guru berkeliling untuk memeriksa pekerjaan siswa.

Setelah selesai mengerjakan tugas, siswa segera mengumpulkan tugasnya. Karena waktu sudah habis, maka kegiatan analisis dan refleksi pembelajaran dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya.

2) Pertemuan kedua (2 x 40 menit)

Sama dengan pertemuan pertama, pertemuan kedua ini rnerupakan tindak lanjut dan pertemuan pertama. Selain berfungsi untuk melanjutkan pertemuan pertama, pertemuan kedua ini berfungsi untuk mempertajam proses tindakan sekaligus memperbaikinya.

Analisis hasil pada siklus pertama, masalah pertama yang ditemukan adalah siswa belum mampu mendiskripsikan tentang pengertian tentang pasar, fungsi pasar, syarat-syarat terjadinay pasar, peranan pasar, jenis pasar dan karakteristiknya. Hal itu karena media hanya gambar kantin dan koperasi sekolah. Dengan mengubah media pembelajaran, pada hasil tanya jawab mengenai

commit to user

gambar, guru menganggap siswa sudah memiliki bekal yang cukup untuk memahami konsep pasar.

Masalah kedua yang ditemukan dan hasil analisis tindakan I adalah siswa belum mampu membedakan jenis – jenis pasar dan karakteristiknya. Guru melakukan penugasan kepada siswa untuk mencari jenis – jenis pasar dan karakteristiknya. Bagi siswa yang dapat menyebutkan jenis – jenis pasar yang lebih banyak dan siswa lainnya maka guru akan memberikan hadiah. Selanjutnya, guru menuliskan jenis – jenis pasar di papan tulis menurut jawaban siswa.

Masalah selanjutnya yang ditemukan pada tindakan I adalah siswa kurang mampu mendeskripsikan peranan pasar bagi masyarakat atau pemerintah. Untuk mengatasi hal tersebut maka guru mengadakan analisa hasil pre test dan post test siswa. Guru mengambil inisiatif untuk rnengoreksi pekerjaan siswa secara bersama-sama dan mencocokkannya dengan rubrik penilaian yang ada.

Pada akhir kegiatan guru bertanya kepada siswa apakah siswa mendapatkan pengetahuan. Ternyata siswa menjawab “ya”. Setelah itu, guru mengadakan ice breaking untuk membuat siswa tidak merasa bosan pada kegiatan pembelajaran. Ketika ditanya masalah perasaanya siswa merasa senang karena dapat belajar dengan menggunakan media gambar yang menarik.

commit to user 7) Hasil Penelitian Tindakan II ( Siklus II)

Penilaian hasil tindakan II didasarkan pada kriteria yang sama dengan hasil penelitian tindakan I. Secara rinci hasil penilaian tindakan II dapat diamati dalam lampiran tabel 12.

Dari tabel tersebut diperoleh hasil bahwa dari 43 jumlah keseluruhan siswa, terdapat 37 siswa yang telah memperoleh skor minimal 65 (yang berarti 86.05%, atau lebih dari 50% untuk dinyatakan berhasil). Dengan rincian: (1) skor total 55 ada 3 siswa (6.98%): (2) skor total 65 ada 6 siswa (11.62%); (3) skor total 70 ada 21 siswa (48,84%); dan (4) skor total 75 ada 13 siswa (30,23%), total skor 85 ada 1 siswa (2,33%). ( Lihat Tabel 13 )

Secara rinci hasil penelitian pada tindakan II ini mengalami kenaikan dan tindakan I. Jika pada tindakan I prosentase pada kemampuan siswa yang memperoleh skor 65 sebesar 83.72% maka pada tindakan II, prosentase jumlah siswa yang memperoleh skor minimal 65 sebesar 93.02%.

8) Identifikasi Masalah Akhir Tindakan II ( Siklus II)

Dilihat dan pencapaian skor setelah tindakan II berakhir. Siswa sudah mencapai hasil yang memuaskan. Tetapi terdapat masalah mendasar yang perlu segera di selesaikan dan tindakan II. Walaupun hasil yang diperoleh rata-rata dan keseluruhan siswa, 40 siswa (93.02%) memperoleh skor minimal 65. Tetapi, pada tindakan II ini masalah perbedaan pasar abstrak dan pasar konkrit masih belum

commit to user

terselesaikan. Kemampuan siswa masih rendah dalam membedakan pasar abstrak dan pasar konkrit. Indikator pada aspek tersebut masih belum tercapai.

Mengingat masalah tersebut, maka peneliti mengambil langkah untuk melakukan tindakan III sebagai upaya pembenahan dan penajaman tindakan II. Sebelum peneliti membuat perencanaan pada

Dokumen terkait