total aset, jumlah skpd, dan temuan audit terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah sudah pernah dilakukan sebelumnya. Perbedaan terletak pada tempat penelitian dan periode penelitian. Hasil-hasil penelitian sebelumnya mengenai pengaruh pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, total aset, jumlah skpd, dan temuan audit terhadap persentase pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah dapat diringkas sebagai berikut :
Tabel 2. 1 pemerintah daerah, dan ukuran legislatif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengungkapan LKPD.
Ukuran pemerintah daerah, diferensiasi fungsional, spesialisasi pekerjaan, rasio kemandirian keuangan
26 daerah dan pembiayaan utang tidak terbukti mempunyai pengaruh
terhadap tingkat
pengungkapan LKPD.
Andriani (2012) Variabel Dependen :
Tingkat Pengungkapan pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengungkapan. Sedangkan untuk nilai temuan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengungkapan.
Total aset dan jumlah SKPD memiliki hubungan yang signifikan terhadap pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah. Kekayaan daerah
(PAD), tingkat
ketergantungan, umur pemerintah daerah, ukuran legislatif dan temuan audit tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap
Penyimpangan, Opini Audit, Karakteristik Pemerintah.
Opini audit dan jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan
terhadap tingkat
pengungkapan laporan keuangan pemerintah provinsi di Indonesia.
Temuan audit, tingkat penyimpangan audit,
kekayaan daerah,
ketergantungan daerah, ukuran daerah, dan jumlah SKPD tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah provinsi di Indonesia.
Simbolon dan Variabel Dependen : Ukuran Pemerintah
27 2.10. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual adalah suatu hubungan atau kaitan yang menggambarkan hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya. Dalam penelitian ini, peneliti akan meneliti mengenai pengaruh pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, total aset, jumlah SKPD, dan temuan audit terhadap
Ukuran Pemerintah, Ukuran Legislatif, Kekayaan Daerah, Intergovernmental Revenue, Umur Administratif, Diferensiasi Fungsional, Spesialis Pekerjaan, Rasio Kemandirian Keuangan Daerah.
berpengaruh positif terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan seluruh provinsi di Indonesia.
Sedangkan ukuran legislatif,
kekayaan daerah,
intergovernmental revenue, umur administratif, diferensiasi fungsional, spesialisasi pekerjaan, rasio kemandirian keuangan daerah tidak berpengaruh positif terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan seluruh provinsi di Indonesia.
Ukuran Pemerintah Daerah, Umur Administratif Pemerintah Daerah, Jumlah Penduduk, Temuan Audit, Opini Audit.
Hasil Penelitian
menunjukkan bahwa opini audit dan umur administratif pemerintah daerah memiliki pengaruh terhadap tingkat pengungkapan LKPD kabupaten/kota di Jawa Barat tahun anggaran 2014-2105. Sedangkan ukuran pemerintah daerah, jumlah penduduk dan temuan audit tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan LKPD kabupaten/kota di Jawa Barat tahun anggaran 2014-2015
28 persentase pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah. Peneliti menggunakan beberapa variabel independen, yaitu pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, total aset, jumlah SKPD, dan temuan audit dan variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah. Penelitian ini akan mengukur sejauh mana pemerintah daerah mengungkapkan informasi keuangannya dalam laporan keuangan dan mencoba mencari hubungan antara variabel independen berpengaruh secara signifikan atau tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.
Berdasarkan uraian penjelasan diatas dapat dituangkan dalam suatu skema kerangka konseptual sebagai berikut :
Gambar 2. 1 Kerangka Konseptual
29 2.11. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian dan kebenarannya harus dibuktikan melalui hasil penelitian. Adapun hipotesis yang dirumuskan yaitu:
1. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Persentase Pengungkapan LKPD
Dalam Syafitri (2012), Pendapatan Asli Daerah berhubungan positif dengan peningkatan pengungkapan karena memberikan penilaian terhadap kualitas kepala daerah, dimana kepala daerah dapat mengambil manfaat dengan meningkatkan kesempatan mereka untuk dipilih kembali dan mengurangi biaya kepentingan. Semakin besar PAD, maka semakin besar sumber daya yang dimiliki untuk melakukan pengungkapan sehingga PAD yang meningkat dapat meningkatkan persentase pengungkapan dalam laporan keuangannya.
Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis untuk penilaian ini adalah :
H1 : Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif terhadap persentase pengungkapan LKPD
2. Pengaruh Dana Alokasi Umum terhadap Persentase Pengungkapan LKPD
30 Dana Alokasi Umum merupakan jenis pendanaan daerah yang berasal dari pemerintah pusat atau provinsi. Oleh karena itu pemerintah pusat ataupun provinsi ingin pengungkapan yang lebih sebagai upaya untuk mengawasi kinerja pemerintah atas dana yang sudah ditransfer.
Pertanggungjawaban pemerintah daerah tersebut merupakan upaya dalam menjalani tanggung jawab perannya yaitu melalui bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah sekaligus mewujudkan kepercayaan publik bahwa dana tidak disalahgunakan.
Penelitian Robbins dan Austin (1986) menemukan bahwa DAU berhubungan positif dan signifikan terhadap persentase pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah, namun sebaliknya penelitian yang dilakukan oleh Syafitri (2012) justru menemukan bahwa DAU berpengaruh secara negative dan signifikan terhadap pengungkapan laporan keuangan daerah karena tidak adanya tekanan dari pemerintah pusat untuk melakukan peningkatan pengungkapan.
Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis untuk penelitian ini adalah :
H2 : Dana Alokasi Umum berpengaruh positif terhadap persentase pengungkapan LKPD
3. Pengaruh Total Aset terhadap Persentase Pengungkapan LKPD
Sumber daya yang digunakan entitas untuk melakukan kegiatan operasional entitas diesbut aset. Semakin besar jumlah aset maka akan
31 semakin besar jumlah sumber daya yang bisa digunakan untuk melakukan pengungkapan yang lebih besar. Penelitian Sumarjo (2010) menunjukkan bahwa total aset memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kelengkapan pengungkapan. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Yulianingtyas (2010), dan Syafitri (2012) yang menyatakan bahwa total aset tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan persentase pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah.
Total aset yang besar dan kompleks membutuhkan pengelolaan aset yang baik sehingga pengungkapan lebih besar diperlukan terkait pemeliharaan dan pengelolaan aset.
Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis untuk penelitian ini adalah :
H3 : Total Aset berpengaruh positif terhadap persentase pengungkapan LKPD
4. Pengaruh Jumlah SKPD terhadap Persentase Pengungkapan LKPD
Jumlah SKPD menggambarkan jumlah urusan yang menjadi prioritas pemerintah daerah dalam membangun daerah. Semakin banyak urusan yang menjadi prioritas pemerintah daerah maka semakin kompleks pemerintah tersebut. Semakin banyak jumlah SKPD semakin banyak juga informasi yang harus diungkapkan sebagai upaya mengurangi asimetri informasi dan menunjukkan kinerja yang semakin baik. Selain itu, semakin banyak jumlah SKPD dalam pemerintahan daerah akan semakin
32 banyak ide, informasi, dan inovasi yang tersedia terkait pengungkapan (Mandasari, 2009).
Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis untuk penelitian ini adalah :
H4 : Jumlah SKPD berpengaruh positif terhadap Persentase pengungkapan LKPD
5. Pengaruh Temuan Audit terhadap Persentase Pengungkapan LKPD
Temuan Audit merupakan kasus-kasus yang ditemukan oleh BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah atas pelanggaran yang dilakukan suatu daerah terhadap ketentuan pengendalian intern maupun terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Adanya temuan ini akan menyebabkan adanya peningkatan pengungkapan dan koreksi terhadap laporan keuangan. Sehingga, semakin besar jumlah temuan maka akan semakin tinggi persentase pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah. Pengungkapan yang dilakukan sebagai upaya perbaikan dan koreksi atas temuan audit dan menunjukkan kepada publik bahwa adanya perbaikan kualitas yang dilakukan oleh pemerintah daerah atas saran dari BPK.
Penelitian yang dilakukan oleh Hilmi (2011) menyatakan bahwa jumlah temuan tidak berpengaruh signifikan terhadap persentase pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah. Hal berbeda diungkapkan Liestiani (2008) yang menemukan bahwa jumlah temuan
33 audit berhubungan positif dan signifikan terhadap pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah.
Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis untuk penelitian ini adalah :
H5 : Temuan audit berpengaruh positif terhadap persentase pengungkapan LKPD
34 BAB III
METODE PENELITIAN