• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterbatasan Penelitian

Dalam dokumen : Drs. M. Utama Nasution, MM, Ak. (Halaman 82-98)

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

5.2 Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang memerlukan perbaikan dan pengembangan dalam penelitian-penelitian berikutnya. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini adalah :

68 1. Penelitian ini dibatasi pada tempat tertentu, yaitu hanya pada

Kabupaten/kota Provinsi Sumatera Utara.

2. Penelitian ini hanya mengambil beberapa variabel independen seperti Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Total Aset, Jumlah SKPD, dan Temuan Audit, sehingga penelitian ini belum dapat menjelaskan semua variabel yang mempengaruhi Persentase Pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.

5.3 Saran

Mengacu dari hasil penelitian dan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat penulis berikan adalah :

1. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan agar mengubah variabel independen yang lebih bervariasi dan menggunakan periode yang lebih lama serta objek penelitian yang lebih luas lagi.

2. Bagi pemerintah daerah disaranakan agar dapat menjadikan penelitian ini sebagai masukan atau informasi dalam rangka memaksimalkan faktor-faktor yang berpengaruh dalam Pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Pemerintah daerah juga diharapkan agar dapat melengkapi komponen LKPD sesuai dengan peraturan SAP.

69 DAFTAR PUSTAKA

Andriani, E. (2012). Pengaruh Opini Audit dan Temuan Audit terhadap Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Chairi, Anis dan Imam Ghozali. (2007). Teori Akuntansi. BP UNDIP, Semarang.

Erlina. (2011). Metodologi Penelitian. USU Press, Medan.

Ghozali I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS 25. BP UNDIP, Semarang.

Hafid Susila Sudarsana, Shiddiq Nur Rahardjo. (2013). Pengaruh Karakteristik Pemerintah Daerah dan Temuan Audit BPK Terhadap Kinerja Pemerintah Daerah (Studi pada pemerintah kabupaten/kota di Indonesia). Diponegoro Journal of Accounting, Vol.2.

Hilmi, Amirudin Zul dan Martani, Dwi. (2011). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi 2006-2009. Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Kawedar, Warsito. (2010). Opini Audit dan Sistem Pengendalian Intern. Skripsi, Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang.

Khasanah, Nur L. (2014). Pengaruh Karakteristik, Kompleksitas, dan Temuan Audit terhadap Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Skripsi, Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang.

Lesmana, S.I. (2010). Pengaruh Karakteristik Pemda Terhadap Tingkat Pengungkapan Wajib di Indonesia. Tesis, Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Liestiani, Annisa. (2008). Pengungkapan LKPD Kabupaten/Kota di Indonesia untuk Tahun Anggaran 2006. Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Mandasari, Putriesti. (2009). Pratices of Mandatory Disclosure Compliance in Indonesian Local Government. Tesis Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Maulana, Candra. (2015). Pengaruh Karakteristik, Kompleksitas, dan Temuan Audit terhadap Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Studi Empiris pada Pemerintah Kabupaten/kota yang

70 terdapat di Pulau Jawa Tahun 2013. Skripsi, Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang.

Mulyadi. (2002). Auditing. Buku 1, Edisi Enam, Salemba Empat, Jakarta.

Naim A, F. Rakhman. (2007). Analisis Hubungan antara Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan dengan Struktur Modal dan Tipe Kepemilikan Perusahaan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 15.

Naopal, Fikrinah. Sri Rahayu dan Sika Priyandi Yudowati. (2017). Pengaruh Karakteristik Daerah, Jumlah Penduduk, Temuan Audit, dan Opini Audit terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Jurnal Ekonomi, Vol. 7 Universitas Telkom Bandung.

Pandasari, tiara. (2016). Tingkat Ketergantungan, Kompleksitas Pemerintah Terhadap Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. ISSN 9.

Patrick, Patricia A. (2007). The Determinants of Organizational Innovativeness The Adoption of GASB 34 in Pennyslvania Local Government. Jurnal of Accounting Tax Periodical, Pennsylvania.

Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

Priharjanto, Akhmad dan Yusniar Yuliana. (2015). Pengaruh Temuan, Tingkat Penyimpangan, Opini Audit, dan Karakteristik Pemerintah Daerah Terhadap Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi di Indonesia. Jurnal PKN STAN.

Sekaran, Uma. (2010). Research Method For Business. United States, Willey.

Setyaningrum dan Syafitri. (2012). Analisis Pengaruh Karakteristik Pemerintah Daerah Terhadap Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Vol. 9.

