• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Di Desa Sidareja Banjarnegara – Jawa Tengah PRAMONO BENYAMIN, IWAN KOSWARA

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Hasil Penelitian

Penelitian mengenai kekuatan nlai kearifan lokal sebagai media persuasif dalam meredam konflik isu SARA pada Pilkada 2017 adalah masyarakat yang ada di kota Medan yang turut memperatikan kondisi masalah yang kerap terjadi pada acara pesta demokrasi. Penelitian menggunakan metode wawancara dan untuk sampai pada saat ini peneliti baru mewawancarai 4 orang yang dapat mewakili warga kota Medan antara lain: Wahyudi Hidayat (WH), Rinaldi Saputra (RS), Ilham (IH), Slamet Riyadi (SR).

Kearifan lokal merupakan kebudayaan suatu daerah yang bernilai baik dan dapat dijadikan acuan dalam aturan kehidupan suatu daerah.kearifan lokal juga lahir berdasarkan norma agama yang dianut oleh daerah tertentu sehingga mampu mencerminkan nilai budaya yang dimiliki satu daerah tertentu dengan mayoritas daripemeluk agamanya, hal ini dapat dilihat dalam kutipan wawancara berikut ini:

“….kearifan lokal sendiri biasanya muncul dari kebudayaan yang telah terbentuk di jaman dahulu, percampuran antara karakteristik dari norma agama yang dianut sampai pada karakteristik dari bentuk tempat tinggalnya…” (WH)

“….kearifan lokal itu budaya setempat yang menjadi satu identitas pada wilayah itu…” (RH)

“…kearifan lokal…merupakan budaya setempat yang memiliki nilai-nilai tertentu dalam mengatur kehidupan masyarakat sekitarnya…” (IH)

“…ya…kearifan lokal nilai serta kebiasaan pada satu daerah tertentu yang kemudian dijadikan satu budaya sebagai hasil dari kebiasaan yang sering dilakukan dan membawa nilai baik dalam mengatur, serta memenuhi kebutuhan masyarakatnya….” (SR)

Nilai kearifan lokal ternayata memiliki kekuatan nilai yang sangat kuat dalam mempengaruhi masyarakatnya dalam mempertahankan dan melestarikan budaya, terutama dimasa sekarang yang sedikit demi sedikit sudah mulai terkikis. Hal ini dapat dilihat pada kutipan wawancara berikut ini:

“…budaya kita memang sudah mulai terkikis hal ini dapat dilihat pada era globalisasi dan teknologi….” (WH)

“….ya tentu saja budaya kita memang sudah berubah baik dari nilai sopan santun maupun etika dikarenakan banyaknya nilai budaya dari negara lain yang masu secara bebas dan kearifan lokal dibutuhkan untuk dapat mempertahankan kebudayaan yang ada…” (RS)

“….individual bukan merupakan budaya bangsa kita…budaya bangsa kita adalah tolong menolong, tenggang rasa…namun kini sudah bergeser pada individulis dan juga egosentrisme sehingga kekuatan nilai kearifan lokal tentu saja dibutuhkan….” (IH)

“…pergeseran budaya pasti ada namun kearifan lokal sendiri bisa menjadi satu kekuatan agar budaya yang ada tetap lestari…”(SR)

Ternyata kekuatan nilai kearifan lokal dpat menjadi media persuasif dalam meredam konflik isu SARA pada Pilkada 2017 dikarenakan masyarakat diingatkan kembali akan nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa kita, seperti tenggang rasa, saling menghormati antarpemeluk agama, gotong rong dan yang lainnnya. Nilai kearifan lokal yang menjadi kekuatan bangsa adalah nilai dalam Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan wawancara berikut ini:

“…kalo kekuatan nilai kearifan lokal bangsa ini Bhineka Tunggal ka…berbeda-beda tetapi tetap satu jua…” (WH)

“…nilai kearifan lokal…gotong royong, tolong menolong, trus Bhineka Tunggal Ika, Pancasila…” (RS)

