• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian Data Manfaat Kompetensi “Melakukan Komunikasi

dalam Pelayanan Jasa” Berkaitan dengan Aspek Psikomotor

(Keterampilan) Pada Kesiapan Prakerin di Restoran

Data hasil penelitian manfaat kompetensi “Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” bagi responden berkaitan dengan aspek psikomotor (keterampilan) pada kesiapan prakerin di restoran ditunjukkan pada Tabel 4.21 sampai dengan Tabel 4.30.

Tabel 4.21

Persentase Nilai Manfaat Kompetensi “Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada Kesiapan Prakerin di Restoran Berkaitan dengan Aspek psikomotor tentang Pelayanan Prima Berdasarkan

Konsep Action (Tindakan)

No

item Alternatif Jawaban

Menjawab Tidak

menjawab Jumlah

f % f % n %

21 a Mengingat dan memanggil dengan menyebut nama

tamu, terutama tamu-tamu langganan 30 86 5 14 35 100 b Membiasakan menggunakan ungkapan-ungkapan

seperti selamat pagi/siang/malam, silahkan, terima kasih tuan/nyonya

35 100 - - 35 100

c Menanyakan bantuan tanpa menunggu diminta,

seperti ada yang dapat saya bantu ? 35 100 - - 35 100 d Menerima kedatangan pelanggan dengan

menyambutnya, seperti selamat datang 35 100 - - 35 100 e Menanyakan maksud dan tujuan pelanggan dengan

menggunakan tutur bahasa yang baik, seperti silahkan duduk / silahkan masuk , mau pesan apa tuan/nyonya ?

32 91 3 9 35 100

Rata- rata 95 5 100

Sumber : hasil pengolahan data dari angket, pertanyaan no.21, boleh memilih lebih dari satu jawaban

Data pada Tabel 4.21 menunjukkan bahwa manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada kesiapan prakerin di restoran berkaitan dengan aspek psikomotor tentang keterampilan dalam pelayanan prima yaitu seluruhnya (100%) responden mengungkapkan menjadi terampil dalam membiasakan menggunakan ungkapan-ungkapan seperti selamat pagi/siang/malam, silahkan, terima kasih tuan/nyonya. Menanyakan bantuan tanpa menunggu diminta, seperti ada yang dapat saya bantu ? dan Menerima kedatangan pelanggan dengan menyambutnya, seperti selamat datang. Sebagian besar masing-masing 91% responden mengungkapkan menjadi terampil dalam (menanyakan maksud dan tujuan pelanggan dengan menggunakan tutur bahasa yang baik, seperti silahkan duduk / silahkan masuk , mau pesan apa tuan/nyonya ?, dan sebanyak 86% responden mengungkapkan menjadi terampil dalam mengingat dan memanggil dengan menyebut nama tamu, terutama tamu-tamu langganan.

Data hasil pengolahan angket no.21 seperti pada Tabel 4.21 menunjukkan bahwa nilai rata-rata persentase manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” bagi responden berkaitan dengan aspek psikomotor tentang keterampilan dalam pelayanan prima pada kesiapan prakerin di restoran sebesar 95% berada pada kriteria sangat bermanfaat.

Tabel 4.22

Persentase Nilai Manfaat Kompetensi “Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada Kesiapan Prakerin di Restoran Berkaitan dengan Aspek Psikomotor tentang Mencatat Kebutuhan Pelanggan

No

item Alternatif Jawaban

Menjawab Tidak

menjawab Jumlah

f % f % n %

22 a Sebagai tindakan yang menghargai kebutuhan pelanggan dengan langsung mencatat apa yang dipesan oleh pelanggan

32 91 3 9 35 100

b Dengan menegaskan kembali apa yang dipesan

pelanggan agar tidak terjadi kesalahan 34 97 1 3 35 100

c Dengan ekspresi wajah tersenyum dan segera menanyakan kebutuhan pelanggan kemudian mencatatnya dan mengulang apa yang telah dicatat sesuai dengan pesanan dan menanyakan kembali apakah masih ada tambahan pesanan

35 100 - - 35 100

d Dengan menanyakan kembali apakah masih ada

tambahan pesanan ? 32 91 3 9 35 100

e Menggunakan tutur bahasa yang baik dalam menanyakan kebutuhan pelanggan dan segera mencatat pesanannya secara jelas, sehingga tidak menimbulkan kekeliruan