Simbolon, Henny dan Christophorus Kurniawan. (2016). Pengaruh Karakteristik Pemerintah Daerah Terhadap Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan di Indonesia. Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya, Yogyakarta.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Penerbit Alfabeta, Bandung.

71 Sumarjo, H. (2010). Pengaruh Karakteristik Pemda Terhadap Kinerja Keuangan Pemda. Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Syafitri, Febryani. (2012). Analisis Pengaruh Karakteristik Pemerintah Daerah Terhadap Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan. Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Wiyono, G. (2011). Merancang Penelitian Bisnis dengan Alat Analisis SPSS 17.0

& Smart PLS 2.0. STIM YKPN, Yogyakarta.

Yulianingtyas, Rena R. (2010). Pengaruh Karakteristik Pemerintah Daerah Terhadap Kepatuhan Pengungkapan Wajib dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Empiris pada Kabupaten/Kota di Indonesia).

Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

72 LAMPIRAN

Lampiran I Tabel Item Pengungkapan Wajib LKPD Item pengungkapan Wajib Berdasarkan SAP 1. Informasi umum tentang entitas pelaporan dan entitas akuntansi 2. Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan dan ekonomi makro

3. Ikhtisar pencapaian target keuangan selama tahun pelaporan berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target.

4. Informasi tentang dasar penyajian laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya.

5. Rincian dan penjelasan masing-masing pos yang disajikan pada lembar muka laporan keuangan.

6. Informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.

7. Informasi lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.

PSAP Nomor 5 tentang Akuntansi Persediaan 8. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan.

9. Penjelasan lebih lanjut persediaan seperti barang atau perlengkapan yang digunakan dalam pelayanan masyarakat, barang atau perlengkapan yang digunakan dalam proses produksi, barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat, dan barang yang masih dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat.

10. Jenis, jumlah, dan nilai persediaan dalam kondisi rusak atau using.

PSAP Nomor 6 tentang Akuntansi Investasi 11. Kebijakan akuntansi untuk penentuan nilai investasi.

12. Jenis-jenis investasi, investasi permanen dan non-permanen.

13. Perubahan harga pasar baik investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang.

14. Penurunan nilai investasi yang signifikan dan penyebab penurunan tersebut

15. Investasi yang dinilai dengan nilai wajar dan alasan penerapannya.

16. Perubahan pos investasi

PSAP Nomor 7 tentang Akuntansi Aset Tetap

17. Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai tercatat (carrying amount)

Rekonsiliasi jumlah tercata pada awal dan akhir periode yang menunjukkan :

18. Penambahan 19. Pelepasan.

20. Akumulasi penyusutan dan perubahan nilai, jika ada

73 21. Mutasi aset tetap lainnya

Informasi penyusutan, meliputi : 22. Nilai penyusutan

23. Metode penyusutan yang digunakan.

24. Masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan

25. Nilai tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode 26. Eksistensi dan batasan hak milik aset tetap.

27. Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan aset tetap.

28. Jumlah pengeluaran pada pos aset tetap dalam konstruksi; dan 29. Jumlah komitmen untuk akuisisi aset tetap.

Jika aset tetap dicatat pada jumlah yang dinilai kembali, maka 8 hal berikut harus diungkapkan :

30. Dasar peraturan untuk menilai kembali aset tetap 31. Tanggal efektif penilaian kembali

32. Jika ada, nama penilai independen

33. Hakikat setiap petunjuk yang digunakan untuk menentukan biaya pengganti

34. Nilai tercatat setiap jenis aset tetap

PSAP Nomor 8 tentang Akuntansi Konstruksi dalam Pengerjaan 35. Rincian kontrak konstruksi dalam pengerjaan berikut tingkat penyelesaian

dan jangka waktu penyelesaiannya.

36. Nilai kontrak konstruksi dan sumber pendanaannya.

37. Jumlah biaya yang telah dikeluarkan dan yang masih harus dibayar.

38. Uang muka kerja yang diberikan.

39. Retensi

PSAP Nomor 9 tentang Akuntansi Kewajiban

40. Jumlah saldo kewajiban jangka pendek dan jangka panjang yang diklasifikasikan berdasarkan pemberi pinjaman.

41. Jumlah saldo kewajiban berupa utang pemerintah berdasarkan jenis sekuritas utang pemerintah dan jatuh temponya.

42. Bunga pinjaman yang terutang pada periode berjalan dan tingkat bunga yang berlaku.

43. Konsekuensi dilakukannya penyelesaian kewajiban sebelum jatuh tempo.

Perjanjian restrukturisasi utang meliputi : 44. Pengurangan pinjaman.