“ya…kalo kita kembali pada nila ke-Bhineka Tunggal Ika-an kita dan juga Pancasila mungkin para elit politik yang harus lebih memahami lagi hal ini…sehingga tidak terjadi kondisi seperti pada saat ini…” (IH)

“…kerafian bangsa kita yang paling tepat adalah Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila…” (SR)

Media yang dapat digunakan untuk memberikan informasi dan juga pendidikan tentang nilai dari kearifan lokal yang dimiliki oleh bangsa kita melalui media elektronik yang mampu menjangkau seluruh khalayak yang anonym seperti pada pemutaran film yang dapat mengangkat kekuatan nilai budaya, pagelaran budaya, soaialiasai ke sekolah dan masyarakat yang berkerjasama dengan Kemendikbud. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan wawancara berikut ini:

“…bisa juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang nilai kearifan lokal kita…” (WH)

“…diingatkan kembali terhadap nilai Bhineka Tunggal Ika serta Pancasila yang kita miliki…” (RS)

“…kita bisa melakukannya dengan melakukan pagelaran budaya setempat, ataupun menonton film yang dapat mengangkat kebudayaan setepat, pndidika sekolah pun tetap harus digalakkan terutama nila ke-Bhineka Tunggal Ika-an…”

“…berkrjasama dengan kemendikbud juga bisa agar masyarakata dapat diingatkan kembali tentang nilai Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila…”

Pembahasan

Kebudayaan daerah dan etnis pada masing-masing daerah menunjukkan karakteristik keragaman bangsa Indonesia. Setiap karakteristik tersebut memiliki nilai luhur serta mengandung nilai kearifan, karena pada masa lalu demi mempertahan, mensejahterakan, serta memenuhi kebutuhan hidup maka para leluhur menggunakan sumber nilai dan kreativitas yang dimilikinya. Masing-masing etnis akan memiliki kebudayaannya masing- masing, sebagai contoh: etnis Lampung yang dikenal terbuka menerima etnis lain sebagai saudara (adat muari, angkon), etnis Batak juga terbuka, Jawa terkenal dengan tata-krama dan perilaku yang lembut, etnis Madura dan Bugis memiliki harga diri yang tinggi, dan etnis Cina terkenal dengan keuletannya dalam usaha. Demikian juga etnis-etnis lain seperti, Minang, Aceh, Sunda, Toraja, Sasak, Nias, juga memiliki budaya dan pedoman hidup masing yang khas sesuai dengan keyakinan dan tuntutan hidup mereka dalam upaya mencapai kesejehtaraan bersama.34

Penulis menyampaikan hasil dari wawancara tentang Nilai kearifan lokal yang dapat menjadi kekuatan dalam meredam konflik isu SARA yang kerap terjadi pada pesta demokrasi ini adalah bahwa budaya dari masyarakat sudah mulai tergeser sedikit demi sedikit atas pengaruh budaya luar, ini ditandai dengan digempurnya berbagai alat teknologi yang semakin lama semakin canggih dan juga sampai hampir tidak terdapat kembali ruang untuk kehidupan pribadi karena banyaknya media sosial yang tersebar.

Dari beragam kebudayaan dan etnis yang hidup berdampingan sebagai satu Negara kesatuan rakyat Indonesia memiliki kekuatan nilai kearifan lokal Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. Bhineka tunggal Ika seperti pada slogannya “berbeda-beda tetapi tetap satu jua” yang dapat diartikan juga sebagai persatuan dalam perbedaan, hal ini mengandung makna sebagai suatu ekspresi dalam kehidupan yang kuat demi mencapai kesatuan dan persatuan

34

http://staff.unila.ac.id/abdulsyani/2013/04/17/kearifan-lokal-sebagai-aset-budaya-bangsa-dan- implementasinya-dalam-kehidupan-masyarakat/

dikalangan lapisan masyarakat baik yang berbeda secara karakteristik namun masih memiliki karakteristik dasar budaya yang sama dikalangan masyarakatnya.