26 74 9 26 35 100

Rata- rata 91 9 100

Sumber : hasil pengolahan data dari angket, pertanyaan no.22, boleh memilih lebih dari satu jawaban

Data pada Tabel 4.22 menunjukkan bahwa manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada kesiapan prakerin di restoran berkaitan dengan aspek psikomotor tentang mencatat kebutuhan pelanggan adalah sebagai berikut : seluruhnya (100%) responden mengungkapkan terampil dalam mencatat kebutuhan pelanggan dengan ekspresi wajah tersenyum dan segera menanyakan kebutuhan pelanggan kemudian mencatatnya dan mengulang apa yang telah dicatat sesuai dengan pesanan dan menanyakan kembali apakah masih ada tambahan pesanan. Sebagian besar masing-masing 97% responden mengungkapkan terampil dalam mencatat kebutuhan pelanggan

dengan menegaskan kembali apa yang dipesan pelanggan agar tidak terjadi kesalahan, sebanyak 91% responden mengungkapkan terampil dalam mencatat kebutuhan pelanggan sebagai tindakan yang menghargai kebutuhan pelanggan dengan langsung mencatat apa yang dipesan oleh pelanggan dan dengan menanyakan kembali apakah masih ada tambahan pesanan?. Lebih dari setengahnya (74%) responden mengungkapkan terampil dalam mencatat kebutuhan pelanggan menggunakan tutur bahasa yang baik dalam menanyakan kebutuhan pelanggan dan segera mencatat pesanannya secara jelas, sehingga tidak menimbulkan kekeliruan.

Data hasil pengolahan angket no.22 seperti pada Tabel 4.22 menunjukkan bahwa nilai rata-rata persentase manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” bagi responden berkaitan dengan aspek psikomotor tentang mencatat kebutuhan pelangganpada kesiapan prakerin di restoran sebesar 84% berada pada kriteria bermanfaat.

Tabel 4.23

Persentase Nilai Manfaat Kompetensi “Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada Kesiapan Prakerin di Restoran Berkaitan dengan Aspek Psikomotor tentang Menentukan Cara Berjalan

No

item Alternatif Jawaban

Menjawab Tidak

menjawab Jumlah

f % f % n %

23 a Pandangan mata ke depan tidak menengadah 32 91 3 9 35 100 b Pandangan mata ke depan tidak menunduk 34 97 1 3 35 100

c Tidak membusungkan dada 30 86 5 14 35 100

d Tidak membungkuk 32 91 3 9 35 100

e Berjalan dengan tubuh tegak dan bersemangat 35 100 - - 35 100

Rata- rata 93 7 100

Sumber : hasil pengolahan data dari angket, pertanyaan no.23, boleh memilih lebih dari satu jawaban

Data pada Tabel 4.23 menunjukkan bahwa manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada kesiapan prakerin di restoran berkaitan dengan aspek psikomotor tentang menentukan caraa berjalan adalah sebagai berikut : seluruhnya (100%) responden mengungkapkan lebih

terampil menentukan cara berjalan yaitu yaitu berjalan dengan tubuh tegak dan bersemangat. Sebagian besar masing-masing 97% responden mengungkapkan lebih terampil dalam menentukan cara berjalan yaitu pandangan mata ke depan tidak membungkuk, sebanyak 91% responden mengungkapkan terampil dalam menentukan cara berjalan yaitu pandangan mata ke depan tidak menengadah dan tidak membungkuk, dan sebanyak 86% responden mengungkapkan terampil dalam menentukan cara berjalan yaitu tidak membusungkan dada.

Data hasil pengolahan angket no.23 seperti pada Tabel 4.23 menunjukkan bahwa nilai rata-rata persentase manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” bagi responden berkaitan dengan aspek psikomotor tentang menentukan cara berjalan pada kesiapan prakerin di restoran sebesar 93% berada pada kriteria sangat bermanfaat.