45. Modifikasi persyaratan utang.

46. Pengurangan tingkat bunga pinjaman.

47. Pengunduran jatuh tempo pinjaman.

48. Pengurangan nilai jatuh tempo pinjaman; dan

49. Pengurangan jumlah bunga terutang sampai dengan periode pelaporan 50. Jumlah tunggakan pinjaman yang disajikan dalam bentuk daftar umur

utang berdasarkan kreditur.

74 Biaya pinjaman :

51. Perlakuan biaya pinjaman.

52. Jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi pada periode yang bersangkutan.

53. Tingkat kapitalisasi yang dipergunakan

Lampiran II Data dan Populasi Sampel

No Kabupaten dan Kota Kriteria Sampel

1 2 3

1. Kabupaten Asahan  Sampel 1

2. Kabupaten Batu Bara  Sampel 2

3. Kabupaten Dairi Sampel 3

4. Kabupaten Deli Serdang Sampel 4

5. Kabupaten Humbang Hasundutan Sampel 5

6. Kabupaten Karo    Sampel 6

7. Kabupaten Labuhanbatu    Sampel 7

8. Kabupaten Labuhanbatu Selatan   - 9. Kabupaten Labuhanbatu Utara  - 

10. Kabupaten Langkat    Sampel 8

11. Kabupaten Mandailing Natal  - 

12. Kabupaten Nias    Sampel 9

13. Kabupaten Nias Barat    Sampel 10

14. Kabupaten Nias Selatan  - 

15. Kabupaten Nias Utara    Sampel 11

16. Kabupaten Padang Lawas    Sampel 12

17. Kabupaten Padang Lawas Utara    Sampel 13 18. Kabupaten Pakpak Bharat    Sampel 14

19. Kabupaten Samosir    Sampel 15

20. Kabupaten Serdang Bedagai    Sampel 16

75

21. Kabupaten Simalungun    Sampel 17

22. Kabupaten Tapanuli Selatan    Sampel 18 23. Kabupaten Tapanuli Tengah    Sampel 19 24. Kabupaten Tapanuli Utara    Sampel 20

25. Kabupaten Toba Samosir    Sampel 21

26. Kota Binjai    Sampel 22

27. Kota Gunungsitoli    Sampel 23

28. Kota Medan    Sampel 24

29. Kota Padangsidempuan    Sampel 25

30. Kota Pematangsiantar    Sampel 26

31. Kota Sibolga    Sampel 27

32. Kota Tanjungbalai    Sampel 28

33. Kota Tebing Tinggi    Sampel 29

76 Lampiran III Data Penelitian Tahun 2018

No Kabupaten/kota Tingkat

Pengungkap 1. Kabupaten Asahan 56,60% 142.972.039.820,99 877.794.638.000,00 3.382.372.576.944,06 55 5 2. Kabupaten Batu Bara 62,26% 64.385.292.862,07 602.464.355.000,00 2.104.078.296.854,95 38 1 3. Kabupaten Dairi 56,60% 73.906.829.603,45 612.742.762.000,00 1.960.715.216.684,63 50 2 4. Kabupaten Deli Serdang 52,83% 729.648.594.488,68 1.468.561.952.000,00 7.561.388.637.096,46 70 5 5. Kabupaten Humbang Hasundutan 50,94% 92.735.853.812,93 523.818.445.000,00 1.851.021.197.089,67 54 1 6. Kabupaten Karo 47,16% 159.189.197.472,28 738.378.312.000,00 2.534.254.911.296,58 61 5 7. Kabupaten Labuhanbatu 49,05% 162.794.472.016,74 680.408.474.000,00 2.624.518.212.280,42 47 3 8. Kabupaten Langkat 50,94% 136.680.578.541,45 1.179.392.864.000,00 4.308.590.339.396,97 53 3