Pemahaman nilai ke-Bhineka Tunggal Ika-an harus dijadikan arahan, pedoman, serta acuan bagi setiap orang dalam bertindak, membangun serta memilihara kehidupan berbangsa dikarenakan masyarakat kita merupakan masyarakat yang multicultural. Penerapan nilai ke- Bhineka Tunggal Ika-an harus tercermin baik dari segi pola pikir, sikap dan tindakan yang lebih mengutamakan kepentingan Negara dibandingkan kepentingan pribadi ataupun kepentingan kelompok. Seharusnya nilai ke-Bhineka-an Tunggal Ika ini idealnya dapat terigentrasi dalam kehidupan politik, sosial budaya, dan seluruh aspek kehidupan dalam bernbangsa dan bernegara sehingga akan mewujudkan kehidupan yang sehat dan dinamis. Sebagai contoh pada aspek politik yang berhubungan dengan Pilkada 2017 apabila antara penganut agama yng berbeda mampu saling menghormati dan berkerjasama tentunya kasus penistaan agama yang kini sedang terjadi pada salah satu Cagub ini tentu tidak akan terjadi. Dan seandainya pada tim sukses pun memahami betul akan nilai ke Bhineka Tunggal Ika-an maka mereka akan memahami akan kepentingan Negara dan bangsa merupakan hal yang paling utama dari pada kepentingan kelompok sehingga mencoba menjauhkan strategi isu SARA dalam pemenangan calonnya.

Apabila nilai ke-Bhineka Tunggal Ika-an diterapkan serta diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari maka akan menciptakan tatanan masyarakat yang sejahtera serta makmur secara adil dan merata. Pemahaman nilai ke-Bhineka Tunggal Ika-an harus mampu dipahami oleh masyarakat sehingga masyarakat mapu untuk berinteraksi secara sinergis antara daerah yang satu dengan daerah yang lain yang tentunya memiliki perbedaan dari budaya, etnis, bahasa, agama hingga strata sosial, sehingga inteaksi ini mampu mewujudkan daya saing yang baik serta kesejahteraan dan kemakmuran kehidupan masyarakat.

Pancasila merupakan lambang negara dan filsafat hidup bangsa Indonesia yang telah terbentuk menjadi salah satu nilai kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat kita sebagai sumber nilai dalam mempertahankan hidup, mensejahterakan sampai dalam memenuhi kebutuhan hidup rakyatnya. Pancasila merupakan dasar negara yang memiliki nilai yang bersifat hierarkis sistematis fundamental serta satu kesatuan yang menyeluruh melingkupi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke serta member makna pada setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berkebangsaan, dan berkenegaraan dalam landasan Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan yang merupakan pokok- pokok pikiran yang fundamental Pemikiran ini bertolak dari suatu pandangan bahwa negara bangsa adalah suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan yang merupakan masyarakat hukum (legal sosiety), maksudnya, negara persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (hakikat sila pertama) yang pada hakikatnya bertujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau beradab (hakikat sila kedua), membentuk suatu ikatan (hakikat sila ketiga), bersifat demokratis (hakikat sila keempat), dan memiliki prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama/kehidupan sosial (hakikat sila kelima), yang secara kausalitas memilki nilai kerohanian yang bersifat objektif dan juga subjektif.35 Secara ilmiah dapat dikatakan bahwa satu masyarakat, satu bangsa selalu memiliki pandangan hidup yang berbeda dengan seluruh bangsa yang ada di dunia ini, perbedaan inilah yang biasanya disebut sebagai local genius (kecerdasan/kreatifitas lokal) dan sekaligus sebagai local wisdom (kearifan lokal) bangsa.