Tabel 4.24

Persentase Nilai Manfaat Kompetensi “Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada Kesiapan Prakerin di Restoran Berkaitan dengan Aspek Psikomotor tentang Menentukan Cara Berpakaian

No

item Alternatif Jawaban

Menjawab Tidak

menjawab Jumlah

f % f % n %

24 a Seragam yang telah ditentukan 30 86 5 14 35 100

b Yang selalu rapih dan wangi 22 63 13 37 35 100

c Yang selalu bersih dan tidak bernoda 35 100 - - 35 100 d Yang serasi dan selalu memakai uniform

(seragam) kerja 35 100 - - 35 100

e Selalu mengenakan atribut yang telah ditetapkan manajemen seperti name tag dan simbol perusahaan

27 77 8 23 35 100

Rata- rata 85 15 100

Sumber : hasil pengolahan data dari angket, pertanyaan no.24, boleh memilih lebih dari satu jawaban

Data pada Tabel 4.24 menunjukkan bahwa manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada kesiapan prakerin di restoran berkaitan dengan aspek psikomotor tentang menentukan cara berpakaian adalah sebagai berikut : seluruhnya (100%) responden mengungkapkan terampil

dalam menentukan cara berpakaian dengan menggunakan pakaian seragam yang telah ditentukan, yang serasi dan selalu memakai uniform (seragam) kerja dan dengan menggunakan pakaian yang selalu bersih dan tidak bernoda. Sebagian besar masing-masing 86% responden mengungkapkan terampil dalam menentukan cara berpakaian dengan menggunakan seragam yang ditentukan, dan sebanyak 77% responden mengungkapkan terampil dalam menentukan cara berpakaian dengan menggunakan pakaian selalu mengenakan atribut yang telah ditetapkan manajemen seperti name tag dan simbol perusahaan. Lebih dari setengahnya (63%) responden mengungkapkan terampil dalam menentukan cara berpakaian yaitu menggunakan pakaian yang selalu rapi dan wangi.

Data hasil pengolahan angket no.24 seperti pada Tabel 4.24 tersebut dapat ditafsirkan bahwa nilai rata-rata persentase manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” bagi responden berkaitan dengan aspek psikomotor tentang menentukan cara berpakaian pada kesiapan prakerin di restoran sebesar 85% berada pada kriteria sangat bermanfaat.

Tabel 4.25

Persentase Nilai Manfaat Kompetensi “Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada Kesiapan Prakerin di Restoran Berkaitan dengan Aspek Psikomotor tentang Menentukan Cara Berbicara

No

item Alternatif Jawaban Menjawab

Tidak

menjawab Jumlah

f % f % n %

25 a Dalam berbicara memperhatikan dengan siapa kita

bicara (tua,muda) berbicara secara wajar 27 77 8 23 35 100 b Bicara sambil tersenyum menandakan bahwa kita

adalah orang yang baik dan ramah 30 86 5 14 35 100 c Dengan menggunakan tutur bahasa yang baik agar

dimengerti oleh pelanggan 28 80 7 20 35 100

d Memperhatikan pandangan mata pada waktu berbicara sebaiknya melihat dagu lawan bicara dan hanya sekali-kali melihat matanya

35 100 - - 35 100 e Bersikap sopan dengan memperhatikan volume

suara dalam berkomunikasi sehingga tidak terlalu keras/pelan

26 74 9 26 35 100

Rata- rata 83 17 100

Data pada Tabel 4.25 menunjukkan bahwa manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada kesiapan prakerin di restoran berkaitan dengan aspek psikomotor tentang keterampilan dalam pelayanan prima yaitu seluruhnya (100%) responden mengungkapkan terampil dalam menentukan cara bicara yaitu memperhatikan pandangan mata pada waktu berbicara sebaiknya melihat dagu lawan bicara dan hanya sekali-kali melihat matanya. Sebagian besar masing-masing 86% responden mengungkapkan terampil dalam menentukan cara berbicara yaitu bicara sambil tersenyum menandakan bahwa kita adalah orang yang baik dan ramah, sebanyak 80% responden mengungkapkan terampil dalam menentukan cara berbicara yaitu dengan menggunakan tutur bahasa yang baik agar dimengerti oleh pelanggan, dan sebanyak 77% responden mengungkapkan terampil dalam menentukan cara berbicara yaitu dalam berbicara memperhatikan dengan siapa kita bicara (tua,muda) berbicara secara wajar. Lebih dari setengahnya (74%) responden mengungkapkan terampil dalam menentukan cara berbicara yaitu bersikap sopan dengan memperhatikan volume suara dalam berkomunikasi sehingga tidak terlalu keras atau pelan.