9. Kabupaten Nias 45,28% 88.754.806.114,77 428.647.259.166,00 2.090.783.598.807,19 41 4

10. Kabupaten Nias Barat 41,51% 40.193.008.207,19 347.722.710.417,00 1.128.955.962.057,19 35 8 11. Kabupaten Nias Utara 50,94% 50.395.504.636,01 413.338.900.108,00 1.746.804.615.803,83 66 3 12. Kabupaten Padang Lawas 50,94% 47.455.308.607,49 521.562.942.000,00 1.527.507.797.059,62 42 4 13. Kabupaten Padang Lawas Utara 49,05% 74.306.097.499,89 537.455.568.015,00 1.301.600.964.580,82 43 2 14. Kabupaten Pakpak Bharat 56,60% 20.061.207.922,74 339.271.690.000,00 946.757.502.208,20 35 2 15. Kabupaten Samosir 56,60% 47.446.623.389,36 453.737.230.000,00 1.568.386.044.362,13 44 3 16. Kabupaten Serdang Bedagai 52,83% 194.382.972.213,04 763.943.386.000,00 2.156.853.871.889,95 50 5 17. Kabupaten Simalungun 45,28% 164.107.850.129,30 1.177.957.174.120,00 3.470.212.732.920,47 64 6 18. Kabupaten Tapanuli Selatan 52,83% 140.044.217.233,81 642.196.018.670,00 2.264.430.882.314,64 44 2 19. Kabupaten Tapanuli Tengah 45,28% 76.660.883.410,33 627.027.553.000,00 1.594.284.997.845,37 49 3 20. Kabupaten Tapanuli Utara 54,71% 105.656.762.964,31 639.394.068.000,00 1.969.293.457.672,10 55 1 21. Kabupaten Toba Samosir 54,71% 52.298.960.803,40 528.490.802.000,00 1.643.153.956.600,67 44 1

22. Kota Binjai 56,60% 135.870.920.432,89 564.377.582.000,00 1.325.903.919.601,56 33 1

23. Kota Gunungsitoli 52,83% 29.456.354.562,94 426.758.929.000,00 1.646.901.039.596,23 32 1

77 24. Kota Medan 60,37% 1.636.204.514.683,53 1.583.624.375.000,00 32.835.917.510.687,50 59 4 25. Kota Padangsidempuan 45,28% 75.063.575.092,73 498.221.822.177,00 1.212.685.087.135,62 41 3 26. Kota Pematangsiantar 49,05% 137.052.839.192,78 583.106.207.000,00 3.106.010.809.147,18 33 3

27. Kota Sibolga 50,94% 81.245.733.811,60 405.554.215.000,00 1.585.971.177.853,88 44 2

28. Kota Tanjungbalai 49,05% 74.435.277.571,86 418.666.416.000,00 1.441.897.974.120,52 39 8 29. Kota Tebingtinggi 52,83% 114.048.354.142,71 409.399.195.000,00 1.781.013.233.985,10 38 2

Lampiran IV Data Penelitian Tahun 2019

No Kabupaten/kota Tingkat

Pengungkap 1. Kabupaten Asahan 56,60% 123.687.304.878,59 875.860.020.000,00 3.257.232.990.543,58 55 5 2. Kabupaten Batu Bara 52,83% 66.944.796.374,52 602.464.355.000,00 1.953.901.330.895,98 38 3 3. Kabupaten Dairi 56,60% 128.489.751.331,88 612.745.792.000,00 1.912.571.435.175,08 50 2 4. Kabupaten Deli Serdang 50,94% 849.286.151.151,13 1.468.561.952.000,00 6.830.055.237.857,85 70 1 5. Kabupaten Humbang Hasundutan 56,60% 85.598.357.027,01 523.818.445.000,00 1.725.640.559.780,71 54 5 6. Kabupaten Karo 52,83% 157.866.720.976,13 738.378.312.000,00 2.282.955.372.592,41 61 3 7. Kabupaten Labuhanbatu 50,94% 124.674.017.375,34 684.408.474.000,00 2.500.309.000.870,10 47 2 8. Kabupaten Langkat 50,94% 139.717.647.855,09 1.179.392.864.000,00 3.896.777.743.426,23 53 4

9. Kabupaten Nias 47,16% 95.726.167.744,20 425.974.369.000,00 1.601.534.275.387,54 41 5

10. Kabupaten Nias Barat 47,16% 36.239.996.547,90 344.492.409.000,00 955.244.198.893,59 35 5 11. Kabupaten Nias Utara 45,28% 20.107.246.942,72 411.036.299.000,00 1.649.128.696.546,67 66 3 12. Kabupaten Padang Lawas 49,05% 46.509.729.525,21 520.974.737.000,00 1.332.727.214.237,49 42 5 13. Kabupaten Padang Lawas Utara 41,51% 74.524.919.692,80 537.469.609.000,00 1.291.843.474.045,93 43 7