Nilai merupakan sesuatu hal yangterkandung di hati nurani manusia yang mendasar dan prinsip akhlak yang merupakan keindahan dan keutuhan hati seseorang, sehingga kekuatan nilai yang terkandung dalam kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia dapat dijadikan satu media persuasif dalam mempengaruhi masyarakat agar bertindak dan berfikir secara positif. Persuasif merupakan usaha dimana orang dapat mengubah sikapnya melalui penggunaan pesan yang terfokus pada karakteristik komunikator dan komunikannya, sehingga pada komunikasi persuasif ini komunikator berusaha untuk mengubah komunikan baik secarakognitif maupun secara afektif. Media persuasif yang dapat dipergunakan dalam menuangkan kembali akan nilai kearifan lokal yang kita miliki mampu dilakukan dengan menggunakan pagelaran budaya sebagai medianya, pembelajaran di sekolah dengan menggunakan media teater dan juga media film yang mengangkat unsur budaya, dan sosialisasi yang diselenggarakan oleh Kemendikbud. Namun media tersebut juga membutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak agar hal tersebut dapat dilaksanakan sehingga generasi muda memiliki kearifan lokal sebagai benteng pada saat terdapat nilai budaya asing yang buruk seperti individual yang nantinya dapat terdorong pada isu SARA dan juga bagi seluruh masyarakat Indonesia agar mengngat kembali nilai kearifan lokal yang telah mempersatukan seluruh rakyat yang pluralistik.

Tentunya dengan menyadari akan nilai dari Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila seluruh masyarakat, pemimpin bangsa, elite politik dapat mengingat kembali akan nilai filsafat yang dipegang teguh oleh bangsa dan negara kita terutama pada awal negeri ini mulai merdeka, apabila kekuatan nilai kearifan lokal ini selalu kita lestraikan, kita ingat dan kita laksanakan maka konflik isu SARA yang kerap terjadi dapat diredam karena tidak ada yang memulai untuk menghina satu sama lain karena semua orang saling menghormati dan tenggang rasa.

PENUTUP

Bahwasanya negara Indonesia merupakan negara kesatuan yang terbentuk dari budaya dan etnis yang berbeda yang berjanji dan bersepakat untuk membentuk satu negara kesatuan yang memiliki nilai ke-Bhineka Tunggal Ika-an dan juga negara yang dilandasi oleh Pancasila. Nilai kearifan lokal ini merupakan dasar dari kekuatan negara yang kita punya serta identitas yang tidak dimiliki oleh negara manapun di dunia. Untuk mensosialisasikan kembali serta mengingatkan dan menanamkan kembali nilai dari Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila tersebut maka diperlukan dilakukannya pagelaran budaya sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam masing-masing budaya dapat ditunjukkan kepada masyarakat, melaui pendidikan anak sekolah melaui film yang mengangkat kebudayaan, sosialisasi kepada masyrakat yang berkerjasama dengan Kemendikbud.

Kemendikbud hendaknya memberikan program-program dalam memberikan pengetahuan tentang kearifan lokal yang mulai dilupakan, masing-masing daerah hendaknya mengadakan pagelaran budaya agar budaya tersebut dapat dilestarikan. Dalam memberikan sosialisasi pada anak sekolah hendaknya melalui film karena siswa lebih tertarik pada dunia film sehingga nilai budaya yang terkandung lebih cepat meresap.

DAFTAR PUSTAKA

Bungin, Burhan. 2003. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Prenada Media Group.

Effendy, Onong Uchjana. 1991. Radio Siaran Teori dan Praktek. Bandung: CV Mandar Maju.

Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Wahyuningsih, Sri. 2014. Kearifan Budaya Lokal Madura Sebagai Media Persuasif (Analisis Semiotika Komunikasi Roland Barthes dalam Iklan Samsung Galaxy Versi Gading dan Giselle di Pulau Madura). Sosio Didaktika: Vo;.1, No 2.

http://dgi-indonesia.com/wp-content/uploads/2009/02/menggalikearifanlokalnusantara1.pdf http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/16/05/10/o6ybdo282-isu- sara-di-pilgub-dki-2017-semakin-menggila http://politikindonesia.co/rubrik/1645/Survei-IndoStrategy-Terdapat-Potensi-Konflik-Akibat- Isu-SARA-Menjelang-Pilgub.html http://pilkada.liputan6.com/read/2436435/ini-101-daerah-yang-gelar-pilkada-serentak-2017 http://staff.unila.ac.id/abdulsyani/2013/04/17/kearifan-lokal-sebagai-aset-budaya-bangsa-dan- implementasinya-dalam-kehidupan-masyarakat/ http://pendidikansejarahunimed.blogspot.co.id/2012/01/nilai-