Data hasil pengolahan angket no.25 seperti pada Tabel 4.25 menunjukkan bahwa nilai rata-rata persentase manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” bagi responden berkaitan dengan aspek psikomotor tentang keterampilan dalam pelayanan prima pada kesiapan prakerin di restoran sebesar 83% berada pada kriteria bermanfaat.

Tabel 4.26

Persentase Nilai Manfaat Kompetensi “Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada Kesiapan Prakerin di Restoran Berkaitan dengan Aspek Psikomotor tentang Melakukan Komunikasi Langsung

No

item Alternatif Jawaban

Menjawab Tidak

menjawab Jumlah

f % f % n %

26 a Volume suara tidak terlalu keras atau tertalu pelan 27 77 8 23 35 100 b Pandangan mata pada waktu berbicara melihat dagu

lawan bicara dan hanya sekali-kali melihat matanya 30 86 5 14 35 100 c Mimik muka atau roman muka tidak terlalu serius

atau tegang dan juga tidak terlalu santai 30 86 5 14 35 100 d Bila berbicara dengan atasan tidak sering

menggerak-gerakkan tangan seperti sedang memberi perintah 26 74 9 26 35 100 e Pada waktu berbicara di depan orang banyak sikap

badan tidak tegang, gugup atau gemeteran 29 83 6 17 35 100

Rata- rata 81 19 100

Sumber : hasil pengolahan data dari angket, pertanyaan no.26, boleh memilih lebih dari satu jawaban

Data pada Tabel 4.26 menunjukkan bahwa manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada kesiapan prakerin di restoran berkaitan dengan aspek psikomotor tentang melakukan komunikasi langsung adalah sebagai berikut : sebagian besar rmasing-masing 86% responden mengungkapkan terampil dalam berkomunikasi langsung yaitu pandangan mata pada waktu berbicara melihat dagu lawan bicara dan hanya sekali-kali melihat matanya dan mimik muka atau roman muka tidak terlalu serius atau tegang dan juga tidak terlalu santai, sebanyak 77% responden mengungkapkan terampil dalam berkomunikasi langsung yaitu volume suara tidak terlalu keras atau terlalu pelan, dan sebanyak 83% responden mengungkapkan terampil dalam berkomunikasi langsung yaitu pada waktu berbicara di depan orang banyak sikap badan tidak tegang, gugup atau gemeteran. Lebih dari setengahnya masing-masing 74% responden mengungkapkan terampil berkomunikasi langsung yaitu bila berbicara dengan atasan tidak sering menggerak-gerakkan tangan seperti sedang memberi perintah.

Data hasil pengolahan angket no.26 seperti apda Tabel 4.26 menunjukkan bahwa nilai rata-rata persentase manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” bagi responden berkaitan dengan aspek psikomotor tentang melakukan komunikasi langsung pada kesiapan prakerin di restoran sebesar 81% berada pada kriteria bermanfaat.

Tabel 4.27

Persentase Nilai Manfaat Kompetensi “Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada Kesiapan Prakerin di Restoran Berkaitan dengan Aspek Psikomotor tentang Menyatakan Terima Kasih kepada

Pelanggan

No

item Alternatif Jawaban

Menjawab Tidak

menjawab Jumlah

f % f % n %

27 a Berkunjung, sekalipun tidak membeli, misalnya

terima kasih atas kunjungannya 32 91 3 9 35 100 b Memesan pesanan, misalnya terima kasih saya akan

segera membawakan pesanan anda 31 89 4 11 35 100 c Membeli barang dalam jumlah besar, misalnya

terima kasih atas pembeliannya karena anda membeli dalam jumlah besar kami akan memberikan bonus

30 86 5 14 35 100

d Menyerahkan barang kepada pelanggan, misalnya

terima kasih silahkan berkunjung kembali 29 83 6 17 35 100 e Membayar atau saat costumer service memberikan

pengembalian uang, misalnya terima kasih semoga anda senang dengan pelayanan kami

28 80 7 20 35 100

Rata- rata 86 14 100

Sumber : hasil pengolahan data dari angket, pertanyaan no.17, boleh memilih lebih dari satu jawaban