78 14. Kabupaten Pakpak Bharat 50,94% 29.320.487.446,76 338.611.130.000,00 916.547.952.787,04 35 2 15. Kabupaten Samosir 52,83% 72.228.748.254,50 453.737.230.000,00 1.477.140.679.705,10 44 2 16. Kabupaten Serdang Bedagai 45,28% 103.711.290.228,63 763.717.409.000,00 1.828.864.944.591,22 50 3 17. Kabupaten Simalungun 52,83% 252.663.015.526,86 1.209.194.704.000,00 3.061.935.914.469,78 64 4 18. Kabupaten Tapanuli Selatan 50,94% 104.722.613.704,70 644.304.467.000,00 1.947.961.698.352,38 44 2 19. Kabupaten Tapanuli Tengah 56,60% 72.710.308.590,53 622.385.030.000,00 1.406.957.799.086,54 49 2 20. Kabupaten Tapanuli Utara 52,83% 162.441.906.093,04 639.394.068.000,00 1.887.854.571.200,91 55 1 21. Kabupaten Toba Samosir 50,94% 54.840.823.646,03 528.490.802.000,00 1.752.906.867.560,30 44 1

22. Kota Binjai 52,83% 139.217.621.697,48 564.377.582.000,00 1.228.341.087.689,41 33 1

23. Kota Gunungsitoli 47,16% 29.769.903.264,10 426.630.977.000,00 1.506.682.210.085,34 32 1 24. Kota Medan 60,37% 1.739.756.922.633,50 1.583.624.375.000,00 30.527.773.136.028,20 59 3 25. Kota Padangsidempuan 47,16% 109.640.419.280,55 498.768.033.000,00 1.219.398.699.888,87 41 3 26. Kota Pematangsiantar 50,94% 105.445.983.204,23 583.106.207.000,00 2.980.783.917.911,82 33 3

27. Kota Sibolga 52,83% 103.672.203.938,17 405.554.215.000,00 1.361.600.412.154,66 44 2

28. Kota Tanjungbalai 49,05% 65.108.266.615,52 415.172.063.000,00 1.485.552.202.047,64 39 5 29. Kota Tebingtinggi 50,94% 113.222.874.687,17 408.720.596.000,00 1.689.059.696.131,45 38 3

79 Lampiran V Hasil Olahan SPSS

Output Statistik Deskriptif

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic DISC_Y

Ln PAD_X1 Ln DAU_X2 Ln ASET_X3 SKPD_X4 TEMUAN_X5 Valid N (listwise)

58 41.51% 62.26% 51.43% 4.42234%

58 23.72 28.18 25.32 .87533

58 26.55 28.09 27.12 .40010

58 27.54 31.12 28.37 .66799

58 32 70 46.86 10.317

58 1 8 3.10 1.764

58

Output Uji Normalitas a. Analisis Grafik

80 b. Analisis Statistik

Unstandardiz ed Residual

N 58

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std.

Deviation

3.61780892

Most Extreme Differences

Absolute .095

Positive .095

Negative -.050

Test Statistic .095

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

81 Output Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics

Tolerance VIF

1 Ln PAD_X1 .218 4.588

Ln DAU_X2 .189 5.292

Ln ASET_X3 .207 4.832

SKPD_X4 .531 1.884

TEMUAN_X5 .985 1.015

a. Dependent Variable: DISC_Y

Output Uji Heteroskedastisitas

Output uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of

the Estimate Durbin-Watson

1 .575a .331 .266 3.78775% 1.654

a. Predictors: (Constant), TEMUAN_X5, Ln PAD_X1, SKPD_X4, Ln ASET_X3 , Ln DAU_X2

b. Dependent Variable: DISC_Y

82 Output Uji Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

Output Uji Koefisien Determinasi (R2)

Model Summaryb

a. Predictors: (Constant), TEMUAN_X5, Ln PAD_X1, SKPD_X4, Ln ASET_X3 , Ln DAU_X2

b. Dependent Variable: DISC_Y

Output Uji Signifikansi Parsial (t-test) Coefficientsa

83

Ln DAU_X2 .306 2.885 .028 .106 .916

Ln ASET_X3 2.669 1.651 .403 1.617 .112

SKPD_X4 -.031 .067 -.072 -.460 .648

TEMUAN_X5 -1.095 .287 -.437 -3.823 .000

a. Dependent Variable: DISC_Y

Output Uji Signifikansi Simultan (F) ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 368.706 5 73.741 5.140 .001b

Residual 746.047 52 14.347

Total 1114.753 57

a. Dependent Variable: DISC_Y

b. Predictors: (Constant), TEMUAN_X5, Ln PAD_X1, SKPD_X4, Ln ASET_X3 , Ln DAU_X2

Dalam dokumen : Drs. M. Utama Nasution, MM, Ak. (Halaman 82-98)

Dokumen terkait