Data pada Tabel 4.27 menunjukkan bahwa manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada kesiapan prakerin di restoran berkaitan dengan aspek psikomotor tentang menyatakan terima kasih kepada pelanggan adalah sebagai berikut : sebagian besar masing-masing 91% responden mengungkapkan terampil dalam menyatakan terima kasih saat pelanggan berkunjung, sekalipun tidak membeli, misalnya terima kasih atas kunjungannya, dan sebanyak 89% responden mengungkapkan terampil dalam menyatakan terima kasih saat pelanggan memesan pesanan, misalnya terima kasih saya akan segera membawakan pesanan anda, 86% responden mengungkapkan terampil dalam menyatakan terima kasih saat pelanggan membeli barang dalam

jumlah besar, misalnya terima kasih atas pembeliannya karena anda membeli dalam jumlah besar kami akan memberikan bonus, sebanyak 83% responden mengungkapkan terampil dalam menyatakan terima kasih saat menyerahkan barang kepada pelanggan, misalnya terima kasih silahkan berkunjung kembali, dan sebanyak 80% responden mengungkapkan terampil dalam menyatakan terima kasih saat pelanggan membayar atau saat costumer service memberikan pengembalian uang, misalnya terima kasih semoga anda senang dengan pelayanan kami.

Data hasil pengolahan angket no.27 seperti pada Tabel 4.27 menunjukkan bahwa nilai rata-rata persentase manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” bagi responden berkaitan dengan aspek psikomotor tentang menyatakan terima kasih kepada pelanggan pada kesiapan prakerin di restoran sebesar 72% berada pada kriteria bermanfaat.

Tabel 4.28

Persentase Nilai Manfaat Kompetensi “Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada Kesiapan Prakerin di Restoran Berkaitan dengan Aspek Psikomotor tentang Meningkatkan Kesehatan Tubuh

No

item Alternatif Jawaban

Menjawab Tidak

menjawab Jumlah

f % f % n %

28 a Berolah raga secara teratur 31 89 4 11 35 100

b Makan makanan yang seimbang dan bergizi 32 91 3 9 35 100

c Istirahat yang cukup 28 80 7 20 35 100

d Menghindari pola berpikir negative 29 83 6 17 35 100 e Memelihara tubuh dan lingkungan tetap bersih 29 83 6 17 35 100

Rata- rata 85 15 100

Sumber : hasil pengolahan data dari angket, pertanyaan no.28, boleh memilih lebih dari satu jawaban

Data pada Tabel 4.28 menunjukkan bahwa manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada kesiapan prakerin di restoran berkaitan dengan aspek psikomotor tentang meningkatkan kesehatan tubuh yaitu sebagian besar masing-masing 91% responden mengungkapkan

terampil dalam meningkatkan kesehatan tubuh dengan cara makan makanan yang seimbang dan bergizi, sebanyak 89% responden mengungkapkan terampil dalam meningkatkan kesehatan tubuh dengan cara berolah raga secara teratur, sebanyak 83% responden mengungkapkan terampil dalam meningkatkan kesehatan tubuh dengan cara menghindari pola berpikir negatif dan memelihara tubuh dan lingkungan tetap bersih, dan sebanyak 80% responden mengungkapkan terampil dalam meningkatkan kesehatan tubuh dengan cara istirahat yang cukup.

Data hasil pengolahan angket no.28 seperti pada Tabel 4.28 menunjukkan bahwa nilai rata-rata persentase manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” bagi responden berkaitan dengan aspek psikomotor tentang meningkatkan kesehatan tubuh pada kesiapan prakerin di restoran sebesar 85% berada pada kriteria bermanfaat.

Tabel 4.29

Persentase Nilai Manfaat Kompetensi “Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada Kesiapan Prakerin di Restoran Berkaitan dengan Aspek Psikomotor tentang Bekerja dalam Tim atau Kelompok

No

item Alternatif Jawaban

Menjawab Tidak

menjawab Jumlah

f % f % n %

29 a Pembagian tugas yang jelas 27 77 8 23 35 100

b Saling mengemukakan pendapat agar mencapai

tujuan 30 86 5 14 35 100

c Berdiskusi antar anggota kelompok untuk

menyelesaikan suatu permasalahan 31 89 4 11 35 100 d Saling membantu satu sama lain 29 83 6 17 35 100 e Saling mendengarkan pendapat satu sama lain

agar terjalin hubungan yang baik antar anggota kelompok

28 80 7 20 35 100

Rata- rata 80 20 100

Sumber : hasil pengolahan data dari angket, pertanyaan no.29, boleh memilih lebih dari satu jawaban

Data pada Tabel 4.29 menunjukkan bahwa manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada kesiapan prakerin di restoran berkaitan dengan aspek psikomotor tentang bekerja dalam tim atau kelompok adalah sebagai berikut : sebagian besar masing-masing 89% responden

mengungkapkan terampil bekerja dalam kelompok dengan berdiskusi antar anggota kelompok untuk menyelesaikan suatu permasalahan, sebanyak 86% responden mengungkapkan terampil bekerja dalam kelompok dengan saling mengemukakan pendapat agar mencapai tujuan, sebanyak 83% responden mengungkapkan terampil bekerja dalam saling membantu satu sama lain, sebanyak 80% responden mengungkapkan terampil bekerja dalam kelompok dengan saling mendengarkan pendapat satu sama lain agar terjalin hubungan yang baik antar anggota kelompok, dan sebanyak77% responden mengungkapkan terampil bekerja dalam kelompok dengan pembagian tugas yang jelas.

Data hasil pengolahan angket no.29 seperti pada Tabel 4.29 menunjukkan bahwa nilai rata-rata persentase manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” bagi responden berkaitan dengan aspek psikomotor tentang bekerja dalam tim atau kelompok pada kesiapan prakerin di restoran sebesar 80% berada pada kriteria bermanfaat.

Tabel 4.30

Persentase Nilai Manfaat Kompetensi “Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada Kesiapan Prakerin di Restoran Berkaitan dengan Aspek Psikomotor Tentang Cara Menangani Keluhan Pelanggan

No

item Alternatif Jawaban

Menjawab Tidak

menjawab Jumlah

f % f % n %

30 a Menghindari konflik dengan mengatakan

“Bagaimana saya dapat membantu anda…?” 26 74 9 26 35 100 b Mendengarkan keluhan dengan seksama dan

membiarkan pelanggan mengungkapkan keluhan mereka

34 97 1 3 35 100

c Memperlihatkan simpati dengan mengajukan permintaan maaf dan memperlihatkan kepedulian terhadap keluhan pelanggan

32 91 3 9 35 100

d Mengajukan pertanyaan yang relevan dengan meyakinkan pelanggan bahwa anda telah mendapatkan cara pemecahan yang ia setujui

34 97 3 14 35 100

e Memperoleh semua fakta dan informasi melalui pertanyaan yang diajukan kepada pelanggan kemudian mencari jalan keluarnya

26 74 9 26 35 100

Rata- rata 87 13 100

Data pada Tabel 4.30 menunjukkan bahwa manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” pada kesiapan prakerin di restoran berkaitan dengan aspek psikomotor tentang cara menghadapi keluhan pelanggan yaitu sebagian besar masing-masing 97% responden mengungkapkan kreatif dalam menangani keluhan pelanggan dengan cara mendengarkan keluhan dengan seksama dan membiarkan pelanggan mengungkapkan keluhan mereka dan mengajukan pertanyaan yang relevan dengan meyakinkan pelanggan bahwa anda telah mendapatkan cara pemecahan yang ia setujui, dan sebanyak 91% responden mengungkapkan kreatif dalam menghadapi keluhan pelanggan dengan cara memperlihatkan simpati dengan mengajukan permintaan maaf dan memperlihatkan kepedulian terhadap keluhan pelanggan. Lebih dari setengahnya (74%) responden mengungkapkan kreatif dalam menghadapi keluhan pelanggan dengan cara menghindari konflik dengan mengatakan “Bagaimana saya dapat membantu anda…?” dan memperoleh semua fakta dan informasi melalui pertanyaan yang diajukan kepada pelanggan kemudian mencari jalan keluarnya

Data hasil pengolahan angket no.30 seperti pada Tabel 4.30 menunjukkan bahwa nilai rata-rata persentase manfaat kompetensi ”Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” bagi responden berkaitan dengan aspek psikomotor tentang menentukan langkah-langkah menghadapi keluhan pelanggan pada kesiapan prakerin di restoran sebesar 87% berada pada kriteria sangat bermanfaat.

4. Rata-rata Persentase Manfaat Kompetensi “Melakukan Komunikasi

Dokumen terkait